oleh : Kodiran salim ,Peneliti Independen Lintas Kitab Suci
Assalamu"alaikum Wr. Wb.
Kepada para pembaca Rokhimakumullah.
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H
Sebuah renungan
Di Indonesia ada pemahaman yang salah oleh sebagian orang tentang awal tahun baru hijriyah, yaitu disamakan dengan tahun baru "Masehi" yaitu mulai jam 24 malam padahal yang benar adalah mulai maghrb (terbenamnya matahari). Tahun hijriyah adalah perhitungan kelender berdasarkan peredaran bulan (komariyah) mengelilingi bumi sekali putaran disebut satu bulan (ada kaitannya nama bulan). Tetapi coba dalam tahun "masehi" yang perhitungannya berdasarkan peredaran matahari (samsiyah). Matahari berputar siang malam siang malam tiga puluh kali oleh bangsa Indonesia disebut satu bulan juga (penamaan ini salah atau betul ?). Kalau menurut saya tidak tepat sebab perhitungan samsiyah tidak ada kaitannya dengan bulan. Mestinya namanya tiga puluh kali matahari berputar siang malam (ah gak taulah, pusing). Dalam kelender internasional Januari disebut apa pak ? "month" ?. Mengapa tidak "sun". Penamaan ini salah atau betul?. Kalau salah berarti secara internasional juga salah.
Sebetulnya kelender yang dipakai mula-mula oleh para nabi adalah komariyah, tetapi orang Barat tidak memakainya padahal mereka berpegang pada kitab Bibel. Kalau gak salah saya sudah tampilkan TARIH PANJANG TAHUN MASEHI ya. Sudah dibaca belum. Disitu jelas bahwa kata masehi pinjam namanya Nabi Isa as Al-Masehi. Agar seolah-olah sama dengan kelandernya para nabi. Ini suatu pembodohan.
Yang aneh lagi di Indonesia satu Muharam sama dengan satu Suro (kelender kejawen) ini dari mana critanya bisa jadi satu ?. Ini mirip dengan kisah natal. Kalau kisah natal dimulai dari ketertarikan Kaisar Konstantin terhadap pekembangan agama Kristen di negaranya kira2 abad ke 4 M. Kaisar Konstantin membonceng ketenaran agama Kristen yang dibawa para pastur waktu itu, kemudian Kaisar Konstantin memperalat para pastur untuk menjadi ujung tombak dalam meluaskan negaranya dengan memberi kebebasan menjalankan misi. Tetapi tradisi raksyatnya yaitu bersenang menyambut natalnya dewa matahari jangan diganggu apalagi dihapus, lebih baih disinkronkan dengan lahirnya Yesus, padahal "salah besar". Tapi apa boleh buat, rakyat sudah terlanjur senang.Maka jadilah seperti sekarang natal Cristmas.
Satu sura kisahnya, ketika Sultan Agung Raja Mataram naik tahta, banyak bangsawan2 ex Majapahit yang masih berbudaya Kejawen, Hindhu dan Budha yang akan mendukung Sultan Agung dengan masuk Islam tetapi tradisi rakyat Jawa yang sudah kadung senang dengan suran jangan dihaouskan, kenduri, sesajen, dan perdukunan juga jangan dilarang tetapi disinkronkan dengan doa-doa dalam bahasa Arab.
Akibat sinkronisasi ini sebetulnya Allah murka terhadap umat Islam Indonesia. Kemurkaan itu di wjudkan dengan cara didatang penjajah yaitu Portugis kemudian Belanda. Ini kalau saya kaitkan dengan sejarah Bangsa Israel mirip. Kenapa bangsa Israel sepanjang masa sebelum datang Islam sengsara selalu dijajah bangsa asing pertama-tama Asyur, kemudian Babilonia, kmudian Persia, Yunani, dan Romawi. Ceritanya seperti ini:
Hakim-Hakim 2:11-23
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel . Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak.Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.
Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu. Apabila murka TUHAN bangkit terhadap orang Israel, berfirmanlah Ia: "Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka, dan tidak mendengarkan firman-Ku, maka Aku pun tidak mau menghalau lagi dari depan mereka satu pun dari bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada waktu matinya, supaya dengan perantaraan bangsa-bangsa itu Aku mencobai orang Israel, apakah mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, atau tidak." Demikianlah TUHAN membiarkan bangsa-bangsa itu tinggal dengan tidak segera menghalau mereka; mereka tidak diserahkan-Nya ke dalam tangan Yosua.
Umat Islam Indonesia dari tahun 1600 sampai kemerdekaan tetap menjalankan praktek sinkrinisasi dengan tradisi Kejawen, Hindhu dan Budha. Tetapi karena Allah Maha Kasih maka umat Islam Indonesia dimerdekakan, karena ada harapan umat islam Indonesia akan menegakkan syariat Islam.
Tapi Allah menguji dengan mendatangkan setan untuk menggoda.
Peringatan
Qs 19/83. Tidakkah kamu lihat, bahwa-sanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?, Qs 17:64; 22:52; 25:31; 26:221; 43:36.
Setan tersebut dimasukkan Allah kepada Maramis, kemudian Maramis menantang tokoh-tokoh Islam yang akan melaksanakan syariat Islam akan memisahkan diri dari NKRI. Ternyata tokoh-tokoh kita luntur pendiriannya, sehingga sampai sekarang syariat Islam tidak terwujud. Malah kemusrikan menjadi-jadi sampai sekarang ini. Ulama, kyai, Uztad sepertinya tidak berdaya mengatasinya (dan jarang yang mau mengatasi maslah ini).
