Kamis, 12 Maret 2009

Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

Oleh: Adian Husaini

Huntington tampaknya tidak bohong dalam hal yang satu ini. Bahwa, setelah peristiwaAdian husaini 11 September 2001, AS sangat serius dalam ”menggarap” Islam. Dalam bukunya, Who Are We?: The Challenges to America’s National Identity” (New York: Simon&Schuster, 2004), Huntington menulis: “The rhetoric of America’s ideological war with militant communism has been transferred to its religious and cultural war with militant Islam.” Jadi, menurut Huntington, perang ideologis AS dengan kaum komunis militan, kini telah digantikan dengan perang agama dan perang budaya dengan Islam militan.

Meskipun secara formal, banyak pejabat AS yang menyangkal kebenaran pendapat Huntington, tetapi fakta di lapangan menunjukkan, memang kebijakan luar negeri AS kini banyak diarahkan pada upaya ”penjinakan Islam”. Dalam sejarah kolonialisme dan orientalisme, ini memang bukan hal yang baru. Di Indonesia, upaya untuk menciptakan kelompok yang ”ter-Barat-kan” di kalangan kaum pribumi, telah dilakukan oleh penjajah Belanda. Kelompok inilah yang secara aktif membendung aspirasi Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan cara ini, tentu ”sang Tuan” tidak perlu capek-capek lagi menghadapi umat Islam.

Kini, di era imperialisme modern, tampak program keagamaan AS semakin jauh memasuki area-area yang sangat personal dari kaum Muslim, yakni urusan pemahaman dan keyakinan agamanya. Seriusnya AS dalam pengembangan dan penyebaran Pluralisme Agama di Indonesia bisa menjadi salah satu indikator penting, bagaimana seriusnya program penggerusan keyakinan umat beragama, khususnya Islam.

Untuk menyimak usaha tersebut, simaklah aktivitas salah satu pusat kegiatan penyebaran paham lintas agama yang bernama Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) di UGM Yogyakarta. Program ini diakui sebagai bagian dari misi diplomatik AS di Indonesia. Ini bisa dibaca pada Laporan Kebebasan Beragama tahun 2007 yang dibuat oleh Keduataan AS di Jakarta. [http://www.usembassyjakarta.org/bhs/Laporan/Laporan_Kebebasan_Beragama_2007):

”Misi diplomatik AS terus mendanai Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. CRCS bekerja bersama Radio Republik Indonesia dalam pembuatan acara bincang-bincang dua bulanan yang mengangkat masalah kebebasan beragama, toleransi, dan demokrasi. Selain siaran radio langsung, program tersebut ditayangkan di TVRI Yogyakarta, yang memungkinkan dilakukannya penyebaran ide-ide ini kepada masyarakat di Yogyakarta dan daerah sekitar di Jawa Tengah. Isi program tersebut diterbitkan dalam surat kabar setempat… Misi diplomatik AS juga mendukung program seminar kampus yang bertujuan memperkuatkan pendukung pluralisme di kampus-kampus Islam dan menguatkan pemahaman tentang kebebasan beragama, toleransi, pluralisme, dan kesetaraan jender. Diskusi-diskusi publik diadakan di beberapa kampus di Jakarta, Serang, Rangkasbitung, Yogayakrta, Surabaya, Mataram, dan Medan bekerjasama dengan berbagai universitas Islam dan universitas negeri seperti Universitas Gajah Mada dan Universitas Sumatera Utara. Lebih dari 1.500 pelajar dengan berbagai latar belakang dan 50 pembicara nasional dan daerah dilibatkan dalam diskusi-diskusi tersebut.”

Begitulah program keislaman AS. Adalah menarik, bahwa sebagai satu program studi agama tingkat S-2 di UGM, CRCS juga aktif menyebarkan paham-pahamnya ke tengah masyarakat. Melihat berbagai aktivitasnya, tampak CRCS bukan sekedar lembaga studi biasa. Dia mempunyai misi besar merombak pemikiran keagamaan masyarakat Indonesia, khususnya kaum Muslim, sehingga sejalan dengan pemahaman yang dikehendaki oleh sang pemilik dana.

Sebagai contoh, dalam rangka menjalankan misinya tersebut, pada 19 Februari 2009 lalu, CRCS menggelar acara bedah buku berjudul When Mystic Masters Meet: Paradigma Baru dalam Relasi Umat Kristiani-Muslim karya Dr. Syafa’atun Almirzanah, dosen UIN Yogyakarta. Buku ini merupakan disertasi doktor penulis di Chicago University. Karena dianggap begitu penting dalam penyebaran paham Pluralisme Agama di Indonesia, maka acara bedah buku semacam ini juga diselenggarakan di berbagai kota.

Buku ini memang tampak canggih. Maklum, selain penulisnya maraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di Chicago University, ia juga meraih gelar Doctor of Ministry (D.Min) di Catholic Theological Union of Chicago. Ia membandingkan pemikiran dua pemikir terkenal dalam sejarah Islam dan Katolik, yaitu Ibn Arabi dengan Meister Eckhart. Tapi, jika ditelaah dengan cermat, perspektif yang digunakan dalam penulisan buku ini adalah filsafat perenial dan gagasan Kesatuan Transendensi Agama-agama (Trancendent Unity of Religion). Penulisnya menolak pemahaman kaum Muslimin pada umumnya, bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw berfungsi menghapus (abrogate) agama-agama wahyu sebelumnya. Ditulis dalam bukunya:

”Kebanyakan pemahaman Muslim kontemporer mengenai keanekaragaman agama berdasar pada ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tradisi agama-agama selain Islam. Berbeda dengan kebanyakan Muslim lain yang percaya bahwa ayat-ayat eksklusif tertentu dalam Al-Quran menghapus (naskh) ayat-ayat inklusif tertentu di dalamnya – sehingga mempunyai kesimpulan yang menegaskan bahwa Islam menghapus agama-agama yang ada sebelumnya – Ibn Arabi tidak mempunyai kesimpulan yang demikian.”

Seperti dilakukan oleh sejumlah kaum liberal di Indonesia, penulis buku ini juga tampak mencari legitimasi bagi paham Pluralisme Agama pada pemikiran dan sosok klasik dalam Islam. Dalam buku ini, yang dijadikan sebagai sasaran adalah sosok Ibn Arabi (w. 638 H/ 1240 M), yang memang sejumlah pemikirannya menjadi kontroversi di kalangan para ulama. Oleh kaum liberal, sosok Ibn Arabi dipaksakan sebagai sosok yang mendukung gagasan pebenaran semua agama dan menolak konsep Islam sebagai agama yang menghapus agama-agama Nabi sebelumnya.

Dr. Syafa’atun Almirzanah, penulis buku ini, memang dikenal sebagai aktivis Interfidei, salah satu organisasi lintas agama di Yogyakarta. Tampaknya, visinya sebagai aktivis lintas agama, mendorongnya untuk mengais-ngais khazanah klasik – dalam tradisi Islam dan Katolik – sebagai bahan legitimasi adanya “titik temu” pada level esoteris antar berbagai agama. Dalam bukunya, ia menjadikan sejumlah karya William C. Chittick, seperti Imaginal World: Ibn al-‘Arabi and the Problem of Religious Diversity, sebagai kacamata dalam melihat konsep agama-agama Ibn Arabi.

Padahal, “kaca mata” Chittick itulah yang bermasalah. Chittick sudah berasumsi, Ibn Arabi adalah sosok yang mengakui validitas semua agama. Dr. Syamsuddin Arif, dalam bukunya, Orientalis dan Diabolisme Pemikiran (Jakarta: GIP, 2008), sudah memberikan koreksi terhadap Chittick dalam menjelaskan konsep agama Ibn Arabi. Tanpa menafikan sisi kontroversial Ibn Arabi sendiri, tokoh sufi ini pun tetap menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sah di dalam pandangan Allah SWT. Setelah Nabi Muhammad saw diutus, maka pengikut agama-agama para Nabi sebelumnya, wajib beriman kepada Nabi Muhammad saw dan mengikuti syariatnya. Sebab, dengan kedatangan sang Nabi terakhir, maka syariat agama-agama sebelumnya otomatis tidak berlaku lagi. Fa inna syari‘ata Muhammadin shallallahu alayhi wa sallama nasikhah,” tulis Ibn Arabi.

Dr. Mohd. Sani bin Badrun, salah seorang cendekiawan alumnus ISTAC-IIUM Kuala Lumpur, selama belasan tahun telah meneliti konsep-konsep keagamaan dan konsep Tuhan Ibn Arabi. Dia menulis tesis master dan disertasi doktor tentang Ibn Arabi. Tahun 1998, dia menyelesaikan tesis masternya berjudul “Ibn al-‘Arabi’s Conception of Religion”. Ibn Arabi berpendapat, bahwa syariat para Nabi terikat dengan periode tertentu, yang akhirnya terhapuskan oleh syariat Nabi sesudahnya. Hanya Al-Quran, menurutnya, yang tidak terhapuskan. Bahkan Al-Quran menghapuskan syariat yang diajarkan oleh Kitab-kitab sebelumnya. Karena itu, syariat yang berlaku bagi masyarakat, adalah syariat yang dibawa oleh Nabi terakhir.

Salah satu kesimpulan penting dari teori agama-agama Ibn Arabi yang diteliti oleh Dr. Mohd. Sani bin Badrun adalah: “Kaum Yahudi wajib mengimani kenabian Isa a.s. dan Muhammad saw. Kaum Kristen juga wajib beriman kepada kenabian Muhammad saw dan Al-Quran. Jika mereka menolaknya, maka mereka menjadi kafir.” Bahkan, Ibn Arabi pun berpendapat, para pemuka Yahudi dan Kristen sebenarnya telah mengetahui kebenaran Muhammad saw, tetapi mereka tidak mau mengimaninya karena berbagai faktor, seperti karena kesombongan dan kedengkian.

Fakta-fakta pendapat Ibn Arabi seperti ini sama sekali tidak muncul dalam disertasi doktor yang dipuji-puji oleh Dr. Haidar Bagir, sebagai karya yang sangat akademis, mendalam dan memikat, dan merupakan sumbangan yang tak ternilai bagi dialog antaragama. Bahkan, rektor UIN Jakarta, Prof. Komaruddin Hidayat, menulis: “Buku ini hadir tepat waktu dan penulis dengan sangat brilian menghadirkan dua ikon pemikir mistik Barat dan Timur, Kristen dan Muslim, saat agama diseret-seret dalam konflik perebutan hegemoni politik dan ekonomi sehingga wajah agama menjadi bengis.”

Kita bisa membandingkan kedalaman bahasan antara tesis Dr. Mohd. Sani Badrun dengan karya Dr. Syafaatun yang banyak merujuk sumber-sumber sekunder, terutama pada karya-karya William Chittick. Sama dengan Chittick, Syafaatun juga memaksakan visi Pluralisme dan Inklusifnya dalam memandang karya Ibn Arabi. Sebagai contoh, kutipan dari Kitab Futuhat Makkiyah yang diambil dari buku Chittick berikut ini:

”Semua agama wahyu (shara’i) adalah cahaya. Di antara agama-agama ini, agama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad adalah seperti cahaya matahari di antara cahaya bintang-bintang lain. Ketika matahari muncul, cahaya bintang-bintang lain akan tersembunyi dan cahaya tercakup dalam cahaya matahari. Kondisi sebagai tersembunyi adalah seperti penghapusan agama-agama lain dengan hadirnya agama yang diwahyukan kepada Muhammad. Sekalipun demikian, hal itu sebenarnya tetap eksis, sebagaimana eksisnya cahaya bintang. Hal ini menjelaskan mengapa dalam agama inklusif kita diwajibkan untuk percaya pada kebenaran semua rasul dan semua agama yang diwahyukan. Semua agama tersebut tidak menjadi tertolak (batil) dengan adanya penghapusan (nasakh) – Itu adalah pendapat orang bodoh.”

