Sabtu, 04 Februari 2017

Siapakah Penulis Taurat Yang Sebenarnya


Oleh : Fachrudin


Mencermati apa yang dibahas oleh JJ atas teori EYPD yang dimuat pada blog pribadinya ( http://apologiakristen.blogspot.co.id/2017/01/siapa-penulis-taurat.html?m=1 ), tidak  ada bantahan ataupun penjelasan yang sangat komprehensif dan mendalam, termasuk pemaparan kedua JJ ( http://apologiakristen.blogspot.co.id/2017/01/menjawab-gugatan-musa-bukan-penulis.html?m=1) dalam membuktikan bahwa Musa adalah penulis Taurat. Justru yang ada adalah pengulangan pembahasan JJ yang ala kadarnya, sebagaimana saat JJ dan saya (FR) membahas hal tersebut pada 6 bulan yang lalu. Adapun pembahasan kali ini dan tidak melebarnya pembahasan, saya akan menanggapi tentang EYPD pada link pertama JJ. Mengenai pembahasan link kedua dari JJ dan juga pandangan Islam tentang Taurat, in sya Allah akan saya bahas pula kedepannya.

Adanya teori EYPD maupun metode pendekatan lainnya terhadap PL, itu tidak secara tiba-tiba ada begitu saja. Lahirnya berbagai metode karena adanya prinsip golongan Protestan tentang Sola Scriptura (hanya berdasarkan Alkitab saja) yang menjadi sorak peperangan dari gerakan Reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan Gereja. Para Reformis tidak menciptakan istilah teologi Alkitabiah, dan mereka pun tidak terlibat pula dalam hal itu (G. Ebeling, "The Meaning of Biblical Theology", Word anda Faith). Sekitar tahun 1975, teologi Alkitabiah terpisah dari teologi dogmatik dan teologi Alkitabiah dipahami sebagai dasar dari teologi sistematika.

Dogmatik Protestan, yang dikenal dengan teologi skolastik, pada Zaman Pencerahan telah dikecam karena spekulasi-spekulasinya yang kosong dan teori-teorinya yang kering. Sehingga terjadilah perkembangan suatu cara pendekatan dalam melakukan penelaahan terhadap Alkitab, yang hal tersebut telah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, reaksi rasionalisme terhadap supranaturalisme. Kedua, dikembangkannya suatu hermeneutik baru. Ketiga, adanya kritik sastera terhadap Alkitab oleh J. B. Witter, J. Astruc, dan lain-lain.

Pada Zaman Pencerahan, disiplin teologi Alkitabiah telah membebaskan diri dari peranannya sebagai tambahan terhadap dogmatik yang akhirnya menjadi saingan dari dogmatik itu sendiri. Dalam perkembangannya, hal yang berkaitan dengan sejarah, kalah dan dikuasai oleh berbagai sistem filsafat, selain mengalami tantangan dari ilmu pengetahuan yang pada akhirnya mati oleh pendekatan dari sudut sejarah agama-agama. Pada pertengahan abad ke 19, sebuah reaksi konservatif yang sangat kuat menentang pendekatan-pendekatan rasionalis dan filosofis terhadap teologi Perjanjian Lama (PL) dan Alkitabiah. Bagian reaksi penting dari golongan konservatif muncul dalam golongan sejarah keselamatan, yang tokoh-tokoh teologinya seperti Gottfried Menken, Johan T. Beck, dan khususnya J. Ch. Konrad Von Hofmann. Lahirnya kelompok tersebut tentang sejarah keselamatan pada abad ke 19, didasarkan pada : pertama, sejarah umat Allah sebagaimana diungkapkan dalam Firman. Kedua, pemahaman tentang pengilhaman Alkitabiah. Ketiga, hasil (pendahuluan) dari sejarah antara manusia dengan Allah didalam Yesus Kristus

Pada Zaman Emas, teologi PL dimulai sekitar tahun 1930-an, yang terus berlangsung hingga sekarang. Karya-karya penting dari teologi PL datang dari E. Sellin dan L. Kohler, yang keduanya menggunakan susunan Allah, manusia, dan keselamatan. Banyak para teolog yang meneruskan pemikiran mereka seperti H. Wheeler Robinson, P. Heinisch, O. Procksch, dan lain-lain. PL, khususnya pada Taurat, dianggap oleh Kristen sebagai awal mula lahirnya tentang perjanjian Allah dengan manusia mengenai keselamatan, yang pada akhirnya Allah diyakini oleh mereka telah melakukan inkarnasi dalam melakukan penyelamatan terhadap manusia, sebagaimana yang diyakini oleh Kristen pada Perjanjian Baru (PB). Menurut Kristen, didalam Taurat terdapat perjanjian Allah dengan Adam, Abraham, Yakub dan Daud, yang hal itu diyakini bahwa Yesus (yang kelak pada masa PB) diyakini sebagai penerus (pembuktian) atas perjanjian tersebut (Mesias). Tetapi pada kenyataannya, keyakinan Kristen tersebut tidak diakui oleh pihak Yahudi. Hal itulah yang membuat pihak Kristen, seperti halnya JJ, dengan semangatnya membela secara mati-matian, bahwa Taurat yang ada pada PL sekarang ini adalah tulisan yang berasal dari Musa. Karena jika Kristen tidak melakukan pembelaan tersebut (apologetik), maka sia-sialah keyakinan Kristen tentang Yesus sebagai penerus atas perjanjian Allah dengan para tokoh-tokoh yang dikisahkan pada Taurat.

Teologi PL, menurut W. Zimmerli, didalam Grundriss Der Alttestamentlinchen Theologie yang diterjemahkan sebagai Old Testament Theology In Outline, merupakan kombinasi dari pernyataan-pernyataan PL tentang Allah, sehingga tugas  teologi PL ialah menyajikan apa yang dikatakan PL tentang Allah dalam kaitan-kaitan tersiratnya. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan oleh para sarjana Kristen dalam melakukan penafsiran terhadal PL , diantaranya metode : didaktik dogmatik, progresif-genetis, penggunaan contoh yang representatif yang mewakili keseluruhan, topikal, diakronis, pembentukan tradisi, dialektis tematik, dan metode teologi Alkitabiah baru (Gerhard F. Hasel, Old Testament Theology).

