Kamis, 15 Januari 2009

Pendahuluan Kuliah Tauhid

1. Pendahuluan

Tawhid, sebagai ilmu, sebetulnya belum ada di zaman Rasulullah SAW, walaupun seluruh 'ulama sependapat, bahwa TAWHID adalah dasar yang paling pokok dalam ajaran Islam.

Sebagai 'ilmu, TAWHID tumbuh, lama sesudah Rasulullah wafat. Semasa hidup Rasulullah SAW, beliau mendidikkan sikap dan watak bertawhid ini dengan memberikan contoh teladan kepada para sahabat-sahabat beliau di dalam kehidupan sehari-hari.

Pribadi Muhammad sebagai Rasulullah memanglah pribadi manusia yang sempurna (insan kamiil), dengan kata lain, beliau adalah manusia bertawhid secara istiqamah (consistent) dan paripurna, karena itu sikap, watak, ucapan dan tindak-tanduk beliau sebagai Rasulullah, terutama di biang 'ibadah merupakan rujukan bagi setiap mu'min.

Sebagaimana yang difirmankan Allah sendiri di dalam kitab-Nya: "Sesungguhnya kamu dapati pada diri Rasulullah itu teladan yang terpuji bagi mereka, yang menaruh harapan kepada Allah, dan yakin akan hari akhirat, dan senantiasa terkenang akan Allah." (QS 33:21).

Karena itu pulalah beberapa tahun sesudah Rasulullah wafat, ketika Siti 'Aisyah RA ditanyai orang tentang akhlaq Rasulullah, Siti 'Aisyah bertanya kembali dan menegaskan: "Tidakkah kau baca Al-Qur'an? Itulah gambaran akhlaq (budipekerti) Rasulullah!" Jadi tepatlah kalau ada yang mengatakan Rasulullah itu "Qur'an yang hidup".

Sesudah Islam berkembang ke segala penjuru, dan ummat Islam telah mampu menaklukkan para maharaja (super power) ketika itu, seperti Parsi di Timur dan Romawi di Barat, maka ummat Islam mendapat kesempatan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Memang menuntut ilmu ini diwajibkan oleh Allah bagi setiap Muslim, maka sangatlah digalakkan oleh Rasulullah SAW bagi setiap laki-laki maupun perempuan dari buaian sampai ke liang lahad, bahkan kalau perlu dengan pergi merantau sejauh-jauhnya ke negeri Cina sekalipun.

Maka, semua buku-buku yang mereka jumpai di dalam setiap perpustakaan lama di negri-negeri Parsi, Yunani dan lain-lain mereka suruh terjemahkan dan isi buku-buku itu mereka mamah selahap-lahapnya. Pikiran-pikiran ahli falsafah kuno seperti Socrates, Aristoteles, Plato, Pythagoras dan lain-lain semuanya dipelajari mereka dengan bergairah.

Tentu ilmu-ilmu baru ini turut merangsang pengembangan daya pikir mereka sedemikian rupa, sehingga mereka pun menjadi pemikir-pemikir baru yang mampu melahirkan idea-idea baru pula. Namun tidak semua ilmu-ilmu baru ini bersifat positif. Di antaranya ada pula yang bisa menyesatkan, namun dengan semangat kebebasan berfikir yang telah diajarkan oleh Rasul Allah, para intelektual Muslim ketika itu terus maju dan meruak pemikiran-pemikiran baru yang orisinal dan cemerlang.

Tawhid, yang merupakan inti sari ajaran Islam, kemudian menjadi pembahasan di kalangan cendekiawan Muslim, sehingga berkembang menjadi suatu ilmu yang menerangkan bagaimana seharusnya seorang Muslim meng-Esa-kan Tuhannya.

Semangat mencari ilmu yang diwajibkan oleh Allah dan digalakkan oleh Rasulullah ini telah melahirkan banyak pemikir-pemikir Muslim, yang sampai sekarang pun masih dikagumi orang akan mutu intelektualitas mereka. Sayang, kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan ini tidak selalu dibarengi oleh sarana penunjang yang paling pokok, yaitu perkembangan politik yang sehat dan Islami.

Perkembangan ilmu yang tidak boleh tidak menghendaki adanya sarana utama berupa kemerdekaan berfikir dan bergerak sudah tidak dapat dinikmati oleh ummat sejak berubahnya sistem ketatanegaraan yang Islami di masa pemerintahan khalifah-khalifah yang bijaksana (Khulafa-ul Rasyidin) menjadi sistem dinasti yang feodalistis, yang memang sudah lama merupakan darah dagingnya masyarakat Arab Jahiliyah.

Perubahan sistim ketatanegaraan yang berawal dari perbedaan pendapat, dan berkembang menjadi pertentangan faham tentang konsep kepemimpinan ini, merupakan pokok pangkal perpecahan di kalangan para pemimpin, yang akhirnya meledak menjadi perang saudara. Pada mulanya perang saudara ini hanya melibatkan daerah dan jumlah ummat yang terbatas dan mudah diredakan oleh tekanan pengaruh para shahabat Rasul Allah yang masih sangat tinggi derajat iman dan tawhid mereka.

Namun, sesudah generasi para shahabat seluruhnya wafat, perang saudara yang kembali meledak telah memecah kesatuan ummat dan merombak citra masyarakat yang telah susah payah dibina oleh Rasulullah SAW. Sistem ketatanegaraan yang feodalistis telah terbukti tidak mampu menciptakan suatu mekanisme pengaman yang ampuh untuk mengawal perkembangan daya kritis para cendekiawan Muslim, yang dibarengi oleh melebarnya territorial dan membengkaknya kuantitas ummat yang seolah-olah meledak, karena cepatnya.

Perbedaan pendapat yang seyogyanya lumrah di kalangan pemikir-prmikir Islam selalu disalah-gunakan oleh pemimpin-pemimpin politik kelas dua dan tiga demi kepentingan politik mereka. Akibatnya, keretakan yang pada mulanya adalah sekadar perbedaan pendapat dan interpretasi tentang masalah pemimpin dan kepemimpinan berubah atau berkembang di kalangan ummat menjadi perpecahan di bidang pemahaman dan penalaran aqidah dan nilai-nilai syari'ah. Mulailah pengikut-pengikut tokoh ilmuwan yang satu menyalahkan pengikut-pengikut tokoh ilmuwan yang lain.



Pada puncaknya, murid Abu-al-Hasan 'Ali bin Isma'il al Asy'ari (wafat 300 H), umpamanya, mulai mengkafirkan murid Al-Hambali dan sebaliknya. Ummat yang 'awam tentu semakin bingung, walaupun kecintaan dan kemesraan mereka kepada Islam terus saja berkembang. Prasangka, rasa curiga, bahkan rasa benci satu kelompok terhadap kelompok yang lain dengan sendirinya berkembang terus di kalangan ummat, yang akhirnya menyebakan ummat semakin hari semakin terpecah-belah. Perpecahan ini dengan sendirinya membuat ummat bertambah lemah.

Perkembangan sesuatu penafsiran tidak lagi tergantung kepada kebenaran objektif dari penafsiran tersebut, tetapi lebih banyak tergantung kepada kedudukan politis dari penafsir. Penanding sesuatu pendapat yang tidak beruntung dalam mendapatkan dukungan politik dari penguasa yang sudah tidak Islami akan menanggung resiko yang sangat mengerikan. Banyak di antara 'ilmuwan yang berani istiqamah (consistent) dengan pendapat mereka terpaksa mengalami penyiksaan yang luar biasa, seperti Abu Hanifah sendiri, misalnya, harus mengalami penjara selama sembilan tahun dan setiap harinya menderita sepuluh kali cambukan. Sebahagian dari 'ilmuwan Muslim, yang dikhawatirkan pengaruhnya oleh penguasa yang zhalim, sampai dicabut hak menyatakan pendapat mereka secara tidak berprikemanusiaan.

Banyak pula yang sampai kehilangan nyawa baik dibunuh langsung atau menemui maut ditekan penderitaan di dalam penjara seperti Taqiyy al-Din Ahmad Ibnu Taymiyyah (661 H./1263 M. - 726 H./1328 M). Sebelum wafatnya, Ibnu Taymiyyah ini mengalami penjara sebanyak tiga kali. Karena beliau terus saja menuliskan pendapat-pendapat dan penafsiran beliau untuk dibaca dan dipelajari oleh para pengikut beliau yang setia, walaupun sedang di dalam penjara, maka di dalam penjara yang ketiga kalinya beliau telah dipisahkan dari tinta dan kertas, sehingga beliau tidak dapat lagi menyatakan idea beliau yang sangat bernilai itu. Siksaan terberat bagi setiap pendekar 'ilmu, yaitu pencabutan hak menyatakan pendapat ini, telah menyebabkan beliau akhirnya menghembuskan nafas beliau yang terakhir di dalam penjara ini.

