Minggu, 25 Januari 2009

Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah Agenda Intelijen Militer Israel Yang Lebih Luas

Oleh: Michel Chossudovsky


The Invasion of Gaza: "Operation Cast Lead", Part of a Broader Israeli Military-Intelligence Agenda

Pemboman dari udara dan invasi yang masih terus berlangsung di wilayah Gaza yang dilakukan oleh angkatan darat Israel, harus dianalisa dalam kerangka sebuah konteks sejarah. "Operasi Cast Lead" adalah sebuah rencana yang dilakukan secara hati-hati, yang merupakan bagian dari salah satu agenda intelijen-militer yang lebih luas, pertamakali dirumuskan semasa pemerintahan Perdana Menteri Ariel Sharon pada tahun 2001:

"Sumber-sumber dari Departemen Pertahanan mengatakan bahwa lebih dari enam bulan yang lalu, Menteri Pertahanan Ehud Barak telah meninstruksikan kepada Angkatan Bersenjata Israel untuk bersiap-siap menghadapi operasi, meskipun pada waktu Israel baru saja memulai merundingkan sebuah perjanjian gencatan senjata dengan Hamas." (Barak Ravid, Operation "Cast Lead": Angkatan Udara Israel menyerang mengikuti rencana yang telah diputuskan enam bulan lalu, Haaretz, Desember 27, 2008)

Adalah Israel yang melanggar gencatan senjata pada tanggal 4 November 2008, pada hari yang bersamaan waktunya dengan pemilihan presiden Amerika Serikat.

"Israel dengan sengaja melanggar gencatan senjata terhadap Hamas yang dimanfaatkannya untuk melakukan pemboman Jalur Gaza. Namun Israel mengklaim bahwa pelanggaran yang dilakukannya ini adalah semata dalam rangka mencegah Hamas melakukan penggalian terowongan ke dalam wilayah Israel.

Hari berikutnya Israel menteror penduduk Palestina di wilayah Gaza dengan mengepung wilayah tersebut, memotong jalur suplai makanan, minyak, obat-obatan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam usahanya untuk “menundukkan” rakyat Palestina, sementara pada saat yang bersamaan Israel melakukan serbuan militer.

Sementara itu Hamas dan penduduk Gaza lainnya, dalam merespon serangan Israel tersebut, membalas dengan menembakkan sembarangan roket buatan sendiri yang sebagian besarnya tidak akurat sasaran ke wilayah Isarel. Selama masa tujuh tahunan, roket ini lah yang bertanggungjawab atas kematian 17 orang Israel. Namun dalam waktu yang sama, serangan Blitzkrieg Israel telah membunuh ribuan orang Palestina, hal ini mengundang protes di seluruh dunia, tetapi tidak mendapat perhatian dari PBB." (Shamus Cooke, Massacre in Palestine and the Threat of a Wider War, Global Research, Desember 2008)


Bencana Kemanusiaan Yang Direncanakan
Pada tanggal 8 Desember, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Negroponte berada di Tel Aviv melakukan pembicaraan dengan counterpart-nya, termasuk Direktur Mossad, Meir Dagan.

"Operasi Cast Lead" dimulai dua hari setelah Hari Natal. Operasi tersebut merupakan perpaduan yang secara hati-hati dirancang melalui kampanye Humas internasional yang berada di bawah lindungan Kementrian Luar Negeri Israel.

Target militer Hamas bukanlah merupakan tujuan utamanya. "Operasi Cast Lead" adalah dimaksudkan, dan sungguh disengaja untuk memicu kasualitas sipil.

Apa yang kita hadapi sekarang adalah sebuah "bencana kemanusiaan yang direncanakan" di Jalur Gaza, sebuah wilayah perkotaan yang padat penduduknya. (Lihat peta di bawah)



Rencana jangka panjang dari tujuan ini adalah sebagaimana dirumuskan oleh para pembuat kebijaksanaan Israel, adalah pengusiran orang-orang Palestina dari wilayah Palestina:

"Lakukan teror terhadap penduduk sipil, yakinkan terjadi kerusakan maksimal atas sumber-sumber kepemilikan dan budaya mereka... Kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus dibuat sengsara: Mereka harus diamankan di dalam kota-kota dan desa-desa, cegah dari melakukan kegiatan ekonomi secara normal, putuskan dari tempat bekerja, sekolah dan rumah sakit, Hal ini akan mendorong dilakukannya emigrasi dan akan melemahkan perlawanan pengusiran di masa mendatang. " Ur Shlonsky, dikutip oleh Ghali Hassan, Gaza: World Largest Prison, Global Research , 2005)


"Operasi Balas Dendam Yang Dibenarkan"
Titik balik telah dicapai. Operasi "Cast Lead" yang merupakan bagian dari operasi intelijen-militer yang lebih luas dimulai terutama sekali semasa pemerintahan Ariel Sharon pada tahun 2001. Awalnya adalah pada waktu pemerintahan Sharon yang untuk pertamakalinya dalam "Operasi Balas Dendam Yang Dibenarkan- menggunakan pesawat tempur F-16 untuk membom kota-kota Palestina.

"Operasi Justified Vengeance" disampaikan pada bulan Juli 2001 kepada pemerintahan Israel di bawah Ariel Sharon oleh Kepala Staf Gabungan IDF, Shaul Mofaz, dengan Judul "Penghancuran Otoritas Palestina dan Melucuti Semua Angkatan Bersenjatanya."

"Sebuah rencana darurat dengan nama kode Operation Justified Vengeance, disiapkan dalam akhir bulan Juni 2001, rencana untuk menduduki semua wilayah Tepi Barat dan kemungkinan Jalur Gaza dengan mengorbankan sedikit korban dari Israel, kira "Seratusan" orang. (Washington Times, 19 Maret 2002).


Menurut Jane's 'Foreign Report' (Juli 12, 2001) pasukan angkatan darat Israel di bawah Sharon telah membaharui rencananya untuk sebuah serangan "habis-habisan untuk memukul otoritas Palestina, mengusir keluar pemimpinnya Yasser Arafat dan membunuh atau menawan pasukannya".

"Penumpahkan Darah Yang Dibenarkan"
"Bloodshed Justification" adalah sebuah komponen penting dari agenda intelijen-militer. Pembunuhan warganegara Palestina adalah dibenarkan atas "alasan-alasan kemanusiaan." Operasi militer Israel secara hati-hati waktunya disesuaikan secara bersamaan dengan serangan bunuh diri:

Serangan akan dilakukan atas dasar pertimbangan pemerintah, setelah sebuah serangan bunuh diri besar yang terjadi di Israel, yang menyebabkan banyak kematian dan luka-luka, pertumpahan darah akan dijadikan sebagai alasan pembenar. (Tanya Reinhart, Evil Unleashed, Israel's move to destroy the Palestinian Authority is a calculated plan, long in the making, Global Research, December 2001, emphasis added)


Rencana Dagan - The Dagan Plan
"Operasi Justified Vengeance" juga disebut "Dagan Plan", diambil dari nama pensiunan Jenderal Meir Dagan, yang saat ini memimpin Mossad, Agen Intelijen Israel.

Meir Dagan adalah penasehat keamanan nasional Sharon selama masa kampanye pemilihan tahun 2000. Rencana tersebut rupanya sudah disiapkan sebelum Sharon terpilih sebagai Perdana Menteri pada bulan Pebruari 2001. "Menurut Alex Fishman yang menulis di Yediot Aharonot, Dagan Plan termasuk didalamnya menghancurkan otoritas Palestina dan mengakhiri Yasser Arafat 'dikeluarkan dari permainan': (Ellis Shulman, "Operation Justified Vengeance": a Secret Plan to Destroy the Palestinian Authority, March 2001):

"Sebagaimana dilaporkan oleh the Foreign Report [Jane] dan disingkapkan di Israel oleh Maariv, Rencana invasi Israel — yang dinamai Justified Vengeance — akan dilaksanakan segera setelah terjadi korban besar karena bom bunuh diri, dan akan berlangsung selama satu bulan serta hasilnya diharapkan akan membunuh ribuan orang Palestina dan korban dari pihak Israel diharapkan hanya ratusan orang saja. (Ibid, emphasis added)


"Rencana Plan" menggambarkan apa yang disebut dengan "cantonization-kantonisasi" wilayah Palestina dimana wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza hubungannya akan diputuskan sepenuhnya dengan memisahkan dari "pemerintahan" di kedua wilayah tersebut. Di bawah skenario ini, yang pada tahun 2001 telah dipertimbangkan Israel akan melakukan tindakan:

"merundingkan secara terpisah dengan kekuatan-kekuatan Palestina yang dominan di masing-masing wilayah - pasukan Palestina bertanggungjawab atas keamanan, intelijen dan bahkan untuk Tanzim (Fatah)." Jadi Rencana tersebut serupa dengan "cantonization" dari wilayah Palestina, rencana ini diupayakan oleh sejumlah menteri." The infamous 'Dagan Plan' Sharon's plan for getting rid of Arafat, Le Monde, December 17, 2001)




Rencana Dagan dengan mantap dilanjutkan di dalam agenda intelijen-militer. Segera sesudah pemilihan tahun 2000, Meir Dagan ditugaskan menempati jabatan yang memegang peran kunci. "Dia menjadi orang kepercayaan Sharon dalam masalah-masalah keamanan yang dibicarakan dengan utusan khusus Presiden Bush, Zinni Mitchell." Dia kemudian ditunjuk sebagai Direktur Mossad oleh Perdana Menteri Ariel Sharon pada bulan Agustus 2002. Setelah periode Sharon, dia tetap menjabat sebagai Kepala Mossad. Kemudian Perdana Menteri Ehud Olmert pada bulan Juni 2008 mempertahankan posisi Meir Dagan sebagai Direktur Intelijen Israel.

Meir Dagan, dengan melakukan koordinasi dengan counterpart-nya dari Amerika Serikat bertanggung-jawab atas berbagai operasi intelijen-militer. Adalah berharga untuk dicatat bahwa sewaktu masih muda dengan pangkat Kolonel, Meir Dagan sudah bekerja secara dekat dengan Menteri Pertahanan Ariel Sharon dalam serangan terhadap pemukiman Palestina di Beirut pada tahun 1982. Invasi darat tahun 2009 ke wilayah Gaza, dalam banyak hal membawa satu kemiripan dengan operasi militer licik yang dipimpin oleh Sharon dan Dagan pada tahun 1982



Kontinuitas: Dari Sharon ke Olmert
Adalah penting untuk memusatkan perhatian kepada sejumlah kejadian-kejadian kunci yang telah mengarahkan melakukan pembunuhan di Gaza di bawah "Operasi Cast Lead":

1. Pembunuhan Yaser Arafat pada bulan November 2004. Pembunuhan ini sudah direncanakan sejak tahun 1996 di bawah nama "Operasi Fields Thorns". Sesuai dengan sebuah dokumen bulan Oktober 2000 yang "disiapkan oleh pihak keamanan, atas permohoan Perdana Menteri Ehud Barak, menyatakan bahwa 'Arafat, orang yang sangat mengancaman keamanan negara Israel, kerusakan yang akan ditimbulkan dari dihilangkannya dia adalah lebih sedikit dibanding kerusakan yang disebabkan oleh keberadaannya'". (Tanya Reinhart, Evil Unleashed, Israel's move to destroy the Palestinian Authority is a calculated plan, long in the making, Global Research, December 2001. Details of the document were published in Ma'ariv, July 6, 2001.).