Dalam bukunya, Imaginal World: Ibn al-‘Arabi and the Problem of Religious Diversity, Chittick memang menulis, “The Syaykh sometimes criticizes specific distortion or misunderstanding in the Koranic vein, but he does not draw the conclusion that many Muslims have drawn – that the coming of Islam abrogated (naskh) previous revealed religions. Rather, he says, Islam is like the sun and other religions like the stars…Concerning abrogation, the Syaykh writes, “All the revealed religions (sharāi’) are lights. Among these religions, the revealed religion of Muhammad is like the light of the sun among lights of the stars…”

Jadi, kesimpulan penulis buku When Mystic Masters Meet, bahwa Islam tidak menghapus agama-agama sebelumnya, memang diambil dari buku Chittick, dan bukan pemahaman langsung dari karya-karya Ibn Arabi sendiri. Cendekiawan Muslim terkenal asal Eropa, Noh Ha Mim Keller, juga pernah secara khusus mengkritisi cara pengutipan dan pemahaman karya Ibn Arabi oleh Chittick. Ia membuat terjemah yang lebih tepat terhadap bagian Futuhat yang dikutip Chittick: “The religious law (sharāi’) are all lights, and the law of Muhammad (Allah bless him and given him peace) among these lights is as the sun’s light among the light of the stars: if the sun comes out, the light of the stars are no longer seen and their lights are absorbed into the light of the sun: the disappearance of their light resembles what, of religious laws, has been abrogated (nusikha) by his law… if the prophetic messengers had been alive in his time, they would have followed him just as their religious laws have followed his law” (dikutip dari tesis Dr. Mohd Sani bin Badrun).

Jadi, di sini, sebenarnya Ibn Arabi bicara tentang syariat para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Bukan tentang agama wahyu secara keseluruhan. Tampak jelas, bagaimana ketidakakuratan kutipan Chittick yang kemudian juga diikuti oleh Syafaatun. Padahal, kalimat terakhir pada kutipan di atas bermakna: “andaikata para nabi hidup di zaman Nabi Muhammad saw, mereka akan mengikuti Nabi Muhammad sebagaimana hukum-hukum agama mereka juga mengikuti hukum yang dibawa Nabi Muhammad.” Ini maknanya, ada abrogasi (penghapusan) dalam soal hukum. Tetapi tidak dalam soal aqidah, karena semua Nabi sama-sama mengajarkan Tauhid.

Bahkan, hasil penelitian Dr. Sani pun menunjukkan, menurut Ibn Arabi, agama apa pun yang masih eksis, yang tidak mengimani kenabian Muhammad saw, maka tidak dapat dikatakan sebagai “agama wahyu” (revealed religion). Ia juga memberikan kritik keras terhadap kaum Yahudi yang menuduh Maryam tidak suci dan Yesus sebagai anak zina. Ibn Arabi juga mengkritik keras paham trinitas kaum Kristen dan berbagai penyimpangan yang telah terjadi dalam kitab-kitab sebelum Al-Quran.

Adalah menarik menelusuri upaya sistematis dalam pembacaan karya-karya Ibn Arabi yang dilakukan oleh kaum Transendentalis. Menurut aliran ini, kaum Muslim dibagi menjadi dua: eksklusifis dan inklusifis. Yang terakhir, mengakui adanya kesatuan esoteris (dimensi batin) pada semua agama. Kaum sufi, menurut mereka, adalah kaum inklusifis. Kesalahan awal tentang ini muncul dari hasil penelitian tentang Ibn Arabi yang dilakukan Abu al-A’la al-Afidi, yang menyimpulkan bahwa agama Ibn Arabi adalah “agama universal” bukan Islam dalam bentuknya yang khusus.

Upaya memasukkan Ibn Arabi ke dalam barisan Transendentalis kemudian datang dari para pengkaji kesufian dari Barat, seperti Renė Guėnon (d. 1951), Ananda Coomaraswamy (d. 1947), Titus Burckhard, Marco Pallis, Martin Lings, dan khususnya Frithof Schuon (lahir 1907). Tetapi, menurut Dr. Sani, kekacauan terbesar soal pemikiran keagamaan Ibn Arabi muncul dari karya William Chittick, Imaginal World: Ibn al-‘Arabi and the Problem of Religious Diversity. Banyak yang kemudian mengikuti secara membabi buta cara pembacaan Chittick terhadap Ibn Arabi.

Kasus disertasi doktor dosen UIN Yogya – yang disebarluaskan oleh berbagai institusi pendukung Pluralisme Agama -- ini lagi-lagi membuktikan adanya upaya yang sistematis dan sungguh-sungguh untuk merusak pemikiran kaum Muslim Indonesia. Mungkin penulisnya memang khilaf, tidak tahu, bahwa yang ditulisnya adalah salah. Setelah diberitahu, seyogyanya, dia menyadari kekeliruannya. Mungkin dia memang sengaja untuk melakukan hal itu, dan mendorong manusia untuk mengikuti jalan pikiran dan aktivitasnya. Allah Maha Tahu akan niat dan tujuan perbuatan tiap orang.

Kita kadang terheran-heran dengan kaum Pluralis. Mereka sering mengecam orang-orang yang meyakini kebenaran agamanya sendiri. Tapi, kita sering melihat, mereka pun begitu ngotot dengan pendapatnya sendiri, menutup rapat-rapat mata dan telinga dari berbagai kritik, dan kemudian bahkan memaksa orang lain untuk mengikutinya. (Jakarta, 6 Maret 2009/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

sumber :hidayatullah.com

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Tanggapan untuk Adian: CRCS “Bukan Sekedar Lembaga Studi Biasa”
Oleh: Zainal Abidin Bagir

Sumber: http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8878:tanggapan-untuk-adian-crcs-bukan-sekedar-lembaga-studi-biasa&catid=100:surat-pembaca&Itemid=57

Monday, 16 March 2009 07:41

Dalam beberapa tulisannya (setidaknya ada tiga yang saya temukan) yang dimuat di http:///www.hidayatullah.com dan direplikasi di beberapa situs, Sdr. Adian Husaini menyampaikan pandangannya mengenai Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies, atau CRCS), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Tulisan yang terakhir berjudul “Propaganda Lintas Agama yang Kian Canggih” (6 Maret 2009). Kami berterimakasih atas perhatian tersebut, namun beberapa pandangannya, sayang sekali, tidak tepat, termasuk menyangkut fakta. Memandang bahwa Sdr. Adian adalah penulis produktif yang tulisannya dibaca banyak orang, ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan, mewakili CRCS, maupun pandangan saya pribadi, baik mengenai beberapa fakta tentang CRCS, maupun misi dan pandangan-pandangannya.