Teori EYPD sebagaimana yang sedang dibahas, termasuk kedalam kategori metode diakronis yang saat ini dikenal dengan analisis sastra, hal tersebut sudah mulai berkembang pada tahun 1930-an (baca karya D. A. Knight, dalam Rediscovering The Traditions Of Israel), JJ menganggap bahwa  teori EYPD sudah mengalami keruntuhan dan terdapat kelemahan didalamnya, tanpa pernah JJ sendiri menjelaskan secara komprehensif, tentang hal apa saja yang menyebabkan teori tersebut mengalami kelemahan dan keruntuhan. Selain itu, JJ pun terlihat tidak mampu pula memberikan teori  alternatif dalam melakukan suatu pendekatan yang bersifat solusi yang bisa diandalkan oleh semua para sarjana Kristen atas teori yang saat ini dia kritisi. Lalu dengan pendekatan metode seperti apakah, yang bisa diusung oleh JJ sehingga metode tersebut bisa disepakati dan digunakan oleh semua para sarjana Kristen, yang tentunya metode tersebut mampu bertahan darinsegala kritikan para sarjana Kristen lainnya ? Suatu kecerobohan atau mungkin juga JJ sendiri kurang mencermati perjalanan teologi PL dikarenakan kurangnya sumber bacaan literatur, JJ menganggap bahwa teori tersebut sudah out of date (usang). Padahal, banyak dari para pendeta ataupun sarjana Kristen, yang  hingga kini masih mengangkat teori tersebut pada hasil karyanya, seperti : Dianne Bergant CSA, Pauline A. Viviano, John F. Craghan, Wayne A. Turner, Helen Kenik Mainelli, Leslie J. Hoppe, Wes Howard Brook, Pdt. Marthinus T. M, dll.

Demi menguatkan pendapatnya, JJ membahas penemuan arkeologi seperti inskripsi kuno Tell el-Amarna, Serabit el-Khadim di Sinai, dan Situs Ras Syamra, hal tersebut diyakininya sudah membuktikan bahwa dizaman Musa sudah ada baca tulis. Dengan ditemukannya tiga penemuan arkeologi yang diangkat oleh JJ, apakah penemuan tersebut sudah membuktikan secara eksplisit bahwa Musa sendirilah yang menulis Taurat ? Mengenai penemuan arkeologi, memang telah ditemukan suatu khazanah manuskrip yang berasal dari abad 11 dan 12, termasuk beberapa varian alkitabiah. Lalu penemuan kedua, manuskrip papirus yang berasal sekitar tahun 150 SM dan berisikan pula sepuluh perintah Tuhan dan kutipan liturgis dari enam kitab ulangan. Tahun 1947, gulungan kuno ditemukan dalam gua-gua didekat Laut Merah. Tetapi semua penemuan arkeologi tersebut, tetap tidak membuktikan bahwa apa yang mereka temukan selama ini, itu adalah hasil dari tulisan Musa, baik versi Masoret maupun versi Yunani atau Alexandria.

Tidak cukup dengan membahas 3 situs diatas, JJ pun memberikan tambahan dalam meyakinkan para pembacanya bahwa Musa itu adalah penulis Taurat. Menurutnya, Musa mampu baca tulis sehingga dengan kemampuannya itu telah membuktikan bahwa Musa adalah penulis Taurat, yang disebabkan kemampuan baca tulis Musa didapatkan dari didikan dari orang Mesir. JJ memberikan dasar pemikirannya dari Kisah Para Rasul (KPR) 7:22 (Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya). Disini terlihat jelas atas ketidaktahuan JJ, yang tidak bisa membedakan antara hikmat/bijaksana (bahasa yunani : sophia) yang bersifat perilaku/akhlak (lukas 11:31,21:15) dengan skill/keterampilan/kemampuan. Tentang sikap bijaksananya Musa yang didapat dari orang Mesir (KPR 7:22), hal tersebut bisa bisa kita baca pada ayat selanjutnya yaitu ketika Musa membela orang yang sedang dianiaya, disaat orang lain melakukan pembiaran terhadap orang yang dianiaya (KPR. 7:24), dan bahkan dengan bijaksananya yang ada pada Musa, dia berusaha mendamaikan dua orang Israel yang sedang berkelahi (KPR. 7:26). Jadi jelas bahwa pada KPR 7:22, maknanya itu berkaitan dengan sikap bijaksananya Musa dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan baca tulis, sebagaimana keyakinan JJ.

Perlu kita sadari bahwa Alkitab terdiri atas sekumpulan buku, yang masing-masing ditulis oleh orang yang berbeda dengan zaman yang berbeda pula. Fakta lain yang harus dipertimbangkan adalah tidak ada satu pun dari manuskrip asli (autograf) yang masih ada sampai saat ini ( Michael Keene, Alkitab : Sejarah, Proses Terbentuk dan Pengaruhnya). Menurut Johan Salomo Semler, dalam karyanya yang bernama Treatise On the Free Investigation Of The Canon, menyatakan bahwa : Firman Allah sama sekali tidak identik dengan Alkitab (W. G. Kummel, The New Testamment : The History Of The Investigation Of Its Problems). Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa Alkitab (termasuk Taurat) merupakan suatu dokumen yang murni, yang seperti dokumen-dokumen lain, yang semacam itu harus diselidiki dengan suatu metodologi yang bersifat historis serta bersifat kritis (O. Merk, Biblische Theologie Des Neuen Testaments In Ihrer Anfangszeit. Marburg, 1970). Lahirnya Hipotesis Dokumenter (teori EYPD), selain karena adanya faktor atas perbedaan narasi yang dikisahkan didalam Taurat, hal itu pun dikarenakan adanya nama Elohim dan Yhwh pada Kitab Kejadian. Yang hal tersebut melahirkan sebuah pandangan, bahwa penulis Taurat penulisnya bukanlah seorang diri, melainkan terdiri dari berbagai penulis dengan berbagai sumber/tradisi yang ada, yang hal tersebut dikenal dengan tradisi Elohis (E), Yahwis (Y), Priest/Imam (P), Deuteronomis (D).

