Minggu, 28 Desember 2008

CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

oleh : Kodiran salim ,Peneliti Independen Lintas Kitab Suci

Assalamu"alaikum Wr. Wb.

Kepada para pembaca Rokhimakumullah.

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H

Sebuah renungan
Di Indonesia ada pemahaman yang salah oleh sebagian orang tentang awal tahun baru hijriyah, yaitu disamakan dengan tahun baru "Masehi" yaitu mulai jam 24 malam padahal yang benar adalah mulai maghrb (terbenamnya matahari). Tahun hijriyah adalah perhitungan kelender berdasarkan peredaran bulan (komariyah) mengelilingi bumi sekali putaran disebut satu bulan (ada kaitannya nama bulan). Tetapi coba dalam tahun "masehi" yang perhitungannya berdasarkan peredaran matahari (samsiyah). Matahari berputar siang malam siang malam tiga puluh kali oleh bangsa Indonesia disebut satu bulan juga (penamaan ini salah atau betul ?). Kalau menurut saya tidak tepat sebab perhitungan samsiyah tidak ada kaitannya dengan bulan. Mestinya namanya tiga puluh kali matahari berputar siang malam (ah gak taulah, pusing). Dalam kelender internasional Januari disebut apa pak ? "month" ?. Mengapa tidak "sun". Penamaan ini salah atau betul?. Kalau salah berarti secara internasional juga salah.

Sebetulnya kelender yang dipakai mula-mula oleh para nabi adalah komariyah, tetapi orang Barat tidak memakainya padahal mereka berpegang pada kitab Bibel. Kalau gak salah saya sudah tampilkan TARIH PANJANG TAHUN MASEHI ya. Sudah dibaca belum. Disitu jelas bahwa kata masehi pinjam namanya Nabi Isa as Al-Masehi. Agar seolah-olah sama dengan kelandernya para nabi. Ini suatu pembodohan.

Yang aneh lagi di Indonesia satu Muharam sama dengan satu Suro (kelender kejawen) ini dari mana critanya bisa jadi satu ?. Ini mirip dengan kisah natal. Kalau kisah natal dimulai dari ketertarikan Kaisar Konstantin terhadap pekembangan agama Kristen di negaranya kira2 abad ke 4 M. Kaisar Konstantin membonceng ketenaran agama Kristen yang dibawa para pastur waktu itu, kemudian Kaisar Konstantin memperalat para pastur untuk menjadi ujung tombak dalam meluaskan negaranya dengan memberi kebebasan menjalankan misi. Tetapi tradisi raksyatnya yaitu bersenang menyambut natalnya dewa matahari jangan diganggu apalagi dihapus, lebih baih disinkronkan dengan lahirnya Yesus, padahal "salah besar". Tapi apa boleh buat, rakyat sudah terlanjur senang.Maka jadilah seperti sekarang natal Cristmas.

Satu sura kisahnya, ketika Sultan Agung Raja Mataram naik tahta, banyak bangsawan2 ex Majapahit yang masih berbudaya Kejawen, Hindhu dan Budha yang akan mendukung Sultan Agung dengan masuk Islam tetapi tradisi rakyat Jawa yang sudah kadung senang dengan suran jangan dihaouskan, kenduri, sesajen, dan perdukunan juga jangan dilarang tetapi disinkronkan dengan doa-doa dalam bahasa Arab.
Akibat sinkronisasi ini sebetulnya Allah murka terhadap umat Islam Indonesia. Kemurkaan itu di wjudkan dengan cara didatang penjajah yaitu Portugis kemudian Belanda. Ini kalau saya kaitkan dengan sejarah Bangsa Israel mirip. Kenapa bangsa Israel sepanjang masa sebelum datang Islam sengsara selalu dijajah bangsa asing pertama-tama Asyur, kemudian Babilonia, kmudian Persia, Yunani, dan Romawi. Ceritanya seperti ini:

Hakim-Hakim 2:11-23
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel . Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak.Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.

Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu. Apabila murka TUHAN bangkit terhadap orang Israel, berfirmanlah Ia: "Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka, dan tidak mendengarkan firman-Ku, maka Aku pun tidak mau menghalau lagi dari depan mereka satu pun dari bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada waktu matinya, supaya dengan perantaraan bangsa-bangsa itu Aku mencobai orang Israel, apakah mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, atau tidak." Demikianlah TUHAN membiarkan bangsa-bangsa itu tinggal dengan tidak segera menghalau mereka; mereka tidak diserahkan-Nya ke dalam tangan Yosua.

Umat Islam Indonesia dari tahun 1600 sampai kemerdekaan tetap menjalankan praktek sinkrinisasi dengan tradisi Kejawen, Hindhu dan Budha. Tetapi karena Allah Maha Kasih maka umat Islam Indonesia dimerdekakan, karena ada harapan umat islam Indonesia akan menegakkan syariat Islam.

Tapi Allah menguji dengan mendatangkan setan untuk menggoda.

Peringatan
Qs 19/83. Tidakkah kamu lihat, bahwa-sanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?, Qs 17:64; 22:52; 25:31; 26:221; 43:36.

Setan tersebut dimasukkan Allah kepada Maramis, kemudian Maramis menantang tokoh-tokoh Islam yang akan melaksanakan syariat Islam akan memisahkan diri dari NKRI. Ternyata tokoh-tokoh kita luntur pendiriannya, sehingga sampai sekarang syariat Islam tidak terwujud. Malah kemusrikan menjadi-jadi sampai sekarang ini. Ulama, kyai, Uztad sepertinya tidak berdaya mengatasinya (dan jarang yang mau mengatasi maslah ini).

Kemudian Allah menghukum lagi umat islam Indonesia, tetapi bukan dengan penjajahan seperti dahulu, tetapi dengan menimpakan “MUSIBAH”. Karena diperintah menegakkan Hukum Islam tidak dilaksanakan malah berpaling dengan berbagai alasan.

Ini ayatnya.
Perintah
Qs 5/49…..dan hendaklah kamu memu-tuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan jangan lah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.

Peringatan
Qs 5/49. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (ingkar janji). Qs 5:5; 24:1; 4:58; 4:62; 4:105; 16:90; 30:36; 33:48; 9:26; 41:52; 57:22; 64:11; 5:66; 6:42; 24:48; 24:51; 5:42; 42:30; Ul 17:8


Yang lebih saya kawatirkan adalah apabila sampai terjadi seperti bangsa Israel ketika dicerai beraikan Allah dengan diusir dari tanah yang dijanjikan karena moral bansa Israel waktu itu sudah sangat rusak.

Perhatikan ayat dibawah ini.
Mikha 7:2-7
Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri; hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka!Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu!Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

Kepada para jamah rokhimakumullah mohon direnungkan, bagaimana nasib umat Islam Indonesia setelah tahun baru Hijriyah 1340 H dan seterusnya.

Saya hanya bisa bilang “KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH “

Perintah mengikuti Al-Qur’an
Qs 6/155. Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat, Qs 45:20; 7:204; 2:150; 5:97; 14:52; 13:1; 13:37; 29:45; 21:10; 17:9; 9:29; 8:24; 7:196; 68:44; 7:3; 3:3; 5:67; 16:44; 5:35; 15:1; 15:9; 16:64; 20:2; 25:1; 25:6; 25:30; 26:2; 28:2; 29:49; 38:29; 38:87; 39:2; 41:41; 41:53; 43:44; 45:11; 50:1; 56:77; 64:8; 65:3; 68:52; 69:51; 72:16; 74:54; 80:13-16; 86:13; 9:129; 39:15; 3:7; 3:132; 20:100; 6:36; 6:106; 25:29; 29:51; 6:90-92; 3:31; 7:156-157; 7:203; 7:158; 20:100

Perintah mengikuti sunnah Rasul
Qs 3/31.Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Qs 67:28; 43:61; 4:80; 33;21; 2:165; 6:155; 9:73; 8:27; Kis 4:21; Yoh 14:6,15 ,21

Wabillahi taufik walhidayah
Wassalam

RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H



MEWUJUDKAN MAKNA HAKIKI HIJRAH NABI

Tidak terasa, bulan demi bulan menjelang; tahun demi tahun pun berlalu. Kaum Muslim kembali memasuki bulan Muharram, menandai datangnya kembali tahun yang baru 1430 H. Tidak seperti ketika datang Tahun Baru Masehi yang disambut dengan penuh semarak oleh masyarakat, Tahun Baru Hijriah disikapi oleh kaum Muslim dengan ‘dingin-dingin’ saja. Memang, Tahun Baru Hijriah tidak perlu disambut dengan kemeriahan pesta. Namun demikian, sangat penting jika Tahun Baru Hijriah dijadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali kondisi masyarakat kita saat ini. Tidak lain karena peristiwa Hijrah Nabi saw. sebetulnya lebih menggambarkan momentum perubahan masyarakat ketimbang perubahan secara individual. Peristiwa Hijrah Nabi saw. tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. Ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijriah tidak memberikan makna apa-apa bagi kita, selain rutinitas pergantian tahun. Ini tentu tidak kita inginkan bukan?

Makna Hijrah
Secara bahasa, hijrah berarti berpindah tempat. Adapun secara syar‘i, para fukaha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari darul kufur menuju Darul Islam. (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276). Darul Islam dalam definisi ini adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syariat Islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan yang keamanannya berada di tangan kaum Muslim. Sebaliknya, darul kufur adalah wilayah (negara) yang tidak menerapkan syariat Islam dan keamanannya bukan di tangan kaum Muslim, sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam. Definisi hijrah semacam ini diambil dari fakta Hijrah Nabi saw. sendiri dari Makkah (yang saat itu merupakan darul kufur) ke Madinah (yang kemudian menjadi Darul Islam).
Peristiwa Hijrah, paling tidak, memberikan makna sebagai berikut:
Pertama: pemisah antara kebenaran dan kebatilan; antara Islam dan kekufuran; serta antara Darul Islam dan darul kufur. Menurut Umar bin al-Khaththab ra. ketika beliau menyatakan: Hijrah itu memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. (HR Ibn Hajar).
Kedua: tonggak berdirinya Daulah Islamiyah untuk pertama kalinya. Dalam hal ini, para ulama dan sejarahwan Islam telah sepakat bahwa Madinah setelah Hijrah Nabi saw. telah berubah dari sekadar sebuah kota menjadi sebuah negara Islam; bahkan dengan struktur yang—menurut cendekiawan Barat, Robert N. Bellah—terlalu modern untuk ukuran zamannya. Saat itu, Muhammad Rasulullah saw. sendiri yang menjabat sebagai kepala negaranya.
Ketiga: awal kebangkitan Islam dan kaum Muslim yang pertama kalinya, setelah selama 13 tahun sejak kelahirannya, Islam dan kaum Muslim terus dikucilkan dan ditindas secara zalim oleh orang-orang kafir Makkah. Demikianlah sebagaimana pernah diisyaratkan oleh Aisyah ra.:
Dulu ada orang Mukmin yang lari membawa agamanya kepada Allah dan Rasul-Nya karena takut difitnah. Adapun sekarang (setelah Hijrah, red.) Allah SWT benar-benar telah memenangkan Islam, dan seorang Mukmin dapat beribadah kepada Allah SWT sesuka dia. (HR al-Bukhari).
Setelah Hijrahlah ketertindasan dan kemalangan umat Islam berakhir. Setelah Hijrah pula Islam bangkit dan berkembang pesat hingga menyebar ke seluruh Jazirah Arab serta mampu menembus berbagai pelosok dunia. Setelah Rasulullah saw. wafat, yakni pada masa Khulafaur Rasyidin, kekuasan Islam semakin merambah ke luar Jazirah Arab. Bahkan setelah Khulafaur Rasyidin—yakni pada masa Kekhalifahan Umayah, Abbasiyah, dan terakhir Utsmaniyah—kekuasaan Islam hampir meliputi 2/3 dunia. Islam bukan hanya berkuasa di Jazirah Arab dan seluruh Timur Tengah, tetapi juga menyebar ke Afrika dan Asia Tengah; bahkan mampu menembus ke jantung Eropa. Kekuasaan Islam malah pernah berpusat di Andalusia (Spanyol).

