Senin, 19 Januari 2009

JALAN ISLAM YANG TERBUKA

Salah satu slogan yang paling khas dari zaman kita ini adalah "menaklukkan ruang". Alat-alat perhubungan telah dikembangkan jauh melampaui impian generasi-generasi sebelumnya; dan alat-alat baru ini telah menggerakkan peralihan barang-barang yang jauh lebih cepat dan jauh lebih luas daripada yang pernah dikenal dalam sejarah ummat manusia sebelumnya. Perkembangan ini menyebabkan saling bergantungnya bangsa-bangsa dalam bidang perekonomian. Tidak ada satu bangsa atau satu golongan sekarang yang dapat bertahan untuk tetap terpencil dari bagian dunia lainnya. Perkembangan ekonomi tidak lagi terbatas secara lokal; sifatnya telah menjadi seluas dunia. Sekurang-kurangnya dalam kecenderungannya mengabaikan batas-batas politik dan jarak-jarak geografis. Ini membawa dengan sendirinya --dan boleh jadi ini bahkan lebih penting daripada, segi material masalah itu-- keperluan yang terus bertambah dari suatu penyaluran bukan saja barang-barang dagangan tetapi juga pikiran dan nilai-nilai kultural. Tetapi sementara kedua kekuatan itu, kekuatan ekonomik dan kultural, sering berjalan bergandengan, ada perbedaan dalam hukum dinamikanya. Hukum-hukum dasar ekonomi menuntut bahwa pertukaran barang antara bangsa-bangsa berlaku timbal balik; ini berarti bahwa tidak ada satu bangsa yang dapat berlaku sebagai pembeli saja sedang bangsa-bangsa lain tetap sebagai penjual; lambat laun masing-masing dari bangsa itu harus melakukan dua peranan sekaligus, saling memberi dan menerima, baik secara langsung atau melalui perantaraan pelaku-pelaku lain dalam panggung kekuatan-kekuatan ekonomik. Tetapi dalam bidang kultural hukum besi pertukaran ini tidak mesti berlaku, sekurang-kurangnya tidak selalu tampak; ini berarti bahwa penyaluran idea-idea dan pengaruh-pengaruh kultural tidak mesti berdasar di atas prinsip memberi dan menerima. Adalah berhubungan dengan sifat manusia bahwa bangsa-bangsa dan peradaban yang secara politik dan ekonomi lebih kuat menjadi suatu penarik yang kuat atas golongan yang lebih lemah atau kurang aktif dan mempengaruhinya dalam bidang intelektual dan kemasyarakatan, sedang yang kuat itu sendiri tidak terpengaruh. Demikianlah keadaan sekarang mengenai perhubungan antara Barat dan dunia Islam.

Dari sudut pandangan peninjau historik pengaruh yang kuat dan sepihak yang dilakukan peradaban Barat atas dunia Islam pada saat ini sama sekali tidak mengherankan, karena ini merupakan hasil suatu proses sejarah yang panjang; untuk itu kami berikan beberapa analogi di bagian lain. Tetapi sementara ahli sejarah itu mungkin puas sekedar itu, bagi sebagian kita masalah ini tetap tidak terpecahkan. Bagi kita yang bukan hanya sekedar penonton-penonton yang tertarik tetapi merupakan pelaku-pelaku yang sebenarnya dari drama ini, bagi kita yang memandang diri kita sebagai pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw., masalah ini sebenarnya mulai dari sini. Kita percaya bahwa Islam, tidak seperti agama-agama lain, Islam bukan hanya sikap spiritual, daripada jiwa yang dapat diterapkan pada berbagai-bagai bingkai kultural yang berbeda-beda, tetapi merupakan satu orbit yang lengkap dan satu sistem kemasyarakatan dengan pandangan-pandangan yang mempunyai batasan yang terang. Apabila, seperti halnya sekarang, suatu peradaban asing meluaskan pengaruhnya ke tengah-tengah kita dan menyebabkan perubahan-perubahan tertentu dalam tubuh kultural kita sendiri, kita wajib menerangkan pada diri kita apakah pengaruh asing itu berjalan ke arah kemungkinan-kemungkinan kultural kita sendiri atau bertentangan; apakah pengaruh asing itu berperan sebagai serum yang menguatkan tubuh kultur Islam atau sebagai racun.