Tradisi E, mempergunakan sebutan Elohim bagi Allah Israel sampai Keluaran 3:14, dimana nama Yahweh diwahyukan kepada Musa. Pada umumnya, tradisi ini ditanggalkan pada abad 9-7 SM, yang berasal dari Kerajaan Utara. Tradisi E, lebih suka menggunakan mimpi dan Malaikat sebagai sarana komunikasi Ilahi daripada menggambarkan hubungan langsung dengan Allah seperti tradisi Y. Elohis terkenal karena kepekaannya terhadap nilai-nilai moral. Hal tersebut kelihatan dari usahanya dalam menilai, menjelaskan, dan memberi catatan pada tindakan nenek moyang Israel yang salah. Elohis memulai ceritanya pada masa bapa bangsa dan pertama kali muncul dalam Kejadian pasal 20, walaupun secara tidak lengkap sudah terdapat pada Kejadian pasal 15.

Tradisi Y, disebut demikian karena menyebut Allah dengan Yhwh dan inilah sumber tertua yang berasal dari abad 10 SM, zaman Daud dan Salomo (Norman K. Gottwald, The Hebrew Bible : A Social Literary Introduction). Cerita dari Y, biasanya ditandai oleh gaya cerita rakyat yang hidup dan pelukisan tokoh-tokoh yang bervariasi. Tradisi Y, membiarkan tokoh-tokoh berbicara melalui tindakannya dan jaranf memberikan penilaian atas kelakuan tokoh-tokoh itu. Adapun penggambaran Tuhan secara manusiawi dalam tradisi Y, memberi ciri yang amat pribadi tentang Allah, yang Allah sendiri secara aktif terlibat dalam sejarah manusia, khususnya sejarah umat Israel. Tradisi Y, memulai ceritanya dengan kisah penciptaan (Kejadian 2:4b-31), yang menyajikan sejarah manusia sebagai latar belakanf Yhwh memanggil Abraham dan memberikan janji-Nya. Dalam menyusun bahan-bahannya, pihak Y menggunakan tradisi-tradisi lisan (oral) yang terlebih dahulu ada san beredar dalam masyarakat Israel Selatan (D. C. Mulder, Pembimbing Ke Dalam Perdjanjian Lama)

Tradisi P yang berasal dari abad 7-6 SM, lebih suka menggunakan sebutan Elohim untuk Allah sampai pada zaman Musa (Keluaran pasal 6). Meskipun karya P, diduga berasal dari masa Pembuangan Babel. Gaya tradisi P, cenderung mengulang-ngulang dan cerita-ceritanya disusun secara kaku. Dalam beberapa studi mengenai sumber P, para ahli menyimpulkan bahwa penulis P tidak membahasakan Allah secara antropomorfis (Sri Wismoady Wahono, Di Sini Sudah Kutemukan : Petunjuk Mempelajari dan Mengajarkan Alkitab). Pendapat ini memang bisa diterima, karena kebanyakan nas P selama ini selalu membicarakan Allah sebagai Allah yang bersifat rohani dan transenden. Walaupun ada sejumlah nas dari P yang dalam Kejadian 1:1-2:4a, Allah berkali-kali dibahasakan secara antropomorfis.

Tradisi D, darimanakah mereka berasal ? Ada yang berpendapat bahwa kalangan D itu berasal dari para Nabi karena dianggap bahwa Alkitab Ibrani bercirikan etik dan teologis yang berasal dari lingkungan para Nabi. Tetapi, semisal pada Kitab Ulangan tidaklah memperlakukan para Nabi dengan baik (Ulangan 18:9-22). Ada juga yang berpendapat, bahwa kalangan D dari orang Lewi dan juga berasal penatua di Israel. Tradisi D, di diyakini ditulis pada abad 7 SM. Sikap dari kelompok D dan P, sangat berhati-hati dan kritis dalam membahasakan EL-Israel secara antropomorfisme sebagaimana penggambaran yang lazim dalam keyakinan Kanaan bagi El ( Ch. A. Simpson, The Growth Of Hexateuch dalam The Interpreter's Bible, Vol. 1).

Adanya agama-agama disekitar Israel dan adanya kerajaan-kerajaan yang sudah menjajah orang Israel, telah melahirkan sinkretisme bagi bangsa Israel itu sendiri. Sinkretisme tersebut, ternyata berdampak pula pada narasi Taurat, dan teologi dasar bagi Kristen. Selain itu, pada Taurat pun bisa kita temukan pula hal-hal yang tidak logis dan narasi tambahan dikemudian hari yang menghasilkan ketumpang tindihan kisah. Contoh tersebut bisa kita simak sebagaimana yang disampaikan oleh Lembaga Biblika Indonesia dalam Tafsir Alkitab PL yang diterbitkan oleh Kanisius, sebagai berikut :

1.) Kisah penulisan penciptaan versi penulis P (Kejadian 1:1-2:4a) dengan versi dari Y (Kejadian 2:4b-25). Para penafsir sepakat bahwa perbedaan itu dikarenakan wacana kuno yang digunakan sebagai media kesaksian oleh kedua kelompok penulis tersebut. Latar belakang versi P berada pada mitos penciptaan yang dikenal oleh bangsa-bangsa di Mesopotamia, sedangkan versi Y berada pada mitos penciptaan yang dikenal oleh bangsa-bangsa Kanaan (J. Blommendaal pada Pengantar Kepada Perjanjian Lama dan Walter Lempp pada Tafsiran Alkitab : Kejadian 1:1-2:25).
2.)  Mezbah Kurban Bakaran pada narasi Keluaran 27:18. Mezbah tersebut dibuat menyerupai kotak kayu yang pada bagian dasar diberi lubang, dengan panjang dan lebar 7,5 kaki, tinggi 4,5 kaki yang dilapisi oleh tembaga. Bagaimana mungkin Mezbah tersebut bisa berfungsi dengan baik, karena kayu pasti akan terbakar oleh panas yang berasal dari kurban yang dipersembahkan.
3.) Mengenai Mezbah Pedupaan pada Keluaran 30:1-38 (yang disebut Mezbah Emas pada 1Raja-raja 7:48), merupakan sisipan tradisi P dikemudian hari. Hal itu dilakukan karena tidak logis , yang mestinya terdapat dalam Keluaran 26:33-37 dan belum disinggung dalam episode ukupan di pandang gurun (Bilangan 16:6-7,17-18;17:11-12).
4.) Pada Bilangan 1:4-19a, terjadinya ketidakjelasan kisah atas nama para pemimpin suku yang beraaal dari zaman dulu ataukah mereka adalah nama para pemimpin pada zaman sesudah pembuangan. Karena sebaguan nama-nama itu ternyata muncul kembali dalam 1Tawarikh 6:12;7:26;12:3 dan 10;15:24;24:6 dan 2Tawarikh 11:18;17:8;35:9, dan lain-lain.
5. ) Bilangan 1:19b-46, tentang perhitungan 12 suku yang berjumlah 603.550 pada ayat 46, begitu pula jumlah tiap-tiap suku yang tidak mungkin bersifat historis dan itu hasil tersebut sangat jelas didapatkan berdasarkan ingatan saja.

