Senin, 19 Januari 2009

SEMANGAT BARAT

Dalam pasal yang lalu telah diusahakan memberikan suatu garis besar dasar moral Islam. Kita sadari dengan mudah bahwa peradaban Islam adalah theokrasi dalam bentuk yang paling sempurna. Di sini pertimbangan religius mengatasi segala-galanya dan mendasari segala-galanya. Apabila kita bandingkan ini dengan sikap peradaban Barat, kita beroleh kesan yang kuat akan adanya perbedaan pandangan yang sangat besar.

Dalam kegiatan-kegiatan dan usaha-usahanya peradaban Barat dikuasi oleh pertimbangan kemanfaatan praktis dan ekspansi dinamik saja. Tujuannya selalu adalah membuat eksperimen-eksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan daripada hidup dan penemuan potensialitas-potensialitas hidup itu, tanpa memberikan sifat realitas moral sendiri pada hdiup ini. Bagi Eropa dan Amerika modern masalah arti dan tujuan hidup telah sejak lama kehilangan kepentingan praktisnya. Yang penting bagi mereka hanya pertanyaan bentuk-bentuk apa yang dapat diambil kehidupan dan apakah ummat manusia seperti itu sedang maju menuju penguasaan terhadap alam. Pertanyaan terakhir ini dijawab Barat modern dengan membenarkannya, dan dalam hal ini sejalan dengan Islam. Dalam al-Qur'an Allah berfirman perihal Adam dan ummatnya:

"Sesungguhnya Aku akan menempatkan khalifah di muka bumi," (Qur'an Suci, 2:30).

Ini jelas berarti bahwa manusia ditakdirkan untuk berkuasa dan maju di atas dunia. Tetapi ada perbedaan antara pandangan-pandangan Barat tentang sifat perkembangan manusia. Barat modern percaya akan kemungkinan perbaikan spiritual yang progresif dari ummat manusia dalam pengertian kolektifnya, dengan capaian-capaian praktis dan perkembangan pemikiran ilmiah. Tetapi pandangan Islam bertentangan seratus delapan puluh derajat dengan konsepsi kemanusiaan Barat yang materialistik dinamik ini. Islam memandang kemungkinan-kemungkinan keseluruhan kolektif "ummat manusia" sebagai satu kuantitas statik; seperti sesuatu yang telah diletakkan secara definitifif seperti itu dalam susunan alam itu sendiri. Islam tidak pernah membenarkan bahwa alam insani --dalam pengertian supe-rindividualnya secara umum-- akan mengalami suatu proses perubahan maju dan perbaikan dalam cara yang serupa seperti tumbuhnya pohon: karena dasar dari alam insani itu, jiwa manusia, bukanlah kuantitas biologik. Kekeliruan fundamental dari pikiran Eropa modern, yang memandang pertambahan pengetahuan dan kesenangan material sebagai identik dengan perbaikan spiritual dan moral ummat manusia, hanya mungkin karena kesalahan fundamental yang sama dalam menerapkan hukum-hukum biologik pada fakta-fakta non-biologik. Pada akarnya terletak ketidakpercayaan Barat akan adanya apa yang kita gambarkan sebagai "ruh". Islam yang berdasar atas konsepsi kerohanian memandang ruh sebagai satu realitas yang tidak perlu diragukan atau diperdebatkan. Walaupun tidak mesti saling bertentangan, kemajuan material dan kemajuan spiritual tidaklah satu dan sama; walaupun saling berhubungan, keduanya adalah aspek-aspek dari hidup manusia yang jelas berbeda; dan dua bentuk kemajuan ini tidak mesti saling bergantung. Memang mungkin, tetapi tidak selalu keduanya harus berkembang serentak.

Sementara dengan jelas mengakui kemungkinan itu dan menegaskan dengan keras wajarnya kemajuan lahir, yaitu kemajuan material ummat manusia sebagai satu badan kolektif, sejelas itu pula Islam tidak membenarkan kemungkinan perbaikan spiritual manusia sebagai satu keseluruhan dengan jalan hasil-hasil capaian kolektifnya. Unsur dinamika dari perbaikan spiritual terbatas pada makhluk perorangan dan satu-satunya batas waktu yang mungkin dari perkembangan spiritual dan moral manusia adalah antara kelahiran dan matinya orang individu secara perseorangan. Kita tidak mungkin maju menuju kesempurnaan sebagai badan kolektif. Setiap orang harus berjuang menuju tujuan spiritual itu sebagai individu perseorangan; dan setiap orang harus mulai dan mengakhirinya dengan dirinya sendiri.

Pandangan individualistik yang tegas tentang tujuan spiritual manusia ini diimbangi dan dikuatkan secara langsung, dengan konsepsi sosial Islam yang keras serta kerjasama kemasyarakatan. Kewajiban masyarakat ialah mengatur kehidupan lahir dalam cara demikian rupa sehingga individu orang seorang mendapat halangan seminimal mungkin dan mendapat dorongan semaksimal mungkin dalam perjuangan spiritualnya. Inilah sebabnya, maka hukum Islam, syari'ah, berurusan dengan kehidupan manusia dalam segi spiritual maupun materialnya, dan keduanya dengan aspek-aspek individual dan aspek-aspek sosialnya.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, konsepsi seperti itu hanya mungkin atas dasar kepercayaan positif akan adanya ruh manusia, dan sehubungan dengan itu kepercayaan akan tujuan transendental daripada kehidupan manusia. Tetapi bagi Barat modern dengan sikap mengabaikan dan setengah menolak adanya ruh, masalah-masalah tujuan hidup tidak lagi mengandung kepentingan praktis. Barat telah meninggalkan segala pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan kerohanian.

