Senin, 19 Januari 2009

BAYANGAN PERANG SALIB

Terlepas dari ketidaksesuaian spiritual antara Islam dan Barat modern, masih ada satu sebab lagi mengapa kaum Muslimin harus mengelakkan diri dari meniru peradaban Barat modern; pengalaman sejarahnya diwarnai oleh sikap permusuhan yang aneh terhadap Islam.

Dalam ukuran tertentu masalah ini juga adalah warisan dari Eropa lama. Orang-orang Yunani dan Romawi menganggap diri mereka sendiri sajalah yang "beradab," sedang segala sesuatu yang asing, khususnya segala yang tinggal di bagian timur Laut Tengah, diberi cap "barbar" atau biadab. Sejak masa itu orang-orang Barat percaya bahwa kelebihan ras mereka diatas segala bangsa manusia lainnya merupakan bukti yang tak terbantah; dan pandangan yang bernada melecehkan ras-ras atau bangsa-bangsa bukan Eropa adalah salah satu segi yang menonjol dari sifat peradaban Barat.

Tetapi ini saja tidak cukup untuk menerangkan perasaan-perasaan Eropa terhadap Islam. Rasa ketidaksenangan mereka terhadap Islam lebih pekat dari perasaan ketidaksenangan mereka terhadap berbagai agama dan kultur asing lainnya. Perasaan ini telah merupakan suatu kebencian yang berakar dalam dan hampir fanatik; dan ini tidak bersifat intelektual melulu tetapi mengandung warna emosional yang tebal. Eropa mungkin tidak menerima doktrin-doktrin falsafah Budha dan Hindu, tetapi Eropa selalu akan mempertahankan pemikiran reflektif yang berimbang berhubung dengan sistem-sistem itu. Namun, segera, apabila ia menghadapi Islam maka keseimbangan itu terganggu dan suatu prasangka emosional segera menjalar masuk. Dengan sangat sedikit pengecualian, bahkan orientalis-orientalis Eropa yang paling menonjolpun terlibat dalam sikap memihak yang tidak ilmiah dalam penulisan-penulisan mereka tentang Islam. Dalam penyelidikan-penyelidikan mereka hampir selalu tampak seakan-akan Islam tidak dapat diperlakukan sebagai bahan obyek penyelidikan ilmiah saja, tetapi sebagai seorang tertuduh yang berdiri di hadapan hakim-hakimnya. Sebagian dari orientalis-orientalis itu memainkan peranan penuntut umum yang bersikeras mempertahankan tuduhannya; yang lainnya seperti dewan pembela yang secara peribadi telah yakin bahwa klientnya bersalah dan hanya dengan separuh-separuh hati membela untuk "hal-hal yang meringankan." Teknik deduksi-deduksi dan kesimpulan-kesimpulan yang dianut oleh kebanyakan orientalis Eropa itu selalu mengingatkan kita kepada sistem pengadilan inquisisi yang terkenal kejahatannya itu, yang didirikan oleh gereja terhadap lawan-lawannya pada zaman abad-abad pertengahan; mereka hampir tidak pernah menyelidiki fakta-fakta historik dengan pikiran terbuka, tetapi hampir dalam segala hal mereka mulai dengan kesimpulan-kesimpulan sebelumnya yang telah didiktekan oleh prasangka. Mereka memilih bukti-bukti sesuai dengan kesimpulan yang secara a priori hendak mereka capai. Apabila tidak mungkin memiliki bukti semacam itu, mereka memotong-motong bagian-bagian bukti dari rangkaian konteksnya atau "menafsirkan" pernyataan-pernyataannya dalam semangat kejahatan yang tidak ilmiah tanpa memberikan sedikit perhatian pada penyaksian pihak lain, yaitu kaum Muslimin sendiri.

