Minggu, 20 Desember 2009

Yesus dan Allah adalah satu?

Oleh:Althaf Musa .A.

"Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)

Tidak ada bukti baik disisi manapun ayat itu dijadikan bukti bahwa yesus adalah tuhan. Ayat ini bermula ketika yesus berjalan jalan di serambi salomo. Lalu orang-orang yahudi mencegat dan mengintrogasi seputar bukti bahwa yesus adalah mesias yang dijanjikan.

10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Esensinya yesus mengatakan bahwa dirinya sudah membuktikannya dengan keajaiban dan mukjizat yang dilakukan beliau atas nama Bapa, namun Yahudi tetap saja tidak percaya karena pada dasarnya kaum Yahudi tersebut sama sekali tidak mau mengakui Yesus, untuk itu Yesus menyatakan bahwa memang mereka adalah penentangnya, menentang ajaran yang disampaikannya sambil menyatakan bahwa orang yang mengikutinya akan selamat dunia dan akherat, terakhir beliau menegaskan bahwa keselamatan dunia akherat tersebut merupakan kekuasaan Bapa, yang lebih besar dari siapapun.
Maka cerita ini dipertegas dengan kalimat ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσμεν
egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen{kami adalah}
Bahasa Yunani Perjanjian Baru menggunakan tiga kata yang diterjemahkan dengan satu yaitu εις – HEIS (maskulin), μια – MIA ( feminim), dan εν – HEN. Kata heis diartikan sebagai kata maskulin yang digunakan untuk angka secara berurutan.
Contoh ayat:
ἀρξαμένου δὲ αὐτοῦ συναίρειν προσήχθη / προσηνέχθη εἷς (Matius 18:24)
KJV- And when he had begun to reckon, one was brought unto him, wich owed him ten thousand talens(Matthew 18:24)
LAI- Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya satu orang yang berutang sepuluh ribu talenta (Matius 18:24)
tetapi kata MIA tidak digunakan untuk menghitung secara berurutan, melainkan menerangkan kuantitas nomina
contoh ayat:
ὥστε οὐκέτι εἰσὶν δύο ἀλλὰ σὰρξ μία. ὃ οὖν ὁ θεὸς συνέζευξεν ἄνθρωπος μὴ χωριζέτω. (Matius 19:6)
KJV- wherefore they are no more twain but one flesh. What therefore God hath joined together, let not man put asunder(Matthew 19:6)
LAI-Demikian pula mereka bukan lagi dua , melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia(Matius 19:6)
Jadi kedua kata ini digunakan untuk nomina, hanya perbedaanya adalah kata MIA tidak digunakan untuk menghitung, kedua kata ini dapat dibandingkan dengan kata ibrani יחיד – YAKHID atau kata arab واحد
WAHID.
Sedangkan kata en berarti netral senantiasa berhubungan dengan hakekat, natura, tidak pernah merujuk kepada satu oknum atau satu pribadi. Strong G1722
Dalam alih bahasa yunani-Ibrani sebagian besar orang Kristen mengkaitkan kata hen dengan kata אחד – ‘EKHAD hanya karena arti ekhad adalah satu dalam konteks ketuhanan .
Dilihat dari obyeknya kata ekhad terbagi menjadi 2:
1. Hanya satu obyek(only)
Contoh ayat:
* Ulangan 6:4
שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד
Translit interlinear, SYEMA’ {dengarlah} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} ‘ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} EKHAD {esa}
• King James Version, “Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:”
• New International Version, “Hear, O Israel: The LORD our God, the LORD is one.”
• The Living Torah, “Shma Yisra’el Adonay Eloheynu Adonay Echad.” – “Listen, Israel, God is our Lord, God is One.”
• Tanach Stone Edition, “Hear, O Israel: HASHEM is our God, HASHEM is the One and Only.”
Kata YEHOVAH sebagai obyek/ satu obyek saja menunjukan ke tunggalan.

2. Dua obyek atau lebih dalam kesatuan(unity)
Contoh ayat:
*

Kejadian 1:9

ויאמר אלהים יקוו המים מתחת השמים אל מקום אחד ותראה היבשה ויהי כן׃

And God said, Let the water under the heaven be gathered together unto one place, and let the dry land appear and it was so.
Translit Interlinear,VAYOMER{berfirmanlah}ELOHIM{Allah}YIKAVU’{hendaklah}HAMAYIM{air}MITTAHAT’{dibawah}HASHAMAYIM{langit}EL{berkumpul}MAKOM{tempat }EKHAD{satu} VETERAE {sehingga terlihat}HAYABASHA{kering} VAYIHI{dan jadilah} KEN{demikian}

*Pengkotbah 7:27
רְאֵה זֶה מָצָאתִי אָמְרָה קֹהֶלֶת אַחַת לְאַחַת לִמְצֹא חֶשְׁבֹּון׃
Behold, this have I found, said the preacher, counting one by one, to find out the account:
Translit interlinear,REE{lihatlah} ZE{ini} MATZATI{yang kudapati} AMERA{kata pengkotbah} KOHELET{sementara } AHHAT{menyatukan} LE AHHAT{yang satu} LIMTZO{dengan} HHESHBON{yang lain}
*Kejadian 2:21
וַיַּפֵּל יְהוָה אֱלֹהִים ׀ תַּרְדֵּמָה עַל־הָאָדָם וַיִּישָׁן וַיִּקַּח אַחַת מִצַּלְעֹתָיו וַיִּסְגֹּר בָּשָׂר תַּחְתֶּנָּה
And the Lord God caused a deep sleep to fall upon adam, and he slept: and took one of his ribs, and closed up the flesh instead thereof
Translit Interlinear,VAYAPEL{lalu} YEHOVAH{dibaca Adonai} ELOHIM{allah} TARDEMA{membuat} AL HAADAM{adam} VAYISHAN{tertidur nyenyak} VAYIKAHH{lalu Dia mengambil} AHHAT {satu}MITZALOTAV{dari rusuknya} VAYISGHOR{lalu menutup} BASYAR{daging} TAHHTENA{tempat itu}
Salah satu rusuk berarti satu dari kumpulan atau kesatuan.
Jika kata ekhad dikorelasikan dengan kata hen maka arti hen adalah sebuah kesatuan,
*Yohanes 10:30
ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσμεν.

Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen{kami adalah}
Dua obyek menjadi satu atau kesatuan.
*Matius 6:29
λέγω δὲ ὑμῖν ὅτι οὐδὲ Σολομὼν ἐν πάσῃ τῇ δόξῃ αὐτοῦ περιεβάλετο ὡς ἓν τούτων.
Interlinear, lego{aku berkata} de umin{kamu} hoti{kepada} oude Solomon{salomon} en{di} pash{setiap} ho doxh{setiap kemegahan} autou{darinya} periebaleto{tidak berpakaian}hos{seperti}en {satu}touton{dari bunga itu}
LAI-namun Aku berkata kepadamu: salomo dalam segala kemegahnyapun tidak berpakain seindah salah satu dari bunga itu
Satu dari beberapa obyek atau kesatuan.

*Matius 5:29
εἰ δὲ ὁ ὀφθαλμός σου ὁ δεξιὸς σκανδαλίζει σε ἔξελε αὐτὸν καὶ βάλε ἀπὸ σοῦ· συμφέρει γάρ σοι ἵνα ἀπόληται ἓν τῶν μελῶν σου καὶ μὴ ὅλον τὸ σῶμά σου βληθῇ εἰς γέενναν.
Translit interlinear, ei{jika}de o ophtalmos sou{matamu} o dexios{yang kanan} skandalizei{menyesatkan} se{kamu} atin auton{buanglah itu} kai{dan} bale{buanglah} apo sou {darimu}sumpherei{itu lebih baik}gar{bagi} soi{kamu} ina{itu} apolhtai{hancur} en{satu} ton{dari} melon{anggota tubuh} sou{kamu} kai{dan} mh{jika tidak}holon{seluruh} to soma sou{tubuhmu} blehthe{masuk}eis{dalam} geennan{neraka}
jadi kata hen adalah satu yang bermakna” kesatuan”
Apa Arti dari Kesatuan?
Untuk menghindari kesalah pahaman arti dari kesatuan dalam konteks ayat ini atau malah inkonsisten antar statement yesus maka simak korelasi ayat berikut ini:
*kejadian 2:24

על כן יעזב איש את אביו ואת אמו ודבק באשתו והיו לבשר אחד׃

KJV-Therefore shall a man leave his father and his mother, and shall cleave unto his wife: and they shall be one flesh.
Translit interlinear AL KEN{sebab itu}YAAZZAV-EISH{seorang laki-laki meninggalkan}ETH-AVIV{ayahnya}VEET{dan}AMIOU{ibunya}VEDAVAK{dan bersatu}BEISTHOU{dengan istrinya}VEHAYYU{sehingga mereka}LEVASHAR{menjadi daging} EKHAD{satu}
Jika kata ekhad atau satu atau hen(dalam konteks PB) dalam ayat ini diartikan satu dalam arti monistik berarti seorang laki-laki=perempuan. Dengan kata lain seorang suami adalah seorang istri juga(co-equal)?
Tidak! Melainkan eksistensi kedekatan seorang suami dengan istri.
Begitu pula dengan ayat yohanes 10:30 , arti satu/kesatuan tidak boleh diartikan dalam pengertian monistik,panteism,atau panenteism. Apabila kata satu/kesatuan dalam konteks yoh 10:30 diartikan dalam pengertian monistik,panteistik maupun penenteistik maka yang terjadi adalah inkonsisten antar statement yesus atau interpolasi yang tendensius.
Yesus berkata:
Yohanes 17:11
και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
“Holy Father, protect them in your name that you have given me, so that they may be one, as we are one.”
Translit Interlinear- kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Aku ada} hen {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} outoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erkhomai {pergi} pater {ya Bapa} hagie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} hous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya} ôsin {mereka} hen {satu} kathôs {sama} hêmeis {seperti kita}
* Yohanes 17:22
εγω εν αυτοις και συ εν εμοι ινα ωσιν τετελειωμενοι εις εν και ινα γινωσκη ο κοσμος οτι συ με απεστειλας και ηγαπησας αυτους καθως εμε ηγαπησας
And the glory which thou gavest me have given them that they may be one, even as we are one
Interlinear, kai {dan} egô {Aku} tên doxan {kemuliaan} hên {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepadaKu} dedôka {telah memberikan} autois {kepada mereka} hina {supaya} ôsin {mereka menjadi} hen {satu} kathôs {sama seperti} hêmeis {kita} hen {satu} esmen{kita adalah}
dari kedua ayat itu terdapat kata “hina ôsin hen” dan “hêmeis hen esmen yang merupakan kata subkunjunktif/probabilitas, akan tetapi tidak menafikkan jika ayat ini diartikan secara monistik, maka dengan begitu, bisa diartikan murid dan yesus dan bapa adalah satu sehingga murid,yesus dan bapa sama dalam subtansi kedudukanya (co-equal)? Sekali lagi tentu saja tidak.
Ayat pendukung:
* Yohanes 17:21,23
ινα παντες εν ωσιν καθως συ πατερ εν εμοι καγω εν σοι ινα και αυτοι εν ημιν εν ωσιν ινα ο κοσμος πιστευση οτι συ με απεστειλας
Translit interlinear, hina {supaya} pantes {semua} hen {satu} ôsin {menjadi} kathôs {sama seperti} su {Engkau} pater {ya Bapa} hen {didalam} emoi {Aku} kagô {dan Aku} hen {didalam} soi {Engkau} ina {supaya} kai {juga} autoi {mereka} hen {didalam} êmin {kita} hen {satu} ôsin {berada} hina {supaya} ho kosmos {dunia} pisteusê {percaya} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus}
LAI-Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

εγω εν αυτοις και συ εν εμοι ινα ωσιν τετελειωμενοι εις εν και ινα γινωσκη ο κοσμος οτι συ με απεστειλας και ηγαπησας αυτους καθως εμε ηγαπησας