Apa yang kita namakan sikap religius selalu berdasarkan atas kepercayaan bahwa ada suatu hukum moral kerohanian yang mencakup segala-galanya dan bahwa makhluk manusia harus tunduk kepada perintah-perintah hukum moral itu. Peradaban Barat modern tidak mengakui perlunya penyerahan manusia kepada apapun kecuali tuntutan-tuntutan ekonomi, sosial dan kebangsaan. Dewanya yang sebenarnya bukanlah kebahagiaan spiritual melainkan keenakan, comfort. Dan falsafahnya yang nyata dan hidup dilahirkan dalam kemauan untuk berkuasa demi untuk kekuasaan itu sendiri. Keduanya diwarisi dari peradaban Romawi Kuno.

Dengan menyebut peradaban Romawi --sekurang-kurangnya sedikit banyak-- secara genetik mewariskan materialisme Barat Modern, mungkin kedengaran ganjil bagi orang-orang yang telah mendengar perbandingan berulang-ulang tentang imperium Romawi dan imperium Islam. Bagaimana mungkin terdapat perbedaan yang tegas antara konsepsi Islam yang fundamental dan konsensi Barat modern apabila dalam jaman lampau ekspresi-ekspresi antara keduanya bersamaan? Jawabannya yang sederhana adalah: keduanya sebenarnya tidak bersamaan. Perbandingan populer yang demikian seringnya dikutip adalah salah satu dari lagu lama sejarah yang sumbang; dengan pengetahuan dangkal dan palsu anggapan itu mengisi pikiran generasi sekarang. Tidak ada persamaan antara imperium Islam dan imperium Romawi kecuali bahwa keduanya membentang di atas wilayah-wilayah luas dan bangsa-bangsa yang aneka ragam --karena selama kehidupannya kedua imperium ini diarahkan oleh tenaga-tenaga penggerak yang sama sekali berbeda dan barus memenuhi tujuan-tujuan historik yang sama sekali berbeda dan harus memenuhi tujuan-tujuan historik yang berbeda. Bahkan dalam segi terbentuknya kita melihat perbedaan yang besar sekali antara imperium Islam dan imperium Romawi. Imperium Romawi memerlukan waktu hampir seribu tahun untuk tumbuh ke arah keluasan wilayah yang besar dan ke arah kematangan politik; sedang imperium Islam meloncat dan tumbuh hingga kepenuhannya dalam waktu singkat yang hanya memakan waktu sekitar delapan puluh tahun. Tentang hal kemundurannya masing-masing, perbedaan itu malah lebih terang. Keruntuhan imperium Romawi, yang akhirnya ditutup sama sekali oleh migrasi bangsa-bangsa Hun dan Goth, hanya berlangsung selama satu abad saja --dan berlangsung demikian sempurnanya sehingga tidak ada sesuatu daripadanya yang tinggal kecuali karya kesusasteraan dan arsitektur. Imperium Byzantium, yang biasanya dianggap pewaris tunggal dari kebudayaan Romawi, hanyalah ahli waris sejauh ia terus memerintah atas sebagian dari wilayah yang dahulu merupakan bagian dari imperium Romawi. Struktur sosial dan organisasi politiknya hampir tidak berhubungan sama sekali. Sebaliknya imperium Islam, seperti tercakup dalam kekhalifahan, memang mengalami kerusakan dan perubahan bentuk dinasti dalam perjalanan kehidupannya yang panjang, tetapi strukturnya pada hakekatnya tetap sama. Serangan-serangan dari luar, bahkan serangan-serangan orang Mongol --yang jauh lebih ganas daripada yang dialami imperium Romawi di tangan bangsa-bangsa Hun dan Goth-- tidaklah sanggup untuk menggoncangkan organisasi kemasyarakatan dan kehidupan politik yang tidak terpatahkan dari imperium khalifah-khalifah, walaupun jelas bahwa hal itu turut menyebabkan kemacetan ekonomi dan intelektual pada masa-masa kemudiannya. Berlainan dengan masa satu abad yang diperlukan untuk kehancuran imperium Romawi, imperium Islam dari khalifah-khalifah itu memerlukan waktu hampir seribu tahun dalam kemunduran yang perlahan-lahan hingga kehancuran politik terakhir dengan lenyapnya Kekhalifahan Usmaniyah, diikuti oleh kebobrokan sosial yang sedang kita saksikan sekarang.