Mewujudkan Kembali Makna Hakiki Hijrah Nabi
Dengan mengacu pada tiga makna Hijrah di atas, dengan mengaitkannya dengan kondisi masyarakat saat ini, kita melihat:
Pertama: Saat ini umat Islam hidup di dalam darul kufur, bukan Darul Islam. Keadaan ini menjadikan umat Islam membentuk masyarakat yang tidak islami alias masyarakat Jahiliah. Masyarakat Jahiliah tidak lain adalah masyarakat yang didominasi oleh pemikiran dan perasaan umum masyarakat yang tidak islami serta sistem yang juga tidak islami. Dalam konteks zaman Jahiliah modern saat ini, kita melihat, yang mendominasi masyarakat adalah pemikiran dan perasaan sekular serta sistem hukum sekular, yang bersumber dari akidah sekularisme; yakni akidah yang menyingkirkan peran agama dari kehidupan. Saat ini masyarakat didominasi oleh pemikiran demokrasi (yang menempatkan kedaulatan rakyat di atas kedaulatan Tuhan), HAM, nasionalisme (paham kebangsaan), liberalisme (kebebasan), permissivisme (paham serba boleh), hedonisme (paham yang menjadikan kesenangan duniawi/jasadiah sebagai orientasi hidup), feminisme (paham mengenai kesetaraan jender, pria-wanita), kapitalisme, privatisasi, pasar bebas, dll. Perasaan masyarakat pun didominasi oleh perasaan ridha dan benci atas dasar pandangan hidup sekular. Mereka meridhai semua yang bersumber dari akidah sekular dan sebaliknya membenci semua yang bertentangan dengan pandangan sekularisme; mereka meridhai demokrasi (yang menjunjung tinggi kedaulatan manusia) dan sebaliknya membenci kedaulatan Tuhan untuk mengatur manusia; mereka meridhai nasionalisme dan nation state (negara-bangsa) dan sebaliknya membenci ikatan ukhuwah islamiyah dan kesatuan kaum Muslim di bawah satu negara (Khilafah Islamiyah); mereka meridhai liberalisme, permissivisme, hedonisme, dan sebaliknya membenci keterikatan dengan syariah/hukum-hukum Allah dan menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup mereka; mereka meridhai sistem ekonomi kapitalisme yang berasaskan manfaat, ekonomi ribawi, privatisasi, dan pasar bebas dan sebaliknya membenci sistem ekonomi Islam; mereka pun meridhai hukum-hukum kufur yang bobrok dan sebaliknya membenci hukum-hukum Islam—seperti hukum cambuk, hukum rajam, atau hukum potong tangan—yang mendatangkan keadilan dan rahmat bagi manusia. Lebih dari itu, sistem yang mengatur masyarakat saat ini tidak lain adalah sistem yang juga bersumber dari akidah sekularisme. Sebaliknya, sistem Islam—yakni sistem ekonomi, politik, pemerintahan, peradilan, hukum, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan negara yang bersumber dari akidah Islam—mereka campakkan. Itulah realitas masyarakat Jahiliah pada zaman modern saat ini.
Karena itu, upaya mengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam, itulah di antara makna hakiki dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. yang harus kita realisasikan kembali saat ini. Caranya tidak lain dengan menggusur dominasi pemikiran, perasaan, dan sistem sekular di tengah-tengah masyarakat saat ini; kemudian menggantinya dengan dominasi pemikiran, perasaan, dan sistem Islam. Tanpa berusaha mengubah ketiga unsur tersebut di tengah masyarakat Jahiliah saat ini, masyarakat Islam yang kita cita-citakan tentu tidak akan pernah dapat diwujudkan.
Kedua: Saat ini tidak ada satu pun negeri Islam yang layak disebut sebagai Daulah Islamiyah. Padahal kita tahu, di antara makna dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. adalah pembentukan Daulah Islamiyah, yang saat itu ditegakkan di Madinah al-Munawwarah. Daulah Islamiyah yang dibentuk oleh Nabi saw.—yang dalam perjalanan selanjutnya setelah beliau wafat disebut sebagai Khilafah Islamiyah—tidak lain adalah sebuah negara yang memberlakukan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Karena itu, upaya membangun kembali Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah ini seharusnya menjadi cita-cita bersama umat Islam yang betul-betul ingin mewujudkan kembali makna Hijrah dalam kehidupan mereka saat ini.
Ketiga: Saat ini keadaan umat Islam di seluruh Dunia Islam sangat memprihatinkan. Di negeri-negeri di mana kaum Muslim minoritas, mereka tertindas. Bahkan, kaum Muslim di Palestina, Libanon, Filipina (Moro), Thailand (Pattani), India (Kashmir), dan beberapa wilayah lain merupakan saksi nyata kesengsaraan dan ketertindasan umat Islam saat ini. Bahkan di negeri-negeri yang kaya akan kekayaan alam, namun mereka tak berdaya, dengan mudah negeri mereka diduduki dan dijajah, lihatlah Afghanistan dan Irak. Mereka ditindas hanya karena satu alasan, yakni karena mereka Muslim; persis seperti orang-orang kafir Qurays dulu memperlakukan Nabi saw. dan para Sahabatnya ketika di Makkah. Mereka sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memunculkan Islam, bahkan sekadar menampilkan identitas mereka sebagai Muslim. Sebaliknya, kaum Muslim yang tinggal di negeri-negeri di mana mereka mayoritas pun, hukum-hukum Islam tidak bisa ditegakkan. Kaum Muslim yang berpegang teguh pada aturan-aturan Allah SWT disisihkan. Mereka yang konsisten dalam perjuangan menegakkan syariat Islam terus-menerus difitnah dengan berbagai cap yang menyudutkan seperti ekstremis, radikal, fundamentalis, bahkan teroris! Akibatnya, aspirasi Islam dibungkam dan para pejuangnya pun diburu, dijebloskan ke penjara, bahkan dibunuh. Kaum Muslim saat ini hidup tertekan dalam “penjara besar”, yakni negeri mereka sendiri, yang telah dikuasai oleh sistem kufur yang dikontrol oleh negara-negara kafir Barat imperialis. Posisi umat Islam yang pernah mengalami masa kejayaannya sejak zaman Nabi saw. sampai Kekhilafahan Ustmaniyah di Turki yang terakhir pada tahun 1924. Apalagi setelah Peristiwa 11 September 2001, Islam dan kaum Muslim betul-betul menjadi 'bulan-bulan' AS dan sekutu-sekutunya. Inilah masa-masa yang paling tragis yang dialami kaum Muslim saat ini. Besarnya jumlah kaum Muslim justru hanya menjadi 'makanan empuk' orang-orang kafir yang rakus.
Keadaan ini persis seperti yang diramalkan oleh Rasulullah saw. beberapa abad yang lalu:
"Berbagai bangsa akan mengerubuti kalian sebagaimana orang-orang rakus mengerubuti makanan." Seseorang bertanya, "Apakah karena jumlah kami sedikit pada saat itu?" Rasul saw. menjawab, "Kalian pada saat itu bahkan berjumlah banyak. Akan tetapi, kalian seperti buih di lautan. (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Renungan
Dari paparan di atas, jelaslah bahwa Hijrah Nabi Muhammad saw. selayaknya dijadikan oleh kaum Muslim sebagai momentum untuk segera meninggalkan sistem Jahiliah, yakni sistem kapitalis-sekular yang diberlakukan saat ini, menuju sistem Islam. Apalagi telah terbukti, sistem kapitalis-sekular yang jahiliah itu telah menimbulkan banyak penderitaan bagi kaum Muslim, di samping menjadi alat bagi Barat (AS) yang kafir untuk menindas kaum Muslim.
Karena itu, momentum Hijrah sejatinya menjadi momentum kembalinya sistem Islam ke tengah-tengah kaum Muslim. Kembalinya sistem Islam, yang berarti kembali diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan, tidak mungkin terwujud kecuali dalam institusi Daulah Khilafah Islamiyah. Karena itu, perjuangan menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah harus terus digulirkan dan menjadi agenda utama seluruh komponen umat Islam saat ini. Hanya dengan Daulah Khilafah Islamiyah-lah umat Islam akan kembali menjadi umat terbaik, sebagaimana firman-Nya:
Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran [3] 103).
Hanya dengan Daulah Khilafah Islamiyah pula, janji Allah SWT akan segera terwujud, sebagaimana firman-Nya:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; sungguh-sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka; dan sungguh-sungguh akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. (QS an-Nur [24]: 55).

Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. []
(dikutip dari: immaro.multiply.com. beberapa kata dan angka sudah mengalami perubahan)