Translit interlinear, egô {Aku} hen {didalam} autois {mereka} kai {dan} su {Engkau} hen {didalam} emoi {Aku} hina {supaya} ôsin teteleiômenoi {mereka (boleh) dengan sempurna} eis {menjadi} hen {satu} kai {dan} ina {supaya} ginôskê {tahu} ho kosmos {dunia} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus} kai {dan} êgapêsas {Engkau telah mengasihi} autous {mereka} kathôs {sama seperti} eme {Aku} êgapêsas {Engkau telah mengasihi}
LAI-Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Kata hen emoi kago hen soi, Engkau didalam aku dan aku didalam engkau bermakna kesatuan. diperjelas pada ayat 23, pada kata ego hen autois kais u emoi dijelaskan dengan kata ina/supaya yang notabene merupakan perluasan frasa nomina dengan unsur penjelas, berarti kata kata itu bermakna
’Sesuatu’ dalam diri yesus sendiri, yang dipahami oleh yesus dalam keterpisahannya dari Realitas, bukanlah sesuatu dalam yang ber-ada, karena yesus adalah sesuatu yang(pasti) musnah/mati.
Apa yang sebenarnya ’didalam’ adalah aktualisasi dari salah satu mode dari Realitas. Jadi, Eksistensilah yang merupakan ’esensi’ sebenarnya dari sesuatu; dan apa yang selama ini dipersepsi orang kristiani sebagai esensi (mahiyyah){meminjam istilah sufistik dalam islam} sesuatu tidak lain merupakan aksiden untuk eksistensi

Kesimpulan
Statement yesus yang nengemukakan dirinya dengan bapa adalah satu bukan berarti kebersambungan substansial (substantial continuity) atau lebih sering disebut (co-equal)antara Tuhan dan ciptaan atau yesus dengan bapa, melainkan berarti kesatuan eksistensialisasi dan persepsi terhadapnya/kedekatan yesus dengan bapa. Sebab beberapa kali yesus mengatakan dirinya lebih rendah subtansi kedudukanya dengan bapa.
*Yohanes 14:28
ἠκούσατε ὅτι ἐγὼ εἶπον ὑμῖν· ὑπάγω καὶ ἔρχομαι πρὸς ὑμᾶς. εἰ ἠγαπᾶτέ με ἐχάρητε ἄν ὅτι πορεύομαι πρὸς τὸν πατέρα, ὅτι ὁ πατὴρ μείζων μού ἐστιν.
Ye have heard how said unto you, I go away, and come again unto you. If ye loved me ye would rejoice, because I said, I go unto the Father for my Father is greater than I.
Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: aku pergi, teapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu bersuka cita karena aku pergi kepada bapaku, sebab bapa lebih besar dari pada aku.

Yerussalem,25,Dzul’qoidah ,1430 H
Wahdatul_wjd@mig33.com

Kamis, 13 Agustus 2009

Seputar Bulan Syaban

Seputar Bulan Syaban

Sya’ban adalah nama bulan. Dinamakan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya’abun (berpencar) untuk mencari sumber air. Dikatakan demikian juga karena mereka tasya’ub (berpisah-pisah/terpencar) di gua-gua. Dan dikatakan sebagai bulan Sya’ban juga karena bulan tersebut sya’aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Sya’abanaat dan Sya’aabiin.

Shaum di bulan Sya’ban
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956). Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : ”Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”

Sebagian ulama di antaranya Ibnul Mubarak dan selainnya telah merajihkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam tidak pernah penyempurnakan puasa bulan Sya’ban akan tetapi beliau banyak berpuasa di dalamnya. Pendapat ini didukung dengan riwayat pada Shahih Muslim No. 1954 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Saya tidak mengetahui beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan.” Dan dalam riwayat Muslim juga No. 1955 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “ Saya tidak pernah melihatnya puasa satu bulan penuh semenjak beliau menetap di Madinah kecuali bulan Ramadhan.” Dan dalam Shahihain dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa asatu bulan penuh selain Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 1971 dan Muslim No.1157). Dan Ibnu Abbas membenci untuk berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Berkata Ibnu Hajar: Shaum beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam pada bulan Sya’ban sebagai puasa sunnah lebih banyak dari pada puasanya di selain bulan Sya’ban. Dan beliau puasa untuk mengagungkan bulan Sya’ban.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasanmu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya suka untuk diangkat amalan saya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i, lihat Shahih Targhib wat Tarhib hlm. 425). Dan dalam sebuah riwayat dari Abu Dawud No. 2076, dia berkata: “Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk berpuasa padanya adalah Sya’ban kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih Sunan Abi Dawud 2/461.

Berkata Ibnu Rajab: Puasa bulan Sya’ban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Sya’ban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.

Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam: “Sya’ban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan”, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung –bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Sya’ban. Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Sya’ban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.

Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan ‘Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia. Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah ta’ala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:
Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya’. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa. Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya.

Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: “Jika kalian akan berpuasa maka berminyaklah (memoles bibirnya dengan minyak agar tidak terkesan sedang berpuasa).” Berkata Qatadah: “Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berminyak sampai hilang darinya kesan sedang berpuasa.”

Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga. Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Ma’qal bin Yassar: “Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku.” Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.

Ahli ilmu telah berselisih pendapat tentang sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban ke dalam beberapa perkataan:

1. Beliau disibukkan dari puasa tiga hari setiap bulan karena safar atau hal lainnya. Maka beliau mengumpulkannya dan mengqadha’nya (menunaikannya) pada bulan Sya’ban. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam apabila mengamalkan suatu amalan sunah maka beliau menetapkannya dan apabila terlewat maka beliau mengqadha’nya.

2.Dikatakan bahwa istri-istri beliau membayar hutang puasa Ramadhannya pada bulan Sya’ban sehingga beliaupun ikut berpuasa karenanya. Dan ini berkebalikan dengan apa yang datang dari ‘Aisyah bahwa dia mengakhirkan untuk membayar hutang puasanya sampai bulan Sya’ban karena sibuk (melayani) Rasulullah.
3.Dan dikatakan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa karena pada bulan itu manusia lalai darinya. Dan pendapat ini yang lebih kuat karena adanya hadits Usamah yang telah disebutkan tadi yang tercantum di dalamnya: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. Nasa’i. Lihat Shahihut Targhib wat Tarhib hlm. 425).

Dan adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam apabila masuk bulan Sya’ban sementara masih tersisa puasa sunah yang belum dilakukannnya, maka beliau mengqadha’nya pada bulan tersebut sehingga sempurnalah puasa sunah beliau sebelum masuk Ramadhan –sebagaiman halnya apabila beliau terlewat sunah-sunah shalat atau shalat malam maka beliau mengqadha’nya-. Dengan demikian ‘Aisyah waktu itu mengumpulkan qadha’nya dengan puasa sunahnya beliau. Maka ‘Aisyah mengqadha’ apa yang wajib baginya dari bulan Ramadhan karena dia berbuka lantaran haid dan pada bulan-bulan lain dia sibuk (melayani) Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. Maka wajib untuk diperhatikan dan sebagai peringatan bagi orang yang masih punya utang puasa Ramadhan sebelumnya untuk membayarnya sebelum masuk Ramadhan berikutnya. Dan tidak boleh mengakhirkan sampai setelah Ramadhan berikutnya kecuali karena dharurat, misalnya udzur yang terus berlanjut sampai dua Ramadhan. Maka barang siapa yang mampu untuk mengqadha’ sebelum Ramadhan tetapi tidak melakukannya maka wajib bagi dia di samping mengqadha’nya setelah bertaubat sebelumnya untuk memberi makan orang-orang miskin setiap hari, dan ini adala perkataannya Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad.

Demikian juga termasuk faedah dari puasa di bulan Sya’ban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.

Dan oleh karena Sya’ban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan shadaqah. Berkata Salamah bin Suhail: “Telah dikatakan bahwa bulan Sya’ban itu merupakan bulannya para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya’ban dia berkata: “Inilah bulannya para qurra’.” Dan ‘Amr bin Qais Al-Mula’i apabila masuk bulan Sya’ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur’an.

Puasa pada Akhir bulan Sya’ban
Telah tsabit dalam Shahihain dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda: “Apakah engkau berpuasa pada sarar (akhir) bulan ini?” Dia berkata: “Tidak.” Maka beliau bersabda: “Apabila engkau berbuka maka puasalah dua hari.” Dan dalam riwayat Bukhari: “Saya kira yang dimaksud adalah bulan Ramadhan.” Sementara dalam riwayat Muslim: “Apakah engkau puasa pada sarar (akhir) bulan Sya’ban?” (HR. Bukhari 4/200 dan Muslim No. 1161).

Telah terjadi ikhtilaf dalam penafsiran kata sarar dalam hadits ini, dan yang masyhur maknanya adalah akhir bulan. Dan dikatakan sararusy syahr dengan mengkasrahkan sin atau memfathahkannya dan memfathahkannya ini yang lebih benar. Akhir bulan dinamakn sarar karena istisrarnya bulan (yakni tersembunyinya bulan).

Apabila seseorang berkata, telah tsabit dalam Shahihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa salla, beliau bersabda: “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah.” (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082), maka bagimana kita mengkompromikan hadits anjuran berpuasa (Hadits ‘Imran bin Hushain tadi) dengan hadits larangan ini?

Berkata kebanyakan ulama dan para pensyarah hadits: Sesungguhnya orang yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ini telah diketahui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bahwa dia ini terbiasa berpuasa atau karena dia punya nadzar sehingga diperintahkan untuk membayarnya.

Dan dikatakan bahwa dalam masalah ini ada pendapat lain, dan ringkasnya bahwa puasa di akhir bulan Sya’ban ada pada tiga keadaan:

1.Berpuasa dengan niat puasa Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian barangkali sudah masuk bulan Ramadhan. Puasa seperti ini hukumnya haram.

2.Berpuasa dengan niat nadzar atau mengqadha’ Ramadhan yang lalu atau membayar kafarah atau yang lainnya. Jumhur ulama membolehkan yang demikian.

3.Berpuasa dengan niat puasa sunah biasa. Kelompok yang mengharuskan adanya pemisah antara Sya’ban dan Ramadhan dengan berbuka membenci hal yang demikian, di antaranya adalah Hasan Al-Bashri –meskipun sudah terbiasa berpuasa- akan tetapi Malik memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa. Asy-Syafi’i, Al-Auzai’, dan Ahmad serta selainnya memisahkan antara orang yang terbiasa dengan yang tidak.
Secara keseluruhan hadits Abu Hurairah tadilah yang digunakan oleh kebanyakan ulama. Yakni dibencinya mendahului Ramadhan dengan puasa sunah sehari atau dua hari bagi orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa, dan tidak pula mendahuluinya dengan puasa pada bulan Sya’ban yang terus-menerus bersambung sampai akhir bulan.

Apabila seseorang berkata, kenapa puasa sebelum Ramadhan secara langsung ini dibenci (bagi orang-orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa sebelumnya)? Jawabnya adalah karena dua hal:

Pertama: agar tidak menambah puasa Ramadhan pada waktu yang bukan termasuk Ramadhan, sebagaimana dilarangnya puasa pada hari raya karena alasan ini, sebagai langkah hati-hati/peringatan dari apa yang terjadi pada ahli kitab dengan puasa mereka yaitu mereka menambah-nambah puasa mereka berdasarkan pendapat dan hawa nafsu mereka. Atas dasar ini maka dilaranglah puasa pada yaumusy syak (hari yang diragukan). Berkata Umar: Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. Dan hari syak adalah hari yang diragukan padanya apakah termasuk Ramadhan atau bukan yang disebabkan karena adanya khabar tentang telah dilihatnya hilal Ramadhan tetapi khabar ini ditolak. Adapun yaumul ghaim (hari yang mendung sehingga tidak bisa dilihat apakah hilal sudah muncul atau belum maka di antara ulama ada yang menjadikannya sebagai hari syak dan terlarang berpuasaa padanya. Dan ini adalah perkataaan kebanyakan ulama.

Kedua: Membedakan antara puasa sunah dan wajib. Sesungguhnya membedakan antara fardlu dan sunah adalah disyariatkan. Oleh karenanya diharamkanlah puasa pada hari raya (untuk membedakan antara puasa Ramadhan yang wajib dengan puasa pada bulan Syawwal yang sunnah). Dan Rasulullah melarang untuk menyambung shalat wajib dengan dengan shalat sunah sampai dipisahkan oleh salam atau pembicaraan. Terlebih-lebih shalat sunah qabliyah Fajr (Shubuh) maka disyari’atkan untuk dipisahkan/dibedakan dengan shalat wajib. Karenanya disyariatkan untuk dilakukan di rumah serta berbaring-baring sesaat sesudahnya. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ketika melihat ada yang sedang shalat qabliyah kemudian qamat dikumandangkan, beliau berkata kepadanya: “Apakah shalat shubuh itu empat rakaat?” (HR. Bukhari No.663).
Barangkali sebagian orang yang jahil mengira bahwasanya berbuka (tidak berpuasa) sebelum Ramadhan dimaksudkan agar bisa memenuhi semua keinginan (memuaskan nafsu) dalam hal makanan sebelum datangnya larangan dengan puasa. Ini adalah salah/keliru dan merupakan kejahilan dari orang yang berparasangka seperti itu. Wallahu ta’ala a’lam.