Ketika ummat Islam mencapai titik kelemahan mereka yang terendah akibat perpecahan dan perang saudara yang berkepanjangan, maka mulailah satu persatu negeri dan ummat jatuh ke bawah kekuasaan penjajahan negeri-negeri Kristen dan Barat. Dominasi dari luar yang tidak mungkin tertahankan lagi ini tidak hanya menghisap kehidupan materiel ummat, tetapi lebih parah lagi, karena ia sekaligus bercorak penjajahan mental dan moral. Akibat penjjahan ini terhadap mental dan moral ummat sedemikian parahnya, sehingga mayoritas ummat kehilangan harga diri dan kepercayaan akan diri sendiri.

Ummat yang semula berwatak pemimpin kemanusiaan, khalifah Allah, yang berwibawa serta kreatif, sehingga dijuluki Allah sebagai "Ummat terbaik di tengah-tengah kemanusiaan" (Khaira ummatin ukhrijat linnasi, Q. 3:110) telah berubah menjadi manusia-manusia berwatak hamba yang hina dina (asfala sa-fili-na, Q. 95:5), karena ruh Tawhid telah sirna dari kalbu-kalbu mereka.

Dengan sendirinya, pendidikan Islam tidak lagi terarah kepada penghayatan dan penalaran akan nilai-nilai Islam, yang sebenarnya penuh dinamika, melainkan telah berubah menjadi sekadar formalitas atau pengulangan-pengulangan formal akan nilai-nilai penurunan (derivated values), yang sudah membaku dan kaku.

Alhamdulillah, masa menurunnya kwalitas ummat ini telah mencapai titiknya yang terendah menjelang pertengahan abad ke-14 Hijriyah yang lalu. Menjelang akhir abad itu dan seterusnya di abad ke-15 ini, ummat Islam hampir di setiap penjuru dunia telah bergerak kembali ke arah pendakian mutu dalam menghayati ajaran-ajaran agama mereka. Pada mulanya, kelihatan gerakan ini sangat lamban dan tersendat-sendat. Kadang-kadang gerakan ini merupakan kejutan-kejutan, karena dihasilkan oleh kebangkitan kesadaran yang meledak (explosive), sebagai reaksi terhadap tekanan luar yang sudah melampaui batas daya tahan kemanusiaan. Di dalam dunia intelektual gerakan-gerakan reaktif ini mula-mula berupa tangkisan-tangkisan apologetik, namun sedikit demi sedikit akhir-akhir ini telah meningkat menjadi bahasan 'ilmiah yang mematang.

Tuntutan ummat akan pendidikan Islam yang bermutu mulai meningkat dari hari demi hari. Kebutuhan akan buku-buku Islam terus meningkat, terutama buku-buku yang menguraikan masalah pokok dan dasar dengan pendekatan yang sesuai dengan pemikiran zamannya.

Hampir di setiap kampus perguruan tinggi di seluruh negeri-negeri, yang didiami ummat Islam, muncul gerakan-gerakan spontan untuk mempelajari kembali nilai-nilai ajaran Islam. Bahkan di negeri-negen Barat sendiri di kampus-kampus universitas di mana berkumpul mahasiswa-mahasiswa Islam bermunculan perkumpulan mahasiswa Islam dengan tujuan mempelajari agama mereka dengan sungguh-sungguh.

Di USA, misalnya, telah berdiri Muslim Student Association (MSA) of US and Canada sejak tahun 1963 dan penulis sempat ambil bahagian dalam mendirikan cabang-cabangnya di Ames, Iowa (1963), dan kemudian di Chicago, Illinois (1965). Di negeri Inggris berdiri Federation of Students Islamic Society (FOSIS). Di Australia berdiri AFMSA (Australian Federation of Muslim Students Association). Penulis merasa bersyukur dan berbahagia, karena sempat mendapat kehormatan sebagai pelatih kader-kader untuk kedua organisasi yang terakhir ini antara tahun 1975-1978, di dalam jabatannya sebagai assistant secretary general (1975-1977) dan secretary general (1977-1980) dari IIFSO (International Islamic Federation of Student Organizations), yang bermarkas pusat di Kuwait.

Di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) telah muncul panitia Masjid Salman ITB, yang mendirikan shalat Jum'at pertama sejak tahun 1958 dengan meminjam salah satu ruangan dan aula besar kampus itu. Walaupun shalat Jum'at pertama ini dihadiri oleh hanya 18 orang, ternyata jumlah ini segera membengkak, sehingga meluap ke luar aula besar itu, menutupi seluruh tempat parkir di timur aula tersebut. Shalat Id yang pertama dimulai pada tahun itu di lapangan di dalam kampus ITB ini. Panitia masjid ITB ini kemudian meningkat menjadi sebuah badan hukum berbentuk yayasan yang bernama Yayasan Pembina Masjid ITB pada bulan Mei, 1963. Sesudah mendapat restu, dan diberi nama sesuai dengan nama seorang shahabat Rasul, Salman Al-Farisi, yang dianggap sebagai teknolog Muslim pertama oleh almarhum Presiden Sukarno pada tahun 1964, maka yayasan ini berubah nama menjadi "Yayasan Pembina Masjid SALMAN ITB".