Sabtu, 27 Desember 2008

Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajjal

Ust. Ihsan TanjungHari ini kita berkumpul di tempat ini untuk merayakan suatu hari penting dalam setiap tahun. Hari ini, saudara-saudara kita para tamu Allah sedang melontarkan batu jamaraat di Mina. Kemarin mereka, para tamu Allah telah melakukan puncak ibadah haji yaitu wuquf di Arafah. Perjalanan haji merupakan simbol perjalanan panjang hidup seorang hamba menuju Allah SWT, di dalamnya terdapat banyak simbol-simbol tantang makna kehidupan sebagai hamba Allah.
Simbol pertama ada pada Kalimat TalbiyahSetiap tamu Allah diminta untuk membiasakan dan selalu mengucapkan kalimat talbiyah. Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik. Innal Hamdah, Wan Nematah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka Labbaik?Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah , aku datang memenuhi panggilan Mu , aku datang memenuhi panggilan Mu tidak ada sekutu bagiMu, aku datang memenuhi panggilan Mu ?.Ketika kalimat ini diucapkan seorang tamu Allah, sebenarnya ia sedang mengingatkan dirinya akan niat hidupnya di dunia. Hidup ini harus selalu dilandasi niat memenuhi panggilan Ilahi Rabbi, sebagaimana dalam melaksanakan ibadah haji niat kita harus dilandasi motivasi memenuhi panggilan Allah semata, bukan mengejar gelar haji, atau berdagang apalagi bertamasya. Begitu juga hendaknya niat hidup kita di dunia hanya demi menggapai ridho Ilahi. Bukan untuk mengejar kekayaan, pangkat, kekuasaan, atau popularitas. Kalimat talbiyah memastikan kelurusan niat dalam menapaki segala langkah hidup di dunia. Inilah makna firman Allah SWT : ?Maka bersegeralah menuju Allah.? (QS Adz-dzaariyaat ayat 50)
Simbol kedua pada makna mengenakan pakaian ihramBerihram di dalam ibadah haji merefleksikan pentingnya kesetaraan antar hamba Allah di dalam menjalani hidup ini. Seorang yang berihram akan sadar bahwa sebenarnya semua manusia itu sama, yang membedakannya hanyalah ?pakaian? mereka. Ia tak terkecoh akan keaneka-ragaman baju duniawi yang dikenakan manusia. Ia tidak mudah silau dan minder berhadapan dengan orang yang ditakdirkan Allah menjadi kaya, berkuasa, atau masyhur. Dan sebaliknya, ia tidak memandang dengan hina dan sombong pada orang yang Allah takdirkan berkekurangan, menjadi rakyat kecil atau manusia biasa. Karena itu semua pada hakikatnya hanyalah perbedaan semu yang ada di dunia fana ini. Ia selalu menilai sesama manusia berdasarkan firman Allah : ?Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.?( QS Al-Hujurat ayat 13). Sedangkan tingkat ketaqwaan setiap orang hanya Allah yang Maha Tahu. Tak seorangpun dapat mengetahui tingkat ketaqwaan orang lain, termasuk ketaqwaan dirinya sendiri.
Simbol ketiga terdapat pada kegiatan Tawaf mengelilingi Ka?bahTawaf secara teratur mengelilingi Ka?bah Musyarrafah mencerminkan pentingnya menjaga konsistensi hidup di dalam orbit ketaatan kepada Allah SWT. Dalam Tawaf seseorang perlu menjaga laju langkahnya dengan orang lain. Bila terlalu cepat maka ia akan menabrak orang lain di depannya. Bila terlalu lamban ia akan ditabrak pelaku tawwaf di belakangnya. Seperti bulan mengitari bumi. Dan bumi bersama planet-planet lain mengitari matahari. Masing-masing benda-benda langit tersebut berjalan mengitari orbitnya, sesuai apa yang diperintahkan Allah kepada mereka (QS 36: 36-40). Sedangkan kita manusia, berjalan dalam orbit Allah yang disimbolkan dengan Ka?bah.. Inilah makna Firman Allah SWT : ?Sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.? (QS Al An?aam ayat 162). Apapun profesi seseorang ia harus selalu menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai fokus sentral kehidupannya. Sehingga tidak saja profesi itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, tetapi yang lebih penting lagi, bahwa profesi tersebut memperoleh legitimasi Rabbani karena dilandasi niat memenuhi perintah Allah, dilaksanakan sesuai syari?atNya dan digunakan di jalan Allah SWT.
Simbol keempat ada pada aktifitas melontar jumrahMelontar jumrah merupakan salah satu rangkaian kegiatan ibadah haji yang mencerminkan sikap penentangan para hamba Allah terhadap iblis beserta kroni-kroninya. Suatu bentuk konfrontasi abadi antara pembela kebenaran (ahlul-haq) melawan pembela kebatilan (ahlul-batil) hingga yaumul-qiyamah. Setiap muslim perlu menyadari bahwa di dalam kehidupan ini selalu ada pertentangan. Betapapun inginnya seseorang menyaksikan perdamaian wujud di dunia, namun ia tidak pernah boleh lupa akan hakikat firman Allah SWT : ?Sesungguhnya syaitan itu bagi kalian adalah musuh, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.?(QS Faathir ayat 6) Setiap muslim hendaknya selalu menyadari adanya hakikat konfrontasi di dalam kehidupan di dunia. Ada kawan dan ada lawan. Dan ia tidak dibenarkan menjadikan musuh menjadi sahabat atau teman kepercayaan, juga ia tidak dibenarkan meragukan, mencurigai, apalagi memusuhi sesama saudara mu?min-muttaqin. Dan bahwa dirinya selalu dituntut memiliki kesiapan untuk berpihak kepada kaum beriman. Sambil menolak berkompromi dengan musuh Allah . Ia dituntut untuk rela melempari musuhnya dengan batu sebagaimana musuhnya tak henti berkonspirasi untuk menjerumuskannya ke dalam lubang api neraka.
Simbol kelima ada pada fenomena berdatangannya manusia dari segenap penjuru duniaIbadah haji yang diselenggarakan setahun sekali dihadiri jutaan jama?ah haji dari segenap penjuru dunia. Ummat Islam dari berbagai bangsa, suku, warna kulit, bahasa, dan status sosial ekonomi datang dan berkumpul untuk memenuhi panggilan Allah SWT Pencipta mereka. Ini merupakan realisasi firman Allah : ?Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.?(QS Al Hajj ayat 27) Keaneka-ragaman kaum muslimin di tanah suci menyadarkan ummat Islam bahwa mereka merupakan ummatan wahidan (ummat yang menyatu) sedunia. Apapun perbedaan yang ada, di tanah suci mereka berkumpul untuk melakukan rangkaian aktifitas yang sama, dengan seragam yang sama dan menyerukan kalimat yang sama. Mereka berkumpul dengan kesatuan hati menghamba kepada Allah SWT Pencipta mereka. Sehingga di dalam kehidupan nyata hendaknya mereka mengupayakan munculnya ruhul jama?iy (spirit kebersamaan) di dalam segenap aspek kehidupan. Hendaknya mereka tidak sibuk mengembangkan persatuan dan kesatuan sebatas lingkup kesamaan etnis, suku, bangsa, tanah-air, warna kulit atau bahasa semata. Apalagi sebatas kesamaan organisasi atau partai. Manusia hendaknya sadar bahwa keislaman dirinya, sama dengan keislaman orang lain yang berbeda etnis, sukubangsa, warna kulit, organisasi, partai dsb. Bahkan islamnya itupun sama dengan islamnya alam semesta dan seluruh isinya. Jika alam semesta saja dapat bersatu dalam ketundukan (keislaman) kepada Allah SWT, mengapa ummat Islam tidak dapat bersatu dan bantu membantu bekerja sama dalam ketundukan (keislaman) yang serupa? Sedangkan kaum penentang Allah juga berusaha bersatu bantu membantu tanpa pandang bangsa, hanya karena mereka ingin menghancurkan agama Allah dan pengikut-pengikutnya. Sudah saatnya umat Islam mewujudkan persatuan Islam yang sebenarnya, sebagaimana yang setiap tahun selalu disimbolkan dalam ritual haji ini. Sudah saatnya umat Islam memunculkan satu Imam, sebagaimana mereka biasa mempunyai satu Imam dalam setiap sholat berjama?ah mereka. Sudah saatnya persatuan itu tidak saja berskala lokal atau nasional tetapi bahkan internasional. Suatu bentuk konsolidasi umat manusia yang didasarkan pada semangat ketaatan beribadah kepada Allah SWT, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa jagat raya. Suatu perhimpunan manusia yang bernuansa kesetaraan (egaliter). Dan suatu keterpaduan jaringan kerjasama kaum yang beriman kepada Ar Rahman (hizb-Allah) dalam berhadapan dengan networking kaum pembangkang terhadap Ilahi Robbi (hizb-asysyaithan). Dari sekian banyak kegiatan manasik haji terdapat suatu bentuk kegiatan yang paling istimewa yaitu wuquf di Arafah. Nabi Muhammad saw bersabda :
Simbol keenam ?Haji adalah (wuquf) di Arafah?Diantara simbol-simbol yang lain, namun simbol keenam ini, yaitu Wuquf di Arafah, adalah yang terpenting. Tidak sah haji seseorang tanpa melakukan wuquf di Arafah. Betapapun banyak atau bagusnya seseorang melakukan tawwaf keliling Ka?bah, sa?i antara Shafa dan Marwah, melontar jumrah dan berbagai aktifitas haji lainnya, namun tetap saja hajinya dianggap tidak sah jika tidak mengikuti wuquf di Arafah. Wuquf berasal dari kata ?waqf? yang berarti berhenti atau berdiam diri. Apakah yang direfleksikan oleh kegiatan ini bagi kehidupan manusia ? Wuquf merefleksikan betapa pentingnya manusia dari waktu ke waktu melakukan kegiatan ?stop and think? (berhenti sejenak untuk berpikir). Hal ini sangat penting karena kegiatan rutin sehari-hari seringkali tanpa sadar menyebabkan kita terjebak ke dalam suatu pola kehidupan mekanistik. Setiap hari pergi ke kantor atau tempat kerja, kemudian bekerja keras mengejar karir, dan sore hari pulang ke rumah dalam keadaan sudah letih, dan kemudian esok harinya berulang lagi seperti kemarin. Segala rutinitas ini semakin lama semakin membuat kita ?lupa diri? . Berbagai jerih payah yang telah kita kerahkan malah menyebabkan hidup ini menjadi semakin kering. Kita sudah tidak tahu lagi untuk apa kita bekerja mengejar karir dan menumpuk materi, karena semakin hari kita semakin mengejar karir yang lebih tinggi lagi dan mengejar materi yang lebih banyak lagi. Terus berputar tanpa sadar akan dibawa kemana oleh hidup ini. Manusia menjadi kehilangan makna sejati hidupnya di dunia ini. Ia kehilangan orientasi/arah dan bergerak bagaikan robot otomatis. Ia ibarat seorang pengendara kuda di padang pasir luas sambil melamun, tanpa sadar sudah tersesat jauh tanpa tahu ke arah mana jalan pulang. Maka wuquf inilah saatnya dimana kita memperbanyak introspeksi dan perenungan, dalam taqarrub ilaAllah. Diharapkan seorang hamba Allah yang wuquf mampu mencari dan merenungkan arti kehidupannya . Juga ia mampu mengingat kembali apa tujuan hidupnya yang sejati. Ia ingat darimana ia berasal dan ke mana ia akan kembali. Ia juga mengevaluasi mana-mana arah langkahnya yang sudah benar dan mana-mana yang ternyata sudah menyimpang dari jalan Allah. Ia Insya Allah bertekad untuk memperbaharui hidupnya. Hendaknya kita yang tahun ini tidak berangkat wuquf di Arafah, juga merenungkan kembali makna-makna hidup dan simbol-simbol yang ada dalam ritual haji, yang merupakan pelajaran bagi manusia dari Rabbnya. Juga hendaknya kita melakukan tafakkur tentang perjalanan ummat Islam karena kita sendiri merupakan bagian dari umat ini dan hidup di tengah-tengahnya. Bahkan marilah kita luaskan lebih jauh lagi tafakkur kita kepada skala ummat manusia sedunia di mana kita juga bagian darinya. Marilah kita merenungi tentang hakikat perjalanan masyarakat dunia modern ini. Benarkah ia layak disebut sebuah masyarakat yang beradab (civilized society)? Padahal