Kemudian Allah menghukum lagi umat islam Indonesia, tetapi bukan dengan penjajahan seperti dahulu, tetapi dengan menimpakan “MUSIBAH”. Karena diperintah menegakkan Hukum Islam tidak dilaksanakan malah berpaling dengan berbagai alasan.
Ini ayatnya.
Perintah
Qs 5/49…..dan hendaklah kamu memu-tuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan jangan lah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.
Peringatan
Qs 5/49. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (ingkar janji). Qs 5:5; 24:1; 4:58; 4:62; 4:105; 16:90; 30:36; 33:48; 9:26; 41:52; 57:22; 64:11; 5:66; 6:42; 24:48; 24:51; 5:42; 42:30; Ul 17:8
Yang lebih saya kawatirkan adalah apabila sampai terjadi seperti bangsa Israel ketika dicerai beraikan Allah dengan diusir dari tanah yang dijanjikan karena moral bansa Israel waktu itu sudah sangat rusak.
Perhatikan ayat dibawah ini.
Mikha 7:2-7
Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri; hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka!Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu!Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!
Kepada para jamah rokhimakumullah mohon direnungkan, bagaimana nasib umat Islam Indonesia setelah tahun baru Hijriyah 1340 H dan seterusnya.
Saya hanya bisa bilang “KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH “
Perintah mengikuti Al-Qur’an
Qs 6/155. Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat, Qs 45:20; 7:204; 2:150; 5:97; 14:52; 13:1; 13:37; 29:45; 21:10; 17:9; 9:29; 8:24; 7:196; 68:44; 7:3; 3:3; 5:67; 16:44; 5:35; 15:1; 15:9; 16:64; 20:2; 25:1; 25:6; 25:30; 26:2; 28:2; 29:49; 38:29; 38:87; 39:2; 41:41; 41:53; 43:44; 45:11; 50:1; 56:77; 64:8; 65:3; 68:52; 69:51; 72:16; 74:54; 80:13-16; 86:13; 9:129; 39:15; 3:7; 3:132; 20:100; 6:36; 6:106; 25:29; 29:51; 6:90-92; 3:31; 7:156-157; 7:203; 7:158; 20:100
Perintah mengikuti sunnah Rasul
Qs 3/31.Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Qs 67:28; 43:61; 4:80; 33;21; 2:165; 6:155; 9:73; 8:27; Kis 4:21; Yoh 14:6,15 ,21
Wabillahi taufik walhidayah
Wassalam
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Qs Al Isra' 36)
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2008
(73)
-
▼
Desember
(45)
- CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429
- RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H
- Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj...
- Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”
- MENYELAMATKAN JURU SELAMAT
- Paulus Menghapus Hukum Taurat
- Penebusan Dosa Atau Berqurban?
- Merekayasa Dalil
- Pemalsuan Kitab Suci
- Penyembuhan Atas Nama Yesus
- SEJARAH NATAL
- KELAHIRAN YESUS MENURUT BIBLE
- Wanita Sumber Dosa
- MISTERI NATAL
- Contoh-Contoh Misinterpretasi terhadap
- Bible bingung,Tuhan bisa dilihat atau tidak?
- Al-Qur’an Dan Islam Dari Kacamata Barat
- Sejarah Pengumpulan al-Qur’an: Jawapan Kepada Peng...
- Benarkah “Kalimatullah” Bermaksud Tuhan?
- Membongkar Kebobrokan Penafsiran Surah Az-Zukhruf,...
- Ismail atau Ishak ?
- Menjawab Hambran Ambrie
- KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN; S...
- SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA; MENURUT AL-QUR'AN DA...
- IDENTIFIKASI AL-QUR’AN TENTANG FIR’AUN EKSODUS
- ABRAHAH, ISLAM LIBERAL DAN AL-QUR’AN EDISI KRITIS
- HHanya dari Sara keturunan Ibrahim yang dijanjikan...
- Ujian yang nyata pada Kisah pengorbanan Ibrahim
- masalah-masalah pernikahan di dalam Al Kitab
- Kredo Nikaia Suatu Kedustaan Besar
- Benarkah Kitab Bilangan 1:20 dan Klaim Pendeta Kri...
- The Acts of John Membantah Yesus Mati Disalib
- Apocalypse Peter Membantah Yesus Mati Disalib
- Sejarah Perjanjian Baru Dan Perubahannya
- PERJANJIAN LAMA DAN PERUBAHANNYA
- SEJARAH AWAL KRISTEN: SELAYANG PANDANG
- Kisah Abraham,Ishaq dan Abimelekh
- Machmadim atau Mahamadim
- Tutorial Transliterasi Bible Bahasa Ibrani
- Kepalsuan Taurat Kitab Kejadian pasal 17
- Perjalanan Nabi Ibrahim Ke Arabia Menurut Alkitab
- Kepalsuan Revelation
- Ismail atau Ishak yang dikurbankan : Versi Islam d...
- Paran, Baka, Mekkah, dan Nubuat Muhammad
- Ismael : Keledai liar atau subur?
-
▼
Desember
(45)
Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box
Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam on Facebook
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar