Kamis, 13 September 2012

Inilah Fatwa Terbaru Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Terkait Syiah (3)



Pertanyaan :
Yang terhormat, Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi, hafizhahullah.

Assalaamu ‘Alaikum Wr. Wb.
Kami mengenal Anda sebagai salah satu ulama yang menyerukankan pendekatan di antara golongan dan madzhab di dalam Islam. Terutama antara madzhab Sunni dengan Syi’ah Imamiyah Itsna ’Asyariyyah. Di sini kami ingin bertanya kepada Anda dengan sebuah pertanyaan yang sangat jelas, yang mana kami sangat mengharapkan jawaban dari Anda dengan jawaban yang jelas pula, tidak hanya berdiplomasi. Pertanyaannya yaitu: Apakah mungkin akan terjadi pendekatan antara kedua golongan (Sunni dan Syi’ah), yang mana Syi’ah sangat membenci para sahabat dan bahkan berani mencaci dan melaknat mereka, terutama terhadap sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Zubair dan Thalhah. Oleh karena itu, orang-orang Syi’ah tidak mau menamai anak mereka dengan nama-nama ini, kecuali dibolehkan bagi seorang perempuan yang tidak mempunyai anak dan yang lainnya.
Bagaimana hukum mencaci para sahabat yang telah dijadikan Allah SWT sebagai penolong rasul dan agama-Nya? Apakah masuk ke dalam kategori perbuatan kufur? Hal ini dikarenakan bertentangan dengan nash Al-Qur`an yang telah memuji para sahabat.
Pembahasan ini merupakan sebab terjadinya perpecahan di antara kami dengan mereka (orang-orang Syi’ah). Kami harapkan, Anda bisa menerangkan kebenaran hal ini. Karena Anda telah mendapatkan anugerah ilmu, kekuatan dan hujjah dari Allah SWT. Juga Anda menguasai sejarah dan perkembangan masa kini, juga mempunyai keberanian di dalam menyampaikan kebenaran.
Semoga Allah SWT senantiasa menambahkan taufik-Nya kepada Anda.
Wassalaamu ’Alaikum Wr. Wb.

Hasan Ali Abdullah
Dari Kuwait

Jawaban :
Segala puji bagi Allah SWT. Semoga selawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, amma ba’du :
               Saya ucapkan terimakasih kepada Saudara penanya atas pertanyaannya yang sangat penting. Pertanyaan ini menyangkut masalah sensitif antara kami dengan Syi’ah. Karena inilah sikap mereka (orang-orang Syi’ah) terhadap para sahabat. Mereka sangat membenci para sahabat dan menuduh para sahabat dengan tuduhan keji. Topik ini merupakan topik yang selalu hangat dibicarakan dalam acara-acara pendekatan madzhab antara Sunni dengan Syi’ah. Topik ini merupakan salah satu dari 2 topik pembahasan yang membuat ketegangan antara kami dengan Syi’ah sejak bulan Ramadhan 1429 H/September 2008. Saya pernah membahas topik ini dengan para ulama mereka setiap kali kami bertemu dengan mereka. Semuanya ternyata setuju dengan pendapat yang saya ajukan, namun realitas menyatakan sebaliknya. Saya tidak ingin mengatakan jika mereka (para ulama Syi’ah) mengatakan hal ini adalah sebagai bentuk Taqiyyah.
Akan tetapi saya melihat jika ajaran Syi’ah yang dominan selalu melampaui seluruh ucapan ulama Syi’ah di berbagai forum. Ini imbas dari sejarah yang panjang. Inilah wujud realitas yang dipenuhi kebencian dan dendam kesumat.
               Saya hanya ingin mengatakan bahwa siapa saja orangnya yang sudah mengenal madzhab Syi’ah, maka dengan mudah dia akan memahami sikap Syi’ah terhadap para sahabat, terutama terhadap para sahabat senior.
               Karena ajaran pokok madzhab Syi’ah yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa Rasulullah SAW telah tegas menyatakan Ali sebagai penggantinya (menjadi Khalifah) setelah beliau wafat. Akan tetapi para sahabat telah bersekongkol untuk menyembunyikan kebenaran ini. Dengan sengaja, mereka telah durhaka terhadap Rasulullah SAW. Para sahabat –menurut Syi’ah- telah menyakiti Rasulullah SAW yang telah berwasiat untuk menjaga keluarganya dengan baik.
Sedangkan kita ketahui bahwa para sahabat senior adalah para sahabat yang paling dekat dengan beliau, paling dicintai, paling banyak berinfaq, paling dipuji, sebab terdapat banyak hadits yang menerangkan keutamaan mereka.
               Tidak diragukan lagi bahwa inilah buah dari pembinaan dan pendidikan Rasulullah SAW. Juga sebagai hasil dari perhatian serius beliau terhadap ucapan dan perbuatan para sahabatnya. Misalnya saja penjelasan wahyu yang terdapat di dalam Al-Qur`an yang memuji seluruh perbuatan baik para sahabat dan menegur seluruh perbuatan kurang baik dari mereka. Tujuannya agar para sahabat introspeksi dan bertaubat kepada Allah SWT dan memperbaiki perbuatan mereka. Sampai akhirnya mereka disebut, ”Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,” (QS Ali Imran [03]: 110). Mereka akhirnya menjadi figur umat pertengahan yang Allah SWT jadikan sebagai saksi atas seluruh umat manusia.
               Mereka berhak mendapatkan gelar ini sampai Al-Qur`an dari langit ketujuh turun, berisi pujian atas mereka. Yaitu orang-orang yang ikut hijrah, mereka pergi meninggalkan rumah dan harta benda mereka karena mencari keridhaan Allah SWT. Mereka menolong agama Allah dan rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Juga orang-orang Anshar yang menjadi penolong Rasulullah SAW dan dakwahnya dengan jiwa dan harta mereka. Mereka lah yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada  mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung,” (QS Al-Hasyr [59]: 9).
               Inilah gambaran Ahlu Sunnah terhadap para sahabat. Gambaran ini bersandar kepada Al-Qur`an, As-Sunnah yang shahih, dan kenyataan sejarah yang sangat berbeda dengan gambaran yang diberikan oleh orang-orang Syi’ah terhadap para sahabat. Gambaran ini sangat bertolak belakang 100% dengan gambaran orang-orang Syi’ah. Karena gambaran mereka tidak mengacu kepada Al-Qur`an, As-Sunnah, sejarah dan fakta yang benar. Inilah gambaran yang telah dijelaskan oleh syaikh kami, Abul Hasan Ali An-Nadawi di dalam makalah pendeknya dengan judul, ”Dua Gambaran yang Bertolak Belakang.”
               Kesimpulan terhadap gambaran pertama dari orang-orang Syi’ah, “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak benar di dalam mendidik murud-muridnya. Beliau telah ditipu oleh mereka, dan murid-murid beliau telah mengkhianati gurunya dengan cara menyia-nyiakan wasiat kepemimpinan setelah beliau wafat. Mereka juga berkhianat kepada keluarga beliau, menzalimi Ahlul Bait di dalam masalah kepemimpinan dan membuat konspirasi terhadap Ahlul Bait”.
               Kesimpulan terhadap gambaran kedua dari Ahlu Sunnah, “Sesungguhnya  Rasulullah SAW adalah guru yang paling baik. Beliau memahami betul seluruh murid-muridnya. Beliau sangat dekat dengan mereka dan memberikan sinyal kepemimpinan setelah beliau wafat dengan cara penunjukan imam di dalam shalat dan lain-lainnya.”
               Masalah ini yang membuat kami Ahlu Sunnah sering berbenturan dengan orang-orang Syi’ah. Kami Ahlu Sunnah mengatakan: Abu Bakar dan Umar -semoga Allah SWT meridhai keduanya-, sedangkan orang-orang Syi’ah mengatakan: Abu Bakar dan Umar -semoga Allah SWT melaknat keduanya-. Kami Ahlu Sunnah mengatakan: Aisyah -semoga Allah SWT meridhainya-, sedangkan orang-orang Syi’ah mengatakan: Aisyah -semoga Allah SWT melaknatnya-. Padahal Aisyah ini telah Allah SWT sucikan di dalam firman-Nya di dalam surah An-Nur.
               Saya sangat sedih ketika terjadi peristiwa di Beirut pada tahun 2008, pada saat pasukan Hizbulloh memasuki rumah-rumah Ahlu Sunnah sambil berteriak, ”Semoga Allah SWT melaknat tiga orang!” Tiga orang yang mereka maksudkan adalah Abu Bakar, Umar bin Khaththab dan Utsman bin Affan. Cerita ini saya dengar dari orang-orang yang bisa dipercaya, karena mereka menyaksikannya sendiri.
               Saya telah menulis di dalam buku saya yang berjudul, ”Dasar-Dasar di Dalam Dialog dan Pendekatan di Antara Madzhab-madzhab dan Golongan di Dalam Islam.” Di dalam buku tersebut saya telah membuat sepuluh kaidah dan dasar-dasar di dalam dialog atau pendekatan antara dua madzhab. Di antaranya, menjauhi kata-kata provokasi. Yaitu, segala sesuatu yang bisa memprovokasi orang lain, membuat orang lain marah dan perbuatan yang menantang orang lain yang tidak bisa dibenarkan. Di antara bentuk-bentuk provokasi itu adalah mencerca para sahabat.
               Di sini saya ingin menukil sebagian yang saya tuliskan di sana, karena mengandung ibrah dan pelajaran, juga mengandung penjelasan yang kuat atas setiap para pembangkang dan orang-orang sombong.
               Di antara yang sudah saya katakan, masalah mencaci para sahabat oleh orang-orang Syi’ah tetap menjadi persoalan, terutama menghina para sahabat senior. Yaitu para sahabat yang ketika Rasulullah SAW wafat, beliau telah ridha terhadap mereka. Misalnya Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman RA dan sepuluh orang sahabat yang telah dijamin masuk surga, seperti Thalhah, Zubair, para sahabat yang ikut hijrah dan pertama-tama beriman kepada Rasulullah SAW, yang mana saat itu orang-orang Mekah mendustakan beliau. Justru para sahabat beriman di saat orang-orang menolak beliau. Oleh karena itu,  Allah SWT memuji mereka semuanya di dalam Al-Qur`an. Allah SWT ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap Allah SWT. Allah SWT berfirman, ”Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung,” (QS At-Taubah [09]: 100).
               Contoh lainnya, Aisyah binti Abu Bakar yang telah disucikan oleh Allah SWT dari tujuh lapis langit. Mengenai Aisyah ini telah turun sebuah ayat di dalam surat An-Nur [24] yang berbunyi, ”Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula),” (QS An-Nur [24]: 11).
               Demikian juga dengan para sahabat yang lainnya yang levelnya di bawah para sahabat senior. Akan tetapi mereka sangat gembira karena bisa menemani Rasulullah SAW. Mereka semua ini berada di dalam kebaikan, sebagaiman firman Allah SWT, ”Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Hadid [57]: 10).
               Inilah poin yang sangat sensitif antara kami Ahlu Sunnah dengan Syi’ah. Karena tidak mungkin antara kita akan terjadi pendekatan. Karena saya berkata, ”Abu Bakar -semoga Allah SWT meridhainya-. Sedangkan engkau (Syi’ah) mengatakan, ”Abu Bakar -semoga Allah SWT melaknatnya.- Coba perhatikan, ada berapa perbedaan antara ucapan ridha terhadap seseorang dengan ucapan laknat?
               Saya pernah berdialog dengan beberapa orang para ulama Syi’ah yang saya tahu mereka itu adalah para ulama yang bijaksana. Saya katakan kepada mereka, ”Sesungguhnya masalah ini adalah batu sandungan utama di dalam proses pendekatan antara dua madzhab. Oleh karena itu, para cendekiawan Syi’ah harus menahannya atau paling kurang memperkecil efeknya. Karena jika hal ini dibiarkan sesuai dengan tabiat orang-orang awam yang dipenuhi dendam dan kebencian, maka akan memakan setiap rumput hijau dan yang kering, dan sangat wajar jika tidak ada kesempatan bagi para ulama di dalam menjelaskan prospek persatuan dan proses pendekatan madzhab.”
               Sebenarnya saya katakan bahwa para cendekiawan Syi’ah seperti Ayatullah Muhammad Ali At-Taskhiri dan Ayatullah Wa’izh Zadeh dan yang lainnya mereka sangat setuju dengan hal ini. Mereka meyakinkan kepada saya bahwa cara pandang seperti ini (tidak mencaci para sahabat, ed.) mulai menguat dan menyebar di kalangan Syi’ah sedikit demi sedikit. Sampai-sampai kurikulum pendidikan yang baru di Iran di beberapa bukunya menyebutkan tentang sejarah Abu Bakar dan Umar bin Khaththab yang dipenuhi dengan pujian dan kemuliaan.
               Saya katakan kepada mereka, ”Inilah yang harus dikembangkan di dalam yayasan/lembaga pendidikan milik pemerintah dan juga di dalam pendidikan keluarga secara khusus. Karena pengetahuan masyarakat Syi’ah banyak mengandung ilusi, hal-hal yang berlebihan dan takhayul. Semua ini tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Akan tetapi menurut orang-orang awam, hal ini merupakan kebenaran dan akidah mereka.”
               Sebenarnya, masalah yang sangat membahayakan ini perlu dihilangkan dan dijelaskan untuk membersihkan semua debu-debu kekisruhan. Atau paling tidak untuk membentuk sikap positif dan bijaksana terhadap permasalahan ini.

Awas, Jangan Mencela Para Sahabat!
               Saya ingin menjelaskan masalah ini di hadapan saudara-saudara saya dari madzhab Syi’ah. Saya sendiri tidak bermaksud lain dari ini semua kecuali hanya mengharap ridha Allah SWT, berkhidmat kepada Islam dan umat Islam.

Pertama, Sesungguhnya  semua kejadian yang dialami oleh para sahabat, seperti perbedaan pendapat sampai terjadinya huru-hara, semua ini sudah menjadi sejarah (masa lalu) dan telah digulungkan lembaran sejarahnya, baik yang manis maupun yang pahitnya.
Yang buruk dan yang baiknya, kelak, Allah SWT akan menanyai para sahabat dan Dia akan memberikan pahala atas seluruh perbuatan dan niat mereka. Yang layak bagi kita adalah menyerahkan semua ini kepada Allah SWT dan tidak perlu repot-repot kita menghitung-hitungnya. Sebab Allah SWT telah berfirman, ”Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan,” (QS Al-Baqarah [02]: 134).
Karena alasan ini pula, Khalifah Umar bin Abdul Aziz ketika ditanya tentang masalah ini, beliau menjawab, ”Dengan darah mereka itulah Allah SWT membersihkan tangan-tangan kita. Oleh karena itu, janganlah kita mengotori lidah kita dengan masalah ini!”

Kedua, di antara kaidah toleransi di antara para pemeluk agama yang berbeda yaitu sesungguhnya  orang-orang yang sesat di antara kita akan dihisab atas kesesatannya dan orang-orang kkafir akan dihisab atas kekkafirannya adalah tugas Allah SWT dan bukan tugas kita. Dan hisab ini tempatnya yaitu di akhirat dan bukan di dunia ini. Allah SWT telah berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu,” (QS Al-Hajj [22]: 17). Allah SWT juga telah berfirman kepada Rasulullah SAW, ”Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar  berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah  (kita) kembali,” (QS Asy-Syura [42]: 15). Apabila sikap seperti ini adalah sikap terhadap pemeluk agama yang berbeda-beda, lantas bagaimana halnya dengan orang-orang yang seagama dengan kita?

Ketiga, sesungguhnya yang layak bagi kita di sini adalah membiarkan orang-orang yang berselisih faham tersebut dan menyerahkannya kepada niat mereka masing-masing. Karena mereka telah sampai (merasakan) atas apa yang mereka persembahkan (lakukan di dunia).
Terhadap para sahabat tersebut, jika kita anggap mereka telah berbuat dosa, maka tentunya mereka akan tetap mendapatkan pahala karena telah menemani Rasulullah SAW, atau pahala jihad mereka bersama beliau yang mana beliau bisa memberikan syafaat kepada mereka. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada Umar di dalam masalah Hathib bin Abi Balta’ah yang mana dia telah memata-matai kaum muslimin atas perintah orang-orang Quraisy sebelum Futuh Mekah. Berkatalah Umar kepada Rasulullah SAW, ”Biarkanlah saya memancung lehernya, karena dia adalah orang munafiq!” Maka Rasulullah SAW bersabda, ”Dia itu termasuk yang ikut dalam perang Badar. Apakah engkau tahu wahai Umar, barangkali saja Allah SWT memaafkan para pejuang perang Badar.” Beliau pun bersabda, ”Kerjakanlah apa yang ingin kalian kerjakan, sungguh aku telah memaafkan kalian.” 
Imam Al-Qurthubi telah berkata di dalam tafsirnya Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur`an,
“Tidak boleh menyandarkan sebuah kesalahan tertentu kepada salah seorang dari sahabat, karena mereka semua telah berijtihad atas apa yang mereka lakukan dan yang mereka inginkan hanya Allah SWT. Sedangkan mereka itu adalah imam kita dan kita akan dianggap beribadah (berpahala) jika tidak membicarakan perselisihan mereka. Kita semua hanya menceritakan kebaikan-kebaikan mereka saja, karena mereka telah menemani Rasulullah SAW dan juga karena ada larangan mencaci para sahabat ini dari Rasulullah SAW. Demikian juga karena Allah SWT telah memaafkan dan meridhai mereka.
Ada sebuah riwayat dengan banyak jalur dari Rasulullah SAW bahwasanya Thalhah adalah seorang syahid. Andai saja dia pergi ke medan perang itu karena faktor maksiat, tentu orang yang terbunuh pada peperangan tersebut tidak akan disebut mati syahid. Demikian pula seandainya dia pergi ke medan perang karena faktor salah persepsi. Karena yang disebut mati syahid itu tidak akan terjadi kecuali jika terbunuh di dalam ketaatan. Maka urusan mereka itu wajib disikapi seperti yang telah kami terangkan.
Di antara yang menjadi dalil hal ini, yaitu sebuah riwayat shahih dan sudah tersebar dari Ali bahwasanya pembunuh anaknya Shafiyyah[13] adalah di neraka. Karena Ali pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Berilah kabar gembira pembunuh putra Shafiyyah dengan api neraka!”[14]
Jika memang seperti ini, maka ada sebuah keterangan yang menerangkan bahwa Thalhah dan Zubair tidak bermaksiat atas perintah jihad. Karena jika seperti ini, mana mungkin Rasulullah SAW berkata kepada Thalhah sebagai syahid? Dan juga beliau tidak mengatakan bahwa pembunuh Zubair akan masuk neraka.
Demikian pula dengan orang yang tidak ikut perang tidak karena salah persepsi, dan justru karena kebenaran yang menuntut mereka agar berjihad. Apabila seperti ini, maka kita tidak boleh melaknat atau memfasiqkan mereka dan menghilangkan keutamaan dan jihad mereka.
Sebagian para ulama ditanya perihal darah yang telah ditumpahkan oleh para sahabat (peperangan di antara para sahabat). Maka dia menjawab, ”Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan,” (QS Al-Baqarah [02]: 134).
Demikian pula ada sebagian para ulama yang ditanya tentang hal tersebut (peperangan di antara para sahabat). Maka dia menjawab, ”Itulah darah yang Allah SWT telah menyucikan tangan saya dari darah tersebut. Maka aku tidak mau mengotori lidahku dengan masalah ini.” Maksudnya berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam kesalahan atau salah memberikan penilaian terhadap para sahabat.
Ibnu Furik berkata, ”Di antara para ulama ada yang berkata bahwa pertikaian yang terjadi di antara para sahabat adalah seperti pertikaian yang terjadi antara saudara-saudara Yusuf dengan Yusuf. Tetapi saudara-saudara Yusuf ini tidak membuat Yusuf tersingkir dari kepemimpinan dan kenabian (Nabi Yusuf tetap menjadi Nabi dan Raja Mesir). Demikian pula halnya dengan pertikaian yang terjadi di antara para sahabat.”
Al-Muhasibi berkata, ”Adapun dalam masalah darah (peperangan), kami kesulitan untuk menilai hal ini dikarenakan faktor perselisihan mereka (para sahabat)”. Al-Hasan Al-Bashri pernah ditanya tentang masalah peperangan di antara para sahabat. Beliau berkata, “Peperangan di antara para sahabat Rasulullah SAW itu kita tidak mengetahuinya. Mereka mengetahuinya dan kita tidak. Mereka berijma dan kita mengikutinya dan mereka berselisih faham, kita diam.” Al-Muhasibi berkata, “Kami pun berkata sama dengan perkataan Al-Hasan Al-Bashri. Kami tahu jika para sahabat lebih tahu daripada kami atas perkara yang mereka hadapi. Kami  hanya mengikuti apa yang menjadi kesepakatan mereka. Kami diam atas apa yang mereka perselisihkan. Kami tidak membuat-buat opini. Karena kami tahu jika mereka telah berijtihad dan menginginkan Allah SWT (lillahi ta’ala). Kalau begitu, mereka itu tidak dituduh macam-macam dalam Islam ini. Kami hanya memohon taufiq kepada-Nya.”[15] 