Segala ini memaksakan kesimpulan pada kita bahwa kekuatan batin dan kesehatan sosial dari dunia Islam lebih tinggi daripada segala yang pernah dialami ummat manusia hingga saat ini dengan jalan organisasi sosial. Bahkan peradaban Cina yang tiada ragu telah memperlihatkan kekuatan-kekuatan bertahan selama berabad-abad tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan di sini. Cina terletak di ujung satu benua yang hingga pada akhir abad yang lalu --yaitu sehingga kebangkitan Jepang modern-- berada di luar capaian kekuatan apapun; peperangan dengan orang Mongol pada jaman Jengis Khan dan keturunan-keturunannya hampir tidak menyentuh imperium Cina; tetapi imperium Islam membentang hingga tiga benua dan sepanjang masa itu dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhi dengan gaya hidup yang besar. Sejak permulaan sejarah bagian bumi yang dinamakan Timur Tengah dan Timur Dekat merupakan gunung api dari pertentangan-pertentangan tenaga-tenaga rasial dan kebudayaan; tetapi pertahanan organisasi Islam tidak terpadamkan, sekurang-kurangnya hingga pada saat ini. Kita tidak perlu mencari keterangan yang jauh tentang pemandangan yang mengagumkan ini: ajaran agama dari al-Qur'an-lah yang memberi dasar yang kuat, dan teladan hidup Nabi Muhammad saw.-lah yang menjadi pita baja yang melingkari struktur sosial yang agung itu. Imperium Romawi tidak memiliki unsur spiritual semacam itu untuk mempertahankan kesatuannya, dan oleh karena itu ia runtuh demikian cepat.

Tetapi masih ada satu perbedaan lagi antara kedua imperium lama itu. Sementara dalam imperium Islam tidak ada bangsa yang diistimewakan, dan kekuasaan ditundukkan kepada penyiaran idea yang dianggap oleh pembawa-pembawa suluhnya sebagai kebenaran agamawi yang luhur, idea yang mendasari imperium Romawi adalah penaklukan demi kekuasaan dan eksploitasi atas bangsa-bangsa lain untuk kepentingan negara induk sendiri.

Untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi golongan yang diistimewakan, tidak ada keganasan yang terlalu buruk bagi bangsa Romawi, tidak ada ketidakadilan yang terlalu keji: "Keadilan Romawi" yang terkenal itu adalah keadilan bagi orang-orang Romawi saja. Jelaslah sikap semacam itu hanya mungkin atas dasar satu konsepsi hidup dan peradaban yang sama sekali materialistik --tentulah materialisme yang diperindah oleh rasa intelektual, tetapi betapapun juga tetap asing bagi segala nilai-nilai spiritual. Orang-orang Romawi dalam kenyataannya tidak pernah mengenal agama. Dewa-dewa mereka yang tradisional itu adalah tiruan samar dari mitologia Yunani, hanyalah roh-roh samar yang diterima dengan diam-diam untuk kepentingan konvensi sosial. Dewa-dewa itu sama sekali tidak diperkenankan campur tangan dalam kehidupan nyata. Apabila ditanyai, dewa-dewa itu harus memberikan orakel melalui perantaraan-perantaraan pendeta-pendeta mereka; tetapi dewa-dewa itu tidak pernah, diharapkan untuk menentukan hukum-hukum moral pada manusia atau untuk mengarahkan tindakan-tindakan manusia. Dari bumi inilah tumbuh kebudayaan Barat. Tiada diragukan bahwa ia banyak menerima pengaruh-pengaruh lain dalam rentangan perkembangannya, dan hal itu secara alami mengubah dan mengalihkan bentuk warisan kebudayaan Romawi dalam lebih dari satu segi pandangan. Tetapi kenyataan tetap tinggal bahwa segala apa yang nyata dalam etika dan pandangan hidup Barat sekarang langsung dapat diikuti jejaknya hingga kepada peradaban Romawi kuno karena suasana intelektual dan sosial Romawi kuno sepenuhnya bersifat utilitarian dan anti agama --dalam kenyataannya, apabila bukan dalam pengakuan terbuka-- demikianlah suasana Barat modern. Tanpa memiliki bukti yang menyangkal agama ketuhanan, dan bahkan tanpa mengakui perlunya bukti semacam itu, pemikiran Barat modern, sementara bersikap toleran dan bahkan kadang-kadang menekankan perlunya agama sebagai satu konvensi sosial pada umumnya, melepaskan etika agamawi dari wilayah pertimbangan praktis. Peradaban Barat tidak dengan tegas menyangkal adanya Tuhan tetapi hanya tidak ada tempat dan tiada manfaat adanya Tuhan dalam sistem intelektualnya sekarang. Dunia Barat telah mengambil keuntungan dari kesulitan intelektual manusia --yaitu ketidaksanggupannya menggenggam keseluruhan hidup. Tampaknya Barat modern hanya akan memberikan sifat kepentingan praktis atas idea-idea yang terletak dalam bidang pengetahuan-pengetahuan empiris atau sekurang-kurangnya diharapkan untuk mempengaruhi hubungan-hubungan sosial manusia dalam cara yang dapat dirasakan. Dan tentang pertanyaan akan adanya Tuhan secara prima facie tidak termasuk pada salah satu dari kedua kategori ini. Pikiran Barat pada prinsipnya cenderung untuk mengesampingkan Tuhan dari wilayah pertimbangan praktis.