Hasil dari cara semacam itu adalah gambaran tentang Islam dan hal-hal yang bersangkutan dengan Islam yang telah dirusak secara dahsyat yang kita baca dalam penulisan-penulisan orientalis-orientalis Barat. Kegiatan merusak itu tidak terbatas pada sesuatu negara Eropa tertentu: hal semacam itu terdapat di Inggris dan Jerman, di Rusia dan Perancis, di Italia dan negeri Belanda --singkatnya dari negeri mana saja orientalis-orientalis Eropa memalingkan matanya kepada Islam. Tampaknya mereka seperti dikilik-kilik oleh semacam perasaan kebencian yang menyenangkan bilamana saja ada kesempatan --secara nyata atau khayali-- menimbulkan kritik melawan Islam. Dan karena orientalis-orientalis itu bukanlah suatu ras istimewa dari Eropa tetapi hanyalah wakil-wakil peradaban dan alam sekitar mereka, kita hanya dapat sampai pada satu kesimpulan bahwa pikiran Eropa, pada keseluruhannya, karena sesuatu sebab, berprasangka terhadap agama dan kebudayaan Islam. Salah satu dari sebab-sebab itu mungkin berasal dari pandangan kuno yang membagi-bagi seluruh dunia ini menjadi "Eropa" dan "barbar"; dan sebab lain, yang lebih langsung berhubungan dengan Islam, dapat diperoleh dengan melihat ke belakang, ke masa silam sejarah zaman abad-abad pertengahan.

Tabrakan besar yang pertama antara sekutu Eropa di satu pihak dan Islam di pihak lain, yaitu peperangan Salib, terjadi bersama-sama dengan awal permulaan peradaban Eropa. Pada waktu itu peradaban Eropa masih dalam persekutuan dengan gereja, baru saja mulai melihat jalannya sendiri sesudah abad-abad gelap yang telah mengikuti kejatuhan Romawi. Kesusasteraan pada saat itu baru melalui suatu masa berkuncup di musim semi. Kesenian mulai bangun perlahan-lahan dari ketidurannya yang disebabkan migrasi-migrasi peperangan bangsa-bangsa Goth, Hun dan Avar. Eropa baru muncul dari keadaan-keadaan kasar permulaan abad-abad pertengahan; Eropa baru beroleh suatu kesadaran kultural baru, dan mulai saat itu baru memperoleh cita rasa yang meningkat. Dan tepat pada masa yang sangat kritis sekali itu peperangan peperangan salib membawanya ke dalam kontak permusuhan dengan dunia Islam. Sesungguhnyalah telah ada peperangan-peperangan antara kaum Muslimin dan Eropa sebelum zaman perang Salib itu: orang-orang Arab menaklukkan Sisilia dan Spanyol serta menyerang Perancis Selatan. Tetapi peperangan-peperangan itu terjadi sebelum kebangkitan Eropa kepada kesadaran kultural yang baru, dan oleh karena itu pada waktunya sekurang-kurangnya dari segi pandangan Eropa, mengandung karakter aliran setempat dan belum dipahami sepenuhnya dalam segala kepentingannya. Peperangan Salib adalah yang pertama dan paling utama yang menentukan sikap Eropa terhadap Islam untuk abad-abad panjang kemudian. Peperangan salib itu menentukan karena hal itu terjadi pada masa kanak-kanaknya Eropa, suatu masa dimana segala gaya kulturalnya yang khas sedang menegaskan dirinya untuk pertama kalinya dan masih dalam proses pembentukan. Seperti halnya pada individu perorangan; demikian pula pada bangsa-bangsa, kesan dahsyat dari masa kanak-kanak bertahan, dalam sadar atau tidak sadar, sepanjang hidupnya kemudian. Mereka demikian terserap sehingga mereka hanya dapat dengan susah payah, dan jarang sepenuhnya terlepas dari pengalaman-pengalaman intelektual zaman kemudian yang lebih reflektif dan lebih emosional. Demikianlah keadaannya dengan peperang an Salib. Peperangan itu menghasilkan satu dari kesan-kesan Eropa yang paling dalam dan paling permanen dalam psikologi massa Eropa. Gairah universal yang dibangkitkannya pada masanya tidak dapat dibandingkan dengan segala yang pernah dialami Eropa sebelumnya, dan hampir tak dapat dibandingkan dengan pengalaman-pengalamannya sesudah itu. Suatu gelombang rangsangan menyapu seluruh benua itu, suatu kegirangan yang melangkah ke luar batas-batas negara-negara, bangsa-bangsa dan golongan-golongan, sekurang-kurangnya pada satu waktu. Masa itulah yang pertama-tama dalam sejarahnya Eropa merasa satu --dan itulah persatuan melawan dunia Islam. Dengan tidak hendak terseret kepada kelebih-lebihan yang tidak patut, kita dapat mengatakan bahwa Eropa modern lahir dari semangat peperangan Salib. Sebelum waktu itu terdapat Anglo-Saxon dan Jerman, Perancis dan Normandia, Italia dan Denmark; tetapi selama peperangan Salib konsep baru dari "peradaban Eropa," satu tujuan sama bagi seluruh bangsa-bangsa Eropa, telah diciptakan: dan kebencian terhadap Islamlah yang tegak seperti tuhan-bapak di balik ciptaan baru itu ".