moral manusia semakin merosot, pembunuhan semakin banyak, perbuatan-perbuatan amoral semakin dilegitimasi? Ataukah ia lebih pantas dijuluki sebagai ?godless civilization? (peradaban tidak bertuhan). Benarkah kita telah menjadi suatu masyarakat global yang menjunjung tinggi kebebasan, keadilan dan kesetaraan dalam arti yang sebenarnya? Kesetaraan berlaku bagi negara-negara yang kuat dan kaya yang bergabung di dalam kelompok G-7 dengan AS sebagai panglima tertinggi, sementara marginalisasi diterapkan bagi negara-negara berkembang umumnya, dan negeri kaum muslimin khususnya? Kita tahu dan kita dengar bahwa hak asasi manusia diperjuangkan dengan standar ganda untuk bangsa tertentu, kalangan tertentu, golongan tertentu belaka. Siapapun yang tidak termasuk ke dalam golongan itu, seolah tak punya hak hidup. Lihatlah bagaimana negeri yang dijuluki kampiun Hak Asasi Manusia, masih saja menerapkan standar ganda baik bagi minoritas warganegaranya maupun bagi negara lain yang bukan golongannya. Tampaknya sudah tiba saatnya bagi kita selaku umat Islam untuk menyadari bahwa masyarakat dunia dewasa ini sedang dikendalikan bahkan didominasi oleh pihak yang bukan kaum beriman (kafirin). Bahkan tampaknya kian hari kian nyata bahwa mereka berkomplot di dalam suatu jaringan kebatilan dan terus berusaha untuk memadamkan cahaya Allah dan nilai-nilai fitrah secara terencana dan sistematis. Setiap hari kita dapat menyaksikan usaha-usaha pemurtadan dalam berbagai bentuk. Media elektronik menyajikan berbagai acara yang mempropagandakan semua jenis kemaksiatan : seks bebas, penipuan, intrik politik, penganiayaan, pembunuhan, bahkan klenik versi barat dan timur, lengkap dengan segala khurafatnya. Media cetak juga tak kalah serunya dalam usaha-usaha ini, sampai-sampai mereka harus bersaing keras diantara sesamanya dengan cara : ?siapa yang paling ?panas? ia yang paling laku, siapa yang paling paling ?heboh?, ia yang paling laris.? Bad news is good news. Kebodohan rakyat perlu diberantas, namun para guru dan dosen tidak mendapat penghargaan semestinya. Ummat masih memerlukan bimbingan dan arahan yang benar untuk memperbaiki akidah, ibadah dan akhlaknya, namun para ustadz, para kyai dan ulama disuap dan dibujuk untuk berdakwah sesuai dengan kemauan mereka yang sanggup menguasai dan membayar mereka. Naudzubillahi mindzalik. Kemiskinan rakyat harus diatasi, namun para orang kaya sibuk mendekati para petinggi untuk merampok uang negara dan semakin menyengsarakan rakyat dengan semakin mempersulit pemerataan modal dan kesempatan bagi rakyat miskin. Reformasi talah disepakati, namun nyatanya para pemimpin masih melestarikan berbagai penyakit masa lalu dengan dalih ?masa transisi?. Bahkan kini mereka melibatkan rakyat untuk segala aktifitas intrik politik yang sebenarnya hanya menguntungkan golongan elit. Rakyat dijadikan senjata untuk saling berhadapan satu sama lain. Padahal jika para elit tersebut berkuasa, belum tentu rakyat yang telah ikut berkorban juga akan ikut menikmati kemakmuran bersama elit yang dulu memakai mereka sebagai senjata. Apakah itu yang dinamakan pemimpin? Apa bedanya para pemimpin semacam itu dengan penjajah asing di masa lalu seperti Belanda dan Jepang? Apakah ini hasil yang diharapkan oleh para syuhada yang berjuang memerdekakan negeri ini sambil menyeru kalimat Allahu Akbar ! Saat ini bahkan negeri kita semakin terjerat oleh hutang yang luar biasa yang tak akan terbayar oleh 10 generasi sekalipun. Para pemimpin masa kini, bukannya mengajak rakyat untuk bangkit berusaha dengan keteladanan yang baik, malah mereka mengajak rakyat menjadi pengemis kepada negara-negara bekas penjajah kafir dahulu. Kaum kafir musuh-musuh Allah dengan sombongnya mempermainkan negeri ini seperti pengemis buruk yang hina. Dengan seenaknya mereka memberikan berbagai syarat yang berat dan mencampuri berbagai urusan dalam negeri hanya untuk beberapa juta dolar yang di riba-kan dengan bunga yang tinggi. Kita sampai-sampai memandang IMF dan Bank Dunia sebagai dewa penolong yang tidak boleh dibuat marah atau kecewa. Kemudian kita memberikan kepada mereka ?sesajen-sesajen? berupa sumber daya alam kita yang ditukar dengan harga yang sangat murah. Luar biasa kejamnya! Dan pada puncaknya, berbagai musibah datang silih berganti. Berbagai penderitaan dan penganiayaan dialami rakyat Indonesia dan ummat Islam sedunia. Konspirasi yang ditimpakan orang-orang kafir terhadap harta, benda, jiwa dan kampung halaman ummat Islam di Maluku, Aceh, Kalimantan Tengah dan sebagainya, sebenarnya merupakan ujian dari Allah yang sedang memperingatkan kita agar kembali kepada Allah, baik di dalam urusan aqidah, peribadatan, akhlaq maupun perundang-undangan!!! Masih ditambah lagi dengan musibah alam berupa angin topan, longsor, banjir, gunung meletus seolah para pasukan Allah di alam semesta ini ingin memperingatkan manusia agar hanya menghambakan diri kepada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Adil dan Perkasa, Pemilik sebenarnya alam semesta ini. Adakah pemimpin ummat saat ini mampu mengajak ummat kepada ampunan Allah? Apakah kita mendengar mereka, para pemimpin ummat di negeri, ini berteriak memohon ampunan dan pertolongan Allah semata? Malah kita dengar mereka semakin menghiba dan mengharap pertolongan orang kafir. Apakah kita butuh pertolongan dari selain Allah? Bahkan, jika itu yang kita lakukan, maka azab Allah akan datang disebabkan dosa kita menjadikan pihak lain sebagai tandingan bagi Allah ! Menyadari situasi yang kita hadapi saat ini, timbul pertanyaan besar dalam diri kita masing-masing : mengapa kita umat Islam mudah tertipu dan terjebak dengan apa-apa yang palsu dan hanya kulit-kulit saja, sambil melupakan apa yang esensi dan inti? Kita hidup di zaman yang penuh fitnah, dimana syetan telah sanggup menyesatkan sebagian besar umat manusia dan telah berhasil mengelabui mereka dengan berbagai tipuan-tipuan canggih. Para sekutu setan telah sanggup menguasai opini dunia, sehingga seolah-olah sistem kepalsuan atau sistem Dajjal yang dibuatnya telah menguasai sebagian bumi Allah sambil mengisinya dengan segala bentuk kemaksiatan. Memang dewasa ini kita hidup dalam ajang perebutan pembentukan opini umum. Setiap hari kita dijejali berbagai penjungkir-balikan nilai. Dalam sistem moral-sosial: segala gaya hidup hedonistik gaya artis barat yang sarat maksiat dipoles menjadi sesuatu yang tampak baik, menyenangkan, membanggakan, bahkan layak ditiru. Dalam sistem bernegara: negara penjajah dan penindas seperti israel dianggap sebagai negara rujukan. Dalam sistem ekonomi: riba dianggap sebagai keuntungan (profit) dan berhutang dianggap sebagai prestasi dan gengsi. Semua semakin menjerat kita ke dalam sistem mereka, sistem dajjal sang penipu. Sedangkan sebaliknya, berbagai syari?at Allah Yang Maha Suci ditampilkan sebagai perkara yang menakutkan, kolot, memecah persatuan bangsa, tidak demokratis, bahkan dianggap melanggar hak asasi manusia. Bahkan manusia demikian beraninya mengatakan bahwa semua agama itu sama, dan bahwa orang-orang yang memiliki pemahaman semacam itu malah dianggap ?cerdas secara spiritual?. Padahal itu sama dengan mengatakan bahwa Allah telah salah ketika berfirman bahwa Agama yang diridhai di sisiNya hanyalah Islam dan barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima. Na?uudzubillahi min dzaalik!!! Itulah hakikat dajjal sang penipu dengan seluruh sistem pendukungnya, yaitu sesuai dengan makna kata ?dajjal? yang berarti penipu atau pemalsu. Sebagaimana dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW menurut riwayat Imam Bukhari dan Muslim: ?Sesungguhnya Dajjal akan keluar membawa api dan air, adapun yang dilihat orang sebagai air maka itulah api yang membakar. Sedangkan yang dilihat orang sebagai api maka itulah air yang dingin segar. Maka barang siapa yang mendapatinya dari kamu hendaknya masuk ke dalam apa yang dilihatnya berupa api, sebab itu sesungguhnya air yang menyegarkan.? Kita belum lagi bertemu dengan oknum dajjal yang bakal muncul di akhir zaman sesaat sebelum kiamat, tetapi pada hakikatnya saat ini kita sudah hidup di dalam sistem kehidupan yang dibangun dan dipersiapkan untuk menerima datangnya dajjal yang sebenarnya. Dajjal-dajjal kecil telah muncul. Mereka yang berbaju seolah orang baik, cendekiawan, dermawan, bahkan ulama atau kyai, tetapi kelakuan mereka sesungguhnya adalah kelakuan penipu dan perusak . Jika sebagian besar kita masih mudah terkecoh oleh berbagai tipuan dunia dan sistem dajjalnya, itu adalah karena kita belum benar-benar memahami dan menyadari hakikat pertarungan abadi antara yang haq (benar) dan batil (salah). Kita masih sering lupa bahwa syetan dan golongannya adalah musuh hakiki yang tak pernah berhenti berusaha menyesatkan kita dengan cara menipu dan mengintimidasi. Kita belum lagi menempatkan secara benar yang musuh sebagai musuh dan teman sebagai teman. Juga bahwa kita sudah seringkali mengesampingkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan menggantikannya justru dengan nilai batil dari sistem Dajjal. Ini semua sudah menjadi bagian dari sunnatullah yang tak pernah berubah, yaitu bahwa syetan akan muncul di akhir zaman sebagai Al Masih Ad Dajjal (Sang Penyelamat Penipu). Rasulullah saw bersabda: ?Tidak ada fitnah yang lebih besar dari pada fitnah Dajjal? (Fathul Barri 13:103) ?Dajjal akan keluar di akhir zaman pada waktu agama sudah diabaikan dan ilmu agama sudah ditinggalkan orang.? (Musnad Imam Ahmad) Apakah kita akan terus membiarkan diri terjerat ke dalam sistem Sang Penipu ini? Apakah kita akan membiarkan diri larut dalam pusaran orbit kehampaan yang berakhir di lubang neraka? Apakah ketika kelak Al Masih Ad Dajjal yang sesungguhnya muncul kita tanpa sadar sudah menjadi pengikutnya? Naudzubillahi mindzalik. Nabi SAW mengajarkan kita sebuah do?a : ?Ya Allah kami berlindung kepada Engkau dari azab jahannam, dan azab kubur dan dari fitnah al-masih dajjal dan dari fitnah kehidupan dan kematian.? (HR Ibnu Majah) Dalam menghadapi hari-hari yang semakin berat dengan semakin dekatnya akhir zaman, hendaknya kita mengisi hidup dengan makna sejati talbiyah, tawwaf, ihram, jumrah dan wuquf. Hanya dengan kembali kepada Allah dengan segenap aturan dan hukumNya kita akan selamat dari fitnah yang semakin mengerikan di akhir zaman ini. Sebagaimana firman Allah swt : ?Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak akan mendatangkan kemudharatan kepadamu.? (QS Ali ?Imran ayat 120) ?Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertwakkal kepada tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan syetan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. ?(QS An-Nahl ayat 99-100) Semoga Allah swt membimbing kita bersama agar menjadi orang-orang yang hanya beriman dan bertawakkal kepadaNya. Sehingga kita tidak terkecoh menjadikan syetan beserta kroni-kroninya sebagai pemimpin. Amin yaa rabbal ?aalamiin. (Pks)