Pembunuhan Arafat diperintahkan pada tahun 2003 oleh Kabinet Israel. Keputusan Kabinet Israel itu disetujui oleh Amerika Serikat dengan memveto Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk keputusan Kabinet Israel pada tahun 2003. Bereaksi terhadap meningkatknya serangan Palestina, pada bulan Agustus 2003, Menteri Pertahanan Israel, Shaul Mofaz mengumumkan "perang habis-habisan" terhadap kelompok militant yang sudah "siap mati."

"Dalam pertengahan bulan September, Pemerintah Israel memperkenankan secara hukum untuk membuang Arafat. Kabinet Israel untuk urusan keamanan politik mengumumkannya "sebuah keputusan untuk menghilangkan Arafat sebagai rintangan perdamaian." Mofaz mengancam; "kita akan memilih cara yang benar dan waktu yang tepat untuk membunuh Arafat." Menteri Palestina, Saeb Erekat mengatakan kepada CNN bahwa dia berpikir, Arafat adalah target berikutnya. CNN bertanya kepada juru bicara Sharon, Ra'anan Gissan apakah pemungutan suara itu maksudnya adalah pengusiran Arafat?. Gissan menjelaskan; "Itu tidak berarti demikian. Kabinet hari ini telah memecahkan masalah untuk menghilangkan rintangan perdamaian. Baik waktu, metoda, caranya dengan mana hal ini akan dilakukan akan diputuskan secara terpisah, dan pihak keamanan akan memonitor situasi serta memperlakukan rekomendasi itu dengan tindakan yang sesuai." (See Trish Shuh, Road Map for a Decease Plan, www.mehrnews.com November 9 2005




Pembunuhan Arafat adalah merupakan bagian dari Rencana Dagan tahun 2001. Dalam semua kemungkinan yang ada, pelaksanakannya hanya mungkin dilakukan oleh Intelijen Israel. Dan hal itu dimaksudkan untuk menghancurkan Otoritas Palestina, juga untuk menimbulkan perpecahan di dalam faksi Fatah, demikian pula di antara faksi Fatah dan Hamas. Mahmoud Abbas adalah seorang pengkhianat Palestina. Dia dipasang sebagai pemimpin Fatah, dengan persetujuan dari Israel dan Amerika Sserikat, yang membiayai paramiliter Otoritas Palestina dan pasukan keamanannya.



2. Di bawah perintah Perdana Menteri Ariel Sharon pada tahun 2005, semua pemukiman Yahudi di Jalur Gaza dipindahkan. Penduduk Yahudi yang berjumlah lebih dari 7,000 direlokasikan.

"Ini adalah niat saya [Sharon] untuk melaksanakan sebuah evakuasi – maaf, sebuah relokasi - pemukiman yang menyebabkan kita bermasalah dan tempat-tempat yang kita tidak akan menjaganya bagaimanapun juga dalam penyelesaian akhir, seperti penyelesaian Gaza.... Saya mengerjakannya atas dasar asumsi bahwa di masa datang tidak akan ada Yahudi lagi di Jalur Gaza," demikian kata Sharon." (CBC, March 2004)


Masalah pemukiman di Jalur Gaza disajikan sebagai bagian dari Washington '"road map to peace". Dirayakan oleh orang-orang Palestina sebagai sebuah "kemenangan", langkah ini tidak diarahkan kepada pemukim Yahudi. Namun sebaliknya: Hal itu adalah merupakan bagian dari keseluruhan operasi rahasia, yang terkandung dalam mentransformasikan Gaza ke dalam sebuah concentration camp - kemah konsentrasi. Selama pemukim Yahudi tinggal di Jalur Gaza, tujuan untuk mempertahankan sebuah barikade besar berupa penjara teritorial tidak akan dapat dicapai. Untuk melaksanakan "Operasi Cast Lead" diperlukan "tidak adanya Yahudi yang masih tinggal di Jalur Gaza".

3. Pembangunan Benteng Apartheid yang buruk itu telah diputuskan pada awal pemerintahan Sharon. (Lihat Map di bawah).



4. Tahap berikutnya adalah pemilihan kemenangan Hamas pada bulan Januari 2006. Tanpa Arafat, arsitek intelijen-militer Israel tahu bahwa Fatah di bawah Mahmoud Abbas akan kalah dalam pemilihan. Hal ini adalah merupakan bagian dari skenario, yang sudah dipertimbangkan dan dianalisa dengan baik sejak awal.

Dengan Hamas yang bertanggung-jawab terhadap otoritas Palestina, dan dengan menggunakan alasan palsu bahwa Hamas adalah sebuah organisasi teroris, Israel akan melaksanakan proses "cantonization" sebagaimana telah dirumuskan di bawah rencana Dagan. Fatah di bawah Mahmoud Abbas akan secara formal tetap bertanggung-jawab atas wilayah Tepi Barat. Pemerintahan Hamas yang terpilih akan terbatas pada Jalur Gaza.

Serangan Darat
Pada tanggal 3 Januari, tank-tank dan pasukan infantri memasuki Gaza dengan segala jenis kekuatan penyerang.

Sebelum operasi serangan darat dimulai, serangan didahului dengan beberapa jam tembakan artileri berat dilakukan setelah hari gelap, menyalakan api di atas target yang terbakar yang menembus kegelapan langit malam. Mesin senjata yang memuntahkan peluru bercahaya menyala melalui kegelapan malam dan rentetan ratusan selongsong peluru meluncur mengeluarkan api. (AP, Januari 3, 2009)


Sumber Israel telah menunjuk akan berlangsungnya operasi militer yang lama. Operasi itu "tidak akan mudah dan itu tidak akan singkat," Demikian kata Menteri Pertahanan Isarel, Ehud Barak dalam sabuah pidato TV.

Israel bukan mencari-cari untuk mengharuskan Hamas " supaya bekerjasama". Apa yang kita lakukan adalah dalam rangka mengimplementasikan "Dagan Plan tahun 2001" sebagaimana yang telah dirumuskan sejak awal, yaitu menuntut:

"sebuah invasi ke wilayah yang dikontrol-Palestina oleh sejumlah 30,000 prajurit Israeli, dengan misi yang tergambar dengan jelas yaitu untuk menghancurkan infrastruktur kepemimpinan Palestina dan menyita persenjataan yang sekarang ini dimiliki oleh berbagai kekuatan-kekuatan Palestina, dan mengusir atau membunuh pimpinan militernya. (Ellis Shulman, op cit, emphasis added)


Masalah yang lebih jauh lagi, apakah Israel dalam konsultasinya dengan Washington adalah bertujuan untuk memicu sebuah peperangan yang lebih luas.

Pengusiran massal dapat terjadi pada beberapa kejadian di lapangan ketika invasi darat, sementara prajurit Israel membuka lebar-lebar perbatasan Gaza untuk mengizinkan banyak orang keluar dari Gaza. Pengusiran juga disebut oleh Ariel Sharon sebagimana terjadi pada sebuah "solusi gaya tahun 1948". Untuk Sharon, katanya, "hal itu hanya perlu bagi orang Palestina untuk menemukan negara lain. - 'Jordan adalah Palestina' - adalah ungkapan yang diusulkan Sharon." (Tanya Reinhart, op cit)

Diterjemahkan oleh: akhirzaman
Original source: http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=11606

Experimental Weapons Used In Gaza - Supplied by US Part 1


Experimental Weapons Used In Gaza - Supplied by US Part 2


Israel accused of using white phosphorus in Gaza

http://www.youtube.com/view_play_list?p=FA55625CFBE1ED95

sumber : www.swaramuslim.net

Tentang kebiasaan Yahudi suka mengubah perkataan dan tulisan

  • yeremia 8:4-12

    8:4. Engkau harus mengatakan kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? 8:5 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. 8:6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran. 8:7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. 8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka? 8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu. 8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera. 8:12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.


  • galatia 2:13-14

    2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"


  • yeremia 8:8 (BB edisi Indonesia)

    8:8 Berani benar kamu berkata bahwa kamu bijaksana, dan tahu hukum-hukum-Ku! Coba lihat bagaimana hukum-hukum-Ku itu diubah oleh ahli-ahli agama yang curang!


  • yezekhiel 22:26-28

    22:26 Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka. 22:27 Pemuka-pemukanya di tengah-tengahnya adalah seperti serigala-serigala yang menerkam mangsanya dalam kehausan akan darah, yang membinasakan orang-orang untuk menguntungkan diri sendiri secara haram. 22:28 Dan nabi-nabinya mengoles mereka dengan kapur dengan melihat penglihatan yang menipu dan memberi tenungan bohong bagi mereka; nabi-nabi itu berkata: Beginilah firman Tuhan ALLAH! --tetapi TUHAN tidak berfirman.


  • yehezkiel 13:1-13

    13:1. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 13:2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN! 13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan. 13:4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel! 13:5 Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN. 13:6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. 13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara? 13:8 Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 13:9 Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong; mereka tidak termasuk perkumpulan umat-Ku dan tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan masuk lagi di tanah Israel; dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

    13:10. Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya-- 13:11 katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup! 13:12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu? 13:13 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Di dalam amarah-Ku Aku akan membuat angin tofan bertiup dan di dalam murka-Ku hujan lebat akan membanjir, dan di dalam amarah-Ku rambun yang membinasakan akan jatuh.


  • yesaya 1:1-6

    1:1. Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

    1:2. Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku. 1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya." 1:4 Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia. 1:5 Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. 1:6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.


  • yeremia 23:36

    23:36 Mereka tidak boleh lagi menggunakan istilah 'beban TUHAN'. Kalau ada yang masih menggunakan istilah itu, maka Aku akan menjadikan pesan-Ku betul-betul beban baginya. Orang yang mengatakan 'beban TUHAN' hanyalah memutarbalikkan perkataan-Ku, Allah mereka, Allah yang hidup, TUHAN Yang Mahakuasa. 23:37 Mereka hanya boleh mengatakan kepada nabi-nabi, 'Apakah jawaban TUHAN kepadamu? Apakah yang dikatakan TUHAN?' 23:38 Kalau ada yang tidak taat kepada perintah-Ku itu, dan masih memakai istilah 'beban TUHAN', 23:39 maka Aku akan memungut mereka, dan melemparkan mereka jauh-jauh, baik mereka maupun kota yang telah Kuberikan kepada mereka dan leluhur mereka.


  • ulangan 31:28-29

    31:28 Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka. 31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu."


  • kisah para rasul 6:13-14

    6:13 Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, 6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."


  • ulangan 4:2

    4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.


Tentang kebiasaan-kebiasaan jelek bani Israil ini ternyata telah direkam oleh Tuhan (Allah SWT) dalam firman-firmannya. Bagaimana dengan yang terdapat dalam AlQuran, dapat disebut misalnya:


  • Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (QS. 17:4)


  • Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:102)
sumber : faithfreedomwatch.org

Sabtu, 24 Januari 2009

Seorang wanita haruslah memakai tudung kepala

  • 1 Timotius 2:9

    Bahwa wanita harus berpakaian menutupi kemaluannya, mereka begitu bersinar dan memiliki fisik yang unik, mereka punya area yang tertutup dan mempunyai rambut keemasan. Jadi yang harus dilakukan adalah harus menutupinya.

