Minggu, 23 November 2008

The Quran on Seas and Rivers

aut dan Sungai
Ilmu pengetahuan Modern telah menemukan bahwa tempat di mana dua laut berbeda bertemu terdapat suatu penghalang diantara mereka. Penghalang tersebut membagi kedua laut tersebut sedemikian sehingga masing-masing laut mempunyai suhu, kadar garam, dan rapat jenis yang berbeda satu dengan lainnya (1). Sebagai contoh, Air laut Mediterania bersuhu hangat, bersifat garam, dan lebih sedikit padat, bila dibandingkan dengan air laut Samudra Atlantik. Ketika air laut Mediterania masuk ke lautan Atlantik di atas teluk Gibraltar, air laut Miditerania bergerak beberapa ratus kilometer ke dalam Lautan Atlantik pada suatu kedalaman sekitar 1000 meter dengan karakteristik yang dimilikinya.(2) ( lihat gbr 1).

image

Gambar 1: Profil air laut Miditerania ketika masuk ke dalam laut Atlantik di atas teluk Gibraltar dengan karakteristik yang dimiliknya. Penghalang tersebut membagi kedua laut tersebut sedemikian sehingga masing-masing laut mempunyai suhu, kadar garam, dan rapat jenis yang berbeda satu dengan lainnya (Suhu dalam derajat Celsius (C?). (Marine Geology, Kuenen, hal. 43)

Meskipun ada ombak besar, arus-kuat, dan pasang laut, mereka tidak akan bercampur atau melewati penghalang ini.

Al Quran menyebutkan bahwa ada suatu penghalang antara dua laut yang bertemu dan bahwa mereka tidak akan bercampur. Allah berfirman :
DIA MEMBIARKAN DUA LAUTAN MENGALIR YANG KEDUANYA KEMUDIAN BERTEMU .ANTARA KEDUANYA ADA BATAS YANG TIDAK DILAMPAUI OLEH MASING - MASING . (QS 55 : 19-20)

Tetapi manakala Quran membicarakan pembagi/batas antara air tawar (air sungai) dan air asin (air laut) disebutkan tentang adanya ?sekat pemisah? diantara kedua jenis air ini. Allah berfirman :
DAN DIALAH YANG MEMBIARKAN DUA LAUT MENGALIR ( BERDAMPINGAN ) : YANG INI TAWAR LAGI SEGAR DAN YANG LAIN ASIN LAGI PAHIT : DAN DIA JADIKAN ANTARA KEDUANYA DINDING DAN BATAS YANG MENGHALANGI .(QS 25 : 53)

Orang mungkin bertanya, mengapa Al Quran menyebutkan sekat manakala membicarakan pembagi/pembatas antara air sungai dan air asin (air laut), tetapi tidak menyebutkan ketika Al Quran manakala membicarakan pembagi/pembatas antara dua laut?

Ilmu pengetahuan modern telah menemukan bahwa di muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air sungai dengan air asin (air laut) situasinya adalah sedikit berbeda dari tempat dimana terjadi pertemuan antara dua laut. Telah ditemukan bahwa yang membedakan antara air sungai dan air asin (air laut) di muara sungai adalah apa yang disebut dengan zona ?pycnocline?. Zona inilah yang memisahkan kedua jenis air tersebut dikarenakan adanya perbedaan kerapatan (3). Zona pemisah ini mempunyai kadar garam yang berbeda yang berasal dari air sungai dan air laut (4) ( lihat gbr 2).

image

Gambar 2 : Penampang memanjang yang menunjukkan kadar garam ( dalam ppm) di suatu muara. Dapat dilihat di sini adanya sekat ( zone separasi) antara air sungai dan air laut. (Introductory Oceanography, Thurman, p. 301)

Informasi ini telah ditemukan baru-baru ini, dengan menggunakan peralatan canggih untuk mengukur temperatur, kadar garam, kerapatan, sifat kelarutan oksigen, dan lain lain Mata manusia tidak bisa melihat adanya perbedaan yang terjadi bila kedua lautan bertemu, melainkan kedua lautan yang bertemu tersebut hanya nampak sebagai suatu laut yang homogen. Demikian juga, mata manusia juga tidak bisa melihat adanya pembagian air menjadi tiga bagian di muara yaitu : bagian air tawar, air aisn dan sekat pemisah ( zona pemisah/separasi).

Footnote


1) Principles of Oceanography, Davis, pp. 92-93.
2) Principles of Oceanography, Davis, p. 93.
3) Oceanography, Gross, p. 242. Also see Introductory Oceanography, Thurman, pp. 300-301.
4) Oceanography, Gross, p. 244, and Introductory Oceanography, Thurman, pp. 300-301.
Sumber : www.islam-guide.com

Minggu, 16 November 2008

SEJARAH NABI MUHAMMAD SEBELUM MASA KENABIAN

Dalam diskusi di forum ini, banyak disinggung soal hubungan Rasulullah dengan Waraqah yang beragama Kristen, juga tentang agama yang dianut Rasulullah sebelum masa kenabian, tentang nenek moyang Rasulullah, dll. Ada buku bagus yang ditulis oleh : Martin Lings, berdasarkan sumber-sumber klasik.

Resensi buku ini ditulis oleh Bp. Rusdi Mathari. Semoga bermanfaat menambah referensi kita semua

.Judul Buku: Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik

Penulis: Martin Lings

Penerbit: Serambi, April 2007

Halaman: 668 Halaman

Judul Asli: Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, diterbitkan oleh The Islamic Texs Society, Cambridge,
United Kingdom 1991

oleh Rusdi Mathari
SEHARI setelah tulisan Mohamad Guntur Romli berjudul Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen dimuat Kompas pada Sabtu 1 September 2007, wartawan senior, Bambang Bujono mengirim pesan pendek ke ponsel saya:

“Sudah baca tulisan Guntur di Kompas?.” Saya paham, melalui pesan pendek itu, mas Bambu, begitu saya biasa memanggilnya— meminta saya untuk memberikan tanggapan, minimal tanggapan untuk mas Bambu pribadi.

Saya telah membaca tulisan Guntur, dan menduga akan banyak reaksi yang berlebihan terhadap tulisan tersebut. Mungkin karena predikat Guntur sebagai aktivis Jaringan Islam Liberal, barangkali pula karena isinya yang dianggap tidak sesuai dengan arus besar “keinginan” umat Islam yang membacanya.

Dugaan saya terbukti, setidaknya di beberapa milis yang saya ikuti, seperti Jurnalisme, banyak peserta milis yang protes. Beberapa di antaranya menyatakan agar Kompas, memuat juga tulisan yang membantah tulisan Guntur. Tapi tak ada usul dari peserta beberapa milis itu siapa yang harus membantah Guntur. Sedangkan, menurut saya, para pemrotes itu hanya bisa protes, tak berargumen dalam bentuk tulisan seperti yang dilakukan Guntur.

Bagi saya yang dibesarkan di Situbondo oleh tradisi pesantren NU, berpendidikan formal Muhammadiyah, dan mendapat banyak bacaan dari majalah Al Muslimin yang diterbitkan oleh Persis, Bangil;

tulisan Guntur sebenarnya termasuk “kuno”, tidak perlu direspon secara reaktif apalagi berlebihan.
Sumber-sumber rujukan yang menjadi dasar tulisan Guntur adalah sumber klasik, yang tak banyak dibaca untuk tidak menyebut rujukan itu dihindari oleh kebanyakan umat Islam.

Dalam beberapa hal, tulisan itu sebagian juga mengambil dari Muhammad: His Life Based on the Earliset Source (1991) yang ditulis oleh Martin Lings, seorang sejarawan Inggris.

Buku yang dipersembahkan Lings untuk Zia ul Haq, bekas Presiden Pakistan, itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Qomarudin dan diterbitkan oleh Serambi dengan judul Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik.

Oleh Republika buku ini dinilai luar biasa dan menyentuh.Lings yang pernah bekerja sebagai asisten Penjaga Naskah dan Buku-Buku Ketimuran pada British Museum, mengungkap lebih lengkap, tentang hubungan kaum cerdik pandai kaum Kristen dengan Muhammad (semoga Allah memberinya rahmat dan kesejahteraan) meskipun kemudian argumen Lings dianggap sepi oleh kaum Kristen.

Informasi tentang kenabian Muhammad menurut Lings sebenarnya sudah jelas, baik melalui risalah kitab suci (al Quran dan Injil) maupun sumber-sumber klasik: tidak pernah berdiri sendiri.

Ia dipengaruhi oleh keturunan, lingkungan, dan tentu saja campur tangan Tuhan. Tiga faktor itu, langsung dan tidak langsung telah menempatkan Muhammad sebagai nabi.Dari garis keturunan, Muhammad adalah salah satu keturunan Ibrahim melalui Ismail. Nama yang disebut terakhir dilahirkan oleh Hajar budak Ibrahim dari Mesir yang dinikahi atas dorongan dan persetujuan Sarah, istri pertama Ibrahim.

Ismail sendiri berarti “Tuhan telah mendengar”. Menjelang setahun setelah kelahiran Ismail, Sarah juga melahirkan anak Ibrahim dan diberi nama Ishak. Atas permintaan Sarah kepada Ibrahim pula, setelah kelahiran Ishak, Hajar dan Ismail diminta meninggalkan Kanaan.

Genesis mengabadikan peristiwa yang dialami oleh Ismail dan Hajar melalui Kitab Kejadian pasal 21. Dalam ayat 10, Injil mengungkapkan, “Usirlah perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba itu akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku, Ishak.” Pada ayat 17 disebutkan, “Apakah yang engkau susahkan, Hajar? Jangan takut sebab Allah telah mendengar anak itu dari tempat ia terbaring.” Di dalam ayat 20, Ismail dikisahkan oleh Genesis menetap di gurun dan juluki sebagai pemanah (Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 1990).

Nama Ismail setelah itu tak pernah disebutkan oleh Genesis kecuali dalam Mazmur pasal 84 ayat 7, yang secara tidak langsung memuji Ismail dan ibunya.Bakaah dalam Bahasa Arab adalah Mekah.

Dan di Mekah Ismail menurunkan banyak suku bangsa, yang terkuat adalah suku Fihr. Suku ini keturunan langsung Ismail dari jalur laki-laki, dan kemudian dikenal sebagai suku Quraisy. Adapun keturunan Ismail dari jalur perempuan disebut sebagai suku Quraisy Pinggiran. Karena pengaruhnya yang kuat, Quraisy dipercaya menjadi pemegang kekuasaan atas Mekah: melayani para peziarah yang datang ke Ka’bah. Sekitar empat abad setelah Masehi, Qushay seorang laki-laki Quraisy menikahi perempuan bernama Hulayl, keturunan Quraiy Pinggiran. Pernikahan itu membuahkan empat anak laki-laki, salah satunya diberi nama Abdul Manaf. Setelah menikah, Abdul Manaf mempunyai empat anak lelaki; Abdu Syams, Hasyim, Al Muththalib, dan Naufal.Keliru besar jika ada yang menganggap Muhammad adalah keturunan langsung Al Muththalib. Muththalib dalam hal ini hanyalah kakek buyut tidak langsung dari Muhammad, karena kakek buyut Muhammad yang langsung adalah Hasyim saudara Muthathalib. Selain berkuasa atas Mekah, Hasyim inilah yang membangun dua rute perjalanan kafilah besar dari Mekah: kafilah musim dingin ke Yaman dan kafilah musim panas ke barat laut Arab. Di antara dua musim itu, rutenya diarahkan ke Palestina dan Syiria yang pernah menjadi jajahan Romawi dari Eropa. Salah satu pemberhentian utama dari kafilah musim panas adalah Yastrib (Madinah). Kendati mayoritas suku di sana adalah Arab, banyak kaum Yahudi yang menetap di Yastrib.

Mereka menguasai oasis, dan tetap menjalankan agamanya sendiri, di luar kepercayaan pagan yang dianut hampir oleh sebagian besar suku Arab. Salah suku bangsa Yahudi yang berada di kota itu adalah Khazraj.Hasyim menikahi Salmah, salah seorang perempuan dari suku Khazraj yang berpengaruh pada sukunya. Meskipun dari istri-istrinya yang lain Hasyim dikaruniai tiga putra, tidak ada yang lebih terkenal dibanding Syaibah, putra Hasyim dari perkawinannya dengan Salmah. Tidak seperti putra Hasyim yang lain yang tinggal di Mekah, Syaibah menetap di Yastrib bersama ibunya. Namun kepandaian Syaibah terdengar hingga di Mekah. Ketika Hasyim menyerahkan kekuasaan Mekah kepada Muththalib, sang adik, Muththalib lalu berinisiatif memungut Syaibah, keponakannya itu, untuk tinggal di Mekah. Karena Syaibah diboyong ke Mekah menggunakan unta milik Muththalib, orang-orang di Mekah lalu memanggil-manggil Syaibah dengan panggilan Abd al-Muththalib atau “budak Muththalib”. Sejak itulah, Syaibah menetap di Mekah dan dikenal dengan nama Abdul Muththalib.