Suatu hal yang sia-sia, jika Kristen mati-matian mengimani isi Taurat sebagai suatu kitab yang mencerminkan tentang adanya suatu perjanjian Allah dengan leluhur Yesus yang kelak pada zaman PB, bahwa Yesus-lah penerus perjanjian tersebut. Karena menurut F. Baumgartel, bahwa semua janji dalam PL betul-betul tidak ada gunanya bagi Kristen, kecuali dasar yang abadi yaitu Akulah Tuhan Allahmu. Karena bila dipandang secara historis maka PL memiliki suatu tempat yang lain daripada agama Kristen (The Hermeneutical Problem Of The Old Testament). Untuk memahami PL, menurut G. Fohrer, tidak perlu memerlukan iman, yang hendaknya PL sendiri harus diselidiki dan diterangkan seperti karya sastera lainnya (Theologische Grundstrukturen Des Alten Testaments).


Selasa, 01 November 2016

Gagal Pahamnya Kristen Dalam Memahami Istilah Malaikat Tuhan

Oleh : Fachrudin.

Adanya keyakinan Kristen tentang Allah bisa menjelma dan akhirnya bisa melakukan inkarnasi, yang menurut mereka hal tersebut adalah sebuah bentuk pembuktian bahwa Allah itu hidup, yang dengan hidup-Nya itu Dia melakukan karya ditengah-tengah manusia dalam rangka untuk menyelamatkan manusia, yang sudah jatuh kedalam dosa. Adanya keyakinan Kristen tersebut, semuanya didasari karena adanya antropomorfisme dan antropopatisme didalam Alkitab. Demi membenarkan atas apa yang mereka yakini, acapkali Kristen selalu melakukan pendangkalan aqidah kepada umat Islam. Seperti melakukan penudingan terhadap umat Islam, bahwa didalam Alquran dan Hadits terdapat antropomorfisme dan antropopatisme. Mereka bersikap seperti itu, untuk memberikan kesan kepada umat Islam, bahwa didalam ajaran Islam sendiri pun ternyata adanya kesamaan dan mendukung atas apa yang mereka yakini selama ini, yang hal itu dianggapnya telah memberikan legitimasi atas keyakinan mereka. Padahal didalam ajaran Islam,  antropomorfisme (Qs. 3:73,7:54) dan antropopatisme ( Qs. 1:1,2:61) tidaklah mengindikasikan sama sekali bahwa Allah memiliki kesamaan dengan makhluk-Nya, yang tentunya sebagai makhluk adanya dimensi, ruang dan waktu yang membatasinya, apalagi mempunyai kesamaan dengan keyakinan yang selama ini diyakini oleh Kristen.

Yang dimaksud dengan antropomorfisme ialah pengumpamaan atau pelukisan sesuatu (objek) yang bukan manusia, bergerak dan bertindak seolah-olah manusia yang hidup. Sedangkan antropopatisme ialah pengumpamaan atau pelukisan suatu (objek) yang bukan manusia, berperasaan seperti layaknya manusia.

Bahasa memang bisa menjadi sarana untuk berteologi, dan berteologi adalah proses membahasakan Allah. Dengan demikian, dalam berteologi bahasa digunakan secara efektif dan komunikatif untuk menyampaikan firman Allah kepada manusia tanpa harus menyamakan perbuatan yang kita lakukan dengan apa yang Allah lakukan serta tidak menyamakan apa yang kita rasa dengan yang Allah rasakan. Alih-alih berteologi, seseorang sering melebih-lebihkan dengan alam pikirannya sendiri dalam menggambarkan diri Allah dan apa yang Allah perbuat, seperti halnya yang dilakukan oleh Kristen.

Misalnya, Kristen meyakini bahwa Allah turun kebumi dan menjadi manusia (inkarnasi), yang dimaksudkan bahwa inkarnasi tersebut diyakini untuk menebus dosa manusia. Tetapi keyakinan Kristen tersebut, ternyata kontraproduktif dengan apa yang ada didalam kitabnya sendiri, Alkitab. Karena disisi lain, Kristen meyakini bahwa Allah adalah Maha Pengampun (Kej. 18:26, Bil. 14:20, 2Taw 7:14, Mat. 6:14, Kpr. 8:22)
 dan Maha Kuasa (Kej. 17:1). Dengan adanya penggambaran didalam Alkitab bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Kuasa, maka konsekuensi logisnya adalah Allah tidak perlu untuk berinkarnasi untuk bisa mengampuni dosa manusia. Terlebih diutusnya para Nabi dan Rasul oleh Allah, yang menyampaikan tentang jalan yang baik dan buruk sudah Allah utus, selain mengenalkan kepada manusia tentang adanya keselamatan dan kesengsaraan bagi yang mentaati dan yang melanggarnya. Allah adalah Dzat / Zat, yang tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, sebagaimana ciptaan-Nya. Justru keyakinan Kristen tentang adanya inkarnasi Allah, hal tersebut telah mengkerdilkan dan bahkan menghina tentang ke-Mahaan yang dimiliki-Nya. Karena jika inkarnasi disematkan kepada Allah, maka Ke-Mahaan yang dimiliki-Nya, akan berbanding lurus dengan kekurangan dan keterbatasan-Nya yang kelak akan dimiliki-Nya, sebagaimana yang dimiliki oleh ciptaan-Nya sendiri.