  • 1 korintus11:5-16

    11:5
    Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
    11:6
    Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
    11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
    11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
    11:9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
    11:10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
    11:11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
    11:12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
    11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
    11:14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
    11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
    11:16
    Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

  • 1 petrus 3:3

    3:3
    Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

Sekarang tentang imej pria berjubah, bahwa dalam Bibelpun para nabi memakai jubah dan bukanlah warisan apa yang disebut istilah aliran 'wahabisme':

  • ayub 29

    29:1. Maka Ayub melanjutkan uraiannya:
    29:2 "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,
    29:13 aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;
    29:14 aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban;
    29:15 aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;

  • zakharia 3:5-7

    3:5 Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
    3:6 Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
    3:7 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

  • keluaran 28:3-4

    28:3 Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.
    28:4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.
sumber : http://www.faithfreedomwatch.r8.org/

Senin, 19 Januari 2009

BAYANGAN PERANG SALIB

Terlepas dari ketidaksesuaian spiritual antara Islam dan Barat modern, masih ada satu sebab lagi mengapa kaum Muslimin harus mengelakkan diri dari meniru peradaban Barat modern; pengalaman sejarahnya diwarnai oleh sikap permusuhan yang aneh terhadap Islam.

Dalam ukuran tertentu masalah ini juga adalah warisan dari Eropa lama. Orang-orang Yunani dan Romawi menganggap diri mereka sendiri sajalah yang "beradab," sedang segala sesuatu yang asing, khususnya segala yang tinggal di bagian timur Laut Tengah, diberi cap "barbar" atau biadab. Sejak masa itu orang-orang Barat percaya bahwa kelebihan ras mereka diatas segala bangsa manusia lainnya merupakan bukti yang tak terbantah; dan pandangan yang bernada melecehkan ras-ras atau bangsa-bangsa bukan Eropa adalah salah satu segi yang menonjol dari sifat peradaban Barat.

Tetapi ini saja tidak cukup untuk menerangkan perasaan-perasaan Eropa terhadap Islam. Rasa ketidaksenangan mereka terhadap Islam lebih pekat dari perasaan ketidaksenangan mereka terhadap berbagai agama dan kultur asing lainnya. Perasaan ini telah merupakan suatu kebencian yang berakar dalam dan hampir fanatik; dan ini tidak bersifat intelektual melulu tetapi mengandung warna emosional yang tebal. Eropa mungkin tidak menerima doktrin-doktrin falsafah Budha dan Hindu, tetapi Eropa selalu akan mempertahankan pemikiran reflektif yang berimbang berhubung dengan sistem-sistem itu. Namun, segera, apabila ia menghadapi Islam maka keseimbangan itu terganggu dan suatu prasangka emosional segera menjalar masuk. Dengan sangat sedikit pengecualian, bahkan orientalis-orientalis Eropa yang paling menonjolpun terlibat dalam sikap memihak yang tidak ilmiah dalam penulisan-penulisan mereka tentang Islam. Dalam penyelidikan-penyelidikan mereka hampir selalu tampak seakan-akan Islam tidak dapat diperlakukan sebagai bahan obyek penyelidikan ilmiah saja, tetapi sebagai seorang tertuduh yang berdiri di hadapan hakim-hakimnya. Sebagian dari orientalis-orientalis itu memainkan peranan penuntut umum yang bersikeras mempertahankan tuduhannya; yang lainnya seperti dewan pembela yang secara peribadi telah yakin bahwa klientnya bersalah dan hanya dengan separuh-separuh hati membela untuk "hal-hal yang meringankan." Teknik deduksi-deduksi dan kesimpulan-kesimpulan yang dianut oleh kebanyakan orientalis Eropa itu selalu mengingatkan kita kepada sistem pengadilan inquisisi yang terkenal kejahatannya itu, yang didirikan oleh gereja terhadap lawan-lawannya pada zaman abad-abad pertengahan; mereka hampir tidak pernah menyelidiki fakta-fakta historik dengan pikiran terbuka, tetapi hampir dalam segala hal mereka mulai dengan kesimpulan-kesimpulan sebelumnya yang telah didiktekan oleh prasangka. Mereka memilih bukti-bukti sesuai dengan kesimpulan yang secara a priori hendak mereka capai. Apabila tidak mungkin memiliki bukti semacam itu, mereka memotong-motong bagian-bagian bukti dari rangkaian konteksnya atau "menafsirkan" pernyataan-pernyataannya dalam semangat kejahatan yang tidak ilmiah tanpa memberikan sedikit perhatian pada penyaksian pihak lain, yaitu kaum Muslimin sendiri.

Hasil dari cara semacam itu adalah gambaran tentang Islam dan hal-hal yang bersangkutan dengan Islam yang telah dirusak secara dahsyat yang kita baca dalam penulisan-penulisan orientalis-orientalis Barat. Kegiatan merusak itu tidak terbatas pada sesuatu negara Eropa tertentu: hal semacam itu terdapat di Inggris dan Jerman, di Rusia dan Perancis, di Italia dan negeri Belanda --singkatnya dari negeri mana saja orientalis-orientalis Eropa memalingkan matanya kepada Islam. Tampaknya mereka seperti dikilik-kilik oleh semacam perasaan kebencian yang menyenangkan bilamana saja ada kesempatan --secara nyata atau khayali-- menimbulkan kritik melawan Islam. Dan karena orientalis-orientalis itu bukanlah suatu ras istimewa dari Eropa tetapi hanyalah wakil-wakil peradaban dan alam sekitar mereka, kita hanya dapat sampai pada satu kesimpulan bahwa pikiran Eropa, pada keseluruhannya, karena sesuatu sebab, berprasangka terhadap agama dan kebudayaan Islam. Salah satu dari sebab-sebab itu mungkin berasal dari pandangan kuno yang membagi-bagi seluruh dunia ini menjadi "Eropa" dan "barbar"; dan sebab lain, yang lebih langsung berhubungan dengan Islam, dapat diperoleh dengan melihat ke belakang, ke masa silam sejarah zaman abad-abad pertengahan.

Tabrakan besar yang pertama antara sekutu Eropa di satu pihak dan Islam di pihak lain, yaitu peperangan Salib, terjadi bersama-sama dengan awal permulaan peradaban Eropa. Pada waktu itu peradaban Eropa masih dalam persekutuan dengan gereja, baru saja mulai melihat jalannya sendiri sesudah abad-abad gelap yang telah mengikuti kejatuhan Romawi. Kesusasteraan pada saat itu baru melalui suatu masa berkuncup di musim semi. Kesenian mulai bangun perlahan-lahan dari ketidurannya yang disebabkan migrasi-migrasi peperangan bangsa-bangsa Goth, Hun dan Avar. Eropa baru muncul dari keadaan-keadaan kasar permulaan abad-abad pertengahan; Eropa baru beroleh suatu kesadaran kultural baru, dan mulai saat itu baru memperoleh cita rasa yang meningkat. Dan tepat pada masa yang sangat kritis sekali itu peperangan peperangan salib membawanya ke dalam kontak permusuhan dengan dunia Islam. Sesungguhnyalah telah ada peperangan-peperangan antara kaum Muslimin dan Eropa sebelum zaman perang Salib itu: orang-orang Arab menaklukkan Sisilia dan Spanyol serta menyerang Perancis Selatan. Tetapi peperangan-peperangan itu terjadi sebelum kebangkitan Eropa kepada kesadaran kultural yang baru, dan oleh karena itu pada waktunya sekurang-kurangnya dari segi pandangan Eropa, mengandung karakter aliran setempat dan belum dipahami sepenuhnya dalam segala kepentingannya. Peperangan Salib adalah yang pertama dan paling utama yang menentukan sikap Eropa terhadap Islam untuk abad-abad panjang kemudian. Peperangan salib itu menentukan karena hal itu terjadi pada masa kanak-kanaknya Eropa, suatu masa dimana segala gaya kulturalnya yang khas sedang menegaskan dirinya untuk pertama kalinya dan masih dalam proses pembentukan. Seperti halnya pada individu perorangan; demikian pula pada bangsa-bangsa, kesan dahsyat dari masa kanak-kanak bertahan, dalam sadar atau tidak sadar, sepanjang hidupnya kemudian. Mereka demikian terserap sehingga mereka hanya dapat dengan susah payah, dan jarang sepenuhnya terlepas dari pengalaman-pengalaman intelektual zaman kemudian yang lebih reflektif dan lebih emosional. Demikianlah keadaannya dengan peperang an Salib. Peperangan itu menghasilkan satu dari kesan-kesan Eropa yang paling dalam dan paling permanen dalam psikologi massa Eropa. Gairah universal yang dibangkitkannya pada masanya tidak dapat dibandingkan dengan segala yang pernah dialami Eropa sebelumnya, dan hampir tak dapat dibandingkan dengan pengalaman-pengalamannya sesudah itu. Suatu gelombang rangsangan menyapu seluruh benua itu, suatu kegirangan yang melangkah ke luar batas-batas negara-negara, bangsa-bangsa dan golongan-golongan, sekurang-kurangnya pada satu waktu. Masa itulah yang pertama-tama dalam sejarahnya Eropa merasa satu --dan itulah persatuan melawan dunia Islam. Dengan tidak hendak terseret kepada kelebih-lebihan yang tidak patut, kita dapat mengatakan bahwa Eropa modern lahir dari semangat peperangan Salib. Sebelum waktu itu terdapat Anglo-Saxon dan Jerman, Perancis dan Normandia, Italia dan Denmark; tetapi selama peperangan Salib konsep baru dari "peradaban Eropa," satu tujuan sama bagi seluruh bangsa-bangsa Eropa, telah diciptakan: dan kebencian terhadap Islamlah yang tegak seperti tuhan-bapak di balik ciptaan baru itu ".

Adalah satu dari ironi besar sejarah bahwa bapak pertama kesadaran kolektif dari dunia Barat ini, konstitusi intelektual kita namakan dia, disebabkan oleh gerakan-gerakan yang ditopang sepenuhnya tanpa reserve oleh gereja Kristen, sedang hasil-hasil yang diperoleh karena itu oleh dunia Barat hanya mungkin melalui pemberontakan intelektual menentang hampir segala sesuatu yang telah ditegakkan dan sedang ditegakkan gereja. Hal itu merupakan suatu perkembangan tragik, baik dari segi pandangan gereja Kristen sendiri maupun dari segi pandangan Islam. Tragik bagi gereja karena sesudah permulaan yang menyilaukan, gereja kehilangan pegangannya terhadap alam pikiran Eropa. Dan tragik bagi Islam karena Islam harus menanggung api peperangan Salib itu, dalam aneka bentuk dan dalam berbagai samaran, selama abad-abad panjang kemudian.

