Jumat, 08 Mei 2009

Isa AS: Masih Hidup Atau Telah Wafat ?

Isa AS: Masih Hidup Atau Telah Wafat
Author : Nadeem Quraishi
Translated from the English version by Wawasan Islam.
Saran, kekeliruan, dan perbaikan terjemahan mohon email Wawasan Islam.

Pengarang artikel ini BUKANLAH dari sekte Qadian
Artikel ini BUKANLAH propaganda sekte Qadian


Kepercayaan yang diterima kebanyakan Muslim adalah bahwa Isa AS masih hidup di Surga. Menurut mereka, orang-orang Yahudi ingin membunuh Isa AS dengan menyalibkannya, tetapi Allah menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke Surga.

Apabila anda adalah salah satu dari Muslim yang percaya akan pemikiran di atas, anda perlu membaca keseluruhan artikel ini.

Boleh saya bertanya pada anda: 'Apakah anda memiliki bukti dari Qur'an yang mendukung pemikiran anda bahwa Isa AS masih hidup dan beliau diangkat oleh Allah dalam keadaan hidup?' Kemungkinan besar, anda tidak memiliki bukti. Anda hanya bergantung pada pendapat yang dipercaya oleh kebanyakan Muslim. Beberapa orang mencoba membawa bukti argumen tersebut, dan hal itu yang membuat diskusi di sini jadi menarik

Saya mencoba menunjukkan kepada anda bukti-bukti dalam Qur'an yang membuktikan bahwa Isa AS tidaklah hidup saat ini, beliau telah wafat dan beliau tidak diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Namun, hal ini terdengar seperti propaganda sekte Qadiani. Meski demikian, artikel ini bukanlah propaganda sekte Qadian, dan penulis artikel ini bukanlah seorang dari sekte Qadian. Memang benar bahwa wafatnya Isa AS secara wajar dan bukannya beliau diangkat Allah ke Surga, pada awalnya lahir dari pemikiran sekte Qadian. Karena berawal dari pemikiran sekte Qadian, kelihatannya jika anda percaya pemikiran tersebut, anda jadi percaya dengan seluruh pemikiran sekte Qadian. Dan karena anda tidak mau disangka dari sekte Qadian, anda memutuskan untuk menolak seluruh pemikiran sekte tersebut, termasuk mengenai wafatnya Isa.

Karena isi artikel inis angat luas, saya anjurkan untuk menyimpan file ini dalam disk atau mencetaknya. Hasil cetakan akan lebih mudah dibaca dalam menganalisa masalah ini.

Saya akan menunjukkan, bagaimana seorang Muslim tradisional seperti saya dan anda percaya akan wafatnya Isa, tetapi tanpa menjadi pengikut sekte Qadian. Saya anjurkan para pembaca untuk membuka pikirannya dan membaca keseluruhan artikel ini.

Untuk memudahkan pemaparan saya, sebelum memulai artikel ini saya ingin mengumumkan sesuatu:

  • Bahwa saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah Rasul-Nya
  • Bahwa saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Nabi terakhir. Tiada Nabi yang datang setelah beliau. Titik.
Untuk mencapai kesimpulan, saya menggunakan beberapa aturan untuk diikuti. Mari kita lihat apakah anda dapat mengikuti peraturan tersebut seperti saya
  • Saya percaya pada Qur'an Total - keseluruhan pesannya dan ajarannya.
  • Saya percaya tidak ada ayat dalam Qur'an yang saling bertentangan, dan tidak ada perubahan ayat-ayatnya. Pengertian saya terhadap Qur'an tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan pesan dan ajarannya.
  • Saya tidak akan memutarbalikkan makna ayat-ayat untuk mencapai kesimpulan. Apabia mungkin, saya akan menganalisa dan mengkritik dari kedua sisi, dan menunjukkan berbagai kemungkinan masalah tersebut.
Kita, sebagai orang Muslim, percaya akan banyak hal yang kebetulan juga disebutkan dalam Alkitab. Kita mengetahui nabi-nabi seperti Adam, Isa, Nuh, Yusuf, Musa, dan nabi lainnya, yang juga tercantum di Alkitab. Kita mempercayai nabi tersebut, karena kita menemukan rujukannya dalam Qur'an. Mempercayai nabi yang kebetulan sama dengan orang Kristen, tidak membuat kita otomatis menjadi orang Kristen. Kita juga menemukan tentang penciptaan Adam dalam Alkitab. Tetapi kita mempercayai penciptaan Adam, karena Qur'an menuliskannya, dan riwayat penciptaan Qur'an kebetulan mirip dengan Alkitab. Mempercayai penciptaan Adam tidak membuat kita menjadi orang Kristen. Dan, kelihatannya hanya penganut sekte Qadian yang percaya wafatnya Isa AS. Tetapi apabila kita menemukan bukti wafatnya beliau dalam Qur'an, kita sepatutnya percaya. Karena itu, mempercayai wafatnya Isa AS tidak akan membuat kita menganut sekte Qadian, seperti halnya mempercayai penciptaan Adam tidak membuat kita menganut agama Kristen.

Argumen lainnya oleh umat Muslim untuk tidak mempercayai wafatnya Isa AS, adalah bahwa kebanyakan umat Muslim seluruh dunia percaya Isa AS masih hidup di Surga. Mungkinkan mereka salah? Hanya karena sebuah pendapat banyak diterima orang, tidak berarti pendapat itu benar.


Wafatnya Isa AS Secara Wajar

Kebanyakan orang Muslim dari seluruh dunia menganut kepercayaan yang sama dengan orang Kristen bahwa Isa AS masih hidup di Surga. Seluruh dasar agama Kristen berdasar kepada konsep ini, dan kebanyakan Muslim juga mendukung sudut pandang ini. Entah bagaimana, sejak lama konsep Kristen telah meng-infiltrasi konsep Islam, dan kini tampaknya konsep tersebut adalah murni konsep Islam

Orang Muslim biasanya menggunakan dua bagian dalam Qur'an untuk mendukung sudut pandang mereka, yaitu ayat Qur'an 3:55 dan 4:157-158. Kami akan membeberkan terjemahan yang tepat untuk ayat tersebut, kata-perkata, agar anda dapat mengerti intinya. Sayangnya, banyak orang Muslim malah menyalahkan terjemahan yang benar, dan malah menilai terjemahan yang salah sebagai 'otentik'. Kami akan menunjukkan beberapa contoh terjemahan yang benar dan salah sehingga anda dapat melihat gambaran masalah ini.

Analisis ayat 3:55 Surat Ali Imran

Dalam ayat 3:55 Allah berfirman:

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.

Kalimat kuncinya di sini adalah "Ya Isa, inni mutawaffika wa rafi’uka ilaiya" yang berarti "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku "

Interpretasi Kata "wafat"

Kata kuncinya adlaah "wafat". Makna yang paling tepat untuk "wafat" adalah kematian, atau pengambilan ruh. Apabila ruh diambil dari seseorang, itulah kematian. Ironisnya, para ulama yang menerjemahkan Qur'an setuju bahwa "wafat" berarti kematian. Setiap ulama menerjemahkan "wafat" sebagai kematian muncul 20 kali dalam terjemahan mereka. Namun, khusus ayat ini, mereka menginterpretasikan ayat ini dengan bermakna "pengambilan" dan akhirnya menyinggung makna "kenaikan / pengangkatan secara fisik". Para penerjemah tidak ragu untuk memutarbalikkan makna aktual Qur'an untuk mendukung kepercayaan Kristen dengan didukung hadith lemah seperti yang diriwayatkan Wahab bin Munnabba, Kab Akbar, dan Abu Hurairah.

Quran adalah Firman Allah, sedangkan hadith adalah perkataan manusia. Hadith bukan Firman Allah. Seseorang dapat salah, namun Allah tidak mugnkin salah. Karenanya kita sering merujuk pada hadith yang Sahih, yaitu hadith yang benar, karena hadith yang lain belum tentu benar. Kita tidak mengatakan hal yang sama tentang Qur'an, bahwa beberapa ayatnya Sahih dah beberapa Dhaif. Fakta ini mengindikasikan bahwa beberapa hadith tidak benar. Hadith adalah perkataan Nabi Muhammad SAW, tetapi pada zaman Nabi sendiri tidak ada penulisan Hadith. Beberapa generasi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, hadith baru dikumpulkan oleh para ulama dan sahabat. Dalam proses ini ratusan hadith ditolak karena berupa hadith palsu. Pada akhirnya, saat para ulama dan sahabat setuju bahwa suatu hadith adalah Sahih, baru dikumpulkan menjadi buku.