Tentang Kaum HanifDari Abdul Muththalib inilah, sejarah Mekah dan juga sejarah Muhammad, kelak banyak dicatat oleh al Quran dan juga oleh sejarah. Dia memiliki tiga belas anak laki-laki dan enam anak perempuan hasil dari pernikahannya dengan beberapa perempuan.

Abd Allah, ayah Muhammad, adalah salah satu dari tiga belas putra Abdul Muththalib itu. Nama-nama lain dari putra Abdul Muththalib yang juga terkenal adalah Harits, Zubair, Hamzah, Abbas, Abu Lahab (musuh utama Muhammad dalam penyebaran Islam di Mekah), dan Abu Thalib (ayah dari Jafar dan Ali).

Ada kisah menarik, ketika Abd Allah akan dinikahkan dengan Aminah dari Bani Zuhra. Dalam perjalanan menuju puak itu, Abd Allah bersama Abdul Muththalib harus melewati daerah yang dihuni oleh Bani Asad, salah satu klan dari Quraisy. Bani ini, termasuk salah satu klan yang tetap mempertahankan kepercayaan Ibrahim di tengah masyarakat Quraisy yang pagan. Nama-nama yang terkenal dari klan ini adalah Khadijah, Waraqah, dan Qutaylah. Pada saat dua lelaki Quraisy itu melintas di wilayah Bani Asad itulah, Qutaylah (saudara perempuan Waraqah) berdiri di depan pintu rumahnya. Qutaylah memperhatikan kedua ayah-anak itu, namun perhatian utamanya tertuju kepada Abd Allah, laki-laki berusia 25 tahun.

Bukan baru sekali itu Qutaylah memperhatikan lelaki lewat. Tapi kali ini Abd Allah menarik perhatiannya secara istimewa. Memang, dalam hal ketampanan, Abd Allah adalah Yusuf pada zamannya. Tapi, bukan itu yang menarik Qutaylah. Muhammad ibn Ishaq di dalam buku Sirah Rasul Allah, Kehidupan Nabi edisi Wustendfeld, menggambarkan pada saat itu Qutaylah melihat cahaya pada wajah Abd Allah yang seolah memancar dari luar dunia. Qutaylah lalu tak bisa menahan diri untuk tidak menyapa dua lelaki itu dan kepada Abd Allah, dia menyatakan secara terus terang keinginannya: agar Abd Allah memilihnya sebagai istri. Mendapat “lamaran” yang tak disangka, Abd Allah hanya mampu menjawab bahwa dirinya menuruti ayahnya dan harus menikahi Aminah.Sehari setelah pernikahan Abd Allah dengan Aminah, Abd Allah kembali bertemu dengan Qutaylah. Perempuan itu tak menyapa Abd Allah meski matanya menatap tajam. Ketika ditanya oleh Abd Allah ada apa, Qutaylah menjawab “ Cahaya yang ada padamu kemarin telah hilang.

Hari ini engkau tak lagi bisa memenuhi harapanku.” Pernikahan itu berlangsung pada tahun 569 Masehi dan tahun setelah itu dikenal sebagai Tahun Gajah, tahun ketika Muhammad dilahirkan.Mengapa Qutaylah meminta Abd Allah untuk menjadi suaminya? Kendati sebagian besar suku Arab seperti Khuzaah, Hawazin, dan juga sebagian dari suku Quraisy adalah kaum pagan, sebagian kecil di antara mereka tetap mempertahankan agama Ibrahim atau setidaknya lebih dekat ke agama itu.

Klan Hasyim dan Abdul Muththalib adalah salah satu di antara suku Qurays yang mempertahankan agama Ibrahim: tidak melakukan ritual penyembahan kepada berhala. Di luar mereka, Bani Asad termasuk klan yang menegakkan agama Ibrahim secara murni ,jauh dari sikap tradisional. Mereka dikenal sebagai kaum hanif atau ortodok yang menganggap berhala-berhala yang ada di Mekah najis dan menimbulkan polusi. Istilah hanif yang digunakan oleh Lings berbeda dengan yang digunakan oleh Guntur.

Guntur menunjuk hanif untuk Bani Hasyim. Penolakan mereka untuk berkompromi terhadap pemujaan berhala dan seringnya mereka bicara terang-terangan tentang agama Ibrahim, menyebabkan mereka menjadi golongan pinggiran dalam masyarakat Mekah. Abdul Muththalib mengenal salah satu dari kaum hanif itu, yaitu Waraqah, yang bersama kaumnya, Bani Asad, memeluk agama Kristen. Kaum inilah yang meyakini bahwa akan datang seorang nabi setelah Isa.Meskipun kepercayaan mereka tidak tersebar secara luas, mereka didukung oleh satu atau dua aliran besar gereja timur dan juga para astrolog dan para peramal. Mengenai kaum Yahudi –karena menurut mereka garis kenabian baru berakhir pada Mesias– hampir seluruhnya sepakat mengharapkan seorang nabi. Pendeta dan para rahib Yahudi meramalkan bahwa tanda-tanda kedatangan seorang nabi telah tiba, dan tentu saja nabi tersebut adalah seorang Yahudi, karena mereka mengklaim diri mereka sebagai bangsa pilihan. Adapun kaum Kristen termasuk Waraqah meragukan hal itu.

Mereka tidak melihat alasan mengapa nabi terakhir itu harus bukan Arab. Bangsa Arab di mata mereka lebih membutuhkan seorang nabi ketimbang kaum Yahudi, yang setidaknya masih mengikuti agama Ibrahim dan hanya menyembah satu Tuhan dan tidak menyembah berhala. Tidak ada yang bisa meluruskan bangsa Arab dan kesalahan agama mereka kecuali seorang nabi.Ka’bah sebagai pusat Mekah dikelilingi 360 berhala. Jumlah itu belum termasuk berhala-berhala kecil dan besar yang disimpan di setiap rumah di Mekah sebagai penjaga rumah. Bila mereka melakukan kegiatan apa pun, khususnya jika hendak bepergian jauh, orang-orang Mekah itu akan menghadap berhala dan bersujud di depannya, memohon berkah dan keselamatan. Itu juga yang dilakukan oleh hampir semua bangsa Arab, termasuk sebagian masyarakat Arab Kristen di daerah selatan yaitu di Najran dan Yaman dan di utara dekat perbatasa Syria.

Nestor dan BahirahAbdul Muththalib dan kaumnya, Quraisy yang berkuasa atas Mekah dan juga suku-suku pagan tidak memusuhi orang Kristen. Kaum Kristen yang kadangkala datang untuk memberikan penghormatan pada maqam Ibrahim diterima baik oleh Quraisy seperti yang mereka lakukan kepada tamu-tamu yang lain. Pada salah satu dinding Ka’bah, kaum Kristen bahkan diberi kehormatan membuat lukisan Perawan Maria dan anaknya, Kristus –yang gambarnya jelas-jelas lebih menarik perhatian karena berbeda dengan gambar-gambar yang lain. Waraqah yang dapat membaca dan telah mempelajari Injil dan teologi, mampu melihat suatu janji Kristus. Janji itu secara umum oleh umat Kristen dianggap merujuk ke Mukjizat Pantekosta.

Meskipun bahasa mukjizat itu tak jelas (cryptic), mukjizat itu tersirat dalam Injil Yohanes pasal 16 ayat 13 “Ia tak akan berkata tentang dirinya, namun segala yang dapat ia dengar, itulah yang akan ia katakan.”Sebagai kakak, Waraqah sering membicarakan isi Injil dengan Qutaylah adiknya. Pembicaraannya tentang akan datangnya seorang nabi dan waktu kedatangan itu tidak akan lama lagi, sangat membekas pada diri Qutaylah. Itu sebabnya, ketika melihat Abd Allah, Qutaylah meminta lelaki itu menikahinya: karena pada wajah Abd Allah seolah ada cahaya seperti yang banyak diceritakan oleh para pendahulunya tentang tand-tanda kelahiran para nabi. Sejarah membuktikan bahwa pernyataan Qutaylah kepada Abd Allah sehari setelah pria itu menikah dengan Aminah — cahaya itu tak ada lagi pada wajahnya– menjadi kenyataan, karena cahaya (kenabian) itu berpindah kepada Muhammad, putranya; yang kemudian menjadi lebih terang.Kendati Lings tidak menyimpulkan, namun sampai pada tahap ini terungkap bahwa dari garis keturunan, Muhammad adalah keturunan orang-orang pilihan dari garis Ismail, putra Ibrahim. Dengan demikian, menurut Lings, Ibrahim bukan hanya melahirkan dua anak dari dua istri, namun dari dua anak itu pula Ibrahim melahirkan dua bangsa, dua bangsa besar yang menjadi sarana “Kehendak Langit”, yang kepada kedua bangsa itu Allah bukan saja menjanjikan kemakmuran duniawi, juga keluhuran spritiual. Dua spiritual, dua agama, dua dunia bagi Tuhan; dua lingkaran dan karena itu juga dua pusat. Itulah tempat yang disucikan bukan atas pilihan manusia, namun telah menjadi ketetapan “Kerajaan Langit”. Ada dua pusat suci yang melingkupi Ibrahim: satu di daerahnya,di Kanaan,dan satu lagi di sebelah barat Kanaan, satu lembah tandus yang berjarak empat puluh hari perjalanan unta dari Kanaan, yaitu Bakah yang kemudian dikenal sebagai Mekah.Tentang bagaimana pribadi dan perilaku Muhammad secara lahiriah, yang tampan, santun, jujur, cerdas, dan sebagainya juga dibahas terperinci oleh Lings. Dalam konteks kenabian Muhammad dan hubungannnya dengan kaum cerdik pandai Kristen, menurut Lings bukan saja terjadi pada tahun-tahun awal menjelang kelahiran Muhammad, namun juga setelah Muhammad beranjak dewasa, terutama sejak Muhammad memulai hubungan dengan Kahdijah, sepupu Waraqah.

Di Mekah, Khadijah adalah konglomerat yang cantik. Ia berurusan dengan Muhammad kali pertama ketika dia meminta Muhammad mewakilinya melakukan jual beli ke Syiria. Muhammad setuju, dan Kahdijah menawarkan Maysarah, budaknya, untuk menemani Muhammad. Dikisahkan oleh Muhammad ibn Sa’d dalam kitab at Thabaqat al Kabir edisi Leyden Belanda, kabilah dagang Muhammad tiba di Bostra (di selatan Syria), kota yang memiliki biara dan di dalamnya dihuni oleh pendeta Kristen dari masa ke masa, Di Bostra bila seorang pendeta meninggal, ia akan digantikan oleh yang lain, dan pengganti ini mewarisi seluruh isi biara termasuk manuskrip-manuskrip kuno. Salah satu manuskrip di Bostra itu berisi tentang ramalan akan datangnya seorang nabi kepada bangsa Arab.

Di Bostra Muhammad berteduh di bawah sebuah pohon, tidak jauh dari rumah Nestor, seorang pendeta Kristen. Bertanyalah Nestor kepada Maysarah, “Siapa orang yang berteduh di bawah pohon itu?” Maysarah lalu menjawab, “Dia orang Quraisy, dari keluarga penjaga Tanah Suci.” “Tidak, dia tak lain adalah seorang nabi,” kata Nestor.Jawaban Nestor itu sama dengan yang diberikan oleh Bahira, pendeta sebelum Nestor— ditempat yang sama, ketika pada usia sembilan tahun, Muhammad diajak oleh Abu Thalib sang paman berniaga ke Syria. Dibandingkan dengan Nestor, Bahirah lebih “mengenal” Muhammad, karena pada jamuan makan yang disediakannya untuk kabilah Abu Thalib itu Bahirah bahkan meminta Muhammad melepas jubahnya hanya untuk melihat punggung Muhammad.Rahasia NamusKeterangan pendeta Nestor itulah yang diceritakan oleh Maysarah kepada nyonyanya, sesampai mereka di Mekah.

Khadijah lantas mengulang cerita Maysarah kepada sepupunya, Waraqah.”Telah lama aku tahu bahwa seorang nabi akan diutus dan saatnya kini telah tiba,” kata Waraqah.Khadijahlah lalu melamar Muhammad untuk menjadi suaminya. Sebagai mas kawin, Muhammad membayar dua puluh ekor unta betina yang disampaikan oleh Hamzah, paman Muhammad. Ketika menikah dengan Muhammad, usia Khadijah sudah menginjak empat puluh tahun sementara itu Muhammad baru 25 tahun. Hingga masa sebelum Muhammad menerima wahyu kenabian, tak banyak riwayat yang menceritakan hubungan Muhammad dengan Khadijah.Sejarah mencatat, pada suatu malam Muhammad yang ketakutan datang kepada Khadijah dan meminta istrinya itu untuk memeluk dan menyelimutinya. Sebelum malam itu, Muhammad adalah lelaki yang dikenal suka menyendiri dan menyepi (tahanmust) pada malam hari di gua di Bukit Hira’ tak jauh dari Mekah. Bagi orang Quraisy tahanmust bukan sesuatu yang asing dan menjadi praktik tradisional di kalangan keturunan Ismail.

