Rabu, 01 April 2009

Tafsir Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30-35

Oleh : jethro jericho

Topik yang akan saya tulis di sini, dimaksudkan untuk dapat memberikan “ pencerahan “ kepada para netters Nasrani tentang tafsir Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30-35 dalam “ perspektif yang baru “, yang sangat berbeda dengan tafsir-tafsir Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30-35 yang telah ada dan berkembang di kalangan ummat Nasrani selama ini.

Dan apabila para netters Nasrani ternyata “ kalis “ atau “ resistan “ terhadap tafsir yang saya sampaikan ini, paling tidak…, saya telah berusaha memberikan sebuah “ referensi baru “ untuk memperkaya “ perbendaharaan wawasan “ bagi para netters Nasrani dalam rangka memahami dan mempelajari kitab sucinya sendiri.

Tafsir yang saya sampaikan ini akan “ sangat berbeda “ dengan tafsir-tafsir ahli Alkitab dari kalangan ummat Nasrani sendiri, semisal John Collin, Young, Stuart mau pun Langrange. Sehingga “ tafsir saya ini “ sangat dimungkinkan dapat “ di-komparasi-kan “ dengan tafsir-tafsir mereka. Dan insya Allah, saya jamin bahwa tafsir saya ini “ tidak akan ditemukan “ di dalam tafsir-tafsir gerejawi mau pun di dalam tafsir-tafsir Nasrani pada umumnya yang telah ada selama ini.

Metode tafsir yang saya gunakan sebenarnya menggunakan metode standar yang lazim digunakan oleh orang lain, ketika mereka menafsirkan tulisan-tulisan yang ada dalam sebuah prasasti, naskah-naskah kuno, mau pun nash-nash (ayat-ayat) kitab suci yang mengandung kata-kata (huruf-huruf) metafora, tamsil atau pun alegori. Di dalamnya ada proses “ analisa “ makna kata per kata, ada proses “ sintesa “ yaitu analisa keterkaitan makna kata yang satu dengan kata yang lain, ada kajian dari aspek " histori / konstelasi / kontekstualnya " dan juga ada kajian tentang " fakta-fakta pendukung / realitas empiris-nya ".

Kitab Daniel merupakan salah satu Kitab yang terdapat dalam Kitab Suci Agama Yahudi / Ibrani (Tanakh) dan juga terdapat dalam Kitab Suci Agama Nasrani (Injil Perjanian Lama).
Sebagaimana halnya seperti Kitab Wahyu yang terdapat dalam Kitab Injil Perjanjian Baru, maka di dalam Kitab Daniel ini banyak memuat hal-hal yang berkaitan dengan penglihatan-penglihatan atau nubuwat-nubuwat tentang masa depan, yang banyak mempengaruhi perkembangan pemikiran dan keyakinan ummat Nasrani.

Naskah asli Kitab Daniel pada awalnya ditulis dengan dua bahasa, yaitu bahasa Aram (Aramaic) dan bahasa Ibrani. Kitab Daniel terdiri dari 12 pasal, di mana Pasal 1-7 ditulis dengan bahasa Aram (Aramaic), sedangkan Pasal 8-12 ditulis dengan bahasa Ibrani.
Namun pada perkembangan selanjutnya, untuk Pasal 1 kemudian juga ditulis dengan menggunakan bahasa Ibrani.

Dari 12 pasal yang terdapat dalam Kitab Daniel tersebut, ada 1 pasal yang sangat menarik bagi saya, yang kemudian membangkitkan hasrat saya…, untuk melakukan penelaahan secara lebih mendalam terhadap Kitab Daniel, yang di dalamnya banyak memiliki kata-kata metafora, tamsil dan mengandung makna alegori.
Pasal yang sangat menarik bagi saya, ….adalah Pasal 2. Di mana dalam Pasal 2 Kitab Daniel tersebut berisi perihal mimpi Raja Nebukadnezar tentang hancurnya sebuah patung yang amat besar, tinggi, berkilauan luar biasa, tegak dan tampak mendahsyatkan.

Patung tersebut kepala-nya terbuat dari emas tua, dada dan lengan-nya dari perak, perut dan pinggang-nya dari tembaga, paha-nya dari besi, ….dan kaki-nya sebagian terbuat dari besi dan sebagian lagi terbuat dari tanah liat.
Hancurnya patung tersebut “ diawali ” dari “ bagian kakinya “ (yang terbuat dari “ besi “ dan “ tanah liat ”) yang remuk, karena tertimpa oleh “ sebuah batu ” yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, yang akhirnya membuat “ seluruh ” bagian patung tersebut remuk, menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekas-nya yang ditemukan.

Makna mimpi tersebut kemudian ditanyakan Raja Nebukadnezar kepada Nabi Daniel, yang juga merupakan salah seorang penasehat Raja Nebukadnezar.
Nabi Daniel pun kemudian memberitahukan makna mimpi tersebut kepada Raja Nebukadnezar. Nabi Daniel dalam tafsir-nya mengatakan, bahwa di masa yang akan datang akan ada 4 kerajaan yang akan mengalami kehancuran atau runtuh secara bergiliran.
Dan kemudian akan muncul kerajaan ke-lima yang akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, dan kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.

4 kerajaan yang akan mengalami kehancuran tersebut terdiri dari : pertama kerajaan " emas ", yang juga merupakan kerajaan-nya Raja Nebukadnezar (Babylonia) sendiri, yang memang kerajaan tersebut akhirnya hancur dan konon Raja Nebukadnezar kemudian sakit dan mengalami gangguan jiwa selama 7 tahun ; kemudian yang kedua adalah kerajaan " perak "; ketiga kerajaan " tembaga " dan yang keempat adalah kerajaan " besi dan tanah liat ".
Namun demikian, untuk tafsir kerajaan yang kedua, ketiga, keempat dan kemunculan kerajaan yang kelima…, Nabi Daniel tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Hal itulah yang kemudian mendorong para ahli tafsir Alkitab di kalangan ummat Nasrani terus berusaha mengidentifikasi tentang 3 kerajaan yang akan hancur secara bergiliran tersebut…., dan juga mengidentifikasi kemunculan 1 kerajaan yang ” akan tetap ” berdiri untuk selama-lamanya

Kalau para ahli Alkitab dari kalangan ummat Nasrani lebih fokus ” pada upaya untuk menafsirkan makna kata “ kerajaan / kingdom “  malkuw (Bhs. Aramaic)  baca : mal-koo’ ,
maka...., saya justru akan “ lebih fokus ” pada upaya menelaah makna kata “ patung / image ”  tselem (Bhs. Aramaic)  baca : tseh’-lem, yang sesungguhnya merupakan “ substansi hikmat ” dari mimpi Raja Nebukadnezar itu sendiri.

Jadi, kalau para ahli Alkitab dari kalangan ummat Nasrani senantiasa berupaya menafsirkan “ tafsir mimpi ” yang disampaikan oleh Nabi Daniel kepada Raja Nebukadnezar, yaitu makna kata “ kerajaan ”...., maka saya justru berupaya menafsirkan “ inti cerita ” yang menjadi mimpi Raja Nebukadnezar itu sendiri, yaitu makna kata “ patung ”...., karena sebagaimana yang tertulis pada Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31-35...., Raja Nebukadnezar sesungguhnya tidak bermimpi tentang sebuah “ kerajaan ” yang mengalami kehancuran, tetapi dia bermimpi tentang sebuah “ patung ” yang remuk oleh sebuah batu.

kita mulai telaahan saya dari Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30 terlebih dahulu...

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30
“ Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, melainkan supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku “.

Kalimat : “ ......, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup , ....... ”

Kalau kita cermati secara seksama, kalimat tersebut sesungguhnya " menyiratkan ” sebuah keniscayaan, bahwa kita sebenarnya masih diberikan peluang dan keleluasaan untuk dapat “ menafsirkan / menelaah “ makna mimpi Raja Nebukadnezar, bahkan sangat dimungkinkan bahwa hasil tafsiran / telaahan kita justru akan “ lebih deskriptif “ dan " lebih bermakna “ dibandingkan dengan tafsiran Nabi Daniel atas mimpi Raja Nebukadnezar tersebut.

Kalimat : “ ......, melainkan supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku “.

Kalimat tersebut sesungguhnya juga “ menjelaskan “, bahwa “ fungsi “ tafsir yang disampaikan oleh Nabi Daniel semata-mata “ hanya-lah “ berfungsi untuk mengingatkan atau memberikan “ warning and attention “ kepada Raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemakmuran yang telah miliki oleh Raja Nebukadnezar hanyalah bersifat “ sementara “ dan suatu saat pasti akan “ sirna “.

Warning and attention “ itu memang “ patut “ untuk diberitahukan kepada Raja Nebukadnezar, karena memang pada saat itu .... dalam pikiran dan relung hati Raja Nebukadnezar telah mulai timbul sifat-sifat buruk dan tidak terpuji, yang akhirnya membuat Raja Nebukadnezar menjadi sosok seorang penguasa yang sombong, jumawa dan dholim....

Warning and attention “ tersebut, sesungguhnya hanya “ dimaksudkan “ agar Raja Nebukadnezar mampu mengenal pikiran-pikiran-nya sendiri dan memahami gejolak relung hati-nya yang sudah mulai sombong, jumawa dan dholim....., yang kemudian diharapkan, dia kembali “ sadar “, bahwa kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemakmuran yang dimiliki oleh seorang manusia, .....” siapa pun “, “ di mana pun “, “ kapan pun “ dan “ semegah apa pun “ sesungguhnya “ tidaklah abadi “....., karena Kerajaan, Kekuasaan, Kekuatan dan Kemakmuran yang mutlak dan abadi... hanya-lah milik Allah, Tuhan Pencipta Alam.

Jadi, kata “ kerajaan “ pada tafsir Nabi Daniel (Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 37-45), bukan-lah sebuah kata “ sentral “ yang perlu ditafsirkan kembali maknanya...., karena kata “ kerajaan “ tersebut hanya berfungsi sebagai “ tamsil “ dalam konteks “ ke-kini-an “ pada saat itu, yaitu ketika Nabi Daniel mengingatkan Raja Nebukadnezar agar tidak sombong, tidak jumawa dan tidak dholim....,

Jadi kata “ kerajaanbukan-lah merupakan sebuah kata yang mengandung makna “ nubuwah “ atau “ ramalan-ramalan “ tentang adanya 4 kerajaan tertentu yang akan mengalami kehancuran dan munculnya 1 kerajaan yang akan berdiri untuk selama-lamanya (baca : kerajaan Tuhan) di masa depan ....

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31
“ Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar ! Patung itu tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan “.

Jika kita mencermati Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31 tersebut di atas, maka tentu akan timbul “ beberapa pertanyaan “ dalam benak kita...

Mengapa Raja Nebukadnezar harus bermimpi tentang “ sebuah patung ” ?
(Dalam Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34-35 diceritakan bahwa patung tersebut akhirnya remuk karena tertimpa sebuah batu)

Bukan-kah Nebukadnezar adalah seorang Raja ?
Mengapa dia tidak bermimpi saja tentang “ istana-nya “ yang runtuh ?
Atau bermimpi saja tentang “ singgasana-nya “ yang ambruk ?
Atau bermimpi saja tentang “ mahkota-nya “ yang jatuh ?

Lalu...., makna “ patung “ dalam mimpi Raja Nebukadnezar tersebut merupakan “ tamsil “ atau “ metafora “ atau sebuah “ alegori “ tentang “ APA ” ?

Apakah merupakan tamsil dari hegemoni sebuah “ kerajaan atau negara “ ?
Atau-kah merupakan tamsil dari hegemoni sebuah “ kekuasaan seorang raja “ atau “ kepala negara “ secara pribadi ?
Atau-kah bahkan mungkin merupakan tamsil dari hegemoni sebuah “ isme atau agama tertentu “ ?

Dan berdasarkan hasil telaahan saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31 tersebut di atas, maka makna “ patung ” dalam mimpi Raja Nebukadnezar, sesungguhnya merupakan simbol yang mencerminkan hegemoni sebuah “ keyakinan agama ”.

Lalu, mengapa “ patung ” mesti dikaitkan dengan simbol hegemoni sebuah keyakinan agama ?
Ya.., karena sudah mulai sejak zaman megalitikum (menhir) sampai dengan zaman sekarang ini, hampir semua agama di dunia ini melakukan ritual peribadatan atau persembahyangan kepada Tuhan-nya melalui simbol-simbol dalam bentuk sebuah patung (kecuali Islam, yang tidak pernah menyimbolkan Tuhan-nya (baca : Allah) dengan simbol sebuah patung).

Lihat saja pada agama-agama yang masih eksis hingga saat sekarang ini; Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu, Shinto dan lain-lainya, semua memiliki simbol-simbol ke-Tuhan-an masing-masing, di mana sudah lazim..., bahwa patung-patung Tuhan-nya diletakkan atau dipasang di tempat-tempat atau rumah-rumah peribadatan-nya.
Patung Yesus Kristus (+ salib-nya) selalu terpasang di setiap gereja dan katedral, patung Budha Gautama selalu ada di setiap vihara, patung-patung dewa Hindu selalu dipasang di kuil-kuil Hindu dan sebagainya.

Di dalam ilmu anthropologi, faham yang menyimbolkan Tuhan dalam bentuk sebuah patung / manusia disebut sebagai “ anthropomorphisme ”, atau faham yang mem-personifikasi-kan Tuhan sebagaimana layaknya seperti bentuk manusia atau benda tertentu.
Kalau makna “ patung ” dalam mimpi Raja Nebukadnezar, ... yang terlihat amat besar, tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak dan nampak mendahsyatkan itu, adalah mencerminkan simbol hegemoni sebuah keyakinan agama..... lantas simbol hegemoni sebuah keyakinan agama apakah itu ???

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 32
“ Adapun patung itu, kepala-nya dari emas tua, dada dan lengan-nya dari perak, perut dan pinggang-nya dari tembaga “,

Dari Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 32 tersebut di atas, terdapat beberapa kata atau rangkaian kata yang perlu kita “ makna-i ” agar kita mampu “ menangkap ” hikmat (makna tersembunyi) apa yang dimaksudkan dalam mimpi Raja Nebukadnezar tersebut.

Kalimat : “..., kepala-nya dari emas tua, ...”

Kata “ kepala “, .... kepala / head  asal kata : re’sh (Bhs. Aramaic)  baca : raysh, ... merupakan bagian tubuh yang terletak pada posisi paling atas dan merupakan “ identitas utama ” yang pertama kali dapat dikenali oleh orang lain, karena pada kepala itulah terdapat “ wajah ” kita.

Kata “ emas tua “, .... emas tua (Injil terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia-LAI) / fine gold (American King James Version) /good gold (Young’s Literal Translation)  asal kata : tab - dhab (Bhs. Aramaic)  baca : tawb - deh-hab’, .... “ emas / gold / tab “ merupakan sebuah logam yang melambangkan suatu “ kemuliaan ”, sedangkan kata “ tua / fine / good / dhab “ merupakan kata komplementasi yang menegaskan bahwa “ kemuliaan ” tersebut, merupakan kemuliaan yang “ amat sangat ” atau “ tertinggi ”.
Dan “ kemuliaan tertinggi ” yang diberikan oleh Tuhan kepada ummat manusia, dalam konteks ini ... adalah “ agama / religion ".

Jadi, kalimat : “ ... , kepala-nya dari emas tua, ... “ memiliki makna bahwa orang-orang mengenalnya sebagai sebuah A G A M A...

Kalimat : “ ..., dada dan lengan-nya dari perak, ...”

Kata “ dada “, .... dada / breast  asal kata : chadiy (Bhs. Aramaic)  baca : khad-ee’, ... merupakan bagian tubuh yang melambangkan “ suatu diri yang hidup ”, karena di dalam dada ini-lah terdapat organ pokok penyokong kehidupan, yaitu jantung dan paru-paru.
Yang dimaksud “ suatu diri yang hidup “ dalam konteks ini, artinya “ human ”, “ mankind “ atau “ ummat manusia “.

Kata “ lengan “, .... lengan / arms (dalam arti keseluruhan adalah “ tangan / hand “)  asal kata : dra’ (Bhs. Aramaic)  baca : der-aw’, ... merupakan bagian tubuh yang “ paling banyak “ melakukan aktifitas hidup, hampir semua aktifitas hidup selalu melibatkan bagian tubuh ini. Bagian tubuh ini juga merupakan organ pokok yang digunakan adalam aktifitas menghitung (lengantanganjari-jari), sehingga dalam hal ini, kata “ lengan “ juga melambangkan “ sesuatu yang banyak “.

Kata “ perak “, ... perak / silver  asal kata : kcaph (Bhs. Aramaic)  baca : kes-af’, ... merupakan sebuah logam yang sejak zaman dahulu banyak digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perlengkapan / peralatan peribadatan, yang dipakai oleh para penganut / pemeluk agama dalam setiap kegiatan ritual keagamaan. Misalnya : bokor-bokor untuk persembahan atau sesaji, bejana-bejana untuk air suci, piala / cangkir untuk anggur atau darah korban, nampan / piring untuk kue / roti, tatakan / alas untuk lilin, genta / lonceng kecil dan sebagainya.

Jadi, kalimat : “ ..., dada dan lengan-nya dari perak, ...” memiliki makna bahwa agama tersebut memiliki jumlah penganut / pemeluk yang sangat besar (baca : terbesar di dunia dibandingkan dengan jumlah pemeluk / penganut agama-agama lainnya)

Kalimat : “ ..., perut dan pinggang-nya dari tembaga “,

Kata “ perut “, ... perut / belly  asal kata : m’ah (Bhs. Aramaic)  baca : meh-aw’, ... merupakan bagian tubuh yang melambangkan “ suatu kemakmuran / kesejahteraan “, karena di dalam perut ini-lah makanan dan minuman yang masuk dicerna, diolah dan didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Bagian tubuh inilah yang “ memasok ” gizi dan nutrisi makanan yang digunakan untuk menopang kehidupan.

Kata “ pinggang “, ... pinggang / thighs  asal kata : yarka’ (Bhs. Aramaic)  baca : yar-kaw’, ... merupakan bagian tubuh yang melambangkan “ sebuah kekuatan “, karena didalamnya terdapat tulang panggul dan tulang ekor sebagai tempat bertumpunya tulang punggung / tulang belakang atau merupakan tumpuan tubuh bagian atas.

Kata “ tembaga “, ... tembaga / brass  asal kata : nchash (Bhs. Aramaic)  baca : nekh-awsh’, ... merupakan sebuah logam yang pada zaman dahulu banyak digunakan sebagai bahan baku uang logam (coin). Uang logam dari bahan tembaga ini merupakan uang logam yang paling banyak jumlahnya (dibandingkan dengan jumlah uang logam dari emas mau pun perak) dan dipastikan hampir dapat dimiliki oleh semua kalangan, baik itu dimiliki oleh raja, keluarga raja, para bangsawan, prajurit kerajaan, saudagar-saudagar, pelaut, petani mau pun rakyat jelata.
Logam ini melambangkan suatu “ pen-dana-an “ atau “ sumber keuangan”.

Jadi, kalimat : “ ..., perut dan pinggang-nya dari tembaga “, memiliki makna bahwa agama tersebut merupakan agama yang secara individu (baca : pemeluknya) maupun secara kelembagaan sangat kuat “ dan memiliki tingkat “ kemakmuran atau kesejahteraan “ yang sangat baik, karena didukung oleh sumber pendanaan atau sumber keuangan yang sangat besar/banyak.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 33
“ sedangkan paha-nya dari besi dengan kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat “.

Kalimat : “ .... paha-nya dari besi .... “

Kata “ paha “, ... paha / legs  asal kata : shaq (Bhs. Aramaic)  baca : shawk, ... merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi utama untuk memulai “ sebuah pergerakan / mobilitas “. Agar seseorang dapat bergerak maju, bergerak mundur, berjalan, berlari atau bergeser / berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, pasti selalu diawali oleh bergeraknya paha baik terangkat untuk maju, mundur atau di-angkat ke atas dan kebawah. Jadi semua pergerakan / perpindahan seseorang dari satu titik ke titik yang lainnya sangat bergantung pada pergerakan “ paha-nya ”, karena jika paha tidak bergerak maka sangat sulit seseorang dapat melakukan sebuah pergerakan / mobilitas.
Pahamelambangkansesuatu yang menggerakkan “ atau “ sesuatu yang menyokong kelangsungan / eksistensi “ sebuah agama, agar dapat tetap eksis dan dapat berkembang biak (baca : bertambah jumlah penganut-nya) di seluruh dunia.