Keempat, Sesungguhnya kewajiban kita dari sisi yang lain adalah harus menghadapi masa saat ini, daripada kita sibuk memikirkan masa lalu kita. Karena zaman kita sekarang ini penuh dengan berbagai macam musibah dan malapetaka yang menghadang para penggiat kebaikan (para reformis). Musibah ini harus kita hadapi; kita kerahkan segenap pikiran, hati dan anggota tubuh kita. Terutama pada saat ini yang sedang mewabahnya Zionisme dan kesombongan Amerika. 
Saya pernah mendengar bantahan Syaikh Muhammad Al-Ghazali terhadap seseorang yang mendebatnya tentang masalah kejadian yang dialami para sahabat. Dia mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak berbobot, ”Siapakah yang lebih berhak menjadi khalifah, Abu Bakar atau Ali?”
Syaikh menjawab, ”Abu Bakar telah wafat, demikian pula Ali. Begitu pula kekhalifahan, kerajaan Bani Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah telah runtuh. Sampai kekhalifahan benar-benar tercabut dari negara-negara Islam. Sehingga kita semua dipimpin oleh orang-orang asing. Bukan Abu Bakar dan bukan Ali. Sampai kapan kita memperdebatkan masalah ini?”

Kelima, Sesungguhnya persoalan mencaci  para sahabat pada dasarnya dari kacamata Islam sangatlah tidak terpuji. Karena seorang muslim itu bukan tipe pencela atau pelaknat. Al-Qur`an saja melarang kita mencaci  berhala, karena khawatir bisa memancing emosi orang-orang musyrik. Akhirnya mereka mencaci  Allah SWT, sebagai bentuk pembelaan atas tuhan-tuhan mereka. Allah SWT berfirman, ”Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan,” (QS Al-An’am [06]: 108).
Siapa saja yang membaca Sunnah Rasulullah SAW, maka dia akan menemukan ada banyak hadits yang melarang perbuatan mencaci. Misalnya di dalam kitab Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir ada beberapa hadits yang semuanya melarang perbuatan mencaci. Dimulai dari hadits nomer 7309 sampai dengan hadits nomer 7322. Di antaranya:

لا تسبوا أصحابي فو الذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا، ما بلغ مد أحدهم و لا نصيفه.
”Janganlah kalian mencaci  para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalau saja ada salah seorang dari kalian yang berinfaq emas sebesar gunung Uhud, maka (pahala) infaqnya ini tidak akan menyamai (pahala) satu mud atau setengah mud (infaq para sahabat).” (Muttafaq Alaih)

لا تسبوا الأموات، فإنهم أفضوا إلى ما قدموا.
”Janganlah kalian mencaci  orang-orang yang sudah meninggal dunia, sebab mereka telah sampai kepada apa yang mereka persembahkan.” (HR. Al-Bukhari)

لا تسبوا الدهر، فإن الله هو الدهر.
”Janganlah kalian mencaci  zaman, sebab Allah lah zaman.” (HR. Muslim)

لا تسبوا الديك فإنه يوقظ للصلاة.
”Janganlah kalian mencaci  ayam jago, sebab dia (suka) membangunkan manusia untuk shalat.” (HR Ahmad)

لا تسبوا الريح، فإنها من روح الله.
”Janganlah kalian mencaci  angin, sebab angin adalah karunia Allah.” (HR Ahmad)

لا تسبي الحمى، فإنها تذهب خطايا بني آدم.
”Janganlah kalian (para ibu) mencaci  demam, sebab demam bisa menghilangkan dosa-dosa anak Adam.” (HR Muslim)

Saya sangat takjub dengan hadits yang berbunyi,
لا تسبوا الشيطان، وتعوذوا بالله من شره.
”Janganlah kalian mencaci setan. (tapi) berlindunglah kalian kepada Allah dari keburukannya.” (HR Tamam Ar-Razi di dalam kitab Al-Fawaid dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no.2422).
               Sampai kepada setan pun, kita dilarang mencacinya. Tetapi kita diharuskan untuk berlindung kepada Allah SWT dari keburukannya. Sebab perbuatan mencaci itu adalah perbuatan negatif, sedangkan berlindung kepada Allah SWT dari keburukan setan adalah perbuatan positif.
               Orang-orang Barat mengatakan, ”Daripada mencaci  gelap, lebih baik nyalakan lilin.” Maksudnya bahwa mencaci gelap tidak akan merubah suasana. Yang terbaik adalah engkau menyalakan sesuatu yang bisa menerangi jalanmu di kegelapan, walaupun hanya dengan nyala lilin yang sangat kecil.
               Kemudian perbuatan cela mencaci itu tidak ada dasar tanggung jawabnya. Karena mencaci hal-hal buruk dan orang-orang kafir itu bukan sesuatu yang dianggap wajib di dalam Islam. Maksudnya jika hal ini tidak dikerjakan, maka akan mendapatkan hukuman dari Allah SWT.
               Sebagian para imam (imam yang empat) berkata, ”Andai saja ada seseorang yang berumur panjang, kemudian dia tidak pernah mencaci  Fir’aun, Abu Jahal atau Iblis, maka orang ini tidak akan dihisab apa-apa di hari Kiamat atas sikapnya ini. Akan tetapi jika dia pernah melaknat seseorang yang tidak pantas dilaknat, walaupun hanya satu kali, tentu dia akan dihisab di hadapan Allah SWT di hari Kiamat: Mengapa engkau melaknatnya?”
               Oleh karena itu,  Imam Al-Ghazali berkata, ”Orang mukmin itu bukan pencela. Maka tidak diperbolehkan lisan ini mengeluarkan kata-kata laknat, kecuali kepada seseorang yang mati di dalam kekufuran, atau terhadap orang-orang dengan sifat-sifat tertentu tanpa merinci orang-orangnya (dengan jelas). Menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah SWT adalah lebih baik. Kalau tidak bisa, maka diam akan lebih menyelamatkan.”
               Makki bin Ibrahim berkata, ”Kami pernah bersama Ibnu Aun. Maka mereka menceritakan kisah Bilal bin Abi Bardah. Maka mereka pun mulai melaknatnya, sedangkan Ibnu Aun hanya diam saja. Maka orang-orang berkata, ”Wahai Ibnu Aun, kami hanya membicarakan perbuatan yang dia lakukan padamu!” Ibnu Aun menjawab, ”Sesungguhnya ada dua kalimat yang akan keluar dari catatan amalku di hari Kiamat, yaitu tidak ada tuhan selain Allah, dan semoga Allah melaknat si fulan. Aku lebih suka kalimat tidak ada tuhan selain Allah yang keluar dari buku catatan amalku, daripada kalimat semoga Allah melaknat si fulan!”
               Ibnu Umar berkata, ”Manusia yang dibenci oleh Allah adalah orang yang suka mencaci dan mencaci.”[16]  
               Kemudian perbuatan mencaci  para sahabat sangat tidak pantas bagi seorang muslim. Karena para sahabat mempunyai hubungan dengan Rasulullah SAW. Karena para sahabat adalah teman-teman beliau dan mereka juga adalah lulusan dari madrasah beliau. Mereka langsung belajar dari Rasulullah SAW dan mereka juga menerima cahaya kenabian. Mereka juga menyaksikan turunnya Al-Qur`an dan menjadi pelaku sejarah. Merupakan hal yang wajar jika kemudian mereka menerima cahaya kenabian. Barangsiapa mencaci  murid-murid terdekat seorang guru, maka seolah-olah dia itu mencaci  guru mereka!
               Oleh karena itu, para tabiin adalah orang-orang yang dekat dengan para sahabat dari sisi keutamaan mereka. Karena para tabiin ini telah belajar langsung dari para sahabat. Adapun orang-orang yang jauh dari tabiin ini, maka mereka pun jauh dari cahaya kenabian. Setiap zaman semakin jauh dari zaman yang lainnya.
               Sebagaimana Rasulullah SAW telah memuji mereka para sahabat, baik secara umum maupun secara khusus di banyak hadits-haditsnya, sampai mencapai derajat mutawatir.
               Sejarah lah yang telah menjadi saksi yang jujur atas keutamaan mereka. Mereka lah yang telah menghafal Al-Qur`an dan menukilkannya kepada kita secara mutawatir. Dan mereka juga yang telah meriwayatkan sunah Rasulullah SAW, baik perkataan, perbuatan maupun kesepakatan-kesepakatan beliau.
               Mereka juga lah yang telah melakukan pembebasan negeri lain dengan damai dan menyebarkan agama Islam sampai ke seluruh penjuru dunia. Andai bukan karena mereka, tentu sekarang ini kita semua bukanlah kaum muslimin. Mereka lah yang telah mengajarkan Islam kepada umat lain setelah mereka belajar langsung dari Rasulullah SAW.
               Barangsiapa yang mau membaca sejarah mereka, maka dia akan menemukan sejarah para pemberani yang berakhlak yang tidak ada tandingannya di umat ini. Yang mana mereka dijadikan sebagai figur  di dalam membentuk sebuah generasi. Ini lah yang terangkum di dalam kitab Hayatu Shahabah yang terdiri dari beberapa jilid karya Syaikh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi.
               Buku ini sebagai tambahan atas kitab-kitab yang mengupas sejarah para sahabat, seperti Al-Isti’aab fii Ma’rifatil Ashaab, Asadul Ghaabah fii Ma’rifatish Shahaabah dan Al-Ishaabah fii Tamyiizish Shahaabah.
               Saya sarankan untuk membaca kitab Muhibuddin Al-Khathib yang berjudul, Ma’ar Ra’iil Al-Awwal dan penjelasan kitab Jiil Qur`ani Farid karya Sayyid Quthb di dalam kitabnya Ma’aalimu fith Thariiq. Dan kitab Abqariyyaat (orang-orang jenius) karya Abbas Al-‘Aqqad dari kalangan para sahabat dan kitab Akhbaar ’Umar karya Syaikh Ali Ath-Thanthawi.
               Adapun tuduhan mengkafirkan Syi’ah dengan dalih sikap mereka terhadap para sahabat, saya sendiri tidak berpendapat seperti itu. Karena mencap kkafir orang yang telah mengucapkan tidak ada tuhan selain Allah, adalah sebuah urusan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang ulama. Karena ucapan tahlil ini melindungi seseorang dari kekafiran. Saya adalah termasuk dari kalangan yang melarang dengan keras mengkafirkan orang lain. Walaupun tuduhan Syi’ah terhadap para sahabat itu sangat keji, tetapi tuduhan mereka itu tidak secara qath’i menjadikan diri mereka sebagai orang-orang kafir. Semua keraguan di dalam masalah ini harus ditafsirkan demi kebaikan seorang muslim yang wajib membawa dirinya ke arah kebaikan.
               Kami hanya bisa mendoakan mereka, semoga Allah SWT memberikan mereka petunjuk-Nya kepada kebenaran dan Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka, karena Dia adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. 