Muhammad melakukan itu sejak menikah dengan Khadijah hingga kejadian malam itu, tepat pada bulan Ramadhan tahun 636 Masehi: Muhammad disergap rasa takut luar biasa. Ketika ketakutannya mereda, Muhammad menceritakan apa yang dilihat dan didengarnya kepada Khadijah. Warqah yang kemudian mendapat cerita dari Kahdijah berkata bahwa yang mendatangi Muhammad adalah Namus. Dalam Bahasa Yunani Namus adalah Hukum Tuhan atau Roh. “Kudus, Kudus demi Tuhan yang menguasai jiwaku yang datang kepada Muhammad adalah Namus yang terbesar yang dulu juga mendatangi Musa. Sungguh dia adalah nabi bagi kaumnya. Yakinkan dia!” kata Waraqah yang saat itu sudah tua dan buta, kepada Khadijah.Buku yang ditulis oleh Lings, sepenuhnya bercerita tentang Muhammad luar dalam, yang tersirat dan yang tersurat.

Efek kimia dari narasi dan komposisi bahasa dari Lings dalam buku ini membawa jantung saya seolah berhenti berdetak. Selain mengungkap peran kaum cerdik kaum Kristen, Lings juga mengungkapkan bahwa Rayhanah salah satu istri Muhammad adalah orang Yahudi dari Bani Nadhir. Dari keseluruhan isi bukunya, Lings terlihat menempatkan Muhammad sebagai sosok yang patut dipuji dan berhak menjadi nabi. Saya menduga, dalam tulisannya di Kompas Guntur juga berpendirian sama dengan Lings, sehingga tak ada yang perlu diresahkan dari tulisan Guntur itu.

sumber : http://forum.swaramuslim.net/threads.php?id=4315_0_15_0_C

Sabtu, 15 November 2008

FIRMAN TUHAN, BUKAN FIRMAN ADALAH TUHAN

sumber : Archa

http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=4090_0_15_0_M

1.1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1.2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1.3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1.4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1.5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
1.6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1.7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1.8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
1.9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1.10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1.11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1.12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1.13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
1.14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1.15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."


Konsep ketuhanan Kristen menyatakan bahwa Firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, lalu firman tersebut menjelma menjadi manusia, hidup ditengah-tengah masyarakat berwujud Yesus Kristus, tujuannya untuk memberi terang dengan penuh kasih, memberi petunjuk kepada manusia tentang jalan menuju Bapa.

Ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan disini :

1. Redaksi kalimat Yohanes 1 : 1 s/d 15 tidak menunjukkan secara jelas siapa yang bicara, apakah Yesus Kristus yang menyampaikannya kepada Yohanes, lalu Yohanes mencatat omongan Yesus tersebut..??, ini terlihat sebagai kesimpulan yang dipaksakan, bahkan terlihat jelas bukan Yohanes yang menulis rangkaian ayat ini karena adanya kalimat : 1.6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 1.7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

2. Anehnya, untuk persoalan yang sepenting ini, ketiga Injil yang lain malah luput untuk mencatatnya. Kita tidak menemukannya dalam Matius, Markus dan Lukas. Apakah waktu menyampaikan ajaran ini Yesus cuma menyampaikannya kepada Yohanes tanpa dan tidak dihadiri oleh Matius, Markus dan Lukas..??

3. Dalam ceramahnya, 'Persamaan-persamaan antara Islam & Kristen', Dr. Zakir Naik menyampaikan adanya kesalahan terjemahan dari bahasa Yunani terhadap kata Allah pada ayat 1, dimana yang satu sebenarnya harus diartikan sebagai Allah (memakai huruf kapital) dan kata Allah yang berikutnya seharusnya diartikan allah (memakai huruf kecil) perlu diingatkan bahwa dalam konsep Kristen kata 'Allah' bukanlah merupakan suatu nama melainkan sebutan lain dari kata Tuhan.

Namun baiklah, kita abaikan saja segala keanehan tersebut, anggap saja kita terima dulu apa yang dikemukakan dalam rangkaian ayat diatas, bahwa firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, lalu firman menjelma menjadi manusia.

Firman diartikan sebagai 'perkataan Tuhan yang diberikan pada manusia' (http://id.wikipedia.org/wiki/Firman), kata 'firman' selalu dinisbatkan kepada Tuhan, sebagai padanannya, kata 'sabda' biasanya disematkan kepada Raja atau Nabi/Rasul, dan kata 'berkata' dikaitkan dengan manusia biasa. Kalau seorang manusia berkata-kata, maka itu bisa diuraikan secara ilmiah, yaitu suatu bunyi dari mulutnya yang keluar berupa gelombang elektromagnetik dengan ukuran tertentu, lalu apabila orang lain mendengar perkataan tersebut, artinya gelombang elektromagnetik tersebut ditangkap oleh serangkaian alat yang ada dalam telinga, lalu diterjemahkan oleh otak sipendengar sesuai pemahaman terhadap bunyi tersebut. Disini bisa disimpulkan bahwa 'perkataan' seseorang bukanlah orang itu sendiri, melainkan sesuatu yang diproduksinya.

Tapi sekali lagi, ini juga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Mengapa suatu bunyi yang sama, dengan ukuran gelombang yang sama dan didengar dengan bentuknya yang sama bisa melahirkan pemahaman dan pengertian yang berbeda..? dalam postingan dari sdr. Sarip, diungkapkan bahwa dunia ilmu pengetahuan modern telah berhasil menemukan jawaban tentang hal ini :

http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3744_0_25_0_M

Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa selain materi dan energi (yang digambarkan berupa gelombang elektromagnetik tadi) ada suatu unsur yang berada diluar itu yaitu : informasi. Informasi tidak bisa diuraikan kedalam bentuk materi ataupun energi, merupakan sesuatu yang terkait dengan kecerdasan yang telah memproduksinya. Ketika saya mengatakan kepada 2 orang Kristen :"Anda telah tersesat..", secara materi dan energi, kalimat tersebut mempunyai ukuran dan tingkat materi dan energi yang satu, karena memang hanya ada satu kalimat, namun pemahaman yang diterima oleh setiap orang yang mendengarnya bisa berbeda. Si A mungkin akan berterima kasih dan bersyukur karena merasa telah diingatkan, namun si B bisa saja tersinggung karena merasa dihina.

Informasi tidak hanya disalurkan melalui perkataan, tapi bisa melalui sarana lain misalnya buku :

Persis sebagaimana sebuah buku. Kita akan sangat keliru jika mengatakan bahwa sebuah buku hanya tersusun atas kertas, tinta dan jilidan buku; sebab selain ketiga unsur materi ini, adalah informasi yang benar-benar menjadikannya sebuah buku. Informasi lah yang membedakan satu jilid Encyclopedia Britannica dari sekedar sebuah 'buku' yang terbentuk dari penyusunan acak huruf-huruf seperti ABICLDIXXGGSDLL. Keduanya memiliki kertas, tinta dan jilidan, tapi yang satu memiliki informasi sedangkan yang kedua tidak memilikinya. Sumber informasi ini adalah penulis buku tersebut, suatu kecerdasan yang memiliki kesadaran. (bisa dibaca pada link diatas)

Bahkan ilmu pengetahuan saat ini mengungkapkan bahwa diri kita sendiri ternyata berisi informasi dari pencipta kita, melalui temuan tentang DNA :

Jadi tersusun dari apakah DNA? Lima puluh tahun yang lalu, para ilmuwan akan menjawab bahwa DNA terdiri atas asam-asam inti yang dinamakan nukleotida dan beragam ikatan kimia yang mengikat erat nukleotida-nukleotida ini. Dengan kata lain, mereka terbiasa menjawabnya dengan menyebutkan hanya unsur-unsur materi dari DNA. Namun kini, para ilmuwan memiliki sebuah jawaban yang berbeda. DNA tersusun atas atom, molekul, ikatan kimia dan, yang paling penting, informasi.

Temuan ini sebenarnya mengkonfirmasikan Al-Qur'an :

53. Akan Kami (Allah) perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada mereka bahwa Alquran adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu Maha Menyaksikan segala sesuatu? (Q.S. Fushshilat)


Dalam Al-Qur'an, informasi dari Allah disebut dengan beberapa istilah, seperti ayat, kalimah, tanda-tanda, namun semuanya mempunyai maksud yang sama yaitu : adanya informasi dari Allah untuk umat manusia :

75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka merobahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (Al Baqarah)

37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah)

124. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya.(Al Baqarah).

34....Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.(Al An'aam)

115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.(Al An'aam)


Semua ayat-ayat diatas memakai kata 'kaliimah' dan diterjemahkan menjadi 'firman atau kalimat', semuanya mempunyai arti : "informasi dari Allah". Kata yang sama ternyata dipakai dalam menjelaskan, atau yang terkait dengan nabi Isa Almasih :

39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh." (Ali Imran)

64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah(Ali Imran)

45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (Ali Imran)

171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, (Ali Imran)


Ke-empat ayat diatas juga menjelaskan adanya informasi yang berasal dari Allah yang dibenarkan oleh nabi Yahya dan yang harus dipegang oleh manusia, juga berasal dari kata Arab 'kaliimah'.
Sebagai perbandingan, Al-Qur'an memakai kata lain terhadap informasi dari Allah ini :

19. Sesungguhnya Al Qur`aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (Ath Takwiir)

13. Sesungguhnya Al Quraan itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.(Ath Thaariq)


Kata 'firman' berasal dari kata Bahasa Arab, 'qaul' yang berarti 'ucapan atau penyampaian'. Semuanya merupakan informasi yang datang dari Allah.

266. Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. (Al-Baqarah)

5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus)


Kata 'ayat-ayat dan tanda-tanda' berasal dari bahasa Arab 'ayaat', dan dari kalimatnya jelas kata 'ayaat' tersebut bukan berupa tulisan atau ucapan, tapi juga merupakan informasi yang datang dari Allah.

Dilihat dari uraian diatas maka apapun manusia mendefinisikan firman Allah, semua itu bermuara kepada : "adanya informasi yang disampaikan". Tuhan berfirman artinya Tuhan menyampaikan informasi.

Ditempat lain, Al-Qur'an juga menyatakan bahwa nabi Isa Almasih juga diberikan sekumpulan firman Allah berupa kitab :

46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maidah)

30. Berkata 'Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam)


Disini kita bisa menyimpulkan bahwa ketika sampai 'giliran' nabi Isa Almasih mendapat perintah dari Allah untuk menyampaikan ajaran dan petunjuk-Nya, Allah telah menetapkan selain adanya firman (baca : informasi) berupa kitab, juga telah ditetapkan bahwa petunjuk dan ajaran tersebut diperkuat lagi oleh adanya firman (informasi) berupa manusia, artinya berupa ucapan dan tingkah lakunya sebagai manifestasi dari firman yang ada dalam kitab. Ini bisa kita ibaratkan ketika seorang jurumasak mengajarkan kepada kita bagaimana cara meramu suatu masakan, sambil berceloteh (ataupun membacakan buku resep masakan) sang jurumasak sekaligus memperagakan proses pembuatannya dengan mengolah bahan masakan yang sudah disediakan. Kedua-duanya merupakan hal yang saling melengkapi. Melalui Al-Qur'an kita diinformasikan bahwa nabi Isa Almasih telah memberikan banyak 'tanda-tanda' kebenaran ajaran dan petunjuk Allah mulai ketika beliau masih dalam buaian :

110. (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putera Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; (Al Maidah)


Ketika sampai pada masa kenabian Muhammad SAW, Allah telah menetapkan penyampaian ajaran lewat pewahyuan dari malaikat Jibril dengan 'memasukkan' firman (baca : informasi) dari Allah kedalam Qalbu Rasulullah :

97. Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ke dalam hatimu (Qalbu) dengan seizin Allah; membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Al Baqarah)


Demikian juga dengan kita, sesungguhnya Allah telah menciptakan suatu benda dalam diri kita berupa 'qalbu' yang dianugerahi kemampuan untuk menerima firman (baca : informasi) dari Allah. Qalbu inilah yang menuntun semua indera kita termasuk akal pikiran agar dapat menangkap semua firman, ayat, kalimah, tanda-tanda Allah di alam semesta.