Pertama, perlu saya ingatkan bahwa CRCS bukanlah sebuah lembaga atau organisasi Islam, dan sasarannya bukan hanya Muslim. Ini adalah sebuah program akademik pada tingkat S-2 di Sekolah Pascasarjana UGM, yang notabene tak memiliki afiliasi keagamaan. Sebagaimana halnya program akademik lain di universitas umum, mulai dari Kedokteran, Teknik, hingga Sastra, baik pengajar maupun mahasiswanya datang dari beragam latar belakang agama. Namun CRCS memang bukanlah “sekedar lembaga studi biasa”, seperti dikatakan Adian.

Saya akan menjelaskan “ketidakbiasaan” CRCS nanti. Bagi Adian sendiri, itu dikaitkan dengan klaimnya bahwa CRCS “diakui sebagai bagian dari misi diplomatik AS di Indonesia.” Bukti yang diajukannya adalah Laporan Kebebasan Beragama 2007 yang dikeluarkan oleh U.S. Department of State. Benar ada laporan tersebut, dan bahwa CRCS disebut di sana, namun, ini hal pertama, yang dikatakan di sana adalah bahwa misi diplomatik AS (terus) mendanai CRCS—bukan CRCS merupakan bagian darinya. Penjelasannya seperti ini. Pada tahun 2006-2007, sebuah program CRCS yang diajukan ke The Asia Foundation (TAF) disetujui untuk didanai. Sejauh kami tahu, TAF memiliki beberapa sumber pendanaan program-programnya, salah satunya dari pemerintah AS. Program yang disetujui itu adalah talkshow dua mingguan, bukan dua bulanan, seperti disebut Adian di tulisannya. Program tersebut berjalan pada 2006-2007, dan telah resmi selesai pada Mei 2007.
Siapakah “sang pemilik dana”?

Yang penting diluruskan adalah kesan bahwa CRCS adalah program AS, yang disebut “sang pemilik dana” oleh Adian. Pertama, dana yang disebut dalam Laporan tersebut hanya menyangkut aktifitas tahun 2006-2007 itu, bukan pendanaan CRCS. Kedua, program Resonansi juga mustahil bisa berjalan hanya dengan dana tersebut. Partisipasi TVRI Yogya dan RRI (nasional) tak bisa diabaikan. Sesungguhnya, nama “Resonansi” sendiri adalah nama program TVRI Yogya yang telah berjalan jauh sebelum kami mulai terlibat di sana, dan masih berjalan hingga kini, setelah program kami selesai. Saya khawatir pandangan Adian terlalu membesar-besarkan AS, melampaui kemampuan negara itu sendiri.

Dalam semua kerjasama dengan banyak lembaga di Indonesia maupun luar negeri, prosesnya bukanlah suatu lembaga mendekati kami, dan menawarkan programnya untuk kami jalankan. Selalu—dan tak ada perkecualian untuk ini—inisiatif pertama datang dari kami, yang mendefinisikan tujuan kami sendiri, menentukan siapa nara sumber yang akan diundang, dan segala hal teknis lainnya. Sebetulnya cukup sering usulan program kami ditolak. Suatu usulan diterima kalau ada kesepahaman mengenai hal-hal prinsipnya, seperti tujuan, dan sebagainya. Seperti halnya proses komunikasi biasa, kadang-kadang tentu salah satu pihak mesti berkompromi, setelah melalui negosiasi untuk mempersuasi salah satu pihak; prosesnya bukan satu pihak mendiktekan keinginannya sendiri ke pihak lain. Dari pihak CRCS sendiri, kami selalu berusaha mempertahankan independensi dalam mengambil keputusan-keputusan prinsipil seperti tujuan, format acara, atau nara-sumber. Rasanya kami tak terlalu naif berhadapan dengan pihak luar. Kami bersyukur, sejauh ini keinginan untuk independen itu cukup dihormati, dan ada ruang yang cukup luas untuk kreatifitas kami. Karena itu, kalau ada kekeliruan yang dibuat CRCS dalam program-program tersebut, seperti yang diajukan Adian, sebetulnya tak perlu jauh-jauh mengacu pada pendukung dana. Yang perlu dikritik adalah CRCS sendiri. Kami akan senang menerima kritikan Anda dan berdiskusi mengenainya, dan mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan kami.

Berani saya katakan bahwa semua universitas di seluruh dunia memerlukan dukungan dari pihak luar universitas untuk mengembangkan dirinya, baik itu dari yayasan milik perseorangan, lembaga pemerintah, komunitas atau organisasi keagamaan, ataupun perusahaan. Debat mengenai independensi selalu terjadi. (Contoh menarik mutakhir: ketika Harvard University dan Georgetown University masing-masing menerima 20 juta dollar AS dari Prince Al-Waleed untuk mengembanhgkan kajian keislaman yang lebih simpatik). Terlalu simplistis untuk mengatakan bahwa menerima dana dari satu pihak berarti menjadi milik pihak itu.

Jika AS bukanlah “sang pemilik dana” CRCS, lalu dari mana sumber dana CRCS? Yang paling penting adalah dari pemerintah Indonesia dan SPP mahasiswa. Dari pihak pemerintah, tentu adalah Departemen Pendidikan Nasional, melalui UGM, yang paling berperan dalam membiayai CRCS. Pada beberapa tahun pertama, kami berterimakasih juga kepada Departemen Agama yang membantu menjadikan CRCS sebagai program studi internasional yang berwibawa, dengan dukungannya untuk menghadirkan dosen-dosen berkualitas. Setelah beberapa tahun, kami disapih dari Depag. Bantuan-bantuan khusus tersebut, khususnya pada tahun-tahun awalnya, amat berarti, karena, sebagaimana kita semua ketahui, SPP untuk sebuah perguruan tinggi negeri tak bisa menutupi semua ongkos pendidikan.

Dana dari luar diperlukan untuk dua jenis aktifitas. Pertama, memperkuat program akademik yang tak bisa didanai UGM atau Diknas (termasuk mengembangkan perpustakaan, mengundang dosen tamu, dan mengupayakan beasiswa); kedua, untuk mengembangkan CRCS sebagai lembaga riset dan pendidikan publik. Untuk kategori pertama, baru-baru ini kami menerima bantuan dari Selandia Baru untuk pembelian buku-buku perpustakaan. Dana yang diberikan adalah dalam bentuk uang tunai, dan kemudian pemilihan buku dilakukan oleh Komite Perpustakaan yang kesemuanya terdiri dari dosen dan staf di UGM. Perpustakaan itu sendiri, yang terletak di Gedung Pascasarjana UGM, tidaklah terlalu besar (saat ini koleksinya baru mencapai 8000 judul), tapi sangat terfokus pada buku-buku kajian agama kontemporer. Dalam hal ini, CRCS memang “tidak biasa”; tak banyak program studi yang memiliki perpustakaannya sendiri. Bagi kami ini amat penting, terutama karena bidang kajian agama adalah bidang baru di UGM (dan setahu kami belum ada di perguruan tinggi umum lain di Indonesia).