Maraji’: Lathaaiful Ma’arif fi ma Limawasimil ‘Aami minal Wadhaaif, Ibnu Rajab Al-Hambali.
Al-Ilmam bi Syai’in min Ahkamish Shiyam, ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajihi.

(Diterjemahkan dari artikel berjudul Haula Syahri Sya’ban di www.islam-qa.com oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

http://www.perpustakaan-islam.com/

Senin, 20 Juli 2009

Yahudi Menggenggam Dunia : Masuknya Yahudi ke Inggris

EDWARD adalah raja Inggris pertama yang mengusir orang-orang Yahudi di Prancis, Belanda, Jerman dan Inggris untuk mengadakan kakacauan untuk menggoncangkan suluruh Inggris.

Langkah pertama yang mereka (Yahudi - pen) tempuh adalah menciptakan perpecahan antara raja Inggris dan pemerintahnya. Dan di sisi alin antara pemerintah dan gereja.

Konspirasi Yahudi Internasional mulai menyemprot racun dengan konsep-konsep kontroversial di kalangan politik dan gereja di Inggris, sehingga negeri itu terjebak ke dalam pertikaian intern antara pemerintah dan para tokoh gereja.

Bahkan rakyat Inggris sendiri terbelah menjadi sekte-sekte yang saling bermusuhan, yaitu antara Protestan dan Katolik. Kemudian kelompok Protestan sendiri terbelah menjadi dua kelompok. Sedang biang kejadian pergolakan yang memporak-porandakan bersembunyi dibalik layar.

Kemudian ketika Charles I menduduki singgasana sebagai raja Inggris, dan terjadi perselisihan dengan parlemen, seorang pemilik modal Yahudi berkebangsaan Belanda bernama Minasbech Esrael mendapat peluang untuk menghubungi panglima kenamaan Inggris Oliver Cromwell, menawarkan sejumlah besar uang untuk membiayai sebuah rencana rahasia yang bertujuan menggulungkan tahta kerajaan Inggris. Cromwell menerima baik tawaran itu. Selanjutnya ia bergabung dengan para anggota pemilik modal Yahudi internasional lainnya, untuk melaksanakan rencana tersebut. Kerja sama mulai di rintis dengan di perkuat oelh tokoh Yahudi bernama Fernandez Carfagal, yang kemudian menjadi kepala penasehat di bidang Angkatan Bersenjata Cromwell, yang mendapat julukan sebagai Yahudi Agung. Persengkokolan ini membuat Cromwell sebagai tokoh gerakan militer bawah tanah, yang di dukung dengan keuangan dan persenjataan secara besar-besaran oleh kekuatan di balik layar. Ketika rencana itu mulai mengerakan kekuatan senjata, ratusan tentara bayaran yang terlatih membanjiri masuk ke Inggris dengan menyelundup, dan selanjutnya bergabung dengan gerakan pengacauan yang dikendalikan oleh kelompok Yahudi, mengadakan tindakan teror di berbagai tempat. Mereka menyebar luaskan kepanikan di kalangan penduduk, untuk memancing terjadinya perang saudara melawan pasukan pemerintah.

Taktik kotor Yahudi seperti itu merupakan mata rantai sejarah sejak dulu hingga kini, seperti yang kita saksikan di wilayah pendudukan Israel di Palestina sekarang. Pergolakan yang terjadi di Inggris itu dipimpin dari balik layar oleh tokoh Yahudi berkebangsaan asing bernama De Souz. Ia adalah duta besar Portugal untuk London ketika itu, disamping tokoh Yahudi lain yaitu Fernandez Carfagal yang mendapat perlindungan kekebalan diplomatik dari sang duta besar itu.

Revolusi Inggris mulai disulut, setelah para pemilik modal melihat saatnya telah tiba, dan segala sesuatunya telah siap. Mereka mulai mengobarkan api pertikaian agama antara Protestan dan Katolik. Setelah itu, mereka baru memunculkan gerakan bersenjata, sehingga suhu politik dan sosial di Inggris menjadi kacau dan mencemaskan. Keterangan rinci tentang hal ini bisa dibaca dalam buku Biografi Charles II, karya Isac D�Esraeli seorang tokoh Yahudi Inggris, ayah Benjamin D�Esraeli, yang kelak merupakan politikus dan menjadi perdana menteri Inggris beberapa kali, dan mendapat gelar Lord Baker Sefield. Dalam buku yang di tulisnya itu Isac D�Esraile mengatakan, bahwa ia mendapatkan sebagian besar catatan tentang liku-liku revolusi Inggris itu dari Maleh Bour De Salem, seorang tokoh Yahudi yang menjadi duta besar Inggris untuk Perancis pada masa raja Charles I. Di samping itu, ia juga menulis tentang kesamaan revolusi Inggris dan revolusi yang terjadi di Perancis di kemudian hari. Hakikat kedua revolusi tersebut adalah hasil karya tangan yang sama.

Keterlibatan Lord Cromwell dalam persengkokolan Yahudi Internasional diungkapkan oleh Alfred Douglas dalam majalah mingguan Plain English edisi 03 september 1921. Alfred menjelaskan, bahwa Persengkokolan Yahudi Internasional sudah lama hilang. Namun perkumpulan itu masih bisa mengatur langkah untuk berhubungan dengan kawannya yang berkebangsaan Belanda Kannis Moulheim pada masa Napoleon Bonaparte. Ternyata ada dokumen berupa sebuah surat rahasia berbahasa Jerman yang dikirim oleh Lord Cromwell kepada pimpinan perkumpulan Yahudi Ebenz Brant yang berbunyi sebagai berikut:

�Kami akan mendukung setiap imigrasi Yahudi ke Inggris sebagai imbalan atas bantuan keuangan Yahudi yang telah diberikan.namun hal itu nampaknya mustahil, selama raja Charles masih hidup. Sedang menghabisi hidup Charles lewat pengadilan juga tidak mungkin. Saat ini kami tidak mempunyai landasan yang cukup kuat untuk menuntutnya dengan hukuman mati di pengadilan. Satu-satunya jalan yang bisa kami sarankan adalah dengan jalan membunuhnya. Akan tetapi, kami juga tidak bisa memberikan jalan, bagaimana cara membunuhnya, kecuali menyewa pembunuh profesional. Kemudian kami akan membantunya dalam melarikan diri ke luar Inggris.�


Surat Cromwell di atas di balas oleh Ebenz Brath sebagai berikut:

�Kami akan mengulurkan bantuan finansial yang dibutuhkan, jika Charles telah digulingkan oleh para orang-orang Yahudi diterima di Inggris. Percobaan membunuh Charles adalah langkah yang berbahaya. Jalan terbaik adalah dengan taktik yang membuat Charles melarikan diri. Pada saat itu Charles harus ditangkap dan diajukan ke pengadilan untuk di hukum mati. Setelah itu, uluran bantuan kami akan segera mengalir. Berbicara tentang syarat-syarat, sebelum di mulai pengadilan itu tidak akan banyak gunanya.�


Dua bulan setelah mereka bisa membuat Raja Charles melarikan diri, sang raja segera di tangkap. Menurut sejarawan Inggris kenamaan, yaitu Hollis dan Laudloo, Cromwell adalah orang yang mengatur siasat terjadinya peristiwa terjadinya itu semua. Sebelum Raja Charles melarikan diri, Cromwell terlebih dulu telah membersihkan para pendukung setia raja dari perlemen selama dua bulan sebelumnya. Setelah itu, pada tanggal 6 januari 1649 dibentuk sebuah Mahkamah yang dinamakan Mahkamah Pengadilan Tinggi, yang dimaksudkan untuk mengadili sang raja. Dua pertiga dari anggota Mahkamah ini adalah anggota pasukan Cromwell sendiri. Namun Cromwell sendiri tidak bisa memainkan peranan seperti yang diharapkan oleh para arsiteknya. Akhirnya para tokoh Yahudi menugaskan tokoh Yahudi Inggris bernama Carfagal untuk mengatur siasat, kerja sama dengan Isaac Derlous, dan mereka berhasil menciptakan tuduhan pengkhianatan terhadap Raja Charles. Hakikat peristiwa ini berbeda dari apa yang ditulis oleh sejarah, bahwa tersingkirnya raja Charles karena rakyat Inggris menentangnya. Dan tepat pada tanggal 30 januari 1649 Raja Charles dihukum mati di depan gedung pusat keuangan Yahudi yang berdiri dekat White Hall London. Dengan demikian orang-orang Yahudi telah melampiaskan dendam kesumat kepada sang raja atas pengusiran mereka dari Inggris sejak pemerintahan Cromwell. Maka Cromwell segera diberi uang yang dijanjikan untuknya, persis seperti ketika Yahudi bersengkokol dengan tokoh-tokoh Yahudi untuk membunuh Nabi Musa Alaihi Sallam.

Satu hal yang perlu diingat ialah, bahwa tujuan persengkokolan Yahudi bukan sekedar membunuh Raja Charles, tapi lebih jauh ingin menguasai perekonomian Inggris dan menyalakan api peperangan antara Inggris melawan negara-negara lain. Peperangan yang berkecamuk pasti mengeluarkan biaya yang besar. Para penguasa Eropa diharapkan akan meminjam uang dari para pemilik modal Yahudi itu dengan bunga berlipat ganda. Dan ketergantungan keuangan itu akan memberi mereka kesempatan untuk mendikte kebijakan pemerintah yang bersangkutan, disamping akan mendapat keuntungan uang berlipat ganda dari hutang yang mereka pinjamkan. Sebenarnya sudah bisa diperkirakan mengenai peristiwa yang bakal terjadi, setelah terbunuhnya Raja Charles tahun 1969 hingga berdirinya bank Inggris tahun 1964, yang di antara periode itu hutang nasional kerajaan Inggris telah naik sampai tingkat yang mencemaskan.

Sampai sekarang, orang Inggris tetap memperingati peristiwa perang tersebut tanpa menyadari, bahwa sebenarnya yang terlibat dalam perang itu merupakan mainan yang di buat oleh para pemilik modal Yahudi Internasional yang bertujuan menguasai ekonomi dan merupakan titik temu kekuatan ekonomi Eropa. Maka untuk melangkah pada tahap yang paling menentukan bagi rencana konspirasi Internasional adalah mendirikan lembaga keuangan Inggris, dan menanam modal mereka pada ekonomi nasional Inggris, yang sedang memikul beban pinjaman besar akibat perang yang dirancang oleh mereka sendiri.