Adalah satu dari ironi besar sejarah bahwa bapak pertama kesadaran kolektif dari dunia Barat ini, konstitusi intelektual kita namakan dia, disebabkan oleh gerakan-gerakan yang ditopang sepenuhnya tanpa reserve oleh gereja Kristen, sedang hasil-hasil yang diperoleh karena itu oleh dunia Barat hanya mungkin melalui pemberontakan intelektual menentang hampir segala sesuatu yang telah ditegakkan dan sedang ditegakkan gereja. Hal itu merupakan suatu perkembangan tragik, baik dari segi pandangan gereja Kristen sendiri maupun dari segi pandangan Islam. Tragik bagi gereja karena sesudah permulaan yang menyilaukan, gereja kehilangan pegangannya terhadap alam pikiran Eropa. Dan tragik bagi Islam karena Islam harus menanggung api peperangan Salib itu, dalam aneka bentuk dan dalam berbagai samaran, selama abad-abad panjang kemudian.

Dan kekejaman-kekejaman yang tak terpikirkan, penghancuran dan penghinaan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan Salib yang "suci-suci" itu pada negeri-negeri Islam, mereka menaklukkannya dan sesudah itu mereka kalah, timbullah bibit-bibit beracun dari permusuhan panjang yang mulai saat itu memahitkan hubungan antara Timur dan Barat. Kalau tidak demikian maka tidak ada satu keperluan terpadu pada perasaan semacam itu. Walaupun kebudayaan Islam dan kebudayaan Barat seluruhnya berbeda dalam dasar-dasar spiritual dan tujuan-tujuan sosialnya, keduanya tentu sanggup bersikap toleran dan hidup berdampingan dalam hubungan bersahabat. Kemungkinan ini bukan saja diberikan dalam teori tetapi juga dalam kenyataan. Di pihak kaum Muslimin selalu ada harapan ikhlas untuk toleransi dan respek. Ketika khalifah Harun al-Rasyid mengirimkan dutanya kepada Kaisar Karel, terutama ia terdorong oleh hasrat ini dan bukan untuk mengambil keuntungan material dari persahabatan dengan orang-orang Frank. Pada masa itu Eropa terlalu primitif dalam kulturnya untuk dapat menilai kesempatan ini secara penuh, tetapi jelas mereka tidak memperlihatkan rasa tidak suka. Tetapi kemudian, secara tiba-tiba, peperangan Salib muncul di cakrawala dan menghancurkan hubungan antara Islam dan Barat. Bukan karena hal-hal ini lumrah sebagai akibat peperangan: demikian banyak peperangan telah berlangsung antara bangsa-bangsa dan kemudian dilupakan dalam perjalanan sejarah ummat manusia, dan sekian banyak permusuhan telah berubah menjadi persaudaraan. Tetapi setan yang ditimbulkan peperangan Salib tidak terbatas pada gemerencing pedang: setan itu pertama dan terutama berupa setan intelektual. Kejahatan itu terjadi dari peracunan pikiran Barat terhadap dunia Islam melalui penyalahtafsiran yang dilakukan dengan sengaja yang ditempa oleh gereja terhadap ajaran-ajaran Islam. Pada masa peperangan Saliblah pengertian memalukan tentang Islam sebagai satu agama sensualisme yang kasar dan keganasan keji, agama upacara-upacara formalitas --alih-alih dari agama pembersihan hati-- memasuki pikiran Eropa dan tinggal tetap dalam pikiran mereka; pada waktu itulah pertama kalinya Nabi Muhammad saw. disebut "Mahound" (nabi palsu) di Eropa.