Karena itu, kita menganggap beberapa hadith sebagai benar, dan beberapa lagi lemah. Beberapa Muslim bahkan berkata untuk setiap satu Hadith yang benar, ada ribuan hadith palsu. Artinya, ada hadith yang tidak benar. Dasarnya, tetap bahwa Hadith adalah kumpulan perkataan seseorang yang diriwayatkan oleh orang-orang. Jangan salah mengerti, saya tidak mengatakan kalau saya menolak semua Hadith.

Sikap saya adalah menganggap posisi Qur'an di atas Hadith. Apabila suatu hadith bertentangan dengan ayat Qur'an, maka Qur'an lah yang harus diterima, bukan Hadith. Tetapi, seluruh Muslim (termasuk anda) berargumen bahwa suatu Hadith haruslah benar karena para ulama sepakat hadith tersebut Sahih / benar. Dan karena status hadith tersebut yang Sahih, jika Qur'an menjadi salah atau satu ayat Qur'an menjadi bermakna bertentangan dengan ayat lainnya, siapa peduli? Biarkan Firman Allah jadi membingungkan dan bertentangan, dan bergembiralah karena Hadith Sahih tersebut diterima Mutlak! Betapa memalukannya!

Dalam ayat 3:55, dua keadaan mengenai Isa AS ditetapkan:
Pertama, Allah akan menyebabkan wafatnya beliau
Kedua, Isa AS akan diangkat

Keadaan kedua tidak mungkin terjadi sebelum keadaan pertama terjadi. Dalam kata lain, sebelum Isa AS diangkat, beliau harus wafat dahulu. Mari kita lihat berbagai terjemahan bahasa Inggris ayat tersebut.

Terjemahan yang tepat : Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku..."

Yusuf Ali : "O Jesus! I will take thee and raise thee to Myself…"
Yang artinya : "O Isa! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat kamu kepada-Ku..."

Pickthall : "O Jesus! Lo! I am gathering thee and causing thee to ascend unto Me..."
Yang artinya : "O Isa! Lo! Aku membawamu dan menyebabkan kamu naik kepada-Ku..."

Rashad Khalifa : "O Jesus! I am terminating your life, raising you to Me….."
Yang artinya : "O Isa! Aku menghentikan hidupmu, dengan mengangkatmu kepada-Ku..."

Mohammad Sarwar : He told Jesus, "I will save you from your enemies, raise you to Myself..."
Yang artinya : Dia berkata pada Isa "Aku akan menyelamatkan kamu dari musuh-musuhmu, dengan mengangkatmu kepada-Ku..."

M. H. Shakir : "O Isa! I am going to terminate the period of your stay (on earth) and cause you to ascend unto Me..."
Yang artinya : "O Isa! Aku akan menghentikan waktu tinggalmu (di bumi) dan menyebabkan kamu naik kepada-Ku..."

Al-Hilali & M. Khan: "O 'Iesa (Jesus)! I will take you and raise you to Myself…."
Yang artinya : "O Isa (Yesus)! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat kamu kepada-Ku..."

Kritik: (****Paling Tepat, *** Agak Tepat. **Tidak Tepat, *Sangat Tidak Tepat)

Yusuf Ali: "take thee / mengambil kamu" bukanlah makna yang tepat untuk "wafat". "Take thee / mengambil kamu" bisa berarti kematian dengan makna literal, tetapi kelihatannya Yusuf Ali ingin menghindari polemik apakah Isa AS wafat atau dinaikkan secara fisik. Karenanya Yusuf Ali meninggalkan masalah ini dengan banyak pemaknaan. Dalam kasus lain, apabila kata "wafat" digunakan dalam Qur'an, Yusuf Ali menggunakan terjemahan "take soul / mengambil ruh", "die / meninggal", atau "death / kematian". Tetapi khusus ayat ini Yusuf Ali nampak bingung. Rating ***

Pickthall: "Lo!" adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada dalam Qur'an. "I am gathering / Aku membawamu" memiliki makna yang dekat untuk kata " wafat". Allah menggunakan kata kerja waktu yang akan datang, karenanya penggunaan kata kerja waktu sekarang "membawamu" sangat tidak benar. Dengan menggunakan kata "ascend / naik" Pickthall menyinggung kenaikan fisik dan bukannya pengangkatan kehormatan. Rating **

Rashad Khalifa: Penggunaan kata kerja waktu sekarang "menghentikan" dan "mengangkatmu" adalah salah. Rating **

Mohammad Sarwar : Sarwar menghilangkan kata "O Isa" dalam terjemahannya. Di sini Allah memanggil Isa AS dengan namanya. Terjemahan "Dia berkata pada Isa" tidaklah tepat. "Menyelamatkan kamu dari musuh-musuhmu" adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada dalam Qur'an. Sarwar menghilangkan terjemahan kata "warafiuka" dalam terjemahannya, malahan dia memasukkan pemikirannya ke dalam terjemahan ini. Rating *

M.H. Sakir: "menghentikan waktu tinggalmu (di bumi)" adalah bertele-tele. Kalimat tersebut bisa berarti kematian, tetapi Sakir menambahkan 'di bumi' di dalam kurung, maka maksud terjemahan tersebut menjadi nyata. Sakir tidak memaknakan kematian, tetapi Sakir dengan jelas memaknakan kedudukan Isa AS di bumi telah berakhir, dan karenanya Isa AS melewatkan sisa hidupnya di luar bumi. Dalam terjemahan lain Sakir menguatkan pemikiran ini. Rating **

Al-Hilai & M. Khan: Terjemahan mereka identik dengan terjemahan Yusuf Ali. "take you / mengambil kamu" bukanlah makna yang tepat untuk "wafat". "Take you / mengambil kamu" bisa berarti kematian dalam makna literal, tetapi kelihatannya Hilali & Khan menghindari debat apakah yang dialami Isa kematian atau kenaikan fisik. Karenanya mereka menggantungkan masalah ini. Di tempat lain ketika kata "wafat" digunakan dalam Qur'an mereka menerjemahkannya sebagai "meninggal" atau "kematian". Rating ***
Dari analisis ini kita dapat melihat bagaimana para penerjemah ini telah mengganti Firman Allah menurut keinginan mereka sendiri. Beberapa penerjemah salah menggunakan kata kerja (Pickthall, Khalifa). Beberapa penerjemah mengabaikan kata-kata kunci dan menambahkan kata-kata karangan sendiri pada ayat-ayat Allah (Pickthall, Sarwar) dan ini bisa digolongkan tindakan korupsi! Dan penggunaan sinonim dilakukan oleh Yusuf Ali, Sakir, dan Al-Hilali & M. Khan.

Terjemahan paling tepat untuk kata "wafat" adalah kematian. Kapanpun di dalam Qur'an digunakan kata "wafat", setiap penerjemah ini menggunakan makna kematian, KECUALI untuk ayat 3:55, di mana mereka mengecualikan kata "wafat" sebagai bukan kematian!! Apa masalahnya di sini? Mengapa mereka berhenti menerjemahkan Firman Allah dalam konteksnya yang benar? Apakah motif tindakan mereka untuk mengambbarkan "wafat" bukan sebagai kematian melainkan sebagai "pengambilan" dan bermakna kenaikan secara fisik? Mengapa mereka takut menerjemahkan kata tersebut secara benar? Mengapa mereka mempertentangkan makna "wafat"? Apakah mereka agen-agen Krsiten yang menyebarkan kepercayaan Kristen dan bukannya Firman Allah?

Di sini ada beberapa ayat Qur'an di mana Allah menggunakan kata "wafat". Ayat tersebut adalah : 2:234, 2:240, 3:193, 4:15, 4:97, 6:61, 7:37, 7:126, 8:50, 10:46, 10:104, 12:101, 13:40, 16:28, 16:32, 16:70, 39:42, 40:67, 40:77, 47:27 dsb. Setiap kali, semua penerjemah di atas menerjemahkan kata "wafat" sebaga kematian, atau kata lain yang memiliki makna dekat dengan kematian. Tetapi tidak satupun di antara penerjemah di atas menggunakan kata "wafat" untuk kondisi hidup. Mari kita memeriksa beberapa ayat dan melihat bagaimana penerjemah mengambil makna "wafat" untuk contoh.