Sumber: Buku berbahasa Arab, karya Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dengan judul Fataawaa Mu’aasharah, (Fatwa-fatwa Kontemporer), juz ke-4, penerbit Darul Qalam Kuwait, hal. 275-298.
Penerjemah: Dudung Ramdani, Lc

BERITA DAN REFLEKSI




  1. CERAMAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH 1429

  2. RENUNGAN 1 MUHARRAM 1430 H

  3. Refleksi Ibadah Haji Penangkal Jeratan Sistem Dajj…

  4. Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

  5. Memilih Pemimpin

  6. "Dualisme"

  7. Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih

  8. SEMANGAT BARAT

  9. Ribuan Manuskrip Islam Kuno Tersimpan di Perpustakaan...

  10. Invasi Gaza:"Operasi Cast Lead", bagian Dari Sebuah konpirasi...

  11. Antara Kebenaran dan “Pembenaran”

  12. "Kaum Yahudi dan Perusakan Agama”

  13. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun...

  14. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [2]...

  15. Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam [1]...

  16. "Tuhan" Filsafat

  17. Mengambil Hikmah Dari Yahudi-Yahudi "Nyeleneh"

  18. Adakah Jarak antara Agama dan Ilmu Pengetahuan? (1)

  19. Kumpulan Artikel M. Syamsi Ali

  20. Virus-Virus Akidah

  21. ZEITGEIST the movie

  22. Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harv...

  23. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN

  24. Mengapa saya masuk Islam?

  25. Pendahuluan Kuliah Tauhid

  26. TAWHID dan KEMERDEKAAN

  27. SYIRIK dan MUSYRIK

  28. KISAH KETA’ATAN DAN KEMUNGKARAN DALAM AL-QUR’AN;

  29. SEJARAH YANG SELALU BERULANG…

  30. Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

  31. HAL-HAL YANG MENGURANGI ATAU MERUSAK SIKAP TAUHID

  32. Proyek Rahasia Dibalik Agresi Brutal Israel ke Jalur gaza...

  33. Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

  34. Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

  35. VALENTINE DAY = Hari Raya Pagan Mengenang Pendeta

  36. Didukung Perusahaan Raksasa, Satukan Kekuatan Seba...

  37. Ribuan Media Misi Hadiri Konvensi Media Kristen International...

  38. Gereja Anglikan Inggris Setujui "Kristenisasi"

  39. Presiden Turki: Perpecahan Kelompok Sumber Utama Kekalahan...

  40. Musibah tanggul Situ Gintung

  41. Vatikan akan Boikot Film 'Angels & Demons'

  42. Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

  43. Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!

  44. Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Koson.

  45. Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keua...

  46. Terapi Musik Dalam Peradaban Islam

  47. what is name ?

  48. Orientalism, , kesalahan informasi dan Islam



BERITA MUSLIM

  1. 4 Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida

  2. Syirik: Dari Samiri sampai Ponari

  3. Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa

  4. MER-C Usulkan Tangani Pengungsi Rohingya ..

  5. Tim kesehatan dari "Medical Emergency Rescue Commitmen...

  6. Presiden: Indonesia Bisa Jadi Pusat Perbankan Syar...

  7. Muslim Brazil Membangun Institute Imam Dan Da'i

  8. Selamatkan Muslim Rohingya

  9. Manusia Perahu Rohingnya dan Warga Yang Dilupakan

  10. Rohingya, Nestapa Minoritas Muslim Myanmar

  11. Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar

  12. Satu Lagi Perahu Rohingya Berlabuh di Aceh

  13. AS Akhirnya Bersuara Atas Nasib Rohingya

  14. Muslim Korsel Sulit Peroleh Makanan Halal

  15. Ragam Etnis Komunitas Muslim Korea

  16. Muslim India Makin Tercekik Diskriminasi

  17. Muslim India Menentang Penyiksaan

  18. Ribuan Orang Mendesak Sekjen PBB Menyelamatkan Kashmir...

  19. Aksi Hari Solidaritas Kashmir

  20. Komunitas Cina Muslim : Minoritas di Antara Minoritas...

  21. Tuduhan Ekstrimis Bagi Yang Meyakini Iman Islam di Inggris...

  22. Organisasi Muslim AS Ancam Boikot FBI

  23. Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA...