Dan kekejaman-kekejaman yang tak terpikirkan, penghancuran dan penghinaan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan Salib yang "suci-suci" itu pada negeri-negeri Islam, mereka menaklukkannya dan sesudah itu mereka kalah, timbullah bibit-bibit beracun dari permusuhan panjang yang mulai saat itu memahitkan hubungan antara Timur dan Barat. Kalau tidak demikian maka tidak ada satu keperluan terpadu pada perasaan semacam itu. Walaupun kebudayaan Islam dan kebudayaan Barat seluruhnya berbeda dalam dasar-dasar spiritual dan tujuan-tujuan sosialnya, keduanya tentu sanggup bersikap toleran dan hidup berdampingan dalam hubungan bersahabat. Kemungkinan ini bukan saja diberikan dalam teori tetapi juga dalam kenyataan. Di pihak kaum Muslimin selalu ada harapan ikhlas untuk toleransi dan respek. Ketika khalifah Harun al-Rasyid mengirimkan dutanya kepada Kaisar Karel, terutama ia terdorong oleh hasrat ini dan bukan untuk mengambil keuntungan material dari persahabatan dengan orang-orang Frank. Pada masa itu Eropa terlalu primitif dalam kulturnya untuk dapat menilai kesempatan ini secara penuh, tetapi jelas mereka tidak memperlihatkan rasa tidak suka. Tetapi kemudian, secara tiba-tiba, peperangan Salib muncul di cakrawala dan menghancurkan hubungan antara Islam dan Barat. Bukan karena hal-hal ini lumrah sebagai akibat peperangan: demikian banyak peperangan telah berlangsung antara bangsa-bangsa dan kemudian dilupakan dalam perjalanan sejarah ummat manusia, dan sekian banyak permusuhan telah berubah menjadi persaudaraan. Tetapi setan yang ditimbulkan peperangan Salib tidak terbatas pada gemerencing pedang: setan itu pertama dan terutama berupa setan intelektual. Kejahatan itu terjadi dari peracunan pikiran Barat terhadap dunia Islam melalui penyalahtafsiran yang dilakukan dengan sengaja yang ditempa oleh gereja terhadap ajaran-ajaran Islam. Pada masa peperangan Saliblah pengertian memalukan tentang Islam sebagai satu agama sensualisme yang kasar dan keganasan keji, agama upacara-upacara formalitas --alih-alih dari agama pembersihan hati-- memasuki pikiran Eropa dan tinggal tetap dalam pikiran mereka; pada waktu itulah pertama kalinya Nabi Muhammad saw. disebut "Mahound" (nabi palsu) di Eropa.

Benih permusuhan telah ditaburkan. Gairah peperangan Salib segera beroleh kelanjutannya di mana-mana di Eropa: ia memberi semangat pada orang-orang Kristen Spanyol untuk berjuang melepaskan negeri itu dari "belenggu orang-orang biadab". Penghancuran terhadap Spanyol Islam meminta waktu berabad-abad untuk diselesaikan. Tetapi justru karena sebab lama berlangsungnya peperangan itu, perasaan anti Islam dari Eropa diperdalam dan tumbuh menjadi permanen. Ini berakibat pada pelenyapan unsur Muslimin di Spanyol sesudah penghukuman-penghukuman paling buas dan paling keji yang pernah disaksikan dunia dan kemenangan ini digemakan oleh kegembira-riaan Eropa --walaupun efeknya kemudian adalah kehancurkan kultur yang paling jaya dan penindasannya oleh kebodohan dan kekasaran zaman abad-abad pertengahan.

Sebelum peristiwa-peristiwa itu beroleh waktu untuk hilang, peristiwa yang penting sekali, yang memperburuk hubungan antara dunia Barat dan Islam: kejatuhan Konstantinopel ke tangan orang Turki. Bagi mata orang Eropa di Konstantinopel masih ada gemerlap palsu Yunani dan Romawi yang diwariskan pada Byzantium, dan kota ini dipandang sebagai kubu terhadap "orang-orang barbar" dari Asia. Dengan akhir kejatuhan pintu gerbang itu, Eropa terbuka bagi arus pasang Islam. Dalam abad-abad penuh peperangan yang menyusulnya, permusuhan Eropa terhadap Islam bukan saja menjadi soal kultural tetapi juga kepentingan politik; dan ini memperkuat intensitas permusuhan ini.

Eropa beroleh keuntungan yang lumayan dari semua kontak dan konflik-konflik ini. Renaissance, kebangkitan kebudayaan dan pengetahuan Barat, berhutang besar pada sumber-sumber Islam, terutama dari orang-orang Arab, yang bagian besarnya disebabkan karena kontak material antara Timur dan Barat. Eropa yang beroleh untung daripadanya dalam lapangan kultur, jauh lebih banyak daripada yang pernah diperoleh Islam; tetapi Eropa tidak pernah mengakui hutangnya kepada kaum Muslimin dengan mengurangi kebencian lamanya terhadap Islam. Sebaliknya kebencian itu timbul bersama perjalanan waktu dan diperkeras menjadi adat. Ia membayangi perasaan umum dimana saja kata-kata "Islam" disebut, ia memasuki wilayah peribahasa populer, ia dipatri ke dalam hati setiap orang Eropa laki-laki dan perempuan. Dan yang paling menonjol, ia hidup terus melewati segala perubahan-perubahan kultural. Waktu timbul reformasi, ketika perpecahan-perpecahan membagi Eropa dan sekte-sekte saling berperang: kebencian terhadap Islam sama bagi mereka semua. Suatu masa pernah datang ketika perasaan keagamaan mulai lenyap di Eropa: tetapi kebencian terhadap Islam tinggal menetap. Adalah satu fakta yang paling khas bahwa filosof dan pujangga besar Perancis, Voltaire, satu dari musuh-musuh keras gereja dan agama Kristen dalam abad kedelapan belas, pada saat yang sama juga adalah pembenci fanatik terhadap Islam dan Nabinya. Beberapa puluh tahun kemudian datanglah waktu di mana orang-orang terpelajar Barat mulai mempelajari kultur-kultur asing dan untuk mendekatinya secara simpatik: tetapi dalam perkara Islam, cemoohan tradisional menjalar sebagai prasangka tidak rasional kedalam penyelidikan-penyelidikan ilmiah mereka, dan jurang kultural yang sayangnya telah diletakkan sejarah antara Eropa dan dunia Islam tetap tak beroleh jembatan. Kebencian terhadap Islam telah menjadi bagian pokok --dari pikiran Eropa. Memang orientalis-orientalis pertama di zaman modern adalah dari misionari Kristen yang beroperasi di negeri-negeri Islam, dan gambar yang telah dirusak yang mereka tarik dari ajaran dan sejarah Islam diperhitungkan untuk mempengaruhi Eropa dalam sikap mereka terhadap "orang-orang biadab" itu: tetapi penyimpangan pikiran ini menetap bahkan hingga pada zaman sekarang ini ketika pengetahuan orientalism telah lama dilepaskan dari pengaruh-pengaruh misionari dan tidak memiliki semangat religius sebagai landasannya. Prasangka mereka terhadap Islam hanyalah naluri warisan, suatu keganjilan pandangan berdasarkan kesan yang disebabkan peperangan Salib dengan segala akibat pada pikiran Eropa awal itu.

Tetapi bagi ahli ilmu jiwa penyeretan semacam itu sama sekali tidak mengejutkan. Ahli ilmu jiwa tahu dengan pasti sekarang bahwa seseorang dapat dengan sempurna kehilangan kepercayaan-kepercayaan agamanya yang telah diberikan kepadanya pada masa kanak-kanaknya sedang sesuatu takhyul aneh yang mulanya berhubungan dengan kepercayaan-kepercayaan yang sekarang telah dikesampingkan tetap kuat dan menantang segala keterangan rasional sepanjang hidup orang itu. Demikianlah halnya sikap Eropa terhadap Islam. Walaupun asal akarnya adalah perasaan religius, kebencian anti Islam terseret kepada pandangan hidup yang lebih materialistik, sehingga kebencian lama itu sendiri menetap sebagai faktor bawah sadar dalam pikiran Eropa. Tingkat kekuatannya tentu saja berbeda-beda pada setiap individu, tetapi adanya tidak dapat dibantah. Jiwa peperangan salib --dalam bentuk yang pasti sangat dilancungkan-- masih berkelana di Eropa, dan sikap peradabannya terhadap dunia Islam mengandung jejak-jejak yang nyata dari hantu yang tidak mau mati itu.

Dalam lingkungan-lingkungan Islam kita sering mendengar penegasan bahwa kebencian Eropa terhadap Islam karena konflik-konflik dahsyat di masa lampau sedang berkurang berangsur-angsur pada zaman kita ini. Bahkan dikira bahwa Eropa sudah menunjukkan tanda-tanda kecenderungan kepada Islam sebagai ajaran agama dan ajaran sosial dan banyak kaum Muslimin yang dengan sangat sungguh-sungguh percaya bahwa masuknya orang-orang Eropa secara besar-besaran ke dalam Islam segera akan terjadi. Kepercayaan ini bukan tidak beralasan bagi kita yang berpegangan bahwa dari segala sistem-sistem agamawi hanya Islam saja yang dapat tegak dengan jaya di hadapan ujian kritik yang adil. Lagi pula telah dikatakan oleh Nabi bahwa akhirnya Islam akan diterima oleh seluruh ummat manusia. Tetapi di pihak lain, tidak ada bukti yang kecil sekalipun bahwa hal ini akan terjadi di waktu akan datang yang dapat dirasakan. Sejauh berhubungan dengan peradaban Barat, hal itu hanya mungkin terjadi sesudah serentetan gejolak sosial dan mental yang dahsyat yang akan menghancurkan penipuan-diri kultural Eropa sekarang dan mengubah mentalitasnya sehingga memungkinkan ia menjadi cakap dan sedia menerima keterangan religius tentang kehidupan. Sekarang dunia Barat masih tenggelam seluruhnya dalam pemujaan hasil-hasil capaian materialnya dan dalam kepercayaan bahwa keenakan, dan hanya keenakan saja, yang merupakan tujuan yang patut diperjuangkan. Materialismenya, penolakannya terhadap pandangan pikiran religius tentulah sedang bertambah kuat dan tidak berkurang seperti hendak dipercayakan oleh sebagian peninjau Muslimin yang optimis.

Telah dikatakan bahwa pengetahuan modern mulai mengakui adanya satu kesatuan tenaga kreatif dibalik kerangka alam yang tampak; dan ini dalam anggapan orang-orang yang optimis itu adalah fajar kesadaran religius baru di dunia Barat. Tetapi dugaan ini hanya mengungkapkan rahasia suatu salah paham pikiran ilmiah Eropah.

Tidak ada ahli ilmu pengetahuan yang sungguh-sungguh pernah menolak atau dapat menolak bahwa semesta alam ini disebabkan pada asalnya oleh satu sebab dinamik yang tunggal. Tetapi masalahnya selalu adalah sifat-sifat yang dapat diberikan pada "sebab" itu. Segala sistem kerohanian religius menegaskan bahwa itulah tenaga yang memiliki kesadaran dan budi mutlak, suatu kekuatan yang menciptakan dan mengatur semesta alam ini sesuai dengan satu rencana dan tujuan, tanpa ia sendiri dibatasi oleh hukum apapun: singkatnya, adalah Allah. Tetapi ilmu pengetahuan modern semacam itu tidak dipersiapkan dan tidak cenderung untuk maju sejauh itu (dan memang ini bukan wilayah sains) dan meninggalkan soal kebebasan dan tidak bergantung --dalam kata lain, soal keilahian-- dari tenaga kreatif itu sangat terbuka. Sikapnya kira-kira begini: "Mungkin demikian, tetapi aku tidak mengetahuinya dan aku tidak punya jalan ilmiah untuk mengetahuinya."

Di masa depan falsafah ini barangkali akan berkembang menjadi semacam agnotisisme pantheistik dimana ruh dan benda, tujuan dan wujud, pencipta dan ciptaan, dianggap satu dan sama. Sukarlah untuk mengakui bahwa kepercayaan semacam itu dapat dianggap satu langkah maju menuju konsepsi Islam yang positif tentang Tuhan: karena hal itu tidak merupakan suatu perpisahan dengan materialisme, tetapi hanya satu peningkatannya pada taraf intelektual yang lebih tinggi dan lebih muluk.