Bagi Kristen, Alkitab dianggap sebagai hasil kesusastraan yang berisi tentang Allah dan penyelamatan yang dilakukan-Nya dalam sejarah manusia. Jika dicermati, dasar Kristen yang meyakini Allah melakukan inkarnasi, itu berpijak pada narasi tentang kedatangan tiga tamu kepada Abraham, pergumulan Allah dengan Yakub, dan pertemuan Allah dengan Musa di semak-semak. Apakah benar, dasar pijakan Kristen atas narasi tersebut memang mencerminkan tentang adanya inkarnasinya Allah ? Mari kita bahas.
 
 
 1.) Abraham Kedatangan Tamu.

Dalam Kejadian 18:1-33, mengkisahkan bahwa Tuhan kala itu berinkarnasi dan menjadi salah satu dari tiga orang yang mendatangi Abraham. Menurut Nosson Scherman, dalam The Chumash : Beresyit/Genesis, bahwa ketiga tamu itu salah satunya bukanlah Tuhan. Tetapi ketiganya adalah malaikat, yakni Mikhael, Gabriel, dan Rafael. Yang ketiganya mempunyai masing-masing tugas, seperti Mikhael yang bertugas menyampaikan kepada Sarah bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki, Gabriel bertugas menghukum Sodom dan Gomora, dan Rafael bertugas menyelamatkan Abraham dan Lot. Mengenai kisah Abraham, Simpson berpendapat, bahwa cerita asli masih terdapat dalam ayat 1b-3,4-8. Sedangkan selebihnya merupakan narasi baru (sisipan) yang didapatkan dari penulis Yahwis (The Book of Genesis : Introduction and Exegesis).

2.) Yakub Bergumul Dengan Allah

Di Kej. 32:22-32, dalam ayat itu dikisahkan pula bahwa Yakub bergumul dengan Tuhan, yang pada akhirnya, Yakub menang dalam adu jotos melawan Tuhan. Apakah benar,  yang melakukan adu jotos itu antara manusia dengan Tuhan, yang Tuhan sendiri notabenenya adalah Maha Kuasa ? Untuk mengurai permasalahan tersebut, persoalan disini ialah, siapakah ha'isy (laki-laki) yang dimaksud itu ? Ada penafsir yang mengatakan bahwa Yakub menduga ia sedang berkelahi melawan hantu malam yang jahat yang menguasai tempat itu atau melawan suatu roh yang menunggui tempat tersebut (Walter Lempp, Tafsiran Kejadian, jilid IV/bag. II dan G.A.Simpson, The book of Genesis : Introduction and Exegesis, dalam The Interpreter's Bible, Vol. I). Tetapi menurut L. Oranje, bahwa Yakub di duga sedang berkelahi melawan Esau (Pergumulan Jakub di Jabok, dalam SETIA : Majalah Theologia Indonesia, No. 2 thn 1971).

3.) Pertemuan Musa Dengan Allah.


Kel. 3:1-22, dalam ayat tersebut diyakini oleh Kristen bahwa yang ketemu dengan Musa adalah Tuhan, bukan malaikat Tuhan. Padahal Malaikat dalam Alkitab (Ibrani malakh, Yunani angelos) menurut etimologi dan pengertian, adalah pesuruh Allah, yg mengenal-Nya muka dengan muka, karena itu mempunyai kelebihan daripada manusia. Menurut PL, Malaikat pernah menampakkan diri pula kepada manusia sebagai pembawa perintah dan berita khusus dari Tuhan (Hakim-hakim 6:11-23 dan 13:3-5) dan mereka pun dapat melakukan tugas bantuan militer (2 Raja-raja 19:35). Jadi jelas, yang ketemu dengan Musa bukanlah Tuhan tetapi Malaikat Tuhan.


Ayat-ayat diatas adalah pijakan dasar atas keyakinan Kristen, bahwa Tuhan pernah menampakkan Diri-Nya dihadapan manusia. Yang ternyata, mengenai ayat diatas, itu sebuah misinterpretasi dikarenakan Kristen tidak bisa membedakan tentang Malaikat Tuhan dengan Tuhan itu sendiri. Padahal Malaikat Tuhan, adalah kata sandang yang yang hal itu mengarah pada Malaikat Tuhan yang notabenenya adalah sebagai utusan Tuhan dan utusan Tuhan bukanlah Tuhan itu sendiri.
[1/11 08:43] Fachrudin: Masih menurut Alkitab, bahwa Malaikat pun memang pernah menampakkan diri kepada manusia sebagai pembawa perintah dan berita khusus dari Allah (Hak. 6:11-23,13:3-5). Mereka dapat memberi bantuan khas untuk pelayan-pelayan Allah yang miskin (1Raj. 19:1-7). Selain itu, mereka pun dapat melakukan tugas bantuan militer (2Raj. 19:35 dst), dan jarang sekali, permusuhan secara aktif terhadap Israel (2Sam. 24:16). Orang-orang dari Sodom (Kej. 19) atau orang-orang lain yg melakukan kejahatan mereka pukul.

Jika Islam menolak tentang adanya theofani (Tuhan menampakkan diri menjadi manusia) sebagaimana keyakinan Kristen, yang hal tersebut muncul karena didasari oleh misinterpretasi tehadap antropomorfisme dan antropopatisme, apakah dalam Islam meyakini bahwa Malaikat pernah menampakkan diri kepada manusia ? Islam membenarkan tentang adanya Malaikat yang pernah menampakkan diri menjadi manusia. Malaikat pernah menampakkan diri baik kepada maryam (Qs. 19:17), kepada Nabi Muhammad saw (Qs. 53:6), dan bahkan pernah menampakkan diri dihadapan para sahabat, disaat menanyakan tentang masalah iman,islam,ihsan dan terjadinya hari kiamat kepada Nabi Muhammad (Hr. Bukhari, hadits no 48, dan 4404. Hr. Muslim, hadits no 10. Hr. Tirmidzi, hadits no 2535.).