Dalam konteks ini, maka yang dimaksud dengan “ sesuatu yang menggerakkan “ atau “ sesuatu yang menyokong eksistensi “ sebuah agama, adalah lembaga-lembaga keagamaan yang menanungi-nya (misalnya Dewan Gereja/Konsili, PGI, KWI, Kepausan, Keuskupan atau Bishop) dan individu-individu penggiat penyebaran agama (misalnya pendeta, pastur, suster, missionaris dan pewarta Alkitab / peng-injil).

Kata “ besi “, ... besi / iron  asal kata : parzel (Bhs. Aramaic)  baca : par-zel’, ... merupakan sebuah logam yang termasuk kategori logam paling kuat jika dibandingkan dengan logam-logam lainnya. Sehingga sudah sejak zaman dahulu kala..., besi banyak digunakan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai macam peralatan, terutama peralatan / perlengkapan untuk perang. Misalnya untuk bahan baku pembuatan pedang, anak panah, mata tombak, pisau belati, bedil, baju besi, kereta kuda untuk perang dan sebagainya.
Besi “ melambangkan “ sesuatu yang sangat kuat “ atau melambangkan sebuah “ alat yang sangat kuat ”.

Jadi, kalimat : “ ... paha-nya dari besi ... “, mempunyai makna bahwa agama tersebut merupakan sebuah agama yang memiliki alat (baca : lembaga keagamaan) yang pengaruh-nya “ sangat kuat “, dalam hal menentukan kebijakan-kebijakan yang dijadikan sebagai “ landasan “ keimanan dan merupakan mesin utama yang menggerakkan misi penyebaran agama serta merupakan pilar terpenting yang mpenyokong kelangsungan / eksistensi agama tersebut .

Kalimat : “ ... dengan kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat “.

Kita, sebagai orang yang terbiasa melakukan suatu analisa dan terbiasa untuk berpikir secara “ kritis “ ... maka dengan membaca kalimat di atas, tentu akan timbul beberapa pertanyaan dalam benak kita, ... pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain :
Mengapa kaki-nya (baca : kaki patung tersebut) harus terbuat dari bahan campuran antara besi dan tanah liat..., kenapa bukan campuran dari bahan lainnya ?
Mengapa harus kaki-nya yang terbuat dari bahan campuran antara besi dan tanah liat..., kenapa kok bukan kepala-nya saja, ... atau dada dan lengan-nya saja, ... atau perut dan pinggang-nya saja ?

Baik, kita lanjutkan saja telaahan kita berikut ini...

Kalimat “ ... kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat “, ... menurut saya, merupakan kalimat yang paling “ crusial “ dan sangat “ tajam “, yang insya Allah akan dapat mengantarkan kita pada sebuah kesimpulan yang “ tepat “ tentang identitas “ sebuah agama “, yang dimaksud dalam tafsir mimpi Raja Nebukadnezar tersebut.

Kata “ kaki “, ... kaki / feet - foot rgal (Bhs. Aramaic)  baca : reg-al’, ... merupakan bagian tubuh yang memilki fungsi sebagai tumpuan atau sebagai “ pondasi “ bagi keseluruhan tubuh. Kemampuan seseorang untuk dapat berdiri tegak dan kuat sangat tergantung pada kekuatan pijakan kaki yang dimiliki.

Dalam konteks ini, maka “ sesuatu “ yang merupakan pondasi/fundament atau ajaran pokok sebuah agama, adalah berkaitan dengan “ dogma ke-tuhan-an “ agama tersebut.

Kata “ besi “, ... besi / iron  asal kata : parzel (Bhs. Aramaic)  baca : par-zel’, ... sebagaimana telah diuraikan di atas, merupakan logam yang melambangkan “ sesuatu / alat yang sangat kuat “ atau melambangkan sebuah “ lembaga keagamaan yang sangat kuat ”, yaitu semisal Dewan Gereja (Konsili), PGI, KWI, Kepausan, Keuskupan atau Bishop.

Kata “ tanah liat “, ... tanah liat / claychacaph (Bhs. Aramaic)  baca : khas-af’, ... merupakan tempat di mana kita berpijak, ... tanah liat dapat juga mengandung arti sebagai sebuah “ teritori “ atau sebuah “ wilayah “.

Dalam terminologi ilmu tata negara, kata “ tanah liat “ melambangkan suatu “ daerah kekuasaan “ atau “ wilayah pemerintahan “, ... dan atas “ daerah atau wilayah “ tersebut, tentu terdapat “ pemerintah “ atau “ penguasa “ yang menguasai-nya.
Oleh karena itu, kata “ tanah liat “ dapat juga melambangkan “ sebuah pemerintahan “ atau melambangkan “ seorang penguasa “ sebuah kerajaan/kekaisaran atau negara.

Jadi, kalimat : “ ... dengan kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat “, memiliki makna bahwa “ pondasi agama “ tersebut, ... atau “ dogma ke-tuhan-an “ agama tersebut merupakan hasil “ kesepakatan “ atau hasil “ kompromi “ antara kebijakan sebuah “ Lembaga Agama (Konsili) “ dengan kehendak “ seorang penguasa “ yang memegang kekuasaan pemerintahan pada saat “ kesepakatan “ tersebut dibuat.
Di mana tentunya masing-masing pihak (baca : Lembaga Agama dan Penguasa) memiliki “ kepentingan “ yang harus sama-sama “ diakomodir “ dalam kesepakatan.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34
“ Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk “.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 35
“ Maka dengan sekaligus diremukkannya juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi “.

Sebenarnya kalau kita baca Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34 dan Ayat 35 di atas, maka akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang cukup “ menggelitik “, yang perlu untuk segera dijawab.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, adalah :
1. Apa dan siapa-kah sebuah batu “ yang dimaksud dalam mimpi Raja Nebukadnezar tersebut ?

2. Mengapa remuknya kaki patung tersebut “ harus” karena tertimpa oleh “ sebuah batu “ ? Melambangkan “ apa “ dan “ siapa-kah sebuah batu tersebut ?

3. Dan mengapa remuknya kaki patung tersebut bukan karena oleh … misalnya : “ halilintar yang menyambar “ atau “ badai yang menghempas “ atau “ api yang melalap “ … atau oleh sebab yang lainnya ? Mengapa harus oleh “ sebuah batu yang menimpa “ ?

4. Mengapa yang pertama tertimpa oleh sebuah batu tersebut “ harus “ bagian “ kakinya yang terbuat dari besi dan tanah liat “ dahulu ?
Mengapa bukan bagian “ kepalanya yang terbuat dari emas “ dahulu saja, atau “ dada dan lengannya yang terbuat dari perak “, atau “ perut dan pinggangnya yang terbuat dari tembaga “, atau “ bagian pahanya yang terbuat dari besi “ saja dahulu ?

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34 dan Ayat 35 di atas, kita akan “ pertajam “ terlebih dahulu makna yang terkandung dalam Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31 – 33.
Langkah ini perlu dilakukan agar makna “ patung “ di dalam ayat-ayat tersebut dapat diketahui secara “ lebih definitif “, … “ apa “ dan “ siapakah “ sebenarnya yang dimaksud “ patung “ dalam mimpi Raja Nebukadnezar tersebut.

Agar lebih mudah dalam “ mengidentifikasi “ sosok patung dalam mimpi Raja Nebukadnezar, berikut ini akan saya paparkan ringkasan telaahan saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31 – 33, sebagaimana seperti yang telah saya sampaikan pada postingan terdahulu.

Dan berdasarkan hasil telaahan yang telah saya sampaikan, sebenarnya “ secara tegas dan jelas “, saya telah mengambil kesimpulan, bahwa makna “ patung “ dalam mimpi Raja Nebukadnezar, sesungguhnya merupakan simbol yang mencerminkan hegemoni sebuah “ keyakinan agama ”.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 31
“ Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar ! Patung itu tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan “.

Ayat di atas memiliki makna bahwa : Agama ini secara “ mata lahir “ menampakkan “ sebuah kemegahan “, “ memperlihatkan “ suatu kebesaran “, menampakkan “ sebuah kekuatan yang seolah tak tertandingi “ dan sudah tentu “ sangatlah mengagumkan “, sehingga sangat menarik bagi sekalian ummat manusia yang melihatnya (baca : mengetahui-nya), dan juga sangat “ menggoda “ ummat agama lainnya untuk “ terkooptasi masuk “ ke dalam-nya.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 32
“ Adapun patung itu, kepala-nya dari emas tua, dada dan lengan-nya dari perak, perut dan pinggang-nya dari tembaga “,

Ayat di atas memiliki makna bahwa : Agama ini dikenal orang sebagai agama yang memiliki jumlah penganut/pemeluk terbesar di dunia dan merupakan agama yang secara individu (baca : dari sisi penganut/pemeluk) maupun secara kelembagaan “ sangatlah kuat “ dan memiliki tingkat “ kemakmuran atau kesejahteraan “ yang sangat baik, karena didukung oleh sumber pendanaan atau sumber keuangan yang sangat besar/banyak.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 33
“ sedangkan paha-nya dari besi dengan kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat “.

Dan, ayat di atas memiliki makna bahwa : Agama ini memiliki alat (baca : lembaga keagamaan) yang pengaruh-nya “ sangat kuat “, dalam hal menentukan kebijakan-kebijakan yang dijadikan sebagai “ landasan “ keimanan dan merupakan mesin utama yang menggerakkan misi penyebaran agama serta merupakan pilar terpenting yang menyokong kelangsungan / eksistensi agama tersebut.

Dan agama ini, memiliki “ pondasi agama “ atau “ dogma ke-tuhan-an “ yang merupakan hasil “ kesepakatan “ atau hasil “ kompromi “ antara kebijakan sebuah “ Lembaga Agama / Konsili“ dengan kehendak “ Seorang Penguasa “ yang memegang kekuasaan pemerintahan pada saat “ kesepakatan “ tersebut dibuat.
Di mana tentunya masing-masing pihak (baca : Lembaga Agama dan Sang Penguasa) tersebut memiliki “ kepentingan “ yang harus sama-sama “ diakomodir “ dalam kesepakatan itu.

Jadi, secara lebih tegas, dapat disimpulkan bahwa : “ pondasi agama “ atau “ dogma ke-tuhan-an “ agama tersebut merupakan hasil “ sinkretisme “ antara 2 (dua) kepentingan dari 2 (dua) pihak yang sesungguhnya berbeda.