Ayat 3:193
Yusuf Ali: "…and take to Thyself our souls in the company of the righteous"
Pickthall: "…and make us die the death of the righteous."
Khalifa: "…..let us die as righteous believers"
Sarwar: "…let us die with the righteous ones."
Sakir: "….and make us die with the righteous"
Hilali & Khan: "……and make us die in the state of righteousness…."

Ayat 4:15
Yusuf Ali: "…until death to claim them…."
Pickthall: "….until death take them….."
Khalifa: "…..until they die,….."
Sarwar: "…until they die…"
Sakir: "….until death takes them away…"
Hilali & Khan: "……until death comes to them…"

Ayat 7:126
Yusuf Ali: "…and take our soul unto thee as Muslims!"
Pickthall: "…and make us die as men who have surrendered."
Khalifa: "….and let us die as submitters."
Sarwar:"…let us die Muslims (submitted to God)."
Sakir: "…and cause us to die in submission."
Hilali & Khan:"….and cause us to die as Muslims."

Ayat 10:46
Yusuf Ali: "…or We take thy soul…"
Pickthall: "…cause thee to die,…"
Khalifa: "…or terminate your life…."
Sarwar: "…or you die…"
Sakir: "….or cause you to die…."
Hilali & Khan:"…. - or We cause you to die,- ….

Ayat 12:101
Yusuf Ali: "…take Thou my soul (at death) as one submitting…"
Pickthall: "… Make me to die muslim (unto Thee), …"
Khalifa: "…Let me die as submitter…"
Sarwar: "…cause me to die as a Muslim…"
Sakir: "…make me die a muslim…."
Hilali & Khan: "…cause me to die as a Muslim…"

Anda bisa melihat juga terjemahan ayat-ayat lainnya. Apabila anda melakukannya, anda bisa melihat kesalahan yang dilakukan para penerjemah itu. Mereka menyesatkan anda apabila terjemahannya salah. Dengan fakta tersebut, dapatkah kita simpulkan bahwa Isa AS harus wafat dahulu sebelum beliau dapat diangkat?

Beberapa Muslim mengatakan bahwa "wafat" di sini berarti kematian Isa AS setelah beliau turun dari Surga di masa depan. Syukurlah beberapa Muslim tersebut setuju dengan makna "wafat" sebagai kematian! Dan silakan lihat, ayat di sini jelas menggambarkan hubungan Isa dengan umat beliau, dan bukannya umat dari masa depan. Umat dari masa depan tentunya akan mengakui diri sebagai pengikut Muhammad SAW dan bukan pengikut Isa AS. [Juga lihat : Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS Akan Turun Kembali Ke Bumi?]

Catatan :
Umat Muslim saat ini tentunya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Namun kepercayaan ini akan bertentangan, apabila Umat Muslim percaya Isa AS akan turun kembali ke bumi, karena apabila demikian, Nabi terakhir akan menjadi Isa AS dan bukannya Muhammad SAW. Meski Umat Islam percaya bahwa di masa depan Nabi Isa AS turun ke bumi dan mengakui serta menjalankan ajaran Islam, namun tetap saja kepercayaan tersebut bertentangan dengan kepercayaan bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir.

Interpretasi Kata "rafa" - menaikkan / mengangkat

Dalam ayat 3:55 dua kata kunci yang digunakan yaitu "wafat" dan "rafa" dapat menggiring anda kepada buah simalakama. Tambahan lagi, anda berada dalam pengaruh doktrin Kristen secara terus menerus. Hasilnya, anda mempercayai bahwa Isa AS tidak meninggal, tetapi diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Dengan mempercayai hal tersebut, anda sebenarnya mempercayai doktrin Krsiten dan gagal melihat ajaran murni Qur'an. Tidak hanya itu, anda pun menginterpretasikan Qur'an sehingga terkesan saling bertentangan!

Makna kata "rafa" adalah "menaikkan" atau "mengangkat". Untuk sejalan dengan kepercayaan Kristen, anda menolak melihat makna kematian terhadap kata "wafat", dan kemudian malahan menginterpretasikan kata "rafa" sebagai kenaikan fisik. Saat kedua interpretasi yang tidak tepat tersebut digabungkan, anda berkesimpulan bahwa Isa AS dinaikkan ke Surga.

Mari kita menganalisa penggunaan kata "rafa" dalam Qur'an. Kata "rafa" muncul beberapa kali dalam Qu'ran dengan mengandung makna kehormatan spiritual dan pengangkatan. Mari kita lihat apa yang Allah firmankan dalam ayat di atas. Allah berkata bahwa Isa AS akan diangkat kepada-Nya, dan bukan ke dalam Surga. Jadi, pertanyaan apakah Isa AS hidup di surga tidak dapat diajukan, karena Isa AS tidak dinaikkan ke Surga. Dalam konteks literal, meski kita berpikir bahwa Isa AS diangkat badannya ke dekat Allah, kemudian muncullah pertanyaan, di manakah Allah? Apakah Allah berdiam di langit, di Surga, atau di Singgasana seperti raja? Tetapi, bukankah Allah berkata bahwa Isa omnipresent - dengan kata lain Allah ada di mana-mana? Apakah anda akan berkata, bahwa Allah terbatas dalam suatu bentukan fisik saat Ia mengangkat Isa AS? Silakan anda jawab, bagaimana mungkin Isa AS naik ke langit atau Surga, ketika Allah berkata bahwa Isa AS akan diangkat kepada-Nya. Dan kemanapun engkau menghadap, di situlah Allah (2:115), Allah lebih dekat kepada seseorang daripada urat lehernya (50:16)

Maka kita bisa menyimpulkan maknayang tepat untuk kata "rafa" - yaitu mengangkat kehormatan atau harkat spiritual. Ayat ini mengatakan pada kita, bahwa ketika orang Yahudi berencana untuk membunuh Isa AS, (Isa AS tidak akan dibunuh mereka, tetapi - ) Allah akan menyebabkan Isa wafat secara wajar dan membersihkannya dari tuduhan musuh-musuhnya. Sekali lagi, mohon anda lihat kalimat: "Ya Isa, inni mutawaffika wa rafi’uka ilaiya…" di mana "rafa" hanya akan terjadi setelah terjadi "wafat". "Rafa" setelah kematian tidak mungkin berarti pengangkatan fisik Isa AS, tetapi pengangkatan harkat Isa AS. Ha lini tampak jelaas ketika ayat itu dilanjutkan "(Allah akan) membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir". Hal ini berarti bahwa orang Yahudi merencanakan sebuah perbuatan tercela terhadap Isa AS, dan mempermalukan Isa AS, dan menuduhnya, dan merencanakan untuk membunuh Isa AS dengan cara yang paling memalukan yaitu penyaliban. Tetapi Allah akan menyelamatkan Isa AS dan mengangkat kehormatannya.

Apabila kata "rafa" dimaknakan pengangkatan Isa AS dalam keadaan hidup pada ayat 3:55, tentunya kata tersebut akan berarti sama dalam ayat lain dalam Qur'an. Tanyakan diri anda sendiri, apakah anda mengenal nabi lain yang juga diangkat hidup-hidup ke Surga? Tidak ada? Bagaimana dengan Nabi Idris AS? Tentang Idris AS, Allah berfirman dalam surat Maryam 19:57 : "wa rafa’naa hu…". Penggunaan kata "rafa", seperti pada 3:55:, seharusnya yang berarti bahwa Allah mengangkat Idris AS dalam keadaan hidup ke Surga atau langit. Dengan logika yang sama, penggunaan kata "rafa" untuk Isa AS akan menjaga beliau tetap hidup selama 2000 tahun, karena itu Idris juga tentunya masih hidup lebih dari 2000 tahun. Masalahnya, sekarang ada dua orang yang hidup di Surga, yaitu Isa AS dan Idris As. Banyak orang Muslim yang beranggapan dan berspekulasi bahwa Isa AS akan turun lagi ke bumi dari Surga di masa depan, tetapi bagaimana dengan Idris AS? Apakah Idris AS sudah turun kembali, atau apakah dia akan turun di masa depan, atau apakah dia akan tetap tinggal di Surga?

Kata "rafa" banyak digunakan dalam Qur'an yang bermakna pengangkatan harkat spiritual. Mari kita tinjau beberapa contoh.

Nabi-Nabi Besar seperti Muhammad SAW diangkat

43:32 ….and We have raised some of them above others in rank. (….wa rafa’ na…)
Yang artinya "... dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat"

94:4 And We have exalted for you your mention (….wa rafa’ na…)
Yang artinya "Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu"

Nabi Ibrahim AS diangkat oleh Allah

6:83 ….We exalt in degrees whom We please (…narfa’u darazaa…)
Yang artinya "... Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat ..."