Jawaban atas pertanyaan ini hanya dapat diperoleh melalui analisa. Kita harus menemukan kekuatan-kekuatan dasar dari kedua peradaban ini --peradaban Islam dan Barat modern-- dan kemudian menyelidiki sejauh mana kerja sama antara keduanya dapat dilaksanakan. Dan karena peradaban Islam pada hakekatnya adalah peradaban agama, pertama-tama kita harus berusaha memberikan definisi pengaruh umum agama dalam kehidupan manusia.

Apa yang kita namakan "sikap agamawi" adalah akibat alami dari konstitusi intelektual dan biologik. Manusia tidak sanggup menerangkan pada dirinya sendiri rahasia hidup, rahasia lahir dan mati, rahasia ketidakterbatasan dan keabadian. Pemikirannya terhenti di hadapan dinding-dinding yang tak tertembus. Oleh karena itu ia hanya dapat melakukan dua hal. Yang satu adalah meninggalkan segala usaha untuk memahami hidup secara keseluruhan. Dalam hal ini manusia akan bersandar atas bukti pengalaman-pengalaman lahir saja dan akan membatasi kesimpulan-kesimpulannya pada bidangnya. Dengan demikian ia hanya sanggup mengerti fragmen-fragmen tunggal daripada hidup, yang mungkin bertambah jumlahnya dan bertambah jelasnya secepat atau selambat pertambahan pengetahuan manusia tentang alam, tetapi bagaimanapun juga selalu hanya akan tetap tinggal fragmen-fragmen --cakupan dari keseluruhannya tetap di luar perlengkapan metodik pemikiran manusia. Inilah jalan yang ditempuh ilmu-ilmu pengetahuan alam. Kemungkinan lainnya --yang mungkin bergandengan dengan jalan ilmiah-- adalah jalan agama. Agama membimbing manusia dengan jalan pengalaman batin, kebanyakan secara intuitif, kepada penerimaan keterangan yang seragam tentang hidup pada umumnya atas dasar pandangan bahwa ada satu Kuasa Kreatif yang maha tinggi yang mengatur alam semesta menurut suatu rencana sebelumnya di atas dan di luar kesanggupan pengertian manusia. Seperti baru dikatakan, konsepsi ini tidak perlu menjauhkan manusia dari penyelidikan tentang fakta-fakta dan fragmen-fragmen hidup seperti yang dapat disaksikan dengan peninjauan lahir. Tidak mesti ada suatu antagonisme antara pengertian lahir yang ilmiah dan penerimaan pengertian batin yang religius. Tetapi yang disebut penerimaan pengertian religius dalam kenyataannya adalah satu-satunya kemungkinan pemikiran untuk memahami seluruh hidup sebagai kesatuan esensi dan kekuatan dasar; singkatnya, sebagai satu keseluruhan yang berimbang, yang harmonis. Kata "harmonis" walaupun sudah sangat sering disalahgunakan, adalah sangat penting dalam hubungan ini karena ia mencakup sikap yang bersangkutan dalam manusia sendiri. Orang religius tahu bahwa segala apa yang terjadi padanya dan dalam dirinya tidak pernah dapat merupakan hasil permainan buta dari kekuatan-kekuatan tanpa kesadaran-kesadaran dan tujuan; ia percaya bahwa itu datang dari kehendak Tuhan yang sadar semata-mata dan oleh karena itu secara organik terpadu dengan rencana semesta alam. Dalam jalan ini manusia diberi kesanggupan untuk memecahkan pertentangan pahit antara wujud manusia --self-- dan dunia obyektif tentang fakta-fakta dan wajah-wajah lahir yang disebut alam. Makhluk manusia dengan segala mekanisma jiwanya yang rumit, dengan segala hasrat-hasrat dan ketakutan-ketakutannya, perasaan-perasaan dan ketidakpastian spekulatifnya, melihat dirinya dihadapkan pada suatu alam di mana kemurahan dan kekejaman, bahaya dan ketenteraman, tercampur aduk dalam satu cara yang dahsyat yang tak teruraikan dan seperti bekerja atas garis-garis yang tampaknya berbeda dari metoda-metoda dan struktur pikiran manusia. Falsafah intelektual murni atau ilmu pengetahuan eksperimental melulu tidak pernah sanggup memecahkan konflik ini. Inilah justeru titik di mana agama melangkah masuk.