Untuk selanjutnya bisa anda baca :

http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3728_0_25_0_M

Masalahnya sekarang bagaimana atau dengan cara apa informasi dari Tuhan tersebut bisa sampai kepada manusia..?? kalaulah Tuhan berbicara dan mengeluarkan suara, mana ada makhluk yang sanggup mendengarkannya..? gendang telinga kita akan pecah mendengar suara geledek, apalagi kalau mendengar suara Dia yang menciptakan geledek. Apakah Tuhan menyampaikan firman-Nya dengan cara berhadap-hadapan 'face to face' dengan manusia ataupun malaikat..?, Rasulullah ketika ditanya apakah pernah melihat Allah, beliau menjawab :"Bagaimana saya bisa melihat Yang Maha Cahaya..?" Tidak juga ada catatan dalam ajaran Islam bahwa malaikat sekalipun berkomunikasi dengan Tuhan melalui kegiatan 'mendengar' atau 'melihat'.

Sekali lagi kita bisa menemukan keterangan dalam Al-Qur'an bagaimana caranya agar informasi dari Allah tersebut bisa sampai kepada manusia, yaitu melalui lauh mahfudz, suatu kitab yang terpelihara berisi Pengetahuan Allah tentang alam semesta. Dalam lauh mahfudz tersebut terdapat informasi yang harus disampaikan oleh malaikat Jibril kepada para nabi dan rasul, termasuk nabi Musa, nabi Daud, nabi Isa Almasih dan nabi Muhammad SAW. Penjelasan soal ini diterangkan dalam tulisan ibu hamba :

http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3728_0_25_0_M

Ada dari kalangan Kristen disini mempertanyakan :"kalau begitu coba jelaskan bagaimana bentuknya lauh mahfudz tersebut..?" ketika dijawab bahwa hal tersebut merupakan hal-hal yang gaib, maka langsung terjadi komentar-komentar sinis. Kita tentu bisa bertanya balik, bagaimana bentuk Lucifer atau iblis..?? suatu makhluk yang diakui ada dalam ajaran Kristen, tentunya juga tidak ada penjelasan yang memuaskan. Namun ketidak-mampuan menggambarkan bentuk Iblis bukan berarti Iblis tersebut tidak ada bukan..??, kita bisa memahami 'gambaran' tentang Iblis dari sifat, karakter dan sejarahnya yang ditulis dalam Alkitab. Demikian juga hal-nya dengan lauh mahfudz, kita bisa memahaminya melalui kandungan dan isinya sesuai apa yang diterangkan dalam Al-Qur'an.

(sekali lagi bisa dibaca : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3728_0_25_0_M)

Jelas ini merupakan suatu jawaban yang logis bagaimana agar firman Tuhan bisa sampai kepada manusia. Dengan penjelasan tersebut mekanisme sampainya firman (baca : informasi) dari Allah bisa diterangkan tanpa harus mereduksi ke Maha Suci-an Allah, dan menggambarkan Dia yang 'bercakap-cakap' dengan makhluk seperti manusia dan malaikat, apalagi digambarkan telah berinkarnasi, turun ke bumi menjadi manusia, bergelut dengan nabi Musa, tertidur, bahkan mungkin pula sampai merasakan sakit perut dan harus terbirit-birit ke toilet

Maka soal firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, lalu firman telah menjelma menjadi manusia bisa dipastikan merupakan hasil pemikiran yang 'nyasar' manusia jaman kuno, dari fakta yang saya kemukakan diawal tulisan ini, di duga dibuat oleh para ahli pikir Yunani yang memang terkenal suka memikirkan apapun, namun tidak didukung temuan ilmu pengetahuan yang terjadi pada masa berikutnya. Celakanya karena ajaran tersebut terlanjur sudah dimasukkan ke dalam kitab suci, maka mau tidak mau para pengikutnya harus mempertahankan mati-matian konsep ini, ibarat 'menegakkan benang basah'.

Penciptaan Langit dan Bumi

Berapa hari untuk menciptakan langit dan bumi?

mari kita baca secara lengkap ayat tersebut:

Q.S. Al A'raaf

Code:

[54] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan () matahari, bulan dan bintang-bintang () tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.


mari kita jelaskan ayat diatas dengan penjelasan berikut:

berapa lama waktu yang dibutuhkan ALLAH untuk menciptakan langit dan bumi?

Code:

[54] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.



dan apa yang dilakukan ALLAH setelah menciptakan langit dan bumi?

Code:

Q.S.: lalu Dia bersemayam di atas Arasy.



lalu bagaimana mengenai malam dan siang?

Code:

Q.S: Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.



jelaskan yang dimaksud menutupkan siang kepada malam:

jika matahari tertutupi bumi, maka di belahan bumi yang lain akan menjadi siang. dan malam di sebagian lainnya.

jadi, bumi menutupi matahari = menutupkan siang kepada malam. berapa lama proses siang dan malam?.

Code:

Q.S.: mengikutinya dengan cepat.



benar, satu kali rotasi bumi di katulistiwa yang begitu luas ditempuh hanya dalam 24 jam.

siapakah yang memelihara dan memerintah matahari,bulan, dan bintang bintang?

Code:

Q.S: matahari, bulan dan bintang-bintang () tunduk kepada perintah-Nya.


benar, reaksi fusi di dalam matahari harus dihitung berulang ulang,supaya tidak meledak keluar pusat orbit. tetapi ilmuwan tidak menemukan bagian dari matahari yang bisa menghitung.

adakah wakil pemimpin yang memerintah dan memelihara?.

Code:

Q.S.:Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.



Jadi, ALLAH sendiri yang mengatur termasuk menghitung, dan memerintah semesta alam.

-------------------------------------------------------Q.S. fush shilat------------------------------------------------
Code:

[9] Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? () demikian itulah Tuhan semesta alam". [10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan () nya dalam empat masa. () bagi orang-orang yang bertanya. [11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". [12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.


mari kita jelaskan ayat diatas dengan penjelasan dibawah ini:

ALLAH menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa, jadi langit dan bumi diciptakan hampir berbarengan

dalam bentuk Grafik akan menjadi seperti ini:
grafik masa penciptaan langit dan bumi.



langit:|**************************************
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|----1-------2--------3---------4--------5--------6---------- -->Masa

lalu berapa masa bumi diciptakan?

Code:

Q.S.: Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam 2 masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?demikian itulah Tuhan semesta alam.



saya tidak patut mengingkari Yang menciptakan bumi ,dan menyekutukanNYA. ALLAH menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa, jadi, bumi diciptakan dalam 2 masa dan hampir berbarengan dengan penciptaan langit.

dalam bentuk Grafik akan menjadi seperti ini:

grafik masa penciptaan langit dan bumi.



langit:|*************************************
Bumi:|***********
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|
.........|----1-------2--------3---------4--------5--------6---------- -->Masa

lalu bagaimana lagi proses penciptaan?

Code:

Q.S.:[10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan () nya dalam 4 masa.bagi orang-orang yang bertanya.



jadi, pelengkapan bumi diciptakan dalam 4 masa dan hampir berbarengan dengan penciptaan Bumi.

dalam bentuk Grafik akan menjadi seperti ini:

grafik masa penciptaan langit dan bumi.


...........langit:|******************************************
...........Bumi:|***********
pelengkapan:|************************
....................|
....................|
....................|
....................|
....................|
....................|----1-------2--------3---------4--------5-------- 6------------>Masa

lalu bagaimana lagi proses penciptaan?

Code:

Q.S: [11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap.



jadi pada waktu itu diatas bumi belum ada atmosfer hanya asap. lalu apa lagi yang diciptakan ALLAH?

Code:

Q.S: lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".[12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.



jadi, asap yang berada diatas bumi tersebut diperintah oleh ALLAH untuk berkumpul menjadi beberapa lapis. sehingga langit yang tadinya hanya 1 lapis berubah menjadi 7 lapis.yaitu:

7 langit = 1 lapis ruang hampa udara + 6 lapisan atmosfer.

dalam bentuk Grafik akan menjadi seperti ini:

grafik masa penciptaan langit dan bumi.



...................langit:|******************************************
...................Bumi:|***********
........pelengkapan:|**************************
..........Atmosfer ...|..................***************
...........................|
...........................|
...........................|
...........................|
...........................|----1-------2--------3---------4--------5- -------6------------>Masa

Code:

Q.S :Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.



sekarang kita lanjutkan topik skak mat untuk FFI.

mengenai MATAHARI TERBENAM DLM LAUT BERLUMPUR HITAM !

ayat ayat lengkapnya seperti dibawah ini:
Code:

[83] Mereka akan bertanya kepadamu () tentang Zulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya". [84] Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di () bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan () segala sesuatu, [85] maka dia pun menempuh suatu jalan [86] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka". [87] Berkata Zulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. [88] Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya () yang mudah dari perintah-perintah kami".



mari kita jelaskan ayat diatas dengan penjelasan dibawah ini:

bagaimana cerita zulkarnain/alexander?

Code:

Q.S: [83] Mereka akan bertanya kepadamu () tentang Zulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".


apa yang telah diberikan ALLAH kepada zulkarnain?.

Code:

Q.S.:Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di () bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan () segala sesuatu.


apa saja yang dilakukan zulkarnain?

Code:

Q.S: maka dia pun menempuh suatu jalan.



kemanakah zulkarnain melakukan perjalanan?

Code:

Q.S:Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari.


jadi,Zulkarnain melakukan perjalanan di benua asia ke arah barat , bagaimanakah ciri ciri lokasi tempat yang pernah dilalui Zulkarnain ?

Code:

Q.S:dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam.


jadi, zulkarnain melakukan perjalanan ke barat dan melewati pantai yang lautnya berlumpur hitam.lalu ada siapa saja di pantai tersebut?


Code:

Q.S: dan dia mendapati di situ segolongan umat.


Apa saja yang boleh diperbuat zulkarnain pada umat tersebut?

Code:

Q.S: Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka".


lalu apa yang dikatakan zulkarnain?

Code:

Q.S: [87] Berkata Zulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.


jadi, zulkarnain membuat hukum di tempat tersebut.lalu apa lagi yang dikatakan zulkarnain ?

Code:

Q.S: [88] Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya () yang mudah dari perintah-perintah kami".


dan zulkarnain juga mengajarkan din di tempat tersebut.

Ayat ini menerangkan ciri ciri tempat yang pernah dilalui Zulkarnain, bukan benar benar menerangkan bahwa matahari tenggelam di laut berlumpur hitam .tetapi menerangkan Zulkarnain /Alexander pernah melakukan perjalanan ke barat dan melewati pantai yang lautnya berlumpur hitam.

saya tidak menemukan kontradiksi pada ayat ayat ini.

sanggahan mengenai: 4) Bumi tempat peristirahatan Matahari !?

ayat ayat lengkapnya seperti dibawah ini:

-------------------------------------------------------------------Q.S .yaasiin-------------------------------------------------------------- ----------------------------------
Code:

[33] Dan suatu tanda () bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. [34] Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
[35] supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
[36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
[37] Dan suatu tanda () bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
38] dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
[39] Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga () kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
[40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
[41] Dan suatu tanda () bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
[42] dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.[43] Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
[44] Tetapi () karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
[45] Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", ().
[46] Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
[47] Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".
[48] Dan mereka berkata: "Bilakah () janji ini () jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
[49] Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
[50] Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak () dapat kembali kepada keluarganya.
[51] Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya () kepada Tuhan mereka.
[52] Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami ()?" Inilah yang dijanjikan () Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul ().
[53] Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
[54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.



[55] Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (). [56] Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
[57] Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
[58] (): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
[59] Dan (): "Berpisahlah kamu () pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. [60]


Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", [61] dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
[62] Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
[63] Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam ().
[64] Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. [65] Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
[66] Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba () jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat ().
[67] Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak () sanggup kembali.


mari kita jelaskan ayat bersangkutan diatas dengan penjelasan dibawah ini:

bagaimanakah keadaan matahari?

Code:

Q.S: [36.38] dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.



benar, bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi pusat galaxy, pusat galaxy mengelilingi supercluster, dan mungkin supercluster mengeliling objek yang lebih besar.

mungkin saja supercluster mengelilingi ARSY. bagaimana keadaan bulan.?

Code:

Q.S: [36.39] Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga () kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.


benar, ada bulan purnama ,bulan setengah dan bulan sabit, bulan sabit berbentuk tandan yang tua. mungkinkah terjadi siang hari di belahan bumi secara bersamaan?

Code:

[36.40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.


benar,karena bumi berbentuk bulat,maka tidak mungkin terjadi siang hari di belahan bumi secara bersamaan.

jadi,yang dimaksud kembali seperti tandan yang tua adalah: bulan sabit.

saya tidak menemukan bahwa quran mengatakan: bumi sebagai tempat peristirahatan matahari.

dan saya tidak menemukan kontradiksi pada ayat ini.

mari kita jelaskan surat fatihah tersebut:

Code:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


apa bukti ALLAH Maha Pemurah lagi Maha Penyayang? salah satu buktinya: ALLAH memberi waktu untuk berfikir dan bertobat kepada orang orang kafir dan orang orang murtad.