Timbul pertanyaan: bagaimana sikap semacam itu dapat dipertemukan dengan jalan pikiran Kristen? Bukankah agama Kristen --yang dianggap sumber pokok peradaban Barat-- suatu kepercayaan yang berdasarkan etika transendental? Tentu saja agama Kristen berdasarkan etika transendental. Namun adalah satu kekeliruan yang sangat besar sekali apabila orang memandang peradaban Barat bersumber dari agama Kristen. Dasar intelektual yang real dari Barat modern harus diperoleh dari konsepsi hidup Romawi sebagai satu dasar pandangan akan perlunya melulu, tanpa sesuatu pandangan kerohanian. Ini dapat dinyatakan sebagai berikut: "Karena kita tidak tahu apapun yang definitif --yaitu dengan jalan eksperimen dan pemikiran ilmiah-- tentang asal kehidupan manusia, maka lebih baik kita memusatkan segala tenaga untuk perkembangan kemungkinan-kemungkinan material dan intelektual kita tanpa mengizinkan diri kita dihalangi oleh etika kerohanian dan dalil-dalil moral atas dasar anggapan-anggapan yang menantang bukti ilmiah." Tidak akan terdapat keraguan bahwa sikap ini, yang demikian khas dalam peradaban Barat modern, adalah sama tidak dapat diterima bagi agama Kristen maupun bagi Islam atau agama apapun, karena pandangan itu tidak religius dalam hakekatnya sendiri. Oleh karena itu untuk menggambarkan hasil-hasil capaian peradaban Barat modern atas kekuatan yang dianggap dari ajaran-ajaran Kristen adalah sangat memalukan. Agama Kristen telah memberikan sangat sedikit sumbangan pada perkembangan ilmiah dan material dimana kebudayaan Barat sekarang mengatasi segala sesuatu lainnya. Sesungguhnya hasil-hasil capaian itu timbul dari perjuangan intelektual Barat melawan gereja Kristen dan pandangan hidup Kristen.

Selama berabad-abad semangat Barat ditekan oleh sistim religus yang menganut permusuhan terhadap alam. Nada kepertapaan yang memenuhi Bibel dari ujung ke ujung, tuntutan untuk menyerah secara pasif atas kesalahan yang menimpa, penyangkalan terhadap seks sebagai sesuatu yang berdasar atas kejatuhan Adam dan Hawa di surga, dosa warisan dan penebusannya melalui penyaliban Yesus, segala ini menuju pada satu penafsiran hidup manusia tidak atas dasar jenjang positif tetapi hampir sebagai kejahatan yang tak terelakkan --sebagai penghalang "edukatif" pada jalan kemajuan spiritual. Teranglah bahwa kepercayaan semacam itu tidak membangkitkan gairah bersemangat untuk usaha-usaha berhubung dengan ilmu pengetahuan dan perbaikan syarat-syarat kehidupan duniawi. Dan sesungguhnya selama masa yang sangat panjang intelek Eropa ditaklukkan oleh konsepsi kehidupan manusia yang muram itu. Selama abad-abad pertengahan ketika gereja sedang berkuasa, Eropa tidak memiliki gaya hidup dan tiada tempat apapun bagi dunia penyelidikan ilmiah. Eropa masa itu bahkan kehilangan hubungan dengan hasil-hasil capaian falsafah Romawi dan Yunani dari mana kultur Eropa dahulu bersumber. Intelek Eropa berontak lebih dari satu kali; tetapi berulang-ulang pemberontakan intelek itu dipatahkan oleh gereja. Sejarah jaman abad-abad pertengahan penuh dengan perjuangan sengit antara genius Eropa dan semangat gereja.

Pembebasan pikiran Eropa dari belenggu intelektual yang telah dipasang gereja Kristen terjadi dalam jaman renaissance dan sangat besar sekali disebabkan oleh dorongan-dorongan dan ide-ide kultural baru yang telah disalurkan Islam ke Barat selama beberapa abad.