Setelah kita membaca dan mencermati uraian sebagaimana dimaksud di atas, maka pertanyaan yang timbul berikut-nya adalah :

Agama apakah yang memiliki “ jumlah pemeluk terbesar “ di dunia ini ?
Agama apakah yang memiliki “ sumber pendanaan atau sumber keuangan yang sangat besar ” itu ?
Agama apakah yang memiliki “ lembaga-lembaga keagamaan ” yang “ sangat kuat pengaruhnya “ terhadap pemeluk/jemaat-nya dan merupakan “ kekuatan utama “ yang menyokong “ eksistensi “ agama tersebut ?
Agama apakah yang memiliki “ pondasi agama atau dogma ke-tuhan-an”, yang merupakan hasil “ sinkretisme “antara 2 (dua) kepentingan dari 2 (dua) pihak yang sesungguhnya berbeda itu ?

Temen-temen Kristen/Katholik dan Muslim yang baik,

Sesungguhnya jikalau kita memiliki “ nalar yang sehat dan jernih “ serta kita mengerti tentang “ konstelasi zaman “ dan “ sejarah agama-agama “ di dunia ini, maka tentulah kita dengan mudah dapat “ menemukan jawaban “ atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

Dan jawabannya hanya-lah satu, … yaitu : “ Agama N A S R A N I “ ...
Karena, hanya “ Agama Nasrani - lah “, yang sesungguhnya dapat memenuhi secara keseluruhan dari 4 (empat) kriteria tersebut di atas. ]

Sekedar untuk melengkapi penjelasan sebagaimana dimaksud dalam tafsir saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 33, pada kalimat :

“ ... dengan kaki-nya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat ”.

yang di dalam tafsiran saya, memiliki makna sebagai sebuah “ pondasi agama “ atau lebih tepatnya sebagai “ dogma ke-tuhan-an “ yang merupakan hasil “ kolaborasi “ antara Lembaga Agama / Konsili dengan Seorang Penguasa , maka dalam postingan ini saya akan memberikan sedikit ulasan yang berkaitan dengan adanya sebuah fakta historis tentang terbentuknya “ dogma ke-tuhan-an “ agama Nasrani, yaitu sejarah tercipta-nya “ Doktrin T R I N I T A S “.

Cikal-bakal terciptanya “ Doktrin Trinitas “ tersebut, sesungguhnya terjadi pada tahun 325 M, yaitu pada saat Konsili Nicaea (Sidang Dewan Gereja Nicaea) Pertama yang diselenggarakan di Nicaea, Bithynia (sekarang İznik di Turki), atas prakarsa “ Seorang Penguasa “ Romawi ketika itu, yaitu Kaisar Konstantin Agung, dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi dari sebuah sinode yang dipimpin oleh Hosius, seorang uskup dari Kordoba.
Kaisar Konstantin Agung-lah yang ber-inisiatif mengundang (baca : menghimpun) para uskup (bishop) dari seluruh keuskupan yang berada di wilayah pengaruh kekuasaannya. Dan dia-lah yang kemudian juga berperan aktif “ ikut “ memimpin jalannya sidang-sidang dalam konsili tersebut.

Keterlibatan “ Kaisar Konstantin Agung di dalam menghimpun dan “ ikut “ memimpin jalannya sidang tersebut, sesungguhnya menandakan adanya “ kendali kekaisaran “ atas Gereja, dan mencerminkan adanya “ campur tangan “ kepentingan “ politik “ (baca : kepentingan-nya Kaisar Konstantin Agung) dalam ranah “ ke-agama-an “.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa pada saat itu, kehidupan masyarakat di wilayah kekuasaan Kaisar Konstantin Agung masih “ sangat dipengaruhi “ oleh agama tradisional Romawi kuno, yaitu sebuah agama pagan yang menyembah Dewa Matahari (Dewa Sol Invectus  Dewa Matahari Tak Tertandingi). Dewa Matahari ini mempunyai seorang putra (Son of God), yang bernama Mithra. Mithra merupakan anak hasil “ hubungan intim “ antara Dewa Matahari (baca : Sol Invectus) dengan seorang manusia (baca : perempuan).
Dalam keyakinan agama pagan tersebut, Mithra diyakini lahir pada tanggal 25 Desember, kemudian dia mati terbunuh, dan jazad-nya dikuburkan di sebuah makam/goa batu. Pada hari ke-3 setelah kematiannya, dia pun bangkit (hidup lagi/paskah) dan terangkat menuju syurga untuk kemudian bersemayam di sisi Bapa-nya, yaitu Dewa Sol Invectus.

Dan satu hal yang perlu kita garis bawahi, bahwa ketika itu (baca : saat Konsili Nicaea diselenggarakan) Kaisar Konstantin Agung “ bukanlah “ seorang pemeluk agama Nasrani, karena di samping dia itu merupakan seorang Kaisar, tetapi dia sesungguhnya juga sekaligus merupakan seorang “ Pemimpin / Pendeta Tertinggi “ agama pagan Sol Invectus.

Konsili Nicaea ini dihadiri oleh 318 uskup/bishop, yang terdiri dari 311 orang uskup dari gereja-gereja wilayah Timur (wilayah yang berbahasa Yunani) dan hanya dihadiri oleh 7 orang uskup dari gereja-gereja wilayah Barat (wilayah yang berbahasa Latin). Sedangkan 7 orang uskup dari gereja-gereja wilayah Barat tersebut adalah Hosius dari Kordoba, Cecilian dari Karthago, Mark dari Calabria, Nicasius dari Dijon, Donnus dari Stidon, Victor dan Vicentius mewakili Paus dari Vatikan Roma.

Jumlah uskup/bishop yang hadir pada Konsili Nicaea tersebut sesungguhnya “ jauh dari jumlah secara keseluruhan “ uskup/bishop yang berada di wilayah kekuasaan Romawi, yang seluruhnya sekitar 1200 uskup/bishop

Konsili Nicaea ini diselenggarakan oleh Kaisar Konstantin Agung dalam rangka untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dalam Gereja Alexandria mengenai “ hakikat “ Yesus dalam hubungannya dengan Tuhan Bapa (Allah).

Sebenarnya perbedaaan pendapat ini sudah terjadi sejak tahun 319 M, yaitu dimulai ketika Arius, seorang presbiter atau diacon gereja di Alexandria, mengirim surat kepada Alexander (pemerintah daerah Alexandria) yang isinya mempertanyakanhakekat “ Yesus dalam hubungannya dengan Tuhan Allah.

Hal tersebut akhirnya memicu perselisihan antara 2 kubu, yaitu antara kubu yang berpendapat bahwa Yesus Kristus sesungguhnya memiliki substansi yang sama dengan Tuhan Allah Bapa, sehingga Yesus Kristus pun juga dianggap sebagai Tuhan, namun bukan dalam bentuk Roh, tetapi dalam bentuk “ ke-daging-an “, yaitu sebagai Tuhan Anak (Son of God).
Jadi kubu ini berpendapat bahwa Tuhan Anak dan Tuhan Bapa hakekatnya adalah “ sama “, dan berasal dari “ satu substansi “ yang “ sama “ pula, atau dalam rumusan Credo-nya berbunyi : “ Samenes of Essence Homoousion “. Kelompok ini berpegang pada pendapat Athanasius dan Alexander dari Alexandria.

Sedangkan kubu yang lain berpendapat bahwa Yesus Kristus sesungguhnya “ tidak-lah sama “ dengan Tuhan Allah Bapa, karena Yesus Kristus dalam artian sebagai Anak, memiliki “ awal kejadian “ atau “ dilahirkan “, artinya Yesus Kristus sesungguhnya “ dibuat atau diciptakan “ oleh Tuhan Allah. Yesus Kristus sesungguhnya “ subordinary “ terhadap Tuhan Allah.
Sehingga hakekat Yesus Kristus tentu berbeda dengan hakekat Tuhan Allah, karena sesungguhnya Yesus Kristus memilki “ substansi “ yang “ berbeda “ atau “ tidak sama “ dengan Tuhan Allah. Kelompok ini berpegang pada pendapat Arius.

Dan setelah melalui sidang dan perdebatan yang cukup, maka dengan “ tetap di bawah pengaruh dan kendali Kaisar Konstantine Agung, akhirnya Konsili Nicaea ini menghasilkan sebuah Credo yang dinamakan Credo Nicaea dan memutuskan, bahwa pendapat kelompok Athanasius-lah yang “ benar “, sedangkan pendapat kelompok Arius dianggap sebagai “ Hereys “ atau “ bid’ah “.

Dari 318 peserta yang hadir, hanya ada 2 orang yang tetap “ istiqomah “ berpegang pada pendapat-nya Arius, yaitu Theonas dari Marmacia dan Secundus dari Ptalemais (Libya).

Konsili Nicaea ini juga menghasilkan kesepakatan lainnya, yaitu tentang perayaan Hari Kebangkitan Yesus Kristus yaitu Paskah (Bhs Yunani  Paskha), yang juga merupakan hari raya terpenting dalam kalender gerejawi.

Setelah Konsili Nicaea menetapkan dan memutuskan di antaranya 2 hal tersebut, maka seluruh ummat Nasrani di seluruh wilayah kekuasaan Kaisar Konstantin Agung, diperintahkan untuk mengikuti dan menaati semua keputusan-keputusan yang telah disepakati dalam Konsili tersebut.
Bagi ummat yang tidak mau mengikuti dan tidak menaati-nya dikejar-kejar, ditangkap dan dipenjarakan atau diasingkan, bahkan ada juga yang dihukum mati.
Arius pun akhirnya juga dikutuk dan diusir dari gereja dengan beberapa uskup yang turut membelanya, diantaranya Theonas dari Marmacia dan Secundus dari Ptalemais (Libya). Ada juga pendeta yang turut diusir lantaran enggan mengutuk Arius namun turut menandatangani persetujuan Kredo ‘Homoousin’ yaitu Eusebius dari Nikomedia.

Buku berjudul ‘ Thalia ’ yang memuat semua konsep pemikirannya dan sedikitnya ada 76 Injil Gnostik dikumpulkan, dibakar dan dimusnahkan, karena dianggap dapat “ membahayakan “ terhadap keyakinan iman ummat Nasrani. Dan sampai dengan sekarang ini hanya ada 4 Injil yang “ di-sisa-kan “ menjadi Kitab rujukan resmi ummat Nasrani, yaitu Injil Markus, Injil Mathius, Injil Lukas dan Injil Yohanes.