Sebagai kenyataan Eropa tidak pernah lebih jauh dari Islam daripada di masa sekarang ini. Permusuhan aktifnya terhadap agama kita mungkin sedang mundur; tetapi ini bukan karena suatu penilaian terhadap ajaran-ajaran Islam, melainkan karena kelemahan kultural dan perpecahan dari dunia Islam yang sedang tumbuh. Eropa sekali pernah takut kepada Islam dan ketakutan ini memaksa Eropa mengambil sikap permusuhan terhadap segala sesuatu yang bercorak Islam bahkan dalam soal-soal spiritual dan sosial pun juga. Tetapi pada saat ketika Islam telah kehilangan segala peranannya sebagai satu faktor yang berhadap-hadapan dengan kepentingan-kepentingan politik Eropa, sangatlah alami bahwa dengan berkurangnya ketakutan itu Eropa sewajarnya pula menghilangkan sebagian intensitas perasaan anti Islamnya. Kalau hal-hal ini telah menjadi kurang menonjol dan kurang aktif, ini tidak harus membawa kita pada kesimpulan bahwa Eropa dalam batinnya sedang datang lebih mendekat pada Islam: ini hanya menunjukkan sikap tidak acuhnya pada Islam.

Sekali-kali tidaklah peradaban Barat mengubah sikap mentalnya yang khas. Eropa sekarang sama kuatnya menentang kosepsi hidup religius sebagaimana sebelumnya; dan seperti telah saya katakan, tidak ada bukti meyakinkan bahwa suatu perubahan akan tampak terjadi dalam waktu singkat di masa depan. Adanya misi Islam di Barat dan kenyataan bahwa sebagian orang Eropa dan Amerika telah memeluk agama Islam sama sekali bukan alasan. Dalam masa dimana materialisme sedang jaya diatas segala basis, hanyalah alami saja bahwa di sana-sini beberapa orang yang masih merindukan regenerasi spiritual mendengar penuh semangat pada kepercayaan apapun yang berdasarkan konsepsi-konsepsi religius. Dalam pandangan ini misi Islam tidak berdiri sendiri di Barat. Di sana terdapat sekte-sekte mistik Kristen yang tak terhitung jumlahnya dengan tendensi-tendensi "revivalist", di sana ada gerakan theosofi yang agak kuat, di sana ada kelenting-kelenting Budha serta misi-misi dan ada pemeluk-pemeluk agama baru pada berbagai kota-kota Eropa. Justru dengan menggunakan argumen-argumen yang sama dengan argumen dari misi-misi Islam itu, misi-misi agama Budha dapat mengakui (dan memang mereka mengakui) bahwa Eropa sedang "datang mendekat" pada Budhisme. Penerimaan agama oleh beberapa orang kedalam Budhisme atau agama Islam sekali-kali tidak membuktikan bahwa kedua aliran kepercayaan itu sesungguhnya telah mulai mempengaruhi kehidupan Barat dalam bandingan yang patut dinilai. Orang malah dapat maju lebih jauh lagi bahwa tidak ada dari misi itu yang telah sanggup membangkitkan lebih dari sekedar rasa ingin tahu terutama karena perkosaan yang dibuat oleh kepercayaan-kepercayaan atas pikiran-pikiran bangsa yang cenderung pada romantika. Tentu saja ada kekecualian-kekecualian dan sebagian dari pemeluk agama ini adalah orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran; tetapi kekecualian tidaklah cukup untuk mengubah aspek satu peradaban. Sebaliknya apabila kita bandingkan jumlah pemeluk-pemeluk baru yang terkecuali ini dengan jumlah orang-orang Barat yang setiap hari mengalir masuk pada kepercayaan-kepercayaan sosial materialistik seperti Marxisme dan Fascisme, kita akan sanggup untuk menilai lebih benar tentang kecenderungan-kecenderung kebudayaan Barat modern.

Mungkin, seperti telah ditunjukkan sebelumnya, bahwa ketegangan sosial dan ekonomi yang terus tumbuh dan mungkin juga satu rangkaian baru dari peperangan-peperangan dunia dalam dimensi-dimensi yang hingga kini belum dikenal serta terror-terror ilmiah akan membawa sorotan dahsyat terhadap penipuan diri materialistik dari peradaban Barat, sehingga ummatnya akan mulai sekali lagi dalam kesederhanaan dan kesungguhan, untuk mencari kebenaran-kebenaran spiritual; dan kemudian memungkinkan khotbah Islam di Barat. Tetapi perubahan-perubahan itu masih tersembunyi di balik cakrawala masa depan; karena itu adalah optimisme menipu diri yang berbahaya bagi kaum Muslimin untuk berbicara tentang pengaruh Islam seakan-akan sedang dalam perjalanan untuk menaklukkan semangat Eropa. Pembicaraan semacam itu pada hakekatnya tidak lain daripada kepercayaan Mahdi kuno dalam samarannya yang "rasional" --kepercayaan akan satu kekuatan yang tiba-tiba muncul dan membuat bangunan Islam yang sedang goncang tiba-tiba menjadi jaya. Kepercayaan itu berbahaya karena enak dan mudah dan cenderung untuk meninabobokkan kita, menjauh dari kenyadaran akan kenyataan bahwa secara kultural kita belum sampai ke mana-mana, sedang pengaruh Barat sekarang ini makin mencekam dalam dunia Islam; bahwa kita sedang tidur sementara pengaruh-pengaruh Barat membongkar dan menghancurkan masyarakat Islam di mana-mana. Menghasratkan perluasan penyebaran Islam tidaklah sama dengan membangun harapan palsu di atas hasrat itu.

Kita sedang memimpikan sinar Islam memancar ke wilayah-wilayah jauh, sementara dalam wilayah sekitar kita sendiri pemuda Islam sedang meninggalkan medan harapan kita.



sumber :

Islam di Simpang Jalan
Judul asli: Islam at the Crossroads
Cetakan pertama: Delhi (India), 1935
Edisi Indonesia: Islam di Simpang Jalan
Penterjemah: M. Hashem
Cetakan pertama: YAPI, Surabaya, 1967
Cetakan kedua: PUSTAKA, Bandung, 1981
Hak cipta: Muhammad Asad
All rights reserved.

SEMANGAT BARAT

Dalam pasal yang lalu telah diusahakan memberikan suatu garis besar dasar moral Islam. Kita sadari dengan mudah bahwa peradaban Islam adalah theokrasi dalam bentuk yang paling sempurna. Di sini pertimbangan religius mengatasi segala-galanya dan mendasari segala-galanya. Apabila kita bandingkan ini dengan sikap peradaban Barat, kita beroleh kesan yang kuat akan adanya perbedaan pandangan yang sangat besar.

Dalam kegiatan-kegiatan dan usaha-usahanya peradaban Barat dikuasi oleh pertimbangan kemanfaatan praktis dan ekspansi dinamik saja. Tujuannya selalu adalah membuat eksperimen-eksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan daripada hidup dan penemuan potensialitas-potensialitas hidup itu, tanpa memberikan sifat realitas moral sendiri pada hdiup ini. Bagi Eropa dan Amerika modern masalah arti dan tujuan hidup telah sejak lama kehilangan kepentingan praktisnya. Yang penting bagi mereka hanya pertanyaan bentuk-bentuk apa yang dapat diambil kehidupan dan apakah ummat manusia seperti itu sedang maju menuju penguasaan terhadap alam. Pertanyaan terakhir ini dijawab Barat modern dengan membenarkannya, dan dalam hal ini sejalan dengan Islam. Dalam al-Qur'an Allah berfirman perihal Adam dan ummatnya:

"Sesungguhnya Aku akan menempatkan khalifah di muka bumi," (Qur'an Suci, 2:30).

Ini jelas berarti bahwa manusia ditakdirkan untuk berkuasa dan maju di atas dunia. Tetapi ada perbedaan antara pandangan-pandangan Barat tentang sifat perkembangan manusia. Barat modern percaya akan kemungkinan perbaikan spiritual yang progresif dari ummat manusia dalam pengertian kolektifnya, dengan capaian-capaian praktis dan perkembangan pemikiran ilmiah. Tetapi pandangan Islam bertentangan seratus delapan puluh derajat dengan konsepsi kemanusiaan Barat yang materialistik dinamik ini. Islam memandang kemungkinan-kemungkinan keseluruhan kolektif "ummat manusia" sebagai satu kuantitas statik; seperti sesuatu yang telah diletakkan secara definitifif seperti itu dalam susunan alam itu sendiri. Islam tidak pernah membenarkan bahwa alam insani --dalam pengertian supe-rindividualnya secara umum-- akan mengalami suatu proses perubahan maju dan perbaikan dalam cara yang serupa seperti tumbuhnya pohon: karena dasar dari alam insani itu, jiwa manusia, bukanlah kuantitas biologik. Kekeliruan fundamental dari pikiran Eropa modern, yang memandang pertambahan pengetahuan dan kesenangan material sebagai identik dengan perbaikan spiritual dan moral ummat manusia, hanya mungkin karena kesalahan fundamental yang sama dalam menerapkan hukum-hukum biologik pada fakta-fakta non-biologik. Pada akarnya terletak ketidakpercayaan Barat akan adanya apa yang kita gambarkan sebagai "ruh". Islam yang berdasar atas konsepsi kerohanian memandang ruh sebagai satu realitas yang tidak perlu diragukan atau diperdebatkan. Walaupun tidak mesti saling bertentangan, kemajuan material dan kemajuan spiritual tidaklah satu dan sama; walaupun saling berhubungan, keduanya adalah aspek-aspek dari hidup manusia yang jelas berbeda; dan dua bentuk kemajuan ini tidak mesti saling bergantung. Memang mungkin, tetapi tidak selalu keduanya harus berkembang serentak.

Sementara dengan jelas mengakui kemungkinan itu dan menegaskan dengan keras wajarnya kemajuan lahir, yaitu kemajuan material ummat manusia sebagai satu badan kolektif, sejelas itu pula Islam tidak membenarkan kemungkinan perbaikan spiritual manusia sebagai satu keseluruhan dengan jalan hasil-hasil capaian kolektifnya. Unsur dinamika dari perbaikan spiritual terbatas pada makhluk perorangan dan satu-satunya batas waktu yang mungkin dari perkembangan spiritual dan moral manusia adalah antara kelahiran dan matinya orang individu secara perseorangan. Kita tidak mungkin maju menuju kesempurnaan sebagai badan kolektif. Setiap orang harus berjuang menuju tujuan spiritual itu sebagai individu perseorangan; dan setiap orang harus mulai dan mengakhirinya dengan dirinya sendiri.