Benih permusuhan telah ditaburkan. Gairah peperangan Salib segera beroleh kelanjutannya di mana-mana di Eropa: ia memberi semangat pada orang-orang Kristen Spanyol untuk berjuang melepaskan negeri itu dari "belenggu orang-orang biadab". Penghancuran terhadap Spanyol Islam meminta waktu berabad-abad untuk diselesaikan. Tetapi justru karena sebab lama berlangsungnya peperangan itu, perasaan anti Islam dari Eropa diperdalam dan tumbuh menjadi permanen. Ini berakibat pada pelenyapan unsur Muslimin di Spanyol sesudah penghukuman-penghukuman paling buas dan paling keji yang pernah disaksikan dunia dan kemenangan ini digemakan oleh kegembira-riaan Eropa --walaupun efeknya kemudian adalah kehancurkan kultur yang paling jaya dan penindasannya oleh kebodohan dan kekasaran zaman abad-abad pertengahan.

Sebelum peristiwa-peristiwa itu beroleh waktu untuk hilang, peristiwa yang penting sekali, yang memperburuk hubungan antara dunia Barat dan Islam: kejatuhan Konstantinopel ke tangan orang Turki. Bagi mata orang Eropa di Konstantinopel masih ada gemerlap palsu Yunani dan Romawi yang diwariskan pada Byzantium, dan kota ini dipandang sebagai kubu terhadap "orang-orang barbar" dari Asia. Dengan akhir kejatuhan pintu gerbang itu, Eropa terbuka bagi arus pasang Islam. Dalam abad-abad penuh peperangan yang menyusulnya, permusuhan Eropa terhadap Islam bukan saja menjadi soal kultural tetapi juga kepentingan politik; dan ini memperkuat intensitas permusuhan ini.

Eropa beroleh keuntungan yang lumayan dari semua kontak dan konflik-konflik ini. Renaissance, kebangkitan kebudayaan dan pengetahuan Barat, berhutang besar pada sumber-sumber Islam, terutama dari orang-orang Arab, yang bagian besarnya disebabkan karena kontak material antara Timur dan Barat. Eropa yang beroleh untung daripadanya dalam lapangan kultur, jauh lebih banyak daripada yang pernah diperoleh Islam; tetapi Eropa tidak pernah mengakui hutangnya kepada kaum Muslimin dengan mengurangi kebencian lamanya terhadap Islam. Sebaliknya kebencian itu timbul bersama perjalanan waktu dan diperkeras menjadi adat. Ia membayangi perasaan umum dimana saja kata-kata "Islam" disebut, ia memasuki wilayah peribahasa populer, ia dipatri ke dalam hati setiap orang Eropa laki-laki dan perempuan. Dan yang paling menonjol, ia hidup terus melewati segala perubahan-perubahan kultural. Waktu timbul reformasi, ketika perpecahan-perpecahan membagi Eropa dan sekte-sekte saling berperang: kebencian terhadap Islam sama bagi mereka semua. Suatu masa pernah datang ketika perasaan keagamaan mulai lenyap di Eropa: tetapi kebencian terhadap Islam tinggal menetap. Adalah satu fakta yang paling khas bahwa filosof dan pujangga besar Perancis, Voltaire, satu dari musuh-musuh keras gereja dan agama Kristen dalam abad kedelapan belas, pada saat yang sama juga adalah pembenci fanatik terhadap Islam dan Nabinya. Beberapa puluh tahun kemudian datanglah waktu di mana orang-orang terpelajar Barat mulai mempelajari kultur-kultur asing dan untuk mendekatinya secara simpatik: tetapi dalam perkara Islam, cemoohan tradisional menjalar sebagai prasangka tidak rasional kedalam penyelidikan-penyelidikan ilmiah mereka, dan jurang kultural yang sayangnya telah diletakkan sejarah antara Eropa dan dunia Islam tetap tak beroleh jembatan. Kebencian terhadap Islam telah menjadi bagian pokok --dari pikiran Eropa. Memang orientalis-orientalis pertama di zaman modern adalah dari misionari Kristen yang beroperasi di negeri-negeri Islam, dan gambar yang telah dirusak yang mereka tarik dari ajaran dan sejarah Islam diperhitungkan untuk mempengaruhi Eropa dalam sikap mereka terhadap "orang-orang biadab" itu: tetapi penyimpangan pikiran ini menetap bahkan hingga pada zaman sekarang ini ketika pengetahuan orientalism telah lama dilepaskan dari pengaruh-pengaruh misionari dan tidak memiliki semangat religius sebagai landasannya. Prasangka mereka terhadap Islam hanyalah naluri warisan, suatu keganjilan pandangan berdasarkan kesan yang disebabkan peperangan Salib dengan segala akibat pada pikiran Eropa awal itu.