Jika bukti-bukti diatas, masih saja Kristen meyakini bahwa Malaikat Tuhan adalah Tuhan sendiri dan masih gagal paham pula dalam memahami makna dari istilah Malaikat Tuhan, silahkan perhatikan ayat-ayat dibawah ini, yang kalimatnya saya ditulis dengan huruf KAPITAL :
a.) Kej. 24:52 = Ketika HAMBA  ABRAHAM itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.
b.) Kej. 36:24 = Inilah anak-anak Zibeon: Aya dan Ana; Ana inilah yang menemui mata-mata air panas di padang gurun, ketika ia sedang menggembalakan KELEDAI ZIBEON ayahnya itu.
c.) Kej. 50:7 =  Lalu berjalanlah Yusuf ke sana untuk menguburkan ayahnya, dan bersama-sama dengan dia berjalanlah semua PEGAWAI FIRAUN, para tua-tua dari istananya, dan semua tua-tua dari tanah Mesir.

Jika Kristen bersikukuh atas keyakinannya, bahwa malaikat Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan tidak mengisyaratkan bahwa malaikat Tuhan itu adalah wakil atau utusan dari Tuhan. Maka dari tiga contoh ayat diatas, tentunya Kristen pun harus meyakini pula bahwa hamba Abraham adalah Abraham, keledai Zibeon adalah Zibeon dan pegawai Firaun adalah Firaun itu sendiri. Tetapi apakah keyakinan Kristen selama ini tentang Malaikat Tuhan adalah Tuhan, bisa diterapkan pada tiga ayat diatas ? Tentu saja tidak, mereka akan menolaknya dengan segala alibi yang ada.


Adanya keterbatasan manusia untuk berbicara dan mengambarkan tentang Dzat yang Maha Gaib, maka untuk menjelaskan hal-hal yang dipandang  diluar nalar manusia, mau tidak mau untuk bisa disesuaikan dengan nalar manusia harus menggunakan istilah yang dikenalnya tanpa harus mempermainkan akal dalam membatasi Diri-Nya. Dan disini jelas, bahwa Kristen adalah para pemain akal yang telah melebih-lebihkan tentang Allah, yang justru hal itu telah menggiring mereka kepada keyakinan yang serupa dengan para penyembah berhala lainnya.

Didalam Islam, Allah tidaklah serupa dengan makhluk-Nya dalam hal apapun (Qs. 42:11), karena disaat Dia serupa dengan makhluk-Nya, tentunya kekurangan yang ada pada makhluk akan ada pada Diri-Nya, yang dengan hal itu akan melahirkan ketergantungan Allah kepada sesuatu dan adanya kesetaraan dengan ciptaan-Nya sendiri. Padahal, Allah sendiri tidak bergantung kepada sesuatu apapun dan segala sesuatu, justru selain Allah semuanya bergantung kepada-Nya (Qs. 112:2 dan 4).

Berpikir tentang Allah, yakni memikirkan Dzat Allah tidak selayaknya untuk dilakukan. Sebab apabila seorang hamba itu berpikir, maka dia berpikir dengan apa yang tergambar oleh akalnya dan apa yang terbetik dalam benaknya dari hal-hal yang terlihat, terdengar, dan diketahui. Sedangkan Allah berada di atas itu semua. Tidak layak bagi seorang pun untuk memikirkan Dzat Allah, sebab tatkala ia menggambarkan sesuatu tentang Allah, maka Allah berbeda dengan apa yang ia gambarkan dan cukup bagi kita berpikir tentang makhluk-makhluk-Nya, dan tentang kekuasaan-Nya yang luar biasa. Mengenal Allah, Pencipta alam semesta ini bukanlah dengan memikirkanj bagaimana bentuk atau rupa-Nya. Namun, dengan mengenal ciptaan-Nya kita akan mengenal sifat-sifat-Nya.

Rabu, 24 Agustus 2016

Keselamatan Bayi Dan Anak Menurut Islam - Kristen



Oleh : Fachrudin.

Untuk mengetahui bukti adanya kesimpangsiuran keselamatan dalam Kristen, bahkan komentar Kristen yang tidak sesuai topik, silahkan baca dulu link akun FB kami ini sebelum membaca artikel yang ada dibawah : https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1377350178960193&id=100000556724125&fs=4





Setiap orang yang mengimani akan adanya kehidupan sesudah kematian, pasti mengharapkan keselamatan ketika kematian menjemputnya. Yang menjadi persoalannya, disaat seseorang meyakini adanya kehidupan sesudah kematian, apakah ajaran yang dia yakini selama ini, benar-benar bisa memberikan jaminan tentang keselamatan kepada semua orang tanpa adanya pandang bulu (pilih kasih) ataukah tidak ?


Makna pilih kasih, bukan mengarah kepada perbedaan atas apa yang kelak akan dia dan orang lain dapatkan, sebab semuanya bergantung kepada apa yang diusahakannya ketika saat berada didunia, tetapi mengarah kepada sipenerima keselamatan itu sendiri, dari bayi sampai kepada orang dewasa. Jika setiap orang ditanya tentang hal itu pasti akan memberikan jawabannya, semisal umat Islam dan Kristen, bahwa setiap orang pasti menerima keselamatan. Tetapi lain halnya jika kita membahas tentang keselamatan bagi bayi dan anak, dalam Islam terdapat kepastian atas keselamatan bagi mereka, tetapi didalam Kristen hal itu masih bersifat ambigu. Benarkah demikian ? Mari kita cermati bersama.




# Pandangan Islam #

Di dalam Islam, semua para ulama tidak ada perbedaan pendapat sedikit pun tentang bayi atau anak yang belum baligh tetapi mengalami kematian. Semua para ulama berpendapat, bahwa mereka akan masuk surga tanpa adanya penghisaban dan tidak akan disiksa sedikit pun, meskipun yang meninggalnya dari orang tua yang musyrik sekalipun. Hal tersebut dijelaskan sebagaimana dalil-dali berikut :
1.) Diriwayatkan dari Anas ra: ”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”(HR Bukhori muslim).