Dari berbagai peristiwa historis yang telah berlalu telah dibuktikan, bahwa negara dan bangsa, baik yang memulai dengan agresi militernya, atau mengumandangkan terompet pemberontakan dan kekacauan, pada akhirnya tidak pernah bisa secara obyektif mendapatkan hasil yang diidamkan, atau bisa memecahkan masalah yang mereka hadapi, baik secara politik, ekonomi maupun budaya. Sedang pihak yang beruntung dan terus beruntung tidak lain adalah kekuatan Konspirasi Yahudi Internasional itu sebagai pemilik modal internasional dan pialang perang, yang memainkan peran dari balik layar. Maka tidak aneh kalau panglima perang Belanda William of Orange yang berhasil menaiki singgasana kerajaan Inggris itu telah membawa negara ke lembah hutang sebesar � 1.250.000 dari para pemilik modal Yahudi Internasional. Setiapa anak sekolah di Inggris bisa membaca peristiwa tragis tersebut dalam buku sejarah nasional Inggris. Akan tetapi, pembicaraan mengenai hutang yang dilakukan oleh John Hoblan dan William Peterson yang mewakili pemerintah Inggris tidak disebutkan sama sekali, siapa nama para pemilik modal yang memberikan hutang dalam jumlah sebesar itu, dan sampai sekarang identitas mereka merupakan teka-teki dalam sejarah. Menurut para sejarawan yang mencatat peristiwa pembicaraan mengenai hutang-hutang itu dinyatakan, bahwa pembicaraan dilakukan dalam sebuah gereja yang tertutup untuk menjaga kerahasiaannya. ( http://amanah-land.blogspot.com )

Tulisan ini aslinya berjudul Revolusi Inggris, merupakan subbab dalam buku Yahudi Menggenggam Dunia, karya William G. Carr, Pustaka Al Kautsar, tahun 2005

Oliver Cromwell and the English Civil War

http://www.youtube.com/view_play_list?p=0445B21E5A36A24C

HISTORY OF BRITAIN

http://www.youtube.com/view_play_list?p=A0EA49A920CA2E73

sumber :swaramuslim.net

Minggu, 19 Juli 2009

BAGAIMANA MENILAI JIHADNYA PARA 'TERORIS' ISLAM..??

oleh :Archa

Boleh dikatakan hampir semua Muslim mengetahui tentang perang Uhud, salah satu perang yang dilakukan oleh Rasulullah dan pengikutnya setelah kemenangan gemilang perang sebelumnya, perang Badar. Pada awalnya, dengan strategi yang jitu menempatkan para pemanah di suatu bukit sehingga kelebihan jumlah pasukan musuh menjadi tidak berguna akibat bertempur pada front yang terbatas, membuat musuh mati kutu dan mengalami kekalahan. anda bisa membacanya disini :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud

Namun kemenangan yang diperoleh pasukan Muslim hanyalah sementara karena para pemanah yang ditempatkan di bukit tidak mampu menahan dorongan hawa nafsunya untuk ikut merebut pampasan perang yang ditingggalkan musuh, mereka lalu meninggalkan posisi dan membuat area pertempuran kembali terbuka. Kita juga mengetahui kisah selanjutnya, ketika pasukan Quraisyi berbalik melewati jalur yang terbuka tersebut, menyerang pasukan Muslim yang sibuk memungut harta pampasan perang. Tercatat 70 tentara Muslim tewas dalam pertempuran, tentunya termasuk para pemanah yang telah meninggalkan pos mereka.


Pertanyaan muncul :”Apakah para pemanah yang telah lalai dan melanggar perintah Rasulullah tersebut bisa dikatakan mati syahid..?”. Boleh jadi ketika mereka berangkat dari Madinah dihati mereka tertanam kerelaan dan keikhlasan untuk berjuang dijalan Allah, sekalipun dengan resiko harus tewas di medan pertempuran. Semangat dan niat tersebut tentu masih ada ketika mereka menempatkan posisi sebagai pemanah. Namun kita bisa menduga bahwa ketika mereka meninggalkan pos mereka untuk ikut ‘cawe-cawe’ memungut harta pampasan perang, mungkin ada niat yang berubah dalam hati, dan pada saat itulah mereka kemudian ikut tewas dalam pertempuran. Lalu apakah kemudian Rasulullah memberikan statement bahwa mereka tidak mati syahid..?? bahwa mereka telah melakukan ‘jihad yang salah’..??, tidak ada catatan adanya pernyataan Rasulullah tersebut, yang ada justru hadist yang mengatakan Rasulullah memperlakukan jenazah mereka sebagai orang-orang yang mati syahid :

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : bahwa Nabi Muhammad Saw mengumpulkan setiap dua orang yang mati syahid dalam perang Uhud di dalam selembar kain, kemudian bertanya, “siapa di antara mereka yang lebih mengetahui tentang Al Quran?” ketika salah seorang dari mereka ditunjukkan, Nabi Muhammad Saw memasukkan orang itu terlebih dahulu ke dalam kubur dan berkata, “aku akan bersaksi untuk mereka di hari kiamat”. Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk mengubur mereka tanpa membersihkan darah mereka lebih dahulu dan Nabi Muhammad Saw tidak memandikan maupun menshalatkan mereka.

Secara ‘kasat mata’ kita tentu bisa memberikan penilaian bahwa tindakan para pemanah yang meninggalkan pos mereka tersebut merupakan suatu kesalahan. Dari kisah tersebut kita bisa mencatat bahwa Rasulullah sendiri tidak menghakimi, apakah seseorang melakukan jihad atau tidak, apalagi memberikan penilaian tentang ‘jihad yang benar atau yang salah’. Kalaulah waktu itu Rasulullah memberikan penilaian soal jihad atau tidak, maka tentu akan ada suatu riwayat yang menceritakan prosesi pemakaman yang berbeda, minimal Rasulullah akan membagi dua model pemakanan, yang satu untuk para sahabat bukan pemanah yang syahid, dan yang satu lagi proses penguburan ‘model biasa’ untuk jenazah para pemanah karena dinilai tidak mati syahid. Jadi apa yang dilakukan Rasulullah terbatas kepada penilaian bahwa semua yang tewas dalam pertempuran tercakup kedalam suatu rombongan yang berangkat dari Madinah, dibawah komando Rasulullah dan berperang untuk membela agama Allah. Sebagai seorang manusia, Rasulullah hanya bisa menilai perbuatan orang dari BENTUKnya saja. Lalu apakah mereka dikatakan mati syahid dan masuk surga atau tidak..?? siapa yang tahu..??

Kata ‘jihad’ banyak terulang dalam Al-Qur’an mengesankan tentang adanya “perjuangan secara sungguh- sungguh mengerahkan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan”, dan kalau didalami lebih lanjut, kata ini terkait dengan adanya pengorbanan atas suatu usaha yang kita lakukan.

[4:95] Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat.


Ayat tersebut menjelaskan bahwa perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad terletak kepada ‘pengorbanan’ harta dan nyawa.

Biasanya, kata ‘jihad’ selalu disandingkan dengan ‘fii sabilillaah’ = di jalan Allah, menunjukkan bahwa ‘jihad’ tersebut sebenarnya adalah suatu yang netral. Salah atau benarnya suatu perbuatan tidak terkait dengan adanya ‘jihad’ atau tidak, tapi dinilai berdasarkan bentuk perbuatannya, dan penghakiman manusia terhadap bentuk perbuatan juga tidak berbanding lurus dengan nilai perbuatan tersebut adalah jihad atau tidak, keduanya merupakan hal yang sama sekali tidak berkaitan. Anda mengatakan perbuatan seseorang ‘tidak fii sabilillaah’, namun penilaian tersebut tidak menjelaskan apakah orang tersebut telah berjihad atau tidak, sebaliknya ketika anda mengatakan perbuatannya ‘fii sabilillaah’, anda juga tidak bisa memastikan apakah orang tersebut memang sedang berjihad sehingga ketika dia mati, anda bisa pastikan akan masuk surga.

Kata ‘jihad’ juga sering dikaitkan dengan perbuatan berperang, sekalipun dalam terminologi Islam, jihad tidak hanya terkait dengan hal tersebut. Ini disebabkan karena perang adalah satu bentuk perbuatan yang ‘sangat nyata’ dalam memberikan pengorbanan harta dan nyawa. Saya menulis di forum ini dengan niat berjihad di jalan Allah, namun pengorbanan yang saya berikan mungkin hanya terbatas kepada pengorbanan waktu dan duit buat bayar koneksi internet, bahkan hal tersebut sering ‘tidak terasa’ karena kebetulan saya memang lagi menganggur. Lain hal ketika saya ingin berjihad dengan mengasah pedang, hendak maju ke medan pertempuran melawan musuh yang ingin membunuh saya, maka pengorbanan yang akan saya berikan akan saya rasa sangat besar. Al-Qur'an banyak mengkaitkan kata 'jihad' dengan 'perang' karena bentuk perbuatan tersebutlah yang 'paling ekstrim' untuk menjelaskan soal pengorbanan.

Dalam Al-Qur’an kata ‘jihad’ ini tidak hanya disandingkan dengan suatu perbuatan di jalan Allah saja, tapi juga terkait dengan tindakan yang menyimpang dari jalan Allah, misalnya pada QS 29:8 dan QS 31:15,

wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi husnan wa-in jaahadaaka litusyrika
[29:8] Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu ,= berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Aku..

wa-in jaahadaaka 'alaa an tusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmun
[31:15] Dan jika keduanya memaksamu = berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,..


Setelah menempatkan istilah ‘jihad’ pada posisinya yang benar, maka kita bisa melanjutkan dengan mengkaitkannya dengan contoh-contoh perbuatan yang kita temukan di jaman sekarang ini. Pertanyaannya adalah : Bagaimana menilai suatu perbuatan sekelompok orang yang melakukan bom bunuh diri di tempat umum, seperti restoran, hotel, di jalanan, dll dengan tujuan ‘berjihad’ di jalan Allah..?? apakah mereka benar mati syahid atau tidak..??

Petama, ijinkanlah saya mengatakan bahwa atribut ‘jihad’ yang disematkan terhadap perbuatan orang-orang tersebut adalah datang dari mereka sendiri, dan keyakinan akan masuk surga karena tewas bersama bom yang mereka ledakkan di tempat umum juga datang dari mereka sendiri. Tentu saja kita tidak bisa memastikan apakah mereka memang masuk surga atau tidak, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan :”Ooo..dia nggak bakalan masuk surga...”, atau sebaliknya :”Sudah pasti laah..bakal masuk surga..”, bahkan ketika hal tersebut datang dari ‘atasan’ mereka sendiri, yang telah melakukan ‘indoktrinasi’ sehingga mereka memiliki keyakinan yang kuat akan masuk surga.

Penilaian yang bisa kita lakukan hanyalah menentukan benar atau salah BENTUK perbuatan mereka, apakah merupakan perbuatan ‘fii sabilillaah’ atau sebaliknya ‘bukan fii sabilillaah’. Sebuah bom yang sengaja diledakkan di tempat umum, pasti punya sasaran untuk mematikan semua orang yang kebetulan berada disana, tidak peduli siapa orangnya, apakah muslim atau bukan, kalau bukan Muslim, apakah memusuhi Islam atau tidak. Maka ketika bom tersebut menewaskan sesama saudara Muslim, kita bisa mengkategorikannya merupakan ‘pembunuhan yang disengaja’ oleh seorang Muslim terhadap Muslim yang lain, dalam hal ini berlaku aturan Al-Qur’an :

[4:93] Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.


Apakah masih perlu kita memelintir pengertian ayat ini..?? semuanya tertulis dengan jelas. Bahkan Al-Qur’an juga memberikan gambaran bahwa membunuh siapapun dengan alasan yang tidak jelas adalah suatu kedzaliman :

[5:32] Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya412. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
412: Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.


Ketika bom JW Marriott dan Ritz Carlton, menewaskan beberapa orang non-Muslim (berdasarkan asumsi bahwa si pelaku memang sekelompok orang yang sedang memperjuangkan/membela Islam) , kita seharusnya bertanya kepada mereka sebelumnya :’Apakah anda memusuhi Islam..?? apakah anda melakukan tindakan-tindakan yang menyerang Islam..??”, bahkan pertanyaan ini terasa sangat sumir kalau kita tujukan kepada saudara-saudara kita yang Muslim, yang juga tewas dalam pengeboman tersebut.

Marilah kita berandai-andai, katakanlah saat ini Indonesia memberlakukan syari’at Islam dengan Amirul Mukminin yang terpercaya seperti para Khulafah Rasyidin, apakah yang akan diputuskan terhadap pelaku pembunuhan ini..?? menurut saya, mereka tentu akan memberlakukan hukum Islam juga :

[2:178] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.


Apakah mungkin seorang Khalifah yang berusaha menegakkan syari’at Islam akan memberikan ‘dispensasi’ terhadap peledakan bom yang dilakukan di tempat umum dan bertujuan untuk membunuh siapapun yang ada disitu, hanya karena pelakunya menyatakan perbuatan mereka adalah ‘jihad fi sabililaah’..?? tentu saja hukum Islam tidak akan mempedulikan pengakuan mereka soal jihad, berjihad atau tidak itu urusan mereka dengan Allah, hukum Islam akan dijatuhkan berdasarkan penilaian apakah perbuatan mereka merupakan ‘fii sabilillah’ atau bukan. Al-Qur’an menyatakan dengan jelas dilarang membunuh manusia tanpa alasan, dilarang membunuh sesama Muslim dengan sengaja, sedangkan BENTUK perbuatan yang ada : membunuh dengan sengaja dan tanpa alasan yang terkait dengan si korban, maka itu jelas bukan fii sabililaah.

Berikut ini saya ingin menyampaikan pikiran saya terkait dengan penyebab adanya se kelompok Muslim yang melakukan peledakan bom di tempat umum sebagai salah satu bentuk perjuangan mereka menegakkan ajaran Allah..