sumber : swaramuslim.net

Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

Oleh Qosim Nursheha Dzulhadi *)Dalam situs pribadinya, Ulil Abshar-Abdallah menulis satu artikel tentang cara membaca Kitab “Suci” –baik Al-Qur’an maupun yang lainnya. ( Memahami Kitab-Kitab “Suci” secara non-apologetik ). Dalam artikelnya itu, Ulil menolak pembaca Kitab “Suci” secara apologetic. Karenanya dia mengusulkan bagaimana membaca kitab “suci” itu secara non-apologetik. Dia merasa terganggu oleh kalangan umat Islam yang banyak menunjukan kontradiksi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Karena menurutnya, itu hanya usaha untuk menunjukkan kehebatan Al-Qur’an. Artikel ini, hemat penulis, perlu dicermati karena menyangkut otentisitas Al-Qur’an. Selain itu, ada semacam usaha Ulil untuk “menyamakan” antara Al-Qur’an dengan kitab-kita agama lain –khususnya Bible. Di sini akan penulis kutip beberapa pernyataan Ulil yang penting untuk dikritisi.Di awal artikelnya, Ulil menulis: “SAYA sering terganggu oleh sikap beberapa kalangan Muslim apologetik yang dengan mudah menunjukkan adanya kontradiksi dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru. Dengan gigih sekali mereka mencoba memperlihatkan bahwa dalam dua kitab “suci” itu tersua sejumlah pertentangan internal.Usaha itu bukan tanpa tujuan: yaitu untuk menunjukan kehebatan Quran sebagai Kitab “Suci” yang paling baik, solid, koheren, logis, tidak mengandung pertentangan internal apapun. Lalu mereka mengutip sebuah ayat dalam Quran yang terkenal, “Afala yatadabbarun al-Quran, wa law kana min ‘indi ghair al-Lahi lawajadu fihi ikhtilafan katsira.” (4:82) Artinya: Apakah mereka tak merenungkan secara mendalam mengenai Quran itu; seandainya ia berasal dari selain Tuhan, maka sudah pasti mereka akan menjumpai banyak pertentangan di dalamnya.Hal serupa juga ada pihak Kristen (dan juga Yahudi). Saya banyak sekali menjumpai buku-buku apologetika Kristen (juga Yahudi) yang menunjukkan adanya sejumlah pertentangan internal dalam Quran.”Dia juga menulis:
Tanpa mengurangi penghormatan saya pada kepercayaan teman-teman Muslim yang lain mengenai Quran, sejauh menyangkut kontradiksi, dalam Quran banyak sekali kita jumpai kontradiksi dan pertentangan internal. Bukan hanya itu, dalam hampir semua Kitab “Suci” selalu akan kita jumpai kontradiksi semacam itu. Tugas penafsirlah untuk melakukan “harmonisasi” agar pertentangan itu bisa “dihaluskan” (explained away) atau malah dihilangkan sama sekali. Orang yang datang dari luar tradisi Islam (terutama orang Kristen), misalnya, dan ujug-ujug langsung membaca Quran, kemungkinan akan terperanjat, karena Quran di matanya boleh jadi mirip sebuah “jumble mumble”, atau kitab yang sama sekali tanpa struktur, temanya loncat-loncat tanpa aturan, seperti sebuah buku yang tak diedit dengan baik, dan mengandung banyak kontradiksi di dalamnya. Dia akan cenderung membandingkan Quran dengan Kitab Perjanjian Lama yang lebih memiliki struktur naratif yang rapi. Hal yang sama terjadi pada orang yang datang luar tradisi Kristen (misalnya seorang Muslim), lalu ujug-ujug membaca Kitab Perjanjian Lama atau Baru, boleh jadi dia akan menjumpai sejumlah kontradiksi internal dalam kitab itu, apalagi menyangkut gambaran Tuhan dalam Perjanjian Lama yang, mohon maaf, tampak aneh dan sama sekali tak masuk akal.”Tentang keimaman seoramg Muslim terhadap kitab-kitab lain, Ulil menyatakan bahwa “sorang Muslim percaya bahwa kitab-kitab sebelum Quran bersumber dari Tuhan yang sama. Tetapi, iman mereka pada kitab-kitab itu tak sama dengan iman mereka pada Quran. Meskipun mengimani Bibel, tetapi mereka memandang Kitab “Suci” itu sebagai buku yang “defektif” atau cacat.”Dua Catatan PentingAda catatan penting, penulis kira, yang harus dikemukan berkaitan dengan pendapat Ulil ini. Pertama, Ulil menyayangkan adanya kaum Muslimin yang melihat kitab-kitab agama lain secara “apologetik”. Ulil menginginkan agar hal ini tidak terjadi. Oleh karenanya, tidak boleh membaca kitab agama lain dengan “prasangka buruk”. Di sini Ulil mungkin lupa bahwa kontradiksi dalam Al-Qur’an merupakan hal yang mustahil ditemukan. Oleh karenanya, ayat yang dikutip oleh umat Islam di atas adalah “tantangan” Allah s.w.t. bagi orang kafir, jika mereka mengklaim bahwa Al-Qur’an bukan dari Allah s.w.t. Masalah susunan Al-Qur’an yang tidak rapi dan tidak tertib, tidak jadi persoalan. Justru di situ letak keunikan Al-Qur’an. Studi-studi ulama Islam lewat tafsir tematik (al-tafsir al-mawdhu’iy) menyimpulkan harmonitas ayat-ayat Al-Qur’an. Imam al-Biqa’i (w. 885 H), misalnya, sangat “piawai” dalam mengharmoniskan surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsirnya ‘Nazhm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar’.Dan jika Ulil melihat bahwa Bible lebih naratif dan rapi, itu karena Ulil tidak membaca Bible secara kritis. Jika Al-Qur’an di balik ketidakrapiannya justru ayat-ayatnya “harmonis” (tidak saling kontradiktif), dalam Bible justru sebaliknya. Terkesan “rapi” dan “naratif” tapi malah tidak karuan ayat-ayatnya. Sebagai contoh: dalam Kitab Keluaran dijelaskan bahwa Musa mengetahui “kapan dan dimana” dia meninggal dan dikuburkan. Tentu saja ini bertentangan dengan realitas. Dengan begitu, ayat Perjanjian Lama (Torah) ini mengesankan bahwa bukan Musa yang menulisnya melainkan orang ketiga. Ini lah kemudian yang dikritik oleh Baruch Spinoza (1632-1677). Atau beberapa ayat yang saling bertentangan. Misalnya, dalam kitab Ulangan (12: 9-10) bahwa hukum Taurat ditulis oleh Musa.” Ini jelas kata orang ketiga, bukan kata Musa. Dalam kitab Kejadian juga (22: 14) disebutkan bahwa gunung Moria dinamai dengan gunung Allah. Padahal nama ini baru dipakai setelah pembangungan kuil dimulai, yaitu setelah zaman Musa. Bahkan Musa tidak pernah menunjukkan tempat yang dipilih oleh Allah, dia hanya meramalkan bahwa Allah akan memilih satu tempat yang memakai nama Allah. (Lihat, Baruch Spinoza, Kritik Bible, Terj: Salim Rusydi Cahyono, (Bekasi, Fima Rodheta, 2006: 47).Maka, merupakan hal yang wajar jika kedua umat yang berbeda itu saling tidak mengimani kitab orang lain. Walaupun berbeda dengan umat Islam, dan ini diakui oleh Ulil. Walaupun Ulil menambahkan bahwa umat Islam masih melihat bahwa kitab-kitab yang lain adalah “defektif” atau cacat. Pandangn ini bukan tanpa dasar. Allah sendiri yang menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa kaum Ahli Kitab “terbiasa” melakukan distorsi terhadap kitab “suci” mereka. (Lihat, Qs. Al-Baqarah [2]: 75; al-Nisa’ [4]: 46; al-Ma’idah [5]: 13 dan 41). Dan banyak ayat-ayat yang lainnya.Tentu pandangan ini sulit diterima oleh seorang Ulil. Karena dia menginginkan agar seorang Muslim –usulan Ulil—membaca Bible lewat kacamata orang Yahudi-Kristen. Di sisi lain –dan ini dapat dipastikan mustahil—Ulil menyeru agar mereka membaca Al-Qur’an sebagai umat Islam membacanya. Meskipun dia juga ‘mengejek’ umat Yahudi-Kristen dengan mengatakan, mohon maaf, tampak aneh dan sama sekali tak masuk akal. Solusinya, menurut Ulil, adalah mengikut nasehat Durkheim: “What I ask of the free thinker is that he should confront religion in the same mental state as the believer… He who does not bring to the study of religion a sort of religious sentiment cannot speak about it! He is like a blind man trying to talk about colour.” (hal. xvii, dikutip dari pengantar Karen E. Fields atas karya utama Durkheim, “Elementary Forms of Religious Life”).Dengan kata lain, saat membaca suatu Kitab “Suci” dari agama manapun, kita harus memiliki “religious sentiment” –meminjam istilah dari Durkheim itu– sebagaimana dimiliki oleh orang yang mengimani kitab itu. Jika kita kehilangan sentimen itu, maka kita akan melihat sejumlah pertentangan dalam kitab tersebut.Jika anda kebetulan seorang Muslim, cobalah sekali-kali anda membaca Quran dengan mengambil “jarak” sebentar, mencoba keluar dari sentimen keimanan yang selama ini anda miliki.Dalam keadaan sebagai seorang “skeptis sementara” itu, anda akan menjumpai sejumlah hal yang kontradiktif dan tak masuk akal dalam Quran. Sebagai contoh saja, dalam satu ayat dikatakan bahwa Tuhan tak menyerupai apapun, Laisa kamitslihi syai’un (42:11), tetapi dalam banyak ayat yang lain Tuhan digambarkan memiliki tangan, wajah, bahkan dalam hadis digambarkan pula memiliki jari-jari (ashabi’ al-rahman).Jika orang Islam keberatan dengan penggambaran tentang Tuhan yang “brutal” dan sangat antropomorfis dalam, misalnya, Perjanjian Lama, maka mereka sebetulnya lalai bahwa dalam Quran juga kita jumpai penggambaran yang kurang lebih serupa: Tuhan yang “brutal” dan antropomorfis.Bagaimana umat Islam bisa melewatkan begitu saja kisah tentang Nabi Nuh di Quran tanpa bertanya-tanya secara “kritis”: bagaimana mungkin Tuhan menenggelamkan seluruh umat manusia hanya karena mereka tak beriman kepada Nuh dengan sebuah banjir besar yang melanda begitu hebat? Apakah reaksi Tuhan semacam ini tidak keterlaluan? Mana sifat belas-kasih Tuhan? Baiklah, granted,Tuhan memang mempunyai sifat adil dan pengazab, selain sifat rahman dan rahim (kasih sayang).Tetapi mengirim banjir begitu hebat untuk mengazab seluruh manusia hanya gara-gara segelintir manusia tak beriman kepada Nabi Nuh — apakah azab seperti itu proporsional? (Jawab seseorang yang memiliki sentimen keagamaan tentu sudah bisa kita tebak: rasio manusia tak mampu memahami tindakan Tuhan).Banyak hal dalam Quran yang bisa kita persoalkan secara “kritis”, kalau kita mau sebentar melepaskan diri dari sentimen keimanan sebagai seorang Muslim.Itulah yang terjadi pada seorang Muslim yang membaca Bibel: karena mereka tak memiliki sentimen keagamaan seperti dimiliki oleh umat Kristen, maka mereka menjumpai banyak sekali kontradiksi dalam Kitab “Suci” itu, seraya lupa bahwa kontradiksi serupa bisa dijumpai dalam Quran.”Kedua, di sinilah letak ‘lucu’ dan rancunya logika berpikir Ulil. Dia memaksakan setiap pemeluk agama agar ikut ‘nasehat Durkheim’. Tentu saja amat sulit dilakukan. Merubah teologi semacam itu adalah absurd. Apalagi Ulil mengusulkan agar “sentimen” keimanan umat Islam dikeluarkan dulu –atau umat Islamnya yang keluar dari sentimen itu—agar membaca Al-Qur’an dengan kacamata dan hawa yang berbeda. Intinya, agar seorang Muslim dapat membaca dan menemukan kesan yang berbeda. Contohnya, seorang Muslim –menurut logika Ulil—agar mengetahui bahwa ternyata Allah juga dalam Al-Qur’an “brutal”. Di sini Ulil ingin mengatakan bahwa setiap agama –khususnya Islam—jangan mengklaim kitab sucinya yang paling benar. Karena di dalamnya terdapat banyak kontradiksi juga –sebagaimana halnya Bible.Sejatinya, Ulil terjebak logika orang “Kristen Liberal-Plural” yang ingin merelatifkan seluruh agama. Kenapa? Karena mereka “kebingunan”, sudah tidak ada lagi yang dapat dipertahankan dari agama mereka. Termasuk Bible, bahkan Yesus. Timbullah inisiafit “liberal” dari Knitter. Menurut Knitter, “All religions are relative—that is, limited, partial, incomplete, one way of looking a think.” Di sini Knitter ingin menyamakan semua agama: sama-sama relatif (tidak absolut), parsial (tidak global, tidak universal), tidak komplit (memiliki kekurangan), hanya memiliki satu cara pandang terhadap sesuatu. Oleh karena itu, menurut Knitter, pemeluk agama yang mengklaim agamanya “paling benar” adalah salah; ofensif dan berpandangan sempit. Dia menulis: “To hold that any religions is intrinsically better than another is felt tobe somehow wrong, offensif, narrowminded.” (Lihat: Paul Knitter, No Other Name, A Critical Survey of Christian Attitudes toward the World Religion, 1985), p. 23).Ulil kemudian memberi memberi contoh dengan ayat ‘laysa kamitsilihi sya’in’ yang dikaitkan dengan ayat-ayat yang menyatakan bahwa Allah punya “tangan”, wajah dan jari-jari. Di sini Islam punya konsep dan metode “takwil” dalam menyikapi ayat-ayat yang seperti itu. Ulama Islam dalam masalah akidah, punya konsep yang jitu dalam memahami ayat-ayat “sifat” (ayat al-shifat) dalam ranah ilmu Tawhid (al-‘akidah). Tidak ada yang rigid dalam Islam. Jika Ulil “rajin” membaca kitab-kita akidah, dia tidak akan terkejut ketika menemukan ayat-ayat yang seperti itu. Karena metode pemaknaannya sudah mapan. Sebagai contoh, untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang dianggap “problematis” (musykil), Imam Ibnu Qutaybah menulis buku yang sangat baik: ‘Ta’wil Musykil al-Qur’an’ dan ‘Ta’wil Musykil al-Hadits’.Ulil juga memberikan contoh tentang “kebrutalan” Allah lewat kisah umat nabi Nuh dalam Al-Qur’an. Apakah ini tidak keterlaluan? Tanya Ulil. Hal itu dipermasalahkan oleh Ulil, karena menurutnya “tidak proporsional”. Bagi orang yang faham Al-Qur’an, hal tersebut proporsional. Dan itu pun sudah lewat peringatan dari Allah. Bahwa orang-orang kafir pada zaman nabi Nuh jika tidak beriman kepada nabi Nuh akan ditenggelamkan. Dan “pemusnahan” ini pun lewat permohonan nabi Nuh (Qs. Nuh [71]: 26-27), bukan insiatif Allah per se. Bahkan ketika nabi Nuh ‘protes’ kepada Allah tentang anaknya yang ikut orang kafir dan juga ditenggelamkan oleh Allah, Allah menyatakan bahwa ilmu nabi Nuh tidak sampai untuk memahaminya. (Qs. Hud [11]: 25-47 dan al-Mu’min [23]: 27, 32-42). Konon lagi kita menuduh Allah –dan kita anggap ini kritis—“brutal” dan “tidak proporsional”. Sekelas nabi Nuh kah kita?Berbeda dengan Bible. Umat nabi Nuh ditenggelamkan karena Allah “menyesal” melihat manusia yang semakin banyak dan semakin jahat di atas permukaan bumi. Tuhan dalam versi Bible ini pun mengirimkan “banjir bandang” yang luar biasa. Bukanya itu, seluruh hewan yang ada di atas dunia dimusnahkan oleh Allah.
6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” (Kejadian 6: 4-7). Masya Allah. Tuhan apakah yang ada dalam Bible ini? Tentu sangat berbeda dengan kisah Nuh di atas. Setiap pasang hewan dibawa naik ke atas kapal oleh nabi Nuh, karena dia dan umatnya yang beriman akan mendirikan kehidupan yang baru di bukit Judi. Kisah nabi Musa yang “menyebrangi laut” pun membuat Ulil ragu. Karena dia terpengaruh oleh pemikirn Richard Dawkins dan Sam Harris. Dia bukannya mempertahankan bahwa keajaiban yang terjadi dalam Al-Qur’an adalah “mukjizat”, malah “membebek” kepada pemikiran skeptis seperti itu. Menyedihkan. Benar-benar menyedihkan jika ada seorang Muslim yang seperti itu. Apa yang tidak mungkin bagi Allah? Dalam beberapa ayat Al-Qur’an Allah menjelaskan bahwa jika DIA ingin melakukan sesuatu, cukup dengan ‘innama amruhu idza arada syai’an an yaqula lahu kun fayakun’. Nabi Ibrahim tidak terbakar, tentu “bukan dongeng”. Dan semuanya terjadi atas perintah dan kehendak Allah. Karena bagi Allah api itu “relatif”: bisa panas, dingin bahkan hangat kuku. Karena api adalah milik-Nya, bukan milik raja Namrudz. Urgensi Teologi ApologetikHemat penulis, teologi apologetik sangat diperlukan. Apakah akan menimbulkan kekerasan dan negatif? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Di Mesir sendiri, umat Kristen banyak mengamalkan ini, lewat metode yang mereka sebut dengan al-lahut al-dhifa’iy (teologi apologetik). Di satu sisi ini mungkin dianggap “ekslusif”, tapi di sisi yang lain ini akan menguatkan keimanan pemeluk agama masing-masing. Dan tradisi ini sudah lama diamalkan oleh kedua belah pihak, khususnya ulama klasik Islam.Penjelasan tentang sosok (pribadi) Yesus, misalnya, sudah dimulai oleh Ja’far ibn Abi Thalib ketika berhadapan dengan para pendeta Negus (Najasyi) di Abessinia (Ethiopia). Untuk mempertahankan dan membela kesucian Al-Qur’an dan akidah Islam, ulama kita kemudian banyak yang menulis buku-buku kristologi, seperti ‘Anti-Christian Polemic in Early Islam: Abu Isa al-Warraq Against the Trinity’ (edited and translated by David Thomas [The Bishop of Blackburn’s Adviser on Inter-Faith Relations], Cambridge-New York: Cambridge University Press). Dalam buku ini, Abu Isa al-Warraq mengkritik dogma Trinitas yang tidak masuk akal dalam agama Kristen; Abu Hamid al-Ghazali menulis al-Radd al-Jamil ‘ala Uluhiyyat ‘Isa bi Sharih al-Injil; Ibnu Taimiyyah menulis ‘al-Jawab al-Shahih liman Baddala Din al-Masih’; Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menulis ‘Hidayat al-Hiyara fi Ajwibat al-Yahud wa al-Nashara’; dan ‘Allamah al-Hindi menulis ‘Izhar al-Haqq’. Dari kalangan ulama kontemprer, misalnya, Ahmed Deedat menulis ‘The Choice: Islam and Christianity’; Syeikh Muhammad al-Ghazali menulis ‘Shaihah al-Tahdzir min Du’at al-Tanshir’; Ismail R. al-Faruqi menulis ‘Christian Ethics: A Historical and Systematic Analysis of Its Dominant Ideas’ (Kuala Lumpur: Pustaka Hidayah, ttp); Kamar Oniah Kamaruzaman menulis ‘Early Muslim Scholarship in Religionswissenchaft: The Works and Contribution of Abu-Rayhan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni’ (Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC: 2003). Dalam buku ini, Al-Biruni, setelah menjelaskan keempat Gospels yang ada (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes), “mengkritik” geneologi Kristus (Messiah). Kamar Oniah menulis: “Al-Biruni also highlights some discrepancies that are found among these Gospels, particularly those which pertain to the geneology of the Messiah, thereby indicating the inaccuracy of the information in them.” (Oniah, p. 159). Dan jika kita lihat Gospel yang berbicara tentang geneologi Kristus memang tidak akurat (Bandingkan: Matius 1: 6-16 dan Lukas 3: 23-31).Kerja-kerja kristologi seperti ini tentu akan membuka pintu dialog yang kritis. Sehingga akan muncul tanggapan dan sanggah yang kritis pula. Dengan catatan bahwa budaya kritik itu harus dibangun di atas “fakta dan data”, bukan berdasarkan sentimentil tanpa dasar. Dengan begitu, jalan menuju kebenaran pun semakin terbuka lebar. Buktinya dapat kita lihat, bagaimana Ahmed Deedat membuktikan kebenaran Al-Qur’an yang merespon berbagai penyimpangan dan distorsi dalam Bible. Hal itu membuka mata para pendeta dan pastor bahwa memang dalam kitab ‘suci’ mereka ada problem serius. Dan para ilmuwan dan kristolog Muslim di atas tentunya harus dijadikan sebagai “uswatun hasanah” dalam membela akidah Islam. Kesimpulannya, umat Islam –dan mungkin juga umat yang lain—sah-sah saja membaca kitab ‘sucinya’ sendiri maupun kitab suci orang lain secara “apologetik”. "
* Qosim Nursheha Dzulhadi, staf pengajar di pondok pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Penulis juga peminat Qur’anic-Hadith Studies and Christology. Sekarang sedang mengikuti Program Kaderisasi Ulama di Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), ISID-Gontor Ponorogo.

sumber : forum.swaramuslim.net

Selasa, 23 Desember 2008

MENYELAMATKAN JURU SELAMAT


oleh : Oleh : DR. H. Sanihu Munir, SKM, MPH. .

daftar Isi :



A. Pengertian Juruselamat

001. TANYA:
Apa arti kata "Juruselamat"?

JAWAB:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI , 1988, Juru Selamat berarti: 1) orang yang menyelamatkan atau bertindak sebagai penolong dalam kesukaran; 2) penyelamat


002. TANYA:

Apa yang dimaksud dengan "Juruselamat" dalam ajaran Kristen?