Pen-diskredit-an terhadap Arius dan pengikutnya tidak membuat gerakan tersebut lantas padam, justru intimidasi dari pihak gereja mendorong pengikut Arianisme untuk terus melawan gereja. Arianisme terus bertahan selama 300 tahun lamanya. Ajaran ini sempat menyebar di sejumlah suku Germanik di Eropa Barat khususnya suku-suku Goth dan Longbord.

Perlu digaris bawahi, bahwa pada Konsili Nicaea ini “ Roh Kudus belum diakui secara resmi sebagai salah satu oknum Trinitas, hanya sebatas diakui keberadaanya saja. “ Ke-tuhan-an Roh Kudus baru diakui pada Konsili Konstantinopel yang diadakan pada tahun 381 M. Konsili ini diprakarsai oleh Macedonius dan Teodonius yang menjadi kaisar pada saat itu. Pada saat itulah untuk “ pertama “ kali-nya rumusan “ Tri Tunggal “ alias “ Trinitas “ terangkum jelas sebagai sebuah “ dogma ke-tuhan-an “, meskipun sesungguhnya tidak semua kalangan Nasrani menerimanya.

Itu-lah fakta historis yang dapat kita rekam hingga saat ini, bahwa peran “ Dewan Gereja / Konsili “ nampak begitu “ sangat kuat “ dalam menentukan (baca : menciptakan) landasan pokok keimanan (baca : “ Doktrin Trinitas “) dan kebijakan seputar peribadatan ummat Nasrani, baik pada Konsili Nicaea 325 M mau pun pada Konsili Konstantinopel 381 M.

Apalagi pengambilan keputusan dalam Konsili Nicaea 325 M, yang merupakan Konsili Ekumenis pertama “ tersebut didukung sepenuhnya oleh “ penyelenggara “ Konsili, yang tak lain dan tak bukan, adalah Kaisar Konstantine Agung, “ Sang Penguasa “ Kekaisaran Romawi saat itu, yang sekaligus juga merupakan seorang “ Pemimpin / Pendeta Tertinggi “ agama pagan Romawi Kuno penyembah Dewa Matahari, yaitu Sol Invectus.

Konsili Nicaea ini juga menjadi sebuah “ preseden awal “ bagi konsili-konsili umum berikutnya untuk menciptakan kredo-kredo dan kanon-kanon.

Inilah kutipan Credo hasil Konsili tersebut, yang berisi tentang pengakuan atas “ inkarnasi “ Tuhan Allah Bapa dalam diri “ Yesus Kristus “ :

Kami beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Bapa yang maha kuasa. Pencipta segala sesuatu yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat. Dan kepada satu tuhan Yesus Kristus, Anak Allah. Satu-satunya Anak Tuhan Bapa. Yang berasal dari substansi (Oesia) Tuhan Bapa. Tuhan dari Tuhan , Cahaya dari Cahaya. Tuhan sejati dari Tuhan sejati. Diperkenankan, tidak diciptakan. Dari satu substansi (Homoousin) dengan Tuhan Bapa. Yang melaluinya segala sesuatu diciptakan segala yang di langit dan di bumi. Yang menderita demi keselamatan kita, turun dijadikan manusia. Yang menderita, bangkit kembali pada hari ke-tiga, naik ke langit. Dan akan datang untuk menjadi Hakim bagi yang hidup dan yang mati. Dan kami beriman kepada Roh Kudus ”.

Jadi, kalau kita ringkas isi Credo tersebut, maka akan berbunyi :

"Tuhan Allah Bapa adalah Tuhan, Tuhan Anak Yesus Kristus adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan, tetapi bukan tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34

“ Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk “.

Kalimat : “ ... terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, ... “ (terjemahan LAI) / “ ... till that a stone was cut out without hands, ... “ (American KJV) / “ ...’ad – ‘eben – gzar – la’ – yad, ... “ (Bhs. Aramaic)  baca : ad – eh’-ben – ghe-ar’ – law – yad.

Rangkaian kata : “ ... terungkit lepas ..................... tanpa perbuatan tangan manusia, ... ”

Rangkaian kata tersebut memiliki makna bahwa, “ sesuatu “ itu “ terjadi ” atau “ datang “ atau “ muncul “, karena memang merupakan “ Kehendak “ dan sudah dalam “ Rencana “ Tuhan (baca : Allah Swt).

Kata “ ... tanpa perbuatan tangan manusia , ... “, ... ini menunjukkan bahwa “ sesuatu “ yang “ terjadi “, atau yang “ datang “, atau yang “ muncul “ ini..., - bukan - karena “ kehendak nafsu “ manusia dan - bukan pula - karena sudah dalam “ rencana “ seorang manusia, tetapi sesungguhnya karena ada “ keterlibatan “ – invisible hand – dari Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Ghoib, yaitu Tuhan Yang Maha Esa (baca : Allah Swt).

Dan sudah barang tentu, “ Kehendak “ dan Rencana “ ini “ sengaja “ dipersembahkan oleh Tuhan (baca : Allah Swt.) kepada makhluk mulia yang di-kasihi-Nya, yaitu ummat manusia, agar manusia senantiasa “ terjaga “ untuk tetap berada di dalam “ Ke-taukhid-an “ atau “ Ke-Tuhan-an “ yang benar dan murni.

Kata “ sebuah batu “ ... sebuah batu / a stone  kata asal : ‘eben (Bhs. Aramaic)  baca : eh’-ben, ... merupakan sebuah benda alamiah yang berkarakter “ keras dan kuat “ serta bersifat “ natural “ atau “ alami “.

Ini sesungguhnya memiliki makna, bahwa “ sesuatu “ yang datang atas “ Kehendak “ Tuhan tersebut membawa “ nilai-nilai / risalah “ atau “ rule of law “ yang “ keras dan tegas “ dan dalam penerapannya ( law inforcement) pun menampakkan sebuah semangat yang “ sangat kuat “.

Namun demikian, walau pun “ sesuatu “ ini memilki karakter yang “ keras dan kuat “, tetapi di sisi lain " sesuatu " itu bersifat sangat “ natural “ dan “ alami “, ( baca : artinya nilai-nilai / risalah yang “ dibawa “ itu sesungguhnya sangat “ applicable “ dan sangat “ membumi “).
Sehingga nilai-nilai / risalah itu pun sangat “ tepat dan benar “ untuk dijadikan sebagai “ sandaran “ atau “ pedoman “ bagi seluruh ummat manusia dalam rangka menjalani hidup (way of life) sebagai “ Khalifah “ di dunia ini, agar dapat memperoleh “ kebahagiaan “ di dunia dan di akherat nanti.

Kalimat : “ ..., lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk “.

Rangkaian kata : “ ..., lalu menimpa patung itu, .... “

Rangkaian kata tersebut memiliki makna, bahwa “ sesuatu “ yang datang atas “ Kehendak “ Tuhan itu, sesungguhnya “ bertujuan “ atau “ di-maksud-kan “ oleh Tuhan dalam rangka untuk “ mengoreksi “ atas seperangkat “ nilai-nilai / ajaran “ sebuah agama (baca : agama Nasrani).

Seperangkat " nilai-nilai / ajaran " yang telah “ di-ubah-ubah “, “ di-keliru-kan “ dan “ di-palsu-kan “ oleh tangan-tangan manusia, di mana terjadinya “ perubahan “ itu, terjadinya “ kekeliruan “ itu dan terjadinya “ pemalsuan “ itu, adalah karena dilandasi oleh “ kehendak nafsu-nya “ dan karena dilatarbelakangi oleh “ ke-bodohan-nya “. --> (... – nya  baca : ummat Nasrani).

Rangkaian kata : “ ..., tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, ... “

Rangkaian kata tersebut memiliki makna, bahwa langkah “ koreksi “ yang pertama dan yang paling utama, adalah berkaitan dengan sesuatu yang paling “ mendasar “ dan “ fundamental “, yaitu tentu berkaitan dengan “ dogma ke-tuhan-an “ agama tersebut (baca : agama Nasrani).
Karena bersumber dari “ perubahan / kekeliruan / pemalsuan “ dogma keagamaan ini-lah, yang kemudian akhirnya “ merusak “ seluruh “ sendi-sendi dan tatanan nilai “ yang ada di dalam agama tersebut.

Artinya, bahwa “ kekeliruan “ utama yang ada di dalam agama tersebut (baca : agama Nasrani), dan yang “ harus “ paling pertama “ dikoreksi “, .... adalah : Doktrin TRINITAS.

Rangkaian kata : “ ..., sehingga remuk “.

Rangkaian kata tersebut memiliki makna, bahwa “ koreksi “ yang dilakukan terhadap “ Doktrin Trinitas “ itu, akan memberikan “ inspirasi “ dan “ dorongan “ kepada sekalian ummat manusia untuk segera bergegas “ menyelami “ dan “ meng-kritis-i “ dogma ketuhanan agama Nasrani tersebut.
Dan hal itu akan mengakibatkan terjadinya “ benturan-benturan keras “, antara “ iman “ yang dilandasi oleh “ hati yang jernih dan benar “ dan dilatarbelakangi oleh “ akal sehat “ ... dengan Doktrin Trinitas yang penuh dengan “ kekeliruan “, “ khayalan “ dan “ ke-sesat-an “.

Dan “ benturan-benturan keras “ yang terjadi itu, akhirnya akan mengakibatkan “ Doktrin Trinitas “ akan mengalami “ kehancuran “, baik dari sisi “ integritas “ mau pun dari sisi “ substansi “, yang akhirnya insya Allah, dengan seiring berjalannya waktu agama Nasrani akan “ ditinggalkan “ oleh ummat-nya sendiri, karena sangat bertentangan dengan “ ke-iman-an yang benar “ dan “ akal sehat “ ummat manusia.

Hal tersebut di atas, sesungguhnya juga sekaligus merupakan sebuah jawaban atas pertanyaan :

Mengapa sebuah batu itu harus menimpa “ tepat pada kaki-nya yang dari besi dan tanah liat itu “ terlebih dahulu... ?
Kenapa bukan menimpa kepala-nya, dada dan lengan-nya, perut dan pinggang-nya atau paha-nya terlebih dahulu...?