Terlihat adanya kesan ‘keputus-asaan’ terhadap pertolongan Allah dalam melakukan perjuangan. Saat ini dunia Islam memang menghadapi lawan yang ‘tidak berbentuk’, penyerangan terhadap Islam sering ‘dibungkus’ jargon-jargon yang sebaliknya : damai, kasih, hak azazi, demokrasi, kebebasan berpendapat dan disisi lain terlihat perbuatan mereka sedikit demi sedikit telah merusak tatanan masyarakat, sehingga makin jauh dari nilai-nilai Islam. Disamping kekuatan, teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki pihak musuh dinilai sangat besar untuk dilawan secara ‘berhadap-hadapan’. Saya sudah menjelaskannya dalam tulisan sebelumnya :

http://forum-swaramuslim.net/more.php?id=4263_0_15_0_M

Kondisi ini kelihatannya membuat sebagian Muslim merasa terpojok dan mencari segala cara untuk mengadakan perlawanan. Akibat musuh yang tidak jelas, maka segala sesuatu yang ‘berbau musuh’ akan dihabisi. Padahal Al-Qur'an menasehatkan bahwa bagaimanapun hebatnya tipu-daya musuh-musuh Islam, Allah tidak akan membiarkan mereka meraja-lela :

[3:120] Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

[4:76] Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

[8:18] Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.

[8:30] Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

[9:48] Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

[13:42] Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.

[27:70] Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan".


Serangan musuh yang licik dan pengecut seharusnya tetap harus dilawan dengan cara yang hati-hati dan mempetimbangakan SEMUA aturan Allah, baik yang terdapat dalam Al-Qur'an maupun hadist, bukan hanya mengambil dasar sebagian-sebagian saja. Mungkin kelihatannya kita telah berperang dengan cara yang dinilai 'terlalu naif' berdasarkan pandangan manusia, namun belum tentu 'naif' dalam pandangan Allah. Musuh-musuh Islam punya sumber daya yang luar biasa, namun Allah sudah menjanjikan hal tersebut tidak akan berarti untuk menghancurkan Islam. Allah sudah menjanjikannya dalam Al-Qur'an, tergantung tingkat keyakinan kita sehingga kita tetap bisa istiqomah/konsisten dalam melakukan bentuk perjuangan yang benar-benar mempertimbangan semua aturan Allah tersebut.

Pertanyaa sering muncul, baik dari umat Islam maupun pihak non-Muslim :”Apakah si pelaku pengeboman bisa dikatakan telah berjihad atau tidak..??”, atau pertanyaan yang lebih konyol :”Apakah yang dilakukan merupakan jihad yang benar atau jihad yang salah..??”. lalu pihak Islam terbawa untuk menjawab pertanyaan tersebut ‘menari dalam irama gendang yang dilakukan orang’, ada yang bilang itu jihad dan ada juga yang mengatakan itu bukan jihad, bahkan sebagian ulama perlu repot-repot mengeluarkan fakwa untuk itu, seolah-olah yang menjawab mengerti betul bagaimana nasib si pelaku pengeboman setelah mereka tewas. Umat Islam seharusnya tidak perlu menggubris soal ini, karena sebaiknya semua energi kita perlu kita pakai untuk menyadarkan umat, memberikan pengertian tentang mana suatu perbuatan dikategorikan sebagai ‘fii sabilillah’ dan mana yang bukan..

sumber : forum-swaramuslim.net

Rabu, 15 Juli 2009

Kristen dan Sejarah Lama (1)

Oleh: Dr. Zainab Abdul Aziz

Philo of Alexandria (13-20 SM – 54 M)

Di antara komentar yang paling sengit dan kritis yang dialamatkan kepada sejarah Kristen adalah hilangnya naskah dan sumber asli mereka. Sangat disayangkan, tidak ada yang tersimpan selain salinan yang dipenuhi dengan sabotase manusia, dan itu mencakup Injil, buku dan warisan patriarki lama. Kami akan meniliti poin ini melalui studi sejarahwan Yahudi klasik di masa-masa Kristen.

Philo adalah seorang filsuf terampil, lahir di masa rezim Herodit I, dan memahami dengan baik informasi tentang bangsa Yahudi. Dia menulis sekitar lima puluh tujuh buku yang di antaranya adalah The Age of Pilatus. Dalam buku ini, jika dia ingin memasukkan sesuatu tentang Yesus, maka kita akan menemukan banyak hal, namun dia tidak menyebut Yesus sama sekali.

Ia berasal dari kalangan elit berpendidikan dan paling dihormati di antara orang-orang seusianya. Ia dikenal subyektif dan jujur, dan ia tidak pernah mengabaikan suatu kejadian, besar atau kecil, penting atau tidak penting, berkaitan dengan apa yang ditulisnya. Dan itulah metodenya ketika ia menulis tentang berbagai agama yang ada pada waktu itu.

Yang jadi pertanyaan adalah, jika dia seperti ini, mengapa ia tidak menyebutkan hal apapun tentang Yesus dan para rasul, terutama ketika kita tahu, sebagaimana dinyatakan sumber resmi, bahwa Yesus dikenal secara luas dan bahkan pernah mengembara hingga perbatasan Syria. Berita tentang Yesus tersebar luas dimana mereka membawa orang-orang sakit kepadanya untuk diobatinya.

Dia juga tidak menyebutkan apapun tentang penyalibannya, tidak menyebutkan kebangkitannya dari kematian, dan tidak pula menyebutkan sesuatu tentang orang mati yang datang kembali ke dunia dan berkeliaran di sekitar kota. Sungguh, semua kejadian itu seharusnya disebutkan oleh sejarawan kolosal yang cermat seperti Philo, yang tidak pernah diam terhadap segala kejadian, baik kecil atau besar.

Telah diketahui dengan baik bahwa dia sebagai orang yang pemberani melakukan perjalanan ke Roma untuk bertemu dengan raja untuk berargumentasi mengenai orang-orang Yahudi yang menjadi korban dalam penganiayaan berdarah di Alexandria (39). Dia diterima dengan hangat walaupun permintaannya ditolak.

Sekembalinya ke Alexandria, kemudian ia menulis bahwa ia, cukup aneh, tidak menyebutkan Yesus maupun denominasi kaum Kristen yang tinggal di masa Abollonuis Altwany, yang dikatakan sebagai orang yang penting dan sangat berpengaruh seperti Yesus.

Ia adalah murid Plato, yang mengeluarkan teori Logos atau yang secara theologis dikenal sebagai ‘The Word’. Jadi, nanyak tentang ditulis hal ini dan juga teori tentang hubungan Allah dengan dunia dengan semua ketidak-sempurnaannya. Jadi, ia telah membuat entitas independen kalimat yang menciptakan segala sesuatu dengannya, sebagaimana hal tersebut diklaim, yang mencakup semua sifat-sifat ilahi dan bahwa semua makhluk telah bersumber darinya dan Jesus sendiri berasal dari Tuhan—sebuah konsep yang lebih milik permulaan Injil Yohanes ‘ (1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (1:1)

Konsep ‘The Word’ dikenal dalam filsafat dan ia tidak menambahkan apapun selain konsep inkarnasi yang diterima pada abad kedua.

Selain itu, imam Italia Legoy Katchiloly, yang akhirnya meninggalkan keimaman, berkomentar tentang ini dengan berkata, ‘Philon merupakan salah satu orang-orang Essene, meskipun ia tidak menyebutkan sesuatu tentang Yesus dan Kristen, dan bahkan ia mengecualikan mereka sepenuhnya dari sejarah pada periode antara 50 M. sampai 60 M. Sebagai tambahan, bahkan ia tertarik terhadap Logos yang kemudian mengambil bentuk spiritual, sehingga ia menolak ide penjelmaan kedua kedatangan Yesus. (hlm 109)

Flavius Joseph (37-100 M)



Dia dilahirkan di 73 M. dalam keluarga Yahudi yang kaya dan ditunjuk sebagai Gubernur di wiayah yang sekarang dikenal dengan nama Galilea pada awal Revolusi 66. Ia memimpin perang melawan Roma, dan ditangkap oleh Flavius Vespasian. Untuk menyelamatkan hidupnya, ia berbelok untuk bekerja bagi kepentingan Roma dan menjadi intelijen mereka untuk mengamati perang yang sedang berlangsung. Hal ini membantunya untuk mendapatkan kewarganegaraan Roma, dan dengan ini dia tetap menjadi salah satu sejarawan yang paling penting di masa itu.

Dengan jumlah yang begitu besat orang-orang Yahudi lama yang menceritakan peristiwa masa Kejadian hingga ke waktu perang antara Romawi dan Yahudi (66 M), kami hanya menemukan paragraf kecil yang mengatakan, ‘Sekarang, Yesus telah muncul, manusia yang bijaksana, jika memang dibenarkan untuk memanggilnya manusia, karena dia adalah seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mulia, guru bagi banyak orang, sebagaimana ia menerima kebenaran dengan senang hati. Dia memikat banyak orang, baik orang-orang Yahudi atau orang-orang Gentiles. Dia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, sesuai usulan dari tetua di antara kami, mengutuknya ke salib, maka orang-orang yang mencintainya sejak awal tidak meninggalkannya, sebab ia akan muncul kepada mereka dalam keadaan hidup kembali pada hari yang ketiga, sebagaimana yang diramalkan oleh para utusan. Dan umat Kristen, yang nama mereka diambil dari namanya, tidak punah pada hari itu.’

Namun dipastikan para ilmuwan menyepakati suatu fakta bahwa ini hanyalah sebuah tambahan distorsif yang kemudian disisipkan, karena ia tidak terdapat pada naskah terkuno buku ‘The Antiquities of Jews ‘ karya Aourgeen di awal abad ketiga, di mana dia yakin bahwa Joseph menolak untuk percaya kepada Yesus. Diketahui dengan baik bahwa dia sangat setia kepada Yudaisme, dan ini terlihat jelas dalam autobiografi dan buku yang ditulis Apion.

Imam Gelieh, yang juga pustakawan Santo Genfeif dan penerjemah karya-karyanya (1756), mengatakan kontradiksi dan distorsi tersebut sangat gamblang. Saya harus mengakui bahwa tulisan-tulisan tersebut diubah dan dimodifikasi sehingga sebagiannya kontradiksi dengan sebagian yang lain.

Roger Peytrignet mengafirmasi bahwa umat Kristen lebih dahulu mendapati karya-karyanya setelah ia bergabung dengan Roma dan mereka mendistorsinya sesuai dengan kemauan mereka (Jesus-Myth or Historical person, hlm. 29)

Alfarek dan Koushou dalam bukunya ‘ The problem of Jesus and the origin of Christianity ‘ menegaskan kemustahilan bahwa Joseph menulis paragraf di atas karena jika dia berkata demikian, maka dia pasti telah menjadi orang Kristen, tetapi diketahui bahwa dia adalah Yahudi Persia dan itu sudah jelas.
Ada konsensus dari para penulis bahwa tambahan-tambahan ini secara sengaja disisipkan dan, paragraf ini tidak selaras dengan seluruh konteks yang berbicara tentang penderitaan-penderitaan yang dialami masyarakat selama rezim Pelate. Jika paragraf ini dihapus, maka aliran pembicaraan akan menjadi serasi.

Andre Vautier, dalam bukunya yang Mitos Yesus, mengatakan bahwa Josephus menulis jumlah terjemahan tentang perang orang-orang Yahudi, baik terjemahan dalam bahasa Aramaik atau translation. Tanggal terjemahan Yunani kembali ke 79 M. dan tidak mempunyai referensi dalam bagian pertama dan juga dari bagian no. 300 hingga no. 700. Konteks mengalir dengan begitu lancar dan harmonis, dan dengan kata-kata yang begitu sempurna. Sedangkan bagian yang kedua yang berkaitan dan menceritakan peristiwa yang bertepatan dengan masa di mana Yesus hidup berisi ungkapan-ungkapan yang sangat buruk. Bahkan isinya tidak konsisten dan tidak harmonis. Ini merupakan bukti yang pasti bahwa bagian ini telah tercemah oleh tulisan-tulisan orang Kristen.

Katanya, kita seharusnya tidak lupa bahwa para imam pada waktu itu adalah orang yang bisa membaca dan menulis dan bahwa bagian-bagian yang berbicara tentang Yesus dan Yohanes sang pembaptis itu telah diedit dari salinan yang dibuat dari bahasa Yunani.