Segala sesuatu yang terbaik dari kultur Yunani kuno dan masa Hellenisma kemudian telah dihidupkan oleh orang-orang Arab dalam usaha penyelidikan mereka dan diperbaiki dalam abad-abad setelah berdirinya awal imperium Islam. Saya tidak mengatakan bahwa penyerapan pikiran Hellenistik itu berupa manfaat yang tidak dapat disanggah terhadap bangsa Arab dan kaum Muslimin pada umumnya --karena keadaannya tidak demikian. Tetapi sementara segala jerih payah orang-orang Arab menghidupkan kembali kultur Hellenisma itu mungkin menyebabkan kerugian bagi kaum Muslimin pada umumnya dengan jalan memperkenalkan falsafah Aristoteles dan neoplatonisme ke dalam theologia dan yurisprudensi Islam, hal itu justru merupakan dorongan yang sangat besar bagi Eropa. Zaman abad-abad pertengahan telah menyia-nyiakan kekuatan-kekuatan produktif Barat. Ilmu pengetahuan macet, tahyul berkuasa paling tinggi, kehidupan moral primitif dan rendah sehingga hampir tidak dapat diterima akal pada zaman ini. Pada titik itu pengaruh kultural dunia Islam --mula-mula melalui pengalaman perang salib di Timur dan universitas-universitas Islam yang cemerlang di Spanyol dan kemudian melalui hubungan-hubungan perdagangan yang dibangun Republik Genua dan Venesia-- mulai berkumandang di pintu peradaban Eropa yang terkunci. Di hadapan mata sarjana-sarjana dan ahli-ahli pikir Eropa yang silau muncul suatu kebudayaan baru --indah, progresif, penuh gairah hidup dan penuh memiliki perbendaharaan kultural yang telah lama dihilangkan dan dilupakan Eropa. Yang telah dilakukan oleh orang-orang Arab itu jauh melebihi pembangkitan kembali kebudayaan Yunani kuno saja. Mereka telah menciptakan suatu dunia ilmiah mereka sendiri yang sama sekali baru dan memperkembangkan hingga pada masa itu jalan-jalan penelitian ilmiah dan falsafah. Semua ini mereka salurkan melalui berbagai saluran ke dunia Barat. Dan tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa zaman ilmu pengetahuan modern dalam masa kita ini tidak dilahirkan di kota-kota Eropa Kristen tetapi di pusat-pusat Islam seperti di Damsyik, Baghdad, Kairo, Kordoba, Nishapur, Samarkand.

Akibat pengaruh ini atas Eropa sangat besar. Dengan kedatangan peradaban Islam fajar intelektual baru bersinar di dunia Barat dan diresapi dengan hidup segar serta kehausan akan kemajuan. Bukan saja penghargaan atas nilainya maka ahli sejarah Eropa menamakan regenerasi itu renaissance --yakni kelahiran kembali. Renaisans itu sebenarnya adalah kelahiran kembali Eropa.

Arus regenerasi yang memancar dari kebudayaan Islam menimbulkan otak-otak Eropa yang terbaik untuk berjuang dengan kekuatan baru melawan supremasi gereja Kristen yang berbahaya.

Pada permulaannya pertandingan ini mengandung pandangan lahir dari gerakan-gerakan reformasi, yang timbul hampir serentak di berbagai negara Eropa dengan tujuan untuk menerapkan jalan pemikiran Kristen kepada tuntutan-tuntutan hidup yang baru ini. Gerakan-gerakan ini sehat dalam caranya dan apabila mereka beroleh sukses spiritual yang nyata mungkin mereka menghasilkan suatu kesesuaian antara ilmu pengetahuan dan pemikiran religius di Eropa. Tetapi sebagaimana yang terjadi, kesalahan yang disebabkan oleh gereja zaman abad-abad pertengahan sudah terlalu jauh untuk dapat diperbaiki oleh reformasi saja yang lagi pula dengan cepat menurun menjadi perjuangan-perjuangan politik antara golongan-golongan yang berkepentingan. Alih-alih daripada beroleh perbaikan yang sebenarnya, agama Kristen hanya terdesak pada sikap bertahan dan berangsur-angsur terpaksa mengambil sikap apologetik. Gereja --baik Katholik maupun Protestan-- sebenarnya tidak pernah melepaskan komedi-komedi mentalnya, dogma-dogma yang tak dapat dipahami, sikap menghinanya terhadap dunia, dukungannya pada kekuasaan-kekuasaan yang ada atas kerugian ummat manusia yang tertindas; gereja hanya mencoba memalsukan kegagalan-kegagalan yang parah ini dan dengan demikian "menerangkannya" dengan jalan keterangan-keterangan kosong. Tidaklah mengherankan bahwa ketika tahun-tahun dan abad-abad itu maju, pegangan dan pemikiran religius menjadi makin lama makin lemah di Eropa, hingga pada abad ke delapan belas kekuasaan gereja dengan tegas dilemparkan ke luar gelanggang oleh revolusi Perancis dan akibat-akibat kultural di negara-negara lain.

Pada waktu itu lagi tampak seakan-akan kebudayaan spiritual baru yang bebas dari kegelapan tirani theologia skolastik abad-abad pertengahan beroleh kesempatan tumbuh di Eropa. Dan kenyataannya pada akhir abad ke delapan belas dan awal abad ke sembilan belas kita bertemu dengan beberapa tokoh spiritual Eropa yang terbaik dan paling kuat dalam bidang falsafah, kesenian, kesusasteraan dan ilmu pengetahuan. Tetapi konsepsi hidup spiritual religius ini tetap terbatas pada beberapa orang perorangan. Massa besar orang-orang Eropa, sesudah demikian lama terpenjara dalam dogma-dogma agama yang tidak ada hubungan dengan usaha-usaha alami manusia, tidak dapat dan tidak mau mendapatkan jalan mereka kembali kepada orientasi religius setelah sekali belenggu-belenggu itu dihancurkan.