Dalam sinar persepsi religius dan pengalaman, wujud manusia yang sadar-diri dan alam yang bisu yang tampaknya tampaknya tidak bertanggungjawab dibawa ke dalam satu hubungan harmonis spiritual: karena keduanya, kesadaran individu manusia dan alam yang melingkungi dia serta yang ada dalam dirinya, tidaklah lain daripada manifestasi-manifestasi yang setara, kalaupun berbeda, dari Kehendak Kreatif yang Satu dan sama. Maka manfaat besar yang diberikan agama seperti itu atas manusia adalah penyadaran bahwa ia selalu, dan tidak pernah dapat terlepas, dari satu kesatuan yang terencana baik dari gerak abadi Pencipta: suatu bagian tertentu dalam organisme yang tidak terbatas dari bagan Rencana Universal. Konsekuensi psikologik dari konsepsi ini adalah suatu perasaan yang dalam dari kepastian spiritual --yang berimbang antara harap dan takut yang membedakan manusia religius yang positif -apapun agamanya- dari manusia tidak religius.

Posisi dasar ini sama-sama terdapat pada seluruh agama-agama besar, apapun doktrin-doktrin spesifiknya; dan yang sama pula bagi semua agama-agama besar itu adalah panggilan moral kepada manusia untuk menyerahkan dirinya kepada Kehendak Tuhan yang nyata itu. Tetapi Islam, dan hanya Islam saja, melampaui penerangan dan dorongan teoritik ini. Islam tidak saja mengajarkan kepada kita bahwa hidup pada keseluruhannya adalah satu dalam hakekatnya --karena berasal dari Tuhan Yang Maha Esa-- tetapi Islam pun menunjukkan kepada kita jalan praktis betapa setiap orang dari kita dapat berkembang, dalam batas-batas individualnya, kesatuan pikiran dan tindakan, baik dalam wujudnya maupun dalam kesadarannya. Untuk mencapai tujuan hidup yang tertinggi itu, dalam Islam, manusia tidak dipaksa untuk menyangkali dunia; tidak ada kekerasan dituntut untuk membuka pintu rahasia menuju pemurnian spiritual, tidak ada penekanan atas pikiran untuk percaya pada dogma-dogma yang tak dapat dimengerti untuk menjamin penyelamatan. Hal-hal semacam itu sama sekali asing bagi Islam karena Islam bukanlah doktrin mistik dan bukan pula falsafah. Islam adalah program hidup sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Allah atas penciptaan-Nya; dan hasil capaiannya yang paling tinggi ialah koordinasi yang sempurna daripada aspek-aspek spiritual dan material kehidupan insani. Dalam ajaran-ajaran Islam kedua aspek ini bukan saja "dipertemukan" satu sama lain dalam pengertian tidak meninggalkan konflik yang menempel antara kehidupan jasadi dan moral manusia, tetapi kenyataan dari kerjasamanya dan paduannya yang tak dapat dipisahkan ditekankan sebagai basis hidup yang alami.

Ini, saya pikir, adalah hikmah dari bentuk shalat yang khas dalam Islam, dimana konsentrasi spiritual dan gerak jasmani tertentu saling terkordinasi. Kritikus-kritikus yang bersifat bermusuhan terhadap Islam selalu menilik cara shalat itu sebagai bukti atas tuduhan mereka bahwa Islam adalah agama formalisma dan lahiriah. Dan dalam kenyataannya ummat agama lain, yang memisahkan "rohani" dan "jasadi" hampir dalam cara yang sama sebagai tukang susu memisahkan krim dari susu, tidak mudah memahami bahwa dalam susu Islam asli, yang tidak dicedok, kedua unsur itu walaupun berbeda dalam konstitusinya, namun sama-sama hidup secara harmonis dan sama menyatakan dirinya. Dalam kata-kata lain shalat dalam Islam terdiri dari konsentrasi mental dan gerak-gerik jasadi karena kehidupan insani sendiri adalah paduan semacam itu, dan karena kita diharapkan untuk mendekati Allah melalui keseluruhan dari segala karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.