Code:

Segala puji bagi Allah


mengapa ALLAH harus dipuji? karena:

Code:

Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan



kepada siapa saja manusia harus menyembah?hanya kepada ALLAH tentunya. do'anya seperti ini:

Code:

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, () jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan () mereka yang dimurkai dan bukan () mereka yang sesat


kafir kafir, cobalah untuk berdo'a seperti itu kepada ALLAH setiap malam. apakah anda merasakan hasilnya?. sebagai salah satu pembuktian,insya ALLAH.

ada ayat ayat yang langsung turun dari ALLAH. dan ada ayat ayat yang turun melalui malaikat jibril.

Ayat al Fatihah ini diturunkan kepada nabi muhammad melalui malaikat jibril.

mengapa tidak semua ayat saja diturunkan langsung dari ALLAH kepada nabi muhammad?.

jika semua ayat langsung diturunkan dari ALLAH, tentu saja nabi muhammad tidak akan kuat menahannya, karena manusia penuh dengan keterbatasan sedangkan kekuasaan ALLAH meliputi langit dan bumi. contoh lain yang membuktikan bahwa turunnya wahyu dari ALLAH itu berat adalah: Nabi Isa yang berkeringat darah ,setelah menerima wahyu.

------------------------------------------Al Falaq----------------------------------------------------------------- ---
Code:

[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, [2] dari kejahatan makhluk-Nya, [3] dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, [4] dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, [5] dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". [6] dari () jin dan manusia.

surat ini diturunkan dari ALLAH melalui malaikat jibril kepada nabi muhammad, jadi yang berbicara kepada nabi muhammad pada saat ayat tersebut turun adalah malaikat jibril.
kafir kafir, cobalah baca doa tersebut tiap malam sebagai pembuktian kafir kafir tidak semuanya taklid,insya ALLAH.
------------------------------------------Al An'aam--------------------------------------------------------------
Code:
[101] Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
[102] () demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan () selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
[103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
[104] Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (), maka () bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku () sekali-kali bukanlah pemelihara ().
[105] Demikianlah kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya () dan yang mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan: "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu ()", dan supaya Kami menjelaskan Al Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui.

siapaka yang harus saya sembah?
Code:

Q.S[102] () demikian itu ialah Allah Tuhan kamu;

bagaimanakah ciri ciri ALLAH yang harus saya sembah itu?
Code:

tidak ada Tuhan () selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. [103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.


itu adalah bukti bukti yang nyata bagi saya.
Code:

[104] Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (), maka () bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku () sekali-kali bukanlah pemelihara ().


surat ini diturunkan dari ALLAH melalui malaikat jibril kepada nabi muhammad, jadi yang berbicara kepada nabi muhammad pada saat ayat tersebut turun adalah malaikat jibril. hati hati dengan tanda kurung DEPAG. rupanya ada kesalahan tafsir pada tanda kurung tersebut, dari awal ayat, yang berbicara jelas jelas adalah malaikat jibril.
jadi seharusnya:
Code:

[104] Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (), maka () bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Jibril) sekali-kali bukanlah pemelihara ().


dan untuk apa ALLAH selalu mengulang ulang ayatnya dalam quran atau ayat kembar?
Code:

[105] Demikianlah kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya () dan yang mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan: "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu ()", dan supaya Kami menjelaskan Al Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui

Jumat, 14 November 2008

SEJARAH PANJANG TARIKH GEREJA MASEHI

Tarikh Masehi adl tarikh yg dipakai secara internasinal, dan oleh kalangan gereja dinamakan Anno Domini (AD) terhitung seja kelahiran nabi Isa. as (yesus). semula biarawan Katolik, Dionisius Exoguus pd thn 527 M ditugaskan pimpinan Gereja utk membuat perhitungan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Nabi Isa as (Yesus).

Sistim penanggalan dan perhitungan hari, lahir dari rahim astrologi yakni ilmu tentang pergerakan benda-benda langit seperti matahari, bulan dan rasi bintang. astrologi berasal dari Mesapotamia, daratan diantara sungai tigris dan Eufrat, daerah asal orang Babel kuno (kini Irak TEnggara). ilmu ini berkembang sejak jaman pemerintahan Babel kuni, kira2 th. 2000 SM.

Semula di Mesir kira2 1000SM, pr ahli perbintangan mempelajari benda2 langit hanya utk ramalan umum mengenai masa depan. pengetahuan astrologi ini diambil alih suku bangsa Babel.

Astrologi Babel kemudian mengembangkan suatu sistem yg menghubungkan perubahan musim dgn kelompok2 bintang tertentu yg disebut rasi atau konstelasi. Tetapi antara th. 600SM dan 200SM, mrk mengembangkan suatu sistem utk menghitung penanggalan hari dan menggambar horoskop perorangan.

Tarikh Masehi memiliki akar dan ikatan yg kuat dgn tradisi astrologi mesir kuno, Mesopotamia, Babel, yunani antik, dan Romawi tua serta dalam perjalanannya mendapat intervensi GEreja.

TArikh MAsehi adl tarikh yg dipakai secara internasinal, dan oleh kalangan gereja dinamakan Anno Domini (AD) terhitung seja kelahiran nabi Isa. as (yesus). semula biarawan Katolik, Dionisius Exoguus pd thn 527 M ditugaskan pimpinan Gereja utk membuat perhitungan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Nabi Isa as (Yesus).

Masa sebelum kelahiran Nabi Isa as (yesus) dinamakan masa sebelum masehi. semua peristiwa dunia sebelumnya dihitung mundur alias minus. dgn sebuah gagasan teologis Nabi Isa as (Yesus) sebagai penggenapan dan pusat sejarah dunia. Tahun kelahiran Nabi Isa. as (Yesus) dihitun tahun pertama atau awal perjanjian baru. Tarikh yg berdasarkan sistem matahari ini sebelum menjadi sempurna seperti yg kt kenal sekarang mengalami sejarah yg cukup panjang, sejak zaman Romawi, jauh sebelum pemerintahan Julis Caesar.

Maklumat Julis Caesar


semula tarikh orang romawi ini terbagi dlm 10 bln saja yaitu :
1. Martius (Maret)
2. Aprilis ( April )
3. Maius ( Mei)
4. Junius ( Juni)
5. Quintilis ( Juli)
6. Sextilis (Agustus)
7. September (September)
8. October (oktober)
9. November (Nopember)
10.December (Desember)

seperti halnya dengan pemberian nama hari, pemberian nama bulan pada tarikh yang kemudian menjadi tarikh Masehi ini adan kaitannya dengan DEWA bangsa Romawi. contoh , bulan Martius mengambil nama Dewa Mars, bulan Maius mengambil nama dewa MAia dan bulan Junius mengambil nama dewa Juno.

sedangkannama2 Quintrilis, Sextrilis, September, October, November & December adl nama yg diberikan berdasarkan angka urutan susunan bulan. Quntrilis berarti bulan kelima, Sextilis bulan keenam, september bulan ketujuh, October bulan kedelapan dan December bulan kesepuluh.

adapun nama bulan Aprilis diambil dr kata Aperiri, sebutan utk cuaca yang nyaman didlm musim semi, berdasarkan nama2 tsb diatas nampak bhw pd zaman dahulu permualaan tarikh jatuh pada bulan maret.

hal ini erat kaitannya dgn musim dan pengaruhnya kepada tata kehidupan masyarakat di Erofa. bulan MAret (tepatnya 21 Maret) adl permulaan musim semi. awal musim semi disambut dgn perayaan sukacita krn dipandang sebagai mulainya kehidupan baru, setelah selama 3 bln mengalami musim dingin yg membosankan. jadi kedatangan musim semi ini dirayakan sebagai PERAYAAN TAHUN BARU setiap tahun.

tarikh yg hanya terdiri atas 10 bln itu kemudian berkembang menjadi 12 bln. berarti ada tambahan 2 bln, yaitu bln Januarius dan Februarius Januarius adl nama yg berasal dari nama dewa Janus, dewa ini berwajah dua, menghadap kemuka dan kebelakang, hingga dpt memandang masa lalu dan masa depan, sebab itu Januarius ditetapkan sebagai bln pertama.

Februarius diambil dari upacara Februa, yaitu upacara semacam bersih desa atau ruwatan utk menyambut kedatangan musim semi. dengan ini februarius menjadi bulan yang kedua, sebelum musim semi datang pd bln MAret.

demikianlah, maka bulan2 yg terdahulu letaknya di dalam tarikh baru menjadi tergeser dua bulan , dan susunannya menjadi : Januarius, FEbruarius, MArtius, Aprilis, Maius, Junius, Quintrilis, Sextilis, September, October, November dan december.

pd ahkhirnya, nama 2 Quintrilis sampai december menjadi tanpa arti, karena posisi dalam urutan kedudukannya yang baru didalam tarikh, tdk lg sesuai dgn arti yg sebenarnya, sistem yg dipakai waktu itu belum merupakan sistem matahari murni, msh banyak kesalahan atau ketidak-cocokan yg makin jauh melesetnya.

Pada saat JULIUS CAESAR berkuasa kemelesetan tlh mencapai 3 bulan dr patokan yg seharusnya.

dlm kunjungan ke MEsir thn 47 SM, Julius Caesar sempat menerima anjuran dr pr ahli perbintangan Mesir utk perpanjang thn 46 SM menjadi 445 hari dgn menambah 23 hr pd bln Februari dan menambah 67 hari antara bln November dan December.

Rupanya ini merupakan tahun pertama dalam sejarah, namun adanya kekacauan selama 90 hr itu, perjalanan tahun kembali cocok dengan musim.

Sekembali ke Roma Julis Caesar mengeluarkan maklumat penting dan berpengaruh luas hinga kini yakni penggunaan sistem matahari dalam sistem penanggalan seperti yang dipelajarinyitu dr Mesir.

adapun isi keputusannya adl :
Pertama, setahun berumur 365 hr. krn bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hr, sebenarnya terdapat kelebihan 0,25x24jam = 6jam setiap tahun.

kedua setiap 4 tahun sekalu, umur tahun tdk 365 hr, tetapi 366 hr, disebut tahun kabisat. Tahun kabisat ini sebagai penampungan kelebihan 6 jam setiap tahun yg dlm 4 thn menjadi 4x6=24 jam atau 1 hr.

penampungan sehari tiap tahun kabisat ini dimasukkan dlm bln Februari, yg pd thn biasa berumur 29 hr, pd thn kabisat menjadi 30 hr.

sebagai peringatan atas jasa Julius Caesar dlm melakukan penyempurnaan tarikh itu, mk tarikh tersebut disebut tarikh JULIAN. dengan menganti nama bulan ke-5 yg semula Quintilis menjadi Julio, yg kt kenal sebgai bln Juli.

utk mengabdikan namanya, Kisar Augustus, yg memerintah stlah Julius Caesar, merubah nama keenam Sextilis menjadi Augustus. perubahan itu diikuti dgn menambah umur bln Augustus menjadi 31 hr, karena sblumnya bln Sextilis umurnya 30 hr saja, penmabahan satu hari itu diambilkan dr bln Februari, karena itulah bulan Februari umurnya hanya 29 hr atau28 hr pd tahun kabisat.

sementara waktu berjalan terus dan tarikh Julian yg sdh tampak sempurna itu, lama2 memperlihatkan kemelesetan juga. apabila pd zaman Julis Caesar jatuhnya musim semi mundur hampir 3 bulan, kini musim semi justru dirasakan maju beberapa hr dr patokan.

akhirnya kemelesetan itu dapat diketahui sebab2nya, kala revolusi bumi yg semula dianggap 365.25 hr, ternyata tepatnya 365 hr, 5 jam, 56 menit kurang beberapa detik, jd ada kelebihan menghitung 4 menit setiap tahun yang makin lama makin banyak jumlanya.

atas kemelesetan itu, Paus Gregious XIII pimpinan Gereja KAtolik di Roma pd thn 1582 melakukan koreksi dan mengeluarkan sebuah keputusan bulat :
Pertama, Angka tahun pd abad pergantian, yakni angka tahun yng diakhiri 2 nol, yg tdk hbs dibagi 400, misal 1700, 1800 dsb, bukan lg sebagai tahun kabisa (catatan: jd thn 2000 yg habis dibagi 400 adl thn kabisat)
Kedua untuk mengatasi keadaan darurat pd thn 1582 itu diadakan pengurangan sebanyak 10 hr jatuh pd bln October, pd bln Oktober 1582itu, setelah tanggal tgl 4 Oktober lsung ke tanggal 14 oktober pd thn 1582 itu.
Ketiga sebagai pembaharu terakhir Paus regious XIII meneapkan 1 Januai sebagai tahun baru lagi. berarti pd perhitungan rahib Katolik, Dionisius Exoguus tergusur. tahun baru bukan lagi 25 Maret seiring dengan pengetian nabi Isa. as (Yesu) lahir pd tgl 25, dan permualaan musim semi pd bln MAret.