Nabi Idris AS diangkat oleh Allah

19:57 And We raised him to an elevated state. (wa rafa’naa hu…)
Yang artinya "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi"

Umat yang lurus di jalan Allah diangkat derajatnya

6:166 …and He raises some of you above the others in degrees…. (…wa rafa’ aa
ba’dakum…)
Yang artinya "... dan Dia meninggikan sebahagian dari kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat ..."

7:176 And had We wished We would invariably exalted him; …. (…rafa’naa hu….)
Yang artinya "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya ..."

56:3 It will abase it will exalt (…rafi’aah…)
Yang artinya "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meningkatkan (golongan yang lain)"

Seluruh amal yang baik akan diangkat kepada Allah

35:10 …all pure speech and all good deed, --He exalts it…. (…yarfa’uhu. …)
Yang artinya "... perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikan-Nya ..."

Dari paparan di atas, kita bisa melihat tidak penggunaan kata "rafa" yang bermakna kenaikan fisik. Namun dalam ayat 3:55, anda akan menginterpretasikannya sebagai kenaikan fisik untuk sejalan dengan ajaran Kristen. Sedangkan, apabila kita secara jujur menerjemahkan kata "wafat" sebagai kematian, maka "rafa" setelah kematian tidak mungkin berarti kenaikan fisik, melainkan pengangkatan kehormatan.

Kecenderungan yang banyak dilakukan Muslim adalah menghancurkan ajaran Qur'an untuk menjadi sejalan dengan dogma Kristen. Percaya atau tidak, banyak orang Muslim mencoba memahami Qur'an seperti orang munafik, yaitu percaya sebagian Qur'an tetapi menolak sebagian yang lain. Orang Muslim tidak mau mempercayai Qur'an yang total. Ketika hal tersebut ditunjukkan pada anda, maka anda akan menjawab secara defensif :

  • Semua Muslim percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, maka saya juga percaya hal itu (saya tidak peduli dengan apa yang ditulis Qur'an)
  • Jika saya percaya Isa AS tidak dinaikkan dalam keadaan hidup, maka saya menjadi pengikut sekte Qadian. Sedangkan saya tidak ingin menjadi pengikut sekte itu.
  • Moyang saya percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, salahkan mereka? Saya lebih baik ikut ajaran moyang saya (daripada mengikuti ajaran Qur'an)
Saya sendiri menghadapi dilema ketika mendekati kebenaran. Akhirnya saya dapat melihat bahwa ayat Qur'an memang tidak saling bertentangan. Saya dapat keluar dari pengaruh ajaran Kristen yang telah tercampur dengan Islam, dan akhirnya saya temukan makna yang benar. Saat ini saya tidak peduli apa yang dikatakan oleh sekte Qadian. Saya adalah Muslim, agama saya Islam, dan saya percaya Firman Allah dan apa yang dikatakan Rasul-Nya.

My aim is not to blame you for believing in certain way. My aim is to show you that you have been kept in darkness, away from the truth. Unlike others, I am not jumping into conclusions by force, rather I am trying to show you the true picture, and leaving the decision to yourself. With this let us revisit two verses from Surah Al-e Imran, 3:53-54.
Tujuan saya bukan untuk menyalahkan kepercayaan dan pemikiran anda. Tujuan saya adalah menunjukkan kepada anda, bahwa kebenaran telah lama ditutup-tutupi. Tidak seperti yang lain, saya tidak membuat kesimpulan ini dengan memaksa, melainkan, saya mencoba menunjukkan anda gambaran yang nyata, dan membiarkan anda memutuskan sendiri. Karena itu, mari kita tinjau kembali dua ayat dari Surat Ali Imran 3:54-55

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allahs ebaik-baiknya pembalas tipu daya.(3:54)
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya" (3:55)

Dalam setiap kisah Nabi-Nabi, Allah membuat rencana-rencana melawan rencana tipu daya orang yang mengingkari Nabi itu. Ini dilakukan Allah untuk melindungi Rasul-Nya dari serangan musuh mereka saat itu. Allah melindungi Musa AS, Ibrahim AS, Yusuf AS, Luth AS, dan Muhammad AS, contohnya. Dan pada kasus Isa AS, menyingkirkan beliau dari musuhnya dan mengangkat beliau hidup-hidup ke Surga bukanlah rencana Allah yang baik dan tersirat (subtle). Rencana Allah, seperti pada kisah Nabi-Nabi lainnya berbentuk suatu rencana yang baik dan tersirat (subtle), [Catatan Penerjemah: Intervensi Allah pun sesuai tetap dengan hukum-hukumNya karena Dia Maha Konsisten, dan dalam hal ini Allah tidak melawan hukum alam, hukum ciptaan Allah sendiri]

Analisis ayat 4:158-158 Surat An-Nisa'

Ayat 4:157-158 Surat An-Nisa' adalah ayat lain yang seringkali digunakan untuk membuktikan bahwa Isa AS tidak wafat. Mari kita melihat, apakah makna tersebut valid ataukah makna tersebut hasil sebuah analisis yang cacat?

Dalam ayat 4:157-158 Allah berfirman:

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa. (4:157)
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (4:158)

…Wa ma qataluhu yaqinan (4:157)
Bal rafa’ahu-llahu ilaihi …..(4:158)

Orang Yahudi selalu mengklaim bahwa mereka telah membunuh Masih anak Maryam. Allah berkata pada Muhammad SAW bahwa meski mereka mengklaim telah membunuh Masih, pada kenyataannya mereka tidak dapat membunuhnya dengan menyalibkannya. Karena itu, dalam ayat yang sama, Allah berkata bahwa mereka tidak bisa yakin bahwa telah membunuh Isa As.

Dua tipe kematian dibahas di sini (a) pembunuhan secara umum (b) pembunuhan dengan jalan penyaliban. Orang Yahudi ingin menyebabkan salah satu dari 2 tipe kematian Isa AS. Allah meyakinkan kita semua, bahwa orang Yahudi gagal menyebabkan kedua jenis kematian tersebut. Tetapi kepercayaan Muslim tradisional adalah bahwa Isa AS tidaklah wafat atau dibunuh dengan penyaliban, karena itu ada kemungkinan beliau hidup di suatu tempat!!! Orang Muslim mengabaikan kemungkinan lain bahwa Isa AS bisa saja wafat secara wajar di waktu kemudian (apabila tidak wafat oleh orang Yahudi), bukan karena orang Yahudi membunuh atau menyalibkannya, tetapi karena dipanggil Allah.

Penyaliban atau Pembunuhan dengan cara Penyaliban?

Argumen anda di sini adalah bahwa ayat tersebut dengan jelas mengatakan "... mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya ...". Saya telah memeriksa terjemahan bahasa Inggris kata "swalabu" oleh Yusuf Ali, Pickthall, Hilali & Khan, Rodwell, Sarwar, Khalifa dan Shakir. Semuanya menerjemahkan kata tersebut sebagai "crucify / penyaliban" dan bukannya "kill by crucifixion / pembunuhan dengan cara penyaliban". Saya tidak berkata bahwa mereka salah. Untuk mengerti kata "penyaliban" anda harus menganalisisnya secara lebih mendalam.

Maksud diletakkannya seseorang di kayu salib adalah untuk membunuhnya, karena dia itu seorang yang bersalah atau jahat. Dalam beberapa kasus, jika seseorang tidak mati disalib, orang Yahudi akan mematahkan kaki dan tangannya, dan membiarkannya hingga mati. Orang Yahudi ingin meyakinkan diri, bahwa apabila seseorang terkutuk untuk disalibkan, maka orang itu harus mati. Orang Yahudi tidak akan meletakkan seseorang di kayu salib dan kemudian membiarkannya turun sendiri dan pergi. Maka, makna penyaliban di sini memiliki makna inheren terjadinya kematian oleh hal tersebut. Kamus Webster mendefinisikan "crucify / penyaliban" sebagai "to put to death by nailing or binding the hands and feet in a cross" yang berarti kematian akibat pemakuan atau pengikatan tangan dan kaki ke kayu salib". Dalam kasus Isa AS, apabila Ulama menerjemahkan kata "swalabu" sebagai "crucify / penyaliban" mereka tidaklah salah. Tetapi apabila kita menerjemahkan makna bahwa Isa AS TIDAK PERNAH diletakkan di kayu salib, maka kita mengabaikan keseluruhan pesan dari ayat tersebut. Apabila kita mengatakan lagi lebih lanjut bahwa Yudas-lah yang disalib atau orang lain, kita benar-benar telah menyimpang dari pesan yang disampaikan ayat tersebut.