  24. Inggris Miliki Asuransi Mobil Islam Pertama

  25. Strategi Baru Anti-Teror Inggris Sudutkan Muslim

  26. Dakwah Islam di Penjara-Penjara AS, Banyak Tahanan...

  27. Masjid Geometri Putih Kawasan Urban Bosnia

  28. Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

  29. Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Libera.

  30. Wanita Berjilbab Pimpin Distrik di Belanda

  31. HRW Soal Larangan Jilbab: Jerman Diskriminatif...

  32. Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

  33. Norwegia Batalkan Keputusan Pemakaian Aparat Berji...

  34. Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia

  35. Norwegia: Polwan Muslim Boleh Berjilbab

  36. Bilqis, Muslimah Berjilbab Pertama ,bola basket

  37. Tuna Netra Palestina Menemukan Metode Baru .

  38. Jamaah Thawaf, Awan Lafaz Allah Muncul

  39. Sekolah Islam Diterima, Muslim Australia Gembira

  40. Bagaimana Sikap Rakyat Palestina Terhadap Hamas?

  41. Islamic Center di Moskwa Dibuka, Dihadiri Mufti ...

  42. Mujahid Al Qassam "Diselamatkan" Al-Quran

  43. Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

  44. Sekolah Islam menjamur di Sacramento

  45. Madrasah Islam di Virginia, Sarana Dakwah Islam di...

  46. Subhanallah, acara Maulid Nabi DI RS Katolik

  47. Filipina Amandemen UU Otonomi Muslim Mindanao

  48. Membangun Lingkungan dan Masa Depan Islam di Amerime.

  49. Fakta Baru, Israel Dalang Serangan 11 September

  50. Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

  51. Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Muslim di Kepolisi.