Pandangan individualistik yang tegas tentang tujuan spiritual manusia ini diimbangi dan dikuatkan secara langsung, dengan konsepsi sosial Islam yang keras serta kerjasama kemasyarakatan. Kewajiban masyarakat ialah mengatur kehidupan lahir dalam cara demikian rupa sehingga individu orang seorang mendapat halangan seminimal mungkin dan mendapat dorongan semaksimal mungkin dalam perjuangan spiritualnya. Inilah sebabnya, maka hukum Islam, syari'ah, berurusan dengan kehidupan manusia dalam segi spiritual maupun materialnya, dan keduanya dengan aspek-aspek individual dan aspek-aspek sosialnya.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, konsepsi seperti itu hanya mungkin atas dasar kepercayaan positif akan adanya ruh manusia, dan sehubungan dengan itu kepercayaan akan tujuan transendental daripada kehidupan manusia. Tetapi bagi Barat modern dengan sikap mengabaikan dan setengah menolak adanya ruh, masalah-masalah tujuan hidup tidak lagi mengandung kepentingan praktis. Barat telah meninggalkan segala pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan kerohanian.

Apa yang kita namakan sikap religius selalu berdasarkan atas kepercayaan bahwa ada suatu hukum moral kerohanian yang mencakup segala-galanya dan bahwa makhluk manusia harus tunduk kepada perintah-perintah hukum moral itu. Peradaban Barat modern tidak mengakui perlunya penyerahan manusia kepada apapun kecuali tuntutan-tuntutan ekonomi, sosial dan kebangsaan. Dewanya yang sebenarnya bukanlah kebahagiaan spiritual melainkan keenakan, comfort. Dan falsafahnya yang nyata dan hidup dilahirkan dalam kemauan untuk berkuasa demi untuk kekuasaan itu sendiri. Keduanya diwarisi dari peradaban Romawi Kuno.

Dengan menyebut peradaban Romawi --sekurang-kurangnya sedikit banyak-- secara genetik mewariskan materialisme Barat Modern, mungkin kedengaran ganjil bagi orang-orang yang telah mendengar perbandingan berulang-ulang tentang imperium Romawi dan imperium Islam. Bagaimana mungkin terdapat perbedaan yang tegas antara konsepsi Islam yang fundamental dan konsensi Barat modern apabila dalam jaman lampau ekspresi-ekspresi antara keduanya bersamaan? Jawabannya yang sederhana adalah: keduanya sebenarnya tidak bersamaan. Perbandingan populer yang demikian seringnya dikutip adalah salah satu dari lagu lama sejarah yang sumbang; dengan pengetahuan dangkal dan palsu anggapan itu mengisi pikiran generasi sekarang. Tidak ada persamaan antara imperium Islam dan imperium Romawi kecuali bahwa keduanya membentang di atas wilayah-wilayah luas dan bangsa-bangsa yang aneka ragam --karena selama kehidupannya kedua imperium ini diarahkan oleh tenaga-tenaga penggerak yang sama sekali berbeda dan barus memenuhi tujuan-tujuan historik yang sama sekali berbeda dan harus memenuhi tujuan-tujuan historik yang berbeda. Bahkan dalam segi terbentuknya kita melihat perbedaan yang besar sekali antara imperium Islam dan imperium Romawi. Imperium Romawi memerlukan waktu hampir seribu tahun untuk tumbuh ke arah keluasan wilayah yang besar dan ke arah kematangan politik; sedang imperium Islam meloncat dan tumbuh hingga kepenuhannya dalam waktu singkat yang hanya memakan waktu sekitar delapan puluh tahun. Tentang hal kemundurannya masing-masing, perbedaan itu malah lebih terang. Keruntuhan imperium Romawi, yang akhirnya ditutup sama sekali oleh migrasi bangsa-bangsa Hun dan Goth, hanya berlangsung selama satu abad saja --dan berlangsung demikian sempurnanya sehingga tidak ada sesuatu daripadanya yang tinggal kecuali karya kesusasteraan dan arsitektur. Imperium Byzantium, yang biasanya dianggap pewaris tunggal dari kebudayaan Romawi, hanyalah ahli waris sejauh ia terus memerintah atas sebagian dari wilayah yang dahulu merupakan bagian dari imperium Romawi. Struktur sosial dan organisasi politiknya hampir tidak berhubungan sama sekali. Sebaliknya imperium Islam, seperti tercakup dalam kekhalifahan, memang mengalami kerusakan dan perubahan bentuk dinasti dalam perjalanan kehidupannya yang panjang, tetapi strukturnya pada hakekatnya tetap sama. Serangan-serangan dari luar, bahkan serangan-serangan orang Mongol --yang jauh lebih ganas daripada yang dialami imperium Romawi di tangan bangsa-bangsa Hun dan Goth-- tidaklah sanggup untuk menggoncangkan organisasi kemasyarakatan dan kehidupan politik yang tidak terpatahkan dari imperium khalifah-khalifah, walaupun jelas bahwa hal itu turut menyebabkan kemacetan ekonomi dan intelektual pada masa-masa kemudiannya. Berlainan dengan masa satu abad yang diperlukan untuk kehancuran imperium Romawi, imperium Islam dari khalifah-khalifah itu memerlukan waktu hampir seribu tahun dalam kemunduran yang perlahan-lahan hingga kehancuran politik terakhir dengan lenyapnya Kekhalifahan Usmaniyah, diikuti oleh kebobrokan sosial yang sedang kita saksikan sekarang.

Segala ini memaksakan kesimpulan pada kita bahwa kekuatan batin dan kesehatan sosial dari dunia Islam lebih tinggi daripada segala yang pernah dialami ummat manusia hingga saat ini dengan jalan organisasi sosial. Bahkan peradaban Cina yang tiada ragu telah memperlihatkan kekuatan-kekuatan bertahan selama berabad-abad tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan di sini. Cina terletak di ujung satu benua yang hingga pada akhir abad yang lalu --yaitu sehingga kebangkitan Jepang modern-- berada di luar capaian kekuatan apapun; peperangan dengan orang Mongol pada jaman Jengis Khan dan keturunan-keturunannya hampir tidak menyentuh imperium Cina; tetapi imperium Islam membentang hingga tiga benua dan sepanjang masa itu dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhi dengan gaya hidup yang besar. Sejak permulaan sejarah bagian bumi yang dinamakan Timur Tengah dan Timur Dekat merupakan gunung api dari pertentangan-pertentangan tenaga-tenaga rasial dan kebudayaan; tetapi pertahanan organisasi Islam tidak terpadamkan, sekurang-kurangnya hingga pada saat ini. Kita tidak perlu mencari keterangan yang jauh tentang pemandangan yang mengagumkan ini: ajaran agama dari al-Qur'an-lah yang memberi dasar yang kuat, dan teladan hidup Nabi Muhammad saw.-lah yang menjadi pita baja yang melingkari struktur sosial yang agung itu. Imperium Romawi tidak memiliki unsur spiritual semacam itu untuk mempertahankan kesatuannya, dan oleh karena itu ia runtuh demikian cepat.

Tetapi masih ada satu perbedaan lagi antara kedua imperium lama itu. Sementara dalam imperium Islam tidak ada bangsa yang diistimewakan, dan kekuasaan ditundukkan kepada penyiaran idea yang dianggap oleh pembawa-pembawa suluhnya sebagai kebenaran agamawi yang luhur, idea yang mendasari imperium Romawi adalah penaklukan demi kekuasaan dan eksploitasi atas bangsa-bangsa lain untuk kepentingan negara induk sendiri.

Untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi golongan yang diistimewakan, tidak ada keganasan yang terlalu buruk bagi bangsa Romawi, tidak ada ketidakadilan yang terlalu keji: "Keadilan Romawi" yang terkenal itu adalah keadilan bagi orang-orang Romawi saja. Jelaslah sikap semacam itu hanya mungkin atas dasar satu konsepsi hidup dan peradaban yang sama sekali materialistik --tentulah materialisme yang diperindah oleh rasa intelektual, tetapi betapapun juga tetap asing bagi segala nilai-nilai spiritual. Orang-orang Romawi dalam kenyataannya tidak pernah mengenal agama. Dewa-dewa mereka yang tradisional itu adalah tiruan samar dari mitologia Yunani, hanyalah roh-roh samar yang diterima dengan diam-diam untuk kepentingan konvensi sosial. Dewa-dewa itu sama sekali tidak diperkenankan campur tangan dalam kehidupan nyata. Apabila ditanyai, dewa-dewa itu harus memberikan orakel melalui perantaraan-perantaraan pendeta-pendeta mereka; tetapi dewa-dewa itu tidak pernah, diharapkan untuk menentukan hukum-hukum moral pada manusia atau untuk mengarahkan tindakan-tindakan manusia. Dari bumi inilah tumbuh kebudayaan Barat. Tiada diragukan bahwa ia banyak menerima pengaruh-pengaruh lain dalam rentangan perkembangannya, dan hal itu secara alami mengubah dan mengalihkan bentuk warisan kebudayaan Romawi dalam lebih dari satu segi pandangan. Tetapi kenyataan tetap tinggal bahwa segala apa yang nyata dalam etika dan pandangan hidup Barat sekarang langsung dapat diikuti jejaknya hingga kepada peradaban Romawi kuno karena suasana intelektual dan sosial Romawi kuno sepenuhnya bersifat utilitarian dan anti agama --dalam kenyataannya, apabila bukan dalam pengakuan terbuka-- demikianlah suasana Barat modern. Tanpa memiliki bukti yang menyangkal agama ketuhanan, dan bahkan tanpa mengakui perlunya bukti semacam itu, pemikiran Barat modern, sementara bersikap toleran dan bahkan kadang-kadang menekankan perlunya agama sebagai satu konvensi sosial pada umumnya, melepaskan etika agamawi dari wilayah pertimbangan praktis. Peradaban Barat tidak dengan tegas menyangkal adanya Tuhan tetapi hanya tidak ada tempat dan tiada manfaat adanya Tuhan dalam sistem intelektualnya sekarang. Dunia Barat telah mengambil keuntungan dari kesulitan intelektual manusia --yaitu ketidaksanggupannya menggenggam keseluruhan hidup. Tampaknya Barat modern hanya akan memberikan sifat kepentingan praktis atas idea-idea yang terletak dalam bidang pengetahuan-pengetahuan empiris atau sekurang-kurangnya diharapkan untuk mempengaruhi hubungan-hubungan sosial manusia dalam cara yang dapat dirasakan. Dan tentang pertanyaan akan adanya Tuhan secara prima facie tidak termasuk pada salah satu dari kedua kategori ini. Pikiran Barat pada prinsipnya cenderung untuk mengesampingkan Tuhan dari wilayah pertimbangan praktis.

Timbul pertanyaan: bagaimana sikap semacam itu dapat dipertemukan dengan jalan pikiran Kristen? Bukankah agama Kristen --yang dianggap sumber pokok peradaban Barat-- suatu kepercayaan yang berdasarkan etika transendental? Tentu saja agama Kristen berdasarkan etika transendental. Namun adalah satu kekeliruan yang sangat besar sekali apabila orang memandang peradaban Barat bersumber dari agama Kristen. Dasar intelektual yang real dari Barat modern harus diperoleh dari konsepsi hidup Romawi sebagai satu dasar pandangan akan perlunya melulu, tanpa sesuatu pandangan kerohanian. Ini dapat dinyatakan sebagai berikut: "Karena kita tidak tahu apapun yang definitif --yaitu dengan jalan eksperimen dan pemikiran ilmiah-- tentang asal kehidupan manusia, maka lebih baik kita memusatkan segala tenaga untuk perkembangan kemungkinan-kemungkinan material dan intelektual kita tanpa mengizinkan diri kita dihalangi oleh etika kerohanian dan dalil-dalil moral atas dasar anggapan-anggapan yang menantang bukti ilmiah." Tidak akan terdapat keraguan bahwa sikap ini, yang demikian khas dalam peradaban Barat modern, adalah sama tidak dapat diterima bagi agama Kristen maupun bagi Islam atau agama apapun, karena pandangan itu tidak religius dalam hakekatnya sendiri. Oleh karena itu untuk menggambarkan hasil-hasil capaian peradaban Barat modern atas kekuatan yang dianggap dari ajaran-ajaran Kristen adalah sangat memalukan. Agama Kristen telah memberikan sangat sedikit sumbangan pada perkembangan ilmiah dan material dimana kebudayaan Barat sekarang mengatasi segala sesuatu lainnya. Sesungguhnya hasil-hasil capaian itu timbul dari perjuangan intelektual Barat melawan gereja Kristen dan pandangan hidup Kristen.