Barangkali faktor intelektual yang paling penting yang menghalangi regenerasi religius di Eropa adalah konsepsi yang ada pada waktu itu bahwa Yesus adalah Anak laki-laki Tuhan. Orang-orang Kristen yang berpikiran filosofis tentu saja tidak pernah menerima ide keanakan itu dalam pengertian harfiahnya; mereka mengartikan keanakan Yesus itu sebagai manisfestasi dari rahmat Tuhan dalam bentuk manusia. Tetapi sayang tidak setiap orang berpikiran filosofis. Bagi sebagian terbesar dari orang-orang Kristen ungkapan "anak" mengandung arti yang langsung, walaupun selalu ada bau mistik yang ditempelkan ke situ. Bagi mereka keanakan Yesus itu dengan sangat alaminya menuju kepada kepercayaan akan Tuhan sebagai manusia, yang mengambil rupa orang tua yang baik dengan janggut putih yang lebat: dan bentuk ini, diabadikan dalam lukisan-lukisan yang tak terhitung banyaknya yang bernilai seni yang tinggi, tinggal mengesan dalam bawah-sadar pikiran orang-orang Eropa. Sepanjang masa ketika dogma gereja paling berkuasa di Eropa tidak banyak kecenderungan untuk mempersoalkan konsepsi aneh ini. Tetapi dengan hancurnya belenggu intelektual abad-abad pertengahan, cara berpikir orang-orang Eropa tidak dapat mempertemukan dirinya dengan satu Tuhan-Bapak yang dimanusiakan; sebaliknya pemanusiaan Tuhan itu telah menjadi satu faktor penghalang yang tegak dalam konsepsi rakyat umum tentang Tuhan. Sesudah suatu masa kebangunan pemikiran, ahli-ahli pikir Eropa secara naluri mundur lagi dari konsepsi tentang Tuhan seperti yang digambarkan dalam ajaran gereja, dan karena ini adalah satu-satunya konsepsi yang mereka kenal, maka mereka mulai menolak ide tentang Tuhan sendiri dan bersama dengan itu mereka menolak agama.

Lagi pula fajar zaman industri dengan kecemerlangan kemajuan material yang menyilaukan mulai mengarahkan manusia kepada kepentingan-kepentingan baru dan dengan demikian menyumbangkan kekosongan religius yang mengikutinya di Eropa. Dalam masa lowong itu perkembangan peradaban Barat beroleh giliran tragik-tragik dari sudut pandangan setiap orang yang memandang agama sebagai realitas yang paling kuat dalam kehidupan manusia. Setelah terbebas dari bentuk penghambatan dahulunya berupa agama Kristen, pikiran Eropa modern melangkahi batas itu dan membentengi dirinya dengan berangsur-angsur dalam suatu sikap tegas menentang setiap bentuk tuntutan atas manusia. Dari ketakutan bawah sadar kalau-kalau sekali lagi dilimpahi dengan kekuatan-kekuatan yang menuntut kekuasaan spiritual, Eropa menjadi juara dari segala sesuatu yang anti agama dalam prinsip dan dalam tindakan. Eropa kembali kepada warisan Romawi lama.

Oleh karena itu orang tidak dapat disalahkan atas bantahan bahwa bukanlah superioritas potensial dari agama Kristen atas kepercayaan-kepercayaan lain yang memungkinkan Barat untuk mencapai hasil-hasil materialnya yang cemerlang: karena hasil-hasil yang dicapai ini tidak dapat dipikirkan tanpa perjuangan historik kekuatan-kekuatan intelektual Eropa melawan prinsip-prinsip gereja Kristen sendiri. Konsepsi hidup materialisme sekarang ini adalah pembalasan dendam Eropa terhadap "kerohanian" gereja yang telah kesasar dari kebenaran kebenaran hidup alami.