Inilah sesungguhnya “ misi utama “ yang di-emban oleh “ sesuatu “ yang di-utus oleh Tuhan (baca : Allah Swt) ke dunia ini..., yaitu dalam rangka menyelamatkan “ A Q I D A H “ ummat manusia, dari “ kemusyrikan “ dan “ kesesatan “ yang telah nyata-nyata ada di depan mata.

Jadi, benturan-benturan yang terjadi “ tidak-lah “ dalam artian benturan yang bersifat “ fisik ”, tetapi lebih tepat pada benturan-benturan yang bersifat “ dialogis “ pada tataran “ ideologis “ (baca : theologis).
Karena benturan-benturan yang bersifat “ dialogis “ pada tataran “ ideologis “ (baca : theologis) justru akan berdampak lebih “ men-cerdas-kan “ dan “ efektif “, daripada benturan-benturan yang bersifat “ fisik “ yang lebih banyak menimbulkan “ kebencian, dendam dan kerusakan “.

Lalu, ... sebenarnya “ siapa-kah “ yang dimaksud dengan “ sebuah batu “ (baca : " sesuatu ") tersebut, ... dan “ apa “ yang sesungguhnya “ dibawa “ oleh-nya..., sehingga “ ia “ mampu me-remuk-kan “ Doktrin Trinitas “ yang sudah ribuan tahun menjadi “ Dogma Ke-tuhan-an “ bagi milyaran ummat Nasrani di dunia ini ?

Kalau kita belajar dan membaca literatur-literatur tentang sejarah perkembangan agama-agama di dunia ini, maka “ sangat bisa “ dipastikan, bahwa “ tidak ada “ satu pun agama di dunia ini yang secara terang-terangan dan terbuka berani “ me-nohok “ sebuah dogma ke-tuhan-an agama tertentu (baca : agama Nasrani), kecuali Agama Islam.

Jadi, “ satu-satu-nya “ agama di dunia ini yang secara terus-terang dan terbuka berani “ berbenturan “ dan “ mengoreksi “ sebuah dogma ke-tuhan-an (baca : Doktrin Tinitas) yang dimiliki oleh sebuah agama tertentu, yang dari pandangan “ mata lahir “ merupakan sebuah agama yang sangat besar dan mengagumkan (baca : agama Nasrani), adalah hanya agama “ I S L A M “.

Agama Islam di dalam konteks Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34, adalah laksana “ sebuah batu “ yang memiliki karakter “ keras dan kuat “, namun juga memiliki bentuk yang “ natural dan alami “. Itu sesungguhnya menggambarkan, bahwa ajaran atau “ rule of law “ yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW (baca : Agama Islam) adalah bersifat “ keras dan tegas “ dan dalam penerapan (law inforcement) - nya pun senantiasa dilandasi oleh semangat (baca : ghiroh) yang “ sangat kuat “.

Demikian juga ajaran Islam, yang laksana “ sebuah batu “ yang memiliki bentuk “ natural dan alami “, maka ajaran Islam sebagai “ way of life “ pun, sesungguhnya juga telah dipersiapkan oleh Allah SWT, sebagai pedoman hidup yang “ applicable “, “ membumi “ dan membawa “ rahmat “ bagi semesta alam ..., atau dalam istilah Al Qur’an, disebut sebagai “ rahmatan lil ‘aalamiin “.

Di dalam Al Qur’an sebenarnya banyak sekali bertebaran ayat-ayat yang memberikan “ koreksi “ terhadap ajaran-ajaran yang bernuansa “musyrik “ (baca : mempersekutukan Allah SWT), baik yang bersifat koreksi secara umum mau pun koreksi secara khusus.

Dan pada thread ini saya hanya akan menampilkan beberapa Surat dan ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang memberikan “ koreksi “ terhadap ajaran-ajaran yang bernuansa “ musyrik “ baik yang bersifat koreksi secara umum ( baca : tidak menunjuk suatu ajaran / agama tertentu) mau pun koreksi secara khusus (baca : menunjuk langsung suatu ajaran / agama tertentu).

Pertama, berikut ini saya kutipkan 2 (dua) Surat dalam Al Qur’an yang bersifat koreksi “ secara umum “ :

Surat Al Fatikhah : Ayat 1-7
Ayat 1 : “ Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang “,

Ayat 2 : “ Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam “,

Ayat 3 : “ Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang “,

Ayat 4 : “ Yang menguasai Hari Pembalasan “,

Ayat 5 : “ Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan “,

Ayat 6 : “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus “,

Ayat 7 : “ Yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat “.

Ayat 1 sampai dengan 4 dalam Surat Al Fatikhah tersebut di atas, sesungguhnya mencerminkan “ sebuah pengakuan penuh “ seorang Muslim terhadap Allah Swt, sebagai “ satu-satunya “ Tuhan yang senantiasa mencurahkan “ Kasih dan Sayang-Nya “ serta memiliki “ Kuasa Penuh “ sepanjang “ keberadaan “ alam semesta ini ada, hingga masa alam semesta ini “ berakhir “ (baca : kiamat) dan kemudian masuk ke dalam “ alam akherat “.

Dan ayat 5 sampai dengan 7 dalam Surat Al Fatikhah tersebut di atas, sesungguhnya juga mencerminkan “ sebuah pengakuan penuh “ seorang Muslim atas “ ke-tidak berdaya-an dan peng-hamba-an dirinya “, yang hanya “ semata-mata “ kepada Allah Swt, dan “ bukan “ terhadap ilah-ilah (baca : tuhan-tuhan) yang lainnya.

Kalau kita berkenan membaca dengan seksama Surat Al Fatikhah pada Ayat 7 di atas, di dalamnya ternyata terdapat 2 (dua) kata kunci, yang sesungguhnya perlu kita “ pertajam “ pengertian-nya, yaitu kata : “ maghdub “ dan kata : “ dhoolliin “.

Di mana, “ oknum “ yang dimaksudkan di dalam Surat Al Fatikhah Ayat 7 (baca : dalam konteks yang berkaitan dengan Yesus Kristus), sebagai “ orang-orang yang di murkai Allah (maghdub) “, adalah orang-orang Yahudi, karena mereka adalah orang-orang yang benar-benar menolak sama sekali terhadap “ ke-nabi-an / ke-rasul-an “ Yesus Kristus (baca : Nabi Isa Almasih).
Bahkan orang-orang Yahudi ini, ketika Yesus Kristus (baca : Nabi Isa Almasih) masih hidup, mereka senantiasa berusaha untuk menangkap dan membunuh-nya (untuk disalibkan di tiang salib). ---> berdasarkan Kitab Al Qur'an, mereka " gagal " menangkap dan membunuh apalagi menyalibkan-nya, karena beliau telah diselamatkan oleh Allah Swt.

Sedangkan “ oknum” yang dimaksudkan di dalam Surat Al Fatikhah Ayat 7 (baca : dalam konteks yang berkaitan dengan Yesus Kristus), sebagai “ orang-orang yang sesat (dhoolliin) “, adalah orang-orang Nasrani, di mana pada masa awal kedatangan Yesus Kristus (baca : Nabi Isa Almasih) di muka bumi ini, ... sesungguhnya mereka menerima dan meng-iman-i Yesus Kristus (baca : Nabi Isa Almasih) sebagai nabi dan rasul utusan Allah.

Namun kemudian karena saking bangganya mereka dan saking menghormatinya mereka terhadap Yesus Kristus, dan karena suatu saat mereka kemudian “ terpengaruh “ oleh suatu ajaran tertentu (ingat : agama pagan Romawi Kuno, Sol Invectus) ..., maka mereka pun kemudian terjebak dalam “ kesesatan “, sehingga mengakibatkan mereka menjadi “ berlebih-lebihan dan kebablasan “, dan akhirnya mereka menganggap Yesus Kristus sebagai “ Tuhan-nya “, atau menjadikan beliau sebagai “ salah satu oknum “ Tuhan dalam Doktrin Trinitas.

Surat Al Ikhlas : Ayat 1 – 4
Katakanlah : “ Dia-lah, Allah Yang Maha Esa ; Allah yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya ; Tidak ber-anak dan tidak pula di-peranak-kan ; Dan tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya “.

Teman-teman Netters Kristen/Katholik dan Muslim yang baik,

Kalau kita perhatikan Surat Al Ikhlas : Ayat 1 – 4 tersebut di atas, maka jika ditinjau berdasarkan “ obyek “ yang menjadi “ sasaran koreksi “, maka Surat Al Ikhlas ini termasuk kategori yang bersifat koreksi secara umum, tetapi kalau ditinjau dari “ isi kandungan-nya “, sesungguhnya termasuk kategori yang bersifat koreksi secara khusus, karena langsung menjurus pada “ substansi “ dogma ke-tuhan-an yang dianut oleh ummat Nasrani.

Ayat : “ Dia-lah, Allah Yang Maha Esa ; Allah yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya " ---> langsung mengoreksi ---> keyakinan bahwa Tuhan adalah Tri Tunggal (Tuhan terdiri dari 3 oknum -- Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus -- tetapi tetap 1 Tuhan).

Ayat : " Tidak ber-anak dan tidak pula di-peranak-kan " ---> langsung mengoreksi ---> keyakinan bahwa di dalam Trinitas ada Tuhan Bapa (Allah) dan Tuhan Anak (Yesus Kristus).

Ayat : " Dan tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya " ---> langsung mengoreksi ---> keyakinan bahwa Tuhan Bapa (Allah) menjelma menjadi manusia (Yesus Kristus) sebagai wujud Tuhan dalam bentuk " kedagingan ".

Selanjutnya yang kedua, saya kutipkan beberapa ayat di dalam Al Qur’an yang bersifat koreksi “ secara khusus “ :

Surat Al Maa idah : Ayat 17
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : “ Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Mariyam “. Katakanlah : “ Siapakah yang akan sanggup mencegah kehendak Allah, jika Allah hendak mematikan Isa Al Masih putera Maryam dan ibunya serta orang-orang di muka bumi ini seluruhnya ? Bagi Allah kerajaan langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya. Allah menjadikan apa-apa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu “.

Surat Al Maa idah : Ayat 72
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : “ Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Mariyam “. Sedangkan Al Masih berkata : “ Wahai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan syurga baginya dan tempat tinggalnya dalam neraka; dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang aniaya “.

Surat Al Maa idah : Ayat 73
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : “ Sesungguhnya Allah ialah salah satu dari yang tiga. Padahal tidak ada Tuhan, kecuali Tuhan Yang Esa. Jika mereka tiada berhenti dari perkataan mereka itu, niscaya mereka yang kafir itu akan disiksa dengan siksaan yang pedih “.