Tuntutan mahasiswa Islam di ITB yang terus meningkat menyebabkan pimpinan Yayasan ini kemudian mengadakan kuliah-kuliah yang periodik tentang Islam sebagai pelengkap kuliah-kuliah agama, yang secara resmi telah diwajibkan sejak tahun akademis 1962/63. Bulan Ramadhan selalu dimanfaatkan untuk meningkatkan penghayatan Islam secara intensif dengan mengadakan jama'ah tarawih yang didahului suatu ceramah pendek sesudah 'Isya. Namun kehausan mahasiswa serta masyarakat sekitar kampus akan pelajaran agama menyebabkan yayasan mengadakan lagi kuliah shubuh setiap hari selama bulan Ramadhan itu sesudah shalat Shubuh. Buku kecil yang anda baca ini merupakan inti sari kuliah-kuliah Tawhid yang penulis sampaikan selesai shalat Shubuh selama bulan-bulan Ramadhan (1394-1397 H) di masjid Salman ITB itu.

Adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim untuk mensyukuri ni'mat yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Maka di dalam rangka mensyukuri ni'mat Allah yang berupa hidayah yang telah membangkitkan nilai-nilai agama inilah buku ini dipersembahkan demi menambah perbendaharaan pustaka Islam yang memang perlu senantiasa diperkaya. Semoga "Kuliah Tawhid", yang berisikan pokok dan dasar ajaran Islam ini akan bermanfaat bagi menumbuhkan kembali penghayatan nilai-nilai utama Islam pada generasi Muslim sekarang ini dan nanti. Semoga kebangkitan kembali Ummat Islam dalam abad ke-15 H ini benar-benar akan merupakan kenyataan yang diridhai Allah SWT. Amiin, ya Rabbal 'aalamiin ...!

2. Kepercayaan kepada Tuhan dan Mentawhidkan Tuhan

Sekadar percaya akan wujudnya Tuhan belumlah cukup untuk menjadikan seseorang Islam, karena kepercayaan akan wujudnya Tuhan bukan merupakan suatu prestasi. Lagi pula, kepercayaan ini sudah ada dengan sendirinya tertanam di dalam hati sanubari setiap manusia sejak lahir. Walaupun, kadang-kadang kepercayaan ini seolah-olah tertutupi dan tidak ternyatakan, namun dalam keadaan tertentu ia muncul dengan tiba-tiba. Misalnya, di dalam keadaan gembira ria orang sering melupakan Tuhan, bahkan sebagian orang dengan sombong berani mengatakan: "tidak ada Tuhan", namun dalam keadaan yang kritis, ketika sedang diancam bahaya maut, atau sedang berlayar di tengah lautan yang dilanda badai dan topan orang ini dengan khusyu'nya lantas berdo'a memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Watak manusia seperti ini pun digambarkan di dalam Al-Quran di dalam beberapa surat. Misalnya:

Dialah Yang memungkinkan kamu berjalan di darat dan berlayar di laut, sampai ketika kamu berada di kapal. Ketika kapal ini meluncur dengan angin baik mereka bergembira karenanya. Tiba-tiba mereka dipukul angin topan dengan gelombang yang datang dari segala penjuru sehingga mereka merasa seperti terkepung, maka merekapun berdo'a kepada Allah dengan janji ikhlash akan ta'at semata kepada-Nya: 'Jika Kau selamatkan kami tentulah kami akan bersyukur'. Tetapi setelah Ia menyelamatkan mereka, mereka bertindak melanggar yang hak di bumi. Wahai manusia! Keingkaranmu akan kebenaran itu hanya merugikan dirimu sendiri. Kegembiraan di dunia ini hanyalah sementara, kemudian kamu akan kembali kepada Kami, maka akan Kami beritahukan pada kamu apa-apa yang telah kamu lakukan itu." (Q. 10:22-23).

Di dalam surat lain Allah berfirman: "Tiadakah kau lihat, bahwa kapal-kapal berlayar di lautan dengan karunia Allah, agar Ia dapat memperlihatkan kepadamu tanda-tanda-Nya? Sungguh, dalam yang demikian itu ada tanda-tanda bagi setiap orang yang selalu shabar dan banyak bersyukur. Bila ombak melingkupi mereka seperti atap, mereka menyeru Allah, ikhlash ta'at kepada-Nya dalam agama. Tapi setelah Ia selamatkan mereka ke daratan, hanya sebahagian di antara mereka yang memilih jalan yang benar. Namun tiada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali mereka yang berkhianat dan tidak tahu berterima kasih." (Q. 31:31-32).