Mari kita lihat secara berhati-hati ayat tersebut. Masalahnya adalah "pembunuhan / membunuh". Allah menjawab klaim orang Yahudi, bahwa mereka telah membunuh Isa AS. Jawaban Allah adalah (1) Isa AS tidak wafat melalui pembunuhan, (2) Isa AS tidak dibunuh dengan cara penyaliban. Kita bisa simpulkan bahwa karena itu orang Yahudi tidaklah berhasil membunuh Isa AS dengan jalan apapun, didukung kalimat terakhir ayat itu, "... mereka tidak pula yakin ..."

Sebuah Kisah Rekayasa

Meski setiap upaya dilakukan untuk membuktikan Isa AS selamat dari kematian dan diangkat hidup ke surga, namun dengan ayat 3:55 orang Muslim tidak bisa membuktikan dan menyimpulkan bahwa Isa AS diangkat dalam keadaan hidup. Maka mereka beralih melihat ayat 4:157-158 untuk melegitimasi klaim tersebut. Untuk lebih mendukung pemikiran itu, dikaranglah kisah pelengkap yang tidak ada dalam Qur'an. Mari kita analisa kisah tersebut.

Menurut kisah pelengkap tersebut, pada malam sebelum penyaliban, seseorang berubah menjadi persis mirip dengan Isa AS. Orang Yahudi malah menahan orang tersebut (Yudas?) karena disangka sebagai Isa AS, dan orang tersebutlah yang disalibkan. Kita tidak mau mendebatkan betapa absurdnya bahwa wajah orang tersebut diubah. Atau, kita bisa interpretasikan kisah tersebut dengan mengartikannya bahwa wajah orang itu tidak diubah Allah, tetapi bagi orang Yahudi tampaknya orang tersebut mirip Isa AS, karenanya mereka menangkap orang itu.

Sekarang kita tidak usah peduli dengan kisah tersebut, apakah benar atau salah. Dan kita juga tidak usah peduli apakah Isa AS disalib atau tidak. Tetapi, satu fakta tetap ada bahwa Isa AS tidak mungkin diangkat sebelum kematiannya, seperti di ayat 3:55. Jika Isa AS diangkat dalam keadaan hidup, maka ayat 4:157-158 dengan 3:55 saling bertentangan. Dan Ulama tidak ingin anda mengetahui hal ini.

Mari saya tunjukkan kasus pengubahan ayat yang ekstrim. Terjemahan 4:157 oleh Hilali & Khan diterbitkan oleh pemerintahan Saudi. Dan mereka tidak pernah menempatkan teks asli bahasa Arab di sisi terjemahan bahasa Inggris tersebut. Pembaca yang naif akan berpikiran bahwa terjemahan tersebut adalah terjemahan kata-perkata dari bahasa Arab, karena Hilai & Khan dan pemerintahan Saudi pasti benar. Tetapi sebaliknya, terjemahan itu justru tidak tepat dan terdapat pengubahan. Anda akan terkejut sejauh apa manipulasi ini. Mari kita lihat.

Hilali & Khan : "And because of their saying (in boast) "We killed Messiah Isa (Jesus) son of Maryam (Mary), the Messenger of Allah," -but they killed him not, nor crucified him, but the resemblance of Isa (Jesus) was put over another man (and they killed that man)… (4:157)

Yang artinya "Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang lain yang diserupakan dengan Isa bagi mereka." [Terjemahan bahasa Indonesia dari Hilali & Khan ini mirip dengan terjemahan bahasa ndonesia Depag]

Silakah lihat dengan seksama, terjemahan Hilali & Khan terhadap kalimat Arab "wa lakin subbiha lahum" menjadi "but the resemblance of Isa (Jesus) was put over another man" yang artinya "tetapi orang lain yang diserupakan dengan Isa". Dalam teks Arab aslinya, tidak ada kata "of Isa / dengan Isa" dan "another man / orang lain". Apakah Allah menurunkan kata tambahan tersebut secara rahasia, karena Allah lupa menurunkannya pada Muhammad SAW (naudzubillah!!!)? Ataukah penerjemah itu menganggap diri lebih tahu dari Allah? Perhatikan bahwa Yusuf Ali, Pickthall, Shakir, Rodwell, dan banyak lagi tidak mengubah makna hingga sejauh / seekstrim ini.

Hanya orang-orang yang tersesat, termasuk Hilai & Khan yang berkeras bahwa terjemahan ini baik. Apakah saya harus membukakan mata mereka supaya mereka melihat bahwa "of Isa / dengan Isa" dan "another man / orang lain" tidak ada dalam teks asli Arabnya? Mereka menjawab, bahwa teori ini berdasarkan Hadith atau Ijma para Ulama, atau semacamnya! Karenanya, kata tambahan ditulis dalam kurung. Lalu letakkan cerita tambahan jadi-jadian itu dalam catatan kaki, dan bukan dalam terjemahan Firman Allah. Kini kita tahu, terjemahan Hilali & Khan tidaklah tepat, sesat, dan jadi-jadian. Ini hanya salah satu contoh bahwa mereka menyesatkan orang Muslim, dan orang Muslim menelan kesesatan itu!

Mari kita mengabaikan kisah tambahan itu, dan berkonsentrasi untuk mengerti ayat tersebut dengan sudut pandang lain. Silakan perhatikan ayat 4:157 dengan seksama "wa lakin subbiha lahum" lebih tepat diterjemahkan sebagai "he was made to resemble to them" yang berarti "dia dibuat menyerupainya kepada mereka, atau "it was made to resemble to them" yang berarti "itu dibuat menyerupainya kepada mereka", atau "a likeness of that was made for them" yang berarti "kemiripan hal itu dibuat kepada mereka", atau "a similitude was made for them" yang berarti "kemiripan dibuat bagi mereka"- dan bukan "someone was made to resemble him" yang berarti "seseorang yang lain dibuat mirip dia". Dalam contoh-contoh terjemahan tersebut "it / -nya", "it / itu", "that / hal itu" memiliki arti yang merujuk pada kejadian dan bukannya seseorang. Karenanya seorang Yudas yang dibuat mirip Isa AS tidak mungkin terjadi. Dalam ayat tersebut, yang terjadi adalah Isa AS yang dibuat "menyerupai" bagi mereka, yaitu, "menyerupai" dalam konteks "menyerupai atau mirip dengan kematian". Jadi bukan orang lain dibuat "menyerupai" Isa AS dan Isa AS dibuat menyerupai orang lain. Isa AS diletakkan di kayu salib dan Allah membuat beliau menyerupai mati, dengan membuat beliau pingsan atau koma.

Orang Yahudi menganggap pingsan atau koma-nya Isa AS sebagai kematian "... Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu ...". Kata "berselisih paham" di sini mengacu pada orang yang menolak klarifikasi dari Allah bahwa "... mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya ...". Mungkin juga mereka saling berselisih paham mengenai pendapat mereka bahwa "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam". Timbullah pertanyaan, mengapa harus ada kebingungan apabila mereka benar-benar membunuh Isa dengan cara penyaliban? Karena seharusnya, sisa-sisa jenazah beliau masih ada di Yerusalem. Tetapi, berdasarkan penjelasan dari Allah, berdasarkan fakta bahwa Isa AS hidup hingga "he had gray hairs" (3:46 yang akan didiskusikan di bawah) [Catatan Penerjemah: "he had grey hairs" adalah terjemahan bahasa Inggris, sedangkan terjemahan bahasa Indonesianya lebih berhati-hati yaitu "ketika sudah dewasa" sesuai terjemahan Depag]. Berdasarkan berbagai kejadian setelah penyaliban, dan tidak adanya bukti jenazah dan makam beliau di Yerusalem, orang Yahudi tetap dalam keadaan ragu apakah mereka telah benar-benar membunuh Isa atau tidak. Kebingungan yang terjadi di antara orang Yahudi pada masa itu, adalah karena setelah penyaliban, mereka masih mendengar Isa AS berbicara, berjalan, dan berkumpul dengan murid-muridnya (secara terbuka atau rahasia).