Surat Al Maa idah : Ayat 74
Apakah mereka (orang-orang kafir) tidak ber-taubat kepada Allah dan meminta ampun kepada-Nya ? Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Surat Al Maa idah : Ayat 75
Al Masih putera Mariyam, tidak lain hanyalah seorang rasul, sesungguhnyna telah terdahulu beberapa orang rasul sebelumnya; sedangkan ibunya seorang perempuan yang benar. Keduanya pun memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menerangkan kepada mereka (orang-orang kafir) beberapa tanda, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka (orang-orang kafir) berpaling (dari kebenaran).

Surat Al Maa idah : Ayat 76
Katakanlah : “ Adakah yang berhak kamu sembah selain Allah, sesuatu yang tiada berkuasa memberikan mudhorot kepadamu dan tiada pula memberi manfaat ? Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui “.

Surat Al Maa idah : Ayat 77
Katakanlah : “ Wahai ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani), janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu selain dari kebenaran, dan janganlah kamu turut hawa nafsu kaum yang telah sesat sebelum itu dan telah menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka telah sesat dari jalan yang lurus “.

Demikianlah beberapa Surat dan ayat dalam Al Qur’an, yang secara “ terang-terangan “ dan “ terbuka “ mengoreksi dogma ke-tuhan-an yang di-iman-i oleh ummat Nasrani, yaitu Doktrin Trinitas.

Allah Swt. pun telah mengingatkan kepada ummat Islam melalui Surat Al Baqoroh : Ayat 120, tentang kemungkinan “ respon “ yang akan diterima oleh ummat Islam dari ummat Nasrani, atas koreksi sebagaimana tersebut di atas.

Surat Al Baqoroh : Ayat 120 (terjemahan) :
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka “.

Dan kalau membaca Surat Al Baqoroh : Ayat 120 tersebut di atas, maka menurut saya, ... bahwa respon “ ke-tidak senang-an “ ummat Nasrani terhadap ummat Islam tersebut adalah sesuatu yang “ sangat logis atau masuk akal “, karena agama kita-lah (baca : agama Islam) yang memang secara “ terang-terangan “ dan “ terbuka “ telah memberikan “ koreksi “ terhadap ajaran-ajaran yang dianut oleh mereka (baca : ummat Nasrani).

Sebelum kita lanjutkan telaahan saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 35, maka saya akan sedikit memberikan “ tambahan “ penjelasan, berkaitan dengan makna kata “ sebuah batu “ dalam Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34.

Pada postingan terdahulu telah dijelaskan, bahwa makna kata “ sebuah batu “dalam Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34 telah disimpulkan sebagai “ tamsil “ yang menunjuk kepada risalah atau “ rule of law “ yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu “ diin ul haq, diin ul Islam “.

Namun demikian, secara faktual pun ..., sesungguhnya agama Islam memiliki sebuah “ monumen spiritual “ yang juga berbentuk “ sebuah batu “, yang hingga kini masih terus terawat dan terjaga keberadaan-nya, di mana ummat Islam di seluruh dunia mengenal-nya, sebagai “ Hajar Aswad “.

Hajar Aswad adalah “ sebuah monumen spiritual “ yang “ sarat “ akan makna-makna simbolik bagi ummat Islam. Hajar Aswad bukan-lah merupakan sebuah “ berhala “ yang disembah-sembah oleh ummat Islam, dan bukan pula merupakan sebuah bentuk “ simbolisasi “ Tuhan (baca : Allah Swt.), serta bukan pula merupakan sebuah lambang untuk “ memper-sekutu-kan “ Allah. ( Na ‘uudzu billaahi minzalik...)

Di dalam Islam tidak mengenal “ simbolisasi “ Tuhan (baca : Allah Swt.), karena Allah memiliki sifat “ mukholawatu lil khawadist “ dan “ lam yakullaahu kufuwan ahad “. Allah tidak-lah sama dengan makhluk ciptaan-Nya, dan tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya.
Islam tidak menganut paham “ anthropomorphisme “ atau sebuah paham yang “ mem-personifikasi-kan “ Tuhan sebagaimana layaknya seperti “ manusia “.

Di dalam terminologi Islam, Hajar Aswad sesungguhnya memiliki banyak makna simbolik bagi ummat Islam, dan makna simbolik tersebut memang " harus " senantiasa " terpelihara " dan " terhayati " dalam diri setiap muslim...., agar ummat muslim tidak mengalami suatu " dis-orientasi " terhadap ajaran dan sejarah agamanya (baca : Islam)..

Makna-makna simbolik “ sebuah batu “ (baca : Hajar Aswad) tersebut, antara lain meliputi :

Pertama, Hajar Aswad memiliki makna : Mutual Assistance (simbol kerjasama dan kebersamaan)

Bahwa ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun kembali Ka'bah yang telah lama runtuh, Hajar Aswad adalah merupakan batu terakhir yang dipasang pada bangunan Ka'bah tersebut.
Hajar Aswad merupakan batu yang diberikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ismail, ketika Nabi Ismail sudah tidak dapat menemukan “ batu lain “ lagi, untuk menyempurnakan berdirinya bangunan Ka'bah.

Peristiwa ini merupakan simbol "keterlibatan" Malaikat Jibril dalam ikut serta membangun kembali Baitullah, Rumah Allah...., Rumah Ibadah untuk menyembah dan meng-agung-kan “ Ke-Esa-an Allah “.
Ka'bah adalah sebuah rumah ibadah yang pertama kali didirikan di bumi ini oleh Nabi Adam (baca : manusia pertama ciptaan Tuhan).... setelah dulu mereka (baca : Adam dan Hawa) dipersona non grata-kan oleh Allah Swt dari syurga ke dunia fana ini.

Keterlibatan Malaikat Jibril pada pembangunan kembali Ka'bah itu, sesungguhnya menyiratkan sebuah " kerjasama " dan " kebersamaan " antara sesama makhluk Allah dalam membangun kembali " AGAMA TAUKHID " (baca : agama yang benar-benar “ meng-Esa-kan “ Allah).

Alam semesta, manusia dan malaikat saling meleburkan diri dalam sebuah " mutual asisstance ", tidak hanya secara spiritual saja, tetapi juga keterlibatan secara fisik....

Kedua, Hajar Aswad memiliki makna : Anti Racial Discrimination (simbol perlawanan terhadap rasisme dan diskriminasi)

Ketika kita berbicara tentang Hajar Aswad, maka hal itu juga mengingatkan kita kepada seorang perempuan berkulit hitam, ibunda Nabi Ismail, ....beliau adalah Hajar, seorang budak yang diperistri oleh Nabi Ibrahim atas kehendak istri pertamanya, yaitu Sarah (ibunda Nabi Ishak).
Sarah meminta Nabi Ibrahim agar memperistri Hajar karena dalam umur yang sudah tua, Sarah tidak juga dikarunia-i seorang anak.

Dan kemudian beberapa tahun setelah kelahiran Nabi Ismail dari rahim Hajar, ternyata Sarah pun akhirnya juga mengandung dan melahirkan seorang putra, yang diberi nama Nabi Ishak.

Di sinilah berawalnya sebuah tragedi " rasisme dan diskriminasi " terhadap keturunan-keturunan Nabi Ibrahim yang berasal dari Hajar ( yang merupakan seorang perempuan “ budak ”) dan keturunan-keturunan yang berasal dari Ketura ( yang dituduh sebagai perempuan “ gundik “) terjadi.

Di mana suatu saat Hajar dan Nabi Ismail diusir (dibuang) oleh Sarah, "gara-gara" Sarah melihat anak-nya (yang keturunan majikan/perempuan merdeka), yaitu Nabi Ishak sedang bercanda dengan anak keturunan seorang budak, yaitu Nabi Ismail.
Sarah merasa tidak senang dan akhirnya menyuruh Ibrahim mengusir (membuang) Hajar dan Nabi Ismail, membawa dan meninggalkan-nya di sebuah gurun tandus...

Dan tentu para netters masih ingat, bahwa ternyata sikap " rasisme dan diskriminasi " itu direstui (dilegal-kan) oleh Injil Perjanjian Lama (IPL) dan Injil Perjanjian Baru (IPB) ......

Injil Perjanjian Lama-ah yang mengatakan... bahwa " anak " yang " dijanjikan " oleh Allah bukanlah Ismail tetapi Ishak.
Walau pun Ismail " lebih dulu " lahir dibandingkan Ishak, tetapi karena Ismail adalah anak keturunan budak, maka " predikat anak yang dijanjikan " dianggap " tidak berlaku ", dan Ismail cukup diberi predikat sebagai anak yang “ diberkati “ saja....

Namun yang lebih tragis lagi adalah nasib anak-anak dari keturunan Ketura, istri ketiga Nabi Ibrahim. Karena, ternyata mereka “ tidak mendapat predikat apa pun “ dari Allah, bahkan anak-anak dari keturunan Ketura tersebut dinyatakan sebagai anak-anak yang “ tidak diberkati “ oleh Allah, karena mereka dianggap (di-nista-kan) sebagai anak keturunan gundik.... (lihat Tawarikh 1 : 28)

Bahkan di dalam Injil Perjanjian Baru terdapat juga ayat-ayat yang sangat provokatif dan berpotensi mengadu domba antara keturunan yang diperanakkan menurut daging (keturunan Nabi Ismail) dengan keturunan yang diperanakkan menurut roh (keturunan Nabi Ishak).
Inilah bunyi ayatnya --> Galatia 4 : 29 : " dia yang diperanakkan menurut daging akan menganiaya yang diperanakkan menurut roh ".


Setelah Hajar dan Ismail diusir oleh Sarah dan Nabi Ibrahim ke sebuah gurun tandus, di sanalah keperkasaan, ketegaran, kesabaran dan ketawakalan Hajar sebagai seorang perempuan yang " teraniaya " diuji....

Beliau berlari antara Shafa dan Marwah sampai sebanyak 7 kali (sa'i), beliau bersusah payah dan berjuang demi untuk mendapatkan air, yang sesungguhnya sangat mustahil ada di gurun yang amat tandus tersebut.

Namun demikian, atas Kasih Sayang Allah... memancarlah sebuah mata air di dekat keberadaan nabi Ismail ketika ditinggalkan sementara oleh ibunda-nya, ... di mana mata air tersebut sekarang lebih dikenal sebagai mata air “ Zamzam “.