Ayat-ayat seperti ini ada kira-kira sepuluh kali diulang di dalam al-Qur'an dengan redaksi yang berbeda-beda (lihat: Q. 6: 63- 64; 16:53-54; 17: 67; 29: 65; 30: 33; 39: 8, 49; 41: 51). Bahkan di dalam ayat-ayat yang lain al-Quran menyatakan dengan lebih tegas, bahwa manusia itu dengan sendirinya memang sudah mcngakui akan wujud dan kekuasaan Allah SWT, misalnya:

"Kalau kamu tanya manusia, siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan, mereka menjawab: 'Allah'." (Q. 29: 61)

Ayat yang seperti ini maksudnya juga berulang kali difirmankan Allah di dalam kitab-Nya (lihat: Q. 29: 63; 10: 31; 23: 84-89; 31: 25; 43: 9, 87; 39: 38). Jadi kepercayaan akan wujudnya Allah, Maha Pencipta segala, sudah sebadi dengan manusia, karena sudah ditanamkan Allah sebelum kita dilahirkan ke muka bumi ini.

Mungkin tanggapan tentang Tuhan itu berbeda bagi manusia yang satu dibandingkan dengan manusia yang lain. Manusia yang masih sederhana pikirannya tentu sederhana pula tanggapannya. Tanggapan manusia primitif, misalnya, masih bersifat dan berhubungan dengan tahayul, kelenik, dan sihir. Tuhan bagi mereka ialah sesuatu yang langsung mempengaruhi kehidupan mereka. Cara mereka menyatakan kepercayaan itupun sangat sederhana. Mereka manifestasikan kepercayaan ini dengan menyembah sesuatu yang dirasakan besar, hebat dan tangguh seperti gunung berapi, batu besar, pohon besar dan rindang seperti pohon beringin dan sebagainya. Gunung berapi, umpamanya, disangka mereka "mampu " memberikan kesuburan bagi tanah pertanian, namun sekali-sekali bisa juga "murka " dengan mendatangkan bencana, jika mereka telah banyak berbuat dosa. Contohnya ialah bangsa Yunani purba yang percaya, bahwa Tuhan Zeos tinggal di puncak gunung Olympus. Demi mempersenang hati Zeos ini mereka mengadakan permainan/pesta secara periodik yang dinamakan "Olympiade", yang sekarang telah.menjadi tradisi dunia dengan pesta olah raga Olympic.

Kalau sudah agak meningkat kebudayaan mereka, maka Tuhan mereka gambarkan menyerupai manusia atau binatang dan sebagainya. Ketika manusia sudah mulai hidup berkelompok, maka Tuhan mungkin merupakan pemimpin yang berpengaruh karena jasanya atau keberaniannya mengusir binatang buas atau gangguan kelompok manusia lain. Mungkin pemimpin ini punya karisma, karena pidatonya hebat, serta mudah difahami, walaupun oleh rakyat yang sederhana pendidikannya, sehingga ia sangat dicintai dan dihormati, bahkan dipuja-puja dan disembah dan dinobatkan menjadi raja diraja yang tak mungkin berbuat salah (The king can do no wrong), atau pemimpin seumur hidup. Gelar-gelar yang muluk pun dipersembahkan kepada pemimpin yang dianggap berjasa ini, seperti Juru Selamat, Pemimpin Besar Revolusi, Bapak Kemerdekaan, Bapak Pembangunan dan sebagainya. Bahkah di antara para Nabi pun ada yang diangkat menjadi Tuhan atau anak Tuhan, seperti Nabi Isa AS.

Ketika akhirnya pemimpin inipun mati juga, maka dibuatkan patungnya, kemudian disembah dan dipuja, atau kuburannya dimuliakan (dikeramatkan), dibuatkan tugu dan sebagainya. Maka mulailah manusia menyembah patung atau berhala. Pada mulanya mungkin sekedar untuk dapat lebih mudah menkonsentrasikan pikiran di dalam mengingat jasa-jasa sang pemimpin pujaan itu, namun akhirnya patung-patung itu menjadi substitusi Tuhan sama sekali.