Selama berabad-abad semangat Barat ditekan oleh sistim religus yang menganut permusuhan terhadap alam. Nada kepertapaan yang memenuhi Bibel dari ujung ke ujung, tuntutan untuk menyerah secara pasif atas kesalahan yang menimpa, penyangkalan terhadap seks sebagai sesuatu yang berdasar atas kejatuhan Adam dan Hawa di surga, dosa warisan dan penebusannya melalui penyaliban Yesus, segala ini menuju pada satu penafsiran hidup manusia tidak atas dasar jenjang positif tetapi hampir sebagai kejahatan yang tak terelakkan --sebagai penghalang "edukatif" pada jalan kemajuan spiritual. Teranglah bahwa kepercayaan semacam itu tidak membangkitkan gairah bersemangat untuk usaha-usaha berhubung dengan ilmu pengetahuan dan perbaikan syarat-syarat kehidupan duniawi. Dan sesungguhnya selama masa yang sangat panjang intelek Eropa ditaklukkan oleh konsepsi kehidupan manusia yang muram itu. Selama abad-abad pertengahan ketika gereja sedang berkuasa, Eropa tidak memiliki gaya hidup dan tiada tempat apapun bagi dunia penyelidikan ilmiah. Eropa masa itu bahkan kehilangan hubungan dengan hasil-hasil capaian falsafah Romawi dan Yunani dari mana kultur Eropa dahulu bersumber. Intelek Eropa berontak lebih dari satu kali; tetapi berulang-ulang pemberontakan intelek itu dipatahkan oleh gereja. Sejarah jaman abad-abad pertengahan penuh dengan perjuangan sengit antara genius Eropa dan semangat gereja.

Pembebasan pikiran Eropa dari belenggu intelektual yang telah dipasang gereja Kristen terjadi dalam jaman renaissance dan sangat besar sekali disebabkan oleh dorongan-dorongan dan ide-ide kultural baru yang telah disalurkan Islam ke Barat selama beberapa abad.

Segala sesuatu yang terbaik dari kultur Yunani kuno dan masa Hellenisma kemudian telah dihidupkan oleh orang-orang Arab dalam usaha penyelidikan mereka dan diperbaiki dalam abad-abad setelah berdirinya awal imperium Islam. Saya tidak mengatakan bahwa penyerapan pikiran Hellenistik itu berupa manfaat yang tidak dapat disanggah terhadap bangsa Arab dan kaum Muslimin pada umumnya --karena keadaannya tidak demikian. Tetapi sementara segala jerih payah orang-orang Arab menghidupkan kembali kultur Hellenisma itu mungkin menyebabkan kerugian bagi kaum Muslimin pada umumnya dengan jalan memperkenalkan falsafah Aristoteles dan neoplatonisme ke dalam theologia dan yurisprudensi Islam, hal itu justru merupakan dorongan yang sangat besar bagi Eropa. Zaman abad-abad pertengahan telah menyia-nyiakan kekuatan-kekuatan produktif Barat. Ilmu pengetahuan macet, tahyul berkuasa paling tinggi, kehidupan moral primitif dan rendah sehingga hampir tidak dapat diterima akal pada zaman ini. Pada titik itu pengaruh kultural dunia Islam --mula-mula melalui pengalaman perang salib di Timur dan universitas-universitas Islam yang cemerlang di Spanyol dan kemudian melalui hubungan-hubungan perdagangan yang dibangun Republik Genua dan Venesia-- mulai berkumandang di pintu peradaban Eropa yang terkunci. Di hadapan mata sarjana-sarjana dan ahli-ahli pikir Eropa yang silau muncul suatu kebudayaan baru --indah, progresif, penuh gairah hidup dan penuh memiliki perbendaharaan kultural yang telah lama dihilangkan dan dilupakan Eropa. Yang telah dilakukan oleh orang-orang Arab itu jauh melebihi pembangkitan kembali kebudayaan Yunani kuno saja. Mereka telah menciptakan suatu dunia ilmiah mereka sendiri yang sama sekali baru dan memperkembangkan hingga pada masa itu jalan-jalan penelitian ilmiah dan falsafah. Semua ini mereka salurkan melalui berbagai saluran ke dunia Barat. Dan tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa zaman ilmu pengetahuan modern dalam masa kita ini tidak dilahirkan di kota-kota Eropa Kristen tetapi di pusat-pusat Islam seperti di Damsyik, Baghdad, Kairo, Kordoba, Nishapur, Samarkand.

Akibat pengaruh ini atas Eropa sangat besar. Dengan kedatangan peradaban Islam fajar intelektual baru bersinar di dunia Barat dan diresapi dengan hidup segar serta kehausan akan kemajuan. Bukan saja penghargaan atas nilainya maka ahli sejarah Eropa menamakan regenerasi itu renaissance --yakni kelahiran kembali. Renaisans itu sebenarnya adalah kelahiran kembali Eropa.

Arus regenerasi yang memancar dari kebudayaan Islam menimbulkan otak-otak Eropa yang terbaik untuk berjuang dengan kekuatan baru melawan supremasi gereja Kristen yang berbahaya.

Pada permulaannya pertandingan ini mengandung pandangan lahir dari gerakan-gerakan reformasi, yang timbul hampir serentak di berbagai negara Eropa dengan tujuan untuk menerapkan jalan pemikiran Kristen kepada tuntutan-tuntutan hidup yang baru ini. Gerakan-gerakan ini sehat dalam caranya dan apabila mereka beroleh sukses spiritual yang nyata mungkin mereka menghasilkan suatu kesesuaian antara ilmu pengetahuan dan pemikiran religius di Eropa. Tetapi sebagaimana yang terjadi, kesalahan yang disebabkan oleh gereja zaman abad-abad pertengahan sudah terlalu jauh untuk dapat diperbaiki oleh reformasi saja yang lagi pula dengan cepat menurun menjadi perjuangan-perjuangan politik antara golongan-golongan yang berkepentingan. Alih-alih daripada beroleh perbaikan yang sebenarnya, agama Kristen hanya terdesak pada sikap bertahan dan berangsur-angsur terpaksa mengambil sikap apologetik. Gereja --baik Katholik maupun Protestan-- sebenarnya tidak pernah melepaskan komedi-komedi mentalnya, dogma-dogma yang tak dapat dipahami, sikap menghinanya terhadap dunia, dukungannya pada kekuasaan-kekuasaan yang ada atas kerugian ummat manusia yang tertindas; gereja hanya mencoba memalsukan kegagalan-kegagalan yang parah ini dan dengan demikian "menerangkannya" dengan jalan keterangan-keterangan kosong. Tidaklah mengherankan bahwa ketika tahun-tahun dan abad-abad itu maju, pegangan dan pemikiran religius menjadi makin lama makin lemah di Eropa, hingga pada abad ke delapan belas kekuasaan gereja dengan tegas dilemparkan ke luar gelanggang oleh revolusi Perancis dan akibat-akibat kultural di negara-negara lain.

Pada waktu itu lagi tampak seakan-akan kebudayaan spiritual baru yang bebas dari kegelapan tirani theologia skolastik abad-abad pertengahan beroleh kesempatan tumbuh di Eropa. Dan kenyataannya pada akhir abad ke delapan belas dan awal abad ke sembilan belas kita bertemu dengan beberapa tokoh spiritual Eropa yang terbaik dan paling kuat dalam bidang falsafah, kesenian, kesusasteraan dan ilmu pengetahuan. Tetapi konsepsi hidup spiritual religius ini tetap terbatas pada beberapa orang perorangan. Massa besar orang-orang Eropa, sesudah demikian lama terpenjara dalam dogma-dogma agama yang tidak ada hubungan dengan usaha-usaha alami manusia, tidak dapat dan tidak mau mendapatkan jalan mereka kembali kepada orientasi religius setelah sekali belenggu-belenggu itu dihancurkan.

Barangkali faktor intelektual yang paling penting yang menghalangi regenerasi religius di Eropa adalah konsepsi yang ada pada waktu itu bahwa Yesus adalah Anak laki-laki Tuhan. Orang-orang Kristen yang berpikiran filosofis tentu saja tidak pernah menerima ide keanakan itu dalam pengertian harfiahnya; mereka mengartikan keanakan Yesus itu sebagai manisfestasi dari rahmat Tuhan dalam bentuk manusia. Tetapi sayang tidak setiap orang berpikiran filosofis. Bagi sebagian terbesar dari orang-orang Kristen ungkapan "anak" mengandung arti yang langsung, walaupun selalu ada bau mistik yang ditempelkan ke situ. Bagi mereka keanakan Yesus itu dengan sangat alaminya menuju kepada kepercayaan akan Tuhan sebagai manusia, yang mengambil rupa orang tua yang baik dengan janggut putih yang lebat: dan bentuk ini, diabadikan dalam lukisan-lukisan yang tak terhitung banyaknya yang bernilai seni yang tinggi, tinggal mengesan dalam bawah-sadar pikiran orang-orang Eropa. Sepanjang masa ketika dogma gereja paling berkuasa di Eropa tidak banyak kecenderungan untuk mempersoalkan konsepsi aneh ini. Tetapi dengan hancurnya belenggu intelektual abad-abad pertengahan, cara berpikir orang-orang Eropa tidak dapat mempertemukan dirinya dengan satu Tuhan-Bapak yang dimanusiakan; sebaliknya pemanusiaan Tuhan itu telah menjadi satu faktor penghalang yang tegak dalam konsepsi rakyat umum tentang Tuhan. Sesudah suatu masa kebangunan pemikiran, ahli-ahli pikir Eropa secara naluri mundur lagi dari konsepsi tentang Tuhan seperti yang digambarkan dalam ajaran gereja, dan karena ini adalah satu-satunya konsepsi yang mereka kenal, maka mereka mulai menolak ide tentang Tuhan sendiri dan bersama dengan itu mereka menolak agama.

Lagi pula fajar zaman industri dengan kecemerlangan kemajuan material yang menyilaukan mulai mengarahkan manusia kepada kepentingan-kepentingan baru dan dengan demikian menyumbangkan kekosongan religius yang mengikutinya di Eropa. Dalam masa lowong itu perkembangan peradaban Barat beroleh giliran tragik-tragik dari sudut pandangan setiap orang yang memandang agama sebagai realitas yang paling kuat dalam kehidupan manusia. Setelah terbebas dari bentuk penghambatan dahulunya berupa agama Kristen, pikiran Eropa modern melangkahi batas itu dan membentengi dirinya dengan berangsur-angsur dalam suatu sikap tegas menentang setiap bentuk tuntutan atas manusia. Dari ketakutan bawah sadar kalau-kalau sekali lagi dilimpahi dengan kekuatan-kekuatan yang menuntut kekuasaan spiritual, Eropa menjadi juara dari segala sesuatu yang anti agama dalam prinsip dan dalam tindakan. Eropa kembali kepada warisan Romawi lama.