Tetapi bagi ahli ilmu jiwa penyeretan semacam itu sama sekali tidak mengejutkan. Ahli ilmu jiwa tahu dengan pasti sekarang bahwa seseorang dapat dengan sempurna kehilangan kepercayaan-kepercayaan agamanya yang telah diberikan kepadanya pada masa kanak-kanaknya sedang sesuatu takhyul aneh yang mulanya berhubungan dengan kepercayaan-kepercayaan yang sekarang telah dikesampingkan tetap kuat dan menantang segala keterangan rasional sepanjang hidup orang itu. Demikianlah halnya sikap Eropa terhadap Islam. Walaupun asal akarnya adalah perasaan religius, kebencian anti Islam terseret kepada pandangan hidup yang lebih materialistik, sehingga kebencian lama itu sendiri menetap sebagai faktor bawah sadar dalam pikiran Eropa. Tingkat kekuatannya tentu saja berbeda-beda pada setiap individu, tetapi adanya tidak dapat dibantah. Jiwa peperangan salib --dalam bentuk yang pasti sangat dilancungkan-- masih berkelana di Eropa, dan sikap peradabannya terhadap dunia Islam mengandung jejak-jejak yang nyata dari hantu yang tidak mau mati itu.

Dalam lingkungan-lingkungan Islam kita sering mendengar penegasan bahwa kebencian Eropa terhadap Islam karena konflik-konflik dahsyat di masa lampau sedang berkurang berangsur-angsur pada zaman kita ini. Bahkan dikira bahwa Eropa sudah menunjukkan tanda-tanda kecenderungan kepada Islam sebagai ajaran agama dan ajaran sosial dan banyak kaum Muslimin yang dengan sangat sungguh-sungguh percaya bahwa masuknya orang-orang Eropa secara besar-besaran ke dalam Islam segera akan terjadi. Kepercayaan ini bukan tidak beralasan bagi kita yang berpegangan bahwa dari segala sistem-sistem agamawi hanya Islam saja yang dapat tegak dengan jaya di hadapan ujian kritik yang adil. Lagi pula telah dikatakan oleh Nabi bahwa akhirnya Islam akan diterima oleh seluruh ummat manusia. Tetapi di pihak lain, tidak ada bukti yang kecil sekalipun bahwa hal ini akan terjadi di waktu akan datang yang dapat dirasakan. Sejauh berhubungan dengan peradaban Barat, hal itu hanya mungkin terjadi sesudah serentetan gejolak sosial dan mental yang dahsyat yang akan menghancurkan penipuan-diri kultural Eropa sekarang dan mengubah mentalitasnya sehingga memungkinkan ia menjadi cakap dan sedia menerima keterangan religius tentang kehidupan. Sekarang dunia Barat masih tenggelam seluruhnya dalam pemujaan hasil-hasil capaian materialnya dan dalam kepercayaan bahwa keenakan, dan hanya keenakan saja, yang merupakan tujuan yang patut diperjuangkan. Materialismenya, penolakannya terhadap pandangan pikiran religius tentulah sedang bertambah kuat dan tidak berkurang seperti hendak dipercayakan oleh sebagian peninjau Muslimin yang optimis.