Apabila mereka telah membunuh Yudas karena mirip Isa AS, maka seharusnya sisa jenazah atau makamnya ada di Yerusalem. Makam ini seharusnya dikenal sebagai makamnya Isa AS. Tetapi pada kenyataannya, tidak ada makam di Yerusalem yang diidentifikasi atau dapat diidentifikasi sebagai makam Isa AS (ataupun Yudas)

Kesimpulannya: Kebingungan muncul karena Allah berfirman "...mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya ...". Yang penting untuk dimengerti, makna "menyalibnya" adalah "membunuh Isa AS dengan cara penyaliban". Orang Yahudi meletakkan seseorang di kayu salib adalah untuk membunuh mereka sesuai adat mereka. Mereka tidak akan meletakkan seseorang di kayu salib dan lalu membiarkan orang tersebut selamat / bebas. Maka kata "menyalibnya" dalam ayat ini tentunya memiliki makna / maksud "membunuh Isa AS dengan cara penyaliban". Tujuan orang Yahudi adalah "membunuh dengan cara penyaliban", dan dengan tujuan ini mereka meletakkan Isa di kayu salib. Meski demikian, mereka tetap gagal membunuhnya.


Apa Yang Terjadi Dengan Isa AS Setelah Kejadian Penyaliban?

Bukti dari Alkitab dan sejarah lainnya, mengatakan bahwa Isa AS disidang untuk disalib ketika berumur 32 tahun. Untuk diskusi ini, jika Allah tidak mengangkat beliau dalam keadaan hidup, dan beliau tidak wafat di salib, apa yang terjadi dengan beliau? Apakah ada bukti dalam Qur'an? Percayalah, ada.

Dalam Surat Ali Imran Allah berfirman

And he will speak to the people in the cradle and then of gray-haired age and (he will be) one of the righteous. (3:46)
Yang artinya "dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika rambutnya kelabu, dan dia termasuk di antara orang-orang yang lurus"
[Catatan Penerjemah : Terjemahan Depag menghindari polemik Isa AS dengan menggunakan kata yang dapat diinterpretasikan secara terbuka yaitu "dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa... "

...We sheltered them in a plateau having meadows and springs.(23:50)
Yang artinya "... Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang rumput dan sumber air bersih yang mengalir"

Berbagai penafsir dan penerjemah Qur'an setuju dengan penggunaan kata "rambutnya kelabu / umur yang tua". Namun mereka beralasan bahwa umur tua Isa AS ini terjadi setelah beliau turun dari langit. Tetapi kita sudah lihat sebelumnya, bahwa Isa AS tidak dinaikkan hidup-hidup ke Surga, dan beliau sudah wafat (secara wajar, tidak dibunuh Yahudi). Rambut kelabu Isa AS haruslah terjadi ketika beliau masih hidup sekitar 2000 tahun yang lampau. Kemudian, Allah juga mengatakan bahwa Isa AS dilindungi di suatu tempat yang banyak padang rumput dans uber airnya. Karena ayat-ayat Qu'ran tidak saling bertentangan, maka ayat-ayat ini mendukung ayat lainnya, dan kita bisa yakin bahwa Isa AS selamat dari upaya pembunuhan dan tetap hidup hingga umur tua.

[Catatan Penerjemah : Wawasan Islam juga berusaha Insya Allah memuat terjemahan dua buah buku yang menjelaskan kehidupan Isa AS pasca penyaliban, satu dikarang oleh Barbara Thiering seorang teolog Kristen, dan satu lagi dikarang oleh Nasir Ahmad, anak pendiri Mesjid Woking Inggris]


Apakah Isa AS Masih Hidup?

Semua umat Muslim tradisional secara tidak sadar mengikuti ajaran Kristen dengan percaya Isa AS hidup di Surga. Umat Muslim percaya bahwa Allah menaikkan Isa AS dalam keadaan hidup dan menempatkan beliau di sisi-Nya. Apabila benar, maka kini, tahun 1999, umur Isa AS akan mencapai 2000 tahun!!! Bagaimana mungkin seseorang hidup sedemikian lama? Seorang Muslim berkata, mengapa tidak, jika Allah berkehendak, Dia bisa melakukan apapun. Tidak ada keraguan, benar Allah Maha Kuasa, dan Dia memiliki kemampuan melakukan semuanya. Tetapi, pertanyaanya adalah, apakah Allah mau melakukannya? Apakah Allah akan mematahkan hukum alam? Apakah Allah mematahkan hukum yang diciptakan-Nya sendiri? Mari kita lihat di bawah ini:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (67:3)
Kemudian pandangkalh sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan penglihatanmu itu dalam keadaan payah (67:4)

Ada beberapa ayat lain di mana Allah berkata tidak ada perubahan dengan sunnah Allah, yaitu seimbangnya hukum alam.

... tidak akan kamu dapatkan perubahan bagi ketetapan Kami itu (17:77)

... Tidak ada perubahan pada fitrah Allah... (30:30)

...dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (33:62)

... Kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali0kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (35:43)

Sebagai suatu sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunatullah itu. (48:23)

Sunnah / hukum Allah yang mana yang berjalan sejak dahulu kala? Apakah hukum pergerakan bumi mengelilingi matahari, dan planet-planet, itu saja? Bagaimana pendapat anda tentang hukum kelahiran, dan kematian? Apakah anda setuju bahwa lahir dan mati adalah hukum Allah? Bahwa bunga berkembang, angin bertiup, siang dan malam terjadi, matahari terbit dan tenggelam - semua terjadi menuruti hukum Allah. Lalu Allah bersaksi, bahwa anda tidak akan menemukan perubahan hukum Allah. Apabila ada perubahan, tentu anda yakin bahwa Allah akan mengatakannya pada kita semua.

Jika Isa AS hidup di Surga, umur beliau saat ini akan lebih dari 2000 tahun. Bagaimana seseorang dapat hidup sedemikian lama melanggar hukum Allah? Apakah kita akan membuat Firman Allah saling bertentangan, dengan mengatakan Isa AS masih hidup, dan Allah mengubah hukum-Nya mengenai umur manusia? Hal ini menggiring kita pada pertanyaan selanjutnya, dapatkan seseorang hidup sedemikian lama? Mari kita lihat bagaimana pendapat Allah mengenai hal itu.

Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu ada yang dikembalikan ke pada umur yang paling lemah (pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesgala sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ()16:70

... dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikurn, supaya dia tidak lagi mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya tidak diketahuinya... (22:5)

Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). (36:68)

Ayat-ayat di atas mengatakan pada kita, bahwa siapapun yang umurnya terlalu panjang, Allah akan mengembalikannya pada keadaan lemah dan tidak mengetahui apa-apa. Ini seperti siklus hidup yaitu Lahir -> Bayi -> Anak -> Dewasa -> Tua. Pada umur yang sangat tua, seseorang kembali ke keadaan seperti bayi, keadaan tergantung pada bantuan untuk setiap kegiatan sehari-hari, mandi, makan, berjalan, ke WC, dsb. Allah mengembalikan seseorang kepada kejadiannya, dan membuat seseorang bayi kembali. Seperti bayi, pada saat tua dia tidak mengingat hal-hal dan pengetahuan atau apa yang terjadi di seputarnya.

Dalam konteks tersebut, jika Isa AS diizinkan untuk hidup sedemikian lama, kini dia akan sangat lemah, dan sangat pikun, sehingga kalaupun beliau turun kembali ke bumi, sudah tidak ada gunanya lagi bagi Islam. Pada umur 2000 tahun, tidak ada yang dapat beliau perbuat.

Jadi, anda bisa lihat. Ketika seorang Muslim menyangkal kematian Isa AS, maka Muslim tersebut mempertentangkan ayat Qur'an. Banyak Muslim tidak menyadari hal ini. Ketika hal ini ditunjukkan pada mereka, kagetlah mereka sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk melegitimasi kepercayaan mereka. Mereka sukses melakukannya, tetapi, setelah menambahkan cerita-cerita yang absurd, kemudian mengubah terjemahan Qur'an, kemudian mencoba memahami Qur'an seperti orang munafik - percaya sebagian Qur'an tetapi menolak sebagian yang lain. Kata-kata ditambahkan dalam terjemahan Qur'an sehingga mengesankan Allah berfirman betul-betul seperti terjemahan tersebut, dan mereka menolak menggunakan kata yang tepat. Qur'an tidak bsia mendukung cerita yang mereka rekayasa. Kisah rekayasa tersebut bertentangan dengan Qur'an. Sayangnya, orang Muslim tidak ingin percaya Qu'ran secara total.