Jadi, Andre Vautier menyatakan secara tegas bahwa buku The war of the Jews dan bagian ke-18 dalam buku Ancient Antiquities of the Jews yang mencatat peristiwa abad pertama masehi termasuk bukti yang tak diragukan lagi dan jelas mengenai perubahan dan sisipan, dan mengenai halaman yang disispkan dan yang dihapus.

Pada bab ketiga dalam bukunya, Andre Vautier mengatakan bahwa kata pengantar buku The Jews wars was against the Romans berisi out-line Artikel buku. Sekarang buku, jika kita menelitinya, mengalami penyimpangan secara massif dari rezim Augustus hingga tahun 12 rezim Neiron. Misalnya, ada masa enam puluh tahun hilang, dan itu adalah periode aktivitas Yesus dan Johanes sang pembaptis.

Benar-benar jelas bagi pembaca bahwa seorang laki-laki yang begitu berhati-hati dan teliti seperti Josephus tidak bisa diam terhadap jeda sejarah manusia ini, padahal ia merupakan periode yang mencakup berbagai peristiwa konsekuensial historis. Sarjana yang jujur pasti akan mencaci gereja yang sejak awalnya itu didasarkan pada kebijakan kecurangan, sabotase, interpolasi dan distorsi.

Jadi Loegy Katxhyoly mengatakan: Gereja telah mengubah banyak paragraf dalam karya-karya Josephus, dan menskenario pembakaran Roma kebakaran di masa Neiron, hanya untuk menciptakan orang-orang yang rela berkorban demi Essense dan Kristen. Cukup bagi kami untuk merujuk kepada banyak distorsi yang dibuat Eusebius untuk bergeluar dengan keanehan dari sumber sejarah Kristen dalam Kitab Suci, yang telah dicemari oleh para sejarahwan sebagai penipu.

Guy Fau juga mengatakan dalam bukunya yang The Myth of Jesus bahwa paragraf tentang Yesus pertama kali muncul di abad keempat dalam karya Euseus, dan ia belum ditemukan namun dalam buku The Hebrew Antiquities in the Age of Aourgene (185-254).


sumber: eramuslim.com

Rabu, 08 Juli 2009

Cahaya Cinta Dalam Gelapnya Lorong Telinga

Oleh: Catur Sriherwanto
Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.


Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”.

Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.



Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102) (hidayatullah)

sumber :swaramuslim.net

Beda Antara Islam dan “Rambo IV”

Oleh: Hasib Amrullah *
Membandingkan Peradaban Islam dan Barat, ibarat “permata” dan “kerikil”. Sayang, masih banyak yang silau dengan “krikil” nya

"Live For Nothing, or die for something."
[Sylvester Stallon, dalam film Rambo IV]

Setiap ucapan biasanya hasil pengaruh dari worldview nya. Bagaimana ia memaknai hidup dan bagiamana ia melihat dunia. Maka tidak ada sebuah pendapat yang bebas nilai. Di belakang apa yang tersurat selalu ada sesuatu yang tersirat. Ada target dan tujuan dari pandangan hidup peradaban tertentu yang terbawa dalam misi sebuah kata.

Amerika, sebagai sebuah negara yang perkembangan teknologinya cukup pesat. Bahkan amat pesat. Menjadi sombong, dan merasa peradabaannya lah yang terbaik. Karena itu harus ditransmisikan bagi pembentukan peradaban dunia. Mereka menyebut orang-orang timur adalah bangsa traditional. Dan menyebut bangsa yang belum mengenal peradaban Barat adalah bangsa bar-bar.

Hal tersebut nampak dalam alur cerita film Rambo ini, dan film film lainnya garapan sutradara Amerika. Dalam film Rambo IV, begitu bengisnya gambaran serdadu Burma memperlakukan manusia. Membunuh dan membombardir penduduk satu desa tanpa keterlibatan perasaan. Memperkosa dan memenggal kepala manusia tanpa melihat kecil besarnya. Semua di habisnya tanpa sisa. Seakan-akan mereka bukan manusia.

Sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan Amerika melalui film ini adalah menunjukan kepada dunia. Betapa bar-barnya mereka yang tidak mengenal hak asasi manusia (HAM). Penonton digiring untuk mengidolakan Amerika sebagai penolong, yang mengangkat harkat kemanusiaan sebuah bangsa. Inilah bangsa yang mempunyai peradaban, kira-kira begitu. Bangsa yang menghargai kehidupan manusia yang lainnya. Karena itu, timur harus menirunya, jika ingin menjadi bangsa yang besar seperti Amerika. Meniru bagaimana mereka memandang kehidupan. Meniru worldview (pandangan hidupnya).

Inilah kenapa gerakan Barat kepada Timur disebut civilization. Sebuah gerakan untuk menjadikan bangsa bar-bar dan traditionalis timur menjadi bangsa yang berperadaban. Peradaban Amerika tentunya.

Secara tidak langsung, Amerika menganggap Peradaban Islam –karena ia lahir di Timur- sebagai peradaban bar-bar juga. Di mana harus dicivilaiz-kan. Agar menjadi bangsa yang berperadaban tinggi seperti mereka.

Sebuah peradaban tidak bisa dilepaskan dari cara pandang hidup masyarakatnya. Dan lahirnya pandangan hidup dalam pikiran kita.

Dr. Hamid Zarkasy dalam jurnal Islamia vol III no 2 mengatakan, ‘pembaratan’ dilakukan melalui kultur, teknologi, pemikiran keilmuan, keagamaan dan spekulasi yang diperoleh dari pendidikan atau upaya sadar dalam mencari ilmu.

Karena itulah, Barat --terutama Amerika-- begitu semangat membiayai gerakan-gerakan LSM di ASIA. Dengan uang yang dimiliki, mereka bersusah-payah. Bukan untuk apa-apa, tujuannya sudah jelas, untuk merubah cara pandang masyarakat (Islam) terhadap hidup dan kehidupan. Agar masyarakat timur (baca Islam) menerima cara pandang mereka (Barat). Dan usaha yang mereka lakukan adalah dengan merubah kultur, teknologi, pemikiran, keagamaan yang ada. Salah satunya dengan membuat tulisan di media masa. Menggiring opini dan pesan-pesan melalui film dan semacamnya.

Maka ungkapan “Live for nothing, or die for something” bukan tanpa makna. Itu sesungguhnya cermin bagaimana sesungguhnya Barat (baca; Amerika) memandang kehidupan ini. Sangat jauh antara langit dan bumi dengan slogan-slogan dan kata-kata berhikmah dari dunia Islam. Baik dari Al-Quran, al-hadist atau atsar para sahabat dan ulama.

Ungkapan “Isy kariman au mut syahiidan” (hidup mulia atau mati syahid di jalanNya) adalah lahir dari cara pandang Islam. Bagi Islam, hidup lebih mulia jika “berjuang” di Jalan Allah disbanding hidup biasa-biasa saja tanpa tujuan dan tanpa makna. Apa yang mampu kita baca, mana yang lebih bersih cara pandangnya?

Yang pertama mencerminkan bahwa hidup adalah urusan masing-masing individu. Orang tidak boleh mengklaim bahwa cara dia mengisi hiduplah yang paling baik. Maka, mabuk adalah hak individu. Selagi orang yang mabuk itu tidak mengganggu hak orang lain, it’s not problem. Ciuman di tempat umum adalah fine. Sebab ia mencium orang yang mau dicium. Ciuman baru menjadi masalah, kalau yang ia cium orang yang tidak dikenal. Karena itu melanggar wilayah private orang lain. Melanggar hak asasi orang lain. Menyalakan motor pagi hari bisa jadi masalah. Kalau suara motor kita mengganggu tetangga sebelah. Ia bisa menelpon kekomisi HAM.. Karena suara motor kita menganggu hak dia untuk istirahat. Dan kita bisa ditahan karena tuduhan melanggar hak orang lain.

Masyarakat Amerika sesungguhnya hatinya kosong, hatinya hampa. Karena tidak ada nilai kebenaran yang absolute yang mereka yakini. Kehampaan hidup itulah yang mereka coba untuk atasi. Karena itulah lahir kata-kata ‘live for nothing’ cermin dari hampanya hidup yang tumbuh dari budaya barat yang kosong nilai moral. Bagi mereka mati untuk sesuatu yang pasti, lebih baik dari pada hidup tanpa arah yang pasti. Seperti apa yang tercermin dalam ungkapan Stallon tersebut. Ungkapan yang ia tujukan untuk membakar tentara bayaran, agar mau melanjutkan misi penyelamatan.

Berbeda dengan ungkapan “Isy kariiman au Mut syahiidan” (Hidup Mulia atau Syahid di JalanNya). Ini adalah ungkapan yang lahir dari rahim peradaban Islam. Ungkapan tersebut mensiratkan adanya nilai hidup yang harus diperjuangkan muslim dengan pengorbanan nyawanya. Bahwa hidup dalam keadaan terhormat atau mati menjadi syahid di jalan Allah.

Cobalah nikmati betapa berbobotnya sabda Rasulullah ini, “Islam adalah pangkal segala urusan hidup, tiang pancangnya shalat, dan ujung tombaknya adalah jihad.” [H.R.Thabrani].

Hidup yang karim adalah hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang diajarkan Al-Quran. Karena dalam pandangan Islam, manusia adalah hamba. Ia tidak berhak untuk menentukan mana yang mulia mana yang hina. Penetapan kemuliaan dan kehinaan hidup, adalah otoritas Allah sebagai kholiq. Manusia hanya menjalaninya. Pelaksanaan atas perintah dan penghindaran atas larangan itulah yang disebut denga Isy kariiman. Maka bagi muslim pilihannya dua. Hidup terhormat, dengan menjunjung tinggi nilai dan ajaran Tuhannya. Atau kematian yang syahid yang keduanya sama berbobotnya. Bagi muslim, hidup dan mati harus sama-sama bernilai.

Perbedaan Dasar
Barat dan Islam jelas memiliki worldview yang berbeda terhadap kehidupan dunia. Barat memandang kehidupan ini terbatas hanya di dunia. Karena itulah mereka mengeksploitasi kehidupan dunia untuk mencari bahagia. Karena setiap orang memiliki kebahagiaan yang berbeda-beda, maka harus ada aturan untuk menghormati sesama manusia yang sama-sama menghendaki untuk bahagia. Lahirlah apa yang kemudian menjadi spirit sistem hidup mereka, liberte, egalite dan fraternite.

Bahwa manusia sama-sama memiliki kebebasan untuk menentukan kebahagiaan masing-masing. Masing-masing individu tidak boleh mengganggu harus saling menghormati; inilah liberte (kebebasan). Karena sama-sama manusia, satu dan yang lainya harus memiliki hak yang sama pula. Bahwa setiap orang terlahir dengan hak-hak dasar (natural right) yang tidak boleh dirampas. Hak-hak dasar itu meliputi; hak untuk hidup, hak untuk memiliki sesuatu, kebebasan membuat opini, beragama dan berbicara. John Locke dalam bukunya Two Treatises of Government (1690) menyatakan; “tugas utama pemerintahan adalah menjamin hak-hak dasar tersebut, dan jika ia tidak menjaga hak dasar tersebut, rakyat berhak untuk melakukan revolusi. Inilah yang menjadi cara pandang barat terhadap kehidupan di mana Hak Asasi Manusia menjadi tolak ukurnya.”

Berbeda dengan Islam. Baginya, dunia tidaklah segalanya. Ia adalah kehidupan sementara. Sebagai perantara dan ujian untuk mendapatkan kehidupan selanjutnya. Sebuah kehidupan yang diyakini seorang Muslim lebih panjang dan abadi dari kehidupan dunia. Seperti apa yang disebutkan dalam Al-Quran, “Wa ma hayatu addunya illa la’bun wa lahwun, wala darul akhiroh khoirun lilladzina yattaquun. Afala ta’qilun” (Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya). [al-An’am; 32].

Karena itu seorang Muslim tidak akan pernah memaksakan haknya, apabila itu bertentangan dengan ayat Tuhannya. Muslim akan menghormati saudaranya, dan tidak terlalu rakus untuk mencapai ambisinya, karena di hadapan Allah tidak ada yang mampu ia sembunyikannya.

Alhasil, antara “Live for nothing, or die for something” dan “Isy kariman au mut syahiidan” bagian kecil dari bagaiamana perbedadaan mendasar antara pandangan hidup Islam dan Barat mengenai cita-cita dan worldview. Secara substansial keduanya sungguh sangat berbeda.