Rakyat Rusia, umpamanya, membalsem mayat pemimpin-pemimpin mereka seperti Lenin, Stalin dan lain-lain. Pada hari-hari tertentu mereka berkunjung ke tempat mayat ini disimpan dan dipajangkan untuk menunjukkan rasa hormat mereka. Walaupun rakyat Rusia resminya tidak mengakui adanya Tuhan, namun dalam acara-acara yang penting mereka melakukan pemujaan terhadap pemimpin yang sudah berupa mayat-mayat ini. Lihat umpamanya cosmonaut mereka sebelum dan sesudah melakukan penerbangan ke angkasa luar, mereka menziarahi mayat-mayat pemimpin ini secara ritualistik sekali, tiada bedanya dengan orang-orang beragama yang bersembahyang atau berdo'a terhadap Tuhan mereka.

Jadi kepercayaan akan adanya Tuhan dan kebutuhan menyembah-Nya (beribadah atau berdo'a) sudah ada dengan sendirinya di dalam hati sanubari setiap manusia. Oleh karena itu, tepat apa yang difirmankan Allah di dalam al-Qur'an: "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk mengabdi kepadaku ". (Q. 51:56).

Maka watak pengabdi atau penyembah itu sudah sebadan (inherent) dengan setiap diri manusia. Hanyalah pengungkapannya yang mungkin berbeda di antara manusia yang satu dengan yang lain, tergantung kepada tingkat kwalitas pribadi manusia itu masing-masing. Manusia yang canggih (sophisticated) tentu pengungkapannya canggih pula. Yang aneh dan terasa lucu sekali ialah kalau manusia terpelajar yang canggih lagi modern mempunyai cara pengungkapan pengabdian kepada Tuhan yang primitive, konon pula bila diiringi atau berdasarkan kepercayaan yang tidak masuk 'akal, seperti klenik dan tahayul. Sayangnya, manusia-manusia seperti ini masih banyak sekali di zaman yang dikatakan modern ini. Ini, antara lain, disebabkan oleh kurang mampunya ummat Islam menerangkan nilai-nilai Islam kepada dunia. Ditambah pula oleh karena pemahaman dan penghayatan tawhid di kalangan ummat Islam sendiri masih belum sebagaimana mestinya.

Seperti telah ditegaskan di atas, maka sekadar percaya akan wujudnya Tuhan tidaklah membuat seseorang menjadi seorang Islam (Muslim), karena orang yang dikatakan kafir pun percaya akan wujudnya Tuhan Maha Pencipta 'alam. Al-Qur'an sendiri, dalam hal ini, menceritakan kenyataan ini di dalam peristiwa kejadian manusia dan syaithan dengan jelas sekali. Di dalam surat Al-Baqarah 30-34 bisa kita fahami peristiwa ini.

"Tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: 'Aku hendak jadikan khalifah di muka bumi".

"Mereka berkata: 'Masakan Engkau akan menjadikan orang yang kerjanya akan membuat kerusakan serta berselisih satu sama lain sampai menumpahkan darah; Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mengkuduskan asma-Mu'. "

"Tuhan menjawab: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'."

"Selanjutnya, Allah mengajari Adam tentang asma (attribute = ciri-ciri) 'alam sekitarnya. Sesudah itu Allah menghadapkan Adam dengan para malaikat semuanya seraya bersabda kepada malaikat: 'Sebutkan kepada-Ku ciri-ciri semua itu, jika kamu memang benar'."

"Mereka menjawab: 'Mahasuci Engkau! Tiada kami mengetahui, selain yang telah Kau ajarkan kepada kami, Kaulah Yang Mahatahu dan Mahabijaksana'. "

"Allah berfirman: 'Hai Adam, sebutkan bagi mereka akan ciri-ciri semuanya'. Maka setelah ia menyebutkan ciri-ciri semua itu, Allah berfirman: 'Bukankah telah Ku-katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui yang ghaib di langit dan di bumi, bahkan Aku tahu apa yang kalian nyatakan dan sembunyikan."

Maka ketika Kami perintahkan kepada para malaikat: Sujudlah kamu sekalian kepada Adam, merekapun sujud, kecuali iblis, ia enggan dan menyombongkan diri, maka termasuklah ia ke dalam golongan pengingkar"

Dalam surat Al-A'raf ayat 12-18, Allah menceritakan kembali kejadian pengingkaran iblis ini sebagai berikut: "(Allah) bertanya: 'Apakah gerangan yang menghalangimu bersujud, padahal telah Kuperintahkan kepadamu?' Iblis menjawab: 'Bukankah aku lebih baik daripadanya, Kau telah ciptakan aku dari api, sedangkan ia hanyalah dari tanah'."

"(Allah) berfirman: 'Enyahlah kau dari sini! Tak pantas kau menyombongkan diri disini. Keluarlah! Sungguh, kamu tergolong orang yang hina'."

"(Iblis) berkata: 'Berilah aku kesempatan sampai hari neraka kelak dibangkitkan'."