JAWAB:

Penyelamatan manusia melalui kematian atau darah Kristus, berdasarkan ajaran Paulus dan diperkuat oleh para pemimpin Gereja sesudahnya.

a. Paulus menyatakan bahwa semua orang berdosa .
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dunia oleh satu orang, dan oleh dosa Itu juga maut, begitulah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."
(Roma. 5:12).

b. Manusia dikuasai dan dikontrol oleh setan, sebagaimana dijelaskan oleh Minard J Erickson dalam bukunya "Christian Theology", halaman 793 .
"Satan established control over man... Satan now is the governing power in the world. As world ruler, his right can not simply be set aside."

(Setan menguasai manusia... Saat ini setan adalah yang berkuasa memerintah di dunia. Sebagai penguasa dunia, dia memiliki hak-hak yang tidak bisa dianggap sepele)

c. Setan hanya mau membebaskan manusia kalau ditebus dengan darah Kristus. Perhatikan pernyataan Paulus dalam Suratnya kepada jemaatnya di Efesus .
"Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu penebusan dosa" (Efesus 1:7)

Origen dalam "Commentary on Matthew 13:28" menjelaskan bagaimana setan menuntut darah Kristus sebagai tebusan untuk membebaskan manusia yang dia kurung.

"Now it was the devil that held us, to whose side we had been drawn away by our sin. He asked, therefore, as our price the blood of Christ"

(Sekarang setanlah yang membelenggu kita, dimana kita telah terasing jauh gara-gara dosa-dosa kita. Oleh karena itu dia menuntut darah Kristus sebagai tebusan kita).

d. Allah mencintai dan ingin menyelamatkan manusia .
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

Perhatikan pernyataan Paulus kepada jemaatnya di Korintus tentang bagaimana "taatnya" Allah kepada tuntutan Setan.

"Sebab kamu telah dibeli (oleh Allah) dan harganya telah lunas dibayar (kepada setan dengan darah Kristus): Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (I Korintus 6:20)

Dukungan Origen terhadap pernyataan Paulus tentang ketaatan Allah memenuhi tuntutan Setan ini dapat dilihat dalam komentarnya terhadap Matius 13 :28 dalam buku Christian Theology halaman 793:

"To whom this ransom paid? Certainly not to God. He would not pay a ransom to himself. Rather, it must have been paid to the evil one, for it was he who held us captive until the ransom, namely, the soul of Jesus, was paid... So the ransom was detemined by, paid for, and accepted by Satan"

(Kepada siapa tebusan ini dibayar? Sudah tentu bukan kepada Allah. Dia tidak mungkin membayar tebusan kepada dirinya sendiri. Akan tetapi ia haus dibayar (oleh Allah) kepada kejahatan. karena dialah yang membelenggu kita sampai tebusan, yakni nyawa Yesus, dibayar... Oleh karena itu tebusan ditetapkan, dibayarkan kepada dan diterima oleh Setan)


003. TANYA:

Dari mana Paulus mendapatkan ajaran penebusan dosa dengan darah Kristus ini?

JAWAB:
Paulus dilahirkan di Tarsus . Tarsus merupakan Pusat penyembahan Dewa. Mithra seperti yang dijelaskan oleh A.N. Wilson dalam bukunya "Paul the Mind of the Apostle" halaman 25:

"Archeologists show that Tarsus was a centre of keen Mithraic worship until the downfall of the Empire. The most distinctive feature of Mithraic worship is that the initiates either drank the blood of the sacred bull or drank a chalice of wine as a symbol representation of blood"

(Arkeolog memperlihatkan bahwa Tarsus adalah pusat kegiatan Penyembahan Dewa Mithra sampai dengan keruntuhan Kerajaan (Romawi). Ciri yang paling jelas dari penyembahan Dewa Mithra adalah upacara meminum darah sapi atau meminum secangkir anggur yang melambangkan darah).

Kalaupun orang tua Paulus adalah orang Yahudi yang mengharamkan darah, tetapi karena Paulus sejak kecil sudah terbiasa dengan upacara penyembahan berhala ini, sehingga baginya, darah sudah merupakan sumber kekuatan dan penebus dosa sesuai dengan ajaran penyembah Dewa Mithra dan Dewa Herakles.

Ini dapat kita saksikan dalam Suratnya kepada Jemaat di Korintus:

"Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kitapecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?" (1 Korintus 10:16)

" Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu." (Lukas 22: 19-20)

Ajaran ini sedemikian di dramatisasi sehingga Gereja tidak memberi peluang kepada mereka yang ingin menafsirkannya secara simbolis. Ini dapat dilihat dari keputusan Sidang Gereja di Trent sebagaimana dikutip Ralph Edward Woodrow dalam bukunya Babylon Mystery Religion, halaman 166, yang menyatakan sebagai berikut:

"The Council ordered pastors to explain that not only did the elements of the Mass contain flesh, bones and nerves as part of Christ, but also a whole Christ"

(Sidang Gereja memerintahkan para pastor untuk menjelaskan kepada jemaat bahwa dalam Misa, bukan hanya mengandung daging, tulang dan syarafnya Kristus, tetapi keseluruhan Kristus)
Dewa Herakles menyembelih sapi. Darahnya melambangkan kehidupan baru sesudah mati. (bangkit dari antara orang mati) Ajaran ini mirip dengan penyembah dewa Adonis di Siria, dewa Thammuz di Babilonia dan dewa Osiris di Mesir.

Setiap musim gugur, remaja Paulus menyaksikan upacara menyambut kematian dewa Mithra (dewa Matahari) yang akan mati selama musim dingin, dan kemudian akan hidup kembali pada tanggal 25 Desember setelah matahari mulai bergerak naik dari Garis Balik Selatan menuju musim semi. Dari prasasti purbakala yang ditemukan di Tarsus memperlihatkan bahwa Dewa Herakles yang mati dan bangkit kembali dianggap sebagai Juruselamat.


004. TANYA:

Apakah Allah mewahyukan ajaran Juruselamat kepada Yesus?

JAWAB:
Benar, Allah mengajarkan kepada Yesus tentang satu-satunya Juruselamat, yakni Allah sendiri, bukan diri Yesus.

"Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel , Tuhan semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6)

"Beginilah firman Tuhan, Penebusmu,..." (Yesaya 44:24)

"Tidak ada yang lain, tidak ada Allah (Tuhan) selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku " (Yesaya 45:21)

"Bukan setiap yang berseru kepada-Ku: Tuhan (Tuan), Tuhan (Tuan)! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku (Allah) di sorga " (Matius 7:21)

"Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:17)


005. TANYA:

Apakah Yesus pernah mengajarkan kepada murid-muridnya atau mengkhotbahkan kepada umatnya Israel bahwa dirinya telah dinobatkan sebagai Juruselamat umat manusia?

JAWAB:
Yesus tidak akan mungkin mengajarkan kepada murid-muridnya maupun kepada umatnya bahwa Allah telah menobatkannya sebagai Juruselamat dan bahwa darahnya akan dibayarkan oleh Allah kepada setan sebagai penebus dosa manusia. Yesus adalah guru/ustadzYahudi. Dia mengajarkan hukumTaurat kepada murid-muridnya maupun umatnya. Diantara ajaran tersebut adalah mengharamkan darah sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Imamat.

"Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung, ataupun darah hewan. Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya " (Imamat 7:26-27)

Baik murid-murid maupun umatnya Yahudi, tidak pernah berkeyakinan bahwa mereka telah jatuh ke dalam dosa abadi dan bahwa hanya Yesuslah satu-satunya yang akan menyelamatkan mereka melalui darahnya di tiang salib

006. TANYA:
Apakah Allah pernah mewahyukan kepada para nabi sebelum Yesus bahwa semua manusia termasuk para nabi yang dilahirkan ke dunia ini sebagai anak cucu Adam, terbelenggu dalam dosa waris, yang hanya dapat ditebus dengan darah Yesus?

JAWAB:
Tidak pernah. Sebelum hadirnya Paulus dimuka bumi ini, tidak satu pun Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Isa as. yang mengajarkan kepada Bani Israil bahwa akan datang manusia bernama Yesus akan menjadi Juruselamat, menebus dosa manusia.
Orang Israel memahami satu-satunya Juruselamat adalah Allah SWT. Kalau kemudian orang Israel menyembelih domba untuk penebusan dosa, karena sesuai dengan firman Allah dalam Kitab Imamat

"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus menga-dakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23:27)


007. TANYA:

Apakah Allah pernah mewahyukan kepada para nabi sebelum Yesus bahwa semua manusia termasuk para nabi yang dilahirkan ke dunia ini sebagai anak cucu Adam, terbelenggu dalam dosa waris, yang hanya dapat ditebus dengan darah Yesus?


JAWAB:
Tidak pernah. Sebelum hadirnya Paulus dimuka bumi ini, tidak satu pun Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Isa as. yang mengajarkan kepada Bani Israil bahwa akan datang manusia bernama Yesus akan menjadi Juruselamat, menebus dosa manusia.

Orang Israel memahami satu-satunya Juruselamat adalah Allah SWT. Kalau kemudian orang Israel menyembelih domba untuk penebusan dosa, karena sesuai dengan firman Allah dalam Kitab Imamat

"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus menga-dakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23:27)


008. TANYA:

Siapa yang pertama mengeluarkan ide dan mengumumkan bahwa Yesus adalah Juruselamat?

JAWAB:
Paulus. Dialah yang pertama menyampaikan kepada orang-orang Yahudi maupun orang-orang Romawi bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia.

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat." ( Galatia 3:13)
"Sebab di dalam dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa..." (Efesus 1:7)


009. TANYA:

Dari mana bibit ide bahwa Yesus adalah Juruselamat?

JAWAB:
Ketika Paulus mendengar cerita tentang penyaliban Yesus, yang "katanya" mati, yang "katanya" bangkit kembali, dia yakin bahwa inilah "Kristus Baru" yang 'bangkit dari antara orang mati.' persis seperti dewa Herakles dan dewa Mitra yang dia puja. Paulus dengan cerdik menghubungkan penyaliban Yesus dengan mitos Dewa Herakles yang mengorbankan sapi agar darahnya menjadi penebus dosa dan memberikan kehidupan baru. Perhatikan pemyataan Wilson berikut dalam buku yang sama halaman 27:

"Paul was to develop into a richly imaginative, but confused, religious genius who was able to draw out a mythological and archetypical significance from the death of Jewish hero, Jesus of Nazareth"

(Paulus menciptakan dengan kekayaan berkhayal, namun membingungkan, keahlian reliji yang memungkinkannya mengaitkan kematian Pahlawan Yahudi, Yesus dari Nazaret, dengan mitos dan model (dewa-dewa Penyembah Berhala).

Kemahiran Paulus memainkan kiasan-kiasan untuk menyelipkan ajaran penyembah berhala kedalam kisah kehidupan Yesus, disentil oleh Allah dalam Surah Muhammad:

"Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dan kiasan-kiasanperkataan mereka,.." (Muhammad 47:30)


010. TANYA:

Apakah orang Yahudi menerima Yesus sebagai Juruselamat?

JAWAB:
Dari peristiwa penyaliban Yesus orang-orang Yahudi merasa sangat sedih dan kehilangan dengan hukuman penyaliban atas tokoh dan pahlawan mereka. Yesus adalah tokoh dan pemimpin yang diharapkan akan membebaskan Yahudi dari penjajahan Romawi. Mereka merindukan Yesus untuk menjadi Raja sekaligus pemimpin agama. Namun kenyataan pahit yang mereka hadapi ialah bahwa Yesus ditangkap dan dihukum mati dengan penyaliban. Pada saat itu golongan Yahudi terpecah menjadi 2 (dua) golongan :

1) Mereka yang menganggap Yesus sebagai Mesias Palsu, karena dia tidak berhasil duduk ditahtaDaud sebagai Raja Israel, malah sebaliknya di ditangkap oleh penguasa Romawi dan dihukum salib

2) Mereka yang menganggap Yesus sebagai pahlawan yang membela rakyatnya. Oleh karena itu Yesus pantas dihormati dan dihargai sebagai pahlawan.