2.) hadits yang sangat panjang, Rasulullah saw menceritakan tentang mimpi beliau yang diajak oleh dua malaikat. Mimpi itu merupakan kejadian nyata yang dialami penghuni kubur sebelum nanti menghadapi hari penghisaban. Dalam hadits itu, ada salah satu bagian yang menceritakan tentang sebuah taman yang di tengahnya ada sebuah pohon. Di bawah pohon itu ada seorang laki-laki yang dikelilingi oleh anak-anak.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepada malaikat yang menemaninya perihal mimpinya, mereka menjawab,
“…Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang meninggal dalam keadaan fitrah. ‘Sebagian kaum Muslimin berkata: “Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?’ Beliau menjawab,”Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik.” (HR. Al-Bukhari)


3.) Nabi saw Bersabda : Pena (taklif hukum) diangkat dari tiga golongan: dari anak kecil hingga ia balig; dari orang tidur hingga ia bangun; dan dari orang gila hingga ia waras (HR Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibn Majah, At-Tirmidzi dan al-Hakim).




# Pandangan Kristen #

Dalam pandangan Kristen, tidak ada kepastian atas keselamatan yang akan didapatkan, meskipun diperuntukkan bagi bayi atau anak kecil itu sendiri. Keselamatan bagi mereka, Kristen menyerahkannya kepada Allah dan berharap Allah memberikan rahmat atau belas kasihan kepada mereka. Ketidakpastian tersebut, berawal dari pembaptisan dewasa yang melahirkan pembaptisan anak dan bayi dizaman patristik (Bapak Gereja). Dengan adanya pembaptisan yang dilakukan, Kristen berharap bayi dan anak kelak akan mendapatkan keselamatan dan dengan adanya pembaptisan, diharapkan mereka dalam keadaana regenerasi (telah tertebus dosa asal yang didapatkannya melalui kematian Yesus). Pentingnya pembaptisan bagi bayi dan anak, hal itu telah ditekankan oleh Bapak Gereja seperti Origen (185-254 masehi). Perkataannya adalah sebagai berikut : "Karena baptisan dari jemaat diberikan untuk pengampunan dosa, baptisan diberikan menurut ketaatan jemaat, bahkan juga anak-anak, karena anugerah baptisan akan kelihatan berlebihan jika anak-anak tidak memerlukan pengampunan dan diikutsertakan" (Migne, XII, 492).

Karena begitu sangat pentingnya pembaptisan bagi keselamatan yang akan didapatkan kelak bagi bayi dan anak, maka bagi bayi atau anak yang tidak dibaptiskan oleh orang tuanya, para Bapak Gereja seperti Augustine, Gregorius Agung, Anselmus, Gregorius dari Rimini, Bossuet, Berti, berpendapat, bahwa bayi dan anak, kelak akan mendapakan siksaan, meskipun siksaan yang ada dianggap yang paling ringan (Dictionary of Dogmatic Theology, Parente, Piolanti and Garofalo).

Dizaman patristik tidak ada kontroversi mengenai pembaptisan bagi keselamatan selama lebih dari 2 abad, terlebih pembaptisan bayi dan anak telah umum dilakukan dimana-mana, seperti halnya pada masa Irenaerus dan Tertullian (Harnack, History of Dogma). Terjadinya kontroversi dikalangan Bapak Gereja, hal itu dikarenakan pendapat dari Tertullian, yang menganggap bahwa pembaptisan tersebut tidak bersifat Alkitabiah dan tidak berhati-hati dalam agama (Infant Baptism
History of the Christian Church, Volume II: Ante-Nicene Christianity. A.D. 100-325. by Schaff). Disamping Tertullian yang menolak pembaptisan bayi, hal itupun terjadi pula pada Ebionit, Novatian, Arian, Donatis, Montanis, maupun bid'ah awal lainnya, yang mereka sendiri menolak pula tentang baptisan tersebut.

Sikap ambigunya Kristen terhadap ketidak pastian atas keselamatan bagi bayi dan anak yang meninggal tanpa mendapatkan baptisan, hal itu kini semakin terlihat jelas. Meskipun dikalangan internal Kristen, hingga kini masih terjadi pro dan kontra tentang keabsahan sakramen pembaptisan bagi bayi dan anak, selain pembahasan tentang sakramen pembaptisan apakah bisa dianggap menyelamatkan ataukah tidak. Meskipun hal itu masih berpolemik, tetapi mengenai keselamatan bayi dan anak, semua Kristen berpendapat bahwa keselamatan bagi mereka, semuanya diserahkan kepada Allah selain mengharapkan rahmat atau belas kasihnya dicurahkan kepada mereka. Sikap ambigunya Kristen tersebut, mengimplikasikan bahwa keselamatan bagi bayi dan anak belum secara pasti akan mereka dapatkan. Jika mereka pasti akan mendapatkan keselamatan, tentunya mereka akan dengan yakin berpendapat bahwa mereka akan mendapatkan keselamatan tanpa perlu berharap agar rahmat Allah dicurahkan kepada mereka. Karena suatu pengharapan Kristen tersebut, tidaklah mencerminkan akan adanya kepastian mengenai keselamatan bayi dan anak.

Bagi orang yang meninggal tetapi belum sempat dibaptis, didalam Kristen Katolik terdapat istilah Api Penyucian atau purgatorium. Api penyucian adalah tempat/proses disucikannya seseorang, seperti bayi dan anak. Gereja Katolik mengajarkan hal ini di dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1030-1032, yang dapat disarikan sebagai berikut:
1) Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.
2) Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.
3) Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.

Katekismus Gereja Katolik (KGK) yang disahkan pada tanggal 25 Juni 1992, Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa KGK , adalah “alat yang sah dan legitim dalam pelayanan persekutuan Gereja, selanjutnya sebagai norma yang pasti untuk ajaran iman“ (Dalam Konstitusi Apostolik “Fidei Depositum“). Selain adanya KGK, Katolik melalui komisi di Vatican telah menerbitkan suatu dokumen yang berjudul Pengharapan Akan Keselamatan Anak-Anak Yang Mati Tanpa Pembaptisan. Dokumen tersebut disahkan pada tanggal 20 April 2007, atas persetujuan Paus Benediktus XVI. Penyebab diterbitkannya dokumen tersebut, dikarenakan situasi manusia yang menyedihkan dari para orang tua yang berduka atas kematian bayi mereka sebelum pembaptisan. Komisi tersebut berharap, dapat menanggapi pula pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari mereka yang berduka atas kematian bayi karena aborsi. Karena Gereja Katolik mengajarkan bahwa hidup manusia dimulai sejak saat pembuahan, maka hal ini berlaku pula bagi bayi-bayi yang mati dalam kandungan. Komisi tersebut pun menyatakan bahwa masalah keselamatan anak-anak yang mati tanpa pembaptisan telah menjadi suatu pertanyaan pastoral yang mendesak sekarang ini, mengingat jumlahnya yang semakin meningkat.