"(Allah) berfirman: '(Baiklah), kau diberi penangguhan waktu'."

"(Iblis) berkata: 'Karena Engkau telah mengusir (dan menghukum) aku, maka aku akan menggoda mereka di jalan-Mu yang lurus'."

'Maka akan kudatangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri, sehingga akan Kau dapati, bahwa kebanyakan mereka tiada 'kan bersyukur.

"(Allah) berfirman: 'Keluarlah kamu dari sini, dibenci dan terusir. Barang siapa di antara mereka mengikutimu, akan Kuisi jahanam dengan kamu sekalian'."

Dari peristiwa yang diceritakan Allah dalam Al-Qur'an ini dapatlah kita ambil kesimpulan, bahwa iblis pun percaya dengan yakin akan wujud Allah. Ternyata iblis telah mengadakan tawar menawar dengan Allah, minta agar hukuman kepadanya ditangguhkan sampai hari ketika manusia, keturunan Adam, dibangkitkan kelak. Selain nabi Muhammad SAW, bukankah hanya iblis yang mendapat kesempatan bisa berdialog langsung berhadapan dengan Allah. Nabi-nabi lain, yang pemah memohon agar diberi kesempatan melihat Tuhan tidak ada yang berhasil, termasuk Nabi Musa AS. Dalam hal ini iblis rupanya telah mendapat kesempatan melebihi Musa AS. Sementara itu iblis pun telah bertekad akan menggoda manusia dari segala arah, sehingga kebanyakan manusia akan menjadi temannya nanti di neraka jahannam.

Kesimpulannya ialah, bahwa kesalahan iblis bukanlah "tidak percaya akan wujud Allah". Kesalahan Iblis yang sangat fatal ialah, bahwa ia telah menyombongkan diri dengan membanggakan asal-usul (keturunan)-nya yang telah diciptakan Allah dari api, sedang manusia hanyalah dari tanah. Kesombongannya itu telah menumbuhkan rasa iri hati kepada manusia yang ternyata lebih cerdas didalam memahamkan sifat-sifat alam, sehingga ia enggan mematuhi perintah Allah agar menghormati Adam.

Membesarkan diri (sombong) adalah penyakit yang paling dibenci oleh Allah, sehingga Rasul-Allah pernah mcngatakan: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada rasa kibir (sombong) walaupun sebesar zarrah," (Muslim dan Tirmidzi)

Kita dapat menyimpulkan, bahwa rasa kibir (membesarkan diri) ini adalah penyakit jiwa yang sengaja ditularkan iblis kepada manusia sesuai dengan tekadnya yang disebutkannya di hadapan Allah ketika ia akan meninggalkan hadhirat Allah dalam peristiwa tersebut di atas. Bukankah banyak di antara manusia yang merasa diri mereka lebih hebat dari orang lain hanya karena keturunan mereka?

Gelar-gelar kebangsawanan seperti Raden (di Jawa), Tengku (di Sumatera/Malaysia), bahkan Sayid (yang mengaku keturunan Nabi, walaupun Rasul Allah tak sempat punya anak lelaki) tetap saja dipentingkan sebahagian manusia yang sempat kejangkitan penyakit iblis ini. Segala macam alasan dicarikan dan diciptakan demi mempertahankan status kebangsawanan ini, apalagi jika status ini erat hubungannya dengan keuntungan-keuntungan politis dan ekonomis. Mereka yang kebetulan bisa meyakinkan masyarakat, bahwa mereka berdarah bangsawan akan menuntut kepada masyarakat tersebut, agar mereka diperlakukan istimewa serta menuntut hak-hak yang lebih dari manusia lain.

Jika masyarakat kebetulan berjiwa budak atau berwatak "nrimo", maka mereka yang berstatus bangsawan ini akhirnya akan lebih mengukuhkan hak-hak istimewa mereka dengan berbagai cara. Biasanya dengan menciptakan apa yang selalu dinamakan "tradisi" atau "adat isti'adat nenek moyang" atau "nilai-nilai leluhur" dan sebagainya. Sejarah kemanusiaan penuh dengan peristiwa-peristiwa seperti ini, baik di Timur maupun di Barat. Karena itu sikap "nrimo'' juga termasuk watak tercela dalam Islam. Ayat-ayat al-Qur'an sangat tajam mengkritik watak "nrimo" atau sikap kurang kritis ini.