Untuk dosen tamu, salah satu lembaga yang sering membantu kami adalah Fulbright (di Indonesia diwakili oleh Aminef). Prosesnya biasanya adalah kami mengajukan permintaan dosen dalam bidang keahlian tertentu, yang kemudian dipertimbangkan, dan kadang-kadang bisa dipenuhi, kadang-kadang tidak. Jadi, ceritanya bukanlah dosen “dikirim untuk mensukseskan misi imperialisme AS”, misalnya. Seingat saya, hingga tahun lalu, ketika Presiden Bush masih berkuasa, sebagian besar dosen AS tersebut justru amat kritis terhadap pemerintahannya sendiri, dan menyampaikannya secara terang-terangan. Selain dari AS, kami pernah mendapat dosen tamu dari Afrika Selatan, Selandia Baru, Iran, dan beberapa negara lain.

Menyangkut beasiswa, tidak pernah ada sumbangan yang datang dari AS secara langsung atau tak langsung. Hingga tahun ini, beasiswa terbesar adalah yang diberikan oleh program BPPS, Diknas, yang setiap tahunnya diterima setengah mahasiswa CRCS, bersama banyak mahasiswa dari program lain di UGM. Di luar itu, untuk mereka yang tidak memenuhi syarat BPPS, dua sumber yang pernah secara signifikan memberikan beasiswa adalah individu perorangan beragama Buddha, dan sebuah lembaga Islam berbasis di Libya, Jam’iyyah al-Da’wah al-Islamiyyah al-‘Alamiyyah (World Islamic Call Society).

Yang menggembirakan kami, kedua sumber itu tak mensyaratkan latar belakang agama tertentu mahasiswa yang berhak menerima beasiswa. Mahasiswa dari latar belakang agama apapun berhak menerima beasiswa tersebut. Setidaknya tiga tahun terakhir ini, dana beasiswa tersebut telah berhenti. Saat ini, selain beasiswa BPPS, mahasiswa dapat mengajukan beasiswa ke Sekolah Pascasarjana UGM atau ke CRCS, meskipun jumlahnya amat terbatas (sekitar 6 beasiswa per tahun dari kedua sumber ini, terbatas untuk keringanan SPP, tanpa biaya hidup). Sudah selama 3 tahun terakhir ini banyak mahasiswa yang membayar SPP dan menghidupi dirinya sendiri, atau mencari beasiswa sendiri ke sumber-sumber di luar UGM. Yang kini diupayakan CRCS adalah membangun dana wakaf dari donasi perorangan atau lembaga agar dapat terus memberikan beasiswa setidaknya secara terbatas. Saat ini kami masih terus membuka donasi untuk ini dari siapapun, tanpa syarat mengikat.

Tri Dharma Perguruan Tinggi di CRCS

Sdr. Adian memperingatkan pembacanya bahwa CRCS “bukan sekedar lembaga studi biasa”. Untuk ini, saya harus setuju sepenuhnya! Dan itulah yang menjadi salah satu kebanggaan kami. Dalam sebuah tulisan saya pribadi mengenai perkembangan disiplin religious studies di Indonesia (yang akan diterbitkan tahun ini), saya persis mengatakan bahwa, dalam konteks Indonesia, dimana agama memainkan dan masih akan terus memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, sebuah program studi kajian agama tak bisa hanya menjadi “sekedar lembaga akademik.” Aktifitas-aktifitas CRCS secara umum dapat dipahami sebagai penerjemahan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat). Di CRCS, penerjemahan itu dilakukan dengan memperhatikan konteks disiplin yang dikaji maupun masyarakat Indonesia.

Apakah misi CRCS, seperti dikatakan Adian, “ingin merombak pemikiran keagamaan masyarakat Indonesia”? Saya jawab lagi dengan tegas: Ya—meskipun saya tak akan mengungkapkannya dengan kata-kata itu. Bukankah universitas justru diharapkan tak menjadi menara gading, tapi ikut terlibat dalam persoalan masyarakatnya? Dalam hal ini, concern utama CRCS memang menyangkut agama—dan sekali lagi, bukan hanya Islam—dan yang diupayakan mungkin lebih tepat diekspresikan sebagai “ikut memperbaiki”, bukan “merombak”. Di sini pun, perlu diingat bahwa staf CRCS bukanlah kumpulan para agamawan; tapi pekerja akademik yang—ini harapan kami—juga memiliki concern pengembangan masyarakat.

Yang tidak saya setujui dari paragraf Adian yang saya kutip di atas adalah “sejalan dengan pemahaman yang dikehendaki sang pemilik dana”. Semoga saya sudah menunjukkan di atas bahwa “sang pemilik dana” bukanlah suatu entitas tunggal yang asyik mendikte, tapi terutama adalah masyarakat Indonesia sendiri, plus banyak lembaga yang amat beragam dari Indonesia maupun negara-negara lain, yang tak berafiliasi keagamaan maupun berafilisiasi Islam, Buddha, Kristen dan sebagainya.