  52. Ilmuwan Malaysia Ikut Rancang Perluasan Masjidil H...

  53. 1,1 Juta Muslim Italia Ingin Didengar

  54. Keamanan Lebih Parah Bagi Muslim Xinjiang

  55. Kebijakan Memata-matai Kaum Muslim Picu Kemarahan

  56. Proyek perluasan Masjidil haram

  57. Muslim di Filipina Minoritas di Negeri Sendiri

  58. Inggris 'Mengemis' Agar Muslim Perkuat Militer

  59. Islam di Inggris Berkembang dari Kampus

  60. Ratusan Orang Dihalangi untuk Shalat Jumat di Al-Aqs.

  61. CIA Akan Rekrut Intel Muslim

  62. Kepala Babi Di Masjid Lejitkan Ketenaran Partai Na...

  63. Gerakan Muslim Malawi Lawan Kekerasan Domestik


BERITA MUALAF



  1. Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian...
  2. Meningkatnya Mahasiswa Muallaf AS Paska Tragedi WTC...
  3. Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahada...
  4. Muslimah Rusia Bangun Masjid dari Kocek Sendiri
  5. Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Pera...
  6. Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Is...
  7. Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Im...
  8. Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam...
  9. Tolak Blokade Israel, Mahasiswa Inggris Duduki Kam...
  10. Islam Tumbuh Pesat di Inggris
  11. Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol!
  12. Alvero, Kisah Seorang Spanyol yang Memeluk Islam
  13. Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah
  14. Hj Vera Pangka, Ibunya Para Muallaf
  15. Yusuf Islam Donasikan Lagu untuk Gaza
  16. Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika
  17. Memeluk Islam, Pelukis Rusia Ekspresikan Keimanann...
  18. Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat ...
  19. Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Isla...
  20. Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan
  21. Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Memilih Islam...
  22. Saudi: 510 Warga Asing Menyatakan Masuk Islam
  23. Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam
  24. 14.200 Warga Kulit Putih Inggris Masuk Islam, Keba...
  25. Erik Meijer: Islam Itu Bisa Diterima Logika
  26. Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam
  27. Kyrgyzstan Menjauhkan Anak-Anak Dari Islam
  28. Bantuan ke Jalur Gaza Capai 36 Trilyun
  29. HRW: Larangan Jilbab Mendiskriminasi Wanita Muslim...
  30. Penggalangan Dana Peduli Muslim Rohingya di Arena ...
  31. Selamat dari Kecelakaan Maut, Muslimah Rusia Bangu...
  32. Mengenal Islam Melalui Musik Underground
  33. Aria Desti Kristiana : Kenapa Tuhan Harus Disalib?...
  34. Di AS : Seorang Pendeta Menyatakan Masuk Islam "Di...
  35. Pelaksanaan Ajaran Islam Semakin Meningkat,.
  36. STEVEN KRAUSS
  37. PROFESOR JEFREEY LANG,PROFESOR MATEMATIKA
  38. ALEXANDER PERTZ
  39. VICENTE MOTA ALFARO
  40. MICHAEL DAVID SHAPIRO
  41. STEPEN SCHAWARTZ
  42. ISLAM TUMBUH PESAT DI INGGRIS
  43. KISAH YESUS TINGKATKAN MUALAF DI SPANYOL
  44. EASY ASHBY MEMELUK ISLAM USIA 13 TAHUN
  45. KACI STARBUCK
  46. Hj VERA PANGKA,IBUNYA PARA MUALAF
  47. GADIS ISLANDIA TEMUKAN ISLAM
  48. AL HAJ LORD HEADLY AL FAROOQ
  49. MOHAMMAD ASAD
  50. JOSEPH COHEN ,YAHUDI PINDAH KE ISRAEL MASUK ISLAM
  51. PEMUDA PERANCIS DAPAT HIDAYAH DI INGGRIS
  52. MOHAMMAD ALEXANDER RUSSEL WEBB
  53. SIR JALALUDIN LOUDER BRUNTON
  54. MUHAMMAD AMAN HOBOHN
  55. PROF HAROON MUSTAPA LEON
  56. ALI SELMAN BENOIST
  57. Dr. UMAR ROLF BARON EHRENFEL
  58. Dr. ABDUL KARIM GERMANUS
  59. Dr. HAMID MARCUS
  60. WILLIAM BURCHEL BASYIR PICKARD
  61. KOLONEL DONALD S ROCKWELL
  62. Mr. R.I. MELLEMA
  63. MISS MAS'UDAH STEINMANN
  64. FRIDA T MARAMIS
  65. YUSUF ROGER MARAMIS , Dari Evangelis Menjadi Dai
  66. H. Muhammad Zulkarnaen (d/h Eddy Crayn Hendrik)
  67. THERESIA DELLI SURJARMI
  68. SANDRINA MALAKIANO
  69. RUDY MULYADI FOORSTE S.TH
  70. DUA KALIMAT SYAHADAT MEMBISIK DI TELINGAKU
  71. CHRISTIAN GUSTAV
  72. AMY PEREZ
  73. TORQUATO CARDELLI
  74. TIA 'AFI'
  75. ALICIA
  76. SEORANG WALIKOTA DI AS MEMUTUSKAN MASUK ISLAM
  77. MUHAMAD RAMADHAN (STENDLY DELON)
  78. DARI SEORANG NEO NAZI MENJADI SEORANG MUSLIM
  79. PELATIH SEPAK BOLA ASAL PRANCIS MEMILIH MASUK ISLAM
  80. MIHAI BRESCARO
  81. ESTANISLAO SORIA(MANTAN PENDETA KATHOLIK FILIPHINA)
  82. PAQUITA WIDJAYA
  83. Molly
  84. IVONNE RIDLEY
  85. JESSICA,PUTRI SURIAH
  86. KATHY,WANITA AMERIKA
  87. PENDETA SENIOAR DI AFRIKA
  88. PROF DR HUBERTUS MYNAREK (PASTOR DAN TEOLOG)
  89. CHRISTIAN SCIENE MONITOR
  90. LAKSAMANA TNI (PURN SUDOMO)
  91. SUDOMO :SAYA MURTAD SELAMA 36 TAHUN
  92. OKTO RAHMAT TOBING
  93. KI MANTEP SUDHARSONO
  94. TAN PING SIEN (MUHSIN)
  95. G.M. SUDHARTA
  96. LIEM TJENG LIE
  97. ALEXANDRA GOTTARDO
  98. JIP HENJY JANA P, M.B.A.
  99. H. BURHAN NAPITULU
  100. OEY KIAM TJENG
  101. WS RENDRA
  102. AHMAD IHSAN (LIEM TJOE SAN)
  103. JAW MEI HWA
  104. NAOKO KASAI
  105. MUHAMMAD MU’MIN
  106. ANNA MARCELIA
  107. IRENI (Ny. Han Hoo Lie)
  108. STEFANUS R SUMANGKIR (EX PENDETA)
  109. RAHMAT PURNOMO (EX PENDETA)
  110. HANDOKO EX AKTIFIS GEREJA
  111. KWIK DYIT SOEN
  112. RICHELLE SANTOS,GADIS FILIPHINA
  113. WILLIBORDUS ROMANUS LASIMAN
  114. SYEIKH YUSUF ESTES EX PENGINJIL
  115. AISHA CANLAS
  116. SAYA INGIN MENJADI BAGIAN ORANG ISLAM
  117. KH. Drs. ALIFUDDIN EL ISLAMI (d/h Siong Thiam )
  118. PEREMPUAN JERMAN BERBONDONG-BONDONG MEMELUK ISLAM
  119. AMIRAH BOURABA
  120. PEMUDA ARGENTINA TEMUKAN ISLAM LEWAT INTERNET
  121. Ayesha
  122. GADIS KOLOMBIA BERSYAHADAH LEWAT INTERNET
  123. "JORDIE ROSENBAUM,PUTRI YAHUDI”
  124. BRITNEY SPEARS
  125. RUQAYYAH WARIS MAQSOOD
  126. GADIS AMERIKA BERSYAHADAH DI BIS KOTA
  127. MARGARITA
  128. Dr YAHYA YOPIE WALONI
  129. MICHAEL JAKSON
  130. DELANCE ,PERJALANAN SPIRITUAL
  131. MARMADUKE PICKTHALL
  132. SARA BOKKET,MANTAN MODEL
  133. AMIRA MAYORGA
  134. PENDETA KATHOLIK FILIPHINA YANG MENEMUKAN ISLAM
  135. MASUK ISLAM KARENA IKLAN BUS
  136. MUALAF LATIN DI AMERIKA
  137. ANAKKU DIRAMPAS KARENA “AKU MEMILIH ISLAM”
  138. TERTARIK KONSEP KETUHANAN
  139. HIDAYAH TAK KENAL WARNA,BANGSA DAN MASA
  140. PENGACARA YAHUDI PELUK ISLAM SETELAH 9/11
  141. DIANGGAP GILA SETELAH MENEMUKAN ISLAM
  142. TUHAN TELAH MEMILIKAN SAYA
  143. AKU BAHAGIA DIDALAM ISLAM
  144. ISLAM BUKAN TERORIS
  145. TERBIMBING MENUJU ISLAM
  146. OH TUHAN,TUNJUKANLAG BAGAIMANA AKU,MENEMUKANMU
  147. BERANJAK DARI TITIK NOL
  148. BERAWAL DARI BENCI BERAKHIR DENGAN CINTA
  149. Kisah Pemuda Yahudi –menemukan Islam di Internet

  150. Wajah baru Islam

  151. Ribuan orang Terkemuka di Inggris ke pelukan Islam

  152. Mualaf berbicara tentang bagaimana menegakkan Islam

  153. Mualaf Rusia memperkenalkan Toleransi didalam Islam

  154. Increasing Number Of Germans Embracing Islam

  155. Orang Katholicyang beralih ke agama Islam meningkat

  156. Beberapa nasehat untuk Mualaf baru

  157. A CATHOLIC NUN:BAD EXPERINCE BUT BEATIFUL END

  158. Hungarian Convert to Islam: Sultan

  159. Khadega Pihan dari Jerman

  160. MUSLIMS AUSTRIA: THE EARLY RECOGNITION OF RELIG...

  161. Muslim Mualaf dokuomentasi Texas

  162. Perjalananku menuju Islam

  163. Iman (Monica) Aparicio dari Kristen ke Islam

  164. 73 Year old Italian Man and His Wife Convert to Is...

  165. Ibrahim Karlsson

  166. Christopher Shelton

  167. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  168. Rob Wicks

  169. Yahiye Adam Gadahn

  170. Cinta tak terbatas untuk sebuah pujian

  171. Shalawat untuk Muhammad Mustafa saw

  172. Indian Nobel Prize Nominee Embraces Islam

  173. Iman from Italy finds Islam

  174. A French Doctor of Medicine Narrates his Adherence...

  175. A Different Childhood

  176. Sir Abdullah Archibald Hamilton (England)

  177. Muhammad Aman Hobohm (Germany)

  178. Thomas Irving (Canada)

  179. Mavis B. Jolly (England)

  180. Miss Fatima Kazue (Japan)

  181. professor Haroon Mustapha Leon

  182. American Muslims Growing in Number Rapidly After...

  183. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  184. DISCOVERING ISLAM: A CANADIAN MUSLIMA'S STORY

  185. Karima Slack Razi

  186. Jewellee

  187. HEADLINE : WHY I CHOSE ISLAM, BY BRIDE JEMIMA

  188. C. Huda Dodge : My Path To Islam

  189. Afrah Alshaibani : Becoming Muslim

  190. Testimony of Ahmed Corpus (Formerly Marco Corpus)

  191. Dr. ALI SELMAN BENOIST

  192. Christopher Patrick Nelson : Islam Saved My Mental...

  193. FAUZUDDIN AHMAD OVERING

  194. CNN News: 1.5 Million Americans coverted to ISLAM ...

  195. NBC NEWS: 20000 Americans Convert To ISLAM Each Ye...

  196. Africa, the first refuge for Muslims

  197. List of converts to Islam from Dharmic religions a...

  198. List of converts to Islam from Judaism

  199. List of converts to Islam from Christianty

  200. 'Allah came knocking at my heart'