Suatu gambaran lebih lanjut dari sikap ini dapat dilihat dalam ibadah thawaf, upacara mengelilingi Ka'bah di Makkah. Karena upacara itu termasuk dalam upacara wajib bagi setiap orang yang menjalankan ibadah haji ke kota suci itu tujuh kali mengelilingi Ka'bah, dan karena pelaksanaan ibadah ini adalah satu dari ketiga pokok terpenting dari ibadah haji, maka patutlah kita bertanya: Apa hikmahnya ini? Apakah perlu kita menyatakan pengabdian kita dalam cara formal semacam itu?

Jawabannya sangat jelas. Apabila kita bergerak mengikuti satu lingkaran, maka dengan begitu kita menempatkan obyek itu sebagai titik pusat tindakan kita. Ka'bah, ke mana setiap Muslim menghadapkan mukanya setiap shalat, melambangkan keesaan Tuhan. Gerak jasadi orang-orang yang menjalankan ibadah haji dalam thawaf itu melambangkan aktivitas hidup manusia, bukan saja pikiran-pikiran pengabdian kita tetapi juga kehidupan praktek kita, tindakan dan usaha-usaha kita, harus mengandung idea tentang Allah dan keesaan-Nya sebagai pusatnya --sesuai dengan kata-kata al-Qur'an:

"Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Qur'an Suci, 51: 56).

Jadi konsepsi-konsepsi ibadah dalam Islam berbeda dari konsepsi agama-agama lain. Di sini konsepsi ibadah itu tidak dibatasi pada praktek-praktek yang bersifat ibadah murni seperti shalat, puasa, tetapi juga mencakup seluruh praktek kehidupan manusia. Apabila tujuan hidup kita adalah mengabdi kepada Allah maka perlulah kita memandang hidup ini, dalam keseluruhan aspek-aspeknya, sebagai satu tanggung jawab moral yang kompleks. Maka seluruh tindakan kita, bahkan yang tampaknya kecil, harus dilakukan sebagai tindakan pengabdian, yaitu dilakukan dengan sadar sebagai bagian dari rencana universal Tuhan. Hal-hal semacam ini merupakan suatu ideal jauh bagi manusia yang berkesanggupan biasa; tetapi bukankah tujuan agama adalah memberikan ideal-ideal kedalam kehidupan nyata?

Posisi Islam dalam pandangan ini tidak mungkin keliru. Islam pertama-tama mengajarkan kepada kita bahwa pengabdian permanen kepada Allah dalam segala tindakan yang aneka ragam dari kehidupan manusia adalah maksud sesungguhnya daripada hidup ini; dan kedua, bahwa maksud ini tetap tidak akan mungkin tercapai selama kita membagi hidup kita dalam dua bagian, yaitu yang spiritual dan material: keduanya harus terpadu bersama-sama dalam kesadaran dan tindakan kita, kedalam satu keseluruhannya yang harmonis. Pengertian kita tentang keesaan Allah harus direfleksikan kedalam perjuangan kita ke arah kordinasi dan penyeragaman dari berbagai aspek kehidupan kita.

Suatu konsekuensi logis dari sikap ini adalah perbedaan selanjutnya antara Islam dan semua sistem agama yang dikenal lainnya. Ini akan diperoleh dalam kenyataan bahwa Islam, sebagai satu ajaran, menjamin untuk memberi batasan bukan saja hubungan metafisik antara manusia dan Penciptanya tetapi juga --dan dengan tekanan yang hampir tidak kurang kuatnya-- hubungan duniawi antara individual dan lingkungan masyarakatnya. Kehidupan duniawi tidaklah hanya dianggap sebagai kulit kerang kosong, sebagai bayangan tidak berarti dari hari akhirat yang akan datang, tetapi sebagai satu keseluruhan positif yang padu. Allah sendiri adalah Satu dan Esa, bukan saja dalam hakekat tetapi juga dalam tujuan; dan oleh karena itu ciptaan-ciptaan-Nya adalah satu kesatuan, mungkin dalam hakekatnya, tetapi pasti dalam tujuannya.