Peradaban barat yang dengan “angkuh” adalah peradaban yang lahir dari rahim akal dan bersumber dari manusia (Hak Asasi Manusia). Sementara peradaban Islam berasaskan Al-Quran dan bersumber dari wahyu (langsung dari Allah SWT). Ibarat krikil dan permata, tak sebanding nilainya. Sayang, krikil itulah yang kini sering menjadikan orang silau padanya. Lallahu a’lam.


* Penulis adalah Peserta Kader Ulama (PKU) Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo.

sumber : www.hidayatullah.com

Senin, 06 Juli 2009

Injil Membantah Ketuhanan Yesus:

PENDAHULUAN


Islam adalah satu-satunya agama yang menyatakan dan meyakini adanya Tuhan yang sempurna. Artinya, bahwa Dia tiada memiliki sekutu baik dalam tabiat maupun sifat-sifat-Nya. Seperti dalam firman-Nya:

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlash: 1-4)

Baru-baru ini di Benoni, Afrika Selatan, ada seorang penginjil yang kurang mahir dalam ilmu agama, tapi ia suka mengagung-agungkan waham pribadinya. Dia menyatakan bahwa dirinya adalah utusan Al Masih, yang ditugaskan Allah untuk mengkristenkan kaum Muslimin. Karena ia seorang advokat, tentu saja ia memiliki kemahiran dalam bersilat lidah. Ia malah berani menggunakan Al-Qur'anul Karim sebagai dalil khotbahnya, meskipun menyimpang dari tujuan dan pengertian yang sebenarnya.

Ia memang sama sekali tidak memahami sepatah katapun bahasa Arab. Ia ingin agar kaum muslimin mengimani bahwa Isa As adalah Tuhan juga, padahal ini suatu akidah yang amat buruk bagi kita, kaum muslimin. Akidah ini amat bertentangan dengan kesempurnaan Allah Ta'ala yang mutlak.

Dengan berbagai cara orang ini berupaya memutar-balikkan jalan kebenaran. Namun Allah Swt berfirman:

"Katakanlah (Muhammad): "Telah datang kebenaran (Islam) dan telah hancur kebatilan. Sesungguhnya yang batil Itu pasti akan hancur." (A1-Isra: 81)

Dengan demikian jelaslah, segala daya upaya orang tidak akan berhasil, karena jalur kebenaran itu tidak dapat diputar-balikkan dan ini sesuai dengan janji Allah dalam firman-Nya.

Dua Alasan
Dalam memutar-balikkan ayat-ayat Allah, penginjil itu mengemukakan dua alasan mengenai pernyataannya tentang Isa Alaihissalam adalah Allah, yaitu:

1. Ketika kita mengatakan bahwa Isa itu Tuhan ( atau meskipun Dia adalah Allah yang sebenarnya), namun kita tidak akan menjadikan-Nya Tuhan Bapak! Ia adalah satu dengan Tuhan Bapak, karena itulah Dia bersekutu dalam tabiat-Nya.

2. Dia (Isa Alaihissalam) ditinjau dari berbagai sisi seperti Tuhan Bapak, tapi bukan Tuhan Bapak itu sendiri.

Alhasil, berdasarkan keterangan si advokat itu, Isa Alaihissalam adalah Allah, karena Dia bersekutu dalam tabiat Allah dan dari berbagai sisi seperti Allah.

Demikianlah ia mengemukakan kedua alasannya itu untuk membuktikan ketuhanan Isa Alaihissalam. Suatu alasan yang dangkal dan tidak layak dikemukakan oleh orang yang berprofesi sebagai advokat.

Di bawah ini akan kami paparkan beberapa bukti dari kitab sucinya sendiri untuk meyakinkan bahwa Isa As tidak bersekutu dengan tabiat Allah dan dilihat dari segala sisinya, ia tidak menyerupai Allah. Karena itulah Allah tidak mungkin diperilahkan.

Kami akan memberikan contoh-contohnya dari kitab suci mereka sendiri tanpa banyak komentar karena menurut anggapan umat Nasrani kitab itu merupakan bukti kebenaran dirinya!

Sesungguhnya perkataan yang mengatakan bahwa Isa Alaihissalam Itu adalah Allah, bukan hanya merupakan cemooh terhadap (salah satu) ketuhanan, tetapi merupakan bentuk terendah dari kekafiran, sekaligus penghinaan terhadap kecerdasan akal manusia!

Semua kutipan ayat-ayat dipetik dari kitab suci yang berlaku dan dinyatakan sah. Pada tiap kepala karangan dan isinya, sebutan nama Isa Alaihissalam sengaja kami beri lafdhul jalalah. Nama kebesaran Allah dalam kurung sebagai berikut (Allah), untuk lebih menarik perhatian orang yang sudi berpikir lebih jauh dan mendalam. Alangkah dangkalnya kotbah si advokat itu yang menyatakan bahwa Isa Alaihissalam adalah Allah!

MUKADDIMAH


Alhamdulillah Robbil 'Alamin. Salawat dan salam kepada Rasul dan Nabi Allah terakhir, Muhammad SAW yang diserahi amanat mengemban agama yang sebenarnya. Yang memenangkan seluruh agama sebagai rahmat bagi umat manusia semuanya, terutama bagi yang beriman dengan risalah dan kerasulannya.

Buku ini tidak menyuguhkan suatu pendapat baru atau pikiran khusus tentang ketuhanan Isa Almasih. Tetapi hanya mengetengahkan nas-nas yang jelas dari kitab suci mereka sendiri, yang diterima dengan baik dan diakui kesahannya oleh umat Nasrani sendiri. Buku ini hanya menyuguhkan pengertian yang sebenarnya dari suatu masalah, dan meyakinkan adanya ketidak-samaan antara Almasih dengan Allah Ta'ala, baik dalam sifat-sifat Ketuhanan-Nya maupun tabiat-Nya.

Akhirnya kami mohon kepada Allah Ta'ala, mudah-mudahan pekerjaan kami ini diterima sebagai amal kebajikan yang seikhlas-ikhlasnya, semata-mata mengharap ridha-Nya. Amin.

Al Mukhtarul Islami (Penerbit)

ISI BUKU
Mukaddimah
Pendahuluan
Bagian Satu: Hari Milad Allah
Bagian Dua: Al Masih Bukan Nama
Bagian Tiga: Masalah Kebangkitan Al-Masih
A. Tidak ada 'Tanda' Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi!
B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da'wah
C. Hidup atau Matikah, Yunus?
D. Persepsi Kaum Masehi Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus
E. Kapan Yesus Disalib?
F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Masehi?
Bagian Empat: Dialog Antara Ahmed Deedat dan Pendeta Rev. Roberts (Direktur Lembaga Al-Kitab Afrika Selatan)
Bagian Lima: Siapa Ahmed Deedat, Seorang Da'I Besar Dunia?
Bagian Enam: Wawancara Ahmed Deedat Dengan Wartawan 'Arab News'
A. Ahmed Deedat Bicara Tentang Peran "Wanita Dalam Islam"
B. Palestina Menurut Ahmed Deedat
C.Salman Rusydi di Mata Ahmed Deedat

Baca Buku tsb di : http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=11&page=-1



sumber :swaramuslim.net

Senin, 29 Juni 2009

Kedudukan Perempuan Dalam Pandangan Imam Ali

Meski perempuan pada dasarnya memiliki fisik yang lemah dan lembut, namun ia memiliki perasaan dan naluri yang kuat, yang diciptakan oleh Allah swt guna mengemban tugas pendidikan dan pengajaran masyarakat untuk menghantarkan umat manusia kepada kesempurnaan. Allah swt menciptakan perempuan, yang merupakan manifestasi keindahan Ilahi, yang juga tempat kaum lelaki memperoleh ketenangan dan ketentraman, dalam rangka menghiasi rumah dan keluarga dengan pancaran kasih sayang dan kelemah lembutannya. Imam Ali as berkata, "Perempuan adalah bagaikan sekuntum bunga yang menebar keharuman."

Berdasarkan pernyataan Imam Ali as ini, perempuan seperti bunga yang harus dijaga dan dipelihara agar tetap segar dan dan bugar, sehingga lembaga keluarga akan terhias oleh keindahannya dan tersirami oleh kesegarannya. Oleh karena nilai dan posisi perempuan yang diberikan oleh Islam, maka banyak sekali perintah yang menekankan, pemuliaan, penghormatan dan kecintaan kepada perempuan.

Agama Islam memberikan penghormatan kepada perempuan dari posisinya sebagai perempuan. Dalam masalah ini, Imam Ali as menukil dari Rasul Allah saaw, mengatakan, "Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina." Berkenaan dengan ibu, yang tak lain adalah perempuan, beliau berkata, "Betapa pun seorang anak berbakti kepada ibunya, ia tidak akan mampu menebus satu hari saja dari masa kehamilannya."

Di tengah masyarakat Arab sebelum Islam, kaum lelaki sama sekali tidak menghargai kaum perempuan. Jika istri dari seorang suami melahirkan anak perempuan, maka sang suami akan menguburnya hidu-hidup. Akan tetapi, setelah munculnya Islam dan dengan perjuangan Rasul Allah saaw, terjadi perubahan besar berkenaan dengan posisi kaum perempuan, dan muncullah pandangan baru di tengah masyarakat, yang sangat menghormati dan memuliakan perempuan. Rasul Allah saaw sendiri selalu memberikan contoh nyata dengan perbuatan beliau, baik terhadap istri-istri beliau, terutama Sayidah Khadijah alaihassalam , terlebih lagi terhadap putri beliau Sayidah Fatimah alaihassalam .

Semua orang tahu bahwa Rasul Allah saaw sangat mencintai dan menghormati putri beliau ini. Setiap kali beliau tengah duduk di dalam rumah beliau, lalu Sayidah Fatimah datang, beliau berdiri, menyambut kedatangan sang putri, memeluk dan menciumnya, lalu beliau mempersilahkan Fatimah as untuk duduk di tempat duduk beliau, sementara beliau sendiri berpindah ke tempat duduk lain. Yang demikian ini juga dilakukan oleh Sayidah Fatimah as terhadap Ayahanda beliau.

Pada dasarnya, penghormatan kepada kedudukan perempuan dapat disaksikan dengan jelas di dalam perilaku dan ucapan Ahlul Bait Rasul saaw. Imam ali as berkata, "Anak perempuan adalah kebaikan sedangkan anak lelaki merupakan nikmat. Kebaikan mendatangkan pahala, sedangkan nikmat mendatangkan hisab."

Maksudnya ialah bahwa seseorang yang mendapat nikmat akan dihisab dan dimintai pertanggung jawaban tentang nikmatnya itu. Di tempat lain, Imam Ali as berkata, "Seorang yang memiliki anak perempuan, maka pertolongan, berkah dan ampunan Allah akan meliputinya."

Salah satu masalah yang menjadi perhatian para pembesar Islam ialah menghindarkan kaum perempuan dari berbagai ancaman dan gangguan jiwa dan jasmani. Di masa kita saat ini, ketidakperdulian terhadap masalah ini membuat sejumlah besar perempuan menjadi korban dekadensi moral dan penyimpangan seksual.

Anthony Geadenz, seorang pakar sosiologi Barat, mengatakan bahwa pelecehan seksual terhadap perempuan adalah sebuah fenomena yang lumrah di Barat.

Menurutnya, perilaku pelecehan terhadap perempuan, sudah sedemikianparahnya di dunia Barat, membuat kaum perempuan, terutama mereka yang bekerja di luar rumah, tidak lagi memiliki ketenangan hidup.

Berkenaan dengan aksi kekerasan terhadap kaum perempuan di AS, Yohan Readley, wartawan perempuan Inggris, mengatakan, "Setiap hari, sejumlah perempuan menjadi korban aksi kekerasan suami mereka, atau teman-teman mereka, dan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian. Jumlah korban ini mengalami peningkatan setelah peristiwa 11 September. Di tengah masyarakat seperti AS, mungkin akan dianggap aneh, akan tetapi realitas mengatakan bahwa kaum perempuan selalu menjadi sasaran kekerasan, diseret kepada kerusakan moral, dan dipaksa untuk disalahgunakan dengan berbagai cara".