  201. Testimony of Ihsan Chua Gim Sam

  202. The Best Speech is the Speech of Allah,And the Bes...

  203. John Kirch, USA, "I went on a 20-year-long search ...

  204. Have you ever wondered what the name Tallahassee m...

  205. Abdul Hakeem Heinz: Islam Eventually Entered My He...

  206. MAVIS B. JOLLY, The Qur'an, I found, works silentl...

  207. Mike LoPrete, USA, 19 year old college student. "...

  208. My Conversion to Islam

  209. Sherif Quinn,Christianity: The Point of Departure

  210. Shive Prasad Demolished Babri Masjid That Day -

  211. TIM WEIS, I have European lineage. I am a Muslim. ...

  212. Walter 'Abdul-Walee' Gomez

  213. The Story of a Jewish Boy - Finding Islam in Cyber...

  214. Kimi from australian

  215. Tasha, I had been studying Islam ever since I was ...

  216. Finding My Way….Lynette Wehner's conversion to Isl...

  217. The conversation to Islam of (Yahya) Donald W. Flo...

  218. How We Came To Embrace Islam

  219. Somayyah, From a Bathing Suit to Hijab.

  220. God works in mysterious ways

  221. Rashida S. (Rachel Singer) daughter of a devout Ro...

  222. Jocelyn Wiener, Times Staff Writer. Young, Female ...

  223. InNoor's Testimony: sights into Women in Islam vs....

  224. ,Nakata Khaula,A Japanese Woman's Experience of Hi...

  225. Michelle, "I came from a Jewish family in New Yor...

  226. Maureen McCormick, Life is good for Muslim women

  227. Maryam Jameelah, Converts' Stories: Interview with...

  228. Maryam al-Mahdayah, There is no more conflict w...

  229. Madonna Johnson "..all of my turmoil and anxiety ...

  230. Dr. Kari Ann Owen.USA, Jewish, "I began to look .....

  231. Karen's Testimony. "If Jesus is God, then why did ...

  232. Haji Maryam Mohammed Ahmed, American Muslima, She ...

  233. Chahida Zanabi, Norway, "..i found [a belief that ...

  234. Asiya Abd al-Zahir,Australia, "..the only religion...

  235. Aminah Assilmi "I couldn't be a Muslim! I was Ame...

  236. Yvonne Ridley In the Hands of the Taliban: From C...

  237. Yusuf Islam (Formerly Cat Stevens) Famous ex-Roc...

  238. Wilfried (Murad) Hofmann, German Diplomat And NATO...

  239. PROF. UMAR MITA, Economist, Social Worker and Pre...

  240. Nuh Ha Mim Keller, From an American Catholic to on...

  241. Leopold Weiss,Statesman, Journalist, Author, and t...

  242. Muhammad Ali

  243. Dr. Maurice Bucaille,The author of: "The Quran and...

  244. Michael Wolfe

  245. Malcolm X - In His Own Words

  246. A Confession by Leo Tolstoy

  247. Kareem Abdul-Jabbar

  248. Johann Wolfgang v. Goethe Embraced Islam

  249. Jemima Goldsmith : Why I chose Islam, by bride Jem...

  250. Jermaine Jackson

  251. Dr. Jeffrey Lang

  252. German Pop Singer Finds Destination in Islam

  253. Lord Headley Al-Farooq (England)

  254. Hamza Yusuf (Mark Hanson)

  255. Lady Evelyn Zeinab Cobbold

  256. Dileep Kumar, Leaving Celebrity Status Behind

  257. Dr. Abu Ameenah Bilal Philips

  258. Testimony of Abdur-Raheem Greene (Formerly Anthony...

  259. Dr. Yahya A.R. Lehmann,(Former Roman Catholic Prie...

  260. Viacheslav Polosin - Former Archpriest of the Russ...

  261. S.M. SULAYMAN,(Former Baptist Church Minister), U....

  262. Selma A. Cook,An Australian Missionary’s Journey t...

  263. Ruba Qewar, Jordanian Missionary reverts to Islam

  264. Raphael Narbaez, Jr. ,From the Watchtower to the M...

  265. Rabbi Moisha Krivitsky of Makhachkala synagogue e...

  266. Muslima,The Former Catholic Missionary (Burundi)

  267. Khadijah 'Sue' Watson - Former pastor, missionary,...

  268. Ibrahim Khalil - Former Egyptian Coptic priest

  269. George Anthony - Former Catholic priest

  270. Dr. Gary Miller (Abdul-Ahad Omar) - Former mission...

  271. Anselm Tormeeda - 14th century CE scholar and prie...

  272. Anonymous Female Missionary Former Catholic missio...

  273. Abdullah al-Faruq - Formerly Kenneth L. Jenkins,

  274. Martin John Mwaipopo

  275. George Anthony - Former Catholic priest

  276. Drs. Alifuddin El-Islamy (d/h Siong Thiam ) :

  277. Cardinal Abu Ishaq

  278. Prof. Abdul Ahad Dawud

  279. Dr. Jerald F. Dirks

  280. Long journey toward Islam, a Muslim American

  281. Aisha Canlas, Peaceful Feeling Hearing Voices Adzan...

Download

    1. ebook : Masalah dan solusi (Shakwaa wa Hulul)

    2. Perlakuan terhadap minoritas menurut Kristen dan Islam

    3. Kisah perjalanan dari Kristen ISLAM

    4. Muhammad Saw dari A sampai Z

    5. Referensi Web Dunia : Quran Mp3

    6. Free ebook : Al-Quran dan Ilmu Astronomi

    7. Saya menyeru kepada Wanita dimana rasa malumu,Saudaraku?

    8. Tafsir Kalimat Tauhid

    9. Perjalanan Mencari Kebenaran (indonesia)

    10. Status Yesus didalam Islam

    11. download :Islamic CGI Scripts

    12. FREE EBOOK FROM pakdenono.com

    13. Download Al Quran dengan terjemahan bahasa urdu (1)

    14. download : E-Hadith Software E-book 2.0.1

    15. Screensaver Islami “ keajaiban Al qur’an

    16. download : INDAHNYA ISLAM KITA

    17. download : Muslim Explorer 2007

    18. Download : Software 1.0 Hadist

    19. download book : Wanita Dalam Pandangan Islam

    20. Kisah-Kisah para Nabi

    21. Cyber Salat

    22. Pentingnya sebuah hak

    23. Bacaan Al Quran : Abd AlWADOOD Haneef

    24. Islamic Screen Savers Downloads

    25. Divine Islam Software

    26. Internet Islamic Tools Downloads

    27. Hadith Downloads

    28. Quran Downloads

    29. Download : Piagam Madinah (language bahasa indones...

    30. HOLY QURAN - Chapter Wise - Beautifully Compiled

    31. Siapkah Kamu untuk Islam?

    32. Pertanyaan mu dan jawaban Al qur’an

    33. Islam – Jawaban kepada Non muslim

    34. Translation of the meaning of the Holy Quran

    35. Quran recitation by Sa'ad al-Ghamdi in MP3 format

    36. Arabic/English Quran in searchable (only English)




Gratis Download Ebook,Mp3 dan Software Islam's Fan Box