Telah dikatakan bahwa pengetahuan modern mulai mengakui adanya satu kesatuan tenaga kreatif dibalik kerangka alam yang tampak; dan ini dalam anggapan orang-orang yang optimis itu adalah fajar kesadaran religius baru di dunia Barat. Tetapi dugaan ini hanya mengungkapkan rahasia suatu salah paham pikiran ilmiah Eropah.

Tidak ada ahli ilmu pengetahuan yang sungguh-sungguh pernah menolak atau dapat menolak bahwa semesta alam ini disebabkan pada asalnya oleh satu sebab dinamik yang tunggal. Tetapi masalahnya selalu adalah sifat-sifat yang dapat diberikan pada "sebab" itu. Segala sistem kerohanian religius menegaskan bahwa itulah tenaga yang memiliki kesadaran dan budi mutlak, suatu kekuatan yang menciptakan dan mengatur semesta alam ini sesuai dengan satu rencana dan tujuan, tanpa ia sendiri dibatasi oleh hukum apapun: singkatnya, adalah Allah. Tetapi ilmu pengetahuan modern semacam itu tidak dipersiapkan dan tidak cenderung untuk maju sejauh itu (dan memang ini bukan wilayah sains) dan meninggalkan soal kebebasan dan tidak bergantung --dalam kata lain, soal keilahian-- dari tenaga kreatif itu sangat terbuka. Sikapnya kira-kira begini: "Mungkin demikian, tetapi aku tidak mengetahuinya dan aku tidak punya jalan ilmiah untuk mengetahuinya."

Di masa depan falsafah ini barangkali akan berkembang menjadi semacam agnotisisme pantheistik dimana ruh dan benda, tujuan dan wujud, pencipta dan ciptaan, dianggap satu dan sama. Sukarlah untuk mengakui bahwa kepercayaan semacam itu dapat dianggap satu langkah maju menuju konsepsi Islam yang positif tentang Tuhan: karena hal itu tidak merupakan suatu perpisahan dengan materialisme, tetapi hanya satu peningkatannya pada taraf intelektual yang lebih tinggi dan lebih muluk.

Sebagai kenyataan Eropa tidak pernah lebih jauh dari Islam daripada di masa sekarang ini. Permusuhan aktifnya terhadap agama kita mungkin sedang mundur; tetapi ini bukan karena suatu penilaian terhadap ajaran-ajaran Islam, melainkan karena kelemahan kultural dan perpecahan dari dunia Islam yang sedang tumbuh. Eropa sekali pernah takut kepada Islam dan ketakutan ini memaksa Eropa mengambil sikap permusuhan terhadap segala sesuatu yang bercorak Islam bahkan dalam soal-soal spiritual dan sosial pun juga. Tetapi pada saat ketika Islam telah kehilangan segala peranannya sebagai satu faktor yang berhadap-hadapan dengan kepentingan-kepentingan politik Eropa, sangatlah alami bahwa dengan berkurangnya ketakutan itu Eropa sewajarnya pula menghilangkan sebagian intensitas perasaan anti Islamnya. Kalau hal-hal ini telah menjadi kurang menonjol dan kurang aktif, ini tidak harus membawa kita pada kesimpulan bahwa Eropa dalam batinnya sedang datang lebih mendekat pada Islam: ini hanya menunjukkan sikap tidak acuhnya pada Islam.