Bukti Wafatnya Isa AS

Ada beberapa bukti yang meyakinkan dalam Qur'an mengenai kematian semua makhluk termasuk para Rasul dan Nabi. Kebanyakan Muslim tidak memperhatikannya karena banyak alasan, antara lain, takut terjebak polemik mengenai kematian Isa AS. Apabila seseorang tidak percaya suatu ayat dan ajaran, maka dia menolak sebagian Kitab Suci dan menerima sebagian yang cocok untuknya. Ini perbuatan munafik [Catatan Penerjemah : kadang memotong-motong ayat Kitab Suci sering dilakukan untuk menjustifikasi suatu ajaran, misalkan kalangan Kristen anti Islam, ataupun sebaliknya. Menurut penerjemah, lebih baik hal ini dihindari demi kerukunan antar agama]

Mari kita mulai dengan ayat dari surat Al Maidah di mana Allah berkata :

Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Dan ibunya seseorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan. (5:75)

Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.

(1) Isa AS hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Isa AS telah berlalu (wafat)

Berdasarkan hal ini, kita dapat menginterpretasikan bahwa karena seluruh Rasul sebelum Isa telah wafat, tentunya Isa AS juga akan wafat. Anda dan saya sepakat akan hal ini, tetapi pertanyaannya, kapan beliau wafat? Menurut saya, Isa AS wafat setelah melewatkan kehidupan normalnya, dan anda mengatakan beliau sekarang masih hidup dan akhirnya beliau akan wafat setelah turun kembali ke bumi, menghidupkan Islam, dst. Penting untuk kita mengerti kata "berlalu". Apabila anda berpikiran bahwa "berlalu" tidak berarti "kematian", maka seharusnya sekarang ada di antara Nabi yang disebut Qur'an masih hidup. Anda harus mengatakan Nabi yang mana, yang hidup sebelum Isa AS, yang tidak mati dan masih hidup saat ini. Karena kita tahu, bahwa semua Nabi sebelum Isa As sudah meninggal, maka tentunya "berlalu" bermakna meninggal.

Apabila ayat di atas kurang meyakinkan anda, mari kita lihat ayat lain dari surat Ali Imran. Dalam perang Uhud, nabi Muhammad SAW, memimpin pasukan Muslim, kemudian jatuh cedera. Kabar burung tersebar bahwa Muhammad SAW telah terbunuh. Orang-orang Muslim putus asa. Pada saat ini, untuk mempertahankan moral pasukan Muslim, sebuah ayat dibacakan:

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya Rasul-rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad?)... (3:144)

Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.

(1) Muhammad SAW hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (wafat)

Dalam ayat 5:75, kita tahu bahwa Rasul sebelum Isa AS telah wafat, tetapi hanya berdasarkan 5:75 saja kita tidak pasti mengenai wafatnya Isa. Lalu, berdasarkan ayat 3:144 saja, kita semakin tahu bahwa Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu. Kita menyimpulkan bahwa "berlalu" dalam ayat 5:75 berarti wafat. Dalam ayat ini, makna "berlalu" jelas Allah berikan arti (a) meninggal, (b) terbunuh. Jadi, "berlalu" dimaksudkan Allah sebagai kematian, pembunuhan, dan tidak lain dari keduanya. Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa penggunaan kata "berlalu" yang sama antara 3:144 dengan 5:75 artinya tidak lain adalah kematian. Jika Isa AS merupakan perkecualian, Allah akan menyatakan demikian. Karenanya tidak ada pengecualian khusus untuk Isa.

Kedua ayat ini begitu meyakinkan dan pasti, karenanya tidak boleh ada keraguan wafatnya Isa! Tetapi, umat Muslim enggan menerima Firman Allah ini! Ayat ini menyimpulkan bahwa Isa AS yang lahir 600 tahun sebelum Muhammad SAW, tentunya telah wafat.

Ingat, jika anda tidak percaya ayat tersebut, anda tidak percaya Qur'an secara total. Ketika 3:144 diwahyukan, apabila orang Muslim saat itu tahu bahwa Isa AS masih hidup, tentunya mereka akan mempertanyakannya pada Muhammad.

Setelah itu, saat Muhammad SAW wafat, sulit bagi umat Muslim menerima berita sedih tersebut. Umar RA berpikir bahwa berita itu adalah kabar burung hasil persekongkolan, maka Umar berkata bahwa beliau akan membunuh siapapun yang berkata Muhammad SAW telah wafat. Pada situasi kritis saat itu, Abu Bakar RA tiba, dan beliau masuk ke gubuk Muhammad SAW dan memastikan kebenarannya. Kemudian Abu Bakar RA keluar lagi dan membacakan ayat 3:144 dan kemudian menekankan, bahwa siapapun yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad sudah wafat. Dan siapapun yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah abadi.

Dari kejadian inid apat kita simpulkan bahwa para sahabat nabi dan khalifah saat itu tahu bahwa semua Rasul sebelum Muhammad telah wafat. Apabila para sahabat percaya Isa AS masih hidup, tentunya hal itu akan disebutkan saat itu juga.

Jika tidak cukup, mari kita telaah ayat lainnya. Dari 5:75 kita tahu "Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul..." Mari kita lihat apa yang Allah katakan mengenai Rasul secara umum.

Dalam Surat Al-Anbiya ayat 21:7-8 Allah berfirman

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakan olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (21:7)
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.(21:8)

Inti yang penting dari ayat-ayat di atas adalah:
(1) Semua Rasul itu Manusia
(2) Badan mereka bergantung pada makanan
(3) Mereka semua wafat

Qur'an mengatakan bahwa Nabi-nabi dan Rasul itu manusi, mereka bukan manusia super, atau dewa. Karena mereka manusia, apapun yang terjadi secara alami pada badan manusia juga terjadi pada mereka. Semua manusia memakan makanan untuk bertahan hidup, dan karena itu semua Rasul bergantung pada makanan untuk badan mereka.

Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelumnya, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. (25:20)

Apapun yang berlaku untuk manusia juga berlaku untuk para Rasul. Penyebutan hal-hal remeh seperti memakan makanan, atau berjalan di pasar, berarti bahwa tiada yang luar biasa dalam kehidupan mereka. Mereka juga manusia biasa. Ini juga berlaku untuk hidup dan mati mereka. Karena itu, saya harus menekankan lagi, bahwa jika anda tidak percaya kematian Isa AS, anda mempertentangkan ayat-ayat di atas. Tidak hanya itu, anda hanya percaya sebagian Qur'an yang sesuai dengan anda, dan menolak yang tidak sesuai dengan pemikiran anda tentang Isa (dan dogma Kristen)


Bukti-bukti Lainnya

Ada satu ayat dalam Qur'an di mana Isa AS menyimpulkan hubungannya dengan umatnya.

Surat Al Maidah 5:116-117

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah!'", Isa menjawab "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib-ghaib" (5:116)
"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: 'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu', dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu" (5:117)

Ini adalah bukti pasti mengenai kematian Isa AS. Pada hari Kiamat Allah akan menanyakan Isa AS apakah dia mengajarkan umatnya supaya mengambil dirinya sebagai tuhan. Isa AS akan menjawab bahwa dia tidak mengajarkannya, dan dia bersaksi bahwa selama hidupnya orang-orangnya tidak menyembah Isa AS dan Maryam, atau apapun selain Allah, tetapi Isa AS tidak mengetahui perbuatan mereka setelah ia wafat.

Kita semua tahu bahwa orang Kristen mengenal Isa sebagai Anak Tuhan dan Maryam sebagai Ibu Tuhan / Santa. Jika Isa AS masih hidup, tentunya hal ini tidak akan terjadi! Mengapa? Karena menurut ayat tersebut, orang Kristen seharusnya menuhankan Isa dan Maryam setelah wafatnya Isa AS. Tetapi sekarang orang-orang Kristen menuhankan Isa! Bagaimana mungkin ini terjadi, KECUALI (menurut Qur'an) kalau Isa AS telah wafat! Karena orang Kristen sekarang menuhankan Isa AS, maka tentunya Isa AS telah wafat.

Kata kuncinya adalah "wafat" - kematian. "Falamma tawaffai tani" terjemahannya "but when You caused me to die" berarti "Maka setelah Engkau wafatkan aku". Tetapi para penerjemah yang tidak percaya hal ini, menerjemahkannya sebagai "when You took me away" yang berarti "ketika Engkau ambil / angkat aku" dengan demikian merujuk pada kesimpulan bahwa Isa AS diangkat hidup-hidup.