Dengan keputusan tersebut diatas, khususnya yg menyangkut tahun kabisat, koreksi hanya akan terjadi setiap 3323 thn, karena dlm jangka tahun 3323 thn itu kekuarangan beberapa detik tiap tahun akan terkumpul menjadi satu hari, berarti bila tidak ada koreksi, tiap 3323 thn jatuhnya musim semi maju satu hari dari patokan, dalam perkembangannya, tarikh masehi dpt diterima oleh seluruh dunia utk perhitungan dan pendokumentasian saktu scr internasional.

Sikap Islam


Allah SWT berfirman :
Peringatan
Qs.39/14. Katakanlah : "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatankepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku

menurut ayat diatas umat Islam diperintahkan dlm mengabdi kepada Allah SWT hrs memurnikan ibadahnya. artinya umat Islam hanya boleh menjalanan apa yang diperintahkan Allah swt, dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

sebagai perumpamaan; apabila seorang majikan mempunyai banyak karyawan, maka semua karyawan tidak boleh mencampurkan perintah majikan dengan perintah diluar majikan. maka apabila ada karyawan yg memakai aturan orang lain maka karyawan tersebu akan dipecat.

Peringatan
Qs. 2:12. : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. KAtakanlah:"sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)".

Larangan
Qs. 2:120 : Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu Qs. 2:135; 2:109; 86:15; 5:82; 41:26; 4:45,46; 4:52; 5:81; 5:62; 62:6; 13:36; 63:4; 3:160; 4:16; 6:116; Yer 35:12-18

Tarikh tahun Masehi yg dipakai secara internasional sekarang ini ternyata bukan perhitungan tahun Masehi secara murni. tetapi perhitungan berdasarkan Astrologi Mesopotamia yg dikembangkan oleh astronum-astronum pr penyembah dewa-dewa. maka nama2 bulanpun memakai nama dewa dan tokoh2 penceus tarikh kalender Masehi.

Tarikh masehi yang sekarang ditetapkan oleh Paus Katolik dan menjadi tradisi umat Kristen se-Dunia.


Bagi umat Islam Allah swt sdh memasang rambu2 yg hrs ditaati oleh seluruh umat Islam se-Dunia yaitu tidak boleh atau dilarang mengikuti tradisi atau kebiasaan atau aturan yag dipakai oleh orang Yahudi dan orang2 Kristen. Allah swt mengancam , apabila umat Islam mengikuti tradisi mereka maka Allah swt tidak mau lagi menjadi pelindung dan penolong bagi umat Islam.

semoga umat Islam memikirkan masalah ini

dikuti dr : Koran Pak Oles Edisi 71 Minggu ke-2, Desember 2004

sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3838_0_17_0_M

ABRAHAH, ISLAM LIBERAL DAN AL-QUR’AN EDISI KRITIS

sumber : http://forum.swaramuslim.net/threads.php?id=4357_0_15_0_C

Ketika Abrahah menjalankan ekspedisinya ke Mekah untuk menghancurkan Ka’bah, pasukannya beristirahat di suatu tempat bernama Mughammis yang jauhnya beberapa mil dari Mekah.

Mereka merampas apa saja yang mereka temukan diperjalanan, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muthalib, si penjaga Ka’bah. Abrahah lalu mengirim utusan untuk menemui pemimpin penduduk disana. Ia berpesan bahwa mereka datang bukan untuk berperang, melainkan hanya ingin untuk menghancurkan Ka’bah. Dan jika ingin menghindari pertumpahan darah, maka pemimpin Mekah harus menemuinya di kemahnya.

Pemimpin yang mewakili penduduk Mekah adalah Abdul Muthalib, ketika Abrahah melihat kedatangan Abdul Muthalib kekemahnya, dia sangat terkesan, sampai turun dari singgasananya dan menyambutnya dan duduk bersama dia diatas karpet. Ia menyuruh juru bicaranya menanyakan kepada Abdul Muthalib permintaan apa yang hendak diajukan. Abdul Muthalib meminta agar 200 ekor untanya yang telah dirampas oleh pasukan Abrahah agar dikembalikan. Abrahah sangat kecewa mendengarkan permintaan tersebut karena menganggap Abdul Muthalib lebih mementingkan unta-untanya ketimbang Ka’bah yang sedang terancam untuk dihancurkan.. Abdul Muthalib menjawab :”Aku adalah pemilik unta-unta itu, sementara Ka’bah ada pemiliknya sendiri yang akan melindunginya”. “Tapi sekarang ini Dia tak akan mampu melawanku”, kata Abrahah. “Kita lihat saja nanti,” jawab Abdul Muthalib, tapi kembalikan unta-unta itu sekarang”. Dan Abrahah memerintahkan agar unta-unta tersebut dikembalikan.


Dalam ekspedisinya, Abrahah mempunyai seorang penunjuk jalan dari suku arab, bernama Nufayl dari suku Khats’am.

Belum sampai ke Ka’bah, pasukan tersebut dimusnahkan Allah :

Tapi mereka telah terlambat, langit di ufuk barat menghitam pekat, dan suara-suara gemuruh terdengar dengan suara yang makin menggelegar, muncul gelombang kegelapan yang menyapu dari arah laut dan menutupi langit diatas mereka. Sejauh jangkauan pandangan mereka, langit dipenuhi beribu-ribu burung – tak terhingga jumlahnya. Orang-orang yang berhasil selamat menceritakan bahwa burung-burung tersebut secepat burung layang-layang dan masing-masing membawa tiga batu kecil yang membara, satu diparuhnya dan yang lain dijepit dengan cakar di kedua belah kakinya. Burung-burung tersebut menukik kearah pasukan dan menjatuhkan batu-batu itu, yang kemudian meluncur keras dan cepat menembus setiap baju. Setiap batu yang mengenai pasukan langsung mematikan. Mereka langsung jatuh terkapar dan tubuhnya langsung membusuk.Ada yang membusuk dengan cepat ada juga yang perlahan-lahan.

Sumber : Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings, PT. Serambi Ilmu Semesta.

Terdapat catatan adanya proyek non-Muslim, yaitu Gotthelf Bergstraesser dan Otto Pretzl sekitar PD II di Munich untuk menciptakan ‘Al-Qur’an edisi kritis’ versi mereka. Proyek tersebut kelihatannya sudah berjalan demikian lama dan serius dengan mengumpulkan foto lembaran-lembaran manuskrip. Namun ternyata gagal karena tempat mereka bekerja berikut semua arsip-arsipnya musnah saat PD II berkecamuk. Kita tidak tahu persis sudah seberapa jauh proyek tersebut berjalan dan seberapa serius hasilnya akan bisa merusak Al-Qur’an yang ada. Dalam pikiran kita peristiwa pemusnahan proyek Munich ini terlihat ada kemiripan dengan bencana yang menimpa Abrahah dulu. Ka’bah dan Al-Qur’an adalah milik Allah, bahkan secara eksplisit Allah menyatakan Dia akan memelihara Al-Qur’an :


[15:9] Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.


Kita wajar saja menduga, nasib yang diterima orang yang berusaha merusak Al-Qur’an bisa terlihat mirip dengan nasib yang diterima Abrahah dan pasukannya. Informasinya tempat proyek tersebut beserta arsip-arsipnya musnah dalam PD II, namun kita juga boleh punya pikiran bahwa Allah menjatuhkan laknatnya kepada musuh-musuh Islam yang mau merusak Al-Qur’an dengan menimpakan perang yang luas dan mengerikan, Kristen membunuh Kristen, Kristen membunuh Yahudi, jutaan orang tewas dan puluhan negeri di Eropah binasa, dan ternyata proyek merusak Al-Qur’an terhenti. Kita juga bisa membayangkan bahwa tempat proyek tersebut di Munich diserang oleh puluhan pesawat tempur yang menjatuhkan bom, persis seperti ketika ribuan burung-burung menghabisi pasukan Abrahah dengan menjatuhkan batu berapi.

Saat ini proyek untuk memunculkan Al-Qur’an edisi kritis sudah mulai kembali didengungkan, dengan cara yang lebih kreatif. Kalau dulu pasukan Abrahah punya penunjuk jalan dari kalangan ‘internal’ suku Arab, maka sekarang dunia diluar Islam punya kelompok Islam Liberal, mereka terlihat bersama-sama berusaha untuk memunculkan Al-Qur’an yang sesuai dengan pandangan dan aspirasi yang diinginkan mereka sendiri. Kita tentunya tidak boleh menyama-ratakan motivasi yang ada dibalik sang ‘penunjuk jalan’ ini, dasar tiap-tiap individunya pasti berbeda :

1. Mungkin ada yang berlandaskan motivasi karena keprihatinan mereka terhadap dunia Islam yang saat ini tertinggal dalam bidang keilmuan. Para ilmuwan Islam dinilai sudah ketinggalan jaman karena masih berpedoman kepada kaedah ilmu ‘jadul’ padahal dunia ilmu pengertahuan saat ini sudah berkembang dengan kaedah yang didominasi oleh dunia Barat.

2. Mungkin ada juga yang merupakan reaksi dari penerapan beberapa aliran Islam yang memunculkan tindakan kekerasan dan teror, padahal nuansa yang dikembangkan manusia saat ini adalah demokrasi, hak azazi manusia, kesetaraan, anti kekerasan, dll. Penyebab tindakan kekerasan dan teror ini dialamatkan kepada Al-Qur’an dengan mushafnya yang dikenal sekarang, maka perlu dibuat Al-Qur’an versi lain yang disesuaikan dengan prinsip tersebut.

3. Mungkin ada juga alasan yang berbau ‘sufi’, ibarat ‘menempatkan diri sendiri sebagai bara api diatas sebongkah es yang membeku’, dengan memunculkan kajian-kajian dan tindakan yang ‘kontroversial’ maka dunia Islam yang dianggap selama ini telah membeku bisa tergerak untuk kembali mengkaji dan memikirkan ajaran Agamanya. Akibat positifnya memang bisa kita lihat, sekarang muncul cendikiawan yang lebih muda, yang bergairah untuk kembali mendalami ajaran Islam, baik dengan mengulas kembali pikiran-pikiran ulama ‘tradisional’ maupun berusaha ‘masuk’ melihat dari cara berpikir ilmuwan non-Muslim/orientalis, lalu mempublikasikannya di media massa, sesuatu yang masih jarang kita temukan dimasa lalu.

4. Mungkin ada juga yang punya motivasi untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Kita bisa membaca berita, orang-orang dari Islam Liberal mempunyai akses yang cukup mumpuni terhadap sumber-sumber dana pihak non-Muslim, ada yang mampu melanjutkan pendidikannya kedunia barat untuk mendapatkan Master atau Doktor, ada yang LSM-nya tetap berjalan dengan dana yang cukup, ada juga yang terpublikasikan memperoleh penghargaan atau piagam yang tentunya bisa menambah catatan ‘curriculum vitae’-nya.

Apapun motivasi sang ‘penunjuk jalan’ ini, secara umum bisa kita katakan bahwa agenda yang dibawa tidak akan bisa dilepaskan dengan agenda ‘tuan’nya. Dan BELUM ADA BUKTI bahwa agenda yang dibawa kaum non-Muslim terhadap ajaran Islam benar-benar bermanfaat bagi perkembangan Islam itu sendiri, kita bisa berpikir buat apa orang lain begitu repot-repot mau menghabiskan waktu dan tenaganya untuk ‘memperbaiki’ Al-Qur’an..???

Kekuatan untuk mengutak-utik ajaran Islam adalah kekuatan yang besar dan mendominasi dunia, persis posisinya dengan pasukan Abrahah dulu. Umat Islam bisa saja berjuang untuk melawannya, namun ketika seluruh upaya yang ada sudah kita lakukan, ada baiknya kita bersikap seperti Abdul Muthalib dulu :”Al-Qur’an itu ada pemiliknya, maka Dia-lah yang akan melindunginya..”. lalu mari kita sama-sama tunggu apa yang akan terjadi…

AL-QUR'AN, ORIENTALISME DAN LUXENBERG :.

sumber : http://forum.swaramuslim.net/threads.php?id=4281_0_15_0_C


Belum lama ini akidah umat Islam diserang lagi. Kali ini sasarannya, lagi-lagi kitab suci Al-Qur'an. Tidak mengherankan, sebab di antara kitab-kita suci, Al-Qur'an merupakan satu-satunya yang dengan tegas menyatakan dirinya bersih dari keraguan (laa rayba fihi), dijamin keseluruhannya (wa innaa lahuu la-haafizuun), dan tiada tandingannya. Lebih dari itu, Al-Qur'an ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana obor penerang dalam kegelapan, hal yang membuat kalangan non-Muslim (khususnya 'Orientalis-Misionaris', Yahudi dan Kristen) geram sekaligus hasad(dengki) adalah fakta bahwa dalam soal yang satu inipun - yakni tentang keaslian, kebenaran dan kemukjizatan Al-Qur'an sebagai Kalamullah - seluruh umat Islam sepakat dan sependapat dari dulu sampai sekarang, dari Maroko sampai Merauke.

Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an, orang Yahudi dan Kristen memang tak akan pernah berhenti, dengan segala macam cara, mempengaruhi umat Islam agar mengikuti langkah mereka. Mereka ingin umat Islam melakukan apa yang mereka lakukan; menggugat, mempersoalkan ataupun mengutak-atik yang sudah jelas dan mapan, sehingga timbul keraguan terhadap yang sah dan benar. Untuk memberi kesan seolah-olah objektif dan autoritatif, Orientalis-Misionaris ini biasanya 'berkedok' sebagai pakar (scholars/expert) dalam bahasa, sejarah, agama dan kebudayaan Timur, baik yang 'jauh' (Far Eastern, seperti Jepang, Cina dan India) maupun yang 'dekat' (Near Estern, seperti Persia, Mesir dan Arabia)

I. Sekilas kajian Orientalis terhadap Al-Qur'an

Pada tahun 1927, Alphonse Mingana, pendeta Kristen asal Irak dan guru besar di Universitas Birmingham Inggeris, mengumumkan bahwa :"Sudah tiba saatnya sekarang untuk melakukan kritik teks terhadap Al-Qur'an sebagaimana yang telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani (The time has surely come to subject the text of the Koran to the same criticism as that to which we subject the Hebrew and Aramaic of the Jewish Bible, and the Greek of the Christian scriptures)." Mengapa Misionaris satu ini menyerukan hal demikian..?

Seruan semacam ini dilatar-belakangi oleh kekecewaan orang Kristen dan Yahudi terhadap kitab suci mereka dan disebabkan oleh kecemburuan mereka terhadap umat Islam dan kitab suci Al-Qur'an. Perlu diketahui bahwa mayoritas cendikiawan Kristen sudah lama meragukan autentisitas Bibel. Mereka terpaksa menerima kenyataan pahit bahwa Bibel yang ada di tangan mereka sekarang ini terbukti bukan asli alias 'aspal'. Terlalu banyak campur-tangan manusia di dalamnya, sehingga sulit untuk membedakan mana yang benar-benar wahyu dan mana yang bukan. Sebab, sebagaimana ditegaskan oleh Kurt Aland dan Barbara Aland :?Until the beginning of the fourth century, the text of the New Testament developed freely?Even for later scribes, for example, the parallel passages of the Gospel were so familiar that they would adapt the text of the one Gospel to that of another. They also felt themselves free to make corrections in the text, improving it by their own standard of correctness, whether grammatically, stylistically, or more substantively. St. Jerome juga dikatakan mengeluh soal banyaknya penulis Bibel yang "wrote down not what they find but what they think is the meaning; and while they attempt to rectify the errors of others, they merely expose their own." Kecewa dengan kenyataan semacam itu, R. Bentley, Master of Trinity College pada tahun 1720 menghimbau umat Kristen agar mencampakkan kitab suci mereka, yakni naskah Perjanjian Baru versi Paus Clement 1592 (the 'textus receptus' to be abandoned altogether..!). Seruan tersebut dilanjutkan dengan munculnya 'edisi kritis' Perjanjian Baru hasil 'utak-atik' Brooke Foss Westcott (1825-1903) and Fenton John Anthony Hort (1828-1892).

Tentu saja Mingana bukan yang pertama kali melontarkan imbauan semacam itu, dan ia juga tidak sendirian. Jauh sebelum itu, tepatnya pada 1834 di Leipzig, seorang Orientalis Jerman bernama Gustav Fluegel menerbitkan 'mushaf' hasil kajian filologinya. Naskah yang ia namakan Corani Textus Arabicus tersebut sempat dipakai 'tadarrus' oleh sebagian aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL). Kemudian datang Theodor Noeldeke yang berusaha merekonstruksikan sejarah Al-Qur'an dalam karyanya Geschichte des Qorans (1860), sebuah upaya yang belakangan ditiru oleh Taufik Adnan Amal, juga dari Jaringan Islam Liberal. Lalu pada tahun 1937 muncul Arthur Jeffery yang ingin merekonstruksi al-Mushaf al-Uthmani dan membuat mushaf baru. Orientalis asal Australia yang pernah mengajar di American University, Cairo dan menjadi guru besar di Columbia University ini, konon merekonstruksi teks Al-Qur'an berdasarkan Kitab al-Masahif karya Ibn Abi Dawud as-Sijistaani, yang ia anggap mengandung bacaan-bacaan dalam mushaf tandingan (yang ia istilahkan dengan 'rival codices). Jeffery bermaksud meneruskan usaha Gotthelf Bergstraesser dan Otto Pretzi yang pernah bertungkus-lumus (bekerja-keras) mengumpulkan foto lembaran-lembaran (manuskrip) Al-Qur'an dengan tujuan membuat edisi kritis Al-Qur'an (tetapi gagal karena semua arsipnya di Munich musnah saat Perang Dunia ke-2 berkecamuk), sebuah ambisi yang belum lama ini di-echo-kan oleh taufik Amal dari JIL. Saking antusiasnya terhadap qira'at-qira'at pinggiran alias 'nyeleneh' (Nichtkanonische Koranlesarten) Bergstraesser lalu mengedit karya Ibn Jinni dan Ibn Khalaawayh. Bagi para Orientalis ini. 'isnad' tidak penting dan, karena itu, riwayat yang 'shaadh' bisa saja dianggap 'sahih', yang 'ahad' dan 'gharib' bisa saja menjadi 'mutawaatir' dan 'mashhuur', dan yang cacat disamakan dengan yang sempurna. Yang demikian ini merupakan teknik dan strategi utama mereka menjungkir-balikkan kriteria dan nilai, menyepelekan yang fundamental dan menonjolkan yang 'trivial'.

Maka yang digembar-gemborkan adalah isu naasikh-mansuukh, soal adanya surat tambahan versi Shi'ah, isu 'Ghanaariq' dan lain sebagainya. Ada pula yang apriori mau merombak susunan ayat dan surah Al-Qur'an secara kronologis, mau 'mengkoreksi' bahasa Al-Qur'an ataupun ingin mengubah redaksi ayat-ayat tertentu. Kajian Orientalis terhadap Al-Qur'an tidak sebatas mempersoalkan autentisitasnya. Isu klasik yang selalu diangkat adalah soal pengaruh Yahudi, Kristen, Zoroaster, dan lain sebagainya terhadap Islam dan isi kandungan Al-Qur'an (theories of borrowing and influence), baik yang mati-matian berusaha mengungkapkan apa saja yang bisa dijadikan bukti bagi 'teori pinjaman dan pengaruh' tersebut seperti dari literatur dan tradisi Yahudi-Kristen (Abraham Geiger, Clair Tisdall dan lain-lain), maupun yang membandingkannya dengan adat istiadat Jahiliyah, Romawi dan lain sebagainya. Biasanya mereka akan mengatakan bahwa cerita-cerita dalam Al-Qur'an banyak yang keliru dan tidak sesuai dengan versi Bible yang mereka anggap lebih akurat.

Sikap anti Islam tersebut tersimpul dalam pernyataan 'miring' seorang Orientalis Inggeris yang banyak mengkaji karya-karya sufi, Reynold A. Nicholson:"Muhammad picked up all his knowledge of this kind [i.e. Al-Qur'an] by hearsay and makes a brave show with such borrowed trappings-largely consisiting of legends from the Haggada and Apocrypha". Namun ibarat buih, segala usaha mereka muncul dan hilang begitu saja, tanpa pernah berhasil mengubah keyakinan dan penghormatan mayoritas umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an, apalagi sampai membuat mereka murtad.

II. Kesalahan dan Khayalan Orientalis

Al-Qur'an merupakan target utama serangan Misionaris dan Orientalis Yahudi-Kristen, setelah mereka gagal menghancurkan sirah dan sunnah Rasulullah sallalaahu 'alaihi wa-sallam. Mereka mempertanyakan status kenabian Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam, meragukan kebenaran riwayat hidup beliau dan menganggap sirah beliau tidak lebih dari sekedar legenda dan cerita fiktif. Demikian pendapat Caetani, Wellhausen, dan konco-konconya. Karena itu mereka sibuk untuk merekonstruksi biografi Nabi Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam khususnya, dan sejarah umat Islam umumnya. Mereka ingin umat Islam melakukan hal yang sama seperti mereka telah lakukan terhadap Nabi Musa dan Nabi 'Isa alaihis salam (a.s). Bagi mereka 'Moses' cuma tokoh fiktif (invented, mythical figure) dalam dongeng Bible, sementara tokoh 'Jesus' masih diliputi misteri dan cerita-cerita isapan jempol.

Kalau ada upaya pencarian 'Jesus historis', mengapa tidak ada usaha menemukan fakta sejarah tentang Nabi Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam ? Maka Arthur Jeffery pun menulis The Quest of the Historical Mohammad, dimana tak sungkan-sungkan menyebut Nabi Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam sebagai 'kepala perampok' (robber chief). Diteruskan kemudian oleh F.E. Peters, dan belum lama ini oleh orang dengan nama samaran 'Ibn Warraq'. Misionaris-orientalis tersebut tidak menyadari bahwa tulisan mereka sebenarnya hanya menunjukkan hatred (kebusukan hati) dan kebencian mereka terhadap tokoh dan agama yang mereka kaji, sebagaimana disitir oleh seorang pengamat :"The studies carried out in the west.have demonstrated only one thing; the anti-Muslim prejudice of their authors". Sikap semacam itu juga tampak dalam kajian mereka terhadap hadist. Mereka menyamakan sunnah dengan tradisi apocrypha dalam sejarah Kristen atau tradisi Aggada dalam agama Yahudi.

Dalam khayalan mereka teori evolusi juga berlaku untuk hadist; mereka berspekulasi bahwa apa yang dikenal sebagai hadist muncul beberapa ratus tahun sesudah Nabi Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam wafat, artinya bahwa hadist mengalami beberapa tahap evolusi. Nama-nama dalam rantai periwayatan (sanad) mereka anggap tokoh fiktif. Penyandaran suatu hadist secara sistematis (isnad), menurut mereka baru muncul pada zaman al-Daulah al-Abaasiyah. Karena itu, mereka beranggapan bahwa dari sekian banyak hadist hanya sedikit saja yang autentik sementara sisanya kebanyakan palsu. Demikian pendapat Goldziher, Margoliouth, Schacht, Cook dan para pengikutnya. Orientalis-misionaris ini inginkan umat Islam membuang tuntutan Rasulullah sallalaahu 'alaihi wa-sallam sebagaimana orang Krsiten meragukan dan akhirnya mencampakkan ajaran Yesus.

III. Autentisitas Al-Qur'an

Kembali ke masalah autentisitas kitab suci Al-Qur'an, ada beberapa hal yang perlu di garis-bawahi dan perlu senantiasa diingat. Pertama, pada prinsipnya Al-Qur'an bukanlah 'tulisan' (rasm atau writing) tetapi merupakan 'bacaan' (qira'ah atau recitation) dalam arti ucapan dan sebutan. Baik proses turun (pewahyuan)-nya maupun penyampaian, pengajaran dan periwayatan (transmisi)-nya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Dari dahulu, yang dimaksud dengan 'membaca' Al-Qur'an adalah 'membaca dari ingatan' (qara'a 'an zhahri qalbin; to recite from memory). Adapun tulisan berfungsi sebagai penunjang semata. Sebab ayat-ayat Al-Qur'an dicatat - yakni, dituangkan menjadi tulisan diatas tulang, kayu, kertas, daun dan lain sebagainya berdasarkan hafalan, bersandarkan apa yang sebelumnya telah tertera dalam ingatan sang qaari/muqri. Proses transmisi semacam ini dilakukan dengan isnad yang mutawaatir dari generasi ke generasi, terbukti berhasil menjamin keutuhan dan keaslian Al-Qur'an sebagaimana diwahyukan oleh Malaikat Jibril a.s kepada Nabi sallalaahu 'alaihi wa-sallam dan diteruskan kepada para Sahabat, demikian hingga hari ini. Ini berbeda dengan kasus Bible, dimana tulisan manuscript evidence dalam bentuk papyrus, scroll dan sebagainya memegang peran utama dan berfungsi sebagai acuan dan landasan bagi Testamentum alias Gospel.