Ibadah kepada Allah dalam pengertian yang luas yang diterangkan di atas, menurut Islam, memberi arti hidup manusia. Dan konsepsi ini saja yang menunjukkan kepada kita kemungkinan bagi manusia mencapai kesempurnaan dalam kehidupan duniawi manusia individual. Dari segala sistem agama hanya Islam saja yang menyatakan bahwa kesempurnaan individual dapat dicapai dalam kehidupan duniawi kita. Islam tidak menangguhkan menepati ini hingga sesudah penindasan apa yang disebut hasrat-hasrat 'jasadi' seperti ajaran Kristen; tidak pula Islam menjanjikan suatu rangkaian belenggu reinkarnasi atas tingkat yang terus menaik seperti dalam Hinduisme; tidak pula Islam setuju dengan ajaran Budhisme yang mengajarkan bahwa penyempurnaan dan penyelamatan hanya dapat dicapai melalui pemusnahan wujud individual dan hubungan emosionalnya dengan dunia. Tidak, Islam memberi tekanan dalam penegasan bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dalam kehidupan duniawi individualnya dan dengan membuat kegunaan penuh dari segala kemungkinan-kemungkinan duniawi dari hidupnya.

Untuk menjauhkan salah pengertian, kata "sempurna" harus diberi batasan dalam pengertian yang dipergunakan di sini. Sejauh berhubungan dengan makhluk manusia, yang terbatas secara biologik, kita tidak dapat memandang idea kesempurnaan yang "mutlak" karena segala yang mutlak hanya termasuk milik sifat Allah saja. Kesempurnaan manusia dalam pengertian psikologik dan moral harus mengandung arti relatif dan individual. "Sempurna" di sini tidak berarti memiliki segala sifat-sifat yang dapat dibayangkan, bahkan tidak pula mengandung arti pengambilan secara progresif akan sifat-sifat baru dari luar, tetapi semata-mata pengembangan sifat-sifat dari individual yang telah ada dan positif dalam cara demikian rupa sehingga membangkitkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam dirinya yang apabila tidak demikian akan tetap tidur. Berhubung dengan aneka ragam yang alami dari gejala-gejala hidup, sifat-sifat asli manusia berbeda dalam setiap diri individual. Oleh karena itu maka akan keliru apabila kita menganggp bahwa seluruh makhluk manusia harus atau bahkan dapat berjuang ke arah tipe kesempurnaan yang satu dan sama --tepat sebagaimana akan keliru untuk mengharapkan seekor kuda pacuan sempurna dan seekor kuda beban sempurna akan memiliki sifat-sifat yang sama. Keduanya mungkin sempurna dan memuaskan secara individual, tetapi keduanya akan berbeda, karena karakter aslinya berbeda.

Demikian pula halnya dengan makhluk manusia. Apabila kesempurnaan harus diberi ukuran dalam tipe tertentu --seperti Kristen memberi ukuran dalam tipe pertapa suci-- manusia akan harus menyerah atau mengubah atau menindas perbedaan-perbedaan individual mereka. Tetapi ini jelas akan memperkosa hukum Ilahi tentang aneka ragam individual yang menempati segala kehidupan di atas muka bumi ini. Oleh karena itu Islam, yang bukan agama penindasan, memberikan kepada manusia, suatu wilayah yang sangat luas dalam kehidupan perorangan dan kemasyarakatan, sehingga sifat-sifat yang aneka ragam itu, tabiat-tabiat dan kecenderungan psikologik dari individu-individu yang berbeda-beda akan mendapatkan jalannya ke arah perkembangan positif sesuai dengan pembawaan individualnya masing-masing. Dengan demikian seseorang mungkin bersifat pertapa, atau ia boleh menikmati ukuran penuh dari kemungkinan-kemungkinan penyaluran nafsunya dalam batas-batas yang dibenarkan oleh hukum; ia mungkin seorang pengembara di padang-padang gurun tanpa bekal makanan untuk hari esok atau seorang kaya yang dikelilingi harta kekayaannya. Selama ia secara jujur dan sadar patuh pada hukum-hukum perintah dan larangan Allah, ia bebas membentuk hidup individualnya ke arah bentuk apa yang diarahkan oleh alam insaninya. Kewajibannya adalah membuat dirinya sebaik mungkin sehingga ia dapat menghormati anugerah hidup yang dikaruniakan Penciptanya kepadanya, dan menolong hidup sesamanya dengan jalan perkembangan dirinya sendiri, dalam usaha-usaha spiritual, sosial dan material mereka. Tentang bentuk dari kehidupan individualnya sekali-kali tidak dipastikan oleh suatu ukuran. Ia bebas membuat pilihannya dari antara segala kemungkinan-kemungkinan halal yang tidak terbatas yang terbuka baginya.