Imam Ali as menyinggung beberapa hal dalam rangka melindungi perempuan dari berbagai gangguan jasmani dan ruhani. Dalam pandangan beliau, perempuan dapat ikut aktif di tangah masyarakatnya, di dalam aktifitas ekonomi, politik dan sosial, dengan tetap mempertahankan kemuliaan dan kesuciannya, dan mencegah pelanggaran kaum lelaki terhadapnya. Imam Ali as menasehatkan kepada kaum perempuan, jika mereka hadir di tengah masyarakat dan lembaga-lembaga umum, hendaklah mereka tetap menjaga pakaian dan penampilannya sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, maka dalam pergaulannya di tengah masyarakat luas, ia akan mendapat perlakuan yang baik dan terjaga dari hal-hal yang tak diinginkan.


Nahjul Balaghah, kitab kompilasi khotbah, surat, dan ucapan-ucapan Imam Ali bin Abi Thalib as yang penuh makna dan hikmah

Sifat pemalu dan kebersihan diri, meski baik dan perlu bagi setiap orang, akan tetapi ia lebih sesuai dan lebih tepat bagi perempuan. Untuk itu kita lihat bahwa Imam Ali as dalam salah satu khutbahnya dalam kitab Nahjul Balaghah mengatakan, "Pahala bagi seorang pejuang yang gugur syahid di atas jalan Allah tidak lebih besar daripada pahala seorang yang menjaga kebersihan dirinya dari dosa-dosa, padahal ia memiliki kemampuan untuk melakukan dosa-dosa tersebut. Seorang manusia yang bersih, adalah seorang malaikat dari malaikat-malaikat Allah swt."

Dewasa ini, banyak sekali kaum perempuan, di berbagai belahan bumi, menghormati dan memuliakan kedudukan mulia manusia. Nadia, adalah seorang gadis sulung dari sebuah keluarga campuran Inggris - Asia, yang tengah belajar di fakultas kedokteran. Dia memilih busana muslimah sebagai pakaian sehari-harinya dan mengatakan, "Sebagai seorang perempuan, saya sangat menjaga perasaan malu dan kebersihan diri. Mengenakan hijab, membuat saya merasa terjaga dari berbagai ancaman yang saya hadapi di tengah masyarakat." Dengan mantap dan tegas, Nadia mengatakan, "Saya merasa sangat bangga bahwa model kehidupan saya ialah Fatimah Az-Zahra alaihiassalam."

Imam Ali as memandang tiga sifat: kewibawaan, kehati-hatian dan kecermatan, sebagai ciri-ciri penting perempuan muslimah. Dari ucapan beliau dapat disimpulkan bahwa dalam pergaulan di tengah masyarakat, seorang perempuan harus menjaga kewibawaan dan ketegasannya. Hal ini untuk menghindari kejahatan lelaki-lelaki yang berpenyakit di dalam hatinya. Demikian pula Imam Ali as menegaskan bahwa perempuan harus selalu bersikap hati-hati dan cerdas, sehingga akan menghindarkannya dari ketamakan dan penyalahgunaan kaum lelaki, dan agar masyarakat tidak memandangnya sebagai barang komoditi yang dapat dipermainkan sekehendak mereka.

Ciri-ciri lain seorang perempuan muslimah ialah perhitungan dan sikap cermat serta teliti, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ali as. Sikap seperti ini akan membuat seorang perempuan selalu cermat dan berhati-hati dalam membelanjakan uang dan kekayaan suaminya, serta menjaga kehormatan sang suami dalam masalah ini. Dengan demikian, jika seorang perempuan memiliki tiga sifat mulia tersebut, maka ia akan dapat berpartisipasi dalam pergaulan sosial, dengan partisipasi yang konstruktif, bahu-membahu dengan kaum lelaki. (adil)

sumber :swaramuslim.net

Rabu, 24 Juni 2009

Peralatan Laboratorium Warisan Peradaban Islam


Peradaban Islam di era keemasan menguasai beragam ilmu pengetahuan, salah satunya adalah kimia. Para sejarawan sains mengakui bahwa ilmu kimia merupakan anak kandung dari peradaban Islam. ''Ahli kimia Muslim adalah pendiri ilmu kimia," tutur Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith.

Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M itu mengakui bahwa ilmu kimia hampir sepenuhnya diciptakan peradaban Islam. "Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar," ungkap Durant.

Para kimiawan Muslim di era kekhalifahan telah meletakan dasar-dasar kimia modern yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Betapa tidak, para kimiawan Muslim telah berhasil menemukan sederet zat atau senyawa kimia yang sangat penting, sepertil asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, alkohol, larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

Selain itu, para ahli kimia Muslim juga telah memperkenalkan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua penemuan itu tentunya didukung dengan peralatan laboratorium yang canggih, pada zamannya.

Para ahli kimia Muslim pada golden age juga telah mewariskan sederet peralatan laboratorium yang hingga kini masih tetap digunakan. Saintis Muslim seperti; Jabir Ibnu Hayyan alias Geber, al-Khazini, al-Biruni, Ibnu Sina, dan Muhammad ibnu Zakariya al-Razi telah menciptakan beragam peralatan laboratorium yang sangat penting bagi pengembangan ilmu kimia.

Sejumlah peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim itu antara lain, alembic, conical measure, hidrostatic balanca, teelyard, laboratory flask, pycnometer, refrigerated coil, refrigerated tubing, termometer, air termometer, peralatan untuk mengolah obat-obatan dan peralatan untuk melelehkan zat-zat atau bahan-bahan kimia.


Alembic by Jabir Ibnu Hayyan

Alembic
Merupakan alat penyulingan yang terdiri dari dua tabung yang terhubung. Tabung kimia ini pertama kali ditemukan Jabir Ibnu Hayyan (721 M - 815 M). Sejarawan sains memperkirakan, Jabir menemukan alat iitu pada abad ke-8 M. "Ini merupakan alat penyulingan pertama," papar Durant. Ensiklopedia Hutchinson, menyebut alembic sebagai alat penyulingan pertama yang digunakan untuk memurnikan seluruh zat kimia.

Conical Measure (Tabung Ukur)
Marshall Clagett dalam karyanya The Science of Mechanics in the Middle Ages, mengatakan, conical measure merupakan peralatan laboratorium yang ditemukan Abu Raihan al-Birunii( 973 M- 1048 M) pada abad ke- 11 M. M Rozhanskaya and IS Levinova dalam tulisannya bertajuk Statics juga menyatakan bahwa conical measure pertama kali ditemukan al-Biruni.

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa conical measure adalah salah satu peralatan laboratorium yang terbuat dari bahan kaca berupa sebuah cangkir berbentuk kerucut dengan torehan di atasnya yang berfungsi untuk memudahkan penuangan cairan. Di bagian samping terdapat tanda-tanda ukuran untuk mengukur isi cairan.


Hydrostatic Balance dan Steelyard
Robert E Hall dalam karyanya berjudul Al-Khazini: Dictionary of Scientific Biography, mengungkapkan, bahwa hydrostatic balance (keseimbangan hidrostatis) dan Steelyard (timbangan gantung) ditemukan Al-Khazini yang memiliki nama lengkap Abd al-Rahman al-Khazini (1115 M –1130 M) pada 1121 M.


Laboratory Flask
Menurut Robert E Hall Laboratory Flask atau Botol Laboratorium pertama kali diperkenalkan al-Biruni. Botol atau termos laboratorium itu biasanya terbuat dari kaca bening. Botol itu digunakan untuk menampung cairan yang akan digunakan atau diuji di laboratorium. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk mengukur isi bahan kimia, mencampur, memanaskan, mendinginkan, menghancurkan, mengendapkan, serta mendidihkan (dalam penyulingan) zat-zat kimia.

Pycnometer
Pycnometer merupakan peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengukur berat jenis atau volume caiaran secara akurat. Alat ini juga ditemukan al-Biruni. Hingga kini, peralatan laboratorium yang diwariskan peradaban Islam itu masih digunakan.

Refrigerated coil and Refrigerated Tubing
Menurut Vicki Pitman dalam karyanya bertajuk Aromatherapy: A Practical Approach, Nelson Thornes, pada abad ke-11 M, Ibnu Sina telah menemukan refrigerated coil atau lingkaran pendingin yang berfungsi untuk, yang memadatkan uap wangi. Richard Myers, dalam bukunya The Basics of Chemistry, Greenwood Publishing Group juga mengakui bahwa lingkaran atau tabung pendingin itu pertama kali diperkenalkan Ibnu Sina .

"Ini merupakan sebuah terobosan dalam teknologi penyulingan dan Ibnu Sina menggunakannya dalam proses penyulingan dengan uap air panas, yang membutuhkan tabung pendingin untuk memproduksi minyak esensial," papar Marlene Ericksen dalam karyanya Healing with Aromatherapy.

Termometer
Robert Briffault dalam bukunya The Making of Humanity, menjelaskan bahwa termometer ditemukan oleh Ibn Sina (980 M - 1037 M) pada abad ke-11 M.. Termometer adalah sebuah alat untuk mengukur temperatur/suhu dengan berbagai jenis prinsip yang berbeda.

Peralatan untuk Pengolahan Obat-obatan
Georges C Anawati, dalam karyanya Arabic alchemy, mengungkapkan, al-Razi) merupakan penemu pertama peralatan untuk pengolahan obat-obatan. "Muhammad ibnu Zakariya Razi (Rhazes) adalah orang pertama yang menjelaskan peralatan untuk pengolahan obat-obatan,'' tuturnya.

Peralatan untuk Melelehkan Bahan
Al-Razi dalam Secretum secretorumnya, menjelaskan beberapa peralatan yang dibuatnya untuk melelehkan zat kimia (li-tadhwib). Itulah beberapa peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim bagi pengembangan sains modern. Kontribusi ilmuwan Muslim sungguh begitu besar bagi kemajuan peradaban manusia.

Karya-karya yang mereka ciptakan mampu mengubah dunia. Tanpa kontribusi dan jasa mereka, barangkali dunia tak akan maju seperti sekarang ini. Berkat peralatan laboratorium itu, peradaban manusia mampu melakukan revolusi di bidang kimia, fisika dan farmasi.

Sang Penemu Peralatan Laboratorium

* Jabir Ibnu Hayyan


Jabir Ibnu Hayyan


Al Razi

Jabir Ibnu Hayyan ditabalkan sebagai ''Bapak Kimia Modern''. Dalam bidang kimia, prestasi dan pencapaiannya terekam dengan baik lewat buku-buku yang ditulisnya. Tak kurang dari 200 buku berhasil ditulisnya.

Sebanyak 80 judul buku di antaranya mengupas hasil-hasil eksperimen kimia yang dilakukannya. Buku-buku itu sungguh amat berpengaruh hingga sekarang. Secara khusus, ia mendedikasikan sekitar 112 buku lainnya bagi Barmakid, sang guru, yang juga pembantu atau wazir Khalifah Harun ar-Rasyid.

Buku-buku itu ditulis dalam bahasa Arab. Pada abad pertengahan, orang-orang Barat mulai menerjemahkan karya-karya Jabir itu ke dalam bahasa Latin, sehingga menjadi rujukan para ahli kimia di Eropa. Tak kurang dari 70 buku karya Jabir telah ialihbahasakan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan.

Salah satu yang terkenal adalah Kitab al-Zuhra yang diterjemakan menjadi Book of Venus, serta Kitab al-Ahjar yang dialihbahasakan menjadi Book of Stones.

* Al-Razi
Terlahir di Rayy, Provinsi Khurasan dekat Teheran tahun 864 M, al-Razi dikenal sebagai seorang dokter dan ahli kimia yang hebat. Sejatinya, ilmuwan Muslim yang dikenal Barat sebagai Rhazes itu bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya. Al-Razi muda yang dikenal amat gemar memainkan harpa sudah mulai jatuh hati pada ilmu kimia.

Ia menimba ilmu dari Ali ibnu Rabban al-Tabari (808 M) — seorang dokter sekaligus filosof. Sang gurulah yang telah melecut minat Rhazes untuk menekuni dua bidang ilmu yakni kedokteran dan filsafat. Hingga kelak, dia menjadi seorang filosof, dokter dan ahli kimia yang amat populer di zamannya.

Al-Razi merupakan ilmuwan yang sangat produktif. Tak kurang dari 200 buku berhasil dituliskannya. Kitabnya yang paling terkenal dan fenomenal adalah Kitab Al Mansur, Kitab Al Hawi, Kitab Al Asrar atau ‘Kitab Rahasia’. hri/des/RioL

What The Ancients Did For Us

http://www.youtube.com/view_play_list?p=A4BC2219F052550E

sumber :www.swaramuslim.net

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box