Bagaimana dengan Tri Dharma PT di CRCS? Menyangkut pendidikan, penting dikatakan bahwa tak ada upaya semacam penanaman ideologi pluralisme—atau ideologi apapun—sebagaimana halnya tak ada dakwah agama apapun di lembaga akademik ini. Dalam matakuliah Filsafat Agama, misalnya, pluralisme teologis model John Hick atau Seyyed Hossein Nasr memang dibahas. Namun—sebagaimana semua pemikiran lain yang dibahas—kemudian dikritik dan ditunjukkan kelemahannya. Tokoh-tokoh tersebut dibahas, sebagaimana dalam matakuliah lainnya tokoh-tokoh seperti Sigmund Freud, Karl Marx, John Rawls, Clifford Geertz, Fazlur Rahman, Abdullahi an-Na’im, Mehdi Golshani, Farid Esack dan banyak pemikiran lainnya, dibahas secara kritis. Yang penting untuk lembaga pendidikan seperti CRCS bukanlah mengimani pandangan tokoh-tokoh tersebut, tapi melatih mahasiswa berpikir secara kritis dan melihat sesuatu secara kompleks, tidak “hitam-putih” atau “kawan-lawan”, demi membentuk pemikirannya sendiri secara otentik. Realitas terlalu kompleks untuk diungkapkan dalam kategori tersebut. Melihat dari karya tulis mahasiswa, kami dapat dengan bangga mengatakan bahwa tujuan itu sedikit banyak sudah berhasil dicapai.

Dua dharma PT lainnya kami kembangkan melalui Divisi Riset dan Pendidikan Publik (dalam bentuk seminar, workshop, forum-forum diskusi, konferensi, dan sebagainya). Terutama untuk keperluan inilah, karena seperti halnya universitas lain belum cukup dana yang dialokasikan untuk ini, kami juga mencari dana dari dalam maupun luar Indonesia, yang hampir semuanya merupakan program kompetitif. Artinya usulan kami disandingkan dengan usulan-usulan lain, dan dilihat kualitasnya. Untuk ini, kami pernah bekerjasama dengan beberapa lembaga dari AS, Belanda, Australia, Norwegia, dan sebagainya.

Jika di atas dikatakan bahwa mustahil lembaga seperti CRCS bisa menjadi “sekadar lembaga akademik” dalam konteks Indonesia, maka yang ingin saya katakan adalah bahwa program studi tumbuh dan merespon persoalan-persoalan di masyarakatnya. Sejauh menyangkut perhatian utama CRCS sebagai program studi kajian agama, untuk menyederhanakan bisa kita sebut ada dua jenis masalah utama dalam konteks Indonesia. Pertama, masalah-masalah yang terkait dengan agama secara langsung atau tak langsung (misalnya: konflik bernuansa agama, hubungan antar komunitas-komunitas agama, hubungan agama dan negara, atau pendidikan agama). Kedua, masalah-masalah yang sebetulnya masalah “non-agama” (seperti krisis lingkungan, kemiskinan, bencana alam, atau kesehatan), namun agama bisa memiliki peran konstruktif di dalamnya.

Untuk contoh terakhir ini, misalnya, selama tiga tahun ke depan, kami mengembangkan riset mengenai “Agama dan Bencana”. Yaitu, bagaimana agama menginterpretasi dan merespon bencana alam dari perspektif, ilmu, agama, dan budaya. Ini adalah respon terhadap makin banyaknya bencana alam di Indonesia belakangan ini. Sementara disaster studies telah berkembang pesat dalam disiplin-disiplin seperti geografi (termasuk manajemen bencana) dan ilmu-ilmu sosial (misalnya antropologi bencana), seringkali agama, yang menjadi faktor penting dalam penafsiran maupun respon orang terhadap bencana, tak terlalu diperhitungkan. Analisis yang ingin kami kembangkan adalah upaya integrasi perspektif teologis, sosial, dan ilmiah. Ini bisa dipandang sebagai kelanjutan dari program kami sebelumnya yang ingin mengembangkan wacana ilmu dan agama (termasuk agama dan lingkungan dan bioetika), kali ini dalam bentuk yang lebih kongkret.

Sebuah program lain yang kami sedang kembangkan setidaknya hingga akhir 2010 menyangkut pluralisme sivik. Yaitu, praktik pluralisme (dalam definisi yang dikembangkan dalam ilmu politik dan filsafat politik, bukan definisi teologis). Ini bukanlah pengembangan suatu “ideologi pluralisme”; tapi terutama penelitian mengenai bagaimana hubungan-hubungan sosial antar komunitas, khususnya komunitas agama, terjadi dalam masyarakat (misalnya, bagaimana masyarakat merespon potensi konflik bernuansa agama, bersikap atas kehadiran identitas agama lain di ruang publik) dan juga bagaimana kebijakan negara berperan—secara positif atau negatif—dalam kehidupan beragama masyarakat (termasuk, misalnya, mengenai kebebasan beragama, bagaimana negara mendifinisikan “agama, atau hak minoritas). Satu sisi lain yang tak terpisahkan adalah menyangkut keragaman agama dan kebangkitan agama (terutama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha) di ruang publik, yang merupakan fenomena di seluruh dunia saat ini. Isunya di sini adalah bagaimana dalam sebuah negara demokratis, aspirasi agama sebagai kekuatan moral di ruang publik dapat diwadahi, dan sejauh mana. Pertanyaannya adalah “bagaimana”, bukan “apakah agama bisa tampil di ruang publik”, karena seperti banyak ditunjukkan kajian sosiologis, itu sudah tak menjadi pertanyaan lagi: suka atau tidak, agama memang sudah dan selalu hadir di ruang publik. Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan, hasil-hasil awal dari penelitian ini sudah bisa kami tampilkan untuk pengetahuan publik.

Dalam kaitan ini agak mengherankan jika Sdr. Adian Husaini mengesankan secara negatif (seperti tampak dalam judulnya) bahwa upaya-upaya “Lintas Agama” adalah sebentuk propaganda. Kita melihat, belakangan ini upaya dialog lintas agama telah makin menjadi mainstream di dunia, termasuk dunia Muslim. Di antara beberapa peristiwa mutakhir menyangkut “lintas agama” adalah inisiatif Common Word (yang berpusat di Yordania), yang dimulai dari surat lebih dari seratus tokoh Muslim (dan sebagian besar berani saya katakan, bukan “Muslim liberal” yang tak disukai Adian) kepada umat Kristiani. Baru-baru ini pula Kerajaan Arab Saudi mensponsori dialog di beberapa tempat, termasuk di PBB (New York). Menarik bahwa dalam dialog itu tampak ada pertentangan keras antara beberapa negara Muslim, termasuk Turki, dengan beberapa negara Eropa, seperti Denmark, menyangkut kebebasan berekspresi. Tapi justru adanya pertentangan ini menunjukkan pentingnya dialog terus dilakukan. Di dunia Muslim sendiri, dialog dalam pengertian kontemporernya telah mulai diangkat sejak tahun 1960an, mendahului beberapa lembaga Kristen ternama, seperti World Council of Churches. Pada 1962, misalnya Mu’tamar al-‘Alam al-Islami (Kongres Muslim Dunia), yang didirikan di Mekkah berbicara mengenai pentingnya dialog. Rabitah al-‘Alam al-Islami (Liga Muslim Dunia), yang juga didirikan di Mekkah, pun menanggapi Konsili Vatikan Kedua (yang sebetulnya masih mengandung beberapa kelemahan dalam pandangannya tentang Muslim) dengan sangat optimistik.