Jadi seluruh kekeliruan dan kengawuran Orientalis bersumber dari sini. Orang-orang seperti Jeffery, Wansbrought dan Puin, misalnya, berangkat dari sebuah asumsi keliru, menganggap Al-Qur'an sebagai 'dokumen tertulis' atau teks, bukan sebagai 'hafalan yang dibaca' atau recitatio. Dengan asumsi keliru ini (taking the Qur'an as text) mereka lantas mau menerapkan metode-meode filologi yang lazim digunakan dalam penelitian Bible, seperti historical criticism, source criticism, form criticism, dan textual criticism. Akibatnya, mereka menganggap Al-Qur'an sebagai produk sejarah, hasil interaksi orang Arab abad ke-7 dan 8M dengan masyarakat sekeliling mereka. Mereka mengatakan bahwa mushaf yang ada sekarang tidak lengkap dan berbeda dengan aslinya (yang mereka sendiri tidak tahu pasti) dan karena itu mereka lantas membuat edisi kritis, merestorasi teksnya, maupun membuat naskah baru berdasarkan manuskrip-manuskrip yang ada. Bahwa mereka menyamakan Al-Qur'an dengan Bible diakui sendiri oleh Karl-Heinz Ohlig :"Bercermin dari [sejarah Kristen], dimana ajaran dan riwayat hidup Yesus dibentuk secara kerygmatis dan dibangun melalui tradisi [yang berkembang] dalam komunitas [para pengikutnya] selama 40 tahun sampai munculnya Injil Markus, sehingga Yesus sejarah [yang sesungguhnya] nyaris mustahil untuk diketahui, maka [bercermin dari kasus ini] boleh jadi tradisi [riwayat-riwayat] mengenai Nabi Muhammad sallalaahu 'alaihi wa-sallam-pun [yakni Al-Qur'an dan hadist] melalui proses serupa".

Kedua, meskipun pada prinsipnya diterima dan diajarkan melalui hafalan, Al-Qur'an juga dicatat dengan menggunakan berbagai medium tulisan. Hingga wafatnya Rasulullah sallalaahu ?alaihi wa-sallam hampir seluruh catatan-catatan awal tersebut milik pribadi para sahabat nabi, dan karena itu berbeda kualitas dan kuantitasnya satu sama lain. Karena untuk keperluan masing-masing (for personal purpose only), banyak yang menuliskan catatan tambahan sebagai keterangan atau komentar (tafsir/glosses) dipinggir ataupun disela-sela ayat yang mereka tulis.. Baru kemudian, menyusul susutnya jumlah penghafal Al-Qur'an karena gugur di medan perang, usaha kodifikasi (jam')-pun dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk atas inisiatif Khalifah Abu Bakr as-Siddiq r.a hingga Al-Qur'an terkumpul dalam satu mushaf, berdasarkan periwayatan langsung (first-hand) dan mutawaatir dari Nabi sallalaahu 'alaihi wa-sallam.

Setelah wafatnya Abu Bakr r.a (13H/634M), mushaf tersebut disimpan oleh Khalifah Umar r.a sampai beliau wafat (23H/644M), lalu disimpan oleh Hafsah, sebelum kemudian diserahkan kepada Khalifah Utsman r.a. Pada masa inilah, atas desakan permintaan sejumlah sahabat, sebuah tim ahli sekali lagi dibentuk dan diminta mendata kembali semua qira'at yang ada, serta meneliti dan menentukan nilai keshahihan periwayatannya untuk kemudian melakukan standarisasi demi mencegah kekeliruan dan perselisihan. Hasilnya dibukukan dalam beberapa mushaf standard yang masing-masing mengandung qira?at mtawaatirah yang disepakati keshahihan periwayatannya dari Nabi sallalaahu 'alaihi wa-sallam. Jadi sangat jelas fakta sejarah dan proses kodifikasinya. Para Orientalis yang ingin mengutak-atik Al-Qur'an biasanya akan mulai dengan mempertanyakan fakta ini dan menolak hasilnya. Mereka menganggap sejarah kodifikasi tersebut hanya kisah fiktif, dan mengatakan bahwa proses kodifikasi baru dilakukan pada abad ke-9M. Jeffery, misalnya seenaknya berkata :"That he [i.e Abu Bakr r.a] ever made an official recension as the orthodox theory demands is exceedingly doubtful". Ia juga mengklaim bahwa :"the text with Uthman canonized was only one out of many rival texts, and we need to investigate what went before the canonical text". Disini kelihatan Jeffery tidak mengerti atau sengaja tidak peduli bahwa Al-Qur'an tidak sama dengan Bible; Al-Qur'an bukan lahir dari manuskrip, tapi sebaliknya; manuskrip lahir dari Al-Qur'an.

Ketiga, Salah paham tentang rasm dan qira'at. Sebagaimana diketahui, tulisan Arab atau khat mengalami perkembangan sepanjang sejarah. Pada kurun awal Islam, Al-Qur'an ditulis 'gundul', tanpa tanda baca sedikitpun. Sistem vokalisasi baru diperkenalkan kemudian. Meskipun demikian, rasm Uthmani sama sekali tidak menimbulkan masalah, mengingat kaum muslimin saat itu belajar Al-Qur'an langsung dari para sahabat, dengan cara menghafal dan bukan dari tulisan. Mereka tidak bergantung pada manuskrip atau tulisan. Jadi, Orientalis seperti Jeffery dan Puin telah salah paham dan keliru, lalu menyimpulkan sendiri bahwa teks gundul inilah sumber variant readings sebagaimana terjadi dalam Bible serta keliru menyamakan qira'at dengan 'readings', padahal qira'at adalah recitation from memory dan bukan reading the text. Mereka tidak tahu bahwa dalam hal ini kaidahnya adalah: tulisan harus mengacu pada bacaan yang diriwayatkan dari Nabi sallalaahu 'alaihi wa-sallam dan bukan sebaliknya.

Orientalis juga salah paham mengenai rasm Al-Qur'an. Dalam bayangan keliru mereka, munculnya bermacam-macam qira'at disebabkan oleh rasm yang sangat sederhana itu, sehingga setiap pembaca bisa saja berimprovisasi dan membaca 'sesuka-hatinya'. Padahal ragam qira'at telah ada lebih dahulu sebelum adanya rasm. Mereka juga tidak mengerti bahwa rasm Al-Qur'an telah disepakati dan didesain sedemikian rupa sehingga dapat mewakili dan menampung berbagai qira'at yang diterima. Sebagaimana ditegaskan oleh Prof. Dr. Sha'ban Muhammad Ismail dari Universitas Al-Azhar, Cairo, jumlah qira'at yang ditulis dengan rasm berbeda-beda dalam mushaf Uthmani, tanpa pengulangan, mencapai 58 kata. Dari sini jelas, masahif yang dikirim oleh Khalifah Uthmani r.a ke berbagai kota itu beragam rasm-nya, sesuai dengan bacaan Sahabat yang diutus untuk mengajarkannya. Namun demikian tetap saja bacaan tidak bergantung kepada teks. Dan memang, qira'at Sahabat (yang dikirim ke sebuah kota) atau perawinya tidak otomatis sama dengan mushaf yang beredar di kota itu, tetapi pada umumnya sama. Boleh saja seorang imam atau perawi membacanya sesuai dengan riwayat dan rasm yang ada di mushaf kota lain. Contohnya : Imam Hafs di Kufah membaca QS az-Zukhruf:71 tashtahiihi al-anfus (dengan dua ha) seperti tertera dalam mushaf Madinah dan Syam, padahal dalam mushaf Kufah tertulis dengan satu ha (tashtahii). hal ini dibolehkan mengingat salah satu syarat diterimanya sebuah qira'at adalah sesuai dengan salah satu rasm al-Mushaf al-Uthmani. Sebaliknya, jika suatu qira'at tidak tercatat dalam salah satu al-Mushaf al-Uthmani, qira'at tersebut dianggap 'shadh' dan tidak dapat diterima, karena bertentangan dengan rasm yang disepakati, rasm yang telah menampung semua qira'at yang mutawaatir. Jika demikian halnya, maka improvisasi liar atau bacaan liberal seperti yang direka-reka oleh para Orientalis semacam Bellamy, Puin, Luxenberg wa man tabi'ahum sudah pasti a fortiori ditolak.

IV. Kasus Luxenberg dan Bukunya

Misionaris-orientalis ibarat 'zombie', patah tumbuh hilang berganti menyerang Islam. Baru-baru ini muncul lagi seorang dengan nama samaran 'Christoph Luxenberg'. Ia mengklaim bahwa Al-Qur'an hanya bisa dimengerti kalau dibaca sesuai dengan bahasa asalnya, yaitu Syro-aramaic (bahasa Aramaic dengan dialek Syriac). Dalam bukunya yang berjudul 'Cara membaca Al-Qur'an dengan bahasa Syro-aramaic; Sebuah sumbangsih upaya pemecahan kesulitan memahami bahasa Al-Qur'an (Die syro-aramaeische Lesart des Koran; Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache) itu, Luxenberg dengan nekad mengklaim bahwa (1) bahasa Al-Qur'an sebenarnya bukan bahasa Arab. Karena itu, menurut dia, banyak kata-kata dan ungkapan yang sering dibaca keliru atau sulit dipahami (in einem Ausmass verlesen und missdeutet wurde) kecuali dengan merujuk pada bahasa Syro-aramaic yang konon merupakan bahasa lingua franca pada masa itu, (2) bukan hanya kosakatanya berasal dari Syro-aramaic, bahkan isi ajarannya-pun diambil dari tradisi kitab suci Yahudi dan Kristen Syria (Peshitta), (3) Al-Qur'an yang ada tidak autentik, perlu ditinjau kembali dan diedit ulang (Zur Richtigstellung des an zahlreichen Stellen verlesenen Korantextes ist eine kritische Edition sicherlich wuenschenwert). Disini tampak bagaimana Orientalis-misionaris mengklaim tahu tentang Al-Qur'an dan 'ngotot' meskipun sudah jelas keliru dan sesat. Juga tampak bagaimana mereka membentuk suatu jaringan untuk saling menyokong dan mendukung satu sama lain.

Untuk meyakinkan para pembaca bukunya, Luxenberg menyebut sejumlah contoh. Menurut dia, kata 'qaswarah' dalam QS 74:51 mestinya dibaca 'qasuurah', lalu kata 'sayyi'at' QS 4:18, dibaca 'saniyya' dari bahasa Syria 'sanyata', juga kata 'aadhannaaka' QS 41:47 harusnya dibaca 'idh-dhaka'. Yang lebih parah lagi, ia mengutak-utik surat al-'Alaq semata-mata dengan alasan bahwa isinya, seperti mana surat al-Fatehah, diklaim diambil dari liturgi Kristen-Syria tentang jamuan makan malam terakhir Yesus. Perlu diketahui bahwa yang dilakukan Luxenberg sebenarnya bukan baru. Jauh sebelum dia, Mingana telah mengorek-ngorek isu ini, diikuti oleh Jeffery dan Spitaler.

Tidak sulit untuk membantah dan menolak Luxenberg, sebab seluruh uraiannya dibangun atas asumsi-asumsi yang keliru. Pertama, ia mengira bahwa Al-Qur'an dibaca berdasarkan tulisannya, sehingga dia boleh seenaknya berspekulasi tentang suatu bacaan. Kedua, ia menganggap bahwa tulisan adalah segalanya, menganggap manuskrip sebagai patokan, sehingga suatu bacaan harus disesuaikan dengan dan mengacu kepada teks. Ketiga, ia menyamakan Al-Qur'an dengan Bible, dimana pembaca boleh mengubah dan mengutak-atik teks yang dibacanya bila dirasa tidak masuk akal atau sulit untuk dipahami. Ketiga asumsi ini dijadikan titik-tolak dan fondasi argumen-argumennya taken for granted tanpa terlebih dahulu dibuktikan kebenarannya. Apakah benar bacaan Al-Qur'an bergantung pada rasm-nya..? Apakah benar bahwa teks adalah segalanya..? dan apakah benar bahwa Al-Qur'an sama dengan Bible..? Luxenberg harus menjawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini secara ilmiah sebelum membicarakan yang lain.

Epilogu

'Kenalilah musuhmu!, merupakan motto sekaligus senjata Orientalis-misionaris Yahudi-Kristen dibalik semua kegiatan dan kegigihan mereka dalam mengkaji Islam dan seluk-beluknya dari segala aspek. Adalah 'naif' kalau kita, umat Islam, bersangka baik terhadap orang yang 'tidak akan pernah ridha' pada kita dan senantiasa memusuhi kita. Adalah tidak bijak kalau kita menelan mentah-mentah apa yang mereka katakan atau mereka tulis. Lebih naif lagi, kalau kita membeo dan ikut-ikutan, apalagi melakukan apa yang mereka suruh, seperti merendahkan Rasulullah sallalaahu 'alaihi wa-sallam, menjelek-jelekan para sahabat dan tabi'in, meremehkan para ulama salaf, meragukan otoritas dan otentisitas tradisi keimuan Islam, lalu dengan arogan mau membuat edisi kritis Al-Qur'an, menolak hadist secara total (inkarsunnah), membuat tafsir dan hukum tanpa metode yang bertanggung-jawab serta jauh dari pedoman Al-Qur'an.

Tulisan dari : Dr. Syamsuddin Arif, dari Majalah AL-INSAN, Jurnal kajian Islam, Vol 1 No.1 Januari 2005.
(Dikutip dengan menghilangkan beberapa tulisan yang bersifat terlalu teknis dan catatan kakinya).

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box