Disaat ajaran Islam dan Kristen kami bandingkan, selain menyinggung sisi historis tentang pembaptisan bayi dan anak dizaman apostolik, tentunya anda yang mempunyai akal sehat bisa menilai dan memutuskan sendiri, ajaran manakah yang bisa memberikan ketegasan dan kejelasan tentang adanya keselamatan. Selamat berpikir... !!!


Senin, 27 Januari 2014

Kajian Perbandingan Hadits Dan Fiqh Syiah-Suni (bagian 1)



I. HADIST dan ILMU-ILMUnya dalam perspektif JUMHUR ULAMA


Chapter 1. Penjelasan Alquran dan As Sunnah.



Alquran diturunkan secara bertahap dalam masa 23 tahun, Allah berfirman "Dan Alquran itu telah Kami turunkan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (Al Israa' : 106).
Ketika Rasulullah saw membacakan AlQuran kpd manusia, beliau langsung menjelaskan maksud Allah swt. Ibnu Mas'ud ra menjelaskan bhw manhaj (metode) para sahabat dlm mempelajari AlQuran > "kami tidak beranjak dari 10 ayat hingga kami mengetahui maksudnya dan mengamalkannya, dg demikian kami mempelajari ilmu dan pengalamnnya sekaligus".

Selasa, 12 Maret 2013

Pembahasan Seks Dalam Al-Qur'an Versus Al-Kitab

Oleh : Faisal Rahman Abdurrahim

Kitab Suci di katakan suci karena kitab tersebut mengajarkan peraturan hidup yang baik untuk semua kalangan, mulai dari yang baru lahir sampai yang sudah di usia senja atau bahkan yang sudah meninggal. Kenapa? Karena kitab suci adalah Perkataan Tuhan yang Maha Esa, kalimat-kalimat yang indah tersebut di letakkan-Nya di mulut Nabi-nabi yang di utus-Nya, manusia-manusia pilihan yang bersih dari dosa. Ayat demi ayat yang indah dan tidak memiliki cacat sedikitpun, ayat-ayat yang penuh dengan ilmu pengetahuan yang menjadikan manusia mengenal dengan baik siapa dirinya dan siapa Tuhannya dan hubungan di antara keduanya.

Senin, 18 Februari 2013

Doktrin Tentang "LOGOS"

 Oleh :

Kita tidak dapat menyangkali akan adanya ‘motif akomodasi’ dan ‘motif distansi’ yang saling bergumul di dalam keseluruhan pikiran ‘apologetis’, dan di dalam usaha untuk menyesuaikan iman Kristen dengan pikiran dan kebudayaan pada waktu tertentu. Apa yang dikatakan ini selalu ada supaya Injil Yesus Kristus didengar dan dimengerti oleh manusia dengan berlatar belakang kebudayaannya pada setiap ruang dan waktu tertentu. Usaha ini jelas sekali pada para apologet. Mereka mengkonfrontasikan dan menyesuaikan Injil dengan pikiran dan ilmu (filsafat) Yunani. Peristilahan dan dunia pikiran Hellenisme digunakan untuk mengungkapkan kabar baik tentang Allah dalam Yesus Kristus. Salah satu contoh yang paling spesifik yang dapat ditunjukkan di sini ialah: doktrin tentang logos.

Dalam Kamus Alkitab (BPK Gunung Mulia 2009:243), W.R.F.Browning menjelaskan sebagai berikut: logos Kata benda bahasa Yunani yang biasa diterjemahkan dengan ‘perkataan’, tapi juga ‘pertimbangan/nalar’, atau ‘arti’. Lazim digunakan dalam filsafat Yunani sejak Heraklitos (abad ke-6 sM) sampai ahli filsafat Yahudi, Philo dari Aleksandria (abad pertama M) untuk prinsip pengikat yang mendasari jagad raya. Dalam LXX, logos adalah terjemahan dari kata Ibrani dabar, yang adalah firman kreatif Allah dan sejajar dengan sofia (hikmat), yaitu pengantara Allah dalam hubungan dengan ciptaanNya Amsal 9:1-2). Dalam Injil Yohanes (Yoh. 1:14) dan dalam Kitab Wahyu (Why. 19:13), Yesus disebut Firman Allah. Ini adalah perkembangan penting dalam Kristologi: ini suatu pernyataan tegas bahwa firman yang adalah pengantara Allah dalam penciptaan itu adalah sama dengan manusia Yesus dari Nazaret (Yoh.1:46).”

Kamis, 31 Januari 2013

Perumpamaan Menurut Al Qur'an dan Al Kitab

Oleh : Arda Chandra

Sebelum kita melanjutkan menganalisa persoalan ini, ada baiknya ditegaskan disini bahwa tidak sedikitpun ada pikiran dari umat Muslim yang beranggapan bahwa Yesus memiliki kekurangan, asal ngomong, tidak konsisten, penipu dan tukang bohong, karena semua umat Islam punyai keyakinan yang sama bahwa beliau adalah Rasul Allah yang selalu diberi-Nya petunjuk, itu berarti apapun yang beliau ajarkan dan ucapkan bukanlah beliau karang-karang sendiri, namun berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh Allah. Kalaupun ada analisa tentang ‘jejak-jejak’ omongan Yesus Kristus dalam alkitab yang mengarah mengkritisi dan mengkoreksi, itu sama sekali tidak untuk menggugat Yesus Kristus, namun lebih banyak usaha untuk memberikan masukan bahwa alkitab, terutama Injil (Matius, Markus, Lukas dan Johanes) kemungkinan mempunyai kesalahan dalam mencatat dan merekam apa yang diucapkan Yesus Kristus semasa hidupnya.

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box