Terakhir, komentar singkat untuk beberapa point lain Sdr. Adian. Dalam tulisannya “Upaya Meliberalkan Guru Agama” (November 2008), ia menyebut salah satu bagian dari talkshow Resonansi (yang disebut di awal tulisan ini). Secara umum, misi kami dalam program talkshow tersebut adalah membuka ruang percakapan yang sehat dengan mengangkat topik-topik aktual menyangkut agama dan budaya, mengundang nara sumber yang beragam, dan membuka dialog interaktif dengan pendengar dan pemirsa. Ucapan nara sumber tak bisa diangap sebagai pernyataan resmi CRCS. Tak jarang kami justru mengundang wakil dari kelompok yang tak setuju dengan apa yang dianggap oleh Adian sebagai “misi penghancuran fanatisme umat beragama ....” Dalam tema-tema tertentu, misalnya, kami pernah mengundang wakil MMI, sebagaimana kami pernah mengundang wakil Ahmadiyah atau Aliran Sapta Darma. Meski mereka tampil di acara yang kami rancang, pandangan mereka tak bisa dikatakan mewakili misi CRCS. Hal yang sama berlaku untuk sebuah program yang dijalankan CRCS dan ICRS tahun lalu, sebuah serial workshop mengenai agama dan globalisasi yang menghadirkan wakil-wakil dari HTI, majalah Sabili, termasuk juga beberapa lembaga Kristen, Buddham, dan Hindu yang beragam. Apa yang disampaikan dalam forum itu tentu tak harus mewakili CRCS.

Perlu pula dijelaskan bahwa buku Resonansi yang dikutip Adian merupakan buku pertama dari dua buku yang direncanakan terbit. Buku pertama temanya di sekitar hak sipil politik (termasuk di dalamnya pendidikan agama), dan buku kedua lebih ke hak sosial, budaya, ekonomi (ada tema tentang krisis lingkungan, bencana alam, pembangkit listrik tenaga nuklir, kemiskinan, difabel, HIV/AIDS, dan sebagainya).

Semoga penjelasan ini sedikit banyak membantu membantu Sdr. Adian dan para pembaca tulisannya untuk mengetahui mengenai CRCS dari tangan pertama. Kami tak mau bersombong diri mengatakan bahwa kami memiliki misi-misi yang terlalu besar yang kami sendiri tak yakin dapat mencapainya; tapi kami cukup bangga bahwa lembaga ini sudah mampu bertahan selama hampir satu dasawarsa, dan terus membuka diri untuk mengembangkan diri. Misi terpenting kami, secara umum, adalah misi pencerdasan dan pengembangan sikap keagamaan yang sehat di alam demokrasi, demi keadilan dan kedamaian. Dan kami percaya bahwa jalan terbaik melalui itu adalah melalui dialog dan menumbuhkan semangat berpikir sendiri, bukan melalui semacam indoktrinasi suatu ideologi—apakah itu disebut pluralisme, liberalisme, Pancasila, atau apapun. Kami akan sangat senang untuk memberikan penjelasan tambahan, jika diperlukan, dan berdialog lebih jauh secara sehat.

Kiriman: Zainal Abidin Bagir

Direktur Eksekutif Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Nasrun Gayo mengatakan...

Aswrwb, Memang P' Zainal Abidin Bagir bg kami masyarakat awampun tahu bahwa setiap bantuan dari luar negeri di atas kertas tujuan dan misinya sangat bagus tidak menyangkut ke SARA katanya, namun stlh berjalan programnya umumnya secara halus akan nyrempet ke hal-hal yg berbau keagamaan. Hal ini kami alami sendiri di Prov.Aceh, kita ketahui ktk Aceh didera Musibah Tsunami 26-12-2004, pasca bencana tsb Aceh luar biasa dibantu oleh Lembaga-lembaga Luar Negeri, khusus lembaga yg berafiliasi dg USA ada saja indikasi yg mencoba memperlakukan pendangkalan aqidah terhdp warga Aceh. Mnrt pendpt sy begitu jg yg dibaca oleh P' Adian Husaini pd program CRCS. Sy jd teringat dg ungkapan "Mafia Berkeley" (yg notabene jg terbtk dr beasiswa ke univ2 top di Amrik sana, e plgnya ke Indonesia udah tuker majikan?)gimn peran segelintir kaum cendekiawan ini, mengobrak-abrik sistem di negeri tercinta secara kasar ataupun hls. Gmn ketergantungan negeri ini terhdp WB, IMF dan kroni2-nya. Kapan negeri ini bener2 menjdi negeri seperti yg dinyanyikan dlm lagu wajib nasional di sekolahan...??? Mhn ma'af kalau bp anggap ngawur coretan sy ini. smg bp mendpt petunjuk ihdinashshiratal mustaqim. wslm

Guo Guo mengatakan...

guowenhao20150403
kate spade handbags
ray ban
ray ban sunglasses
swarovski outlet
mont blanc
nike air force 1
kate spade
coach outlet store
ray ban aviator sunglasses
foamposite galaxy
chanel handbags,chanel bags,chanel outlet,chanel 2.55
instyler
louis vuitton outlet
ghd hair straighteners
herve leger
tiffany and co
louis vuitton outlet stores
coach outlet online
pandora
michael kors outlet online sale
coach outlet online
hollister
tods shoes
mac makeup
mlb jerseys
prada outlet
chanel handbags
pandora jewelry
ray ban sunglasses
herve leger dresses
iphone 6 case
coach factory outlet
true religion outlet
coach outlet
cheap jordans
jordan 4
oakley outlet
ray ban sunglasses online
burberry outlet online
christian louboutin

John mengatakan...

louis vuitton
chanel handbags
louis vuitton outlet
oakley sunglasses
ray ban sunglass
coach outlet
gucci outlet
concords 11
gucci outlet
cheap jordans
nfl jerseys
kate spade outlet
abercrombie kids
dior outlet
michael kors outlet
coach factorty outlet
jordan 11
louboutins
polo outlet
true religion
coach outlet
coach outlet store online
ray ban sunglasses
retro 11
louis vuitton
oakley vault
coach outlet
2015630meiqing

Wei Chen mengatakan...