Inilah contoh lain, di mana makna "wafat" diartikan di luar konteks yang nyata. Kita telah membahasnya di atas mengenai para penerjemah yang menerjemahkan makna kata "wafat" sebagai kematian, tetapi kecuali menyangkut Isa AS kata "wafat" diselewengkan sehingga berarti "kenaikan fisik". [Lihat : Interpretasi Kata "wafat"]


Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS Akan Turun Kembali Ke Bumi?

Berdasarkan dua ayat berbeda anda percaya mengatakan bahwa Isa AS dinaikan badannya ke Surga. Jika demikian, Isa AS harus kembali lagi di masa depan. Setidaknya anda percaya Isa AS akan turun kembali satu saat di masa depan. Tolong tunjukkan pada saya, satu ayat saja, di mana Allah berfirman Isa AS akan kembali turun ke bumi. Ayat tersebut, haruslah jelas dan persis. Jika anda temukan, tolong kirim email pada saya.

Tidak ada satupun ayat dalam Qur'an di mana Allah berkata Isa AS akan kembali turun ke bumi di masa depan, baik secara gamblang ataupun tersirat. Karena Allah tidak mengatakan hal itu, bagaimana anda bisa dapatkan kisah itu?

Anggapan anda adalah Allah mengatakan Isa AS diangkat hidup-hidup ke Surga! Argumen saya, dalam kasus itu Allah harus mengatakan dengan spesifik di mana dan kapan Isa AS akan kembali turun. Allah tidak mungkin meninggalkan masalah itu tidak terjawab, karena hal itu sangat serius. Hal seserius itu tidak mungkin dibiarkan hanya bergantung pada Hadith, penafsiran Kristen, atau fatwa Islam.

Saudara-saudara dalam Islam, perhatikan bahwa dalam Qur'an Allah menyebutkan di dalam banyak ayat mengenai Isa AS, kelahirannya, bundanya Maryam, masa kanak-kanaknya, dewasanya, kematiannya, dsb. Dan hanya sedikit Nabi yang dibeberkan sedemikian mendetail oleh Allah. Dan lalu anda berpikir Allah hanya lupa menyebutkan turunnya Isa AS ke bumi, terutama mempertahankannya tetap hidup setelah 2000 tahun?


Pertentangan Dalam Argumen

Singkat kata, mari kita lihat siapa yang bertentangan. Apabila anda berkata Isa AS tidak wafat, maka anda mengakui Qur'an penuh kontradiksi. Sedangkan Allah dengan jelas berkata pada kita, bahwa tidak ada pertentangan di dalam ayat-ayat Qur'an.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (4:82)

Sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau (86:13-14)

Fakta dari Qur'an
Jika anda percaya Isa AS masih hidup, maka
Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (3:144) Kepercayaan anda itu kontradiktif dengan ayat Qu'ran
Makna kata "wafat" yang berarti kematian munbul dalam 20 ayat berbeda dalam Qur'an Pengecualian arti kata "wafat" pada 3:55 dan 5:117 yang berarti "pengangkatan" adalah kontradiktif dengan makna ayat secara literal dalam bahasa Arab di Qur'an
Orang Kristen akan menyembah Isa, dan Maryam, HANYA setelah wafatnya Isa (5:116) Kenyataan sejarah kontradiktif dengan pemikiran ini, karena orang Kristen telah lama menyembah Isa dan menyembah Maryam.
Hukum Allah senantiasa berlaku sejak dahulu (48:23) Hidupnya Isa AS bertentangan dengan hukum Allah, sehingga pemikiran ini kontradiktif dengan Qur'an
Anda tidak akan menemukan perubahan Sunnah / Hukum Allah Hidupnya Isa AS adalah perubahan dan pengecualian sunnah / hukum Allah yang sangat serius, yaitu seseorang dapat hidup secara fisik selama 2000 tahun. Pemikiran di atas kontradiktif dengan ayat ini.
Beberapa ayat mengatakan tidak ada perubahan hukum Allah dan hukum Alam (67:3-4; 17:77; 30:30; 33:62; 35:43; 48:23) Tidak ada manusia yang hidup 2000 tahun. Karenanya pemikiran anda bertentangan dengan ayat tersebut.
Allah akan mematikan Isa AS dulu, kemudian mengangkatnya (3:55) Pemikiran bahwa Isa AS diangkat sebelum wafat adalah bertentangan dengan ayat Qur'an
Yang diberi umur panjang oleh Allah, akan dibuat lemah badannya dan dibuat pikun oleh Allah (16:70) Dalam umur 2000 tahun Isa AS tentunya sangat amat lemah dan pikun, bagaimana beliau bisa berbuat sesuatu untuk islam?
Seluruh Rasul sebelum Muhammad tidak abadi atau hidup (21:8) Jelas pemikiran ini bertentangan dengan ayat ini.
Badan seluruh Rasul bergantung pada makanan (21:8). Bagaimana Isa AS makan?
Siapapun yang Allah panjangkan umurnya akan Allah kembalikan dia kepada kejadian(nya). (36:68) Isa AS tentunya akan dikembalikan, ke dalam keadaan lemah dan tergantung orang lain seperti bayi
Tidak ada pertentangan dalam penciptaan Allah. Semakin kita cari pertentangan, semakin lelahlah mata kita, tetapi tetap saja tidak akan ditemukan pertentangan. Pemikiran ini adalah pertentangan yang luar biasa mengenai penciptaan Allah. Seseorang tidak mungkin hidup 2000 tahun.

Terserah anda apakah anda akan berkesimpulan untuk menolak argumen saya, karena tampak seperti diskusi sekte Qadian. Sekali lagi saya ingatkan anda, anda tidak perlu menjadi pengikut sekte Qadian untuk percaya Qur'an secara total. Cobalah anda melihat diskusi ini dengan pikiran yang terbuka. Bagaimana anda bisa mengerti Qur'an jika tidak bisa menerima 2 ayat? Bagaimana anda bisa menganggap Qur'an penuh pertentangan dan ketidakcocokkan? Sekali lagi, silakan lihat tabel di atas, dan periksa ayatnya.


Dilema Yang Besar

Saya tahu, sulit bagi anda untuk menerima fakta di atas. Jauh di lubuk hati anda, sesuatu mencegah anda menerima diskusi logis ini. Banyak di antara anda akan berkata bahwa ini interpretasi yang salah. Pikiran anda akan berkata, bahwa ini adalah penyimpangan ajaran Qur'an. Silakan baca lagi, dan katakan mana yang salah, dan di mana saya menyesatkan anda. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Karena itu, saya minta anda untuk mencetak artikel ini, supaya praktis, sehingga anda bisa menganalisis dan membacanya berulang-ulang. Ada beberapa situs lain di bawah artikel ini, silakan anda baca juga.

Pikirkan lagi: Apabila anda tidak percaya Isa AS telah wafat, tentunya anda memiliki bukti konkrit dari Qur'an dan hanya Qur'an. Anda harus merekonsiliasi ayat-ayat tersebut yang saya sebutkan dalam diskusi saya. Mohon jangan berkata pada saya, ulama atau imam yang ini atau itu berkata bahwa Isa AS hidup! Mohon jangan berkata pada saya bahwa buku itu dan ini berkata Isa AS masih hidup! Mohon yangan katakan pada saya bahwa fatwa ini dan itu berkata bahwa Isa AS masih hidup! Untuk melegitimasi kata-kata ulama dan imam itu, apakah anda akan menguncangkan Firman Allah? Mohon untuk tidak melebihkan buku buatan manusia di atas Kitab Suci.

Beranilah menerima kebenaran. Hal ini tidak ada hubungannya dengan sekte Qadiani. Mempercayai artikel ini tidak berarti anda menjadi penganut sekte Qadiani. Ini bukan propaganda Qadiani.

Akhir kata, bagaimana dengan kisah bahwa Isa AS akan turun kembail ke bumi dan menghidupkan Islam? Setelah diskusi di atas, kita dapat simpulkan, bahwa seorang yang telah wafat tidak akan kembali, apabila anda percaya hal itu bisa terjadi, itu bertentangan prinsip Islam. Isa As yang Asli - yang Nabi - tidak akan dan tidak bisa kembali di masa depan. Titik. Meski demikian, mengenai kisah tersebut, mungkin seseorang dengan semangat Isa AS akan datang dan berbuat sesuatu untuk Islam, dan ini di luar cakupan diskusi kita ini.

©[WAWASAN ISLAM]

sumber : wawasasan islam


BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box