Bukanlah urusan kita untuk masuk lebih jauh ke dalam hubungan intern antara agama Kristen dan peradaban Barat modern. Saya hanya berusaha menunjukkan tiga dari sebab-sebab, mungkin sebab-sebab utama, mengapa peradaban Barat itu begitu sempurna anti agama dalam konsepsi-konsepsi dan metoda-metodanya: pertama adalah warisan peradaban Romawi dengan sikapnya yang sama sekali materialistik berhubung dengan kehidupan manusia dan nilai-nilai yang terpadu padanya; yang kedua, pemberontakan alam insani melawan sikap benci pada dunia daripada agama Kristen dan sikap Kristen menindas hasrat-hasrat alami dan usaha-usaha yang halal daripada manusia (yang diikuti oleh sekutu-sekutu gereja dengan pemegang-pemegang kuasa politik dan ekonomi dan pengesahannya dengan diam-diam atas setiap eksploitasi yang dapat dirancangkan pemegang-pemegang kuasa itu); dan yang ketiga, konsepsi ketuhanan yang anthropomorfis. Pemberontakan terhadap agama ini sepenuhnya berhasil --demikian berhasilnya sehingga berbagai sekte dan gereja Kristen berangsur-angsur terpaksa menyesuaikan beberapa doktrin mereka dengan kondisi-kondisi sosial dan intelektual Eropa. Alih-alih daripada mempengaruhi dan membentuk kehidupan sosial dari penganut-penganutnya sebagai kewajiban agama yang utama, agama Kristen telah mengundurkan diri dalam peranan satu konvensi yang ditolerir dan menjadi jubah bagi usaha-usaha politik. Bagi rakyat banyak agama Kristen sekarang hanya mempunyai arti formal sebagaimana halnya dengan dewa-dewa Romawi kuno yang tidak diizinkan dan tidak pula dipandang mempunyai pengaruh nyata apapun atas masyarakat. Tentu masih banyak individu di Barat yang merasa dan berpikir secara religius dan berusaha mati-matian untuk mempertemukan kepercayaan mereka dengan jiwa kebudayaannya --tetapi mereka hanya pengecualian. Rata-rata orang Barat --baik ia seorang demokrat atau fascis, kapitalis atau komunis, seorang pekerja kasar atau intelektual-- hanya mengenal satu "agama" yang positif yaitu pengabdian pada kemajuan material, kepercayaan bahwa tidak ada tujuan lain daripada hidup ini selain dari membuat hidup ini terus menjadi mudah, seperti ungkapan orang sekarang, "bebas dari alam." Kelenteng "agama" itu adalah pabrik-pabrik raksasa, bioskop-bioskop, laboratorium-laboratorium kimia, rumah-rumah dansa, karya-karya hydro-elektrik; pendeta-pendetanya adalah bankir-bankir, insinyur-insinyur, bintang-bintang film, industriawan-industriawan, ahli-ahli penerbangan. Akibat yang tak terelakkan dari perburuan terhadap kekuasaan dan kesenangan ini adalah terciptanya golongan-golongan yang bermusuhan yang dipersenjatai hingga ke gigi-giginya dan telah memutuskan untuk saling menghancurkan kapan dan di mana saja kepentingan mereka masing-masing berbenturan. Dan pada segi kebudayaan akibatnya adalah penciptaan suatu tipe manusia yang moralitasnya terbatas pada masalah kepentingan praktis melulu dan kriterianya yang tertinggi tentang baik dan buruk adalah sukses material.

Dalam transformasi yang seksama itu kehidupan sosial Barat sekarang sedang mengalami moralitas utilitarian baru yang makin lama makin tampak. Segala sifat-sifat kebajikan yang mengandung arti langsung pada kesejahteraan material masyarakat itu --umpamanya efisiensi teknik, patriotisme, rasa kelompok nasional-- diangkat dan sering dibesar-besarkan dengan kaburnya dalam nilainya; sedang kebajikan-kebajikan yang hingga kini dinilai dari sudut pandangan etika melulu, seperti kecintaan anak, kesetiaan dalam perkawinan, dengan cepatnya kehilangan arti pentingnya --karena hal itu tidak memberikan manfaat material yang dapat dirasakan pada masyarakat. Zaman dimana dorongan atas keakraban ikatan kekeluargaan adalah menentukan bagi kesejahteraan golongan atau klan sedang diatasi di Barat oleh satu zaman organisasi kolektif di bawah pokok-pokok yang jauh lebih luas. Dan dalam suatu masyarakat yang pada hakekatnya teknologik dan sedang diorganisir dalam langkah-langkah yang terus bertambah cepat atas garis-garis mekanik melulu, perilaku anak terhadap ayahnya tidak mengandung arti sosial yang penting selama individu-individu itu berperilaku dalam batas-batas kesopanan umum yang diletakkan oleh masyarakat pada saling hubungan di antara anggota-anggotanya. Akibatnya ayah Barat makin kehilangan kekuasaan atas anaknya dan secara logis sekali si anak kehilangan respek pada ayahnya. Hubungan timbal balik di antara mereka perlahan-lahan diatasi dan --atas segala tujuan-tujuan praktis-- menjadi lapuk oleh dalil-dalil masyarakat ekonomi yang mempunyai kecenderungan untuk menghapus segala hak-hak istimewa atas seorang individu terhadap lainnya, dan --juga hak istimewa yang disebabkan ikatan kekeluargaan.

Sejajar dengan ini berjalanlah penghancuran terhadap moralitas seksual "lama." Kejujuran seksual dan disiplin seksual dengan cepatnya menjadi bagian dari masa lalu di Barat modern, karena hal-hal itu terutama didasari oleh etika, dan pertimbangan-pertimbangan etika tidak mengandung pengaruh langsung yang dapat dirasakan dalam kesejahteraan material daripada masyarakat itu. Dan dengan demikian disiplin dalam hubungan-hubungan seksual dengan cepat kehilangan arti pentingnya dan diganti oleh suatu moralitas baru yang menyerukan kebebasan individual tidak terbatas jasad manusia. Di masa depan batas seksual satu-satunya, paling banyak, diambil dari pertimbangan-timbangan jumlah penduduk dan perbaikan ras.

Bukanlah tanpa kepentingan untuk meninjau betapa evolusi anti agama yang digambarkan di atas telah dibawa kepada klimaksnya yang logis di Soviet Rusia, dimana dalam segi kulturalnya tidak menunjukkan suatu perkembangan yang berbeda secara hakiki dari dunia Barat lainnya. Sebaliknya tampak bahwa eksperimen komunis tidak lain daripada puncak dan pemenuhan dari hal-hal anti religius yang tegas dan --pada akhirnya-- tendensi-tendensi anti spiritual dari peradaban Barat modern. Bahkan mungkin pertentangan yang tajam sekarang antara Barat kapitalis dan komunisme pada akarnya hanya disebabkan oleh perbedaan langkah dimana gerakan-gerakan paralel pada hakekatnya sedang menuju ke tujuan yang sama. Persamaan isinya tiada ragu akan lebih disebut-sebut di masa depan; tetapi bahkan tampak dalam kecenderungan fundamental dari kapitalisme Barat maupun komunisme untuk menaklukkan individualitas spiritual manusia dan etikanya kepada tuntutan-tuntutan material melulu dari jaringan mesin kolektif yang disebut "masyarakat" di mana individu hanyalah berupa satu jeruji daripada satu roda.