Oleh karena itu orang tidak dapat disalahkan atas bantahan bahwa bukanlah superioritas potensial dari agama Kristen atas kepercayaan-kepercayaan lain yang memungkinkan Barat untuk mencapai hasil-hasil materialnya yang cemerlang: karena hasil-hasil yang dicapai ini tidak dapat dipikirkan tanpa perjuangan historik kekuatan-kekuatan intelektual Eropa melawan prinsip-prinsip gereja Kristen sendiri. Konsepsi hidup materialisme sekarang ini adalah pembalasan dendam Eropa terhadap "kerohanian" gereja yang telah kesasar dari kebenaran kebenaran hidup alami.

Bukanlah urusan kita untuk masuk lebih jauh ke dalam hubungan intern antara agama Kristen dan peradaban Barat modern. Saya hanya berusaha menunjukkan tiga dari sebab-sebab, mungkin sebab-sebab utama, mengapa peradaban Barat itu begitu sempurna anti agama dalam konsepsi-konsepsi dan metoda-metodanya: pertama adalah warisan peradaban Romawi dengan sikapnya yang sama sekali materialistik berhubung dengan kehidupan manusia dan nilai-nilai yang terpadu padanya; yang kedua, pemberontakan alam insani melawan sikap benci pada dunia daripada agama Kristen dan sikap Kristen menindas hasrat-hasrat alami dan usaha-usaha yang halal daripada manusia (yang diikuti oleh sekutu-sekutu gereja dengan pemegang-pemegang kuasa politik dan ekonomi dan pengesahannya dengan diam-diam atas setiap eksploitasi yang dapat dirancangkan pemegang-pemegang kuasa itu); dan yang ketiga, konsepsi ketuhanan yang anthropomorfis. Pemberontakan terhadap agama ini sepenuhnya berhasil --demikian berhasilnya sehingga berbagai sekte dan gereja Kristen berangsur-angsur terpaksa menyesuaikan beberapa doktrin mereka dengan kondisi-kondisi sosial dan intelektual Eropa. Alih-alih daripada mempengaruhi dan membentuk kehidupan sosial dari penganut-penganutnya sebagai kewajiban agama yang utama, agama Kristen telah mengundurkan diri dalam peranan satu konvensi yang ditolerir dan menjadi jubah bagi usaha-usaha politik. Bagi rakyat banyak agama Kristen sekarang hanya mempunyai arti formal sebagaimana halnya dengan dewa-dewa Romawi kuno yang tidak diizinkan dan tidak pula dipandang mempunyai pengaruh nyata apapun atas masyarakat. Tentu masih banyak individu di Barat yang merasa dan berpikir secara religius dan berusaha mati-matian untuk mempertemukan kepercayaan mereka dengan jiwa kebudayaannya --tetapi mereka hanya pengecualian. Rata-rata orang Barat --baik ia seorang demokrat atau fascis, kapitalis atau komunis, seorang pekerja kasar atau intelektual-- hanya mengenal satu "agama" yang positif yaitu pengabdian pada kemajuan material, kepercayaan bahwa tidak ada tujuan lain daripada hidup ini selain dari membuat hidup ini terus menjadi mudah, seperti ungkapan orang sekarang, "bebas dari alam." Kelenteng "agama" itu adalah pabrik-pabrik raksasa, bioskop-bioskop, laboratorium-laboratorium kimia, rumah-rumah dansa, karya-karya hydro-elektrik; pendeta-pendetanya adalah bankir-bankir, insinyur-insinyur, bintang-bintang film, industriawan-industriawan, ahli-ahli penerbangan. Akibat yang tak terelakkan dari perburuan terhadap kekuasaan dan kesenangan ini adalah terciptanya golongan-golongan yang bermusuhan yang dipersenjatai hingga ke gigi-giginya dan telah memutuskan untuk saling menghancurkan kapan dan di mana saja kepentingan mereka masing-masing berbenturan. Dan pada segi kebudayaan akibatnya adalah penciptaan suatu tipe manusia yang moralitasnya terbatas pada masalah kepentingan praktis melulu dan kriterianya yang tertinggi tentang baik dan buruk adalah sukses material.

Dalam transformasi yang seksama itu kehidupan sosial Barat sekarang sedang mengalami moralitas utilitarian baru yang makin lama makin tampak. Segala sifat-sifat kebajikan yang mengandung arti langsung pada kesejahteraan material masyarakat itu --umpamanya efisiensi teknik, patriotisme, rasa kelompok nasional-- diangkat dan sering dibesar-besarkan dengan kaburnya dalam nilainya; sedang kebajikan-kebajikan yang hingga kini dinilai dari sudut pandangan etika melulu, seperti kecintaan anak, kesetiaan dalam perkawinan, dengan cepatnya kehilangan arti pentingnya --karena hal itu tidak memberikan manfaat material yang dapat dirasakan pada masyarakat. Zaman dimana dorongan atas keakraban ikatan kekeluargaan adalah menentukan bagi kesejahteraan golongan atau klan sedang diatasi di Barat oleh satu zaman organisasi kolektif di bawah pokok-pokok yang jauh lebih luas. Dan dalam suatu masyarakat yang pada hakekatnya teknologik dan sedang diorganisir dalam langkah-langkah yang terus bertambah cepat atas garis-garis mekanik melulu, perilaku anak terhadap ayahnya tidak mengandung arti sosial yang penting selama individu-individu itu berperilaku dalam batas-batas kesopanan umum yang diletakkan oleh masyarakat pada saling hubungan di antara anggota-anggotanya. Akibatnya ayah Barat makin kehilangan kekuasaan atas anaknya dan secara logis sekali si anak kehilangan respek pada ayahnya. Hubungan timbal balik di antara mereka perlahan-lahan diatasi dan --atas segala tujuan-tujuan praktis-- menjadi lapuk oleh dalil-dalil masyarakat ekonomi yang mempunyai kecenderungan untuk menghapus segala hak-hak istimewa atas seorang individu terhadap lainnya, dan --juga hak istimewa yang disebabkan ikatan kekeluargaan.

Sejajar dengan ini berjalanlah penghancuran terhadap moralitas seksual "lama." Kejujuran seksual dan disiplin seksual dengan cepatnya menjadi bagian dari masa lalu di Barat modern, karena hal-hal itu terutama didasari oleh etika, dan pertimbangan-pertimbangan etika tidak mengandung pengaruh langsung yang dapat dirasakan dalam kesejahteraan material daripada masyarakat itu. Dan dengan demikian disiplin dalam hubungan-hubungan seksual dengan cepat kehilangan arti pentingnya dan diganti oleh suatu moralitas baru yang menyerukan kebebasan individual tidak terbatas jasad manusia. Di masa depan batas seksual satu-satunya, paling banyak, diambil dari pertimbangan-timbangan jumlah penduduk dan perbaikan ras.

Bukanlah tanpa kepentingan untuk meninjau betapa evolusi anti agama yang digambarkan di atas telah dibawa kepada klimaksnya yang logis di Soviet Rusia, dimana dalam segi kulturalnya tidak menunjukkan suatu perkembangan yang berbeda secara hakiki dari dunia Barat lainnya. Sebaliknya tampak bahwa eksperimen komunis tidak lain daripada puncak dan pemenuhan dari hal-hal anti religius yang tegas dan --pada akhirnya-- tendensi-tendensi anti spiritual dari peradaban Barat modern. Bahkan mungkin pertentangan yang tajam sekarang antara Barat kapitalis dan komunisme pada akarnya hanya disebabkan oleh perbedaan langkah dimana gerakan-gerakan paralel pada hakekatnya sedang menuju ke tujuan yang sama. Persamaan isinya tiada ragu akan lebih disebut-sebut di masa depan; tetapi bahkan tampak dalam kecenderungan fundamental dari kapitalisme Barat maupun komunisme untuk menaklukkan individualitas spiritual manusia dan etikanya kepada tuntutan-tuntutan material melulu dari jaringan mesin kolektif yang disebut "masyarakat" di mana individu hanyalah berupa satu jeruji daripada satu roda.

Satu-satunya konklusi yang mungkin disimpulkan daripadanya adalah bahwa peradaban semacam itu akan menjadi racun maut bagi setiap kebudayaan yang berdasar nilai-nilai keagamaan. Pertanyaan asal kita, apakah mungkin untuk menerapkan jalan pemikiran dan jalan hidup Islam pada tuntutan-tuntutan hidup peradaban Barat dan sebaliknya, harus dijawab dengan "tidak." Dalam Islam tujuan pertama dan paling utama adalah kemajuan moral manusia, dan oleh karena itu pertimbangan-pertimbangan etika mengatasi pertimbangan-pertimbangan kemanfaatan material. Di Barat di mana pertimbangan-pertimbangan kemanfaatan material menguasai segala manifestasi-manifestasi kegiatan manusia, dan etika sedang diundurkan ke latar belakang yang kabur dari kehidupan masyarakat dan dipojokkan kepada keadaan teoritis melulu; tanpa sedikitpun kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Berbicara tentang etika --dalam keadaan-keadaan semacam itu-- tidak jauh bedanya dari bersikap munafik; dan dengan demikian orang-orang yang jujur secara intelektual di antara pemikir-pemikir Barat secara subyektif dibenarkan, apabila dalam pemikiran-pemikiran mereka atas nasib peradaban Barat, mereka mengelakkan setiap singgungan --pada etika kerohanian. Bagi orang-orang yang kurang jujur --seperti juga orang-orang yang kurang tegas dalam sikap moral mereka-- konsepsi etika kerohanian mereka hidup terus sebagai satu faktor pemikiran yang tidak rasional, sama halnya dengan seorang ahli matematika terpaksa menggunakan angka-angka "tidak rasional" tertentu yang dalam sendirinya tidak menunjukkan apapun yang dapat dirasakan, tetapi betapapun juga diperlukan untuk menjembatani celah kayalan karena batas-batas struktural pikiran manusia.

Sikap penyimpangan kepada etika semacam itu tentu saja tidak dapat dipertemukan dengan pandangan keagamaan; dan oleh karena itu dasar moral kebudayaan Barat modern tidak dapat dipertemukan dengan Islam.

Ini sama sekali tidak harus membuang kemungkinan bagi kaum Muslimin untuk menerima dorongan-dorongan tertentu dari Barat dalam bidang eksakta dan ilmu pengetahuan yang telah diterapkan; tetapi hubungan kulturalnya harus mulai dan berakhir di situ saja. Untuk melangkah lebih jauh dan meniru jiwa kebudayaan Barat, mode hidup dan organisasi kemasyarakatannya, tidaklah mungkin tanpa memberikan pukulan maut terhadap kehidupan Islam sebagai bentuk pemerintahan ketuhanan dan agama yang praktis.



sumber :

slam di Simpang Jalan
Judul asli: Islam at the Crossroads
Cetakan pertama: Delhi (India), 1935
Edisi Indonesia: Islam di Simpang Jalan
Penterjemah: M. Hashem
Cetakan pertama: YAPI, Surabaya, 1967
Cetakan kedua: PUSTAKA, Bandung, 1981
Hak cipta: Muhammad Asad
All rights reserved.

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Arsip Blog

Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box