QF0717
ugg uk
north face outlet online
air jordan 13
kobe 9
stephen curry jersey
blackhawks jersey
north face outlet
mulberry sale
beats headphones
swarovski uk
coach outlet online
north face jackets,north face,the north face,northface,north face outlet,north face jackets clearance,the north face
nike air max
patriots jerseys
nike trainers
vikings jerseys
jerome simpson jersey,marcus sherels jersey,phil loadholt jersey,tom johnson jersey
lebron james jersey
nike free 5.0
steelers jerseys
eric decker jersey,muhammad wilkerson jersey,michael vick jersey,geno smith jersey,dennis byrd jersey,jace amaro jersey,calvin pace jersey,curtis martin jersey,
tory burch handbags
kobe 9 elite
coach outlet store
vans sneakers
nhl jerseys
kobe bryant shoes
nike air max
dwyane wade jersey
larry fitzgerald jerseys,kevin kolb jerseys,patrick peterson jersey,andre ellington jersey,larry fitzgerald jersey,calais campbell jersey,deone bucannon jersey,andre ellington elite jersey,darnell dockett jersey,michael floyd jersey,sam acho jersey
the north face outlet store
bobby orr blackhawks jersey,jeremy roenick authentic jersey,jonathan toews blackhawks jersey,stan mikita blackhawks jersey,corey crawford blackhawks jersey,michael jordan jersey,michal handzus jersey,peter regin jersey
gucci outlet

Xiaozhengmm 123 mengatakan...

2015-7-25 xiaozhengm
polo ralph lauren
jordan homme
mont blanc pens
gucci
mcm handbags
air max 90
jordan shoes
air jordan
ray ban sunglass
ralph lauren uk
michael kors uk
michael kors bags
snapback hats wholesale
louis vuitton pas cher
christian louboutin outlet
coach factory outlet
ed hardy clothing
michael kors handbag
cheap ray ban sunglasses
michael kors
cheap true religion jeans
ed hardy clothing
cheap oakleys
chanel outlet
michael kors
true religion sale
kate spade
coach outlet online
louis vuitton
longchamp handbags
christian louboutin
gucci outlet
chanel bags
air max shoes
coach outlet
tory burch shoes
ray ban sunglasses
longchamp outlet
borse louis vuitton
soccer shoes

mao qiuyun mengatakan...

ray ban sunglasses, http://www.raybansunglassesonline.us.com/
nike trainers, http://www.niketrainers.me.uk/
gucci handbags, http://www.guccihandbags-outlet.co.uk/
herve leger, http://www.herveleger.us.com/
timberland boots, http://www.timberlandboots.name/
coach outlet online, http://www.coachoutletonline-store.us.com/
michael kors outlet, http://www.michaelkorsoutletcanada.in.net/
juicy couture outlet, http://www.juicycoutureoutlet.net/
calvin klein underwear, http://www.calvinklein.in.net/
ray ban sunglasses, http://www.raybansunglass.us.com/
prada outlet, http://www.pradaoutlet.us/
lululemon outlet, http://www.lululemonoutletstore.in.net/
tory burch shoes, http://www.toryburchshoesoutlet.com/
michael kors outlet, http://www.michaelkorsoutlet.org.uk/
replica watches, http://www.replicawatchesforsale.us.com/
pandora jewelry, http://www.pandorajewelryoutlet.us.com/
nfl jerseys wholesale, http://www.nfljerseys-wholesale.us.com/
michael kors outlet, http://www.michaelkorsoutletonlinstore.us.com/
oakley outlet, http://www.oakleyoutlet.in.net/
oakley sunglasses, http://www.oakleysunglasses-outlet.us.com/
michael kors bags, http://www.michaelkorsbags.uk/
ray ban sunglasses, http://www.ray-bansunglasses.eu.com/
oakley sunglasses, http://www.oakley.in.net/
air max 2015, http://www.airmax2015.in.net/
the north face uk, http://www.thenorthfaces.org.uk/
swarovski outlet, http://www.swarovski-outlet.co.uk/
pandora jewelry, http://www.pandora.eu.com/
chanel handbags, http://www.chanelhandbags-outlet.co.uk/
1002maoqiuyun

John mengatakan...

michael kors outlet
louis vuitton backpack
cheap nfl jerseys
marc jacobs
ugg boots
ray ban wayfarer
mont blanc pens
abercrombie fitch
michael kors outlet online
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet
ray ban outlet
cheap jordans
michael kors
louis vuitton outlet
ugg slippers
fake oakleys
uggs outlet
uggs outlet
uggs outlet
vans shoes
michael kors outlet
ray-ban sunglasses
jordans
louis vuitton outlet
oakley sunglasses wholesale
canada goose outlet
ed hardy clothing
ray ban sunglasses
coach factory outlet
louis vuitton outlet
celine bags
louis vuitton bags
coach outlet
replica watches
coach outlet online
michael kors outlet online
oakley sunglasses wholesale
kobe bryant shoes
20151216yuanyuan

Meiqing Xu mengatakan...

ralph lauren
kate spade outlet
kate spade purses
louis vuitton outlet online
michael kors bags
ray ban sunglasses
ray bans
louis vuitton bags
jordan 6s
toms outlet
swarovski crystal
gucci handbags
gucci bags
louis vuitton outlet
michael kors handbags
lebron 12
timberlands
michael kors outlet online
louis vuitton
mcm handbags
kate spade handbags
nike store uk
cheap uggs
cheap basketball shoes
michael kors outlet
nike blazers uk
michael kors outlet online
canada goose outlet
coach outlet
air jordan femme
louis vuitton bags
2016307chenzhen

chenmeinv0 mengatakan...

uggs outlet
ghd hair
ugg uk
clippers jerseys
knicks jerseys
canada goose outlet
michael kors outlet clearance
christian louboutin shoes
adidas yeezy 350 boost
uggs outlet
201611.11chenjinyan

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box