Basis dari "liberalisme" ini dalam Islam terdapat dalam konsepsi bahwa alam insani asli pada hakekatnya baik, berlawanan dengan idea Kristen bahwa manusia dilahirkan dengan dosa, atau ajaran Hindu bahwa manusia asalnya rendah dan tidak suci dan terpaksa dengan pahitnya melalui rantai transmigrasi-transmigrasi reinkarnasi yang panjang menuju tujuan terakhir kesempurnaan, ajaran Islam menegaskan bahwa manusia dilahirkan suci dan --dalam pengertian yang diterangkan di atas-- sempurna secara potensial. Ini dikatakan dalam al-Qur'an:

"Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam struktur yang sebaik-baiknya,"

tetapi dalam nafas yang sama ayat itu dilanjutkan:

"dan kemudian kami turunkan dia pada kerendahan yang serendah-rendahnya; kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh …" (Qur'an Suci, 95: 4-6).

Dalam ayat ini dilahirkan doktrin bahwa manusia pada aslinya baik dan suci dan dinyatakan pula bahwa ketiadaan iman kepada Allah dan tidak adanya amal baik akan menghancurkan kesempurnaan aslinya. Sebaliknya manusia dapat mempertahankan atau memperoleh lagi kesempurnaan asli individual itu apabila ia menyadari dengan insaf akan keesaan Allah dan berserah diri pada Hukum-hukum Ilahi. Jadi menurut Islam kejahatan itu sama sekali bukan hakiki atau asli; kejahatan itu adalah akibat yang diperoleh dari kehidupan manusia kemudiannya, dan disebabkan oleh penyalahgunaan sifat-sifat asli dan positif yang telah dikaruniakan Allah pada setiap individu makhluk manusia. Sifat-sifat itu adalah, seperti telah dikatakan lebih dahulu, berbeda dalam diri setiap diri individu tetapi selalu sempurna secara potensial dalam diri sendiri; dan perkembangannya yang penuh adalah mungkin dalam jangka waktu kehidupan manusia individu di muka bumi ini. Kita memang membenarkan bahwa kehidupan sesudah mati, berhubung dengan kondisinya yang diubah tentang perasaan-perasaan kesadaran, akan memberikan pada kita sifat-sifat dan kesanggupan-kesanggupan lain yang sama sekali baru yang masih memungkinkan suatu kemajuan baru bagi jiwa manusia, tetapi ini hanya menyangkut kita dalam kehidupan kita di hari kemudian saja. Dalam kehidupan di dunia ini juga, ajaran Islam secara definitifif menegaskan, bahwa kita --setiap orang dari kita-- dapat mencapai ukuran kesempurnaan yang penuh dengan jalan mengembangkan sifat-sifat yang secara positif memang telah ada, yang membentuk individualitas-individualitas.