Golongan Yahudi ini berpandangan sebatas Yesus sebagai Juruselamat yang ingin menyelamatkan umatnya dari penjajah Romawi. Namun disayangkan usahanya gagal dan kandas di tengah jalan. Jadi dalam pemahaman ini, Yesus dianggap "Juruselamaf Yahudi, bukan Juruselamat umat manusia.

"Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel ." (Yohanes 12:13)


011. TANYA:

Lalu kalau demikian, siapa yang menafsirkan penyaliban Yesus sebagai penyelamatan umat manusia?

JAWAB:
Ini adalah pekerjaan Paulus, Pauluslah yang menafsirkan penyaliban Yesus sebagai penyelamat manusia. Menurutnya darah Yesus di tiang salib mirip dengan darah sapi yang menyelamatkan menurut para penyembah dewa Mithra. Wilson dalam bukunya yang sama halaman 166, mengatakan:

"Paul's invention of the Christian Eucharist, as an addition to the 'agape meal' or love-feast practiced by all Christians, is of apiece with his understanding of the sacrificial nature of Christ death, which he saw in the same light that the followers of Mithra saw the death of the sacrificial bull. This would have had a powerful appeal to the pagan in Corinth , though it would have been meaningless, and highly distasteful, to the Jews."

(Sakramen dalam agama Kristen yang diciptakan oleh Paulus sebagai pelengkap dari 'agape meal' yang dilaksanakan oleh seluruh umat Kristen, sejalan dengan pengertiannya tentang kematian Kristus untuk menebus dosa, yang dia pandang serupa dengan para penyembah dewa Mithra menafsirkan kematian sapi (korban). Ini akan memiliki daya tarik yang kuat bagi para penyembah berhala di Korintus, walaupun ini tidak memiliki arti apa-apa, malah menjijikkan bagi orang-orang Yahudi)


012. TANYA:

Apakah ide Paulus ini diterima oleh umat Yahudi (umat Yesus)?

JAWAB:
Pendapat ini mendapat tantangan dari umat Yahudi dimana-mana. Untuk lebih mengenal ciri khas Yahudi, perhatikanlah penjelasan Henry Chadwick, Religious Professor di Oxford dan Cambridge University, dalam bukunya The Early Church, hal. 18-19:

"In the ancient world every one knew at least three things about the Jews; they would not be associated either directly or indirectly with any pagan cult (which seem anti social), they refuse to eat not only meat that had been offered in sacrifice to the gods but also all pork (wich seemed rediculous), and they circumcised their male infant"

(Di zaman dahulu setiap orang tahu setidak-tidaknya tiga hal tentang orang Yahudi; mereka tidak akan terlibat langsung ataupun tidak langsung dengan para penyembah berhala (yang dapat dipandang anti sosial), mereka bukan hanya tidak akan makan daging sesajen untuk para dewa, tetapi segala macam daging babi (yang dianggap lucu), dan mereka menyunatkan anak laki-laki mereka).

Murid-murid Yesus yang diantaranya masih hidup ketika Paulus berkampanye tentang Yesus, tidak percaya kepadanya sedikit pun. Hal ini dijelaskan John Davidson, dari Cambridge University dalam bukunya The Gospel of Jesus, halaman 812-813:

"Paul was active in 50s and 60s AD when many of Jesus' direct disciples were still alive, both in Palestine and elsewhere, and they would never have believed Paul in preference to their own Master. Amongst the disciple of Jesus, Paul's position always seem to have been that of an outsider"

(Paulus aktif (menjalankan misi Kristen) di tahun 50an sampai 60an ketika murid-murid Yesus masih hidup, baik di Patestina maupun di tempat lain, dan mereka tidak akan pernah mempercayai keterangan Paulus tentang Tuan mereka (Yesus). Bagi murid-murid Yesus, posisi Paulus selalu dianggap sebagai orang luar.)
Oleh karena itu tidak mengherankan bila mereka sangat jengkel dan sakit hati atas perbuatan Paulus mencampur adukkan ajaran Tauhid Yahudi dengan ajaran penyembah berhala.

"la ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." (Kisah Para Rasul 18:13)

"Akan tetapi Paulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias." (Kisah Para Rasul 9:22)

"Hai orang-orang Israel , tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!" (Kisah Para Rasul 21:28)

"Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus." (Kisah Para Rasul 23:12)

"Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani. (Kisah Para Rasul 24:5)

Kekacauan yang diciptakan Paulus terhadap mu-rid-murid dan pengikut-pengikut Yesus di mana-mana dapat disimak pula dari penjelasan Davidson sebagai berikut:

"Where ever he went, Paul seemed to stir up new trouble. The disciples living in Jerusalem had never previously encountered such extreme difficulties"

(Kemana saja dia pergi, nampaknya Paulus menjadi provokator kerusuhan baru. Para murid Yesus di Yerusalem tidak pernah merasakan persoalan serumit ini sebelumnya.)

Dua orang pakar Alkitab dan Naskah Laut Mati, Michael Baigent dan Richard Leigh dalam buku mereka The Dead Sea Scroll Deception, halaman 266 dan 321 malah mencap Paulus sebagai orang kafir pertama yang mengkhianati ajaran Yesus:

"Paul is in effect the first 'Christian' heretic, and that his teachings - which become the foundation of later Christianity - are a flagrant deviation from the 'original' and 'pure' form extolled by the leadership... What had been heresy within the framework of Judaism was now to become the orthodoxy of Christianity."

(Paulus pada hakekatnya adalah orang kafir 'Kristen' pertama, dan ajarannya - yang kemudian menjadi landasan ajaran Kristen - adalah penyim-pangan yang keji dari ajaran 'asli' dan 'murni' yang dimuliakan oleh para pemimpin (Gerakan Yesus). Apa yang sejak dahulu dianggap syirik dalam ajaran Yahudi (Yesus), saat ini menjadi ajaran Kristen.)
Bahkan sejak tahun 85, menurut Chadwick, orang-orang Yahudi akan mengutuk para pengikut Paulus dalam doa mereka:

Paulus Menghapus Hukum Taurat


oleh :DR. H. Sanihu Munir, SKM, MPH.

013. TANYA:
Mengapa Paulus berusaha menghapuskan hukum Taurat?

JAWAB:
Ini yang jarang diketahui orang. Paulus berusaha menghapuskan hukum Taurat karena persaingan. Jika dia mengkhotbahkan ajaran Penyembah berhala murni, dia tidak akan mendapat sambutan dari kalangan para penyembah berhala, karena mereka sendiri sudah tidak terlalu tertarik kepada ajaran mereka. Dibandingkan dengan agama Yahudi, ajaran Penyembah berhala dianggap lebih rendah, apalagi karena mereka tidak memiliki kitab suci sebagaimana pengikut agama Yahudi yang menganggap bahwa Kitab Taurat adalah satu-satunya Kitab Suci yang diwahyukan Allah kepada Rasulnya di dunia.
Sementara bagi Paulus untuk mengkhotbahkan Reformasi Yahudi sebagaimana yang diajarkan murid-murid Yesus, dia tidak diterima, karena fahamnya dianggap tercemar oleh ajaran penyembah berhala. Inilah yang mendorong Paulus menciptakan agama Kristen untuk merebut para penyembah berhala di kerajaan Romawi dengan menghapuskan hukum Taurat yang selama ini menjadi penghambat orang-orang Romawi untuk menganut agama Yahudi. Dalam agama Kristennya, Paulus sekaligus mengganti Kristus-Kristus para penyembah berhala yang sudah uzur dengan Kristus Yesus, yang cerita kematian dan kebangkitannya masih segar di kepala Paulus. Kecerdikan Paulus ini diterangkan oleh Frank Thielman dalam bukunya Paul and the Law, hal 35:

"Paul's argument against the law: he was convinced that salvation could not come by means of the law because if it did, (I) Gentiles would be excluded and (2) Christ's death would be in vain"

(Alasan Paulus untuk menghapus hukum Taurat: dia percaya bahwa keselamatan tidak akan tercapai dengan mentaati hukum Taurat karena kalau demikian, (1) Orang-orang Romawi non-Israel tidak akan termasuk dan (2) kematian Kristus akan sia-sia)

Oleh karena itu satu-satunya taktik yang digunakan Paulus untuk memuluskan menggiring para penyembah berhala masuk ke ajaran Kristennya, dia harus menyingkirkan hukum Taurat yang dianggap menjadi penghambat.


014. TANYA:

Kalau umat Yahudi menolak ide ini mengapa ajaran ini tersebar kemana-mana?

JAWAB:
Paulus beberapa kali berusaha merayu para pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem agar dia diterima masuk dalam gerakan tersebut untuk memberitakan ajaran Yesus kepada umat Yahudi di perantauan serta kepada orang-orang Romawi, Namun keinginannya ini selalu kandas, karena Pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem, Yakobus (adik Yesus), tahu persis bahwa kalau Paulus diterima dalam gerakan ini akan mencemari ajaran Taurat dengan ajaran penyembah berhala.

"Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa: Sebab engkau mengatakan supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat-istiadat kita." (Kisah Para Rasul 21: 21)

Ini dipertegas oleh pernyataan Max I. Dimont, Professor Sejarah Yahudi di Amerika Serikat dan Kanada dalam bukunya "Jews, God and History" pada halaman 146.

"Twice he had appealed to the Apostolic Church in Jerusalem to make him an apostle, and twice it had refused him this honor. Then he had a quarrel with James, the brother of Jesus, about the procedure in converting pagans"

(Dua kali dia (Paulus) memohon kepada Pemimpin Jemaat (Yakobus) di Yerusalem agar dia diterima menjadi rasul, dan kedua-duanya ditolak. Kemudian dia juga bertengkar dengan Yakobus, saudara Yesus, tentang prosedur menerima para penyembah berhala masuk dalam Gerakan Yesus).
Namun ternyata Paulus tidak patah hati dengan kegagalan menghadapi umat Yahudi dan para pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem. Targetnya kemudian diarahkan kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi dengan memodifikasi Gerakan Yesus untuk orang Yahudi, menjadi Gerakan Kristen untuk para penyembah berhala di kerajaan Romawi. Perhati-kan penjelasan Dimont selanjutnya di halaman 147:

"Since the Jews would not have Christianity, Paul took it to the pagans To make it easier for them to join his new religion, he make a second decision, that of abandoning Jewish dietary laws and the rite of circumcision. His third decision was to substitute Christ for the Torah, and this was the most crucial one, for it cause the final and unalterable break between the Father and the Son Religion."

(Karena orang Yahudi tidak memiliki ajaran Kristen (yang diajarkan Paulus), Paulus kemudian membawanya kepada penyembah berhala. Untuk memudahkan mereka bergabung dalam agama barunya ini, dia membuat keputusan kedua, yakni menghapuskan hukum Taurat yang (mengharamkan babi) serta keharusan bersunat. Keputusannya yang ketiga adalah menggantikan hukum Taurat dengan diri Yesus, dan ini merupakan keputusan yang sangat genting, karena menyebabkan pemisahan abadi dan tidak tergoyahkan antara agama yang menyembah Bapa - Allah SWT - dan agama yang menyembah Anak - Yesus Kristus).
Kejahatan seperti yang dilakukan Paulus ini dijelaskan oleh Al Qur'an berikut ini.

"Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka." (Al-Baqarah 2:59)

Karena Paulus saat itu mengabdi untuk orang-orang Romawi, sehingga Injil yang dia tulis bukan untuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk menyenangkan para penyembah berhala di Kerajaan Romawi. Dimont menambahkan di halaman yang sama dari bukunya:

"The account of the history of Christianity in the Pauline Epistles and the Gospels, especially as the latter relate to the trial of Christ, become understandable now that we realize they were written not for the Jews but for the pagans. . . It is understandable that neither Paul nor the Gospel writers would want to antagonize those whom they were seeking to convert or anger the rulers whom they had to mollify, especially since they could be punished for such ofenses by being thrown to the lions or being crucified head down"

(Cerita tentang sejarah Kristen dalam Surat-surat Paulus dan Injil, terutama yang terakhir sehubungan dengan penangkapan Kristus (Yesus), menjadi jelas dan kita sadari sekarang bahwa (Surat-surat dan Injil-injil) tersebut bukan ditulis untuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk para penyembah berhala. . . Dapat dipahami bahwa baik Paulus maupun para penulis Injil tidak ingin menentang (ajaran) mereka yang ingin dipengaruhi (para penyembah berhala), atau membuat marah para penguasa (Romawi) yang ingin mereka rayu, terutama karena mereka dapat dihukum bila (mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan penyembah berhala) yang dapat berakibat mereka dijadikan mangsa bagi singa atau disalib dengan kepala terbalik).


015. TANYA:

Apakah pada saat Yesus disalib, murid-murid dan para pengikutnya berpikir bahwa Yesus disalib untuk menebus dosa manusia.