Sekali-kali tidaklah peradaban Barat mengubah sikap mentalnya yang khas. Eropa sekarang sama kuatnya menentang kosepsi hidup religius sebagaimana sebelumnya; dan seperti telah saya katakan, tidak ada bukti meyakinkan bahwa suatu perubahan akan tampak terjadi dalam waktu singkat di masa depan. Adanya misi Islam di Barat dan kenyataan bahwa sebagian orang Eropa dan Amerika telah memeluk agama Islam sama sekali bukan alasan. Dalam masa dimana materialisme sedang jaya diatas segala basis, hanyalah alami saja bahwa di sana-sini beberapa orang yang masih merindukan regenerasi spiritual mendengar penuh semangat pada kepercayaan apapun yang berdasarkan konsepsi-konsepsi religius. Dalam pandangan ini misi Islam tidak berdiri sendiri di Barat. Di sana terdapat sekte-sekte mistik Kristen yang tak terhitung jumlahnya dengan tendensi-tendensi "revivalist", di sana ada gerakan theosofi yang agak kuat, di sana ada kelenting-kelenting Budha serta misi-misi dan ada pemeluk-pemeluk agama baru pada berbagai kota-kota Eropa. Justru dengan menggunakan argumen-argumen yang sama dengan argumen dari misi-misi Islam itu, misi-misi agama Budha dapat mengakui (dan memang mereka mengakui) bahwa Eropa sedang "datang mendekat" pada Budhisme. Penerimaan agama oleh beberapa orang kedalam Budhisme atau agama Islam sekali-kali tidak membuktikan bahwa kedua aliran kepercayaan itu sesungguhnya telah mulai mempengaruhi kehidupan Barat dalam bandingan yang patut dinilai. Orang malah dapat maju lebih jauh lagi bahwa tidak ada dari misi itu yang telah sanggup membangkitkan lebih dari sekedar rasa ingin tahu terutama karena perkosaan yang dibuat oleh kepercayaan-kepercayaan atas pikiran-pikiran bangsa yang cenderung pada romantika. Tentu saja ada kekecualian-kekecualian dan sebagian dari pemeluk agama ini adalah orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran; tetapi kekecualian tidaklah cukup untuk mengubah aspek satu peradaban. Sebaliknya apabila kita bandingkan jumlah pemeluk-pemeluk baru yang terkecuali ini dengan jumlah orang-orang Barat yang setiap hari mengalir masuk pada kepercayaan-kepercayaan sosial materialistik seperti Marxisme dan Fascisme, kita akan sanggup untuk menilai lebih benar tentang kecenderungan-kecenderung kebudayaan Barat modern.

Mungkin, seperti telah ditunjukkan sebelumnya, bahwa ketegangan sosial dan ekonomi yang terus tumbuh dan mungkin juga satu rangkaian baru dari peperangan-peperangan dunia dalam dimensi-dimensi yang hingga kini belum dikenal serta terror-terror ilmiah akan membawa sorotan dahsyat terhadap penipuan diri materialistik dari peradaban Barat, sehingga ummatnya akan mulai sekali lagi dalam kesederhanaan dan kesungguhan, untuk mencari kebenaran-kebenaran spiritual; dan kemudian memungkinkan khotbah Islam di Barat. Tetapi perubahan-perubahan itu masih tersembunyi di balik cakrawala masa depan; karena itu adalah optimisme menipu diri yang berbahaya bagi kaum Muslimin untuk berbicara tentang pengaruh Islam seakan-akan sedang dalam perjalanan untuk menaklukkan semangat Eropa. Pembicaraan semacam itu pada hakekatnya tidak lain daripada kepercayaan Mahdi kuno dalam samarannya yang "rasional" --kepercayaan akan satu kekuatan yang tiba-tiba muncul dan membuat bangunan Islam yang sedang goncang tiba-tiba menjadi jaya. Kepercayaan itu berbahaya karena enak dan mudah dan cenderung untuk meninabobokkan kita, menjauh dari kenyadaran akan kenyataan bahwa secara kultural kita belum sampai ke mana-mana, sedang pengaruh Barat sekarang ini makin mencekam dalam dunia Islam; bahwa kita sedang tidur sementara pengaruh-pengaruh Barat membongkar dan menghancurkan masyarakat Islam di mana-mana. Menghasratkan perluasan penyebaran Islam tidaklah sama dengan membangun harapan palsu di atas hasrat itu.

Kita sedang memimpikan sinar Islam memancar ke wilayah-wilayah jauh, sementara dalam wilayah sekitar kita sendiri pemuda Islam sedang meninggalkan medan harapan kita.



sumber :

Islam di Simpang Jalan
Judul asli: Islam at the Crossroads
Cetakan pertama: Delhi (India), 1935
Edisi Indonesia: Islam di Simpang Jalan
Penterjemah: M. Hashem
Cetakan pertama: YAPI, Surabaya, 1967
Cetakan kedua: PUSTAKA, Bandung, 1981
Hak cipta: Muhammad Asad
All rights reserved.

Tidak ada komentar:

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box