Satu-satunya konklusi yang mungkin disimpulkan daripadanya adalah bahwa peradaban semacam itu akan menjadi racun maut bagi setiap kebudayaan yang berdasar nilai-nilai keagamaan. Pertanyaan asal kita, apakah mungkin untuk menerapkan jalan pemikiran dan jalan hidup Islam pada tuntutan-tuntutan hidup peradaban Barat dan sebaliknya, harus dijawab dengan "tidak." Dalam Islam tujuan pertama dan paling utama adalah kemajuan moral manusia, dan oleh karena itu pertimbangan-pertimbangan etika mengatasi pertimbangan-pertimbangan kemanfaatan material. Di Barat di mana pertimbangan-pertimbangan kemanfaatan material menguasai segala manifestasi-manifestasi kegiatan manusia, dan etika sedang diundurkan ke latar belakang yang kabur dari kehidupan masyarakat dan dipojokkan kepada keadaan teoritis melulu; tanpa sedikitpun kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Berbicara tentang etika --dalam keadaan-keadaan semacam itu-- tidak jauh bedanya dari bersikap munafik; dan dengan demikian orang-orang yang jujur secara intelektual di antara pemikir-pemikir Barat secara subyektif dibenarkan, apabila dalam pemikiran-pemikiran mereka atas nasib peradaban Barat, mereka mengelakkan setiap singgungan --pada etika kerohanian. Bagi orang-orang yang kurang jujur --seperti juga orang-orang yang kurang tegas dalam sikap moral mereka-- konsepsi etika kerohanian mereka hidup terus sebagai satu faktor pemikiran yang tidak rasional, sama halnya dengan seorang ahli matematika terpaksa menggunakan angka-angka "tidak rasional" tertentu yang dalam sendirinya tidak menunjukkan apapun yang dapat dirasakan, tetapi betapapun juga diperlukan untuk menjembatani celah kayalan karena batas-batas struktural pikiran manusia.

Sikap penyimpangan kepada etika semacam itu tentu saja tidak dapat dipertemukan dengan pandangan keagamaan; dan oleh karena itu dasar moral kebudayaan Barat modern tidak dapat dipertemukan dengan Islam.

Ini sama sekali tidak harus membuang kemungkinan bagi kaum Muslimin untuk menerima dorongan-dorongan tertentu dari Barat dalam bidang eksakta dan ilmu pengetahuan yang telah diterapkan; tetapi hubungan kulturalnya harus mulai dan berakhir di situ saja. Untuk melangkah lebih jauh dan meniru jiwa kebudayaan Barat, mode hidup dan organisasi kemasyarakatannya, tidaklah mungkin tanpa memberikan pukulan maut terhadap kehidupan Islam sebagai bentuk pemerintahan ketuhanan dan agama yang praktis.



sumber :

slam di Simpang Jalan
Judul asli: Islam at the Crossroads
Cetakan pertama: Delhi (India), 1935
Edisi Indonesia: Islam di Simpang Jalan
Penterjemah: M. Hashem
Cetakan pertama: YAPI, Surabaya, 1967
Cetakan kedua: PUSTAKA, Bandung, 1981
Hak cipta: Muhammad Asad
All rights reserved.

2 komentar:

ibah mengatakan...

Sesungguhnya perbedaan antara barat
dan Islam tidak sesederhana apa yang
diperkirakan kebanyakan orang.
Barat memahami tidak mungkin semua
orang di muka bumi bisa hidup mewah.
agar sekelompok orang hidup mewah, harus ada banyak kelompok yang susah.
Barat memahami kendala besar untuk
pencapaian superioritas berasal dari Islam
Maka Barat menyatakan perang pada agama (Islam), kecuali agama yang
dibuat manusia dan direstui barat.
Dan dibuatlah upaya-upaya yang menjelekan Islam, agar Islam dibenci manusia dan ditinggalkan.
Dipihak lain hampir semua manusia
terkecoh dan percayai anggapan bahwa kejayaan di dunia merupakan
tujuan hidup manusia di muka bumi.
Sedangkan Islam menganggap bahwa
Akhiratlah pencapaian akhir dan
kehidupan di Dunia hanyalah sementara dan penuh dengan cobaan.
Wallahualam bissawab.

Anonim mengatakan...

"It's a throne made by blacksmiths hammering together half-melted, broken, twisted swords, wrenched from the hands of dead men or yielded up by defeated foes. Washington was 5 of 11 on third down and held the pigskin for 28:36. Martin was a young teenager who tweeted typical things a teenage boy might.

Here is my web-site :: throne rush hack

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box