"Janganlah ikuti apa yang tiada kamu ketahui. Sungguh, pendengaran, penglihatan, dan perasaan hati, masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban. (Q. 17:96)

Sikap mengagung-angungkan nilai-nilai atau ajaran-ajaran nenek moyang tanpa kritis pun sangat dicela oleh Allah di dalam al-Qur'an:

"Apabila dikatahan kepada mereka: 'Marilah turuti apa yang diturunkan Allah dan yang telah diikuti Rasul.' Mereka menjawab: 'Cukuplah bagi kami apa yang telah diajarkan oleh leluhur kami. 'Sekalipun leluhur mereka itu tiada mengetahui sesuatu dan tiada mendapat petunjuk." (Q. 5:104)

Ayat-ayat seperti ini ada beberapa kali diulang Allah di dalam kitab-Nya, misalnya; Q. 7:28; 26:75 dan 31:22.

Di masa hidup Rasul-Allah-pun para shahabat yang sudah terbiasa hidup dan dibesarkan di zaman feodal jahiliah pernah mengagungkan Rasul sedemikian rupa, sehingga Rasul terpaksa melarang dengan tegas. Ketika beberapa orang shahabat sedang duduk-duduk berdiskusi tiba-tiba Rasul masuk ke dalam majelis mereka. Demi hormat mereka kepada Rasul, maka mereka serentak berdiri menyambut Rasul, namun Rasul bersabda:

"Duduklah, jangan kalian perlakukan (hormati) aku seperti orang-orang musyrik memperlakukan kaisar mereka atau ummat Nasrani menghormati Isa Al-Masih."

Di dalam kesempatan lain ketika Rasul-Allah mendengar ada di antara shahabat yang menyebut nama beliau didahului dengan perkataan "Saidina", beliau menegur dan mclarang shahabat ini. Pernah seorang lelaki kampung datang menjumpai beliau. Oleh karena wibawa beliau yang demikian agungnya, lelaki ini gemetar seperti ketakutan, schingga akhirnya ia jatuh dan bersujud di kaki beliau, maka Rasul-Allah langsung menegur:

"Janganlah begitu. Sesungguhnya aku ini hanya manusia biasa, anak seorang perempuan 'Arab yang biasa makan dendeng". (H.R. Muslim)

Sikap sombong telah menyebabkan iblis ingkar (kufur) kepada Allah. Iblis enggan mematuhi perintah Allah, agar memberi hormat kepada Adam, yang telah dibuktikan Allah mampu menguasai 'ilmu pengetahuan tentang 'alam sekitarnya (science), yang tak dapat difahami iblis. Kesombongan iblis ini ternyata hanyalah sekadar kompensasi terhadap ketidak-mampuannya berfikir scientific (memahami attribute 'alam). Inilah barangkali sebabnya mengapa orang-orang yang mampu berfikir scientific dan betul-betul menguasai science tidak ada yang percaya kepada tahayul dan klenik, karena klenik dan tahayul tiada lain hanyalah 'ilmu iblis.

Tetapi, yang paling menarik dalam peristiwa ini ialah sekadar percaya akan wujud Allah tidaklah cukup. Yang paling utama di dalam hubungan makhluk dengan Allah ialah kepatuhan yang bulat hanya kepada-Nya. Inilah intisari sesungguhnya dari ajaran Islam, yaitu mentawhidkan atau mengesakan Allah, yang berarti meletakkan Allah dan semua perintah-perintah-Nya di atas segala-galanya, terutama di atas kepentingan dan keinginan pribadi. Oleh karena itu mentawhidkan Allah jauh lebih sukar dari sekadar mempercayai akan wujud Allah. Mentawhidkan Allah membutuhkan suatu perjuangan berat, dan kemampuan menghayati sikap bertawhid secara tetap (consistent) merupakan suatu prestasi yang paling mulia, karena itu pula pantas mendapat ganjaran yang paling tinggi.

Mentawhidkan Allah pada hakekatnya merupakan kebutuhan manusia di dalam menjalani hidupnya di dunia ini, baik secara pribadi maupun demi kebahagiaan hidup manusia di dalam hubungannya dengan manusia yang lain. Namun, sebelum kita dapat menghayati tawhid perlulah kita memahaminya dengan tepat lebih dahulu. Inilah, insya Allah, yang akan kita bahas di dalam buku kecil ini

sesudah


Kuliah Tauhid
Ir. Muhammad 'Imaduddin 'Abdulrahim M.Sc.
Diterbitkan oleh Pustaka-Perpustakaan Salman ITB
Bandung, 1400H, 1980
Cetakan 1, 1979, dan cetakan 2 1980
(Muhammad 'Imaduddin 'AbdulRahim Ph.D., KULIAH TAWHID, Yayasan Pembina Sari Insan (YAASIN), Jakarta, 1993)

Tidak ada komentar:

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box