Dari segala agama hanya Islam yang memberikan kemungkinan bagi manusia untuk menikmati ukuran sepenuhnya kehidupan duniawinya tanpa sekejap pun meninggalkan tujuan spiritualnya. Betapa berbeda hal ini dari konsepsi Kristen. Menurut konsepsi Kristen, manusia jungkir balik dalam belenggu dosa warisan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa dan oleh karena itu seluruh hidup dianggap --sekurang-kurangnya dalam teori dogmatik-- sebagai lembah sengsara dan kesedihan. Hidup merupakan medan pertempuran dua kekuatan: kejahatan yang diwakili oleh setan, dan kebaikan yang diwakili oleh Yesus Kristus. Setan berusaha dengan segala godaan-godaan jasadi untuk menghalang kemajuan jiwa menuju terang abadi; jiwa adalah milik Kristus sedang jasad adalah lapangan tempat pengaruh setan. Orang dapat menerangkan dengan cara lain: dunia materi pada hakekatnya adalah jahat sedang dunia ruh adalah Ilahi dan baik. Segala sesuatu dalam alam insani yang material, --atau "carnal", seperti istilah yang lebih disukai dalam theologia Kristen-- adalah hasil langsung dari penyerahan Adam kepada nasihat Pangeran Gelap dan Jasadi dari neraka. Oleh karena itu maka untuk memperoleh keselamatannya manusia harus memalingkan hatinya dari dunia daging ini ke arah hari kemudian, dunia spiritual, dimana "dosa manusia" ditebus oleh pengorbanan Kristus di tiang salib.

Sekalipun umpamanya dogma ini tidak ditaati dalam prakteknya --dan tidak pernah dipraktekkan-- adanya ajaran ini saja cenderung untuk menghasilkan suatu perasaan permanen dari kesadaran buruk dalam diri orang yang punya kecenderungan religius. Ia dilemparkan kedalam suatu gelanggang perjuangan antara panggilan penting untuk meninggalkan dunia dan desakan alami dari hatinya untuk menikmati hidup ini. Idea tentang dosa yang tak terelakkan karena diwariskan, dan tentang penebusan dosa --yang tidak dapat dipahami oleh pikiran umum-- melalui penderitaan Yesus di tiang salib, menegakkan tembok pemisah antara hasrat spiritual manusia dan hasratnya yang sejati untuk hidup.

Dalam Islam kita tidak mengenal dosa warisan; kita memandang hal itu tidak sesuai dengan idea keadilan Allah. Allah tidak membuat seorang anak bertanggungjawab atas perbuatan-perbuatan ayahnya dan betapa Ia akan membuat generasi-generasi ummat manusia yang tak terhitung jumlahnya akan bertanggungjawab atas dosa karena pelanggaran yang dilakukan oleh nenek moyangnya yang jauh? Tidaklah diragukan bahwa tidak mungkin menyusun keterangan falsafah tentang anggapan aneh ini, tetapi bagi pikiran yang menjangkau jauh hal itu akan tetap sebagai hal yang dibuat-buat dan tidak akan memuaskan seperti konsepsi tentang Tritunggal itu sendiri. Dan karena tidak ada dosa warisan maka tidak ada pula penebusan dosa universal dalam ajaran Islam. Setiap Muslim adalah penebus dosanya sendiri; ia memiliki segala kemungkinan-kemungkinan sukses dan kegagalan spiritual dalam dirinya sendiri.

Dikatakan dalam al-Qur'an tentang keperibadian manusia:

"Bagi dia apa yang telah diterimanya, dan terhadap dia kejahatan yang dilakukannya." (Qur'an Suci, 2: 286)

Ayat lainnya mengatakan:

"Tidak ada yang akan diperhitungkan bagi manusia, selain yang telah diusahakannya." (Qur'an Suci, 53:39).

Tetapi apabila Islam tidak memiliki aspek hidup yang suram seperti yang dilahirkan oleh Kristen, betapapun juga Islam tidak mengajarkan kepada kita untuk memberikan pada kehidupan duniawi nilai yang dilebih-lebihkan seperti yang diberikan oleh peradaban Barat modern. Sementara pandangan Kristen mengandung pengertian bahwa kehidupan duniawi adalah buruk, Barat modern --seperti dibedakan dari Kristen-- memuja hidup dalam cara tepat sama seperti si rakus memuja makannya; ia menelannya tetapi ia tidak punya respek terhadapnya. Sebaliknya Islam memandang kehidupan duniawi dengan tenang dan dengan respek. Ia tidak memujanya, tetapi memandangnya sebagai suatu tangga dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih tinggi. Tetapi justru karena ia adalah tangga, dan tangga yang perlu pula, manusia tidak berhak untuk menghinanya atau bahkan menganggap remeh nilai kehidupan duniawinya. Perjalanan kita melintasi dunia ini adalah satu bagian yang pasti dan positif dalam rencana Allah. Oleh karena itu kehidupan manusia bernilai sangat tinggi sekali; tetapi ia tidak boleh melupakan bahwa itu hanyalah nilai instrumental, sebagai alat saja. Bagi Islam tidak ada tempat bagi optimisme materialistik Barat modern yang mengatakan "Kerajaanku hanya di dunia ini saja" --tidak pula ada tempat bagi sikap benci pada hidup seperti ucapan Kristen: "Kerajaanku bukanlah daripada dunia ini." Islam menempuh jalan tengah; al-Qur'an mengajarkan manusia berdoa:

"Tuhan kami, berikanlah kiranya kepada kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat." (Quran Suci, 2:201)

Demikianlah penilaian penuh tentang dunia ini dan kebaikannya sama sekali bukan merupakan halangan bagi usaha-usaha spiritual kita. Harta benda dikehendaki tetapi bukan merupakan tujuan itu sendiri. Tujuan dari segala kegiatan praktek kita selalu harus berupa penciptaan dan pemeliharaan syarat-syarat perorangan dan sosial yang dapat bermanfaat bagi perkembangan tingkat moral dalam diri manusia. Sesuai dengan prinsip ini Islam membimbing manusia ke arah kesadaran tanggung jawab moral dalam segala hal yang dilakukannya, besar ataupun kecil. Perintah "Injil" yang terkenal: "Berikan kepada Kaisar kepunyaan Kaisar dan berikan kepada Tuhan kepunyaan Tuhan" tidak ada tempatnya dalam struktur agama Islam, karena Islam tidak mengakui adanya konflik antara tuntutan-tuntutan moral dalam kehidupan kita. Dalam segala hal hanya ada satu pilihan: pilihan antara benar dan salah, tidak ada lain. Dari situlah datangnya desakan kuat atas perbuatan sebagai satu unsur moralitas yang tidak dapat dilepaskan.

Setiap individu Muslim harus memandang dirinya secara pribadi bertanggungjawab atas segala sesuatu yang terjadi di sekitar dia dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan memberantas kejahatan pada setiap saat dan pada setiap arah. Dasar atas sikap ini terdapat dalam ayat al-Qur'an:

"Kamu adalah ummat terbaik yang telah dilahirkan kepada ummat manusia: kamu menganjurkan kebenaran dan mencegah kemungkaran, dan kamu beriman kepada Allah." (Qur'an Suci, 3:110).
Inilah pembenaran moral terhadap peperangan Islam, suatu pembenaran terhadap penaklukan-penaklukan Islam dan tentang apa yang sering ditunjukkan sebagai "imperialisme". Islam adalah "imperialisme" apabila anda akan memaksakan istilah itu; tetapi "imperialisme" semacam ini tidak terdorong oleh cinta akan kekuasaan, tidak ada hubungan dengan egoisme ekonomi dan egoisme nasional, tidak ada sangkut paut dengan keserakahan untuk memperbesar kesenangan kaum Muslimin atas kerugian orang lain; tidak pula itu dimaksudkan sebagai pemaksaan atas orang-orang tidak beriman ke dalam rangkulan Islam. Sebagaimana halnya, itu hanya dimaksudkan untuk pembangunan dunia demi perkembangan spiritual manusia sebaik mungkin. Karena menurut ajaran Islam, pengetahuan moral secara otomatis memaksakan tanggung jawab moral atas manusia. Pemisahan platonik melulu antara baik dan buruk tanpa desakan untuk mengangkat kebaikan dan memberantas keburukan adalah immoralitas kasar dalam sendirinya. Dalam Islam moralitas hidup dan mati bersama perjuangan manusia untuk menegakkan kejayaan moralitas itu di muka bumi

Islam di Simpang Jalan
Judul asli: Islam at the Crossroads
Cetakan pertama: Delhi (India), 1935
Edisi Indonesia: Islam di Simpang Jalan
Penterjemah: M. Hashem
Cetakan pertama: YAPI, Surabaya, 1967
Cetakan kedua: PUSTAKA, Bandung, 1981
Hak cipta: Muhammad Asad
All rights reserved.

sumber : media-isnet.org

1 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box