JAWAB:
Tidak pernah. Mereka benar-benar shok melihat pemimpin yang mereka agung-agungkan, dan akan tampil sebagai Mesias baru, yang akan membebaskan bangsa Israel harus menerima nasib yang sangat tragis. Mereka benar-benar terpukul mendengar pemimpin mereka dihukum sebagai seorang kriminal oleh penguasa Romawi. Robert Funk, Pakar Alkitab danan Direktur Westar Institute di Santa Rosa California, dalam bukuriya "Honest to Jesus" halaman 40 mengatakan:

"The crucifixion of Jesus must have been a disappointment to his first followers. It certainly frightened them, to judge by their response. With his arrest and crucifixion they fled from Jerusalem, return to Galilee, and resumed their humble lives as fishermen and peasants. To die as ignominiously as Jesus did was not the fate a true Davidic Messiah ought to suffer, since David's successor was supposed to restore the Kingdom of Israel"

(Penyaliban Yesus pasti mengecewakan para pengikut utamanya. Ini benar-benar mengerikan mereka, seperti terlihat pada tindakan mereka. Dengan tertangkap dan disalibnya Yesus, mereka melarikan diri meninggalkan Yerusalem menuju Galilea, kembali bekerja sebagai nelayan dan petani. Mati terhina sebagaimana yang dialami Yesus bukanlah nasib yang harus diterima oleh Mesias keturunan Daud, karena keturunan Daud seharusnya membangun kembali kerajaan Israel).

Penebusan Dosa Atau Berqurban?

Oleh : DR. H. Sanihu Munir, SKM, MPH.

C. Penebusan Dosa Atau Berqurban?


016. TANYA:
Apakah ada konsep penebusan dosa dalam agama Yahudi?
Apakah Yahudi mengimani bahwa dosa Adam selalu diwariskan mulai kepada anak Adam yang pertama sampai ke generasi kita yang hidup di akhir zaman?

JAWAB:
Dalam agama Yahudi mereka percaya bahwa keselamatan akan dicapai jika mereka sanggup mentaati hukum Taurat dalam 24 jam kehidupan sehari. Seorang Yahudi, dalam hidupnya sehari-hari, diharapkan akan mampu mentaati secara penuh tanpa cacat kesemua hukum-hukum Taurat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Musa as. Namun kenyataannya seorang Yahudi sangat sulit untuk mentaati hukum tersebut tanpa cacat. Dengan demikian setiap orang Yahudi menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu saja ada cacat atau lubang dalam upaya mentaati setiap perintah hukum Taurat. Untuk itu mereka perlu berkorban untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang mereka telah perbuat.


017. TANYA:
Bagaimana bentuk ibadah pengorbanan tersebut?

JAWAB:
Hari yang ditentukan untuk ibadah memohon ampun atas dosa mereka yang tidak mampu mentaati hukum Taurat secara sempurna dilakukan pada hari Yom Kippur. Mereka yang merasa pernah melakukan dosa karena tidak mentaati seluruh hukum Taurat, harus mengakui dosa-dosa mereka di atas kepala seekor kambing. Kambing yang telah "dibebani dengan dosa-dosa" seseorang ini, kemudian akan dilepas ke padang gurun sebagai "kambing hitam" (scape goat) sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Imamat.

"Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun... Dengan demikian kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan ke padang gurun." (Imamat 17:21-22)

Selanjutnya dalam pandangan agama Yahudi, setelah dosa seseorang telah dilemparkan ke kambing hitam, urusannya belum selesai. Dalam perayaan Yom Kippur, selanjutnya seorang yang menginginkan pengampunan dosa harus mengorbankan seekor domba yang tidak bercacat.

"Tuhan berfirman kepada Musa: 'Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23 :27)


018. TANYA:
Mengapa harus tanpa cacat?

JAWAB:
Karena Tuhan itu sempurna sehingga korban yang diserahkan pun harus sempurna fisik maupun mentalnya. Karena domba adalah binatang yang dianggap berguna dan praktis tidak pernah merugikan orang atau binatang lainnya sehingga secara mental dianggap sempurna karena tidak pemah melakukan dosa.

"Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela,..." (Keluaran 12:5)

019. TANYA:
Apakah para murid dan pengikut Yesus pernah berpikir bahwa manusia dapat dikorbankan untuk menebus dosa mereka sesuai semangat Yom Kippur?

JAWAB:
Mengorbankan manusia untuk dewa-dewa atau untuk binatang buas bukan ajaran Yahudi, tetapi ajaran penyembah berhala. Demikian pula mengorbankan (melemparkan) manusia ke kawanan singa untuk ditonton merupakan pertunjukan para penyembah bsrhala yang tidak mungkin dilakukan oleh umat nabi-nabi Allah. Apalagi meminum darah Yesus, Rasul Allah sebagai rasa cinta. Wilson menjelaskan penolakan orang-orang Yahudi untuk mengorbankan darah manusia dalam bukunya yang sama di halaman 26:

"they would have been disgusted by the idea of the cult of Mithras, since the drinking of blood is one of the most fundamental taboos in Jewish life".

(Orang-orang Yahudi akan jijik dengan pandangan penyembah dewa Mithra, karena meminum darah merupakan sesuatu yang paling pantang dalam kehidupan orang-orang Yahudi).


020. TANYA:
Apakah pengertian jatuh ke dalam dosa dalam agama Yahudi?

JAWAB:
Pengertian jatuh ke dalam dosa adalah jika mereka gagal mentaati hukum Taurat dalam kehidupan mereka sehari-hari.


021. TANYA:
Apakah Yesus disalib untuk menebus dosa manusia karena Adam jatuh ke dalam dosa yang diwariskan ke seluruh umat manusia secara turun temurun sesuai kitab Kejadian?

JAWAB:
Justru sebaliknya. Setelah peristiwa penyaliban Yesus, barulah Paulus memeras otak menafsirkan kembali Kitab Kejadian sesuai yang diinginkan, sebagai sarana membenarkan dan memberikan makna bagi penyaliban Yesus. Kerja keras Paulus untuk memanipulasi kitab Perjanjian Lama membuahkan hasil. Dia pun menafsirkan Adam dan Hawa yang makan buah terlarang telah jatuh ke dalam dosa, yang kemudian diwariskan kepada seluruh keturunannya. Padahal sebelum penyaliban Yesus, Paulus tidak pemah mengajarkan bahwa kitab Kejadian adalah cerita tentang "dosa waris" yang akan ditebus oleh darah Yesus kelak. Kecerdikan Paulus dan Gereja ini dengan jelas diterangkan oleh Funk dalam bukunya yang sama halaman 223:

"It is dear that the authors of the passion narrative had searched the scriptures for clues to the meaning of Jesus's death and had allowed those clues to guide them in framing the story: event was made to match prophecy"

(Jelas kelihatan bahwa para penulis cerita kematian Yesus berusaha mencari ayat-ayat kitab Perjanjian Lama untuk memberi arti pada kematian Yesus, dan mengandalkan penafsiran-penafsiran (baru) tersebut sebagai pendukung untuk merangkai cerita (tentang kematian Yesus): artinya cerita tentang peristiwa diciptakan seakan-akan sudah diramalkan akan terjadi).
Paulus sama sekali tidak menyaksikan dan tidak tahu persis, apakah Yesus benar-benar disalib, kalau Yesus disalib apakah Yesus benar-benar mati di tiang salib. Paulus pun tidak tahu, kapan Yesus disalib, dimana, dan bagaimana. Untuk membangun cerita tentang proyek penyelamatan umat manusia melalui darah Yesus, Paulus dan pendukung-pendukungnya kemudian memetik ayat-ayat Perjanjian Lama untuk menyusun cerita kehidupan Yesus. Toh, para pembacanya bukan orang-orang Yahudi di Yerusalem, tetapi orang-orang Romawi dan orang-orang Israel di perantauan, yang praktis tidak tahu kehidupan Yesus di Galilea.
Kelicikan ini diterangkan oleh Professor Alvar Ellegard, dalam bukunya Jesus One Hundred Years Before Christ, halaman 192-193:

"The Gospel writers chose instead to go in the opposite direction, using the known (the Old Testament) to prove the unknown (largely the life of Jesus)."

(Para penulis Injil justru menempuh cara yang terbalik, dengan menggunakan yang diketahui (kitab Perjanjian Lama) sebagai bukti dari yang tidak diketahui (kehidupan Yesus).
Kenyataan ini didukung pula oleh Prof. DR E.P. Sanders, Guru Besar Agama Kristen di Cambridge University, dalam bukunya The Historical figure of Yesus, halaman 254:

"It is possible to think either that the prophecy created the event or that the prophecy created the story and that the event never occured"
(Mungkin saja terjadi apakah ramalan menciptakan kejadian, atau ramalan menciptakan cerita, sehingga tidak ada sesuatu yang terjadi).


022. TANYA:

Mengapa Paulus tertarik kepada Yesus yang disalib, padahal sebelumnya dia begitu getol menyiksa dan membunuh para pengikut Yesus?

JAWAB:
Memang, Yesus yang mengajarkan Tauhid, yang menegaskan bahwa tidak ada yang wajib disembah selain Allah, adalah musuh besar Paulus. Ketika Yesus mengajarkan bahwa darah itu haram, sebaliknya Paulus memandang darah sebagai sajian suci yang wajib diminum untuk memberikan kehidupan yang baru.

"Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?" (I Korintus 10:16)

Paulus dibesarkan di Tarsus, dimana masyarakat menyembah dewa Herakles yang mengorbankan sapi, yang darahnya diminum untuk memberikan kehidupan yang baru (bangkit dari antara orang mati). Herakles adalah dewa. yang mati lalu bangkit kembali dan dianggap sebagai Juruselamat, sebagaimana dijelaskan Wilson dalam bukunya yang sama halaman 26:

"From the inscription in Tarsus we know Herakles, in his dying and descent into Hades was regarded as a divine savior"

(Dari prasasti yang ditemukan di Tarsus, mengetahui bahwa Herakles, yang mati turun ke Hades dianggap sebagai Juru.selamat). Ketika Paulus mendengar rumor yang "katanya" Yesus mati, yang "katanya" dia bangkit dari kubur, maka dengan serta merta Paulus putar haluan 180 derajat. Kalau sebelumnya Paulus menganiaya kelompok Yesus karena dianggapnya menghalangi ajaran penyembah berhala yang dia anut dan promosikan, maka setelah rumor tersebut tiba ke telinganya, Paulus merasa berdosa bahwa ternyata yang dia aniaya ini adalah Kristus, Tuhan, Anak Allah, Penebus dosa dan Juruselamat umat manusia. Dengan demikian, Paulus menemukan "Kristus Baru" dari orang Yahudi, sekaligus dipromosikannya ke orang-orang Romawi sebagai pengganti para Kristus Zeus, Mithra, Adonis, Thammuz, Osiris dan lain-lainnya yang dianggap sudah uzur.


023. TANYA:

Mana buktinya bahwa Paulus adalah orang pertama yang mengajarkan tentang Yesus sebagai penebus dosa?

JAWAB:
Silahkan baca Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita." (1 Korintus 15:3)

Surat ini ditulis disekitar pertengahan tahun 50an untuk orang-orang Korintus. Daerah ini terkenal sebagai kota metropolitan yang bergelimang dosa oleh pelacuran dan kebobrokan moral yang merajalela. Pada saat surat ini dibuat, belum ada satu pun Injil yang ditulis, serta belum ada seseorang pun baik murid-murid Yesus maupun pengikut-pengikutnya yang mengatakan atau mengajarkan bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia.


024. TANYA:
Bagaimana tanggapan orang-orang Romawi di Korintus terhadap surat Paulus ini?

JAWAB:
Orang-orang Korintus menyambutnya dengan gembira dan bersemangat. Mereka ingin segera mengenal Yesus Kristus yang masih segar kematiannya serta merindukan pengalaman rohani yang baru dengan "Kristus baru" yang diperkenalkan Paulus.
Ketertarikan mereka ini dilukiskan pula bleh Burton L. Mack dalam bukunya Who Wrote the New Testament, halaman 126:

"They were impressed rather with the chance to experience the spirit of the new god called Christ and to manifest the spiritual sign that proved they had enter his kingdom."

(mereka justru lebih tertarik pada kesempatan untuk mendapatkan pengalaman rohani dari tuhan baru yang disebut Kristus (Yesus) serta menyatakan tanda-tanda rohani yang membuktikan bahwa mereka telah memasuki kerajaannya).
Mereka sudah bosan dengan Kristus-kristus mereka yang lama dan sudah uzur, karena dianggap sudah tidak mampu lagi mengatasi persoalan mereka. Hal ini dinyatakan oleh Calvin J. Roetzel dalam bukunya The Letters of Paul, halaman 31:

"The decline of social institution and the rise of a spirit of skepticism virtually destroyed the old religions. To be sure, certain primitive form of religion and new religions remained. But even though people still stood in awe of the power and mistery of certain primal forces, belief in the old gods - Zeus, Aphrodite, Apollo etc. -was on the wane."

(Melemahnya lembaga sosial dan bangkitnya semangat skeptis, merusak agama-agama yang sudah ada. Namun, agama-agama primitif tertentu dan agama-agama baru masih tetap ada. Tetapi walaupun masyarakat masih mengagumi kekuatan dan misteri penguasa alam tertentu, namun kepercayaan kepada dewa-dewa lama - Zeus, Aphrodite, Apollo dll. - sudah mulai luntur).
Pengalaman rohani dengan Kristusnya yang baru ini, diperkenalkan oleh Paulus kemana-mana sebagaimana yang dapat kita lihat dalam Suratnya kepada jemaat di Galatia:

"Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?" (Galatia 3:1)

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box