Berawal dari tempat itulah kemudian keturunan Nabi Ismail berkembang biak berdampingan dengan masyarakat sekitarnya, menjadi bangsa-bangsa yang besar, yang kemudian dari anak keturunan seorang budak itulah, lahir seorang manusia yang amat mulia, bernama “ Nabi Muhammad SAW “.

Dan berkaitan dengan semangat " perlawanan terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi " dalam konteks yang lebih luas, maka turun-lah Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an surat Al Hujurat Ayat 13, kepada Nabi Muhammad SAW.

Al Qur'an Surat Al Hujurat Ayat 13 (terjemahan) :

" Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal ".

Islam mengajarkan bahwa " kemuliaan " seseorang bukan-lah berdasarkan garis keturunan ...
Mulia bukan karena keturunan majikan, ... nista bukan karena keturunan budak ...
Tidak diberkati bukan karena keturunan gundik ...
Dan kemuliaan bukan berdasarkan atas bangsa atau pun suku ...
Tetapi, ... bahwa " kemuliaan " seseorang, menurut Islam sesungguhnya ditentukan oleh " tingkat ketaqwaan-nya "...

Ketiga, Hajar Aswad memiliki makna : Egalitarian and Smart Leadership (simbol egalitarian dan kepemimpinan yang cerdas)

Ketika dulu, pada saat masyarakat / kabilah-kabilah sekitar Ka'bah melakukan renovasi kembali terhadap bangunan Ka'bah, di antara mereka telah terjadi perselisihan yang berpotensi bisa menimbulkan pertumpahan darah. Perselisihan tersebut disebabkan karena masing-masing kabilah merasa yang paling berhak untuk memasang kembali " batu terakhir " ke dalam bangunan Ka'bah, yaitu Hajar Aswad.

Perselisihan tersebut akhirnya berakhir ketika kabilah-kabilah tersebut bersepakat meminta " advice " dari seorang pemuda yang bernama Muhammad (baca : Nabi Muhammad SAW).
Mereka menunjuk Muhammad sebagai " Problem Solver ", karena beliau dikenal di kalangan masyarakat, memiliki akhlak yang baik dan terpuji, yaitu " amanah ", " fathonah ", " tabligh " dan " shidiq ".

Beliau memiliki sifat " amanah ", yaitu sangat dapat " dipercaya " karena beliau selalu mampu memegang/melaksanakan amanah yang dibebankan kepada-nya, sehingga beliau dijuluki oleh masyarakat-nya sebagai " Al-Amin ".

Beliau juga merupakan seorang yang " fathonah ", karena beliau terkenal " sangat cerdas " dalam memecahkan berbagai masalah atau " sangat piawai " dalam memberikan " jalan keluar " setiap permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat-nya.

Beliau pun merupakan seorang yang sangat " tabligh ", karena dalam setiap musyawarah untuk memecahkan suatu masalah, beliau merupakan " man of character and respectability " yang memiliki sifat " terbuka " dan " respectful " terhadap masukan dan kritik yang membangun dari orang lain, sehingga dalam setiap pengambilan keputusan senantiasa didukung penuh oleh seluruh masyarakat.

Kemudian, beliau juga dikenal di dalam lingkungan masyarakat-nya sebagai orang yang senantiasa berpikir, berbicara dan bertindak " benar ", sehingga beliau juga disebut sebagai orang yang " shidiq ".

Untuk memecahkan masalah tersebut, akhirnya Nabi Muhammad menggelar sorban milik-nya di tanah, dan tiap-tiap pemimpin kabilah memegang ujung sorban tersebut, lalu Hajar Aswad diletakkan di atas sorban, kemudian secara bersama-sama para pemimpin kabilah mengangkat Hajar Aswad dari ujung-ujung sorban, sementara Nabi Muhammad memegang bagian tengah sorban, dimana Hajar Aswad telah diletakkan di atasnya... lantas memasangkan / meletakkan Hajar Aswad ke dalam konstruksi bangunan Ka'bah, sebagai batu terakhir yang dipasang secara bersama-sama.

Demikian-lah, Hajar Aswad sesungguhnya juga memiliki makna simbolik tentang dikedepankan-nya semangat " egalitarian " dan disingkirkan-nya sifat " egoisme " atau " ego-centris " dalam diri seorang muslim. Dijunjung tingginya " semangat egalitarian " tersebut tentu tidak terlepas dari " smart leadership " yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.

Keempat, Hajar Aswad memiliki makna : The Last Prophet (simbol khatamman nabiyyin --> nabi terakhir)

Hajar Aswad merupakan " batu terakhir ", yang dipasangkan pada konstruksi bangunan Ka'bah, baik pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mau pun pada saat dilakukan renovasi oleh masyarakat sekitar pada zaman Nabi Muhammad.

Hal ini, sesungguhnya juga memiliki makna simbolik bahwa " batu terakhir " tersebut ialah " Nabi Muhammad SAW ", yang merupakan " khataman nabiyyin " atau " nabi penutup " yang " berfungsi " untuk menyempurnakan bangunan " AGAMA TAUKHID " (baca : Agama Islam, agama yang benar-benar “ meng-Esa-kan “ Allah), yaitu sebuah agama yang pernah di sampaikan juga oleh nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad SAW, kepada ummat manusia di dunia ini.

Demikian-lah beberapa makna simbolik dari Hajar Aswad, yang tentu " harus " senantiasa " terpelihara " dan " terhayati " oleh seluruh ummat Islam, agar tidak mengalami " dis-orientasi " terhadap sejarah dan ajaran agama-nya (baca : agama Islam)

Keberadaan " Hajar Aswad " di dalam bangunan Ka'bah yang senantiasa " dipertahankan " oleh ummat Islam, bukan-lah untuk di-berhala-kan atau disembah-sembah...., melainkan " semata-mata " hanya dijadikan sebagai sebuah " monumen spiritual " yang berfungsi untuk senantiasa " mengingatkan " ummat Islam tentang pentingnya " makna-makna simbolik " yang terkandung di dalam-nya.

Kalau kemudian, ternyata banyak ummat Islam, yang ketika melaksanakan ibadah umrah atau haji sangat antusias untuk mencium Hajar Aswad, bagi saya... adalah sesuatu yang wajar-wajar saja.

Karena hal itu sesungguhnya merupakan " manifestasi kerinduan " ummat Islam yang " mendalam " kepada insan-insan / makhluk mulia ciptaan Allah, yaitu Nabi Ibrahim, Ibunda Hajar, Nabi Ismail, Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW.

Sesungguhnya wajar juga, ketika ummat Islam melaksanakan ibadah umrah atau haji, lantas sangat antusias untuk juga " menyentuh " Hajar Aswad, karena memang... batu tersebut dahulu juga " pernah disentuh " oleh Malaikat Jibril, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad SAW.

Jadi " keinginan " ummat Islam untuk " menyentuh " Hajar Aswad yang juga " pernah disentuh " oleh insan-insan / makhluk mulia ciptaan Allah ... adalah hal yang " wajar " dan " biasa " saja.

Demikianlah tambahan penjelasan saya, berkaitan dengan makna “ sebuah batu “ dalam Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 34, sebagaimana yang telah disebutkan dalam postingan-postingan saya yang terdahulu.

Penjelasan tersebut tentu dimaksudkan untuk dapat lebih memperkuatpenemuan “ identitas makna “ sebuah batu “ yang telah berani “ berbenturan “ dengan “ sebuah patung “ yang amat besar, tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak, dan tampak mendahsyatkan.

Teman-teman Netters Kristen/Katholik dan Muslim yang baik,

Selanjutnya akan kita teruskan telaahan saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 35, yang merupakan ayat terakhir dalam “ inti mimpi “ raja Nebukadnezar.

Namun demikian, bukan berarti telaahan saya terhadap Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 30-35 lantas hanya akan berakhir sampai di sini, karena saya insya Allah akan tetap memberikan ulasan-ulasan atau kupasan-kupasan tambahan yang “ setidak-nya “ diharapkan dapat “ melengkapi “ telaahan saya tersebut, sampai dengan ulasan-ulasan atau kupasan-kupasan tambahan tersebut “ dirasa “ sudah cukup.

Kitab Daniel Pasal 2 : Ayat 35

“ Maka dengan sekaligus diremukkannya juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi “.

Kalimat : “Maka dengan sekaligus diremukkannya juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, ... “ (terjemahan LAI) / “ Then was the iron, the clay, the brass, the silver and the gold, broken to pieces together, ... “ (American KJV) / “ ‘edayin – parzel – chacaph – nchash – kcaph – dhab – dqaq (duwq) – chad, .. “ (Bhs. Aramaic)  baca : ed-ah’-yin – par-zel’ – khas-af’ – nekh-awsh’ – kes-af’ – deh-hab’ – dek-kak’ (dook) – khad, ...

Rangkaian kata : “ Maka dengan sekaligus diremukkannya juga ... “

Rangkaian kata tersebut di atas, memiliki makna bahwa langkah “ koreksi “ ajaran Islam yang dinyatakan dalam Al Qur’an secara “ terus terang “ dan “ sangat terbuka “ terhadap kekeliruan Doktrin Trinitas agama Nasrani itu, akhirnya akan mengakibatkan “ keruntuhan “ sosok agama Nasrani secara keseluruhan.




sumber : answering-ff.org ,artikel ini merupakan ringkasan dari postingan sdr jethro jericho yang diberi judul :

Kitab Daniel 2:30-35 - Doktrin Trinitas akan REMUK

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Hi !.
You may , perhaps very interested to know how one can reach 2000 per day of income .
There is no initial capital needed You may begin to receive yields with as small sum of money as 20-100 dollars.

AimTrust is what you thought of all the time
The firm incorporates an offshore structure with advanced asset management technologies in production and delivery of pipes for oil and gas.

It is based in Panama with offices around the world.
Do you want to become really rich in short time?
That`s your chance That`s what you desire!

I feel good, I started to take up income with the help of this company,
and I invite you to do the same. If it gets down to select a correct partner who uses your savings in a right way - that`s AimTrust!.
I take now up to 2G every day, and my first investment was 500 dollars only!
It`s easy to start , just click this link http://yfonyfibe.1accesshost.com/ejyjot.html
and go! Let`s take our chance together to get rid of nastiness of the life

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box